WHAT'S NEW?
Loading...

Bandara Blimbingsari

Menempuh trip sekira 26 Jam ke Surabaya dan langsung balik ke Banyuwangi begitu ‘misi’ selesai, tentunya ini bukan mobile pertama saya. Perjalanan via darat ke Surabaya secara hitungan di atas kertas jarak tempuhnya tidak lebih dari 400 KM dan kalau kecepatan Mobil 75 KM/jam maka asumsi pada titik teratasnya akan butuh waktu sekitar 5jam. Kondisi ideal Bismilllahirrahmaanirrahiim ini bisa dicapai jika menempuh perjalanan malam hari, semisal start berangkat jam 23.00 sehingga bisa tiba di Surabaya jam 04.00. Jika kita menempuh perjalanan di luar range ‘jam malam’ meskipun tidak naik  kendaraan umum, waktu tempuh yang dibutuhkan rata-rata di kisaran 7-9 jam. Maka bisa diprediksikan betapa lebih lamanya jika naik kendaraan umum dan melakukan perjalanan di rush hour?!

Lho, kemarin Mbak Ririe di Lab Pagesangan ya?” tanya salah satu guest di kantor yang sedang melakukan kegiatan riset. Hari ini memang ada dua orang dari BRKP Slipi yang sedang on duty di area Banyuwangi. “ Saya kemarin juga sempat mampir kesana “
Kok kita gak ketemu ya, Bu? Jam satu siang saya keluar dari Lab kemudian lanjut ke Injoko..” tanya saya bergaya heran juga.
Saya hanya sebentar kok, ke Pengendalian langsung berangkat ke Banyuwangi...”
Berarti siang sudah start dari Surabaya, terus tiba di Banyuwangi jam berapa ?”
Kami berangkat dari Surabaya sekitar jam 12 siang dan sampai di Banyuwangi jam 9 malam. Lumayan lama juga ya perjalanan Surabaya-Banyuwangi ya Mbak? Apalagi sempat kena pengalihan rute di Situbondo karena ada prosesi pemberangkatan jamaah haji. Lha Mbak Ririe kemarin berapa lama perjalanannya?”
“ Jam 5 sore saya keluar dari Surabaya dan sampai Banyuwangi jam 12-an malam
Lebih cepat ya?”
Kalau malam lalu lintasnya sudah sepi jadi lebih bisa melaju dengan kecepatan yang stabil kan. Waktu berangkatnya malah hanya 5 jam sudah tiba di Surabaya lho...”
Kalau menempuh perjalanan darat yang lama gettu berasa umur kepotong banyak diperjalanan ya Mbak?”
Kok gak ambil rute Udara saja kemarin, BU?”
Lhoh?! Ada rute penerbangan dari Surabaya ke Banyuwangi ya Mbak?”
Saya pun tidak terlalu kaget jika dua orang guest dari BRKP tidak tahu jika Banyuwangi-Surabaya bisa ditempuh lewat udara, karena kenyataannya memang keberadaan Bandara Blimbingsari belum dikenal public secara luas.
Bandara Udara yang sudah dirintis pembangunanya di era kepemimpinan Bupati sebelum masa pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas [yang menjabat sekarang], dimana bupati periode sebelumnya itu [saat ini menghadapi kasus] tersandung masalah TIPIKOR terkait dengan pembangunan LapTer BlimbingSari tersebut. Dan skip tentang kasus TIPIKOR, kembali pada out line postingan yaitu tentang Bandara Blimbingsari saja.

Kalau hanya sekedar melintas di dekat lokasi Bandara Blimbingsari, saya memang sudah beberapa kali baik sebelum dioperasikan sebagai lapangan terbang komersil seperti sekarang maupun saat masih dalam status quo karena lokasinya yang terletak di jalur menuju pantai Blimbingsari yang lumayan terkenal dengan kuliner sea food terutama ikan bakar. Bandara Blimbingsari ini termasuk dalam Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, dan relatif dekat dengan Pantai Blimbingsari yaitu kisaran 2 km saja. Lokasinya berada di tengah-tengah area persawahan, jadi jangan berharap ada angkutan umum ke arah sana. Untuk sampai ke kota Kecamatan Rogojampi masih berjarak 5-6 km. Sedangkan untuk sampai Banyuwangi masih harus menempuh jarak sekita 18 KM. Dan untuk menjangkau lokasi bandara, tentunya ya mengandalkan taxi [yang terbatas armadanya], atau naik sepeda motor dan atau pakai antar jemputan tentunya.

Kebetulan beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengantar tamu kantor yang hendak kembali ke Jakarta dimana 2 orang dari rombongan sengaja ingin mencoba jalur udara Banyuwangi –Surabaya. Dan sebagiannya tetap memilih jalur darat via Kereta Api saja karena punya bad experience naik pesawat kecil.
Enggak ah, saya tetap pilih naik KA. Biarin lebih lama diperjalanan darat daripada nanti pas udah di udara terus baling-balingnya mati?” ujar salah seorang yang pernah mengalami  baling-baling pesawatnya gak mau muter saat hendak take off. Dia pernah mengalaminya sewaktu on duty di luar Jawa dan alternatif transpostasinya ya hanya jalur laut yang butuh waktu berhari-hari dan naik pesawat sekelas Fokker.

Bandara Blimbingsari masuk kelas perintis, dengan pesawat berkapasitas 50 orang dan sudah terjadwal flight setiap hari 1 trip ke Surabaya dan sebaliknya 1 trip ke Banyuwangi. Saat awal-awal dioperasikan, jadwal penerbangan dalam seminggu hanya ada 3 kali trip yaitu hari Senin, Jumat dan Minggu. Maskapai Lion air sudah pernah menjajaki flight ke Banyuwangi, kemudian Pacific royale dg fasilitas maksimum juga mengadakan rute terbang mulai Maret tahun ini. Di awal-awal pembukaan bandara ini juga sempat ada Sky Aviation untuk rute Surabaya dan Denpasar, tapi sekarang rute Banyuwangi-Denpasar sudah tidak ada lagi. Dan untuk maskapai Merpati dengan pesawat MA60 saat ini ada flight tiap hari.

Karena Bandara Blimbingsari merupakan bandara perintis, dimana selain berfungsi sebagai bandara komersil juga sebagai tempat latihan terbang siswa BIFA = Bali International Flight Academy dengan pesawat Cessna. Jadi diluar schedule penerbangan, dijamin bisa main layang-layang dengan bebas di sekitar Bandara Blimbingsari #jika petugasnya tidak melarang sih! Berdasarkan data dari Dirjen Perhubungan udara, pacu landas Blimbingsari ini adalah 1.400m dengan lebar 30m sehingga cukup memenuhi syarat untuk didarati pesawat sekelas Fokker 50,  Xian MA60, maupun ATR 42.

Di lokasi Bandara Blimbingsari ini saya melihat ada 3 bangunan utama yaitu Musholla, Gedung bercat kuning yang berfungsi sebagai terminal yang digunakan baik untuk terminal kedatangan maupun keberangkatan sehingga tentunya terasa betapa sempitnya karena penumpang arrival dan departure tumplek blekk disitu. Kemudian satu bangungan bercat Biru yang berstatus VIP, awalnya saya kira untuk penumpang kelas eksekutif #ngawur lha masak pesawat sekelas fokker kok ada kelas eksekutif? Ketika saya minta ijin untuk masuk ke ruang VIP tidak diijinkan, padahal jika bisa masuk dari situ tentu saya bisa mengambil banyak foto-foto pesawat yang parkir secara closely, ehmm maksudnya sambil megang body pesawat getu deh... #dasar ndeso!

Oia, yang saya paling sukak adalah Mushollanya, kelihatan lebih agreng tho? Terpisah dan berbentuk rumah panggung sehingga mengingatkan saya pada surau kecil tempat saya mengaji tempoe doeloe, tentunya surau in my memorian dibangun dari kayu yang ala kadarnya dan ukurannya sedikit lebih kecil.

Ahaay, ada yang unik dan menarik lagi. Untuk barang-barang penumpang pemeriksaannya masih dilakukan secara manual. Jadi jangan kaget jika Tas yang kita bawa akan “diobrak-abrik” isinya oleh petugas. Karena itu, harap tata sedemikain rupa barang privat anda jika naik pesawat rute Banyuwangi-Surabaya, sehingga anda tetap merasa nyaman saat dilakukan pemeriksaan oleh bapak-bapak petugas. Catet, petugasnya bapak-bapak tuh!
Lha cara pemeriksaannya kayak begitu, bisa butuh waktu lama dong pak?” tanya saya pada salah satu petugas terdekat dari posisi saya.
Ya gimana lagi Mbak, alat otomatisnya belum ada..”
Kalau ada barang-barang pribadi..lumayan juga ya Pak?”
Hehehee...ya doakan semoga tahun depan securty checkingnya sudah up to date ya Mbak?”
Eh Pak, ini sambil saya poto lho? Nanti saya posting di Blog?”
Gak apa-apa Mbak, silahkan diposting kalau mau...” Hahahahaa...si bapak petugas ternyata mbakat narshs juga ya...

Sekedar perbandingan informasi saya mantan kenek biaya transportasi Banyuwangi-surabaya untuk tarif week end atau high session [jika PP silahkan dikalikan dua] dan atau all session range harga tiketnya adalah :
-          KA Executive =  + Rp. 130.000,- [high session]
-          KA Bisnis =  + Rp. 110.000,- [high session]
-          Bis Ekonomi  = + Rp. 48.000,- [all session]
-          Bis Ekonomi, estafet Patas di jember = + Rp. 80.000,- [all session]
-          Travel [tujuan Juanda] = + Rp. 125.000,- [beda travel beda tarif]
-          Bawa Mobil Sendiri = + Rp. 200.000,- [nyetir sendiri lho?]
-          Pesawat              = Rp. 400.000,- saja
-          Bis Ekonomi AC [Bwi-Jogya] = + Rp. 88.000,- [all session]

Jadi silahkan pilih mau naik apa ke Banyuwangi. Hemmmm, kebetulan ada even akbar selevel Tour de Singkarak yang akan digelar akhir tahun: Tour De Ijen dengan rute tempuh sekira 300 KM. Ada yang berkenan untuk ikut bergabung dengan saya dalam event tersebut? Atau bagi yang suka dengan musik jazz? Bulan depan [17 Nopember] akan digelar festival Jazz sekaliber festival Jazz di Bromo beberapa waktu lalu dan dengan bintang utamanya Glenn Fredly juga lho? Hahahhaaa....kok jadi mbalarah berlagak alay duta pariwisatanya Banyuwangi gini ya....

Pastinya, banyak alternatif transportasi menuju ke Banyuwangi kan? Maka hari gini kalau ada yang bilang jauhnya Banyuwangi? Tentu saja aneh bin ajaib, menurut saya tidak ada tempat yang jauh selama masih di atas bumi dan di bawah langit, yang membuatnya jauh ya kemauan dan niat kita saja. Wong tetangga depan rumah saja yang dekat polll bisa jadi jarang kita kunjungi karena tidak adanya niat dan kemauan untuk silaturahim. Oke, akhirul tulisan Bandara Blimbingsari ini adalah hidupkan silaturahim, mendekatkan yang jauh dan mengakrabkan yang sudah dekat !!!!



115 comments: Leave Your Comments

  1. ini pengetahuan baru buat saya. memang selama ini saya koq nggak pernah dengar keberadaan sebuah bandara di sana. kalo foker 50 dan MA 60 masuk, berarti area bandara termasuk luas tu Mbak. beberapa bandara perintis yang pernah saya liat, kayaknya pesawat jenis itu masih belum bisa masuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Start pengadaan LapTer ini sebenarnya sdh dari 2005an, tapi tersandung beberapa kasus dan sempat mangkrak jadi lapangan terbangnya burung merpati [bukan pesawat]. Baru di akhir 2011 kemarin mulai dipacu utk digunakan. 2012 ini sdh mulai stabil dan sekarang sdh tiap hari ada flight BWI-SBY-nya.

      Kalau ukuran lapangan terbang kriteria 'kecil' saya kurang paham, baru lapTer ini yg saya tahu ttg Bandara skala Perintis

      Delete
  2. baru tau kalo banyuwangi punya bandara
    *dari kemaren kemana aja lu..?

    ga ada penerbangan ke jogja yo..?
    tapi gak asik. bayarnya mahal naiknya cuma sebentar.
    hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. *dari kemarin kan asyik main sama Ncit dan Ncip tuh ..

      Ada yo penerbangan ke JOgya tapi transit di Surabaya dulu deh...
      Kalau mau naiknya lama dan bayar gak mahal naik bis, sekira 16 Jam Bwi-Jogya Mas

      Delete
    2. kebiasaan naik odong odong
      kalo mau lama ya bayarnya banyak
      heheh

      ke arah banyuwangi kayaknya belum ada gambaran untuk kunjungan kerja. paling-paling dolan nganter anak-anak. lebih enak pake kendaraan sendiri bisa mampir mampir semaunya sendiri.
      soalnya punya pasukan aneh-aneh, ga suka ke tempat wisata terkenal. lebih seneng ke daerah yang masih sepi dan asli. baluran kayaknya ide bagus ya..?

      Delete
    3. Sepakat, kalau trip gathering sama keluarga mmg enjoy bw kendaraan sendiri. Bisa mampir2 dengan leluasa..

      KAlau Baluran enaknya nginep, karena pemandangan pagi harinya mirip kayak di Afrika [kata teman sih]. Ada guest house yg memang disewakan utk pengunjung kok.

      Delete
  3. Nyimak aja dah perjalanannya mbak Ririe. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya, mau ta ajakin juga gak mungkin ya

      Delete
  4. Ooo... Baru tau saya kalau di Banyuwangi ada bandara juga. Biasanya naik KA ekonomi aja sih :D

    Mushallanya bagus, saya juga suka liatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. lapTer Blimbing sarai masih bnyk yg belum tahu, pdhl uji penerbanga komersil sdh dibuka mulai akhir tahun 2011.

      Iyap, mushollanya artistik ya

      Delete
  5. unik ya, saya baru tau malah, ehm...masih belum rame. terlihat benar benar perintis, dan pastinya juga masih belum banyak calo. Wah, jadi kanyanya ada lowongan calo nie di sana.. heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk ukuran Banyuwangi lumayan ramai penumpangnya, hampir tiap hari tiap flight lebih dari separo seat terisi kok. Ya penumpangnya ya itu-itu saja, para pengusaha yg mobile tipa hr ke Sby dan luar kota lainnya. Juga para pejabat daerah..

      Delete
    2. ehm... untuk ukuran banyuwangi bener bener sangat membantu ya. iya juga, kan banyak yang mobil dari sana ke surabaya, lagi pula lwat jalur udara memang lebih bebas hambatan daripada lewat darat si ya.

      Delete
    3. yoaa...ebh cepat dan masih lumayan mahal kalau hrs bayar sndiri buatku

      Delete
  6. tarif pesawatnya lumayan mahal ya, masih kalah murah sama lion ekonomi murah surabaya jakarta :D, apalagi jogja - jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas masih penerbangan perdana prnh promo tiket murah. Dan hrga tiket segitu gak fix kok..beberapa waktu lalu ada teman yg bias dpt tiket harga 300 rb

      Delete
  7. taris pesawat rute jarak pendek entah kenapa lebih mahal daripada rute komersil. mungkin karena tidak banyak operator yang bermain di rute tersebut kali yah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klau menurut saya ya karena jumlah penumpangnya yg rekatif tdk banyak sehingga harga jual tiketnya jatuhnya lbh mahal

      Delete
  8. ehemmm kapan iso kesana yah #ngayal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayoo..kapan ke Banyuwnagi, ini mumpun kawah Ijennya belum pindah lho...

      Delete
  9. Saya baru pertama mendengar nama bandara Belimbingsari ini Mbak Rie..Ternyata Banyuwangi maju juga ya..Cuma kayaknya belum ada penerbangan dari Jakarta ya..Terus musholanya, lah kok cantik nian ya..Dari kayu gitu artistik sangat kelihatannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perkembangan pesat terjadi di era bupati Azwar Anas sekarang ini Mbak, banyak goal besar dicanangkan dan mmg diikuti dengan serangkaian program nyata utk mewujudkanya. Banyuwnaginya yg sebelumnya sempat menyandang kota tdk bersih pun, di tahun berikutnya lgs di genjot shg mendapatkan adipura

      Delete
  10. Dari Banyuwangi ke Bali kan cukup dekat ya. Naiknya lewat dermaga Ketapang ya. Kalaw dilihat dari foto fotonya sih pesawat pesawat mungil dari BIFA sangat mirip jet pribadi ya. Hihihihi. Wah senang sekali rasanya jika punya pesawat kecil sendiri, dan punya pilot sendiri. Serasa dalam film film saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. iYA, kalau ke Bali tingga nyebrang dr ketapang pakai fery...udah deh nyape Bali, gilimanuk maksdnya. Kalau waktu nyebrangnya mmg hny kisaran 30 menit Kang.

      #ikut ah pengen bisa jd pilot..hehhee

      Delete
  11. Baru dengar kali pertama neh bandara blimbingsari mbak :)
    tapi emang menyeramkan juga kalo baling2 bisa mati pas di udara iihhhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau baling2 pesawat macet pas udah di udara, gak hanya menyeramkan tapi tragis kayaknya...

      Delete
  12. Perbedaan tarifnya cukup jauh ya Mbak Rie. Makasih infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jauh banget, makanya saya kalau mudik masih mengandalkan jalur darat. Kecuali ada yg jd sponsor naik pesawat Bwi-SBy..ehehehee

      Delete
  13. pingin ikutan liat jazz dan pingin muter2 banyuwangi lagi, udah lama bbanget jaman sma ke banyuwanginya mbak rie :D

    Bandaranya lucu yaa, pake di obrak abrik barangnya, eeh mas2 petugasnya kok masih muda2 yaa -,-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAYUUKK JLN2 DI banyuwangi lageee...ini mumpung aku msh di Banyuwangi nti ta temeni deh..

      Iya, lucu plus gimanaaa gettu kalau check-nya manual getu

      Delete
  14. PERJALAN YANG MELELAH KAN MBAK...

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah aku belom pernah ke bandara banyuwangi tuh....
      lucu ya bandaranya, kecil tapi bersih.
      mushollanya juga unik ya, bikin betah.


      Maaf Mbak, aku komen di REPLY
      soalnya kotak komentar di bawah gak muncul muncul. aku seharian blogwalking, kotak komentar blogspot yang di bawah postingan semuanya gak muncul. tapi kalo klik reply, bisa muncul kotaknya.

      komputerku aneh bin ajaib ya...

      Delete
    2. @JOL: hiyaaahhh kira demikianlah...but it's oke..jalani saja

      @ Mbak Elsa: kapan neh ke Banyuwangi nyobain badaranya ?

      Sama Mbak, beberapa kali BW sy jg nemuin kasus begini kok, kotakkomentar gk mau mncul. PAs klik reply br dpt kotak komentarnya

      Delete
  15. Hehehe... bandaranya antik ya mbak, periksa tasnya manual.
    Musolanya panggung jadi kayak rumah adat suku di sumatera mbak hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bentuk musholanya menarik dan nyeni bangettt...

      Delete
  16. Kapan2 naik KA ke Banyuwangi ach. Saya pernah ke Banyuwangi baru 2x waktu dinas.
    Kayaknya asyik tuh..kalau ke Banyuwangi acaranya apa jeng ?? Ada tempat wisata yang menarik ??

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap menrima kehadiran pakdhe di Banyuwangi lho?

      Di Banyuwangi banyak tujuan wisatanya Pakdhe, kawah ijen, plengkung, pulau merah, sukamade, Pantai Bama,Rajegwesi...kalau mau di kunjungi semua ya sekira seminggu lah di Banyuwnagi-nya Dhe

      Delete
  17. Ulasannya lengkap bo'... senyum2 aku bacanya Rie... terutama untuk tulisan2 yang di'coret'. hihi...
    ingin menyambangi kamu suatu hari nanti, inginnya sih naik KA secara di Aceh kan ga ada kereta api. Kalo pesawat mah, dari yang besar sampai yang penumpangnya hanya muat 9 orang udah pernah....
    ke Bromo? mau banget, yuk kapan? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spcae mbolangku kayaknya harus tahun ini Mbak...kalau tahun depan belum ada wacana mau mbolang-mbolang..hehehe

      Eh, ta tungguin lho kalau main ke Banyuwangi, atau nanti pas tour de Ijen. AKu penegn ikutan tapi gak pny sepda..trs gak prnh latihan..lha apa aku kuat bersepeda ria sampai 300an Km? hehehee

      Delete
  18. Btw kalo ada libur panjang dan duit lebih pengin juga sih main-main ke Banyuwangi, tapi naik KA Mutiara Timur yg dr Surabaya jam 22.00wib, kira2 nyampe di ST.Banyuwangi jam berapa ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mutiara Timur dr Sby sekarang berangkatnya jam 21.30 Pak, kira-kira sampai Banyuwangi kisaran jam 04.00-04.30...

      Delete
  19. bandara'a + pesawat'a nampak sederhana banget ya mba,terlihat kurang terurus seperti bandara besar pada umumnya yg ada di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee...sdh sering mengunjungi banyak bandara rupanya sob?

      Delete
  20. waduh..
    pengen -_-
    keren eu bandaranya -____-

    ReplyDelete
  21. perjalanan mbak ririen sangat melelahkan, tapi juga menyenangkan yang jelas disana bisa refresing..hehe...
    sukses ya mbak....semoga pengalamannya bertambah terus
    terima kasih sudah berbagi info

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa..nikmati tripnya Pak, enjoy apa yg ada biar life is be the great

      Delete
  22. Kapan ya aku bisa ke bandara blimbing sari.. :)

    ReplyDelete
  23. Mushollanya keren. kayak rumah panggung. jadi pingin bangun musholla kayak begitu. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEmoga segera bisa diwujudkan utk membangun musholla panggung ya sob:)

      Delete
  24. peerjalanan ke BWI yang paling berkesan adalah naik sepur kluthuk dari Jember. Kalo nggak salah waktu itu Mbayar Rp 750. Berangkat bareng tukang sayur dan tumpukan dagangannya. Nikmat beramai-ramai.

    Bandara itu belum pernah dengar sih Mbak, walo sering lewat Rogojampi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. naik KA byr 750? tahun berapa itu Pak Ies? Kalau sekarang Bwi-Jember kisaran 10rb kayaknya ...saya belum prnh naik KA ke Jember, prnah ada teman yg cerita.

      Bandaranya belum lama dibuka, hampir setahun kayaknya

      Delete
  25. jujur ngga baca sampai tuntas, nangkepnya sih..."m'ba satu ni kayanya punya kantornya uenak banget bisa wara-wiri keseluruh nusantara.
    ikut atuh kali-kali mah..:o)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa...beluumm bisa jelajah nusantara PAk, br beberapa kota sja dan msh dominan ke Jkt neh. Pengennya sih bs dr sabang sampai merauke

      Delete
  26. bandara bandara kecil emang biasanya kalau bukan orang asal gak tahu ya mbak..

    kalau di kalimantan barat hampir setiap daerah kabupaten punya bandaranya, soalnya jarak tempuhnya jauh jauh, dan kadang gak bisa ditempuh lewat darat, kalau adapun harus naik kapal fery gitu deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, katatanya di Kalimantan, sulawesi, Irian dan luar Jawa lainnya banyak yg pesawat kecil getu karena utk jangkauan ke pulau kecil. Apalgi klo utk urusan dinas yg waktunya sbntr, pastinya gak bisa ttp mengandakan jalur kapal fery ya

      Delete
  27. Bandara Blimbingsari tuh kayak Facebook ya...
    Aku pengen naik pesawat sing pake baling-baling ngunu mbak...
    Berarti nek naik dari Banyuwangi, taruh celana dalem ama beha di bagian paling luar dekat ritsliting utama ya... surprise buat petugasnya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya udah, nti kamu saja pas naik pesawat ek Bwi naruh barang-barang sakti di bagian paling luar ya?

      DI ajmin gak hny petugasnya surprise tp penumpang lainnya yg sdg antri.

      Delete
  28. kalau naik pesawat takut baing-baling copot, kalau naik KA apa ngga takut relnya lepas

    ReplyDelete
  29. Haha... sempet2nya memphoto petugasnya...
    suit suiiiit. Masnya itu udah dikasih tahu alamat blognya Mbak Rie belum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaaa...iya yaah, lupa enggak ngasih tahu alamat blognya neh:(

      Delete
  30. Adanya bandara2 kecil itu sangat bermanfaat ya, Mbak. Terlebih daerah2 sulit seperti di Kalimantan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mbak, utk lokasi yg jauh-jauh tentu sgt perlu adanya pesawat2 kecil..sesuai kebutuhan dan dgn jumlah penumpang yg tdk bnyk

      Delete
  31. nggak pernah denger blimbing sari :p

    pengen, naik pesawat.
    dari solo ke sby :D
    mbak iklan mu apik2 men :(
    aq kok sepi yow iklane :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. berrati sekarang sdg dengar...eh..mbaca ding.

      Iklan-nya GA dan IBN kan sama saja dengan yg lainnya tho

      Delete
    2. punyaku daftar GA ditolak sih,
      kyke asik banget buat mempercantik template.

      IBN q nggak asik. :D

      Delete
    3. Kmayuu jarang mandi sey makanya ditolak oleh GA, makanya mandinya itu ambil airnya dr 7 sumur trs pakai bunga 7 jenis yaa....hahahaha

      Delete
  32. ada toh mbak bandara blimbingsari :) baru tahu nih

    ReplyDelete
  33. blimbing sari memang belum begitu dikenal ya mbak, apa rute terbangnya masih terbatas sby-bwi saja ya ? saya sendiri tahunya karangente tok

    ReplyDelete
    Replies
    1. AWAL-AWAL DULU SIH ada rute BAnyuwangi-Denpasar, tp skrg tinggal SBy-BWi saja pak

      Delete
  34. Musholanya terasa klasik dan nyaman...
    Kalau di Jogja, Blimbingsari itu satu kawasan di sekitar UGM

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaa...jd inget neh kampus impiaaaaannn guehhh

      Delete
  35. ana save dlu info'y, klo ana nanti ada kesempatan "mubeng-mubeng" neng Suroboyo - Banyuwangi bisa jadi bahan rujukan....he.he.he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip...semoga nanti bisa ikut menikmati penerbangan jalur Bwi-Sby ya

      Delete
  36. mungkin karna jauh, jadi agak terabaikan.... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak terabaikan kok...hanya dulu2nya memang sempat terjadi kasus shg statusnya gak jelas. Kalau skrg sdh oke kok

      Delete
  37. di Jember juga ada bandara mbak Rie, tapi sayang sekarang malah difungsikan jadi pengembalaan kambing dan balapan liar kalu malam hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha...dulu Blimbingsari juga jd tempat landas terbagnya [burung] merpati lhohhh

      Delete
  38. Wah ceritanya runut banget mbak Rhirie, ciri khas blog kidung kinanthi. Trimakasih
    info yg menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga atas singgahnya yaaa

      Delete
  39. wah, naik pesawat lebih cepat ya
    lebih mengasyikan

    tapi tetep saja buat saya kayaknya nggak deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dunk, naik pesawat lbh cepaaattt

      Delete
  40. Laporannya lengkap ya.. seru lagi jalan2nya :)

    ReplyDelete
  41. Yang kulihat di foto tampaknya serba kecil yah ..
    Kalau bukan dari angle yang wide shot, terlihat sederhana dan baru.
    Pesawatnya juga tampak kecil, apa karena mengangkut 50 orang itu yah?

    Jalan-jalan asyik terus nih yaa .. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe..poto-potonya ta kompres biar kecillll...aselinya yg gede sih yg masih ta save di hard disk

      Delete
  42. sedikit lucu sih tentang penderitaan baling baling gak mau muter waktu take off ....

    aku malah baru tau "bu" kalo di banyuwangi ada bandara yang imut ini ... tapi kok mahal banget ya "bu" banyuwangi surabaya tarifnya lebih mahal di banding jakarta - surabaya ...


    ikut-ikutan panggil "bu" ahhh ... colek una .. hehehhee....

    ReplyDelete
    Replies
    1. NUnggu aku jd bupati Bwi nanti pswtnya gratis deh...

      #Yeee...Una mah gak manggil eike 'bu' lho?

      #Ya sdh aku manggil kamu "nak' saja deh...hehehee

      Delete
  43. boeing bisa mendarat mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boeingnya di daratkan di Juanda saja deh

      Delete
  44. Aku belum pernah kesini, kapan ya bisa ke bandara ini :))

    Salam pagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEmoga suatu saat nanti nyampe ke Bwi yaahh

      Delete
  45. Selain niat pastinya harus punya ongkos juga. Banyuwangi semakin keren !

    ReplyDelete
  46. hhmmmm ^_^ nyimak aja ...
    senang bisa berkunjung kesini lagi mba ... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jugak senang lho sering di kunjungi..trs di klik2 iklanya deh...#pesan sponsor!

      Delete
  47. Belum pernah ke bandara manapun, apalagi naik pesawat terbang jg blm pernah :(.. haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gpp, suatu saat nanti juga ada masanya ut sering naik pesawat kuk..amiin

      Delete
  48. hehehe.. mata saiia langsung tertuju ke taxi nya.. keren mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, taxinya keren..gambarnya jugak tuh

      Delete
  49. Saleum,
    Enaknya jika ada rute pesawat ya mbak, disamping menghemat waktu juga tidak terlalu banyak uang gono gini yang keluar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wadouuwwww...sampai uang gono-gini juga neh

      Delete
  50. Alhamdulillah saya sudah ngerasain Bandara Blimbingsari. Sudah waktunya bandara tsb dibuat menjadi lebih besar lagi mengingat cukup tinggi mobilitasa masyarakat dari dan ke Banyuwangi-Surabaya.-irfan-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allhamdulillah Pak Irfan mampir lagi deh kesini, iya neh Pak Irfan malah sdh uji coba terbang Bwi-Sby. Lhah malah saya yg justru belum prnh. Semoga nti bisa berkembang jd bandara yg lebih besar..dan harga tiketnya lebih murah deh...hahahaha

      Delete
  51. top deh..., seharusnya memang banyak bandara perintis seperti ini ya di negara kita ...supaya lancar ke mana2
    tapi...aku mungkin tak akan memilih pesawat kecil, mending jalan darat aja deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya jugak utk bwi -wby msh milih jalur darat Mbak, kecuali ada order dan kebutuhan emergency..mgk br saya pertimbangkan utk ambil jalur udaranya

      Delete
  52. ternyata nama blimbingsari banyak sekalu ya. tempat kosku dulu (barat UGM) juga namanya blimbingsari.

    salam.

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.