Blogger dan Ekosistemnya

Istilah ekosistem Bismilllahirrahmaanirrahiim lebih umum atau lebih sering diidentikkan dengan ilmu biologi, yaitu   terjadinya hubungan timbal balik atau saling ketergantungan baik secara langsung maupun tidak langsung, antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Seperti kita ketahui bahwa ekosistem terbesar di dunia adalah kehidupan alam semesta ini. Dimana untuk ukuran ekosistem yang lebih kecil, kita mengenal ekosistem sawah, hutan, darat, laut, danau, gunung, pulau, kolam, dan sebagainya. 

Dan sampai sekarang pun, ketika mendengar kata EKOSISTEM yang spontan melintas di pikiran saya adalah pelajaran biologi #jadi merasa pernah sekolah.  Dengan mengacu pada definisi tersebut, berarti istilah ekosistem bisa dilekatkan berbagai bentuk pola hubungan yang terjadi antara suatu populasi dengan lingkungannya, salah satunya adalah untuk populasi blogger yang bisa pula diistilahkan dengan Ekosistem Blogger. Karena pada banyak kondisi, suatu ekosistem memiliki batas-batas yang transparan dan jelas, misalnya seperti pada ekositem yang terbentu secara alamiah: danau, gunung, pulau, kolam, dan sejenisnya. Tapi jika menerjemahkan suatu bentuk hubungan timbal balik dalam kehidupan sosial yang memiliki   komponen-komponen serba sangat heterogen, maka batasan-batasan ekosistem memiliki ukuran yang flexible yang sering ditentukan secara buatan/kesepahaman [masyarakat umum]. Sehingga, Blogger dan Ekosistemnya bisa dikatakan merupakan ekosistem dengan batas-batasan hasil buatan saya akan keberadaan dan existensi blogger.


Blogger merupakan fenomena sosial yang semakin mewabah, maksud saya ketertarikan orang-orang untuk memmanfaatkan media blog semakin lama semakin banyak. Dan masing-masing pengguna blog atau blogger membawa passionnya dalam mengexplorasi blognya. Dalam proses berikutnya, populasi-populasi blogger yang memiliki kesamaan alasan/tujuan/minat akan membentuk komunitas blogger seperti foodblogger, parenting, fashion, beauty, traveler, techno dan masih banyak lagi komunitas blogger yang akan lebih berkembang lagi di masa-masa mendatang. Bergabungnya beragam komunitas blogger akan membentuk populasi yang saling berinteraksi dan memiliki hubungan timbal balik, dinamika inilah yang menjadi salah satu variable definitif terbentuknya ekosistem blogger. Komponen-kompenen yang membentuk ekosistem blogger dengan genre-nya masing-masing yang pada interaksinya saling melengkapi dan memberikan warna yang menguatkan ekosistem blogger serta saling memberikan pengaruh yang positif.

Serangkaian event yang berbasis dan atau melibatkan BLOGGER, menjadi salah satu bentuk kondusifnya Ekosistem blogger. Bagaimana tidak kondusif, kalau banyak event dan acara-acara yang mengundang komunitas blogger tidak tersegmentasi pada suatu jenis komunitas tertentu. Iya memang sih, ada event yang mempersayaratkan kategori blogger tertentu, misalnya kudu blog yang bertema parenting, techno, atau apalah, tapi secara umum kebanyakan acara-acara yang terkait dengan blogger kan lebih melihat blogger sebagai suatu ekosistem yang heterogen. Semisal event Blogger Nasional, upload kompakan dengan tema tertentu, juga Liga Blogger ini, memberikan kesempatan semua jenis blog untuk berpartisipasi.

Selain antar interaksi sesama blogger, hubungan timbal balik ekosistem blogger saat ini lebih meluas. Saat ini sudah banyak pihak yang memperhitungkan pelaku blogger sebagai profesi yang profesional untuk diajak kerjasama. Di undang untuk launching suatu jenis produk, publikasi suatu program dari suatu organisasi [pemerintah maupun non pemerintah, keterlibatan blogger dalam kegiatan-kegiatan sosial non profit, membuktikan bahwa Blogger dan ekosistemnya menunjukkan grafik perkembangan yang sangat dinamis.  Semakin semaraknya kegiatan, acara atau event yang terdapat keterlibatan blogger [blogger komunitas tertentu maupun blogger secara umum], membuktikan jika EKOSISTEM blogger semakin eksis karena hubungan timbal-balik yang terjadi semakin meluas menembus lintas bidang, sosial, usia dan gender.

Semoga hubungan timbal balik, baik antar komunitas blogger maupun dengan lingkungan di luar blogger memiliki dinamika yang mengarah pada hubungan mutualisme, yang artinya semakin banyak tawaran post paid gettu deh. At least, minimal hubungan timbal balik yang kita harapkan adalah secara komensalisme deh.
Dan……bagaimana Ekosistem Blogger menurut Anda? 

Read More - Blogger dan Ekosistemnya

Darma Pak Sopir

 “ Kok masih santai? Sudah jam berapa ini?” teguran Ibu serta merta membuatku berhenti melemparkan makanan ke kolam Lele.
Belum jam 6 kan Bu?”
“ Iya belum jam 6 sore…” jawab Ibu sambil masuk rumah dan aku pun bergegas mengikuti langkah ibu. Kulihat Jam dinding sudah menunjukkan jam 6 lewat 10 menit.
Akibat terlalu asyik bercengkerama dengan piaraan ikan lele jadi lupa waktu untuk berangkat sekolah padahal sudah berbaju seragam rapi. Aku langsung bergegas mengambil tas sekolah dan buru-buru pamitan dengan mencium tangan Ibu. Kebetulan Bapak masih di Surabaya jadi ‘mandor’ di rumah Mbak Rani yang sedang merenovasi rumahnya. Sapaan tetangga yang kutemui sepanjang jalan menuju pangkalan angkuan desa hanya ku jawab dengan satu kata “ ya..” dan seulas senyum. Sambil berjalan setengah berlari, hatiku dipenuhi harap-harap cemas takut ketinggalan kloter colt yag di penuhi anak-anak sekolah. Jika sudah lewat setengah tujuh, artinya angkutan dominan berpenumpang umum sehingga akan nunggu muatan penuh baru mau berangkat.
Beberapa meter sebelum jalan pertigaan, kulihat colt hitam sudah siap melaju. Maka dengan segera aku melambai-lambaikan tangan memberi isyarat minta untuk ditunggu.
“ Ku kira sudah berangkat tadi…” komentar Pak Darma, sang sopir colt angkutan desa begitu aku mendudukkan pantatku di bangku yang masih kosong. Penumpangnya sudah hampir penuh, jadi tidak perlu cari tambahan orang lagi.
****
Jarak sekolah dari rumah sekitar 10 KM, jadi aku menempuhnya dengan naik angkutan karena Ibu belum mengijinkanku bawa motor. “ lebih aman naik colt saja, kalau bawa motor nanti kamu ngebut-ngebutan” demikian alasan masuk akal dari ibu. Aku kenal dan mulai akrab dengan Pak Darma sejak masuk SMU karena sering naik colt angkutan yang dikemudikannya.
Sebenarnya sopir dan kenek yang lainnya juga lumayan kenal, tapi karena seringnya naik colt hitam Pak Darma jadi aku merasa lebih akrab dengan sopir yang sudah berusia separuh abad itu. Saat masih di kelas 1 SMU, masuk sekolahnya siang jadi sewaktu pulang seringkali sudah tak banyak angkutan yang beroperasi karena sudah tak banyak penumpang. Makanya para sopir angkutan lebih memilih masuk garasi sebelum jam lima sore. Dan Pak Darmalah yang masih setia beroperasi untuk menunggu kepulangan anak-anak sekolah yang masuk siang. Padahal jumlah kami gak sampai penuh coltnya dan tariff anak sekolah hanya separuh dari ongkos resmi. Jadi kalau di hitung, uang yang kami bayarkan mungkin hanya impas untuk beli BBM saja.
*****
Seringkali jelang jam sekolah bubar, Pak Darma sudah stand by di dekat sekolahku yang artinya sangat membantu karena tak perlu berjalan hampir 500 meter menuju lokasi terminal.
“ Kok kamu sudah pulang duluan, Man?”
“ Jam terakhir kosong Pak..” jawabku saat sampai di terminal dan ternyata colt pak darma yang siap berangkat. “ Masih sering nunggu anak sekolah yang masuk sore ya Pak?”
“ Hehehe..iya, kasihan kalau gak di tungguin, mereka bisa kemaleman sampai rumah”
“ Iya sih Pak, kalau gak ada angkutan lagi pasti jalan kaki dari halte bis yang di pertigaan itu. Pernah tuh aku ngalami jalan kaki lumayan masih sekitar 2 KM lebih untuk sampai rumah…”
“Orang tuanya tentu cemas dan kuatir kalau sampai malam anaknya belum pulang sekolah, terutama lagi jika anaknya perempuan, Man” sambil berkata demikian, kulihat pandangan Pak darma menerawang. Wajahnya nampak berkabut sekilas. Aku yakin Pak Darma teringat akan anak gadisnya, yang menurut ceritanya seumuran denganku seandainya diberikan umur panjang.
“Pak, coltnya dah hampir penuh…di berangkatkan saja. Sambil jalan sapa tahu dapat penumpang lagi” celetuk seorang penumpang yang sudah tak sabar lagi menunggu. Dengan senyumnya yang khas pak sopir menjawab “ Sebentar lagi ya Bu, kenek saya masih cari penumpang. Nanti kalau sudah datang, saya janji langsng berangkat kok.”
Begitu Udin sang kenek muncul, maka Pak Darma pun segera membawa colt hitamnya melaju. Ia begitu pengertian pada penumpang dan tak jarang dia membawa coltnya meski hanya berisi beberapa penumpang saja.
“ Yang penting beli BBM dan bisa setor sesuai perjanjian dengan juragan colt. Sisanya untuk Udin…kalau aku cukup bisa untuk beli makan dan minum sajalah” demikian prinsip Pak Darma menjalankan colt angkutan. Dia tidak begitu mengejar dapat jatah banyak dari hasil mengemudikan colt angkutan. Seakan sisa hidupnya sudah cukup jika bisa berbuat untuk orang lain. Dan aku sangat paham dan mengerti kenapa Pak Darma bisa sedemikain bersikap seperti itu.
*****
Pada suatu kesempatan saat aku masih kelas 1 dan ketika kelasku keluar lebih dulu, kala itu sambil menunggu kelas yang lain keluar, aku duduk santai dengan Pak Darma di dalam coltnya. Saat itu, tanpa sengaja perbincangan kami kemudian mengalir pada kisah kehidupan pribadi Pak Darma. Aku mengenal Pak Darma sebagai warga pendatang di desaku, hidup sendirian di sebuah rumah sederhana milik seoarang warga yang sudah tak ada yang menempati karena semua anak sang pemilik rumah berada di luar kota. Saat sang pemilik rumah di panggil yang Maha Kuasa, rumah tersebut dipersilahkan bagi siapa saja yang mau menempatinya yang penting amanah untuk menjaga dan merawatnya.
“ Kulihat Pak Darma gak pernah pulang kemana gitu…”
“ Mau pulang kemana lagi, Man? dimanapun aku berada, ya di situlah rumahku” Pak Darma selalu saja memanggilku hanya “Man”, padahal namaku cukup keren Abdul Firmansyah
“ Keluarga Pak Darma gimana? Tentu mereka merindukan Bapak lho?”
Mendapat pertanyaan sederhanaku, serentak Pak Darma terdiam. Kerutan di wajahnya tampak semakin jelas dan tatapan matanya tampak meredup. Dinyalakan sebatang rokok tembakau racikan tangannya sendiri. Asap yang yang keluar dari mulutnya dia permainkan hingga membentuk seperti lingkaran-lingkaran, sesaat kemudian hilang bersama aliran udara.
“ Semoga mereka merindukanku, hingga saat kelak maut menjemputku mereka mau menemuiku…”
Aku tersentak kaget sekaligus merasa bersalah karena telah membuat Pak Darma bersedih mengenang akan keluarganya, istri dan anak yang tak mungkin lagi di jumpai dan di peluknya dengan segenap kasih sayang.
“ Hidup dan mati rahasia Ilahi, aku tak pernah menyangka akan kehilangan istri dan anakku sedemikain cepatnya. Kadang aku tak percaya jika mereka sudah pergi selamanya. Dan semua itu karena salahku…”
Aku yakin rasa bersalah, kehilangan dan penyesalan sedemikian pekat menguasai perasaan Pak Darma. Istrinya meninggal saat proses melahirkan dimana kala itu Pak Darma sedang jagong manten dan main kartu dengan asyiknya. Dan dia tak segera bergegas pulang saat tetangga yang memberitahukan  datang menemuinya. Di saat penting dan genting, dia justru lebih menunda untuk pulang karena merasa kurang satu putaran lagi bakal menang. Dia memang menang dalam permainan kartu tersebut tapi harus di bayar dengan harga yang sangat mahal yaitu kehilangan istri dan bayi perempuanya karena bidan yang di panggilnya datang terlambat.
“ Akibat egoku, aku harus menanggung perasaan ini seumur hidup. Aku sangat mencintai mereka, andai saja waktu bisa aku putar kembali….” Demikian cerita pilu yang menjadi alasan Pak Darma meninggalkan kampung halamannya. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, berharap menemukan kedamaian dan kebahagiaannya kembali. Hingga langkah kakinya sampai di desaku dan menerima pekerjaan sebagai sopir colt angkutan umum.
Sejak aku tahu kisah kehidupan Pak Darma, aku berusaha bisa menjadi teman bicara yang baik sebatas mampuku, berharap bisa sedikit mengobati kerinduan Pak Darma pada anaknya. Pada dasarnya Pak Darma orangnya supel, jadi dengan siapa saja dia bisa bergaul akrab. Baginya hidup akan lebih berwarna jika bisa berbuat banyak untuk orang lain “ aku hanya hidup sendiri, dengan berbuat baik pada siapa saja akan bisa membuatku merasa tak sendirian, Man”.
Bagiku Pak Darma seperti guru kehidupan tanpa gelar dan kurikulum. Bagaimana seharusnya aku bisa lebih meyayangi kedua orang tuaku, memanfaatkan waktu agar tidak menyesal kemudian, dan banyak hal lainnya yang aku tangkap dalam setiap percakapan-percakapan dengannya saat pulang sekolah atau kesempatan lain jika kami sedang bersama menunggu colt penuh penumpang. Namun semua nasehat yang selalu dia sampaikan dalam nada bercanda itu tak akan pernah lagi terulang. Semua nasehat itu akan terukir dengan indah di langit hatiku.
“ Ada kecelakaan sepertinya..” Ucap sang sopir angkutan yang ku naiki siang itu. Kulihat beberapa meter di depan, banyak orang berkerumun sehingga jalanan menjadi macet. Dengan rasa ingin tahu, aku turun mengikuti langkah sopir angkutan untuk melihat dari dekat korban kecelakaan. Pikiranku langsung di sergap rasa panic dan kuatir manakala kulihat colt hitam yang sangat aku kukenali sudah ringsek. Semakin dekat langkah kakiku, semakin banyak genangan darah memerah di permukaan aspal. “ Innalillahi wa inna ilahi roji’un..” desisku tertahan. “ Pak Darma…” hanya itu yang keluar dari mulutku. Kulihat banyak bintang-bintang beterbangan di pelupuk matakau untuk kemudian dunia menjadi gelap total di sekitarku.
“ Alhamdulillah kau sudah sadar, ini di minum teh hangatnya biar lebih enakan di badanmu..”
“ Pak Darma, Bu…dia…”
“ Iya, Pak darma meninggal, dia berusaha mengerem ketika ada perempuan hamil hendak menyeberang namun ada  truck yang melaju dengan kecepatn tinggi dan menabraknya dari arah belakang” tutur ibuku dengan nada sedih dan mata berkaca-kaca. “ Kalau kau sudah merasa lebih baik, mungkin bisa ikut mengantar Pak darma untuk kali terakhir…” pungkas Ibuku sambil menyeka sudut matanya.
Seperti halnya aku yang merasa kehilangan, ibuku juga merasa kehilangan oleh kepergian Pak Darma dan aku yakin semua orang yang mengenal beliau akan merasakan hal yang sama karena Pak Darma memang orangnya terkenal ramah dan ringan tangan untuk membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Dalam perjalanan menuju ke mesjid untuk ikut menyolatkan Pak Darma, terngiang kembali kalimat yang pernah di ucapkan Pak Darma kali terakhir aku bertemu dengannya “ hidup itu singkat, cintai selalu keluarga dan orang terdekatmu karena kita tak pernah tahu saat kehilangan mereka. Jangan pernah menundanya





Read More - Darma Pak Sopir

Tak Ada Istilah Pensiun

Gegara habis bikin [Sekilas] Photoblog Machinami  jadi ketularan pengen untuk sesekali memposting dengan tema: Biar Foto yang bicara. Bismilllahirrahmaanirrahiim, Berikut ini foto-foto yang saya ambil dari pasar. Awal ketertarikannya ketika saya melihat seorang Ibu yang sekira Simbok saya, dengan semangatnya menawarkan parutan kelapa. Dan inilah hasil Paparazi dan sepengetahuan si Ibu lho? Saya tayangkan sebagian action beliau mulai dari memecah kelapa dengan Pisau besar [ di desa saya disebut Bendo], hingga bagaimana si Ibu menyimpan uang di kantong kain yang terlihat sudah lusuh sebagai dompetnya.






Dan, Ibu tua tersebut harus bersaing dengan pemarut kelapa yang menggunakan mesin [seperti terjepret di bawah ini], tapi saya yakin Meski pesaing akan tumbuh dan berkembang dengan inovasinya masing-masing, tapi rejeki tak akan tertukar selama kita mau bekerja dan bersungguh-sungguh.

Setidaknya, dari acara belajar memotret [pengennya] ambil angle human interest-nya, ada hal-hal lain yang tak kalah menarik yang saya dapatkan, yaitu:
  1. Tetap aktif bekerja adalah salah satu ekspresi bersyukur
  2. Dari antusiasme si Ibu tua penjual parutan kelapa, seolah memberitahu saya akan aplikasi konkrit "Bekerjalah seolah-olah akan hidup 1000 tahun" di samping khusyulah beribadah seakan-akan besok akan mati.
  3. Tidak ada istilah usia manula untuk tetap produktif. Menikmati masa tua bukan berarti duduk leyeh-leyeh di rumah, makan, minum, tidur, jalan-jalan, tapi Bekerja dilakukan dalam rangka menikmati masa tua. Meski secara nominal, uang yang dihasilkan tak seberapa, tapi value-nya adalah bahwa meski pun sudah tua dan semakin merenta, beliau tidak ingin menjadi beban orang lain. Selama sukma masih menyatu dengan raga, dan kesehatan mendukung untuk berkarya, why we can't take ACTION. 



"Not Everyone That Worked Hard Has Succeeded, 
But Everyone That Succeeded Has Worked Hard" ‪#‎DONow Follow Your Passion and Get Your Dream





Read More - Tak Ada Istilah Pensiun

Kidung Cinta Rania

Rania mengusap wajahnya diikuti dengan hembusan nafas berat. Ia tak tahu apakah lagu-lagu romantis yang sedang mengalun syahdu memenuhi ruangan café itu atau para pengunjung yang datang berpasang-pasangan yang membuatnya terhanyut dalam perasaan sentimentil.
Kenangan redup yang membangkit
bersenyawa dengan partikel – parikel udara
Mengungkit haru rintihan hati
dan membentangkan sayap-sayap lara perpisahan
Yang tlah teranyam dalam bingkai masa lalu.
Salam perpisahanmu kepada ‘sgala kehangatan asmara
Dalam sendiri, dawai kerinduan itu kadang masing berdenting
bergema di ruangan nurani meski tak lagi seindah dulu
Sementara bayangmu pun kian memudar dan kabur
Diantara tautan harap dan kenyataan.
Dari kaca jendela nampak gerimis mulai turun teratur membentuk tirai yang berlapis – lapis. Hujan yang sudah seperti ritual setiap menjelang pergantian tahun, turun renyai, jatuh halus seperti benang perak yang dijatuhkan para dewa dari langit, seakan mewakili kristal-kristal bening yang tertahan di kelopak mata Rania.
Rania mengedarkan pandangan menjelajah ruangan café yang terisi separo lebih pengunjung, dirasakannya ada sepasang mata yang sedang mengawasi dengan tajam. Kalau saja pakerjaan hari ini tidak menumpuk banyak, aku tentu tidak akan lupa dengan makan siang dan tidak perlu terjebak di café ini. Tentu mereka berpikir yang bukan – bukan melihatku sendirian malam Minggu begini dalam café yang gaul dengan pasangan muda – mudi. Ah, masa bodoh dengan anggapan mereka semua ! Toh hanya kebetulan saja tadi aku sedang melintas di depan tempat ini saat protes maagku muncul.
Rania mengalihkan pandangannya keluar café, melihat hujan yang belum berkurang ritmenya. Barangkali lebih baik menerobos hujan dan kemacetan jalan raya yang tergenang air hujan daripada tetap di sini, dan baru Rania akan bangkit dari tempat duduknya setelah menghabiskan sisa minum saat seseorang datang menuju kearahnya dan kemudian membungkuk mengambil syal yang jatuh dekat kursinya.
“ Ini pasti syal Anda !” ujar orang itu dengan sangat yakinnya sambil meletakkan benda itu di meja.
Rania mengangguk kecil “ Terima kasih “
“ Tidak keberatan saya duduk di sini ? ”
Tanpa menunggu persetujuan Rania, orang itu sudah duduk dengan santai dan langsung melambaikan tangan pada pelayan café.
Tipikal orang yang punya rasa percaya diri tinggi. Umurnya mungkin sebaya denganku tapi aku hanya sejajar pundaknya bila berdiri di sebelahnya.  Dengan kombinasi garis wajah aristokrat serta tatapan sepasang mata yang teduh begitu, aku tidak heran jika sudah banyak gadis yang langsung jatuh hati pada pandangan pertama walaupun penampilannya tidak macho !
“ Apakah saya telah membuat anda teringat tentang seseorang ?” Rania tertawa kecil, kemudian berdiri “ Permisi, saya harus pergi sekarang!” Namun baru satu langkah Rania mengayunkan kakinya, sebuah telapak tangan yang halus mencekal pergelangan tangannya, “ Syal ini, apakah akan ditinggalkan begitu saja setelah hampir sewindu di simpan ?”
Dengan diliputi rasa heran yang tak bisa ditutupi, Rania kembali duduk lagi, dan mengamati orang itu dengan lebih seksama dan seperti tidak perduli dengan reaksi Rania, orang itu malah asyik mengaduk-aduk minuman pesanannya yang baru datang.
Apakah aku tampak begitu berbeda dan berubah sampai kau tidak mengenaliku lagi ? Atau memang kau sudah tidak ingat dengan diriku ?
Rania beralih mengamati syal sutra warna biru laut dengan motif bunga teratai yang ada ditangannya dan perlahan membaca tulisan yang tertera disudut syal itu: Dari  Ghana untuk Rania
“ Kenapa menatapku seperti itu ? Masih belum percaya kalau aku Lingga yang delapan tahun lalu adalah murid privat Mbak Rania ?”
“ Lingga si bocah bandel dulu itu……
“It’s me, makin cakep ya Mbak? “
Mungkin penampilan Lingga terlihat ada perubahan di mata Rania setelah hampir enam tahun tidak bersua karena Lingga melanjutkan kuliahnya di Ausie, tapi semua kebandelan dan usilnya tetap membekas dalam ingatan Rania, terlebih Lingga juga yang mempertemukannya dengan Ghana.  Seperti halnya Rania yang dulu menjadi guru les privat Lingga untuk pelajaran Kimia, maka Ghana adalah guru les privat yang mengajar Matematika dan Fisika. Ide dan skenario Lingga yang kemudian bisa membuat Rania dan Ghana jadian.
Hubungan kasih yang terjalin demikian indah, kompak, padu dan harmonis...demikian Lingga menyebutnya kala itu “ Sama-sama cinta pertama dan semoga yang terakhir ya...” demikian kalimat Lingga di saat party kecil menjelang dia berangkat ke Ausie. Ada yang berdesir perih mana kala fragmen kenangan itu hinggap pada sesosok lelaki bernama Ghana yang telah membuatnya tertawa bahagia dan luluh menangis untuk rasa yang sama: cinta !
Tapi tetap saja lekat
Diorama hati yang menangis kala melihat langkahmu
yang jauh dan semakin menjauh ketika itu
Adalah tawa dan luka yang bersenggama mesra,
duka yang mencabik segenap saraf sukma
dan palung kesunyian yang menghunjam di relung sanubari
“ Mbak, are you okay..?” Rania menarik bibirnya untuk menghadirkan seulas senyum terbaiknya, tapi justru ekspresi getir yang terlukis sangat jelas di wajahnya. “ Sudah tiga tahun lebih berlalu, mau sampai kapan Mbak Rania mengenggam erat semua kenangan Mas Ghana? Let him go, please..? ”
Semua orang juga bilang seperti itu, Ngga. Semua orang bilang aku tak boleh terus hidup dalam kenangan kebersamaanku dengan Ghana. Percayalah, aku juga ingin melakukannya, meneruskan hidupku dengan cinta baru meski tak akan pernah sama dengan cinta yang di berikan Ghana. Aku juga tahu, Ghana tentu ingin aku hidup bahagia meski tanpa kehadirannya lagi.
“ Meski hubungan kami terajut dalam jalinan long distance, namun Ghana dengan caranya bisa membuatku merasakan dia di dekatku meski tanpa kehadirannya langsung. Hanya bedanya dulu kami terpisah oleh jarak dan sekarang alam kehidupan yang berbeda, itu artinya Ghana masih tetap ada dalam setiap molekul udara dimana aku berada, Ngga…”
“ Mbak, cobalah melepaskan mas Ghana berada pada periode masa lalu…” Mendapatkan kenyataan bahwa orang yang demikian di cintai tak lagi bisa di miliki, bahwa kehadirannya ternyata hanya untuk jangka waktu yang singkat memang tidak mudah- amat sangat tidak mudah bahkan.
“ Aku yang menyebabkan Ghana meninggal, jika saja hari itu aku tidak minta dijemput…..ingin sekali aku melupakan peristiwa itu.”
“ Mbak Rania hanya perlu memulai tersenyum dan tertawa tanpa mengenang Mas Ghana. Tak ada yang menyuruhmu melupakan, hanya mulai sedikit demi sedikit mengisi hari-hari tanpa bayang-bayang Mas Ghana..”
“Tak perlu waktu lama untuk bisa mencintai Ghana, tapi untuk melupakannya……”
“Jangan bilang seumur hidup pun tak bisa untuk melupakannya” pintas Lingga cepat “No one ask you to forget him but start to realize he’s already belong to the past…”
 “ Kalau boleh jujur, aku juga tidak rela akan ada laki-laki lain yang kelak menempati posisi Mas Ghana kok. ” Aku tidak rela jika ada lelaki lain yang mencintaimu.
“Ghana tak pernah ingin aku mencintainya 100% atau 24 karat. Dia bilang bahwa aku juga harus mencintai diriku sendiri….” gumam Rania seolah bicara pada dirinya sendiri. “ Ghana bilang seberapapun aku mencintainya tetap harus mengutamakan untuk menjaga cinta pada diriku sendiri karena kebahagiaanku tidak boleh ditentukan oleh variable di luar diriku….”
“ Setiap akhir dari sesuatu merupakan awal untuk hal yang baru dan sebuah cinta yang berlalu sejatinya tidak benar-benar sirna hanya mengalami perubahan bentuk kan Mbak?”
“ Kamu bisa saja, gak sekalian kamu determinasikan dalam integral?” Rania tersenyum “Aku tak akan bertanya bagaimana kamu bisa menemukanku, sama seperti aku tak pernah bertanya bagaimana kamu dulu bisa mengatur strategi aku dan Ghana bisa saling jatuh cinta. Yang jelas, terima kasih sudah menjadi saksi perjalanan cinta kami ”
Rania mengambil tasnya dan melipat syalnya kemudian di letakkan di depan Lingga. “ Sebagai langkah memulai, bisa aku minta tolong menyimpan syal ini sementara waktu kan?”
“ Siap, dengan senang hati dan penuh perhatian aku akan menyimpan syal ini untuk cinta kalian”
“ It’s time to start love him with another way and new version “ Ujar Rania mantap sesaat sebelum berpamitan untuk meninggalkan café duluan seiring rintik-rintik sisa hujan yang menyusut berganti kemilau cahaya lampu-lampu yang sudah menyala di pinggir-pinggir jalan.
Melodi yang mengalun tanpa nada
Meski gelisah semakin menyesap bersamaan tetes-tetes hujan
Yang turun teratur merata
Maka pedih dan perih hanyalah warna lain dari tawa
Sedihku tanpa kata, hanya sedikit sunyi
Semacam tetes air  yang menagih pelangi pada langit
Sedihku tanpa kata, perihku tanpa suara
Denting kesepian menamparkan kenyataan
Hidup selalu membawaku pada pilihan-pilihan lain
dalam pilihan itu
Suka atau tidak suka, Mbak Rania  harus mulai menerima bahwa kehadiran Mas Ghana memang hanya untuk periode yang sudah usai ceritanya. Sudah tak ada lagi cerita yang bisa di jalani kecuali menata ulang hati dan perasaan Mbak Rania untuk membangun bahagia tanpa Mas Ghana bersama siapa pun yang nanti akan datang untuknya. Bukan hanya karena ini amanah Mas Ghana di email terakhirnya tapi juga karena kini kusadari jika rasa perduli dan sayangku padanya telah beruba, membawaku pada pilihan untuk menjadi lelakinya.




Read More - Kidung Cinta Rania

[Sekilas] Photoblog Machinami

Ide Photo blog yang diusung oleh  Mr. Minoki Shoh memang masih tergolong baru di ranah blogsphere. Dan sepertinya  Bismillahirrahmaanirrahiim belum banyak blog yang mengangkat tema utama postingan serba foto dan foto. Secara umum, para pengguna blog masih cenderung dengan content blog yang berisikan rangkaian kata-kata. Kalau mau nayangin foto-foto, fokusnya masih pada media sosial yang bernama Instagram kan? Artinya susunan kalimat yang menjadi power engineering sebuah blog, sedangkan foto sebagai unsur pelengkap atau pendukung yang menguatkan isi/tulisan yang dipublish. 


Pemandangan di Venice - Italia
Keberadaan foto yang lebih dominan dalam blog, inilah content dari machinami.biz. Mayoritas isi blognya bertaburan foto-foto yang ciamikkk yang merupakan hasil travelingnya baik di Jepang maupun around the world. Obyek yang di foto sepertinya biasa, hal-hal yang sering kita jumpai di sekitar kita: gang, pasar, taman, jalanan, sawah, parit. Tapi berhubung Pak Minoki Shoh ini memiliki instinct fotographer yang tajam, dan di dukung dengan “senjata” yang mumpuni yaitu kamera mirrorless, Olympus OM-D E-M5, E-M1 dengan panjang Lensa fokus tetap dan dengan lensa zoom yang MEMILIKI sudut lebar dan rasio daya variabel tinggi, sehingga nilai F pada akhir sudut lebar sekitar 2,0-2,8, plus pula beliau bisa membidik target dengan angle yang berbeda dan didapatlah foto-foto yang luar biasa. 

Pada beberapa foto, memang ada prolog tapi jumlahnya tidak banyak dan sifatnya sebatas sebagai informasi standar terkait foto-foto yang di publish dalam sebuah entry. Keindahan karya foto-foto di blog machinami ini terlihat tajam dan mampu bercerita lebih banyak daripada tulisan saya ini bagi siapa saja yang berkunjung ke blog tersebut. Apalagi di dukung dengan pilihan template yang simple: Warna dasar hitam, font putih dan tak ada widget komersil, tampilan blog pun kian terlihat elegan karena gak banyak tempelan widegt kayak blog saya ini neh. 


Sepertinya machinami.biz ini pada awalnya ditujukan dalam rangka dokumentasi hasil travelingnya *my own opinion*, kemudian mengalami proses dan bermetamorfosa jadi blog yang inspiratif, terutama bagi yang hobi fotografi dan suka  berhemat kata-kata. Setidaknya, menurut analisa Mbak Yuniari Nukti, blog ini sudah memiliki PR 3 dan alexa yang ramping ping di kisaran 10 ribu lhoh? Minoki Shoh sangat cerdas membuat ide postingan blog. Meski foto yang diunggahnya sederhana, tapi dengan angle yang tepat, foto-foto itu akhirnya memiliki value fotografi yang excellent dan mahal tentunya karena ongkos keliling dunia kan mahal untuk ukuran saya, kecuali ada yang jadi sponsor lhoh? Hehehe…

Eh, ngomongin machinami yang berbasis dari hasil traveling, saya kok jadi ingat blog traveling Beontheroad.com, kebetulan saya pernah ketemu empunya blog pas di stasiun Karangasem - Banyuwangi. Punya orang India, tepatnya cowok karena saat ketemu Mas Bro Sankara masih single sih. Aseli, blog dan seisinya kereeeeeennn bingits. Ups….kok saya malah OOT2 ~ out of the thema ya ke blog yang lain *eror fokus*
Ini  jepretan di pasar loh? *bukan dari machinami*
Foto candid: belajar jepret human interest [hasilnya ngeblur]
Siapa neh yang terinspirasi untuk membaut blog baru bergenre Photoblog seperti machinami.biz? Gak perlu minder jika kameranya masih belum sekelas punyanya Minoki Shoh, kan menurut para fotografer : Still men behind the gun, artinya alat secanggih apapun tetap kita [manusia] yang mengoperasionalkannya, tetap kita yang memutuskan kapan akan menjentikkan jari telunjuk dan byar byar byar….*blitz menyala*
So, teuteup kan every decision is depend on ourself?




Read More - [Sekilas] Photoblog Machinami

LenovoA6000: Smartphone Mewah Harga Murah

Ketika saya cerita ke Suami Bismillahirrahmaanirrahiim jika Lenovo melaunching handset baru yaitu LenovoA6000, suami saya langsung antusias. “ Regone piro?” itu pertanyaan pertama yang spontan disampaikan Abi. 
Kisaran 1,5 s.d 2 juta tuh Bii ?” jawab saya singkat, padat dan jelas. Kenapa saya jawab kisaran segitu, kan kalau belinya di Lazada sering ada obralan diskon tuh.
Walah, lha lebih murah lagi dari Lenovoku ini ya?” kalimat Abi terbalut nada kaget sambil memandangi Lenovo S650 yang sudah setahun ini menjadi device komunikasinya. “ Spesifikasinya apa sama kayak Xiaomi Redmi 2 ?” 
Wiiih kemajuan banget, Abi tumben mengikuti perkembangan produk IT sampai tahu ada Xiaomi Redmi2 juga?”
“ Lha kalau lagi nganggur di kantor, kan sesekali baca-baca berita yang muncul di Gugel, kan ada tuh promonya si mbak Redmi juga. “
Jika di pretheli, kedua handset tersebut memang terlihat memiliki spesifikasi yang nyaris sama Bi. Catet: NYARIS loh? Jadi tetap ada perbedaan Spec yang membuat Lenovo A6000 lebih unggul daripada Xiaomi Redmi 2

Penampakan Lenovo A6000 (CREDIT)
Memang kedua handset yang merupakan smartphone LTE besutan pabrikan Cina ini menawarkan harga yang ramah, yaitu di kisaran IDR 1,5 s/d 2 juta. Dengan harga yang beda tipis, tentu kita tetap lebih suka memilih produk yang spesifikasinya lebih unggul kan? Saya perlu memberi penegasan NYARIS karena Lenovo A6000 memiliki spesifikasi yang lebih unggul dibandingkan Xiaomi Redmi 2. 

Bisa dilihat jika kedua smartphone ini dilengkapi fitur yang mirip saudara lembar. Selain harga yang sangat bersaing, kedua smartphone ini pun memiliki fitur dan spesifikasi yang bisa bikin galau untuk memilah dan memilih yang mana. Tapiiii…tidak akan pernah suatu jenis produk yang berasal dari pabrikan yang berbeda memiliki perform yang exactly sama seperti di kloning. Setidaknya ada 4 keunggulan yang dimiliki Lenovo A6000 dibandingkan Xiaomi Redmi 2. 

Jenis Layar Lenovo adalah IPS capacitive touchscreen A6000 memiliki bentang 5.0 inch dengan resolusi 720 x 1280 pixel, memiliki kualitas HD sehingga sangat ergonomis bagi mata penggunanya.  Sedangkan layar Redmi2 lebih kecil yaitu 4,7 inch 720p. Untuk ukuran layar yang lebih besar tapi Lenovo A6000 ini tetap lebih unggul pula dari segi dimensi yaitu: 141 x 70 x 8.2 mm, jadi masih lebih tipis dan modis dibandingkan dimensi Xiaomi Redmi 2 yang memamerkan ukuran dimensi 134 x 67,2 x 9,4 mm.

Elegan dengan tampilan layar 5 inch dan bodi yang ramping, Lenovo A 6000 juga memiliki berat yang lebih enteng yaitu 128 gram (4.52 oz), sedangkan beratnya Xiaomi Redmi 2 adalah 133 gram. Biasanya layar yang lebih lebar menjadi salah satu keborosan batery kan ya? Tapi Lenovo A6000 sudah sedemikian rupa di desain untuk mendukung performance prima karena dilengkapi dengan baterai Li-Ion yang memiliki sumber tenaga medium yakni 2300 mAh. Sedangkan Xiaomi Redmi2 hanya memiliki baterai berkapasitas 2300 mAh.

Dari hasil gugling, berikut ini ringkasan sederhana untuk spesifikasi dari kedua jenis handset yang sudah laris manis sejak hari pertama di launching di bulan Januari lalu.


Dengan melihat, mencermati dan menimbang-nimbang Lenovo A6000 yang memiliki 4 point keunggulan dibandingkan Xiaomi Redmi2, tentu Anda tak perlu galau lagi jika hendak membeli smartphone Lenovo A6000 ini kan? Apalagi Lenovo A6000 akan segera rilis resmi di Indonesia, yang secara exclusive akan dijual di LAZADA di bulan Maret ini. Maka sangat mungkin harga Lenovo A6000 ini akan dapat jatah diskon sehingga harganya MUNGKIN SAJA bisa lebih murah lagi dari Xiaomi Redmi2. *ngarep*. So, pantengin terus update-nya di portal belanja on line terbesar di Indonesia ini.

Eenng iing eenng…ternyata suamiku jadi speechles menyimak perbandingan Lenovo A6000 VS Xiaomi Redmi2. Seperti ada rasa gak rela kalau seri terbaru Lenovo A6000 smartphone mewah harga murah, lebih murah dari handset yang saat ini dipakainya. Ahaaaa….jangan-jangan si Abi mulai kepikiran untuk meng-update ponselnya neh? 

Bagi yang mulai kepikiran untuk belanja smartphone…..silahkan dipertimbangkan untuk pilih Lenovo A6000 yaaaa…..*promosi MODE ON* 



                   ♠♠ Facebook | Twitter | Instagram | Linkedin 





Read More - LenovoA6000: Smartphone Mewah Harga Murah