WHAT'S NEW?
Loading...

Era Kolaborasi  sebenarnya bukan hal baru, pada prakteknya kolaborasi ini  sudah dibumikan oleh nenek moyang kita dengan nama gotong royong. Kalau ditelusuri lebih jauh lagi, sebenarnya kolaborasi ini sudah mulai ada seiring terjadinya peradaban manusia, karena manusia adalah makhluk sosial, yang perlu dan butuh bekerja sama dengan orang lain.

Ada banyak bentuk-bentuk permodelan kolaborasi ini, Bismillahirrahmaanirrahiim, bisa dalam bentuk formal maupun non formal. Kalau dalam bentuk formal, bisa dalam bentuk usaha bersama seperti koperasi itu kan? Atau mendirikan perusahaan dengan modal patungan, bisa juga pengelolaan management yang dikerjakan secara gabungan antara dua orang atau lebih yang memiliki skill berbeda yang salaing mendukung dan melengkapi sesuai kebutuhan. 
Kolaborasi juga bisa diibaratkan sapu lidi, ketika sebatang lidi dikumpulkan menjadi sebentuk sapu maka akan bisa digunakan untuk menyapu dengan  lebih bersih. Juga cocok pula dengan peribahasa, bersatu kita teguh bercerai berai kita tidak bisa melakukan banyak hal yang lebih besar (lebih baik).
kerja sama
Akan halnya dengan blogging dan dunai menulis, sejak internet menjadi penghubung network yang multi manfaat, mulailah lahir komunitas-komunitas yang memiliki kesamaan passion, visi, tujuan dst, dalam hal ini tentunya menulis. Banyak komunitas menulis dan blogger yang pada intinya membentuk kebersamaan untuk meningkatkan kualitas dalam menulis baik yang nantinya menghasilkan karya tlis berupa buka, ataupun membuat konten bersama. Dari dunia blogging, sebuat saja ada komunitas Emak Blogger (KEB), Blogger Perempuan (BP, WArung Blogger (WB), Indonesian Food Blogger, dll. Tak ketinggalan pula dengan komunitas menulis: ada Warung Revolution (WR), Warung Antologi, dsb.

Banyak Penerbit yang juga membuka peluang menerbitkan buku secara antologi, dengan mengadakan audisi sesuai event yang lagi kekinian misalnya. Salah satunya adalah buku Antologi When Broke Up, adalah project menerbitkan buku secara gabungan yang pertama kali saya ikuti, diadakan oleh penerbit Leutikaprio. Atau pengarang yang sudah mumpuni di dunia literasi, sebut Jonru juga menggandeng penulis-penulis pemula untuk menerbitkan buku. Kalau tidak salah, Mbak Asma NAdia juga pernah (setahu saya dan semoga tidak salah ingat), pernah mengadakan project bersama untuk menerbitkan buku.

Bagi saya pribadi, Alhamdulillah sangat merasakan manfaatnya dengan lahirnya komunitas-komunitas blogger maupun kepenulisan. At least dari komunitas menulis, saya dengan skill menulis yang masih pas-pasan hanya PeDe untuk posting di blog, akhirnya bisa ikutan project gabungan dalam menerbitkan buku.  
Bersama Kita Bisa Tambah Percaya Diri
Beberapa buku Antologi yang sudah saya ikuti antara lain: Antologi Pejoba, Perindu Surga, Sang Juara,  My Re-engineering When I broke Up [ Leutikaprio], Teraphy menulis [menerbitkan buku bersama Jonru], Penantang Mimpi, Sayap-Sayap Cupid, Ironi Strip dua, Kami [Tak Butuh] Kartini Indonesia.

Tapi meski berupa antologi, tetap ada sistem seleksi kok, jadi tetap ada semacam kendali mutu untuk bisa ikut menulis dalam proyek bersama. 

Banyak hal baik yang bisa diambil dan didapatkan dengan kolaborasi dan pastinya minimal kita bisa mendapatkan Manfaat dari Kolaborasi: Bersama Kita Bisa Tambah Percaya Diri. Ah menulis tentang Antologi, jadi bikin saya kangen pengen ikutan proyek menulis secara bersama-sama lagi.

Bagaimana dengan Anda, sudah banyak juga kan karya kolaborasinya? 

Dia termasuk blogger kondang dan pemilik blog yang konsisten dengan niche traveling. Mungkin karena traveling biasanya berpadu duet denga kuliner,  maka dia pun konsisten untuk mengibarkan niche blognya sebagai “kuliner dan wisata”. Kembali pada empunya blog sih, karena ngeblog kan berhubungan juga dengan kenyamanan dan feel. Seperti apa dan bagaimana konten yang akan dijadikan menu isian blog, masing-masing blogger punya alasan yang spesial.

Baiklah Bismillahirrahmaanirrahiim I’m back pada postingan untuk menampilkan secuil sosok blogger , setelah sekian masa tertunda dengan  alasan ini dan itu yang akan terlalu berkepanjangan jika disebutkan satu per satu alasannya. Masing-masing  genre blog memang memiliki keunikannya, 
Saya yakin sosok pemilik blog yang saya sampirkan prolog tulisan, banyak yang sudah langsung ngeh siapakah dia yang dimaksudkan?

Yups, namanya Atanasia Rian yang akrab dengan sapaan so cute “Berbie dari Yogyakarta" *ssst, awalnya lidah saya sering terpeleset menyebut namanya ‘Anastasia Rian’ , jangan  kasih tahu orangnya yaa?*
Kiprahnya di perbloggeran sudah tak diragukan lagi, performa blognya juga sudah terbilang canggih SEO. Cara nulisnya sistematis dan fokus pada wisata (traveling) dan kuliner. Kalau perlu referensi hil dan hal yang terkait jalan-jalan dan jajan-jajan, www.kulinerwisata.com  representatif jadi referensi. Mau tahu hotel (penginapan), spot-spot kuliner  terdekat dengan destinasi wisata yang (akan) dituju, cekidot saja blognya si Berbie deh. Selain itu, di blognya itu Berbie yang belum lama ini melepas masa single-nya pada 21 Januari 2017 lalu,  juga terdapat tips-tips yang berhubungan dengan wisata dan jejananan/kuliner/makan-makan. Klop kan dengan tagline yang dikibarkan: Nikmati kuliner dan wisata terbaik di Indonesia .

Blognya sudah oke, makanya bingung kan mau nulis apaan lagi cobak? Kalau orangnya? Seantero blogger Yogya dan sekitarnya, bahkan blogger nusantara juga banyak yang kenal dan tahu sepak terjangnya yang gesit, cekatan, dan all out dalam menghandle setiap kegaiatn/acara yang diamanahkan padanya. 

Secara personal, Berbie ini lucu, kocak dan kalau sudah mulai ngobrol dengannya dijamin bakalan lupa waktu dan lupa usia kalau sudah emak-emak deh. Hehehee… Buktinya, saya saja sampai lupa kapan pertama kali ketemu sama Mrs Tomi Purba ini. 

Sudahan ya, nulis orang sudah femes itu enak. Gak perlu banyak-banyak, semuanya sudah pada kenal soalnya. Atau masih ada yang belum kenal  ? *kata Bang Haji Rhoma: t e r l a l u!* 
Oke deh, cekidot saja ke blognya www.kulinerwisata.com. Berbie dan wisatakuliner sudah nge-blend pokok-nya. Singkatnya, personal brandingnya sudah homogen gettu deh kira-kira istilahnya.

Kehadiran Fintech agar lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempercepat transaksi dan meningkatkan literasi keuangan. Perusahaan Fintech di Indonesia banyak di dominasi oleh start up.

Sejujurnya, tema untuk membuat postingan bertemakan Financial Technology atau Fintech ini terbilang “berat” bagi saya yang awam tentang ilmu perekonomian dan keuangan. Bahkan istilahnya juga baru kenal gegara LBI melemparkan tema tersebut. 

Tak apalah, ada sisi baiknya kok. Artinya, Bismillahirrahmaanirrahiim bisa membuka literasi (pengetahuan) saya mengenai Fintech ini, minimal jadi tahu kalau  Fintech itu sebenarnya merupakan Cakupan Bisnis Teknologi finansial di Indonesia sangat banyak dan sebagian dari masyarakat kita sepertinya sudah akrab dengan berbagai produknya, juga menggunakannya, hanya saja penamaannya saja yang terdengar sebagai hal baru.
Secara singkatnya, Fintech atau financial technology didefinisikan sebagai (salah satu) inovasi dalam layanan keuangan (mengutip definisi dari National Digital Research Centre, Irlandia).
Setidaknya bagi saya, istilah Fintech ini termasuk baru dan kekinian, maksudnya kini saya baru tahu kalau sederet startup pembayaran, peminjaman, personal finance, investasi ritel, dan bisnis di sektor keuangan lainnya merupakan bentuk-bentuk dari Fintech. 
Perkembangan Fintech di Indonesia
Fintech yang saat ini naik daun di Indonesia pada umumnya bergerak dalam bidang:
  • Pembayaran, antara lain: Perusahaan Pembayaran (contohnya Truemoney, Paytren, Firstpay, IPAymu, Veritrans, Kartuku, iPay88, , Easypay, dll), Mobile payments company (Dompetku Indosat Ooredoo, Sakuku BCA, Dimo, Uangku SmartFren, dsb), Mobile payments company, (contohnya Dompetku Indosat Ooredoo, Sakuku BCA, Dimo, Uangku SmartFren, dsb), Electronic Money (misalnya Kudo, GoPay, Ayopop), Bebas transfer, ada Kliring.co.id, Flip, Sudah Transfer).
  • Investasi, contohnya Marketplace Reksa Dana, Ipotfund, Xdana.com
  • Perencanaan Keuangan: online-pajak.com, jurnal.id dll yang fokus pada edukasi keuangan dan perencanaan keuangan.
  • Pembiayaan, baik yang berbentuk pinjaman (tanihub.com, temanusaha.com, dll), Pembiayaan berbasis patungan (kitabisa.com, wecare.id, ayopeduli.com), dan beberapa jenis startup pembiayaann lainnya.
  • Website pembanding produk keuangan, contohnya: cermati.com, cekaja.com, rajapremi.com, pasarpolis.com, cekpremi.com dll
  • Riset keuangan, ada dua di Indonesia (saat ini) yaitu produk keuangan secara umum ( halomoney.com, aturduit.com, cermati.com) dan Khusus asuransi (rajapremi.com, pasarpolis.com, cekpremi.com)
  • Masih lagi jenis-jenis Fintech lainnya yang sudah berkembang maupun masih startup.
Membaca dari kutipan tentang jenis-jenis Fintech dari www.finansialku.com, ternyata oh ternyata industri Fintech Indonesia saat ini sudah cukup pesat perkembangannya (dibandingkan 1 dekade sebelumnya dong). Untuk selanjutnya, tentu akan semakin banyak lagi fintech yang akan hadir meramaikan ranah bisnis di sektor keuangan ini. Tentunya seirama dengan perkembangan teknologi informasi, khususnya internet dan lifestyle yang semakin diminati: minimalisasi membawa, menyimpan dan menggunakan uang sebagai alat transaksi secara fisik (uang virtual). 

Dari sederet nama pelaku usaha/bisnis yang tertahbiskan sebagai Bisnis Fintech di Indonesia tersebut, jika ditanya apakah saya sudah memanfaatkannya salah satu atau salah duanya? 

Saat ini, saya mengggunakan aplikasi uber dan menggunakan produk investasi yang lebih cenderung ke investasinya. Untuk fintech yang pembayaran, ikut paytren tapi saat ini sedang dorman karena merasa kebutuhan untuk menggunakannya tidak banyak (jarang), jadi rasanya kurang efektif saja meski untuk keperluan pribadi (keluarga). Pak suami mendaftar truemoney, tapi saat ini tidak aktif lagi (tidak digunakan karena alasan yang sama dengan pasifnya akun paytren saya). Bagi siapa saja yang bisa mengembangkan jaringan usaha, paytren maupun truemoney memang memberikan bisa menjadi peluang usaha dan bisa menjadi pasif income bagi skala perseorangan karena menjalankannya relatif mudah. 

Jadi intinya sekekinian apapun produk teknologi, pemilihan dan penggunaannya kembali pada kebutuhan kami dan seberapa besar kemanfaatan serta kemaslahatannya bagi kami. *epilognya sok bijak euy*


Kuliner Murah dan Nyaman di Yogyakarta dengan budget maksimal sepuluh ribu? Maka (salah satu) yang recommended adalah Kopi Klothok di Pakem yang memenuhi kriteria ini. Meski namanya Kopi Klothok, tak berarti ini identik dengan tempat ngopi ala warung kopi karena kopi klothok sudah bisa disebut semacam café atau resto karena tempatnya luas dan nyaman dengan sajian menu yang best seller semua.

Setelah nulis tentang Beauty and the Beast, tiba-tiba Bismillahirrahmaanirrahiim ngelompat bikin review tempat wisata kuliner. Ya masih masuk kewajaran kan ada engaging antara nonton film dan wisata kuliner, hanya saja tempat kuliner yang saya tulis kali ini tidak sejalan dengan gedung bioskop. Kalau nonton film dan kuliner identiknya pilih tempat yang tak jauh-jauh atau searah dengan tempat nonton. Lha Kopi Klothok ini berada di kawasan pedesaan, tepatnya di Jalan Kaliurang Km.17 Desa Pakembinagun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman – Jogjakarta. Sudah kebayang kan dimana lokasi Kopi Klothok ini? Yups, bisa dibilang di kaki Gunung Merapi lah
Wisata kuliner di Jogyakarta
Untuk kuliner dengan alokasi dana Rp. 10.000,- sebenarnya di Yogya masih sangat banyak, sebut saja angkringan-angkringan dengan sajian utama sego kucing yang di bandrol harga antara 3 ribu – 5 ribu per bungkus.  Hanya saja saya belum pernah nyobain kuliner di angkringan. Untuk ukuran porsi makan, sego kucing untuk cocoknya bagi orang yang diet karena rata-rata yang makan di angkringan itu habisnya lebih dari 1 bungkus kok.

Sudah lama juga tidak bikin postingan yang berbau ala-ala kulineran. Kebetulan LBI memberikan tantangan  untuk mereview tempat makan disekitar tempat tinggal peserta dengan ketentuan wajib mencoba dengan harga maksimal harga kuliner maksimal 10 ribu rupiah. Alhamdulillah, ada stock cerita kuliner yang sesuai ketentuan tersebut, yaitu Kopi Klothok, sehingga postingan ini pun hadir dengan judul: 5 Sensasi wisata kulineran di warung Kopi Klothok yang murah dan nyaman di Yogyakarta:
  1. Menu ndeso yang selaras dengan suasananya yang berada di kawasan pedesaan dan menyatu dengan hamparan persawahan.
  2. Paket makan sepuasnya di tempat dengan harga sepuluh ribuan.
  3. Konsep self service yang memanjakan pengunjung sehingga sesara makan di rumah sendiri . 
  4. Paket makan gratis bagi ibu hamil
  5. Tempat yang nyaman, tenang dan mempesona ala cafe atau resto lho?
Berikut ini sekilas pandang yang mendasari kesimpulan mengenai kopi klothok yang saya buat di atas.  

Totally, menu makannya adalah masakan resep ndeso, tak ada satu pun jenis menu makan yang berbau kekinian. Bagi generasi yang lahir di kota apalagi di generasi mileneal, dijamin tak akan kenal dengan menu-menu best seller yang ada di Warung Klothok. So far, semua menu best seller sih, walaupun pengunjungnya bervariasi usia, cukup banyak kok yang muda-muda. Termasuk para wisatawan yang sedang berlibur di Yogya. 
Sego Megono dan sayur lodeh terong
Layaknya warung lainnya, di Kopi Klothok juga tersedia lumayan banyak menu. Secara garis besarnya, dikelompokkan dalam kategori: Makanan, Minuman, Lauk, dan jajanan. Terdapat dua pilihan jenis paket istimewa di warung klothok (noted. Nama paket A dan B itu versi penyebutan versi saya saja lhoh):
Paket A per orang makan sepuasnya di tempat, yaitu cukup dengan uang sepuluh ribu saja Anda bisa makan secara feel free no worry,  yaitu: Nasi putih (Rp. 3.500,-) dan ragam sayur lodeh tempe lombok ijo, lodeh kluwih, lodeh terong, sayur asem ( Rp. 6.500,-), dan -
Paket B, sistemnya sama dengan paket A hanya beda harga dan variasi menu, yaitu Lodeh tempe lombok ijo, lodeh kluwih, lodeh terong, gereh layur, sambel dadak dan sego megono, pengunjung bisa tertawa bahagia karena hanya suruh bayar Rp. 11.500,- Info harga dari menu lainnya, silahkan cekodit daftar menu di bawah ini.
Keunikan lainnya di warung klothok ini adalah tidak melayani pembelian untuk dibawa pulang! Semua pengunjung bisa makan sepuasnya tapi jika ingin beli untuk dibawa pulang ?. On no, nanti dulu ya…. Anda harus bisa bernegosiasi dengan alasan yang bisa meyakinkan pegawai (kasir) jika ingin membungkus menu makanan di Kopi Klothok untuk dibawa pulang *pengalaman pribadi*.
Percaya kan kalau di Kopi Klothok bisa wisata kuliner sepuasnya dengan anggaran sepuluh ribu, atau bahkan kurang dari sepuluh ribu. Cekidot daftar harga menu di bawah ini deh:
wisata kuliner di Yogya
Credit
Dua kali saya ke Kopi klothok, saya masih saja suka pilih sego megono. Sebenarnya sego megono ini merupakan salah satu menu yang khusus dimasak ketika prosesi hendak panen apdi yang namanya ‘wiwit”, hanya beda cara penyajiannya. Kalau di desa saya, antara nasi dengan sayur lodeh dan pernik lainnya racik secara terpisah. Tapi kalau versi sego megono dicampur baur jadi satu. Info sekilas tentang apa dan bagaimana sego megono itu, saya sempat motret potongan koran yang sudah berwarna kecoklatan di salah satu dinding ruangan kopi klothok:
Sego Megono menu andalan di kopi klothok Jogyakarta
Tak hanya membandrol tarif harga yang renyah bikin sumringah, kopi klothok juga memberlakukan makan gratis sepuasnya bagi wanita/ibu-ibu yang sedang hamil. Fitur harga ini saya ketahui ketika ke kopi klothok Bulan Nopember 2016 lalu. Antara percaya dan nggumun, saya pun nanyak langsung pada kasirnya, apa betul jika pemeblinya adalah wanita yang sedang hamil bisa gratis? 

Adacadabraaa…..benar sekali dan kebetulan pula saat itu salah satu diantara kami ada yang hamil muda. Embak kasirnya pun langsung nanyain menu apa saja yang tadi makan oleh si bumil dan dikurangilah nominal yang harus kami bayarkan kala itu. Unik plus keren kan konsep marketingnya?
Dari segi penyajian menu, warung kopi klothok ini menerapkan konsep self service, dimana pembeli dipersilahkan mengambi menu makan apa saja yang diinginkannya dan totalan bayarnya berdasarkan kejujuran pembeli. 
Wisata kuliner di Yogya
Info harga istimewa bagi Ibu hami yang terdapat di zona ruang makan dekat dapur
Pencatatan dilakukan hanya pada orderan jajanan dan minuman, untuk makanan, lauk dan sayuran, pembelilah yang diharapkan “merekam” sendiri apa saja yang telah disantap habis dan menginformasikan pada saat bayar di kasir. 

Hari libur atau work day, setiap hari kopi klothok bejubel pengunjung. Jadi jangan heran jika Anda ke sana siang bolong dan bukan hari libur tapi Anda harus siap antri tempat duduk atau kesana-kemari dulu demi mendapatkan meja yang kosong.

Yups, meski kopi klothok ini baru operasional akhir 2015 tapi ketenarannya tak kalah deh dengan café-café yang lebih senior usianya. Selain daya tarik menu dan rate harganya yang murah ceria, daya tarik kopi klothok ini bisa juga karena tempatnya yang nyaman, tenang, dan santai.
Wisata kuliner yang murah di Yogya
Inilah penampakan segelas kopi klothok dan pisang goreng yang nge-hits
Warung kopi klothok ini sipp pokoknya, sebuah warung setara café yang berada di lokasi yang sejuk, dengan dikeliling pemndangan persawahan yang memanjakan mata, apalagi yang hobi photography dan atau at least suka pepotoan, segelas kopi klothok panas siap memenuhi hasrat untuk cekrek-cekrek sepuasnya lho.

Lebih-lebih terdapat penampakan Gunung Merapi, rasanya menyeruput segelas kopi klothok yang ditemani sepiring pisang goreng di sana semakin gayeng saja. Suasana pun bakal kian hangat dan asyik kala ke kopi klothok bersama dengan keluarga atau komunitas atau teman. Kalau mau alone, tetap oke kok. Suasanaynya mendukung banget untuk cari inspirasi menulis, melukis, dan kreatifitas lainnya.
Kuliner murah di yogya
Tampak depan warung kopi klothok dari jalan  desa Pakembinangun
Tampak depan warung kopi klothok (yang menghadap ke sawah)
Untuk bangunan warung kopi klothok ini juga terbilang unik dan artistik,  sebuah rumah berbentuk joglo limasan (bangunan rumah ala orang Jawa tempo deoloe)  tertata dengan apik dihiasi hiasan benda-benda unik/antik semacam setrika arang, radio transistor, furniture kayu lama, ada lesung, dan sederet benda-benda yang sepertinya memang hasil perburuan dari desa-desa karena sebagian besar benda yang dipajang merupakan benda-benda yang saya akrabi saat masih kecil. Lay out warung kopi klothok terdiri dari 3 zona yaitu:
  • zona terbuka yaitu di luar warung kopi klothok di teras atau halaman (kalau cuaca tidak hujan);
  • ruang utama rumah joglo, dan
  • ruang yang menyatu dengan dapur sehingga bisa menikmati pemandangan memasak menggunakan tungku kayu persis seperti belum ada alat memasak yang disebut kompor. 
kuliner yogyakarta
Suasana di bagian luar kopi klothok yang asri dan ciamiks
Biasanya, di zona ruang utama bangunan joglo dan dapur hampir selalu penuh pengunjung. Terlebih jika hari libur dan jam-jam istirahat, kudu siap mondar-mandir cari meja yang kosong deh. Jadi harus legowo bagi yang pengen makan di dapur sambil menikmati aroma masakan serta kemebul asap dapur tapi terpaksanya harus makan di luar. 

Sebenarnya, di depan bangungan Joglo ada satu bangunan berkonsep modern, tapi saya belum pernah melongok bagian di dalamnya ada apa. Dua kali ke Kopi Klothok, saya baru sukses mendapatkan meja makannya di ruang utama rumah joglo dan yang terbaru malah kebagian di halaman. Lumayan, menikmati sajian kopi dan pisang goreng ditemani angin semilir dan aroma padi menguning. 
tempat kuliner di yogya yang murah
Meski masih no wifi ( saya ke kopi klothok edisi kedua di Bulan Nopember 2016 lalu), Warung Kopi Klothok ini secara umum sangat representatif untuk dijadikan pilihan tempat Wisata Kuliner Murah dan Nyaman di Yogyakarta. 

Film Beauty and the Beast ini bisa dibilang bagus dari cara pembuatannya. Mulai awal hingga akhir film, penonton dimanjakan dengan dekorasi  dan kostum yang menawan ala jaman kejayaan Kerajaan di Perancis, tatanan koreografi musikalnya  ciamik.  Latarnya cerita pun sangat glamour, menunjukkan kelas  produksi dengan dana yang tidak tanggung-tanggung. Terutama pada desain arsitektur  untuk Kastilnya si The Beast yang memeiliki interior sangat detail (membuat saya terbawa merasa “berada” di masa  yang sama). Selama film ini ditayangkan pun rasanya tak ada yang biasa-biasa saja, romansa di masa kerajaan (tempo dulu) berhasil dihidupkan dalam film yang diproduksi oleh Disney ini.

Tapi kenapa ada nada hambar dalam prolog yang saya buat ya? Bismillahirrahmaanirrahiim Ini [Bukan] Review Film Beauty and The Beast, sekedar curhat saja kok. Setelah ke sekian kalinya nonton film, kenapa baru kali ini saya tertarik untuk menuliskannya di blog? Kalau mau saya jawab “efek” expectation yang jauh dari  kenyataan ? Ya kurang pas juga, lha ini bukan film pertama yang bikin saya berkomentar: jalan ceritanya cenderung datar dan mudah ditebak.

Abaikan keheranan tersebut, karena saya juga heran. Lanjut pada sekuel cerita si Beauty and The Beast saja ya?

Film ini mengambil latar cerita di Perancis kala masih berbentuk kerajaan (pertengahan abad 18), ketika di tengah badai salju, datang seorang pengemis (yang sebenarnya penyihir) ke Istana untuk menghangatkan diri dengan menawarkan setangkai bunga mawar merah agar bisa berteduh dari salju dan menghangatkan diri. Berhubung sang Pangeran menolak dan bersikap arogan, penyihir yang bernama Agathe (diperankan oleh Hattie Morahan) murka dan memantrai sang pangeran sehinggaberubah jadi sosok buruk rupa dan menyeramkan (tapi tidak seram banget kok). Beserta semua staf istana juga dikutuk (kasihan ya?) jadi berbagai jenis benda seperti teko, cangkir, lemari, piano, lampu, cantholan jas, sapu, lampu, dan lain sebagainya. Pun eksistensi kerajaan itu dihapus oleh sang penyihir dari ingatan penduduk di wilayah tersebut.
Rview Film terbaru
Credit lupa moto posternya, hiks:(
Tapi sepertinya sang penyihir ini bukan tipe penyihir jahat seperti di Film Snow White kok. Lha buktinya, si Pangeran yang sudah jadi the beast itu diberi cermin ajaib sebagai alat untuk melihat kejadian yang sifatnya futuristik (ramalan). Selain itu, dia juga menyerahkan sekuntum mawar  dan memberitahukan kalau mantra kutukannya bisa dipatahkan jika sang pangeran sudah menemukan cinta sejatinya. Syaratnya hampir selalu mirip dengan cerita-cerita fairy tail lainnya: efek mantra sihir bisa dinetralkan jika menemukan cinta sejati  (sesuai usia tokoh alam cerita). Bahkan cerita Fozen juga harus menemukan cinta sejati  kan? Hanya aktualisasinya (ending) cinta sejati yang dimaksudkan adalah cinta antara kakak-adik.

Sekuel selanjutnya adalah sosok si Beauty-nya, Belle yang diperankan oleh Emma Watson.  Belle kan ditokohkan sebagai gadis yang cantik tapi kurang disukai warga karena kegemarannya  membaca buku  (kutu buku). But, but…..meski demikian tetap ada yang tergila-gila sama Belle ini yaitu Gaston (diperankan oleh Luke Evans),  pria idaman para wanita, tapi sama sekali tidak membuat Belle kepincut tuh.  

Lha iyalah, ceritanya kan Belle berpsangan sama si the beast-nya. Pertanyaannya, bagaimana the beauty and the beast bisa ketemu?

Yups, adalah Pak Maurice (ayahnya Belle) yang tersesat karena dikejar-kejar serigala kelaparan hingga sampai di kastilnya the beast. Karena badai salju, Maurice pun berniat numpang berteduh di kastil yang ditemuinya. Begitu masuk ke kastil, dia menjumpai banyak hal-hal aneh yang membuatnya  ketakutan lari meninggalkan kastil. Setelah merasa aman dari keganjilan isi kastil, ujug-ujug Pak Maurice ini melihat tanaman mawar dan teringatlah akan janjinya untuk membawakan Belle  bunga Mawar. Maka tanpa pikir-pikir 1000 kali, Pak Maurice memetik setangkai mawar putih. Pas banget di saat itu muncullah si the beast menggagalkannya dan kemudian mengurung ayahnya Belle di kastil sebagai hukuman karena (akan) mencuri bunga mawar.

Nah, tentunya Belle tidak tinggal diam ketika tahu Phillipe, kuda tunggangan ayahnya pulang ke rumah sendirian. Secepat kilat, Belle pun memacu Phillipe untuk mencari ayahnya. Sebagai anak yang penuh bakti pada orang tua dan karena rasa sayangnya pada sang ayah, Belle pun menggantikan posisi Pak Maurice jadi tawanan si the beast.

Demikianlah, chemistry saling tertarik dan hukum low of attraction pun mulai berlangsung semenjak Belle jadi tawanan di kastil tersebut. Terlebih para staf the beast yang sangat yakin dan gigih meyakinkannya kalau Belle-lah the one yang dimaksudkan oleh sang penyihir. Keakaraban antara beauty and the beast ini semakin intens manakala si the beast menyelamatkan Belle dari sergapan Serigala (ketika Belle berencana kabur dari kastil). The beast yang terluka pun dirawat dengan penuh perhatian oleh Belle. Mereka pun berteman dan semakin akrab.

Pada bagian mulai terjalin keakraban ini, the beast mensupport Belle untuk mencari tahu masa lalu tentang ibu kandungnya yang selama ini dirahasikan oleh Maurice.

“ Pikirkan salah satu hal yang selalu kau inginkan. 
Lihatlah di Mata hatimu dan rasakan di dalam hatimu.” 

Kurang lebih demikian kalimat motivasi the beast untuk Belle, dan tibalah secara magic mereka berdua di Paris, rumah Belle kala masih bayi. Disana Belle akhirnya tahu jika ibunya terpaksa mengakhiri hidupnya akibat suatu terkena suatu penyakit (kayaknya tidak bisa disembuhkan) dan berpotensi  menular. Demi melindungi anaknya, sang ibu meminta suaminya membawa Belle pergi jauh dan dirinya mengakhiri hidup dengan minum racun.

Then sotry goes on, the beast pun mulai fall in love sama Belle tapi tidak mendapatkan respon seimbang. Belle lebih merasa jadi tawanan dengan berada di kastil tersebut. Hingga akhirnya the beast meminjamkan cermin ajaibnya agar Belle bisa mengetahui keadaan ayahnya.

Dari cermin tersebut, Belle melihat ayahnya digiring oleh genk-nya Gaston hendak di bawa RS Jiwa karena di fitnah oleh si Gaston kalau apa yang  diceritakan Maurice tentang sosok buruk rupa yang tinggal di kastil hutan dan telah menawan Belle hanyalah halusinasi Maurice saja. Di saat yang genting itu, Belle pun sampai di desanya. Dengan cermin ajaib yang yang dibawanya, Belle meyakinkan penduduk bahwa apa yang diceritakan oleh ayahnya bukan cerita bohong.

Ya sudah deh, Gaston pun merebut cermin yang di bawa Belle dan memprovokasi penduduk desa untuk meyerang kastil. Dalam duel pertarungan dengan Gaston, dengan tipu muslihat Gaston berhasil mencederai the beast sangat parah hingga (sepertinya) mati.

Cerita selanjutnya bisa ditebak kan, the beast gak jadi mati karena Belle menyatakan cintanya. Agathe, sang penyihir pun mencabut mantra sihirnya sehingga si the beast berubah wujud menjadi pangeran tampan. Begitu pula para staf istana, semua kembali pada wujud manusianya. Keadaan kastil pun pulih dong jadi istana yang sangat indah dan penduduk desa yang aslinya rakyat dari kerajaan tersebut mendapatkan ingatannya kembali akan keberadaan istana (kerajaan) dimana mereka tinggal.

As ussually, happy ending ever after like others fairy tale.
Dilihat dari dominannya scene tari dan musik yang mirip-mirip film India itu, makanya Film Beauty and the Beast in digolongkan dalam film fantasi musikal. Secara alur cerita, bisa dibilang tidak berbeda jauh dengan versi animasinya ( 1991) yang sedemikian fenomenal  dan  dinobatkan sebagai nominee Best Picture Oscar. Para pemainnya juga bintang-bintang ternama, seperti  Dan Stevens, Emma Watson, Luke Evans, Emma Thompson, Kevin Kline, Josh Gad, Ewan McGregor, Audra McDonald, Ian McKellen dan sederat nama yang sudah cukup tenar lainnya di Holywood.
Selain karena faktor “sejarah” kesuksesan pada versi animasi dan sederet bintang terkenal tersebut, tentu saja publikasi dan pemberitaan yang gencar sejak rencana hingga proses produksi film ini yang membuat saya tergoda oleh penasaran  dan kebetulan pas ada kesempatan buat reramean nobar sama teman- teman diklat kemarin.

Hanya saja, jika memang Anda berniat menonton film ini sebaiknya jangan terlalu berharap akan menemukan “letupan-letupan”  cerita seperti  Prince Kaspian, The Huntsman, dll. Secara  visual, oke sih tapi kurang diimbangi dengan kedalaman cerita sehingga berasa kita melihat pentas drama dan tari. Dair aspek menghibur, cukup kok menghibur karena ceritanya yang tipe flat sehingga kita tidak terdampak untuk berpikir akan gimana-gimana cerita selanjutnya. Penonton juga tidak perlu kuatir akan di “hantui” sampai berhari-hari selanjutnya kayak lihat LOTR, The Doctor Strange, The Mummy  *ngalntur pwoll, lha jenis filmnya kan memang beda buangetttss*

After all,
Meskipun film ini dilabeli layak untuk anak-anak remaja (13 tahun ke atas) tapi menurut saya lebih layak kalau 17 tahun ke atas saja karena di ending cerita ada adegan yang harusnya di sensor untuk anak-anak. Tapi galau banget pas kemarin nonton, lha bahkan ada beberapa penonton yang membawa anak-anaknya usia di balita lho? Bahkan ada yang  kisaran usia 1 tahun. Heran kan, kok pihat stuido mengijinkan penonton yang membawa masuk anak-anak usia balita/batia. Lebih heran lagi sama ortunya deh,  ya masak iya demi image ortu kekinian sampai  abai memperhatikan kelayakan usia anak-anaknya untuk diajak nonton film (di bioskop).

Sudah, segitu saja tulisan [Bukan] Review Film Beauty and The Beast ini.

Tren Blogger disini saya pahami sebagai genre atau niche blog, seperti parenting, kuliner, wisata, techno, kesehatan dan seterusnya. Kalau konten blog (media publikasi online lainnya), saya batasi pada bagaimana seseorang atau tim pengelola sebuah portal digital/online membuat dan menyajikan konten. Artinya, stressingnya pada strategi dalam membuat isi konten agar tidak membosankan untuk disimak dari awal sampai terakhir,  sukses bikin penasaran, bisa diterima dan lebih menarik untuk mengunjungi blog tersebut pada periode selanjutnya.

Kenapa Saya perlu membuat “pembatas” ini ? Sederhana saja, karena Bismillahirrahmaanirrahiim sebelumnya saya sudah membuat postingan mengenai Tren Konten Blog. Dan edisi challenge LBI kali ini  memberikan tema mengenai tren blogger tahun 2017. Sekilas baca, kedua tema tersebut seperti serupa tak jelas sangat tidak sama kalau dicermati dengan seksama dan dalam tempo yang tidak tergesa-gesa. Makanya untuk meminimalisir kebingungan, saya membuat batasan tema dulu deh.

Lantas, apa saja tren blogger Indonesia tahun 2017 ini?
Yang jelas, tulisan ini bukan prediksi tentang niche apa yang akan jadi tren blogger 2017. Kalau mau bikin prediksi, ya idealnya di penghujung tahun 2016 atau periode awal 2017 ini. Oleh karena itu, saya lebih mengarahkan tulisan ini sebagai hasil sementara dari pengamatan niche blog yang (bisa dibilang) nge-trend dipilih atau dikembangkan oleh blogger Indonesia tahun ini.  Ya sebut saja Potret (sementara) Tren Blogger Indonesia Tahun 2017.
bloger
Tahun 2017 ini, saya masih sangat minim sekali blogwalking. Jadi sedikit yang saya tahu geliat tren blogger di Indonesia sepertinya masih belum jauh-jauh move-nya dari niche-niche blog tahun sebelumnya yaitu lifestyle atau personal blog, Traveling, kuliner, wisata, parenting, KESEHATAN, fashion dan beauty blog, Techno (IT).

Saya akui, tidak sedikit blogger yang mengawali karir di perbloggeran sebagai bolgger gado-gado yaitu apapun tema tulisannya di posing di dalam satu blog, pada proses selanjutnya akan membawa blognya pada niche tertentu. Yang emak-emak hobi masak, akhirnya putar haluan jadi blogger food blogger, yang hobi jalan-jalan pun banting setir blognya jadi traveling dan seterusnya.

Iya sih, ada yang memang sejak awal sudah tahu niche blog apa yang akan dibuatnya. Tapi juga tidak sedikit yang alih niche blog karena hasil seleksi alam: proses dan waktu akan membawa kita pada model blog yang klik dengan passion. So far, Tren bloggernya saya kira masih di dominasi dengan niche-niche yang saya sebutkan di atas.

 Kalau menurut Anda, apa kira-kira apa saja kecenderungan Tren Blogger Indonesia Tahun 2017 ini? 


Ide yang terlintas di pikiran akan dituangkan dalam tindakan. Jika suatu tindakan dilakukan secara ajeg, maka akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang sudah melekat pada diri seseorang akan menjadi karakter. Dan karakter yang sudah terbentuk akan menjadi takdir. Simulasi sederhananya, membangun reputasi online memiliki rantai yang serupa dengan  proses penuangan IDE ==>TINDAKAN==>KEBIASAAN==>KARAKTER==>HASIL (salah satunya adalah: Reputasi/nama baik).

Dan Bismillahirrahmaanirrahiim dunia digital atau yang familiar dengan sebutan dunia Online atau internet sebenarnya adalah kesempatan emas untuk mengembangkan “building capability” diri dengan tetap konsisten pada integritas bersikap yang bertanggungjawab. Reputasi Online adalah hasil perbuatan secara kontinyu yang kita lakukan pada saat mengakses internet (sebagai bloger atau user internet lainnya). Apa yang kita tanam, itulah yang akan dipanen. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Singkatnya, reputasi online bukan sesuatu yang diperoleh dengan cara pencitraan yang di skenario atau ter program. 

Bagi saya, akan lebih mudah jika memposisikan diri (tiap kali menggunakan internet) ya sebagaimana kita berusaha menjadi orang yang lebih baik dalam kehidupan kita sehari-hari bersama keluarga dan di antara anggota masyarakat (lingkungan sosial) dunia offline. Dunia online BUKAN dunia maya dan reputasi yang baik merupakan hal yang penting dan sudah seharusnya kita dan siapa saja memiliki personality yang baik sebagaimana realitas hidup yang kita jalani sehari-hari karena saat online pun kita berinteraksi dan bermasyarakat, bahkan dalam jangkauan yang lebih luas dan multi komponen. Reputasi baik di dunia online bukan sekedar bagaimana dan seperti apa kita dikenal orang lain di jagat online. Reputasi di dunia online  tidak dibentuk oleh rekayasa langkah-langkah secara terprogram dalam rangka pencitraan diri.
Membangun personality yang baik saat menggunakan internet

Berikut ini 7  Tips Sederhana Untuk Membangun Reputasi Online Bagi Blogger yang bisa diterapkan dengan mudah:
  1. Membangun kesadaran bahwa menjadi blogger membuka kesempatan yang luas dalam MEMILIH dan MENCIPTAKAN informasi positif yang seiring perjalanan waktu bisa jadi media untuk Aktualisasi diri di era digital. 
  2. Dengan memantapkan diri untuk ngeBloger maka secara otomatis harus siap untuk untuk Up to date sekaligus Up grade diri secara berkelanjutan.
  3. Blog adalah merupakan media sharing pengetahuan yang potensial untuk memperkaya wawasan, pengalaman, dan sumber informasi yang akan meningkatkan kemampuan pola pikir [kecerdasan spritual, intelektual dan emosional].
  4. Sangat perlu untuk bijak mengelola emosi karena interaksi di dunia online berlangsung tidak secara face to face, maka peluang munculnya bias persepsi sangat besar. Artinya, selain harus berpikir dan mempertimbangkan ulang sebelum klik “send” atau upload (tulisan, foto, vidoe dan content lainnya) dari segi SARA, kepantasan etika, efek debat kusir, sensitivitas hukum dan aspek-aspek safety online lainnya, sangat penting untuk juga memanage sikap kita dalam membrikan tanggapan atau respon terhadap karya online orang lain. 
  5. Nah, jika mood sedang labil atau situasi yang tidak kondusif lainnya, sebaiknya jangan online dulu agar tidakan terjadi letupan emosi sesaat tapi berakibat fatal.
  6. Sebaiknya juga, jangan terburu-buru membrikan tanggapan yang sifatnya justifikasi karena kita tak pernah tahu apa dan bagaimana disebalik content online yang sedang kita lihat atau baca. Don’t jugde the book by its cover sangat relevan untuk dijadikan salah satu pedoman dalam berinteraksi dalam dunia online.
  7. Segala hal dan sesuatu yang sifatnya tidak baik, tidak bermanfaat (apalagi jika ada unsur membuka aib diri), jangan pernah sekalipun terlintas untuk mengupload. Bahkan meskipun hal tersebut tak ada kaitannya dengan diri kita (orang lain), tetap harus kita perduli untuk menjaganya agar tidak meluas karena kita tak pernah tahu konten seperti apa saja yang akan menjadi viral di dunia online. For example, seumpama kita punya dokumentasi jaman ABG (SMP/SMA atau fase lainnya) dan disitu terdapat salah satu foto teman perempuan yang saat ini sudah berhijab, alangkah sangat baiknya jika tidak dijadikan bahan kolase before and after. Apalagi jika foto-foto edisi belum berhijab adalah kepunyaan kita sendiri kan?
Media online tentunya mempunyai daya motivasi untuk akrab dan aktif dengan berbagai bentuk linkage di internet, yang memungkinkan membentuk gelombang dinamis dalam jangkauan yang luas dan memberikan output serta outcome untuk masyarakat secara luas. Aktif menggunakan media digital semestinya disertai untuk awake and aware terhadap daya magic internet yang luar biasa. 

Adalah fenomena yang tak terhindarkan lagi jika spektrum Internet  yang semakin canggih telah banyak mengubah life style dan bergerak bebas tak kenal ruang, waktu, status social, usia, dan gender. Media social memungkinkan kita berinteraksi dengan siapa saja, darimana saja dan kapan saja. Peradaban umat manusia, dalam dinamikanya  yang terus berkembang tentu tak bisa dilepaskan dari Internet sebagai salah satu produk perkembangan Teknologi.  Era modernitas dengan berbagai aktifitas yang berjalan seiring dengan kemajuan IpTek dan kini membawa kita pada era digital. 

Menyikapi pesatnya perkembangan teknologi IT yang membawa kita pada era digital, idealnya memang diharapkan siapa saja bisa menjadi pengguna yang bijak dan optimal. Menutup diri dari perkembangan internet justru akan menjauhkan diri kita dari dinamika peradaban sehingga kita akan menjadi makhluk yang tergerus oleh evolusi alam, menjadi sosok yang kuper dan mundur pada pola kehidupan sewindu abad lalu. Kepak sayap internet yang menjelajah berbagai aspek kehidupan dan menghipnotis sejatinya justru menawarkan banyak kesempatan yang meringkas ruang dan waktu seingga kita bisa beraktualisasi di era digital ini secara efektif, optimal dan intens dalam berkarya dan berkreatifitas.

Sepanjang kita berkomitment untuk jadi blogger dalam batas koridor yang tidak melewati kanan-kiri “marka jalan” norma agama dan susila, kemudian by process berusaha mensinergskan rekam jejak di jalur on line dengan kiprah di dunia nyata, maka aktif jadi Blogger dalam porsi nge-BLOG yang proporsional tentu bisa menjadikan aktifitas Blogging sebagai media aktualitas diri yang lebih optimal dari situs jejaring sosial lainnya karena lebih berpeluang untuk berbagi hikmah dan manfaat secara universal. 

Aktualisasi diri sebagai blogger [meskipun ala kadarnya], selain point-point di atas yang saya jadikan rambu-rambu dalam berblogging ria, ada lagi yang saya pedomani yaitu nge-BLOG merupakan aktifitas sharing yang memiliki kombinasi spektakuler: DOWNLOAD dan UPLOAD. Jadi ada timbal balik yang bersifat dua –arah. 

At least but will never be the last, 
Dan Saya pun lebih suka menganggap membangun reputasi di dunia online merupakan refleksi dari bagaimana sikap dan cara kita yang komitment untuk konsisten beraktualisasi secara bertanggungjawab dan bersahabat. Bahwa dengan karakeristik internet sebagai sarana berbagi dan berinteraksi yang menjangkau seluruh dunia dengan beragam informasi yang bisa di akses secara cepat, mudah dan murah adalah sangat potensial jadi ‘literature’ yang bisa di download untuk melengkapi dan meng-akselerasi kehidupan sehari-hari di dunia nyata. Juga, kalau kita bisa berbagi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain, kenapa kita tidak menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin kan?

Demikian 7  Tips Sederhana Untuk Membangun Reputasi Online Bagi Blogger versi ala saya. Monggo, dilengkapi lagi ya? Saya yakin, setiap blogger tentu memiliki SOP yang cespleng agar aktifitas ngeblognya menjadi lahan ibadah dan membawa berkah.


Jika Anda sedang berusaha punya anak, menunggu kapan Anda resmi “terlambat datang bulan” bisa membuat Anda geregetan. Bagian yang paling menjengkelkan adalah ketika Anda sudah merasa berharap dan “ge-er” karena haid tak kunjung datang, tapi kemudian Anda menemukan sedikit bercak darah pada pakaian dalam Anda. 

Prolognya terlihat serius ya? Iya sih, tulisan ini memang lumayan serius. Setidaknya, tema yang disampaikan merupaka hal yang serius, terlebih bagi calon ibu muda, pasangan yang baru menikah, juga bagi pasangan yang harap-harap semangat untuk memiliki keturunan (seperti saya). Bismillahirrahmaanirrahiim, maka sangat penting untuk mewaspadai Terjadinya Perdarahan Implantasi  yang tak jarang dikira Haid ternyata Hamil. Nah, saat mengalami flek darah yang mirip menstruasi, jangan buru-buru menghamiki sebagai "tamu bulanan" karena hal ini bisa jadi merupakan perdarahan implantasi sebagai salah satu pertanda sedang hamil muda.
Lantas, apakah perdarahan implantasi itu?

Perdarahan implantasi (umumnya) terjadi saat telur yang dibuahi sperma menempel pada lapisan rahim. Peristiwa penempelan ini bisa menyebabkan sebagian kecil dari lapisan rahim terkikis, sehingga keluar dalam bentuk cairan berwarna coklat atau merah muda, yang sering disebut sebagai flek darah dimana jenis bercak tipis ini sangat mungkin  sebagai fase awal kehamilan.

Mengenali Pendarahan Implantasi sebagai tanda kehamilan
Bagaimakah cara membedakan perdarahan implantasi dengan haid?
Pastinya bertanya-tanya kan, terlebih bagi yang berpengalaman hamil dan berharap banget untuk bisa segera hamil dan mmeiliki keturunan semacam saya ini.

FYI duluan ya, postingan ini adalah guest post (sudah mengalami editing seperlunya tanpa mengubah inti/tema tulisan) dari salah satu pembaca yang bersedia mengirimkan tulisannya untuk di publish di blog sederhana saya ini. Jadi begini, perdarahan implantasi memang bisa menyerupai haid, maka berikut ini cara yang bisa dipakai untuk membedakan antara perdarahan implantasi haid:

  1. Yang pertama, amati intesitas/volume darah yang keluar. Perdarahan implantasi bersifat ringan dan akan tetap ringan, hal ini tentu sangat berbeda dengan darah menstruasi yang biasanya dimulai dengan ringan kemudian menjadi deras (banyak). Ciri perdarahan implantasi secara visual adalah tidak ada gumpalan darah yang sering muncul seperti saat haid.
  2. Langkah kedua adalah memeriksa warnanya. Jika darah berwarna merah yang terlihat terang atau cerah sangat mungkin itu menandakan haid. Sedangkan darah yang tampak sedikit merah muda atau cokelat bisa menjadi tanda pendarahan implantasi. Perdarahan implantasi ini terkadang bisa terlihat merah juga, tapi seringnya terlihat kecokelatan atau merah muda.
  3. Selanjutnya perhatikan keteraturannya. Darah haid biasanya terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu haid tanpa berhenti, sedangkan perdarahan implantasi bisa datang dan pergi (tidak teratur). Perdarahan implantasi kerap menyebabkan imbulnya bercak atau perdarahan yang datang dan pergi selama sekitar satu atau dua hari. Hal ini berbeda sekali dengan siklus haid yang biasanya berlangsung selama empat sampai semingguan.
  4. Tingkat (keparahan) kram yang terjadi. Perdarahan haid maupun implantasi sebenarnya sama-sama bisa menyebabkan kram, namun kram yang timbul saat haid bisa terasa jauh lebih intens. Sedangkan kalau Kram ringan (samar) yang tidak pernah meningkat intensitasnya, bisa diasumsikan sebagai peristiwa implantasi, terutama jika ditambah dengan cairan coklat atau merah muda.
Paham kan kalau waspada terhadap terjadinya perdarahan implantasi  ini sangat perlu dimengerti oleh para calon ibu atau siapa saja perempuan yang merencanakan kehamilan. Juga perlu untuk diwasapadai bagi yang tidak sedang berencana hamil, kan kehamilan (lagi) juga terjadi bagi mereka yang sudah punya momongan tapi belum merencanakan untuk hamil lagi, eh...ternyata sudah hamil, Alhamdulillah.

Selain itu, bisa juga diperhatikan apakah ada gejala awal kehamilan seperti payudara sakit, sakit kepala, perubahan mood, kepekaan terhadap bau, morning sickness atau peningkatan suhu tubuh saat baru bangun tidur.

Nah, jika sudah melakukan tes kehamilan dan masih tidak dapat membedakan apakah flek darah yang seperti implantasi itu beneran fase awal terjadinya kehamilan atau peristiwa menstruasi, langkah efektif dan terpercaya ya silahkan ke dokter kandungan.


Penulis: Ayu Andriani 
email   : helloayuandriani@gmail.com 

Menulis kreatif sama sekali berbeda dengan karya tulis ilmiah.Menulis kreatif memadukan proses menulis dengan kreativitas yang menghidupkan jiwa, pikiran perasaan, berikut imajinasi dan kepekaan dalam berbagai keadaan. Bisa juga dikatakan bahwa RUH menulis kreatif adalah adanya orientasi sastra, cara pandang terhadap suatu hal yang beda, dan gaya bahasa yang tidak biasa. 

Bingung kan? Baguslah, berarti saya tidak bingung sendirian karena tema yang diberikan LBI untuk membuat postingan Video Menulis Kreatif ini cukup bikin galau. Selama ini, Bismillahirrahmaanirrahiim saya beranggapan kalau menulis – kegiatannya- merupakan salah satu bentuk kreatifitas, at least kreatifitas yang yang mengalir oleh koordinasi otak dan tangan untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat, apapun jenis tulisan yang dihasilkan: ilmiah, esai, opini, puisi, biografi, diary, dan sebagainya.

Some how, tema untuk membuat Video Menulis Kreatif membawa saya kesana-sini (browsing) untuk mencari tahu apa dan bagaimana menulis kreatif. Ternyata, sebuah tulisan atau karya tulis disebut sebagai produk tulisan kreatif adalah “lawannya” tulisan ilmiah (bukan berarti tidak masuk akal lho ya?). 
Secara ringkas, menulis kreatif adalah termasuk dalam kategori karya sastra. Maka barang siapa yang suka, bisa, mahir dan addict membuat puisi, naskah drama, skenario film, aneka script cerita televisi, gemar menulis novel/cerpen/cerber, membuat lirik lagu, menyusun teks pidato, memoar, esai personal dan sebagainya, berarti sudah bisa disebut penulis yang menulis kreatif yang mampu mengolah tulisan secara ekspresif dan impresif bagi siapa saja yang membacanya.
Menulis kreatif
Saya menemukan satu simpul tentang Menulis Kreatif bahwa sebenarnya semua orang ( disadari atau tidak) memiliki kemampuan dan sudah digunakan untuk membuat cerita kreatif, hanya saja sebagian (besar) tidak atau belum menuliskannya. Bukankah, minimal sekali dalam sehari kita curcol/cerita dengan melibatkan emosi dan menggunakan tatanan kalimat yang ekspresif. 

Lantas, bagaimana caranya agar bisa menulis kreatif secara efektif agar karya tulisan yang dihasilkan dibaca oleh orang lain ?

Okelah, prolognya sudah berkepanjangan. Berikut ini 7 Cara Sederhana dan Mudah untuk Menulis Kreatif yang bisa dijadikan pedoman jika ingin mengembangkan kemampuan menulis kreatif.
  1. Pahami dulu bahwa menulis kreatif itu bukan “menceritakan” tapi menyajikan cerita. Sehingga, secara keseluruhan (umumnya) menulis kreatif akan terjadi proses pengembangan tema, karakter (tokoh), alur, latar cerita, sudut pandang, 
  2. Agar tidak terjebak dalam kerangka “bercerita (monolog)”, membuat cerita dalam bentuk percakapan yang melibatkan emosi, suasana hati, keadaan sekitar, dst. Dengan konsep menulis dalam bentuk percapakan ini akan lebih mudah untuk mengekplorasi karakter tokoh, mengembangkan alur cerita, memberikan gambaran lingkungan dimana cerita tersebut sedang berlangsung.
  3. Gunakan semua indrawi kita, mulai untuk melibatkan semua indra dalam rangkaan cerita yang kita tulis yang akan “memprovokasi” pembaca secara halus untuk menggunakan indrawi mereka secara relevan dengan isi cerita yang sedang dibacanya.  Misal untuk menceritakan rasa pedas, “ Aku hanya makan satu sendok sambal, tak hanya membuat lidah terbakar tapi juga hidung ingusan, teliga terasa panas, mata-mata berkaca-kaca,…..” dan sebagainya. 
  4. Untuk membuat deskripsi orang, benda, suasana, perlu digali penggunaan kalimat yang bisa membangkitkan imajinasi pembaca. Misalnya, kolam renang dangkal. “anak-anak  bisa belajar renang sendiri di kolam itu tanpa perlu takut tenggelam”. JAdi, intinya pandai-pandai memilih dan menggunakan kalimat “diplomatif”, kurang lebih demikian kalau meminjam bahasa para politikus. 
  5. Seperti halnya padu padan kalimat bentuk lain yang lebih imajinatif untuk mendeskripsikan sesuatu, demikian pula dalam pemakaian kata benda dan kata keterangan. Hasilnya, pembaca tidak merasa “diceritani” saat membaca karya tulisan kreatif karena kalau model tulisan yang telling story biasanya akan cepat membosankan padahal baru membaca satu atau dua halaman buku.
  6. Perlu menggunakan majas yang tepat dan hati-hati agar tidak sampai menimbulkan kesan hiperbola. Kapan scene yang tepat menggunakan majas perbandingan, personifikasi, penegasan atau sindiran. Misalnya, angin bertiup akan lebih enak dibaca jika dituliskan “ semilir angin yang berhembus lembut mempermainkan ujung hijabku…” 
  7. Untuk mengungkapkan emosi/perasaan dan variabel lainnya dalam menulis cerita yang kreatif harus dihindari penggunaan kata dan istilah yang sifatnya klise contohnya: “mukanya masam,” untuk menunjukkan ketidaksukaan.
Intinya, menulis kreatif adalah bagaimana menyajikan cerita yang mengalir menuju klimak dan secara  natural sampai pada anti klimak (epilog) bisa meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Untuk membangun dialog, gurauan, kiasan, kalimat imajinatif, dan unsur-unsur lainnya sehingga menghasilkan sebuah karya tulis yang memiliki daya tarik emosional dan deskripsi yang mendalam tidak bisa diraih secara instan.
Untuk mengasah sense of  Menulis Kreatif, selain perlu dilatih dengan ajeg menulis dan menulis, juga harus dilengkapi dengan beberapa kebiasaan yang relevan, antara lain: memperbanyak membaca buku (aneka genre), studi literature yang memperkuat deskripsi dalam penulisan cerita, resapi dinamika sosial dengan kejernihan hati, nikmati suasana alam (pantai, pegunungan, persawahan, dsb), bisa juga mendengarkan lagu-lagu dan masih banyak hal-hal lain yang bisa dilakukan agar emosi dan imajinasi kita semakin  tajam. 

Jadi jangan heran, para penulis buku-buku best seller melakukan riset/penelitian dan pendalaman tema cerita secara langsung dan intensive untuk membangun feel, mood, chemistry dan apapun istilahnya sebelum memulai aktifitas menulis kreatif. 

Bagaimana, tidak sulit kan untuk menulis kreatif ?
Saya, Anda dan siapa saja bisa juga menulis kreatif.
Silahkan dicoba ya…….







Agregator berita yang membuat platform menulis (lebih singkatnya bisa disebut Konten Agregator) adalah seseorang secara individual, komunitas, organisasi atau  perusahaan yang menyediakan sarana/fasilitasi  sebagai media untuk terkumpulnya beragam berita, informasi dan karya lainnya dalam bentuk tulisan yang bisa diakses dan dimanfaatkan bagi konsumen (user) yang membutuhkan dan atau sedang mencari berita/informasi dalam berbagai kategori: olah raga, kesehatan, parenting, relationship, teknologi, hobi, hiburan, musik, film, dan lain sebagainya.

Kira-kira seperti itulah pemahaman sederhana saya mengenai agregator berita yang membuat platform menulis. Kalau dianalogkan, Bismillahirrahmaanirrahiim permodelan yang memiliki kemiripan type dengan agregator berita dan sudah familiar adalah e-comerce  yang mengakomodasi penjual dalam satu market place (dengan ragam barang/produk) dan lapak online yang menarik pembeli untuk berbelanja.
Secara sederhana, pada Agregator Berita yang Membuat Platform Menulis terdapat 3 pihak yang memainkan peran penting: penulis (kontributor), pembaca dan penyedia media (platform berita).
Jadi sebenarnya sistem agregator berita ini bukan hal baru lagi, beberapa platform berita seperti kompasiana atau juga web/blog yang sengaja dibuat oleh beberapa jenis produk makanan untuk tumbuh kembang anak-anak misalnya, menyediakan ‘wadah’ khusus bagi para member untuk menyumbangkan tulisan yang relevan dengan tumbuh kembang anak, parenting dan kesehatan.

Hanya saja, agregator berita yang saat ini berkembang dan membuat platform menulis ini memberikan injeksi segar bagi siapa saja yang suka dan hobi menulis karena setiap karya tulisan yang disetujui oleh admin akan ditayangkan di platform berita tersebut. Penulis akan mendapatkan reward berupa honor (uang) yang disesuaikan dengan trafic kunjungan yang mem-view (membaca) tulisan tersebut.
trend agregator berita
Memang ada kemiripan dengan sistematika pemberian honor yang sudah lama kita kenal dilakukan oleh media cetak dimana setiap penulis yang karyanya berhasil diterbitkan (sesuai kolom/ketegori) pada media massa tersebut akan mendapatkan bayarannya dalam jumlah tertentu. Yang membedakannya, menulis pada media agregator berita ini seleksi admin kriterianya tidak seketat jika kita mengirimkan tulisan ke koran/majalah cetak. 

Yups, seiring laju kecepatan internet yang menghadiran euforia serba digital pun telah membangkitkan “lahan” kreatif yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Tren agregator berita adalah lapangan kerja yang berbasis kreatifitas menulis sehingga tidak ada syarat: pendidikan (minimal), kondisi fisik, gender, usia, religi, dan sebagainya. ASALKAN tulisannya bermanfaat, tidak mengandung unsur SARA serta tidak saru, biasanya sih di ACC oleh admin untuk tayang. 

Sistem perolehan rewardnya (sedikit banyak) dipengaruhi oleh kualitas tulisannya. Semua orang yang sudah menjadi member memiliki kesempatan yang sama dan bisa sebanyak-banyaknya setor tulisan. Tapi harap dipahami bahwa tulisan yang bisa viral, yang akan mendapatkan reward (honor) yang lebih baik daripada tulisan yang viewernya biasa-biasa saja.

Fenomena agregator berita yang menyediakan platform menulis ini bisa menjadi cara baru bagi bloger mendapatkan pemasukan. Kalau biasanya menulis di blog sendiri just for fun and no fee atau baru akan mendapatkan penghasilan kalau ada kesepakatan kerjasama (sponsored post, job review atau postingan lainnya yang sifatnya advertorial) yang sifatnya unpredictable.

Sedangkan jika bloger menulis di media agregator berita, keaktifan dan kreatifitas dalam memposting tulisannya menjadi faktor penentu untuk mendulang pundi-pundi rupiah (dollar?). Artinya, kalau menginginkan penghasilan yang rutin dan deras, tentu saja aktif, produktif dan kreatif dalam membuat konten (tulisan) yang perlu dimaintain dan achieved.

Tren Agregator memang memiliki dua sisi layaknya mata uang dan menurut saya semestinya tak perlu menjadikan salah satu sisinya sebagai dampak yang merugikan dalam ngeblog. Jika kita merasa dengan mempublish tulisan di media agregator membuat kita lebih kreatif menulis karena merasa ada trigger dan katalisator yang membuat kita mendapatkan energi baru dan berkelanjutan, artinya kita sudah siap kalau intensitas menulis di blog sendiri menjadi berkurang. 

Singkatnya, saya lebih suka melihat kehadiran tren agregator berita yang membuat platform menulis ini memiliki dua sisi mata uang yang menghadirkan dua daya tarik:
1. Kesempatan untuk menambah penghasilan dari hobi menulis
2. Tantangan untuk aktif, produktif dan kreatif membuat konten (tulisan).

Bukankah, salah satu poin yang membuat kita (bloger) merasa happy adalah manakala tulisan kita banyak yang membacanya? Kalau memang menulis di media agregator justru memberikan trafic yang bagus terhadap tulisan kita, ya kenapa kita harus merasa “mengorbankan” blog kan? Some how, bukankah setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing? 

Dan mana yang lebih bermanfaat, bukankah itu yang sebaiknya kita jalani? Saya yakin, setiap orang (tak terkecuali bloger) selalu menggunakan skala prioritas yang melatarbelakangi pengambilan keputusannya. Syukur-syukur kalau bisa menyelaraskan antara menjadi kontributor di media agregator dan ritme ngeblog berjalan secara harmonis.

Asli saya juga pengen kok bisa harmonis dan linear dalam mengurusi blog sendiri dan aktif sebagai member pada salah satu media agregator. Tapi untuk saat ini, saya masih harus fokus menyelesaikan diklat kemetrologian. Alkisah, untuk beberapa waktu ini saya berusaha sebaik mungkin untuk mencukupkan dulu bisa posting di blog dan berusaha memenuhi kuota postingan untuk LBI dulu, Alhamdulillah banget kalau ada job review, kan sekalian bisa untuk setoran kuota posting di LBI. *ujung-ujungnya job review lagi*

Nah, bagaimana Anda menyikapi Tren Agregator Berita yang Membuat Platform Menulis yang semakin berkembang biak saat ini?



Cukup dengan sebuah klik akan membawa kita jelajah semua e-commerce (Online Shop) dan mendapatkan bonus pula. Belanja secara online sudah menjadi pilihan yang disukai oleh banyak orang, tak hanya emak-emak, embak-embak, sister, bibi, budhe, dst. Bismillahirrahmaanirrahiim, selain hemat waktu, hemat tenaga, bis amembandingkan harga dengan cepat dan tak perlu takut tergoda untuk membeli barang yang diluar wish list, saat ini belanja online juga bias mendapatkan bonus kelebihan berupa cashback lho!

Cashback artiny adalah "getting cash back" – yaitu pendapatan uang kembali saat kita belanja secara online melalui ShopBack dan kita sebagai pembeli akan memperoleh sebagian uang yang kita belanjakan dibayar dalam bentuk cash (tunai). Artinya, kita bias berhemat secara double dengan mendapatkan uang ekstra tiap kali belanja online melalui ShopBack.

ShopBack, tentu sudah bukan nama asing lagi di ranah perbelanjaan secara online kan? Ibarat sebuah pintu yang dimiliki Doraemon itu lho, kalau kita belanja melalui portal ini, kita langsung bias memilih lapak apa/mana yang akan kita ubek-ubek barang jualannya. Soal harga, bonus, diskon yang disediakan oleh took online bersangkutan apakah akan berpengaruh?

Tentu saja berpengaruh, yaitu kita dapat manfaat double-double. Artinya, jika kita belanja via ShopBack ke Lazada, Tokopedia, Eleveni aatau apalah lainnya, service dan penawaran harga special dari toko-toko tersebut tidak akan ada perubahan. Jika ada bonus tambahan dari si lapak yang kita borong barangnya tetap akan masuk ke akun yang kita daftarkan pada lapak A yang kita pilih. Selepas itu, di akun Shop Back kita juga akan dapat bonus cashback atas transaksi pembelian yang telah kita lakukan.

Apakah ShopBack itu sama dengan toko online?
Begini ya, ibarat sebuah mega mall yang di dalamnya terdapat berbagai tenant dan department store, maka kira-kira seperti itulah gambaran mengenai ShopBack ini. Saat kita login ke akun ShopBack, ratusan e-commerce langsung bias kita temukan dan tinggal pilih akan belanja dimana.

Keistmewaannya ShopBack ini adalah, kita beli barang  di lapak apa saja, kita akan mendapatkan cashback hingga 40% yang bias dicairkan (tarik tunai) ke rekening bank pribadi kita (tanpa mengurangi diskon dan bonus tambahan yang tersedia di lapak tersebut).

Masih bingung ya? Bagaimana sistematika belanja melalui ShopBack ini?
Contohnya seperti ini, semisal saat kita beli barang di AliExpress, Groupon, Blibli, Lazada, MatahariMall, UBER, Tokopedia, VIP Plaza,  BukaLapak,  Elevenia, Muslimarket, eBay, Orami, Tiket.com, Zalora, Berry kitchen, Grab, dll. Yang ada diskonan dan free ongkir, itu semua tetap bias didapatkan. Kemudian di akun ShopBack kita pun dapat cashback dalam besaran tertentu (beda lapak, beda cashback  yang diberikan)

Singkatnya, dengan belanja online melalui portal ShopBack maka kita sebagai pembeli bias menggabungkan semua promo, diskon, kodekupon, voucher, dari e-commerce serta dapat uang Cashback dari ShopBack sehingga jauh lebih murah,  hemat dan menguntungkan!

Bagaimana cara belanja melalui ShopBack ini, apakah tidak sulit?
Okelah, silahkan diikuti langkah-langkah untuk belanja via ShopBack beriku tini:
  1. Silahkan buka browser di https://www.shopback.co.id kemudian klik link toko/lapak online yang ditampilkan di landing page ShopBack kemudian kita akan dialihkan kesitus took online yang kita inginkan.
  2. Silahkan lakukan proses belanja seperti biasanya di akun online shop yang kita pilih.
  3. Secara otomatis Cashback akan masuk di akun ShopBack kita dalam waktu 48 jam dengan status 'Tertunda'. 
  4. Setelah order divalidasioleh pihak merchant maka Status Cashback akan berubah dari 'Tertunda' menjadi 'Bisa di klaim'. Harap sabar ya karena perubahan status membutuhkan waktu 30 sampai dengan 60 hari, alasannya semata untuk memastikan tidak ada pembatalan ataupun pengembalian barang dari pembeli.
  5. Akumulasi cashback sudah bias diklaim dengan minimal saldo Rp 50.000,-
Hot news berikutnya adalah, saat ini sedang ada program "Hadiah Me & You" yaitu setiap kali kita bias mengajak untuk join di ShopBack kita akan mendapatkan reward sebesar Rp. 25.000. Dan teman yang mendaftar atas ajakan/undangan kita juga akan mendapatkan reward sebesar Rp 25.000,- Jadi, bonusnya bertambah banyak kan, selain cashback yang kita peroleh tiap kali transaksi belanja online yang kita lakukan.


Info: heboh lainnya, ShopBack ini sudah tersedia dalam aplikasi mobilese hingga akan mempermudah akses berbelanja dimanapun dan kapan saja kita perlu belanja. Segera ya download di Google Play Store (Android) dan App Store (Apple)

Kalau masih pengen tahu lebih detail, simak versi video juga bisa kok.. klik saja di sini:
<iframe width="900" height="507" src="https://www.youtube.com/embed/lBWGJsqylG0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>   

Jangan khawatir, begitu download dan register di ShopBack, kita akan mendapatkan link referral untuk mengajak sebanyak-banyaknya teman agar ikut memanfaatkan Solusi Belanja Cermat dan Hemat, ShopBack-in Aja!


Note: Sponsored Post