WHAT'S NEW?
Loading...

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Life is full of challenge, yang jelas BUKAN tantangan buat tawuran seperti yang belakangan ini makin kerap terjadi. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim rasanya makan sayur tanpa garam jika saya tidak ikut “tawuran” yang diadakan Pakdhe Cholik yaitu Event Tawuran yang elegan dan bonafite yang sah berdasarkan Undang-undang yang berlaku di blogspere. Langsung saja pada tema baku yang diberikan: Cara Mencegah dan menanggulangi Tawuran.  Dan sebelumnya, dengan sengaja saya buat batasan untuk cakupan populasi pelaku tawuran adalah range usia anak-anak [sekolah], sebab kalau orang dewasa baku hantam itu bukan lagi dalam definisi tawuran [menurut saya], melainkan tindakan kriminal dan anarkis!

Dari tema yang diberikan, maka saya menerjemahkan dalam dua point utama: Cara Mencegah dan Cara Menanggulangi terjadinya tawuran [dalam ragam formasi dan audience-nya].

Yang Pertama, Cara Mencegah Tawuran atau dalam kalimat lain preventive action dalam rangka untuk meminimalkan trigger terjadinya tawuran atau jika boleh saya isitilahkan terjadinya ‘Hazard’ tawuran. Yang namanya mencegah, berarti harus ditetapan dulu CCP ~ Critical Control Point-nya sehingga bisa diterapkan program atau kegiatan pragmatis yang dapat mencegah timbulnya Hazard Tawuran. 

Main stream yang bisa dilakukan sebagai tindakan preventive terjadinya Hazard Tawuran adalah menumbuhkembangkan sejak dini dalam diri setiap personal [tentunya semenjak usia kanak-kanak] tentang nilai-nilai: agama, tanggung jawab, disiplin, toleransi/tepa slira, saling menghargai dan menyayangi terhadap orang serta hal-hal diluar diri pribadi. Nilai-nilai tersebut tidak bisa hanya sekedar dogma/teori yang di berikan pada anak-anak ibarat pembacaan dongeng. Perlu adanya iklim dan aktifitas/kegiatan yang tepat sasaran sehingga secara naturally meresapkan nilai-nilai normatif tersebut dalam pola pikir, sudut pandang dan dinamika hati nurani pada diri anak.

Dan saya mengklasifikasikan Crtitical Control Point tersebut dalam 3 hal saja [kalau banyak-banyak, malah saya nanti yang bingung membuat penjelasannya dan bisa bikin tawuran baru: adu komentar deh. #Abaikan] , yaitu:
1.    Lingkungan Keluarga
Keluarga sebagai ‘sekolah’ pertama dan memiliki peran dominan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang, maka dari lingkungan keluargalah harus dimulai proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai agama, tanggung jawab, disiplin, toleransi/tepa slira, saling menghargai dan menyayangi. Sebagai ilustrasi sederhana, berikan kegiatan yang bisa dilakukan dan disukai anak-anak misalnya memelihara ayam. Masing-masing anak berikan seekor ayam untuk dirawat dan dipelihara. Secara perlahan, masing-masing anak akan terbawa dalam euforia untuk bertanggung jawab, disiplin, berkerja sama, bermusyawarah, saling membantu, serta menumbuhkan rasa kasih sayang yang tulus sebagai out put kegiatan memelihara ayam tersebut. Tentu saja ini hanya salah satu contoh yang saya adopsi dari masa kecil saya. 

Kumpul Bocah: bermain bersama mengajarkan anak utk bersosialisasi
Di rumah kami dulu, ada ayam, kambing dan sapi [pernah juga ada yang menitipkan kerbau] yang sebagian besar tanggung jawab pemeliharaannya dilakukan oleh anak-anaknya orang tua kami  [termasuk saya dunk], serta order bekerja di sawah untuk membantu orang tua tentunya. Pekerjaan rutin [selain mengurusi diri sendiri] yang kami lakukan sehari-hari di luar jam sekolah tersebut memberikan penguatan karakter baik pada diri kami sehingga secara otomatis memiliki komitment  untuk menajadi anak yang baik dan tidak bikin masalah saat berinteraksi di luar rumah. Kalau hal-hal yang namanya kenakalan anak-anak....ya tetaplah masih kami lakukan, tapi kami punya alert sensor untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

2Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan CCP kedua yang memiliki peran significant bagi pembentukan kepribadian anak dengan integritas sikap yang solid. Dan tentunya hal ini membutuhkan media/kegiatan yang bisa menjadi sarana efektif untuk memberikan ‘intervensi’ pada pola pikir, tingkah laku dan sikap/attitude anak. Kurikulum pendidikan agama, moral, ilmu sosial [bermasyarakat] dan yang sejenisnya memang suplemen teori yang dibutuhkan sebagai dasar hukum bagi anak untuk memilih dan memilah mana yang benar dan salah. Tapi perlu diingat bahwa penyampaian teori hanya bisa diserap secara optimal dalam 10-15 menit, selebihnya akan dianggap siaran berita yang tidak membekaskan kesan apa-apa. Jadi sangat penting adanya kegiatan EKSKUL atau UK [unit kegiatan] yang memiliki unsur-unsur team work, leadership, kompetitif dan solidaritas.

Beberapa jenis kegiatan yang bisa saya sebutkan dan menurut saya recomended untuk dijadikan hot list ekskul/UK adalah: Pramuka, PMR, Pecinta Alam dan Penalaran. Dimana dalam kegiatan-kegiatan tersebut bisa dimasukkan materi-materi tentang agama, moral dan ilmu sosial yang dikemas sedemikian rupa disesuaikan dengan jenis kegiatan EKSKUL/UK-nya. Oia, OSIS juga ding...dan masih banyak lagi rupa-rupa kegiatan yang bisa dijadikan wadah penyaluran gairah masa remaja sehingga siswa tidak sempat kepikiran dengan tawuran dan lebih hebat lagi tidak mempan dengan segala macam provokasi untuk tawuran!

3. Lingkungan sosial [masyarakat sekitar]
Senada dan equal dengan lingkungan sekolah, maka peran serta lingkungan sosial masyarakat juga memberikan kontribusi aktif terhadap ‘kesehatan’ pergaulan anak-anak. Merupakan bentuk yang responsif jika di setiap lini atau unit masayarakat dihidupkan organisasi kepemudaan semacam karang taruna [apalagi ya comtoh lainnya?], sehingga akan terjadi interaksi antar anak-anak yang nota bene berasal dari sekolah-sekolah yang heterogen sehingga tercipta suasana kebersamaan yang guyub sehingga secara halus bisa mencaikan rasa superior bagi yang sekolahnya favorite dan meningkatkan rasa percaya diri buat yang bersekolah kurang favorite. Dengan demikian gap dan kesenjangan sosial biasa dieliminasi dan memudarkan friksi-friksi pertikaian yang mungkin terjadi.

Yang Kedua, Cara Menanggulangi Tawuran berarti konteksnya tawuran sedang terjadi atau muncul Hazard Tawuran, maka hal-hal yang harus dilakukan adalah:

1.     Hentikan Tawuran. Ya iyalah, kalau terjadi tawuran ya HARUS segera dihentikan agar tidak ada korban  berjatuhan. Pihak keamanan, Hansip, Kamra, Satpol, Satpam, Satgas....semuanya harus status siaga setiap saat karena jobdes utama mereka kan how to handle stabilitas sosial. Logikanya tawuran itu sebelumnya kan sudah merebakkan isu jika kelompok A dan B akan duel. Seperti Nyala api yang berkobar, sebelumnya pasti ada asap kan? Jadi harusnya tindakan penanggulangan tawuran ini bisa dilakukan secara cepat seperti kinerja tim gegana yang menjinakkan bom yang tidak pernah menganggap sepele info yang diterimanya jika ada yang hendak melakukan pengeboman. Nah, jika peristiwa tawurannya masih tahap-tahap awal dan segenap Tim penjinak tawuran cepat tanggap, kan bisa relatif lebih mudah diredakan. Misalnya saja di puterin lagu iwak peyek atau Bang Thoyib....kan bisa tuh jadi pengalih perhatian sehingga tidak jadi tawuran.

2. Investigasi: cari sumber/the main cause terjadinya tawuran. Ketika tawuran sudah bisa diblokade, diatasi dan dihentikan, bukan berarti masalah tawuran already solved. Sangat perlu untuk dicari sumber dan penyebab terjadinya tawuran tersebut. Hazard tawuran meledak pastinya karena terjadi deviasi dan ketidaksesuaian terhadap salah satu dari ketiga CCP [keluarga, sekolah dan masyarakat]. Jadi sangat penting untuk ditemukan sumber percikan [api] tawuran tersebut agar bisa dilakukan corective action secara substansial. Contoh sederhananya, ketika kita melihat lalat menclok pada makanan. Langkah pertama yang kita lakukan tentu mengusir si lalat pemberani itu. Kemudian dicari penyebab kenapa lalat bisa sampai PeDe nyamperin makanan...ternyata tuh makanan gak ada penutupnya, maka perlu diletakkan kembali penutupnya. Dan ini belum selesai, karena kondisi normalnya makanan tersebut ditaruh bersama penutup. Jadi perlu dicari kenapa tuh penutup bisa mengalami relokasi? Gak mungkin kan penutup makanan pindah sendiri? 

3.  Problem solving/follow up terhadap hasil investigasi. Melanjutkan point “ mencari sumber tawuran’ di atas, maksud saya adalah  The main reason terjadinya Hazard tawuran HARUS ditemukan sehingga bisa dirumuskan serangkaian action untuk menghentikan sumber terjadinya tawuran. Karena jika tidak diselesaikan sampai ke akar masalah, maka jangan heran jika akan ada  “warisan” dendam dari generasi ke generasi yang dianggap sebagai sikap patriotisme/loyalitas  yang membabi buta terhadap leluhur [senior] sebelumnya. Seperti peristiwa tawuran yang belum lama ini terjadi antara dua SMAN di Jakarta yang katanya terkenal musuhan sejak lama. Pertanyaan saya, wong semua pihak sudah tahu jika dua institusi sekolah tersebut bermusuhan, kenapa tidak dibuatkan MOU semisal bikin saja program pertukaran pelajar diantara kedua SMAN tersebut secara kontinu. Sehingga masing-masing pihak akan pikir ulang jika hendak tawuran lagi karena sebagian teman-temannya sedang berada di ‘kandang’ lawan kan? 

Dan problem solving lainnya adalah terhadap pelaku yang terlibat tawuran. Saya pribadi kurang sependapat jika mereka dikenakan sanksi hukum pidana mengingat mereka masih dalam usia anak-anak sekolah. Pemberian hukuman pidana bisa jadi bukan membuat efek jera, tapi justru akan membuat ‘luka’ baru yaitu : justice sosial. Maka dari itu, saya lebih suka jika pelaku tawuran secara bersama-sama diberikan sanksi pengabdian sosial seperti di panti asuhan, panti werdatama, Rumah sakit atau bila memungkinkan dikirim ke daerah tertinggal untuk kurun waktu tertentu. Ya pastinya tetap dengan pengawasan langsung yang ketat serta monitoring yang comprehensive.


Wah, kok panjang kali lebar nian tulisan ini yaa... Agar tidak semakin berkepanjangan maka demikian dulu opini sederhana saya tentang Bagaimana Mencegah dan Menanggulangi Tawuran. Meski tak ada ide yang fresh from the oven dalam tulisan saya ini, minimal semoga bisa melengkapi wacana kita semua bahwa tawuran harus dan sangat bisa dicegah sejak dini....

  
Artikel ini diikutkan pada kontes Unggulan Indonesia bersatu:
yang diselenggarakan Oleh Taman Blogger



Notes: Alhamdulillah menang juara pertama di http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/daftar-pemenang-kontes-unggulan-indonesia-bersatu

103 comments: Leave Your Comments

  1. Wah mantap ulasannya mbak..menang nih menang, makan-makan yak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya keren keren. Semoga menang ya mba. Jangan lupa zakatnya 2,5 persen

      Delete
    2. @ Mas seagate: Ulasannya msh teori banget tuh mas...prakteknya teori itu di hal yg lain [bukan pd case tawuran]

      @ KAng Asep: Kang Asep merendah neh, tulisan Kan Asep juga layak menang tuh

      Delete
  2. Replies
    1. Ma kasih BU Guru...#merah merona neh ada kehasiran BU guru

      Delete
  3. Mantabs banget nih ulasannya. Sepakat dengan mas Seagate. Two thumbs up for you Rie...
    Bener banget, setuju banget dengan solusi dan uraian yang telah engkau jabarkan sist! wow... keren.

    Sukses yaaaaa....:)

    aku belum sempat ikutan, hiks..hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mbak AL belum ada ide? Kayknya strategi neh...at the last hour...muncul deh ulasan Mbak AL yg makJleb dan melejit deh ninggalin aku...#saingan berat neh

      Delete
  4. nice share mba...:)
    moga menang kontesnya...aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg penting ikut kontesnya ..yukk ikutan juga yaa

      Delete
    2. selamat atas kemenangan http://www.ririekhayan.com, dalam kontes ini. Sebagai peringkat pertama .
      Congratulation mbak. Keep spirit always :)
      salam.

      Delete
  5. Mbak Rie... Tulisannya bagus banget... Bahasanya juga seger... Kayak minum es buah rasanya... Qiqiqi...lebay dikit...

    Semoga Sukses ya ngontesnya mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa...tumben Mbak Niken lebay? Apalgi pas bacanya saat hujan ya MBak atau sambil minum jus sirsat...slurrpppp..maknyess

      Delete
  6. menurut saya pemerintah memegang kunci buat selesaikan ini. selama mendikbudnya cuma kayak begini,nggak akan selesai masalah tawuran.pendekatan turun langsung ala jokowi perlu dilakukan, sekolah yang siswanya tawuran perlu dikasih sanksi.

    juga kurikulum, selama pendidikan orientasinya normatif dan teori saja, ya lihat saja sekarang begini. pendidikan pancasila masih relevan sekarang, gerakan seperti penataran P4 pun masih diperlukan, menurut saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemerintah memang memegang peranan penting, tapi sampai kapan peran tersebut di pentaskan..kita tdk bisa terus menunggu kan Pak. Do what we can do..saya lbh suka ini. Kalau setiap unit terkecil masyarakat [keluarga] semakin banyak yg cocern terhadap personality anaknya masing, dan didukung oleh sekolah dan masyarakat yg cooperative dan kondusif utk menghindarkan aneka friksi antar remaja, maka hal ini akan menjadikan iklim yang menuju minimalisasi tawuran.

      Kalau ttg pendidikan normatif [agama, moral, disiplin dll], saya juga sepakat jika hal itu tdk bisa hanya disampaian secara teori di depan kelas. Dibutuhkan desain program yg interaktif dengan muatan-muatan normatif tersebut. Di sinilah peran EKSKUL/UK bisa dioptimalkan peran dan fungsinya untuk meng'injeksikan nilai-nilai personalit dan penguatan karakter yg baik pd siswa/mahasiswa..

      Delete
  7. Semanagt buat kontesnya =D
    Keren.. :!: :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehheee..Alhamdulillah saya keren ya? #narsis!

      Delete
  8. Weww.. bahasanya tinggi banget :)
    Contoh lain organisasi kepemudaan ntu selain karang taruna bisa remaja mesjid juga ya kan :)
    Very good lah mbak, and semoga berhasil yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weww...masak sih bahasanya tinggi..#maluuu

      Very good, iya ya Remas...#pikun deh

      Delete
  9. Replies
    1. yg menang pastinya yg paling membumi tulisannya ya MBak.

      Delete
  10. weh lengkap mbak rie, eeh itu mainan gasing kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sptnya sey iya, main gasing tuh..#potonya 'nyyuri' koleksinya kakak ipar soale

      Delete
  11. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sdh di eprup pendaftarannya ya Dhe..

      Salam sejuk dari sini

      Delete
  12. Saya sangat setuju sekali dengan parameter keluarga yang ditempatkan di posisi pertama. Ya Keluarga adalah basicnya menurut pendapat saya. Jika pendidikan etika, moral, dan agam berlangsung dengan baik dari rumah, keluarnya juga diharapkan juga demikian. Semoga menang ya. Sukses selalu :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan pendidikan agama, moral, etika akan efektif jika disampaikan secara interaktif [bukan dogmatis]

      Delete
  13. mantep Ri...
    keren nulisnya *hwahaha..jadi mayyu akuh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. * Hwahaha...saya juga mayyu mbak, lha tulisan saya kan masih abal-abal..

      Delete
  14. betul carikan masalah utamanya sumbernya apa sih..? wah mantap tulisannya panjang dan contohnya kongkret... sip

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sdh terjadi tawuran, menurut saya mmg harus di tuntaskan sampai sumber masalh yg membuat mereka tawuran, kalau tdk tuntas dampaknya ya akan jadi bom waktu...yg akan meledak sewaktu-wktu

      Delete
  15. Baru nyadar kalo tawuran yang dilakukan orang-orang dewasa adalah tidakam kriminal. Mantab dah ulasannya. Calon pemenang nih kayaknya hhh sabet batik sarimbit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konteks tindakan kriminal/anarkis tsb menurut pemahaman personal saya saja Kok PAk Ies. Saya ngambilnya dari kata dasar "tawur ~ Ngawur". Kalau org sdh dewasa mestinya ya gak melakukan tindakan yg ngawur lagi kan?

      #wowowowowoo...di kasih sarimbit neh sama pak Ies:)

      Delete
  16. Lengkap & mantap nih mb.. sukses ya mb rie ngontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, sukses juga kita sama- sama bisa ikutan 'tawurannya' yg diadakan Pakdhe ya Mbak

      Delete
  17. wah ternyata Ikut Kontes. pantasan aza lengkap banget ulasannya.
    Kalo saya sukanya yang simple2 aza yaitu dg cara perhitungan ekonomi untung dan rugi. pemahaman untung dan rugi ini perlu diterapkan bagi siapa saja. hitung berapa untungnya dari tawuran dan berapa ruginya. yg jelas setiap orang pasti tak ingin rugi. hehehhee..nyleneh.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pake itungan untung -rugi susah diresapi kalau gak ada uangnya beneran lho? Jd berasa kayak main monopoli tuh..hehhee

      Delete
  18. menyimak cerita yang memikat nih.sekalian blowalking.

    ReplyDelete
  19. Replies
    1. Amiin, smeoga tawurannya semakin menurun dan tak ada tawuran lagi di masa-masa mendatang:)

      Delete
  20. setuju mbak, ngeri bgt tawuran itu :(
    semangat ya mb:)

    ReplyDelete
  21. Awal untuk mencegah tawuran adalah adalah lingkungan keluarga yang baik dan juga tentunya landasan agama yang baik dan kuat ditanamkan semenjak anak-anak masih kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agama dan keluarga, adalah dua hal yg tak terpisahkan sebagai pembentukan karakter dan kepribadian anak yg baik

      Delete
  22. saya gak pernah tawuran lohh... boleh bangga gak? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jg gk pernh tawuran lohh...boleh bangga dunk

      Delete
  23. adaya tawuran itu karena munculnya perkumpulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan tentunya perkumpulan yg kurang baik kan

      Delete
  24. semoga tawuran ngga terjadi lagi

    ReplyDelete
  25. tawuran lagi tawuran lagi yaa..... hehhee

    ReplyDelete
  26. hehe.... ternyata tidak semua tawuran itu negatif ya mbak contohnya ini tawuran tulisan dalam kontesnya PakDe Kholik

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya neh pak, tawurannya makin rameee

      Delete
  27. Ikut Kuliah Singkatnya Bu Dosen Ririe Khayan...
    Kalau generasi muda pada ngeblog, saya pikir nggak akan sempat lagi tawuran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaaa....malyuuu, ada Pak Guru, buru2 duduk manis ahh.

      Iya Pak, kalau pada hobi nge-blog kan bisa lbh keren tawuran dengan postingan ya

      Delete
  28. wah tawuran lagi..saya lagi malas bahas tawuran..? org yang ikut tawuran itu tandanya org yang g punya otak..!!

    udah ah saya mau bahas admin nya aja hehehe...?
    saya setuju ma comantar di atas,kuliah singkat..? kata-kata profesional,di bumbui dengan kata2 yang "angel-angel.sampek aku g ngerti" hehehe maklum sob,saya bukan org terpelajar..? tp saya dukung kalo sobat mau jadi penulis...? berbakat tuch....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, maap kalau diksinya masih acak kadut ya? kdg msh bingung nyari alternatif kata yg lbh umum. Jd ya gettu deh, asal ngrasa dpt kata yg pas ditulis..hehhee

      #Kalau mendukung, brarti nanti kalau saya punya buku diborong dunk

      Delete
  29. Tiga lingkungan ini, yakni lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial, sungguh memang perlu diperhatikan ya, Mbak.

    Semoga ngintesnya sukses ya, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara garis besar, menurut saya ya ada 3 komponen itu yg perlu di maintain titik kritisnya

      Delete
  30. Sudaj ada solusi yg mantap dari mbak Rhirie..
    harusnya tawuran makin mereda ..
    kalau masih ada tawuran itu namanya kebangetan.
    sukses !!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya...hari gini masih suka tauwran, gak gaul blas..

      Delete
  31. wueh, mantep gitu mb'...
    untuk aq udah lulus SMA ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah gk pernah terlibat tawuran yaa

      Delete
  32. artikel yang keren gan, unik dan blognya juga bagus

    ReplyDelete
  33. yg paling penting menurut aku AGAMA,karena masyarakat kita sekarang memiliki Agama tp belum tentu mengerti tujuan dari apa diajarkan agama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nilai Agama yg ditanamkan dari unit trekecil masyarakat: keluarga. Dan nilai-nilai agamapun tak bisa hanya secara teori diberikannya:)

      Delete
  34. hem.... ini benar benar pandangan dan dari sudut pandang kaum intelek, lengkap betul pembahasan dan mencari akar permasalahnya. Persis sperti peneliti yang sedang mencari akar permasalahan. dan aku setuju betul kalau keluarga di jadikan pondasi pertama, karena dari sanalah di bangun pertahanan yang kuat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEbenarnya karena kebetulan saja kerangka tulisannya muncul kayak begini, jd masih jauuuuuh kayaknya dr kualifikasinya org intelek...

      Delete
  35. tawuran yah, biasanya terjadi pada sa'at acara orkes dangdut gitu.,.. :D

    tapi sekarang, alhamdulillah udah jarang berita tawuran gegara liat orkes... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau ada konser juga rentan terjadi tawuran..sepak bola juga tuh kalau Tim sepak bola favoritnya kalah kan suka tawuran..#aneh banget

      Delete
  36. dari membaca tulisan ini, banyak manfaat yg bisa di dapat ttg bagaimana meminimelisir kenakalan pada anak remaja... semoga menang deh kontesnya hehee salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menang atau kalah yang semangat berbagi wacana demi mengurangi tawuran :)

      Delete
  37. Senada dengan zasachi, bahasa awalnya terlalu tinggi mbak tetapi masuk pada inti tulisan udah mulai mudah dipahami... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, terima kasih sdh di ingatkan. Semoga lain kali bisa milih kalimat yg lebih membumi ya:)

      Delete
  38. saya selalu dukung mba,,,
    mantabs saya dkung hidup dan mati koneksi saya,,, on line atau off line,,,
    menang,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhaa..Alhamdulillah, makin banyak pendukungnya neh

      Delete
  39. hukuman memang harus tegas, tp juga jgn bikin luka baru utk mereka ya mbak.. Pokoknya cari hukuman yg memberikan efek jera tp positif gitu kali ya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sey setujunya demikian, kalau masih usia anak-anak diberikana hukuman pidana sgt mngk dia akan mendapat justice baru dr lingkungan sosialnya Mbak

      Delete
  40. pendekatan terhadap anak di linkungan keluarga kunci utamanya.. kunjungan weekend mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip...sepakat dan kompak kita Mbak:)

      Delete
  41. salam kenal, Ririe

    Luar biasa tulisannya tentang mencegah dan menanggulangi tawuran ini Rie...
    kayaknya bakal juara pertama di kontes ini

    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, yg penting bisa sharing pendapat demi hal yg lbh baik ya BUnd:)

      Delete
  42. Jelas, tegas dan lugas...
    feeling saya bakal menang ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Smoga feeling so good ya Mas, selain bisa saling sharing tentu sesuatu banget jk bisa terpilih jd salah satu pemenangnya...it's side gift yg awe some..apalagi di GAnya pakdhe...

      Delete
  43. lingkungan keluarga memegang peranan penting ya mbak

    ReplyDelete
  44. Wow, jarang-jarang yang memiliki pemikiran integral seperti ini. Anak adalah cermin bagi kita: keluarga, lingkungan, bahkan sistem pendidikan di negara ini. Wajah buruk jangan cermin dipecah. Semoga menginspirasi banyak orang tua di lingkungan sekitar kita, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajah buruk, maka jangan cermin yang dipecah..tapi memperbaiki sisi-sisi yang lain sehingga wajah buruk tsb akan tergantikan oleh point-point plus karakter diri

      Delete
  45. Wuih... Urainnya Mabk Ririe komplit dan aplikatif :)
    Semoga berjaya bersama saya. Hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga bisa tambahan wcana bagi kita semua:)

      Delete
  46. ini bru kta-kata mutiara. bkn kta-kta bapak heheh.
    bgs mbk aq ska kta2 itu LANJUTKAN heheh..

    ReplyDelete
  47. Ide yang menarik sekali..
    Meski tidak bisa berharap banyak dari penguasa negara ini untuk melakukan tindakan nyata pencegahan dan penanggulan tawuran, namun kita tetap bisa melakukan sendiri, untuk keluarga kita dan masyarakat sekitar kita.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. whaa....ada kunjungan tim juri neh. Terima kasih atas penilaiannya pak, menrut saya utk mencegah dan mengurangi tawuran harus dimulai dr kemauan semua elemen masyarakat, dr unit terkecil keluarga, jd tdk perlu menunggu pemerintah yg belum kita tahu sampai kapan akan mendeclare-kan riil action terkait dgn masalah tawuran ini

      Delete
  48. Selamat ya mbak jadi Juara 1.
    Salam kenal dari Blogger Semarang.

    ReplyDelete
  49. Selamat atas kemenangan http://www.ririekhayan.com, dalam kontes ini. Sebagai peringkat pertama .
    Congratulation mbak. Keep spirit always :)
    salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ma kasih, smoga bisa lbh baik lagi dalam menulis:)

      Delete
  50. Hari sumpah pemuda telah berlalu, komentarku untuk artikel di atas mengenai peristiwa tawuran yg melibatkan pemuda-pemudi berstatus pelajar pun kunjung datang,,
    Saya berharap hari peringatan sumpah pemuda ini dapat mengetuk para hati pemuda-pemudi di Indonesia (apapun statusnya)..

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.