ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Mengenal dan aktif nge-blog, secara linear membawa saya pada kebutuhan baru, yaitu alat untuk menulis alias Laptop. Kenapa saya sebutkan Laptop karena Bismillahirrahmaanirrahiim awal saya kenal dunia blogging di kisaran tahun 2009 dan semkain aktif di nge-blog di tahun 2010. Sehingga akan aneh bin ajaib jika saya tetap mengandalkan nebeng ngetik di komputer kantor kan? Dengan alasan mobilitas, kala itu saya masih tinggal di Banyuwangi dan at least sering mudik di akhir pekan serta cukup sering lng trip dalam rangka kerjaan, jadi saya lebih MEMBUTUHKAN sarana tulis menulis yang sifatnya portable yaitu Laptop alias Notebook.  Saya mengacu pada dua hukum pengadaan barang: Kebutuhan dan kemampuan. Setidaknya sampai saat ini, default alasan saya untuk membeli sesuatu, termasuk Notebook dan gadget lainnya adalah karena Membutuhkan dan Memang mampu membeli. Dua alasan ini Alhamdulillah terpenuhi kala saya berada pada status membutuhkan Notebook ditahun 2010 itu. Maka saya perlu selektif memilih merk notebook yang sesuai dengan daya beli saya kan? 

Saya juga pengen dunk punya notebook yang high specificition dengan harga terjangkau pastinya? Oleh karena gaptek soal produk IT, saya pun mendaulat seorang free consultant khusus untuk menemukan jenis laptop yang high class and low price. Bertanyalah saya pada sang keponakan tercinta yang kemudian mengajak saya hunting notebook, dimana saat itu nyaris semua counter yang ada di mall IT terbesar di Surabaya itu kami masuki demi mendapatkan perbandingan harga dan spesifikasi notebook yang eligible. Hasilnya, setumpuk brosur dari berbagai produsen laptop, notebook dan netbook yang malah bikin saya galau bin pusing. Blank total untuk memahami rincian yang tercantum di brosur, mulai dari Processor, Motherboard, RAM, HDD, Operating System, CPU, Wireless, display, USB, Camera, dan lain-lain dan sebagainya. Walaupun si Andri sudah ngasih penjelasan fungsinya dan masing-masing kelebihan dari komponen tersebut, toh saya masih mlongo dengan sukses.

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Singkat cerita, akhirnya Andri yang saya minta mengerucutkan pilihan “ dari sekian banyak merk notebok dan Laptop ini, menurutmu mana yang lebih preferabble untuk kupilih?”. Saat itu Andri menyebutkan 3 jenis merk papan atas [versi analisis keponakan saya tentunya] dan salah satunya adalah produk merk Asus. 

Karena Lek But [nama panggilan saya dari para keponakan] pengennya high spec tapi budgetnya gak mau lebih dari 3 juta, saranku ya pilih Notebook Asus “.
“ Ini pertimbangan obyektif apa karena subyektifitas agar aku ikut-ikutan beli merk Asus kayak laptopmu itu?” Maklum, Andri termasuk user loyal-nya Asus tapi yang ukuran 14 inch [Asus tipe U38N] karena dia membutuhkan notebook sebagai sarana kerjanya di mining  untuk aplikasi grafis, juga untuk penyaluran hobinya sebagai gamer “ kan kerjaanku lebih banyak di hutan belantara, jadi refreshingnya yang nge-game tho?” 
After all, resume penjelasan dari Andri yang saya pedomi sebagai alasan primer dalam memilih notebook hingga akhirnya menjadikan ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku adalah:
  1. Yang pertama dan utama, tentu saja dari segi harga. Dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari brand lain, harga Notebook Asus lebih akrab dengan ukuran daya beli saya.
  2. Tawaran garansi yang diberikan asus paling oke, yakni 2 tahun lho? Dengan durasi garansi yang lama ini, tentu membuat saya nyaman dan confident kalau assemblingnya Asus Eligible for long term. 
  3. Dari pengalaman Andri, Asus lebih awet dan tahan uji sehingga tidak perlu HECTIC untuk berganti laptop dalam durasi waktu yang cukup lama, selama statusnya masih oke ya gak perlu ganti laptop baru lagi kan? [karena sebelum menggunakan Asus, dia sudah pakai sebuah merk lain, jadi sudah ada bahan pembanding merk laptopnya].
  4. Kehandalan Motherboard yang dimiliki ASUS menjadikan notebook Asus memiliki performa yang prima dalam jangka waktu lama. Buktinya NOtebook Asus warna putih yang saya beli di tahun 2010, tetap full support untuk perkuliahannya Ika dan hingga saat ini masih prima mendukung penyusunan skripsinya Ika.
  5. Testimoni para pengguna Asus yang saya kenal, secara seragam menyatakan jika daya tahan baterainya sangat bisa dihandalkan, jika ngutip penjelasan Andri sih karena Asus menggunakan Super Hybrid Engine Nvidia Optimus Technology sehingga daya tahan bateri notebook ASUS lebih lama.
  6. ASUS Merupakan merk yang pro pada go green [maklum sebagai orang yang berbasis Lingkungan jadi faktor go green pun termasuk dalam pengamatan Andri],  yang dibuktikan dengan jadi pelopor di dunia meraih sertifikat EU Flower Eco untuk PC dan EuP certificate untuk jenis notebook
Sebenarnya masih banyak penjelasan lainnya terkait kelebihan spare part notebook Asus dan bagi saya point-point diatas merupakan alasan yang representatif Mengapa memilih merk ASUS ketimbang merk lain.

JIKA dihitung dari awal saya memilih Notebook ASUS di tahun 2010 hingga sekarang, berarti tahun ini memasuki tahun ke-5 [lima] saya menggunakan Notebook Asus untuk mendukung aktifitas pekerjaan dan aktulitas nge-blog serta ber-sosmed ria. Notebook Asus pertama saya adalah seri EeePc warna putih di tahun 2010, saat itu kebetulan sedang ada pameran Laptop dan Notebook di DBL [depannya Graha Pena- Surabaya] dan saya pilih warna putih, dapat bonus soft case dan screen guard. Notebook tersebut kemudian saya hibahkan pada Ika sekisaran akhir tahun 2011. “My Asus still very fine, Aunty” demikian jawab si Ika saat saya minta untuk motoin penampakan Notebook Asus yang dipegangnya tersebut. 
Notebook Asus Pertamaku:  Seri EeePC Putih
Notebook Asus Pertamaku:  Seri EeePC Putih
[masih kinclong jika screen guard dilepas]
Walaupun di kantor sudah tersedia PC tersendiri di meja kerja saya, plus beberapa PC di ruangan Laboratorium, tapi saya merasa ada yang kurang tanpa notebook pribadi. Awal 2012, saya pun memutuskan untuk membeli notebook lagi dan pilihan saya tetap pada merk Asus dengan seri masih EeePc tapi kali ini saya jatuh cinta dengan warna ungu dengan permukaan yang bergelombang [anti gores] sehingga tak perlu lagi screen guard untuk permukaan luarnya dan saya menamainya My Lovely Purple Asus.
My Lovely Purple Asus
My Lovely Purple Asus
Seperti Asus sebelumnya, Asus ungu inipun jadi barang favorit yang saya bawa kemanapun pergi, tiap hari saya bawa ke kantor, kalau mudik menyertai saya menyapa kampung halaman nan indah permai di Lamongan sana dan kemanapun saya bepergian yang sifatnya menginap, notebook tersebut merupakan barang yang WAJIB saya bawa selain dompet dan Handphone. Hingga kemudian peristiwa tragis terjadi, notebook ungu tercinta saya hilang saat perjalanan dari Yogyakarta menuju Banyuwangi yang saya tuangkan dalam postingan Kecopetan [My lovely] netbook.

Setelah tragedi kehilangan Notebook Asus Ungu tersebut, selang dua bulan kemudian saya bertekad bulat dan menyisingkan lengan baju untuk bisa membeli Notebook lagi, karena harapan untuk menemukan kembali si Asus Ungu sudah melewati batas toleransi. Then, this is my next Notebook  Asus VivoBook X201E yang saya beli saat ada tugas ke Jakarta, dan tetap dengan standart budget dibawah 3 juta, yaitu seharga Rp. 2.950.000,- dengan mendapatkan bonus screen keyboard, mini fan dan mouse. Sebenarnya saya bersikukuh pengen beli yang sama persis dengan Asus Ungu sebelumnya, tapi saat itu stock lagi kosong, kemudian ditawari tipe VivaBook X201E ini dengan level specification yang lebih tinggi. Nah, jadilah saya mantap memilih Asus tipe VivaBook X201E yang sampai saat ini tetap dalam kondisi prima.
Asus X201E
Saya dan Asus X201E [yang sekarang]
Kelebihan-kelebihan notebook Asus yang saya rasakan selama menggunakannya, sehingga saya yakin dan setia memilih Asus, bisa saya ringkas sebagai berikut:
  1. Mulai dari desain monitor, keyboard, touch pad, varian warnanya, yang kesemuanya memenuhi aspek Ergonomi sehingga membuat saya nyaman meskipun menggunakannya dalam durasi lama sekalgus confident saat membawanya kemana-mana. 
  2. Tingkat usability yang tinggi yang berdampak kalau dirumah jadi ‘rebutan’ anak-anak yang prefer untuk memakai My Lovely Notebook Asus X201E ini walaupun sebenarnya ada satu laptop merk non ASUS yang anteng dirumah. 
  3. Daya simpan baterai Asus termasuk super hemat, hal ini sangat membantu mengingat notebook Asus saya ini juga ikut beredar kemanapun saya bepergian.  Kondisi perjalanan yang lama atau ketika secara tak terduga mengalami delay berjam-jam di bandara, dengan membawa notebook Asus tetap bisa aktif on line tanpa perlu ribut cari power suply buat ngisi baterai Notebook. Atau juga saat listrik padam saat jam kerja sedangkan pekerjaan tetap harus diselesaikan sesuai jadwal, maka kemampuan baterai untuk on line lebih lama ini sangat-sangat membantu. “ Wah, enak ya Mbak baterai notebooknya Mbak Ririe tahan lama getu?” demikian komentar seorang teman kerja yang puyeng saat menddadk listrik padam dan tidak ada genset, sedangkan baterai notebook-nya ngedrop padahal baru dipakai sejam [notebooknya juga baru berusia setahun] 
  4. Selama saya memakai Notebook Asus, kartu garansinya tetap kosong karena sampai masa garansi habis, notebook saya tidak mengalami kerusakan yang serius. UNtuk NOtebook seri EeePC yang saya beli tahun 2010 dan saat ini digunakan keponakan saya [Ika],  hanya sekali di re-install, itupun karena terkena virus yang berasal dari human eror yaitu USB stick yang connect ke notebook ganti-gantian dengan punya temannya.
Kelebihan lainnya adalah, secara tidak langsung dan tidak kentara sejak saya menggunakan Notebook Asus berasa jadi brand ambasador Asus lho? Lha sewaktu masih di LPPMHP Banyuwangi dulu, beberapa teman kantor mengacu pada alasan-alasan saya memilih notebook merk Asus. Setidaknya ada tiga orang yang  finally memutuskan untuk membeli notebook Asus, dua orang memilih tipe persis seperti punya saya [EeePc dan X201E] dan  teman yang satunya beli Asus untuk anaknya yang baru masuk kuliah, dia pilih Asus dengan tipe yang berbeda dari punya saya [yang saya ingat pilih Asus warna pink dengan layar 12 inch]. 
Kehadiran Laptop ASUS di beberapa kesempatan [yang sempat terdokumentasi]
Dan karena pengalaman saya yang baik-baik saja selama menggunakan notebook merk Asus, maka selaku pembuat rencana pengadaan barang, saya pun memasukkan spesifikasi yang mengarah ke Notebook Asus manakala membuat usulan untuk pengadaan laptop baru di kantor. Karena tidak boleh mneyebutkan merk dalam proses usulan pengadaan, maka saya secara sok bijak memasukkan spesifikasi Laptop bermonitor 14 inch, prosesor Intel Core i5-2430M, Ukuran Hard Drive: 750 GB,  memory 4GB DDR3, dengan mencantukan estimasi harga pada kisaran harga merk Asus. Dengan demikian, saat proses pengadaan barang maka pihak penyedia jasa tentu akan mengkonfirmasi lagi,  “Laptop dengan spesifikasi seperti itu dengan alokasi budget sekian, enaknya dibelikan merk apa ya Bu?”. Tidak ada tendensi untuk mengambil keuntungan apa-apa, selain harapan agar pengadaan Laptop di kantor punya Usability yang tinggi dan tahan lama sehingga bisa menghemat anggaran kan? Beberapa fakta lain yang relevan dengan judul yang saya sematkan dalam postingan “ ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku” adalah:
  1. Di tempat kerja saya yang sekarang, tepatnya di kalangan teman kerja yang sebidang, dari lima orang yang biasa mencangklong notebook pribadinya ke kantor, tiga orang merupakan pengguna Asus dan rata-rata mereka sudah menggunakan Notebooknya tersebut lebih dari dua tahun. Gambar asusku dan mas Agung 
  2. Di kalangan mahasiswa pun, notebook merk Asus menjadi favorite, salah satu mahasiswa yang belakangan ini riwa-riwi ke kantor untuk mengerjakan skripsi-nya, dia juga menggunakan notebook Asus seri EeePc warna pink yang dibelinya tahun 2010 ketika mengawali lembaran jadi mahasiswa di UGM. “ Lha Asus harganya terjangkau oleh mahasiswa, spec-nya compatible dengan kebutuhan untuk menggambar teknik dan baterainya tahan lama serta gak mudah hang, Mbak” demikian jawabnya ketika saya tanya alasannya memilih notebook merk Asus. Menurut Puji ini pula, teman-temanya juga banyak yang menggunakan Asus. 
  3. Di kalangan pelaku usaha IKM/UMKM, notebook merk Asus cukup populer. Minggu lalu saat ada kegiatan partnership dengan pihak Telkom dalam rangka meningkatkan dan memperlebar pemasaran produk IKM/UMKM, Telkom melaunching aplikasi market place yang dikhususkan untuk pelaku usaha berskala kecil – menengah tersebut. Sepengamatan saya, dari 50an peserta yang hadir, sekitar 10% peserta menggunakan notebook Asus, termasuk juga narasumber dari pihak Telkom yang memakai Laptop Asus untuk menyampaikan paparan materinya. 
Kiri: mahsiswa UGM sedang konsultasi  terkait data perindustrian;
Kanan: 3 Asus di tempat kerja sekarang/Yogyakarta
Jadiiiiii……….secara general bisa saya sebutkan bahwa variabel Low price for high quality, masa garansi 2 tahun, baterai yang tahan lama, motherboard yang bandel/gak gampang rusak,  menjadi alasan yang seragam dari sekian user Laptop/notebook yang saya temui menjatuhkan pilihannya pada merk ASUS. Maka bisa dunk jika saya berkesimpulan ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku, juga Notebook Terbaik dan Favorit berbagai kalangan masyarakat pengguna produk IT Notebook dan Laptop.

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku 
diikutkan dalam ASUS Blog Contest

Read More - ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Sekilas Review Sinetron Versi Anak SD

Secara lengkapnya, tulisan ini merupakan bahan pidato Aida yang sepekan ini Bismillahirrahmaanirrahiim menghadapi ujian praktek untuk masing-masing mapel di sekolahnya. Ujian praktek untuk pelajaran Bahasa Indonesia adalah pidato dengan tema bebas. Saat Aida minta saran tema apa yang akan dijadikan bahan pidato, saya balik bertanya: “ Apa dari sekolah gak ngasih pilihan tema tho?”
“ Gak ada Bund, teman-temanku ada yang pilih tema pendidikan, globalisasi, baca puisi….”
“ Terus Aida pengennya praktek apa untuk B. Indo lho?”
“ Gak tahu Bund…?”
“ Gimana kalau ambil tema tentang tayangan TV
?” saya mencoba memberi clue yang sekiranya bisa membuat Aida terpancing dapat ide.
Acara Televisi ya Bund? Tentang apanya dong?”
“ Banyak kan yang bisa dijadikan bahan? Tetapkan saja, Aida mau pidato atau baca puisi?”
“ Kalau pidato, tapi ambil tema tentang tayangan TV…..yang mau ta sampaikan soal apa ya Bund enaknya
?”
Singkat cerita, saya mengarahkan Aida untuk mencermati tayangan sinetron yang banyak mengambil latar cerita tentang anak sekolah dan bersegmen dunia remaja dengan memberikan clue berupa pertanyaan-pertanyaan semisal: Kalau sekolah dengan model pakaian seperti itu, gimana? Cara bersikap pada teman yang mengejek/menjelekkan itu dampaknya apa bagi anak-anak sekolah? Bagaimana dengan sedikitnya kegiatan sekolah dibandingkan cerita tentang rebutan cowok/cewek, adegan-adegan yang identik dengan penamaan ‘pacaran’,?  Penggunaan aksesoris yang berlebihan, cara bersikap dan bertutur kata anak pada ortu atau orang yang lebih dewasa….bla..bla..bla..
Dan hasilnya tertuang dalam draft pidato tentang tayangan yang mendominasi acara-acara di televisi, terutama sinetron yang pada kenyataannya cenderung mengabaikan banyak hal yang seharusnya menjadi tontonan yang memiliki nilai-nilai tuntunan khususnya bagi pemirsa yang berusia remaja atau anak sekolahan. Inilah beberapa hal yang jadi resume untuk inti praktek B. Indo-nya Aida:
  1. Banyaknya adegan bullying. Adegan bullying adalah adegan yang mempertontonkan tindakan untuk mengejek dan olok-olokan dengan nada melecehkan atau menghina, misalnya: sisi kekurangan teman dijadikan bahan sindiran untuk menjatuhkan mental sehingga sindiran itu dapat mengakibatkan teman tersebut kehilangan rasa percaya diri.
  2. Cara berpakaian yang minim. Minim dalam artian pas-pasan, sehingga ada bagian tubuh yang seharusya tertutup pakaian tapi dibiarkan terbuka. Misalnya: banyak artis wanita yang berperan sebagai siswa memakai rok 10 cm diatas lutut bahkan bisa lebih tinggi dari itu. Fenomena yang demikian bisa menjadi pembenaran anak-anak sekolah untuk berpakaian yang serba minim tak hanya saat ke sekolah tapi juga dalam kesehariannya tanpa perduli lagi nilai-nilai kesopanan dan orma berbusana yang syar’i.
  3. Adegan mesra-mesraan atau yang lebih dikenal dengan istilah pacaran. Adegan tersebut lebih mendominasi jalan cerita sinetron daripada kegiatan belajar mengajar dan ekskul. Akibat dari adegan tersebut  muncul anggapan di kalangan naak-anak sekolah kalau pacaran sebagai hal yang nge-trend dan mengesampingkan urusan sekolah yang sebenarnya menjadi tugas utama sebagai pelajar. Akibat lainnya, dengar-dengar anak SD pun sudah ada yang berani pacaran padahal dri segi usia kan masih anak-anak banget.
  4. Penggunaan make up dan aksesoris yang berlebihan saat bersekolah Akibatnya banyak anak sekolah terutama anak perempuan yang meniru dan memakai make up dan aksesoris secara berlebihan saat bersekolah walaupun beresiko melanggar peraturan dan disiplin sekolah hanya karena ingin di anggap  gaul dan trendi.
  5. Cara bersikap dan bertutur kata yang tidak sopan. Bicara sesuka hati, berteriak-teriak saat bicara dengan teman, pada orang tua atau orag lain yang usianya lebih tua. Misal, percakapan anak pada orang tuanya yang mengabaikan tata krama.
  6. Gaya hidup bermewah-mewahan [Hedonis]. Shopping/jalan-jalan di mall, aneka gadget mahal, mobil mewah sebagai sarana transportasi ke sekolah dan pernik-pernik lain yang menyimbolkan gaya hidup mewah telah menjadi barometer banyak remaja untuk menghalalkan berbagai cara demi bisa mendapatkan fasilitas kemewahan.
Untuk versi asli olah kalimat Aida seperti tampak dalam tulisan tangannya. Dan setelah membuat draft ketikan untuk dikumpulkan, Aida menyerahkan tulisannya pada saya untuk dipermak lagi. Khususnya untuk yang ke-6 di atas, sengaja saya tambahkan di postingan karena pas ngasih arah-arahan pembuatan pidato, point tersebut terlewatkan.
Mau posting tentang materi sinetron yang bertemakan anak sekolah ya Mbak?” tanya Mas Agung, teman kantor yang meja kerjanya tak jauh dari tempat saya.
Hehehhee…ini draft ketikan bahan pidato Aida, untuk ujian praktek B. Indo mas…”
Lho, bukan untuk postingan ya? Hemmm….untuk ukuran anak SD, bagus juga isi naskah yang dibuatnya. Sudah paham soal bullying pula ?
Aku arah-arahin Mas, ta kasih kisi-kisi dan penjelasan secara garis besarnya gettu. Aida yang membuat uraiannya. Nah ini aku finishing tata kalimatnya
“ Sipp tuh Mbak, sekalian membimbing anak untuk kritis memilih tayangan TV tanpa menggunakan kalimat larangan ”
“ Semoga saja, kemarin habis bikin ini…Aida nylethuk: brarti gak usah sering lihat sinetron ya Bund, buang banyak waktu, bikin capek mata tapi malah pengaruhnya buruk ya
?”
Al hasil, kebetulan sudah ada hasil ketikan versi soft-nya, ya sudah diposting saja di blog sekalian deh.

At least BUT NOT LAST: Selamat berPESTA DEMOKRASI….mengutip tulisan Emha Ainun Nadjib terkait dengan PEMILU ini:
  • Setiap pengambilan keputusan, termasuk hal Pemilu, ahsan wa afdhal jika dilakukan sendiri secara mandiri, sebagai al’abd al-baligh (hamba Allah yg dewasa) dan al-khalifah al’aqil (khalifah Allah pengguna akal).
  • Akan memilih atau tidak, dianjurkan malam sebelum hari-H melakukan tafakur, shalat istikharoh dan shalat tahajjud, memohon petunjuk Allah dan mewiridkan berulang-ulang “Ya Hadi Ya Mubin” semampunya.
  • Khusus untuk Jamaah Maiyah, ahsan wa afdhal jika malam itu sebelum tidur melaksanakan Doa Tahlukah.
  • Jika pagi hari-H mengambil keputusan untuk tidak memilih (karena keyakinan atau pandangan yg dipercaya sudah matang) dianjurkan untuk shalat Dhuha 7x (14 roka’at), membaca “Qul in dholaltu fainnama adhillu ‘ala nafsi, wa inihtadaitu fabima yuhiya ilayya Robbidiakhiri istighfar sebanyak2nya sesanggupnya.
  • Jika mengambil keputusan untuk memilih, dianjurkan untuk memilih pihak yang paling diharapkan (berdasarkan pengalaman dan sejarah calon pemilih terhadap yg diharapkannya itu), meskipun tidak dimengerti benar karena terbatasnya informasi tentang pihak yg diharapkan itu. Dengan anjuran: sejak dari rumah hingga saat-saat menunggu giliran memilih, maupun ketika akan melaksanakan pilihan di dalam ruangan — mewiridkan (berbisik-bisik atau dengan hati) “wamakaru wamakarallah wallahu khoirul Makirin”.
  • Setiap hamba Allah berhak penuh untuk menerima dan melaksanakan anjuran ini, juga berhak penuh untuk menolak dan mengabaikannya. Bagi teman-teman yang tidak mungkin menggunakan anjuran-anjuran ini karena berbeda idiom dan prosedur keagamaannya, mohon diapresiasi dimensi rohaniahnya.
  • “Man-yahdillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah” [ Barangsiapa Allah memberikan petunjuk, maka dia tidak akan tersesat. Dan barangsiapa yang Allah tidak memberikan petunjuk kepadanya, maka tidak seorang pun yang mampu memberikan petunjuk untuknya]
Tulisan Cak Nun: ANJURAN SIMBAH
Read More - Sekilas Review Sinetron Versi Anak SD

Perduli Lingkungan, Perduli Kelestarian Penyu

Earth Hour sebagai bentuk kampanye #IngatLingkungan yang sudah cukup luas dikenal dan saya yakin sudah banyak yang berpartisipasi, semoga Bismillahirrahmaanirrahiim gerakan tersebut tak hanya sebatas gerakan sejam mematikan listrik tapi sudah menjadi kebiasaan untuk menyalakan listrik yang dibutuhkan dan matikan listrik yang tidak diperlukan. Dan semalam saat saya menemani anak ke toko buku, secara kebetulan bertemu dengan stand WWF Indonesia yang sedang mengkampanyekan program untuk publik  agar menjadi donatur berbagai kegiatan konservasi alam di Indonesia yang berlangsung kontinyu setiap tahun. Dengan menyempatkan menyimak penjelasan relawan WWF terkait program tersebut, saya pun mendaptkan informasi mengenai  project WWF Warrior untuk 4 jenis binatang yang saat masuk daftar top list satwa langka yang terancam punah yaitu: Gajah, Harimau tutul, Penyu dan Orang Utan.
Mbak suka nulis gak?” tanya si Mas WWF setelah saya menyerahkan formulir donasi.
Memang kenapa Mas? WWF bikin kampanye versi tulisan juga ya?”
Bener banget Mbak, lomba menulis  dengan tema Blogger Peduli Lingkungan. Tapi kalau mau ikut, buruan nulis karena sudah limit waktunya, hehehehe…
Spontan tertarik pengen ikutan dan sekaligus blank gak ada ide mau nulis apaan begitu mendengar info lomba menulis di Blog yang diselenggarakan WWF Indonesia bekerjasama dengan BLOGdetik.
Dari ke empat jenis satwa yang menjadi priority project WWW Warrior, penyu-lah yang pernah saya kunjungi lokasi penangkarannya di Tanjung Benoa [yang terkenal dengan sebutan Pulau Penyu] dan yang belum lama saya dan beberapa teman menyempatkan nge-camp di Sukamade melihat secara dekat konservasi Penyu di sana. Maka tulisan ini saya beri judul Perduli Lingkungan, Lestarilah Penyu.

Sekilas Fakta mengenai Penyu si binatang purba.
Penyu adalah binatang laut yang sudah ada sejak 150 juta tahun lalu, bahkan sebelum dinosarus ada. Termasuk ke dalam kelas reptilia laut. Penyu adalah kura-kura laut, serupa tapi TIDAK sama dengan kura-kura, bedanya adalah penyu memiliki sepasang tungkai depan sebagai kaki pendayung dan tidak dapat menarik kepalanya ke dalam apabila mendapat ancaman’bertemu predator. Saat ini masih terdapat 2 famili penyu  [dahulu ada 5 famili penyu laut] yang terdiri dari 7 species: Penyu Belimbing,    Penyu Lekang,    Penyu Sisik, Penyu Hijau,    Penyu Tempayan,     Penyu pipih,       Penyu Ridley [ HANYA endemik di Atlantik/Mexico]. Hanya penyu Ridley yang tidak ditemukan di kawasan Indonesia. Dan yang pernah bertelur di Pantai Sukamade yaitu: Penyu Belimbing, Penyu Lekang, Penyu Sisik, Penyu Hijau.

video

Ketika terjadi perkawinan penyu jantan dan betina, sperma disimpan di oviduk dimana diperlukan waktu 2 minggu untuk pembuahan telur yang mengeraskan cangkang telur. Sekitar 2-4 minggu kemudian penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Induk penyu akan kembali ke pantai yang sama untuk bertelur  setelah 2-3 tahun, biasanya waktu yang dipilih adalah malam hari karena suhu dingin dan sedikit predator. Penyu dapat bertelur sebanyak 50-150 butir, tergantung jenisnya, dengan kedalaman sarang 50-80 cm. Cangkang telur penyu sangat lunak. Setelah bertelur Induk penyu akan menutup sarang dengan pasir menggunakan sirip pendayung bagian belakang, kemudian kembali ke laut dimana proses ini terjadi kurang lebih selama 3 jam.

Dari 4 jenis tersebut yang naik ke pantai untuk bertelur 2-3 ekor tiap hari adalah Penyu Hijau. Penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut sedangkan Penyu betina naik ke pantai untuk bertelur. Siklus bertelur Penyu adalah 2-8 tahun sekali dan tidak menjaga telur-telurnya hingga menetas [ no parental care ].  Setelah selesai bertelur, induk penyu akan kembali ke laut. Masa pengeraman telur penyu adalah 45-60 hari dengan suhu sarang akan menentukan jenis kelamin anak penyu [di sebut TUKIK].

Suhu rendah akan menghasilkan lebih banyak penyu cowok dan sebaliknya. Tukik yang baru menetas akan mencari jalan menuju permukaan sarang selama 3-7 hari, kemudian tukik akan keluar dari sarang pada malam hari karena suhu lebih dingin dan ancaman pemangsa lebih sedikit. Dari 1000 ekor tukik hanya belasan saja yang bisa bertahan sampai dewasa yaitu 20-50 tahun. Perjalanan tukik-tukik menuju laut sangat berbahaya karena mereka akan berhadapan berbagai predator seperti kepiting, biawak dan burung laut.
Tapi bukan karena sistem perkembangbiakan si penyu yang telah membuat penyu berada pada status terancam punah !!!.
Searah jarum jam: Bak pasir penetasan telur penyu; 

Tukik dibersihkan sebelum diletakkan di medium transisi;

 Bak Penampungan sementara Tukik, 
Tukik siap menempuh perjalanan ribuan mil
Secara hukum alam dan hitungan di atas kertas,  idealnya metode perkembangbiakan tersebut tak akan menganggu stabilitas populasi jika tidak variable X yang mendegradasi eksistensi binatang purba ini

Aktitifitas-aktifitas Manusia yang mengancam penyu
Bertitik tolak dari fakta-fakta penyebab terganggunya stabilitas populasi penyu di atas, serta fakta bahwa pantai di Indonesia termasuk paling panyak dikunjungi oleh ke-enam  jenis penyu karena penyu merupakan binatang yang CINTA TANAH AIRnya, yaitu penyu HANYA akan bertelur di pantai dimana dia dulunya menetas [Geomagnetig Tagging]. Otomatis, pantai di kawasan Indonesia adalah home land-nya sebagian besar penyu yang saat ini masih ada. Faktor perbuatan manusialah yang membuat populasi penyu mengalami penurunan drastis, antara lain:
  1. Jual beli telur penyu yang masih kerap terjadi walaupun sudah ada larangan untuk memperjual-belikan telur penyu. Bahkan tak jarang transaksi jual beli ini dilakukan secara terbuka di pasar-pasar tradisional seperti jual beli barang dagangan lainnya. Hal ini dipicu oleh adanya sugesti tentang khasiat telur penyu yang dihembuskan bisa untuk meningkatkan stamina pria [umumnya].
  2. Penyu dijadikan target perburuan, dagingnya dijadikan makanan, digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik, sisiknya untuk cinderamata serta Cangkang penyu bernilai mahal yang dijual sebagai bahan baku industri kerajinan.
  3. Meningkatnya pantai yang tercemar  dengan tumpukan sampah dan erosi sehingga penyu mengalami kesulitan menemukan tempat untuk bertelur karena penyu HANYA mau bertelur di pasir yang menurutnya bersih. Dan manakala pencemaran itu kebanyakan material limbah plastik, hal ini membuat penyu salah mengira plastik itu sebagai ubur-ubur, makanan kesukaan mereka. Akibatnya penyu pun terjerat/keracunan hingga mati saat menyantap sampah-sampah plastik tersebut.
  4. Adanya pembangunan di pantai-pantai tempat pendaratan penyu, kerusakan ekosistem tanaman pantai dan Abrasi secara significant juga berdampak pada keberlangsungan penyu karena penyu hanya bisa bertelur di pantai yang bersih dan sepi [Penyu memiliki sensor untuk merespon getaran suara yang sangat lemah sekalipun].
  5. Fishing ground yang mengalami penurunan [baik oleh cemaran perairan maupun over fishing] sehingga berdampak pada penggunaan alat tangkap ikan yang di modofikasi sedemikian rupa sehingga tak hanya ikan yang under size yang terkena jaring tapi penyu pun ikut jadi sasaran tangkap para nelayan.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka pelestarian penyu
Dalam rangka meminimalkan pencurian telur penyu, di pantai yang menjadi tempat pendaratan penyu yang bertelur seperti Pantai Sukamade sudah diterapkan Patroli malam dan Pemindahan telur penyu ke tempat khusus penanaman telur penyu untuk dikondisikan agar telur-telur penyu tersebut bisa menetas jadi TUKIK. Langkah terpadu berikutnya adalah perawatan terhadap tukik dengan meletakkannya di bak-bak penampungan selama beberapa hari, baru kemudian dilakukan pelepasan tukik ke laut.

Lantas apa yang bisa kita [masayarakat umum] lakukan saat melihat penyu sedang bertelur?.  Ini terutama bagi yang suka wisata pantai dan menikmati suasana eksostis malam hari di tepian pantai, silahkan diperhatikan hal-hal yang sangat bisa untuk dilakukan, yaitu:
  1. JANGAN menyinari penyu yang akan sedang bertelur karena penyu yang akan bertelur alergi dengan cahaya.
  2. JANGAN membuat gerakan mendadak di depan penyu yang akan bertelur  karena akan membuat penyu ILFIL dan  kembali ke  laut [ngambek dan gak jadi bertelur]
  3. JANGAN mengagetkan penyu sedang menyentuh air kembali ke laut karena saat tersebut sangat kritis, penyu bisa pergi dari perairan sekitar dan menuju pulau lain untuk bertelur.
  4. JIKA ingin mengabadikan moment langka penyu bertelur maka pemotretan dengan blitz dapat dilakukan setelah penyu mulai bertelur [20 butir] dan harus dari arah belakang!
  5. Nah JIKA hendak melakukan pengambilan gambar dengan kamera atau video kamera, MAKA dapat dilakukan saat penyu mulai bertelur [20 butir] dan dengan pencahayaan yang sangat soft.
Lantas upaya-upaya apa saja Bila menemukan penyu yang tertangkap/kena pancing atau sebab-sebab lainnya, saat melintas di perairan yang merupakan home land-nya para penyu?  Beberapa langkah-langkah berikut ini yang harus dilakukan untuk penyelamatan penyu antara lain:
  1. Ukur besar penyu, kemudian lepaskan kembali atau bawa naik ke kapal. Bila penyu terlalu besar untuk diangkat ke kapal, usahakan membawa kapal sedekat mungkin ke arah penyu, hindari tali berada dalam keadaan tegang, kemudian potong tali sedekat mungkin dengan penyu. Bila ukuran penyu kecil, gunakan jaring serok untuk mengangkatnya ke kapal.
  2. Letakkan sepotong kayu pada mulut penyu supaya tidak menggigit, kemudian potong kail atau tali. Bila penyu tersangkut pada bagian mulut, potomg kawat terlebih dulu sebelummelepas tali. Jika kail tidak terlihat, potong tali sedekat mungkin dengan penyu tanpa menariknya terlalu keras.
  3. Teliti kondisi penyu sebelum dilepaskan kembali: biarkan penyu berada di kapal selama 4-24 jam, tergantung apakah kesehatannya sudah pulih. Jika penyu kelihatan tidak berdaya atau tidak berontak saat diangkat, mungkin paru-parunya terisi air. Angkat sirip belakang setinggi kirakira 20 cm saat pemulihan di atas kapal. Pada saat kejadian, letakkan penyu pada tempat yang teduh di atas kapal. Selimuti penyu dengan handuk basah, jangan sampai menutup lubang hidung dan jangan menyemprotkan air ke wajah penyu.
  4. Kembalikan penyu ke air dengan hati-hati, Perlahan-lahan lepaskan penyu ke air, dengan posisi kepala lebih dulu. Kapal harus dalam kondisi diam dan mesin dimatikan. Pastikan penyu sudah menjauh dari kapal sebelum menyalakan mesin.
Selain upaya-upaya di atas, masih banyak hal-hal yang perlu dilakukan demi melestarikan populasi penyu. Program dan tindakan terpadu dari pemerintah secara bersama-sama dengan masyarakat, komunitas pecinta alam dan juga komunitas blogger tentunya akan menghasilkan jejaring yang solid dalam rangka melahirkan gerakan massa untuk terbiasa perduli lingkungan agar penyu tetap lestari. 
Kalau untuk anak SD kayak Aida ini, apa yang bisa dilakukan untuk nolongin penyu biar gak punah Bund?” tanya Aida yang tiba-tiba muncul di samping saya?
Banyak kok yang bisa dilakukan, contohnya yang paling mudah tapi sering diabaikan adalah jangan membuang sampah sembarangan..?”
Tapi kan tempat tinggal kita jauh dari laut Bund? Gak ada penyu juga kan di Sleman ini?”
“ Kalau sampah di buang sembarangan, pas musim hujan akan terbawa air dan bisa mengalir sampai jauh ke laut kan
?”
Hemm…..ooo iya juga ya Bund? Biar gak bikin polusi udara juga, terus gak nyebabin banjir..”
“ Nah itu tahuuu? Berarti gak perlu lagi diingetin untuk mbuang bungkus makanan pada tempatnya kan
?”
Hehehhee…kalau lupa, tolong dibuang ya Bund?” Duasarrrrrr


Refference:
1. Pocket book dari Konservasi Meru Betiri
2. Video dari Merubetiri
3. WWF Indonesia






Read More - Perduli Lingkungan, Perduli Kelestarian Penyu

Kolaborasi dengan Mesin Ketik [Lagi]

Dimana-mana reuni itu ya ketemuan dengan teman-teman sekolah yang lama gak ketemu ya? Kayak teman SD, SMP, SMA atau teman kuliah yang setelah lulus jadi jarang ketemu. Tentu seru dan heboh kalau moment reuni getu, Bismillahirrahmaanirrahiim serasa waktu kembali berputar ke masa silam.  Segala kebiasaan dan hal-hal yang pernah di alami saat kebersamaan jadi bahan cerita yang tak ada habisnya mengundang tawa, juga hal-hal baru yang di alami setelah masa keberpisahan. Yang sudah pernah ngalami reuni, pasti tahu gimana heboh super dupernya saat kembali menikmati kebersamaan dengan teman-teman lama dan seandainya bisa rikues agar waktu dihentikan sehari = setahun untuk menikmati gathering reuni, tentu akan sangat luar biasa. Tappiii…ya mana mungkin ya waktu bisa dihentikan serupa kisah 7 Pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi yang mengalami hibernasi sehingga usianya dorman selama +309 tahun.

Sekip soal hibernasi, wong saya kan lagi pengen curhat Reunian sama mesin ketik yang sudah sekian tahun berpisah dari keseharian saya. Setelah komputer menjadi alat utama administrasi kerja, maka secara otomatis penggunaan mesin ketik manual semakin berkurang dan sejak beberapa tahun lalu praktis OFF menggunakan itu mesin yang bunyi merdu ketak-ketik. Memang tidak totally cut off hubungan dengan mesin ketik. Dalam kondisi-kondisi emergency, masihlah terbantukan dengan adanya mesin ketik, seperti saat listrik mati dan ada sedikit revisi yang perlu ditambahkan dalam report immediatelly. Seperti yang saya alami waktu on duty di Surabaya, pas listrik mati dan ada sebuah dokumen yang salah. Padahal harus segera disetor ke pihak yang berwajib.
Bisa pakai mesin ketik kan Mbak?” pertanyaan sekaligus instruksi dari seorang Bapak yang berada di depan saya ketika itu.
Ya bisa sih Pak, tapi kan eman-eman kuku-kuku saya lho? Perawatan mahal…?” jawab saya berseloroh sekenanya.
Ghuayamu itu lho? Hehehee…wes kono gaweo mesin ketik wae ben ndang rampung espejemu Mbak…!”
Dengan setengah hati pun saya mendekati mesin ketik satu-satunya yang ada di ruangan tersebut. Dan mulai mengetik dengan super pelan dan hati-hati. Bisa ditebak, baru dapat satu kalimat, terjadilah salah ketik. Terus nyoba lagi sampai kali ketiga, eh lhah hasilnya masih saja ada khilaf padahal saya sudah mengerahkan segenap ilmu ketelitian.
Wes Mbak, nunggu listrik nyala saja. Kalau di terusin bisa habis kertas satu rem nanti, malah aku kehabisan stock kertas nanti..” Gembiranya saya karena Selamatlah dari edisi penyiksaan mengetik manual saat itu.
Alhamdulillah, tak berselang lama listrik pun menyala dan saya cukup open soft file dan klik PRINT, beres deh.
Itu kisah kali terakhir saya bekerjasama dengan mesin ketik saat masih domisili kerja di Jawa Timur. Dan ternyata pas saya mendarat di tempat tinggal baru plus domain pekerjaan yang baru pula, cerita menggunakan mesin ketik pun muncul episode lanjutannya. Di masa-masa permulaan kan saya masih berstatus orientasi dan adaptasi dengan jenis pekerjaan baru, sehingga jobdes juga belum ada. Nah, si mesin ketik ini pun mulai diperkenalkan kepada saya pas suatu kesempatan di minta untuk bantuin oleh Mbak Emmy untuk bikin kelengkapan dokumen: bikin kwitansi.
Mbak, bisa pakai mesin ketik kan?”
“ Dulu sih bisa, tapi sudah lama banget gak menggunakan mesin ketik?”
“ Lha kwitansi untuk espeje ditulis pakai apa Mbak?”
“ Ya di print semua dari komputer sejumlah rangkap yang dibutuhkan…”
“ Nah, berarti Mbak Ririe harus men-setting lagi jari jemarinya untuk menggunakan mesin ketik ya?”


Pungkasing carito, awal-awal menggunakan kembali mesik ketik manually ini pun saya extra hati-hati, sehingga cukup pakai 1 jari karena satu huruf saja salah akibatnya adalah nyari stempel dan tanda tangan yang tertera di kwitansi rangkap 5 [semacam kertas NCR] ke tempat asalnya lagi. Kalau lokasinya dekat-dekat sih no problem at all. Lha kalau tempatnya di Cangkringan dekatnya rumah Mbah Marijan sana? Makanya saya perlu nyetel gaya mengetik seperti orang yang baru pertama kali belajar ngetik. Juga me-refresh mengenai re-roll pita mesin ketik, huruf Capital, spasi, dst.

Dengan menggunakan mesin ketik manual [lagi] ini, setidaknya saya jadi melatih konsentrasi dan mengasah ketelitian diri saya lagi [biar gak salah ketik]. Meskipun, kesini-sininya sekarang saya sudah bisa lebih lancar menggunakan style pengetikan sebelas jari alias dua jari, tapi kendala overlapping huruf karena speed pengetikan juga muncul karena kondisi mesin ketiknya juga perlu perlakuan kesabaran. Ya asline, huruf di keyboard PC/Netbook pun saya gak hapal. Jadi sampai sekarang kalau ada ujian untuk mengetik dengan mata tertutup ya di jamin peluang lulus saya adalah 0,000000000001%. 
Nah, Siapakah yang masih menggunakan mesin ketik dalam sebagian skenario/part of the daily activity?

Read More - Kolaborasi dengan Mesin Ketik [Lagi]

Korelasi Kampanye dengan GOLPUT

Membahas tentang pelaksanaan kampanye, nyatanya tak akan ada habisnya. Janji para parpol untuk melaksanakan kampanye damai dan menyejukkan, masih sebatas slogan yang too good to be true. Salah satu contohnya saat kemarin [Selasa, 25 Maret 2014] ada kampanye di Sleman yang Bismillahirrahmaanirrahiim “spectakular” semarak, heboh sekaligus membuat saya dan teman-teman di kantor pada mempertanyakan: Lha kampanye kayak gini gini kok pengen mendapatkan simpatisan dan perolehan suara yang banyak? Pelaksanaannya kampanye-nya saja sudah bikin polusi yang komplek, antara lain: 
  1. Polusi udara: arak-arakan bersepeda motor dengan keliling menempuh total jarak tempuh yang tidak pendek dengan memainkan mesin motor yang menderu-deru. 
  2. Polusi Suara: dari suara motor yang knalpotnya diacak-acak sehingga kebisingannya melebih sirine mobil pemadam kebakaran. 
  3. Polusi pikiran: tidak bisa konsentrasi akibat kegaduhannya yang berlangsung lama [sekira jam sembilan sampai jam tiga sore] dimana central acaranya tak jauh dari komplek perkantoran pemerintahan Sleman. 
  4. Polusi hati. Suara yang gaduh dalam jangka waktu lama kan bikin labil emosi bagi masyarakat yang berada dalam radius ring kampanye. Apalagi pas kampanye kemarin suara gaduhnya melebih ambang batas deh kayaknya. 
  5. Polusi lalu lintas [baca: kemacetan] akibat pengalihan ruas jalan dan atau bagi pengguna jalan raya dari luar kota yang tidak tahu sedang ada kampanye kan bisa terjebak dalam kemacetan. 
  6. Polusi etika dan norma-norma: lha yang pawai naik motor kan rata-rata tidak berhelm, tak jarang pula yang tubuhnya dicat warna-warni, 
  7. Dan polusi lainnya masih banyak deh.
Dari gambaran umum pelaksanaan kampanye yang masih TIDAK singkron dengan tujuan utama untuk mempublikasikan program unggulannya dan membuat semakin banyak calon pemilih yang bersimpatik sehingga dengan suka rela mencoblos parpol yang berkampanye. Lha kalau rerata cara kampanye masih dominan dengan model-model yang MELEGALKAN pelanggran peraturan dan ABAI terhadap norma – normatif, rasanya bisa dinalar jika populasi GOLPUT masih memiliki peminat yang banyak kan? Masang bendera partai di sepanjang jalan kayak lomba umbul-umbul, poster dipaku dipohon-pohon, pawai arak-arakan, pentas musik tak perduli kesopanan, anak-anak disertakan dalam massa kampanye, dan masih banyak lagi “Style” kampanye yang Tidak simpatik lainnya. Jadi kalau ditelaah lebih mendalam, apalagi jika yang mengambil sikap GOLPUT sebagai pilihan dengan kesadaran penuh, bisa jadi salah satu faktornya adalah dari AKSI kampanye tersebut, terjadilah REAKSI dari calon pemilih dengan mengambil sikap untuk menjauh dan memilih GOLPUT.

Bukan bermaksud memihak pada komunitas GOLPUT, tapi pilihan sikap mereka jika dianalisa sebenarnya kan tidak sepenuhnya sebuah sikap apatis atau cuek atau tidak mendukung proses demokrasi. Hukum Aksi=Reaksi pun bisa berlaku dalam sistematika demokrasi. Semoga fenomena Golput ini tidak jadi tema debat kusir acara Televisi tanpa riil action. Sebagai sesama calon pemilih dalam pesta demokrasi negeri ini, saya berusaha positive reaction saja, semoga fenomena pilihan sikap Golput bisa menjadi salah satu kajian yang penting untuk dipertimbangkan dalam mengevaluasi pelaksanaan kampanye yang sampai saat ini masih jauh dari harapan [saya].

 “ Bund, Imunisasi HIB, HPV, Tifoid dan MMR itu apa?” tanya Aida sambil membawa kumpulan latihan soal-soal UN. Acara menulis untuk tema LBI pekan ke-10 pun break sebentar. Untuk menjawab pertanyaan Aida tersebut, saya pun langsung gugling ria. Lha jenis-jenis Imunisasi yang disebutkannya merupakan hal baru bagi saya.

Tadi siang berisik banget ya Bund…” lanjut Aida sementara koneksi modem masih muter-muter saja. “ Aku sampai gak bisa belajar. Di kantor Bunda bising gak?”
Ya Bising poll, wong kamu yang di rumah saja terganggu apalagi Bunda yang berada di kantor yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi pengumpulan gank motor itu tadi..”
Mereka itu kok mau sih begituan ya? Kira-kira dibayar berapa sih Bund…?” Olalalaaa, logika anak yang duduk di kelas 6 SD sudah langsung mendarat ke arah partisipan kampanye berbayar?
Hehehee….Bunda gak tahu, Da. Sapa tau mereka serius dan suka rela ikutan menyemarakkan kampanye kan?”
Emang orang sebanyak itu mau gak dibayar, arak-arakan, panas, ngabisin bensin ya Bund?”
Tuh kan, rentetan pertanyaan Aida semakin memanjang dan saya pun harus ekstra menyusun jawaban yang mengarah ke WISE sebisa saya deh.
Lha kalau Aida mau gak kalau ikut kayak begituan?”
Gak ada manfaatnya, mending di rumah saja Bund. Good girls, batin saya.
Alhamdulillah, loading internet pun akhirnya cooperative sehingga rasa penasaran Aida teralihkan untuk menyalin contekan tentang jenis-jenis Imunisasi. Dan saya pun bisa kembali melayangkan angan-angan tentang kriteria Capres yang Capable memimpin negeri tercinta ini. Sederet kriteria yang diharapkan mulai dari sifat, sikap, kemampuan, integritas, nasionalisme, komitmen dan sebagainya, sepertinya sudah menjadi janji politik para CALON Capres – Cawapres. Setiap hari, semua media massa baik on line-off line, elektronik maupun cetak, hampir selalu ada slot untuk kampanye, iklan dan pencitraan diri.
Kalau GOLPUT itu apa Bund ?” tanya Aida sambil mengemasi lembaran soal latihan UN-nya. Sepertinya Aida tadi sempat membaca judul draft postingan ini.
Golput itu orang yang tidak ikut memilih pada saat Pemilu nanti, Da”.
Memang boleh tho kalau gak ikut milih getu?”
Memilih dalam pemilu itu kan HAK, jadi tidak ada sanksi hukum bagi  pemilih dalam menggunakan Hak pilihnya atau tidak.” Deuhhh, sepertinya penjelasan saya kok kurang membumi ya untuk ukuran anak SD?
Berarti tidak Wajib ya Bund menggunakan hak pilih itu? Terus Bunda nanti mau pilih presidennya siapa  ?”
Pertanyaan lanjutan Aida ini sepertinya terinspirasi dari tayangan TV, dari sekian sosok yang sudah memunculkan diri dan optimis akan maju dalam putaran PilPres, memang sesekali saya dan suami berkomentar ini, itu, begini dan begitu.
Sebagai sosok Mommy yang masih sablenk tapi sedikit paham bahwa asas Pemilu itu LUBER, maka dengan gaya diplomatis saya pun menjawab:Siapapun Pemimpin yang terpilih nanti SEMOGA BISA membawa Indonesia punya Bargain positian yang kuat di kancah politik Internasional, ya…semacam power para negara anggota PBB yang memiliki HAK VETO agar tidak ada lagi negara lain yang menyepelekan Indonesia dalam segala manifestasinya tuh kan jawaban model Ibu yang sablenk MODE ON, pertanyaannya apa terus ngasih jawabannya kemana tuh?
Maka postingan ini pun saya akhiri cukup sampai di sini, daripada nanti saya makin nglantur sampai ke Perang Baratayuda dan Adipati Karna yang confident dengan prinsip “ Right or Wrong Is my country”.  Selamat menikmati masa-masa crowded kampanye yaaa….yang jelas tulisan ini BUKAN kampanye untuk Golput lho? Tapi hanya sebatas pengamatan bahwa ada korelasi antara cara pelaksanaan kampanye yang masih jamak dengan ragam pengabaian normatif dengan sikap calon pemilih yang Golput.

Read More - Korelasi Kampanye dengan GOLPUT

Belajar dengan Bercermin Pada Ars Technica

Sepertinya Resensi, maka membuat review pun masih hal yang Bismillahirrahmaanirrahiim asal nulis bagi saya. Lha ndilalah Tema LBI pekan ke-11 ini kok mentahbiskan harga mutlak gak boleh ditawar “ Peserta me-review 1 diantara 10 blog yang kami rekomendasikan dengan tujuannya adalah membuat tulisan yang menginspirasi. Diharapkan peserta bisa memahami dan membandingkan hasil tulisan, template, gaya bahasa, gambar dan sebagainya dari blog luar yang dipilih sebagai bahan pertimbangan untuk blog pribadi para peserta sendiri”. Tujuan dan harapan yang mulia sekali, tapppiii….#*mikir serius* okelah saya pilih Ars Technica [Berita Teknologi]. Alasannya: di kopyok yang terpilih blog-nya Ars Technica.

Secara umum, blog saya dan Ars Technica hanya punya satu kesamaan yaitu: Warna Background blog: PUTIH. Warna putih pada blog saya baru saya ganti sekitar bulan lalu dengan pertimbangan simple mata saya dan para tamu yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi blog ini bisa nyaman dan tidak membuat mata cepat lelah. Sedangkan untuk mencerminkan blog saya dengan Ars Technica dengan sudut lainnya, berikut ini beberapa hasil pencerminannya:
Performance Prima Ars Technica
Kalau dari segi pemilihan template, sudah jelas sangat berbeda. Ars Technica lebih profesional dan cenderung seperti situs-situs besar kelas dunia yang menyajikan content berita dan teknologi lainnya. Sebenarnya saya pernah ingin mengganti template serupa Ars Technica tapi karena saya belum pinter juga mendesain template…jadi masih betah dengan template dan tampilan blog untuk sekarang dan sampai ada bala bantuan untuk ngeditin template lagi. Hehehee…  

Dari segi penggunaan tata bahasa dan kalimat, jelas sekali perbedaan kontrasnya. Gaya tulisan saya cenderung alay, ngalor-ngidul dan kebanyakan narasi pengantarnya. Sedangkan Ars Technica mengulas isi blog dalam gramatikal yang straight to the point dengan kaidah 5W + 1 H.  walaupun techcrunch berbahasa Inggris, tetapi bahasa Inggris yang digunakan tidak terlalu jlimet dan mudah dimengerti oleh pembacanya dari seluruh dunia.

Penggunaan ilustrasi berupa gambar, jelas gambar di blog saya lebih inovatif…maksudnya suka-suka saya naruh gambar, tak jarang saya insert ilustrasi yang gak nyambung banget dengan isi postingan lho? Sedangkan gambar yang ditampilakan oleh Ars Technica penuh dengan pertimbangan dan selalu memiliki hubungan yang sinergis dengan entry yang di publish. 

Terkait dengan entry, jam tayang Ars Tehnica frekuensinya cukup tinggi yaitu bisa sampai mendekati sepuluh postingan dalam sehari. Hal ini saya maklumi, kan Blog Ars Technica saat ini bukan lagi blog personal tapi sudah dikelola secara profesional sehingga pastinya kontributor tulisannya memang expert di bidangnya masng-masing dan sudah memiliki jadwal untuk up date blog secara sistematis. Lha kalau Kidung Kinanthi, sepuluh postingan itu apdet untuk sebulan kalau kondisi kondusif. Kalau lagi bergelombang, bisa ditelusuri di archive: bahkan ada masa hiatus tanpa postingan!
View bagian bawah Ars Technica
Menelaah the soul of the Blog: Content Blog, Ars Tehcnica yang berisikan berita teknologi dan informasi menampilkan ulasan dan panduan tentang perangkat keras komputer dan perangkat lunak, ilmu pengetahuan, kebijakan teknologi, dan video game yang dikategorikan dalam jenis : News, Guides , Ulasan , dan Fitur . Untuk pilihan Lay out, pada sudut kanan atas Ars Technica terdapat dua pilihan tampilan/View: GRID dan ARCHIVE. Sedangkan Kidung Kinanthi? Monggo di lihat sendiri ya? Tab atas yang saya tujukan sebagai navigasi, masih semrawut isinya….#parah. 
Apalagi jika di tinjau dari segi Monetize Blog. Nyaris tak ada iklan di Ars Technica, sedangkan Penempatan Iklan blog saya? Tampak jelas pengelolaan widget iklan saya asal tempel yang penting seru. Sedangkan Iklan di Ars Technica…serba penuh pertimbangan dan efektif.

Dan kalau review ini dilanjutkan lebih intens dan detail, semakin tampaklah perbedaannya yang bagai bumi dan langit. Blog Ars Tehnica Ars Technica yang pada awalnya adalah milik duet dari  Ken Fisher dan Jon Stokes [sampai dengan Mei 2008], kemudian dijual ke  Condé Nast yang membeli blog Ars Technica ini bersama dengan dua orang lain dengan harga $ 25 juta dan menambahkannya ke kelompok Wired Digital, yang juga termasuk Wired News. Sebuah perkembangan blog pribadi yang mentakjubkan. Kira-kira, ada gak ya yang mau beli blog saya dengan harga segitu? 

Aniwei, mereview blog besar kelas dunia ini membuat saya bermimpi pengen punya blog yang fokus pada tema tertentu, bisa rutin posting, templatenya simple dan loadingnya ringan serta bisa go Internasional. Untuk menuju ke arah sana, sepertinya hal pertama yang perlu saya benahi adalah: mensinkronkan jejak off line dan On line agar bisa happy life and happy blogging as I hope.

Read More - Belajar dengan Bercermin Pada Ars Technica

Lintah [yang] BUKAN Lintah Darat

Dua jenis hewan yang Bismillahirrahmaanirrahiim sudah akrab bagi saya sejak kecil, apalagi Lintah di masa-masa dulu [semoga sekarang sudah semakin jarang] sering ditambahi dengan nama belakang Darat = "Lintah Darat". Tapi yang pengen saya bahas bukan sepak terjang Makhluk jejadian tersebut, melainkan beneran hewan yang di sebut lintah ini ternyata sama sekali tidak jahat, malah justru sebaliknya sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan bermacam penyakit lho?

Sebenarnya, sebelum-sebelum ini saya hampir selalu latah menyamaratakan antara PACET dan LINTAH. Waktu saya masih tinggal di Banyuwangi, tiap periode musim hujan sering kedatangan tamu yang namanya Pacet tapi saya sering asa sebut Pacet atau Lintah untuk menamainya manakala bercerita ke teman-teman. Iya, kalau bangun tidur dan menyalakan lampu, saya sering mendapati seperti ada noktah warna tanah basah yang menempel di lantai [keramik warna putih]. Awalnya saya pikir, lumpur tanah dari mana? Kan saya tinggal sendiri kala itu dan yakin gak bermain lumpur kok. Sepulang kerja, Motor juga langsung masuk rumah tanpa membawa lumpur meskipun di perjalanan menerobos hujan. Karena penasaran, saya pun mengamatinya lebih seksama mengulak-ulik dengan sebatang lidi. Ahaiiii….ternyata bukan lumpur tanah, tapi binatang berbadan serupa cacing tapi beda ukuran dan morfologi lainnya pastinya. Setelah peristiwa pertama itu, hari-hari berikutnya sudah hapal kalau musim penghujan dijamin bakal ada pacet yang masuk rumah, baik di ruang depan, kamar mandi atau di bagian lantai ruang lainnya. Pliisss…jangan dibayangkan seperti di film LEECHES! Peristiwa kedatangan pacet di rumah [Banyuwangi] terjadinya tidak setiap hari dan jumlahnya hanya hitungan jari kok, jadi yaaa….no worry to enjoy even they come:) #sok Cool.  
First Note:MOHON MAAF Jika Gambar selanjutnya "Kurang Menarik"
Sepertinya episode asal-asalan salah nyebut Pacet yang rancu dengan lintah akhirnya menemukan titik terang setelah kemarin saya bertemu dengan orang yang menekuni pengobatan alternatif dengan terapi Lintah. Tujuan kedatangan saya dan Mbak Emmy sebenarnya masih terkait soal dunia perindustrian. Tapi dalam sesi obrolan santai out of topic dari duty yang kami emban, terkuaklah jika si Bapak juga memiliki profesi lain sebagai terapis syaraf menggunakan lintah. Saya yang berpengalaman bingung mbedakno antara Pacet-Lintah dan Mbak Emmy yang sejak lama menyimpan penasaran mengenai pengobatan alternatif dengan Lintah, kompaklah kami berdua menyerang sang tuan rumah, Pak Agus Sutiyono dengan sederet pertanyaan. Mulai dari stock lintah yang beliau miliki hingga cara beliau menggunakan lintah untuk pengobatan terhadap pasien-pasiennya.

 “ Sebenarnya mekanisme pengobatan lintah ini seperti apa sih Pak? Ehm…maksud saya prosesnya gimana jika dijabarkan…?” tanya Mbak Emmy dengan semangat. Maklum dia sudah sering mendengar tentang kehebatan Lintah, binatang lunak, berlendir sekaligus bisa bikin merinding yang dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif yang efektif untuk mengobati berbagai penyakit [berat-ringan].

Terapi lintah biasanya saya lakukan dengan menempelkan lintah pada titik-titik akupuntur yang berhubungan dengan penyakit pasien Mbak”. Jawab Pak Agus yang kami respon dengan ekspresi wajah ‘ngeri-geli’ getu deh membayangkan ada lintah yang menempel di kulit tubuh kami.
Pada kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang berbentuk setengah gergaji dengan gigi kecil-kecil sampai 100 buah” Jelas Pak Agus lebih lanjut. Dari hasil penelitian, diketahui jika dalam air liur lintah terdapat sekitar 150 jenis enzim tapi baru sekitar 15 yang diketahui jenis dan manfaatnya, antara lain yaitu zat [seperti] putih telur yang disebut Hirudin yang bermanfaat untuk mengencerkan darah dan mengandung penisilin.

Lha, sampai berapa lama lintahnya nempel dan menghisap darahnya? Terus gimana cara melepaskannya, apa pakai air tembakau getu ya Pak?” Tanya saya makin penasaran dan terlintas wajah cute vampire Edward Cullen [Robert Pattinson].

Don’t panic Mbak, sekitar 30 menit sudah cukup bagi lintah untuk menyedot darah. Biasanya malah gak sampai dari setengah jam dan manakala dia sudah kenyang akan lepas dengan sendirinya. Setelah kenyang ini, lintah bisa bertahan sampai setahun lho gak makan? Hebat kan?”  
Penampakan Lintah Betina [induk] bersama telur dan juniornya
“ Wouwww......" sahutan saya spontan dengan nada takjub " Terus, Lintah yang habis digunakan untuk terapi itu diapain Pak?”
Yaa….dimatikan Mbak. Kan sudah tidak bisa digunakan lagi untuk pengobatan maupun budidaya.”
Wah, habis manis sepah di buang dunk Pak?”
Ya iyalah, masak sepah dimakan? Yang ada malah jadi penyakit tuh. Embaknya mau miara lintah juga? Nanti saya bawain kalau memang mau budidaya lintah juga?”
Spontan kami tersenyum sambil menggeleng dengan pasti dan mengajukan pertanyaan terakhir “ Apa bedanya dengan terapi bekam Pak? Dari cerita Pak Agus, sepertinya kok mirip-mirip gitu dengan metode pengobatan cara Bekam?”

Karena Pak Agus juga pelaku terapi bekam, maka beliau bisa menjelaskan bahwa pada prinsipnya Terapi lintah serupa dengan terapi bekam. Kelebihan dari terapi lintah adalah adanya Hirudin sebagai zat anti koagulan dengan mengikat thrombin  sehingga melancarkan aliran darah yang tersumbat. Beberapa jenis penyakit yang bisa diterapi dengan metode lintah ini antara lain: tumor, diabetes, kanker, tanpa kemoterapi dan pembedahan, Skizofrenia, depresi, mengempiskan lidah bengkak, dan meringankan sakit usus buntu serta pendarahan dan masih banyak jenis penyakit yang bisa diterapi dengan lintah ini karena itulah terapi lintah ini tergolong sebagai salah satu metode penyembuhan yang serba guna.
Pak Agus dengan produk Home Industrinya [Sabun Batang]
Pak Agus pun menjelaskan bahwa bagian Lintah yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan adalah  badan lintah dan  air liurnya. Untuk Bagian badan lintah bisa diolah dengan 2 cara yaitu dengan dikeringkan kemudian dijadikan serbuk/diekstraksi [langsung konsumsi] dan dimasukkan dalam kapsul [kapsulisasi] untuk mempermudah pengkonsumsianya. Sedangkan untuk air liur yang sebenarnya diambil adalah minyak lintahnya.

Untuk pemanfaatan air liur lintah ini yang dilakukan oleh Pak Agus dalam praktek terapi yang dilakukannya dimana dalam air liur lintah banyak mengandung  enzim. Cara pengobatannya: lintah ditempelkan pada bagian yang sakit dari pasien dimana selama proses makan [menggigit] tersebut lintah mengeluarkan berbagai enzim komplek saat menghisap darah. Dengan cara menyedot darah sebagai sumber penyakit, yang mana darah ditarik keluar dengan harapan menghilangkan darah kotor.

Ternyata Lintah dan pacet TIDAK dibedakan dari sisi taksonomi, tetapi berdasarkan pada habitat kesukaannya: Lintah sehari-hari hidup di air dan  pacet melekat pada daun atau batang pohon [di luar air]. Kedua binatang ini termasuk dalam filum Annelida dengan subkelas Hirudinea. Mereka memiliki klitelum untuk menyimpan telur-telur pada segmen-segmen tertentu, dimana cara perkembangbiakan lintah juga sama seperti cacing yaitu: hermafrodit (berkelamin ganda). Semua spesies lintah merupakan hewan carnivora, beberapa diantaranya ada yang merupakan predator dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga. Sedangkan pembudidayaan lintah yang dilakukan oleh Pak Agus memang masih tergolong belum menggunakan metode inovasi karena hanya memberikan makanan berupa belut yang masih kecil. Dalam proses pengembangbiakannya, Lintah Induk [betina] ditempatkan terpisah sehingga telur dan penetasannya lebih optimal. Untuk lintah junior diletakkan dalam satu petak tersendiri yang diberi cukup air. Sedangkan Lintah yang ready to use, dikelompokkan tersendiri dengan habitat tanah lumpur saja.
Ini BUKAN Lintah [Pacet]
Setelah ini saya InsyaAllah gak akan salah-salah sebut lagi antara Pacet dan Lintah. Dan makin jelas pula perbedaannya antara binatang Lintah aseli dan “lintah Darat” yang “menghisap” darah sesama manusia sampai ke anak cucu, buyut, cicit dan seterusnya manakala hutang yang dipinjamkan belum lunas secara hitungan sang Lintah Darat.  Jika anda berkesempatan bertemu LINTAH atau Lintah Darat, kira-kira suka yang mana?


Oia, konon kabarnya terapi lintah ini sekarang sudah berkembang untuk kecantikan jugak lho? Banyak kaum hawa yang sudah mencoba menggunakan sedot lintah ini untuk menyembuhkan jerawat, flek hitam, kerut wajah, al hasilnya kulit wajah menjadi bersih dan tetap kencang. Ada yang tertarik untuk mencoba Terapi Lintah untuk kecantikan kah?

Read More - Lintah [yang] BUKAN Lintah Darat

donate dot wikimedia dot org

Nama Wikipedia pasti sudah super sangat familiar, baik bagi user aktif internet maupun yang random saja mengakses internet.  Saya sendiri cukup sering Bismillahirrahmaanirrahiim singgah di Wikipedia manakala sedang jalan-jalan dengan mesin Mbah Gugel. Kalau lagi ikutan kompetiblog, cari references atau dalam rangka mbantuin anak ngerjain PR, jika tabungan pengetahuan sudah over load, solusi efisien ya gugling dan lumayan sering saya landed di Wikipedia yang menjadi perpustakaan on line terbesar kelima di dunia. Wikipedia sebagai Situs non profit dengan miliaran tampilan halaman yang  melayani 500 juta orang yang berbeda setiap bulan ini tanpa adanya iklan/sponsor. Memasang Iklan memang BUKAN tindakan kejahatan tapi Wikipedia lebih concern sebagai situs non komersial, seperti perpustakaan atau taman umum, adalah tempat dimana semua orang bisa pergi untuk berpikir, belajar, berbagi pengetahuan dengan orang lainnya dari segala penjuru dunia.
Dan seperti halnya situs TOP lainnya, yang butuh Server, bandwidth, pemeliharaan dan pengembangan. Demikian pula yang dibutuhkan Wikipedia. Situs-situs top lainnya memiliki ribuan karyawan dan Wikipedia ‘hanya’ memiliki 175 karyawan untuk mendukung berbagai proyek, membuat donasi Anda investasi besar dalam sangat efisien organisasi tidak-untuk-profit. Nah info sekilas ini saya ketahui ketika beberapa hari lalu lagi search mengenai perbedaan/definisi: Kreativitas dan Inovasi. Saya sampai di halaman wikipedia dan mbaca notes jika situs non profit ini membutuhkan dukungan dan bantuan dana untuk bisa eksis mengemban misinya menshare informasi dan  pengetahuan kepada semua orang di seluruh dunia dalam bahasa mereka sendiri dengan 30 juta artikel dan 287 bahasa, tentu membutuhkan support dana yang tidak sedikit pula. 
Sangat mungkin, sudah banyak yang tahu dan membaca tentang notes di halaman depan Wikipedia yang menyampaikan tentang imbauan berdonasi. Lha pas saya nanyak ke Mas Stumon, dijawab" walahh, ituh kan sudah luamaa Mbak?!". 

Dan melalui tulisan singkat dan sederhana ini semoga bisa memforward dan menambah jumlah user Wikipedia yang tergerak secara bersama-sama membuat action untuk memberikan donasi sehingga Wikipedia tetap bisa beroperasi dengan tetap mengutakan independensi, kualitas dan terjangkau oleh semua orang yang memang membutuhkan akses informasi dan pengetahuan. 


Untuk Informasi lebih lengkap, silahkan cekidot di:

Read More - donate dot wikimedia dot org