Header Ads

Life is flowing in its story leaving history
  • What's News

    [Kenapa] Bunga Tidak Berbau Harum

    Di rumah memang tidak banyak tanaman bunga. Sebagai orang desa dan berjiwa petani sejati [baca: tulen], maka mayoritas tanaman yang berada di sekitar rumah adalah yang bersifat produktif yaitu yang ada manfaatnya untuk kebutuhan sehari-hari seperi pohon pisang [paling dominan] dan aneka pohon bergenre dikotil: mangga, sirsak, jeruk, jambu, lamtoro, sono, waru, nangka dan masih banyak lagi jenis lainnya. Dan ada juga jenis tanaman yang digunakan untuk bumbu dapur dan atau apotek hidup: kunir [putih + kuning], kencur, laos, lombok, pepaya, gingseng jawa, dan masih ada lagi beberapa lainnya. Kalau disebutkan semuanya, postingan ini bisa mirip buku absen aneka tanaman di sekitar rumah dimana saya lahir dan dibesarkan tentunya. Padahal Bismillahirrahmaanirrahiim sebenarnya hanya ingin sedikit sharing [Kenapa] Bunga tidak Berbau Harum yang terinspirasi #ciee...keren banget neh pakai istilah inspirasi dari bunga mawar yang setiap kali saya mudik selalu ada yang mekar demikian indahnya dengan semerbak aroma harum mewangi yang menawan. Hanya ada dua jenis mawar yang ada di rumah yaitu warna merah dan pink. 
    Nah melihat cantiknya bunga mawar tersebut, saya jadi teringat beberapa waktu lalu [sudah lumayan lama juga juga] melihat betapa menariknya tanaman bunga mawar denga aneka warna dan ukurannya yang dijual di tempat penjual bunga. Awalnya saya tertarik untuk membelinya tapi saya urungkan karena ternyata bunga tersebut tidak memilik harum khas bunga. Tidak hanya bunga mawar, tapi jenis-jenis bunga lainnya  ternyata tidak lagi memiliki aroma wangi yang sama seperti jenis bunga awalnya dan bahkan ada yang tidak memiliki aroma sama sekali dibanding dengan bunga sejenis yang tumbuh secara alami [tanpa rekayasa genetika]. Sepertinya fokus penelitian [rekayasa genetik pada tanaman bunga] termasuk mawar hanya terfokus untuk meningkatkan kulitas bunga dari segi bentuk, aneka warna dan ukurannya, dan masih ‘tertinggal’ akan daya tarik bunga yang sebenarnya yaitu harumnya yang khas dan spesifik.

    Alan Blowers, kepala bioteknologi kembang untuk Ball Helix, sebuah perusahaan biotek di Chicago Barat, Illionis, mengatakan bahwa warna mendapatkan prioritas utama saat pembiakan dilakukan. “Persilangan selektif telah mengurangi wangi kembang menjadi hampir tidak berbau sama sekali. Kembang-kembang dibiakkan untuk warna, ukuran dan umur panjang tanpa ada perhatian terhadap wangi floranya.”
    Wangi dihasilkan oleh senyawa-senyawa volatil pada tanaman dan memiliki beberapa kegunaan penting. Wangi tidak hanya menjadikan bunga berbau harum tetapi juga menarik serangga polinator dan menolak hama. Senyawa-senyawa volatil ini juga digunakan untuk memberi sinyal tanaman lain.
    “Tanaman menggunakan wangi flora untuk menarik polinator atau untuk menolak serangga berbahaya. Wangi flora mulai terbentuk sebagai minyak yang dihasilkan oleh daun bunga pada kebanyakan tanaman. Karena minyak-minyak ini mudah menguap pada suasana panas, maka para ilmuwan menyebutnya sebagai senyawa volatil. Aroma bunga bisa mengandung antara tujuh sampai sepuluh minyak berbeda, seperti pada bunga snapdragon atau petunia, atau bisa mencapai 100 zat kimia berbeda, seperti pada bunga anggrek,” papar editor ScienceDaily.

    Ada beberapa contoh tanaman yang telah terinfeksi dengan sebuah virus dan telah melepaskan senyawa volatil yang mensinyalir tanaman lain untuk memasang sistem pertahanan terhadap virus tersebut. Dengan memahami bagaimana senyawa volatil dihasilkan dan gen-gen apa yang terlibat, Dudareva berharap untuk menghasilkan lebih banyak kembang-kembang yang berbau lebih harum dan bahkan mengontrol saat pelepasan wanginya.
    “Industri flora tertarik dalam menghasilkan kembang-kembang yang semerbak mewangi di malam hari, ketika kita berada di rumah saat pulang kerja. Petunia merupakan salah satu jenis kembang yang melespakan aroma wanginya di malam hari, jadi kita tentu dapat meniru ini. Tetapi sebelum kita membuat kembang yang lebih wangi di malam hari, kita perlu mengembalikan aroma wangi sebagian besar bunga yang telah hilang,” papar Dudareva lebih lanjut.

    Kira-kira bunga ini wangi gak ya?
    Semoga hasil penelitian lebih lanjut bisa mengembalikan wangi-wangi bunga seperti asalnya dan kemungkinan menghasilkan varian wangi baru yang lebih beragam. Karena masa depan seluruh jenis tanaman tergantung pada polinator serangga yang tertarik terhadap wangi kembang. Tanpa serangga-serangga ini, tanaman-tanaman tidak bisa berkembang biak dan akan mati. Dan daya eksotis sebuah bunga tak akan sempurna jika TAK ADA harum baunya.



    Article Reference: chem-is-try.org

    193 comments:

    1. pantesan.... bunga2 sekarang ini kok udah ga wangi lagi... ternyata yang jadi fokus utama pembiakan adalah lebih kepada kualitas warna, ukuran bunga, dan umur panjang si bunga, sementara kualitas aroma malah lupa diperhatikan...

      semoga ke depan, para ilmuwan dapat segera mewujudkan niat mulianya itu ya rie.. menghasilkan be-bunga yang semerbak mewangi... ya tentu yang paling utama adalah mengembalikan aroma asli si bunga itu sendiri sebelum mengembangkannya ke arah yang lebih beraneka...

      ku suka banget dengan aroma melati dan mawar kampung, haruuuum!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Menarik banget bunga-bunga yg hasil rekayasa, namun pas ta cium kok gak ada bau khas flora'nya maka aku gak jd tertarik utk membelinya.

        Di rumah ada mawar dan melati yg masih kampung. DUlu punya juga yg kaca piring [warnanya putih sebesar mawar gitu kalau mekar], tapi meninggal watu di pindahin, mana lupa bikin cangkokan sebelumnya..hiks:(

        Delete
    2. yang alami memang tidak bisa dikalahin kualitasnya yaa :))

      ReplyDelete
    3. Kalau tanaman saya dirumah itu kebanyakan tanaman obat (^ ^
      Kayak brotowali,, dll... banyak lhoo dirumah (^ ^
      Gak ada bunganya (T^T

      ReplyDelete
      Replies
      1. Adakan beberapa tanaman obat yg ada bunganya juga? Salah satu whist listku, bisa punya apotek hidup dengan anekan tanaman obat...#big dream will come true

        Delete
    4. Waw! Asik, skarang mbak rie jadi ahli genetika! Penelusuran yg mantep, mbak! Visualnya dapet, indah, warna-warni, bentuknya bagus tapi kemana bungaku yg dulu harum mewangi?

      Hanya ada bunga mawar di depan rumah ane, lainnya makanan khas kambing! Sono, waru, nangka, dll. Bhahaha

      ReplyDelete
      Replies
      1. wouww, mendadak jadi ahli genetika [karbitan] dunk? Wah bisa di demo orang genetika seantero dunia neh diriku kalau jd ahli genetika..

        Kalau di rumah ortu mah gak hanya makanan khas kambing..makanan khas manusia juga ada, singkong, ketela, uwi, gembili, gadung...#pamer

        Delete
      2. hupz.! siapa yang mau ngedemo orang pinter?? yang ada malah dikasih nobel! bhahaha, hmmm, umbi2an ya, mbak! jadi kangennnn

        Delete
      3. hohohoho..kuk kangen? Gak nanam umbi-2an ta? Daunnya kan bisa juga untuk nasinya kambing tuh..

        Delete
    5. Replies
      1. Hohohooo...yang alami yang alami...sim salabim #Lhoh?

        Delete
    6. Semerbak wangi bunga asli memang menyegarkan, semoga:-)masih banyak kita jumpai kelak :-)

      Maaf bukunya baru bisa dikirim senin:-)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Amiin,semoga keasliannya masih tetap bisa dipertahankan agar sekian generasi yg akan datang tak hanya membacanya dari buku sejarah ya Mbak.

        Oke Mbak, senengnya deh mendapat kiriman buku dari Mbak Keke. Semoga berkah dan bermanfaat bagi kita semua ya Mbak. Sukses selalu buat Mbak Keke:)

        Delete
    7. padahal kalau bunga itu harum lebih baik ya

      ReplyDelete
      Replies
      1. bunga yg harum semerbak mewangi, warnanya beragam dan tahan lama segarnya...hemmmm....

        Delete
    8. bunganya indah banget, jadi pengin memetiknya. Harum adalah relatif, namun yang terpenting adalah keindahannya

      ReplyDelete
      Replies
      1. seperti halnya harum itu relatif, maka keindahan juga bersifat rekatif...

        Delete
    9. Di rumahku juga ada kembang au namanya apaan,
      wanginya mung mbengi thok...
      Aku suka bau melati :x :x

      ReplyDelete
      Replies
      1. Klau wanginya hanya malam, bisa jadi namanya bunga sedap malam tuh...#ngawur

        Di rumah ortuku Na, ada bunga melati alami lho..#promosi

        Delete
    10. Jeli juga ya Mbak analisanya... Mantap deh

      ReplyDelete
      Replies
      1. kebetulan mmg pernah 'iseng' penasaran pengen tahu harum bunganya kayak gimana, waktu lht bunga-bunga mawar yg di penjual bunga kok indah-indah banget

        Delete
    11. yang warnanya pink, cantik sekali, mbak.. :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. So lovely rose...apalagi kalau ada mawar warna ungu ya...heheheh

        Delete
    12. waw.. fakta yang cukup mencengangkan..
      solusi kongkrit pemerintah gimana tuh mbak, jangan-jangan malah pemerintah gak tau -_-"

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hehehe..biasa saja kok, setiap rekayasa're-engineering tentu ada hal yg perlu di reka ulang lagi...itulah salah satu uniknya engineering, termasuk rekayasa genetika tanaman..

        Delete
    13. klo gitu meliara melati aja yaa...biar ada bau wanginya.... :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau bunga kenanga gimana Mbak? kan harum juga tuh...

        Delete
    14. Biasanya memang pemurnian gen tertentu akan menghilangkan sifat yang lainnya ya mbak, apa lgi kalo sifatnya resesif hehehe...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yoi, gen resesif bisa 'tertinggal' saat dilakukan rekayasa genetika. Btw, kalau bau khas flora'nya itu apa ternasuk gen resesif ya?

        Delete
    15. Bunga ini memang kadang2 tidak berbau, tapi justeru parfum yang banyak berbau..hehehe...
      oh ya sobat, link banner sudah kupasang silahkan cek
      terima kasih

      ReplyDelete
      Replies
      1. saya gak sanggup dengan bau fragrance parfum Pak. Mual dan kepala jd pusing kalau kena bau parfum/#dasar Ndeso

        Okey, bannernya sudah saya pasang juga kok..happy blogging ya:)

        Delete
    16. wahh baru tau nih saya-___-
      btw, nice info mbak ;)

      ReplyDelete
      Replies
      1. yeeeaah, jadi sama-sama tahu deh sekarang..

        Delete
    17. kaya baca tulisan'a mba jadi kaya belajar tentang Biologi yang kemarin aku baru hadapi pas ujian di kampus
      yang jelas & pasti adalah buang itu selalu indah & indah walau tidak ada wangi yang menghigapinya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Akan lebih indah lagi jika berbau haruuumm, warnanya menarik, dan segar lebih lama...

        Delete
    18. saya suka melati. sudah lama saya cari bibitnya buat kutanam di kebun kecilku

      ReplyDelete
      Replies
      1. Oh ya? Coba kalau rumahnya dekat, dengan senang hati saya kasih biit bunga melatinya MBak.

        Delete
    19. gue gak bisa komentar tentang harum ato semerbaknya wangi bunga2 soalnya ditempat gue tanamannya seperti yg sobat tulisan paling awal "tanaman produktif"!

      ReplyDelete
      Replies
      1. whahahahha, saya suka 'protes' sama bapak karena beberapa kali tanaman mawar di hijrahkan kan ke tempat lain dan di ganti tanaman singkong lhoh?

        Delete
    20. oh gini toh yang buat bunga tidak wangi ya... semoga deh bisa di ciptakan hasil rekayasa dengan wanginya juga ikut ya....

      ReplyDelete
      Replies
      1. amiin, semoga kelak saya juga bisa memiliki sebuah taman yg oenuh bunga harus mewangi dan aneka warna..#mimpi dulu

        Delete
    21. Ikutan Kompetisi Blog Mama Cake yok. ada hadiah 2 buah Galaxy Tab loh...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Pengen sih ikutan kompetisi blognya, tapi waktu lihat temanya kok 'berat' banget ya....

        Delete
    22. OOo itu alasan kenapa ada bunga2 yang aslinya wangi jadi tak wangi lagi.... di rumah aku ada mawar harum juga sih tapi nggak harum banget melati dan kenanga juga, kalau anggrek memang nggak wangi ya mbak tapi bentuknya bagus2 :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Anggrek gak kecium bau wanginya. Kenanga saya gak punya Mbak, terlalu harum tuh baunya..hehhehe

        Delete
    23. ada yang kena virus segala ya? artinya bisa juga hinggap ke manusia kan kalo ada virus begitu

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hayooo...jangan sampai kena virusnya ya:)

        Delete
    24. emm..
      kayaknya bau deh..
      bau...*apaya?*

      ReplyDelete
      Replies
      1. waaa...bau apa ya? Bau kentang gorengggg....wkwkwkkw

        Delete
    25. iTS PERFECT POST.. BUNGAN DEPAN RUMAHKAH ITU ??

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yups, itu bunga di depan rumah ortu...

        Delete
    26. Petunia tuh bukannya bibi harry potter?
      eh lho kog??
      hehe, abaikan saja.

      pantes saja, dulu aku pernah beli kembang mawar. Rencananya sih mau ku tanem di depan rumah, tapi tuh kembang gak ada wangi-wanginya sama sekali...
      kupikir cuma hidungku yg lagi bermasalah. -_________-"

      ReplyDelete
      Replies
      1. Awalnya saya juga mikir apa hidung saya yg bermasalah, tp setelah lain kesempatan ke penjual bunga lainnya..dan ternyata mmg si mawar gak berbau khas floranya...br deh yakin jk yg bermasalah bukan pd indera penciuman saya..

        Delete
    27. aq lebih suka yg alami ah...
      asal wanginya jgn kyk bunga bangkai aja
      hihihi.....

      ReplyDelete
      Replies
      1. tidak disebut bunga bangkai kalau baunya wangi, Mbak. :)

        Delete
      2. @ Diandra: Alhamdulillah saya belum pernah tahu bunga bangkai Mbak:)

        Delete
      3. @ Abi Sabila: yupsss...sepakat deh sama MAs Abi..

        Delete
    28. seperti para peternak buah, kadang lebih mementingkah wrna dan besarnya buah dari pada harus fokus memproduksi kualitas rasa buahnya itu sendiri... sya sering ketipu kalo beli buiah di jalanan, besar dan merah menyala (semangka) tapi rasanya tdk sebanding dgn apa yg sudah sya bayangkan setelah melihat warna merahnya :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. yups, ketika di tonjolkan satu sisi biasanya terjadi salah satu sifat awal yg jd resesif/kalah. Semoga ke depannya hasil rekayasa holtikultura semakin baikk

        Delete
    29. Di rumahku sama sekali tak ada bunga, yang ada hanya pohon pisang, kelapa dan jambu. Jadi pengen menanam bunga melati, biar harum dan segar udaranya. Aku nyakin di kampungku bibitnya masih alami.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau di kampunganya udah gak ada bibit melati yg asli, import saja dr desa saya Pak...hehehhe

        Delete
      2. Gratis ya ?? heheheee....pesan satu kontainer !

        Delete
      3. Whehehee...gratis kalau ambil sendiri. Ngumpulin sendiri sampai dapt satu kontainer.

        Delete
      4. sampai ubanan belum tentu terkumpul itu..xixiii

        Delete
      5. Kalu sekarang udah ubanan ya mmg gak bakal terkumpul 1 kontainer bibit melatinya tuh...hehehhee

        Delete
    30. kembangnya cantik cantik mbak


      kalau di kampungku sekarang tercium bau wangi di mana mana, dr bunga aneka pohon yang lagi bersemi, juga ladang Raps yang lagi mekar hektaran di sini

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wahh, ajakin jalan-jalan ke kebunnya dunk Mbak? Tentu mengagumkan sekali melihat hamparan bunga yang sedang bermekaran dengan anek warnanya yang elok begitu ya Mbak:)

        Delete
    31. karena banyak bunga yang sudah dilakukan persilangan, wanginya sudah tidak natural lagi,, jadi nambah lagi ni ilmu ane ,,heehehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hehehe..iya, semoga bisa jd wacana yg memperkaya pengetahuan..

        Delete
    32. disana gunung, disini gunung,
      ditengah-tengah ada showroom,...

      anda bingung, sayapun bingung,
      koq ada ya bunga yg tdk berbau harum :-?
      ...hehehe

      salam kenal ya mba'.. sya follow di 276.. smg brkenan u/ mmfollback :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Apalagi bunga asmara, malah lebih haum lagi karena orang jd sering pakai parfum tuh..hahahhaha.

        Oke, segera saya folback dan terima kasih ya:)

        Delete
    33. padahal, dulu bunga itu aslinya kan identik dengan bau harum dan wangi ya mbak.....dan sekarang ketika bunga sudah tak harum lagi, berarti bunga jadi kehilangan ciri khasnya donk.....hehe....mungkin di hutan-hutan yang masih alami masih ada bunga-bunga yang berbau harum ya mbak.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Di hutan? Hahahha..jadi ingat pilem Robin Hood yang di hutan-hutan.

        Delete
    34. hebat ya penelian jaman sekarang. semua jenis di lakukan percobaan, ya kita mah ga tau dah tentang percobaanya dan apa maksudnya, aku haya tau hasilnya aja dah. heheh.

      ReplyDelete
      Replies
      1. sama tuh, saya juga gak tahu gimana detail percobaannya. Tp kalau teknologi mmg demikian, sellau berkembang dan ada hal-hal baru yg di teliti demi kebaikan hidup tentunya:)

        Delete
      2. iya mba, ga akan ada habisnya. asal masih tetap dalam kodrat, jangan sampe penelitian tentang maut, seolah ga mau mati aja. heheh.

        Delete
    35. wah ternyata komplex juga ya unsur pembuat wangi bungga..

      ReplyDelete
      Replies
      1. coba kalau saya lbh paham lg ttg genetika, tentu amazing bangetss..

        Delete
    36. Oooh ternyata wangi bunga itu salah satu bentuk pertahanan diri ya? Menolak "musuh" si bunga tapi ternyata menarik kita manusia untuk mengaguminya. Subhanallah .... Allah benar2 Maha Agung ....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya Mbak, ternyata di balik harumnya yang semerbak/juga yg tdk harum pun merupakan 'senjata' pertahanan diri bagi si bunga..

        Delete
      2. Subhanallah .. ck ck ... orang2 yang sehari2nya mempelajari hal ini seharusnya makin cinta sama Allah ya mbak Ririe

        Delete
      3. Iya Mbak, lumrahnya semakin banyak kita tahu maka semakin tinggi tingkat keimanan kita. Saya pernah baca ttg kisah mualaf yg mendapat hidayah karena hasil penemuannya.

        Delete
    37. Bahkan ada juga bunga yang bauk kan ya? :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Bunga bangkai tuh yg bau kurang sedap...

        Delete
    38. Bunga Raflesia sob, Wangi bau busuk. Hehehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Meski baunya kurang sedap, sebenarnya saya penasaran juga pengen lihat langsung gimana wajah cantiknya si Raflesia:)

        Delete
    39. emank klo urusan bunga wanita lah ahlix *smile
      thx pengetahuanx mbk...

      ReplyDelete
      Replies
      1. smile juga...

        aslinya saya juga blm pny banyak bunga lho? Pengetahuan ttg bunga juga masih minimal..

        Delete
    40. Jeli juga ya Mbak analisanya. Nice info Mbak

      ReplyDelete
      Replies
      1. hohohooho...kebetulan saja pernah tahu ttg bunga mawar yg harumnya gak ada kok:)

        Delete
    41. Waaaaaaaaaaahhhh.. baru aja kepikir kenapa mawar-mawar zaman sekarang nggak wangi lagi. Akhirnya dapat jawaban di sini. Makasih infonya ya, Ririe ;)

      ReplyDelete
      Replies
      1. okeyyy, masih banyak mawar-mawar yang punya harum khas mawar kok Mbak. jangan kuatir...

        Delete
    42. salam kenal mba + follow :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. oke, salam kenal juga...I'll folback sooner:)

        Delete
    43. Untung ane ya sop,dapat bunga(made in lama),bunga yang termasuk harum baunya,hehe.
      Nice share,thanks ya,happy blogging.

      ReplyDelete
      Replies
      1. saya juga beruntung masih punya tanaman bunga yang alami di rumah...happy blogging too

        Delete
    44. Waduh ada yang ketinggalan,boleh dua kali kan?
      Coba dech analisa bunga Citra Lestari atau bunga Jaenal masih harum ga baunya,soalnye dua bunga ini termasuk bunga jaman sekarang,wkwkwk...mabuuur!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau Bunga Citra Lestari kan sudah ada yang sah utk mem'bau'nya yaitu suaminya. Ada bunga jamn sekarang yang saya impikan lho: BUNGAlau....whehehehee

        Delete
    45. bunga tidak berbau harum..???
      ahaa??!!! qu tw..
      bunga deposito...
      :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. hahahaha...saya lebih suka investasi unit link saja deh ketimbang deposito...#sapa yg mau ngasih?

        Delete
    46. mbak rie...............genetika, kok seru yaa, eeh bunga2 di rumah tak cium pagi tadi ndak begitu harum, haruman baju ku, heheheheh :D


      mbak rie kalau jadi liat SSF ntar inbox niar di evbi atau ym yaa mbak :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. kalau di Banyuwnagi saya juga gak punya bunga yg berbau harum karena tanamannya pohon pisang, haruman baju kalau habis di ambil dari laundry...hehehhe

        Oke, nanti kalau jadi lihat SSF ta inbox..

        Delete
    47. keindahan yang dikupas secara ilmiah lebih menarik

      trimakasih ilmunya

      ReplyDelete
      Replies
      1. nyimak dulu deh...


        hehehehe..


        Happy Blogging

        Delete
      2. @ El-Barezy: bagian dari belajar menulis semoga bisa dibaca dengan lebih enjoy...

        @ Ubay: Happy blogging juga ya SOb:)

        Delete
    48. ditempat saya belum ketemu dengan bunga yang tidak wangi, mungkin karena bunga-bunga-nya masih orisinil ya :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Say athunya [awal] bunga mawar tak berbau khas floranya waktu ke penjual tanaman/bunga beberapa tahun lalu. Kalu bunga di rumah ortu ya masih alami...eh, ada deh adenium yg hasil persilangan

        Delete
    49. baru tau saya ada info mengenai harum bunga gini :).memang ya bunga itu ga lengkap kalo ga harum :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Masing-masing bunga punya keharuamnnya sendiri..jd ada yang berasa kurang jika menemukan bunga yang sama [dan harusnya berbau harum] tapi gak berbau harum seprti biasanya..

        Delete
    50. bunga sekarang memang terlihat menarik namun baunya tidak lagi harum,,,,,

      ReplyDelete
      Replies
      1. Warna yang menarik kadang memang jadi skala prioritas saat membeli bunga

        Delete
    51. iya sih gan.. :D tapi kan ada juga tuh yg harumm.. :D walau kebanyakan harumnya kurang "wow"..

      *keep blogging

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau bunga yg harum memang tetap ada kok...don'y worry be happy..

        Delete
    52. Salam sahabat
      makasih atas kunjungannya dan makin kueeereeen aja nich blognya.
      Bunga tidak seindah yang dilihat jika bunga tersebut tidak menampakkan kecantikkan sesuungguhnya begitu pula dengan wanita hehehe kok gak nyambung ya

      ReplyDelete
      Replies
      1. salam hangat juga buat Mbak Dhana:)

        Alhamdulillah dibantuin teman utk edit blog sehingga jadi seperti sekarang...maklum gaptek jd tanya-tanya teman deh.

        Kalau boleh membuat analog, bau khas bunga [yang aslinya tanpa membedakan jenis aromanya] bisa diibaratkan dengan inner beauty pada wanita kali ya MBak. Jd ketika penampakannya dipercantik sedang bau khas floranya gak ada, serasa ada yg kurang gimana gtu..

        Delete
    53. Padahal ciri khas bunga ya wanginya yah??

      ReplyDelete
      Replies
      1. salah satu ciri kahs bunga memang bau khas floranya..

        Delete
      2. Kalau itu hilang so namanya apa dong?? apa bunga juga sudah kehilangan kodratnya sebagai bunga #eh..

        Delete
      3. Wah, sampai kodrat? Kalau kodrat kayaknya gak bakal ada yg bisa ngubah kok...namanya riset manusia tentu berbatas

        Delete
      4. Iya sih tapi kalau diibaratkan bunga itu hidup dan berbicara mungkin mereka akan berkata seperti itu *imajinasinya ketinggian hehe..

        Delete
    54. ga suka bunga....suka bersin2 hihi

      ReplyDelete
      Replies
      1. Asyikk, kirimkan bunganya ke saya saja mbak biar gak bersin2 lagi...

        Delete
    55. Kalau dulu bunga-bunga dengan wanginya yang harum dan khas serta tampilannya bagus maka akan cepat terkenal sahabat

      ReplyDelete
      Replies
      1. Tapi beberapa waktu lalu sempat booming bunga yang tanpa mekar bunga juga, waktu antorium dan teman-temannya melejit harganya selangit...

        Delete
    56. wah emang bener ya kalo sekarang banyak bunga yang g harum lagi...

      ReplyDelete
      Replies
      1. tapi kalau bungalau meski gak harum saya suka lho....#kumat

        Delete
    57. wah benar juga Bu.. semoga ada yang bisa mengembalikan keharuman bunga

      ReplyDelete
    58. Replies
      1. hohoooo...selamat menambah pengetahuan baru

        Delete
    59. Mawar dan melati itu sama-sama bunga favoriteku lo Rie, aku punya mawar warna ungu yang harus sekali, sekarang baru bangun setelah tidur panjang winter kmrn :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah mawar ungu? Itu kan bunga impian saya Mbak...mau dunk di kasih bibitnya. Tapi gimana ngirimnya dr AMrik ya?

        Delete
      2. Apa main aja ke rumahku Rie, entar aku ajak aja sekalian ke toko penjual tanaman, biar pilih sendiri. :)

        Delete
      3. hohohoo...Mbak Hanyyyy, maauuu dunk ke main rumah Mbak HAny tapi nunggu ada yg mau jd penyedia tiket PP lho?

        Delete
    60. ouu.. jd gt yaa.. sayang sekali ya klo ga wangi. Pdhl bau harum kan salah 1 daya tarik bunga, bkn cm warna dan bentuknya saja.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Alangkah indahnya jika hasil rekayasa genetika bunga bisa precise dengan aslinya ya Mbak...hehehehe..

        Delete
    61. ini beneran, di sebelah rumah saya 2 hari ini baru saya ketahui ada bunga bangkai. aneh sih. kalo sore, wah mantep baunya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wah mantep ya? pakai masker dunk tiap sore...

        Delete
    62. apa bisa tuh sesuatu yg emank sdh dr sononya lalu mau diubah2...??, thx ilmu mbk.. :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ilmu itu luasnya, jd bisa dikembangkan, ditemukan, dikombinasikan...yg penting demi kemaslahatan hiudp dunia - akherat

        Delete
    63. Bunga plastik indah diliat,
      pas dicium.... hueeekk bau plastik...
      (*yah namanya jg bunga plastik)

      # ngaco.... :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. dikasih parfum dulu..
        pasti wangi parfum,jadinya..
        :P

        Delete
      2. @ Ivan: Weiii, yang rajin mnecium bunga plastik....

        @ i luv u: Saya gak punya parfuuummm, huaaa...

        Delete
    64. daya tarik bunga memang ada yang hanya dari bentuk dan warna-warninya tetapi tanpa keharuman akan mengurangi daya tariknya ya mbak

      ReplyDelete
      Replies
      1. yups Pak, keharumannya yg khas merupakan salah satu daya magis bunga..

        Delete
    65. Rekayasa genetika atau rekayasa lain terhadap flora dan fauna telah menghilangkan sifat alamiah.
      Paling kasihan kalau itu terjadi pada binatang.
      Contohnya pada ayam pedaging maupun petelur.
      Mereka lebih mirip sebuah benda ketimbang binatang...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Rekayasa pada flora-fauna memang berorientasi pd produktifitas/ekonomi aspect. Jd yg di dominankan yang bisa memberikan aspek profit.

        Delete
    66. kenapa ga dikembangin riset keharuman bunga yah, kan bisa untuk kemajuan industri parfum

      ReplyDelete
      Replies
      1. Pada jenis bunga yang lain semoga hasil risetnya mendekati sifat flora aslinya. Kebetulan yg pernah saya tahu memang bunga mawar yang gak harum di penjual bunga

        Delete
    67. hehehe, perna baca artikel serupa dari mana hitu yah...
      nice post mbak :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Sip deh, sebenarnya memang bukan hal baru lagi soal bunga hasil rekayasa genetika ini kok...

        Delete
    68. itu yang rawat semuanya siapa mbak ?

      ReplyDelete
      Replies
      1. BUnga di rumah ortu ya? wong bunganya gak banyak kok, cukup di siram dan di kasih pupuk kandang saja. So simple saja.

        Delete
    69. mbak rie.. ngambil award di postinganku yg judulnya "hadiah dari youko" yah mbak :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yayayyaaaa, dapat award lagi. DUuhh senengnya. Segera saya pasang di laman Award ya mbak. So tengkyuuuuu

        Delete
    70. namanya juga bunga hasil rekayasa, pasti ngga akan sesempurna buatanNYA, padahal yang penting selain dari bentuk, wanginya itu lah yang kadang bisa mengenangkan kita pada masa muda dahulu...loh ko jadi jauh ya.
      lebih jauh lagi kalau bunga citra lestari ngga pake wangi-wangian..wah bakal ngga asik tuh.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Weeee..makin jauh neh bunga'nya berkembang. Sampai ke artis ya....xixixixii

        Delete
    71. kenapa ya kalo bilang bunga langsung kepikiran kata harum
      padahal banyak yang ga wangi sama sekali
      apalagi bunga bangkai
      hehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya ya, kalau bunga identik dengan bau harum. Dogma warisan kali ya. padahal pernah booming bunga yang gak ada bunganya yg harga selangit, itu jamannya antorium dkk..

        Wah, kalau bunga bangkai...asli sampai sekarang saya belum pernah liht lho...hehehehe

        Delete
    72. kalo mbak itu termasuk bunga apa? #eaa

      ReplyDelete
      Replies
      1. termasuk [suka] bungalau....whahahahaha...#gak nyambung ya

        Delete
    73. wah bunga nya aneka warna cantik pula

      ReplyDelete
      Replies
      1. terima aksih, saya memang cantik kok [kan perempuan mmg cantik]....#Eh?

        Delete
    74. bunga bangkai jg ga wangi, mbk
      salam kenal, yaaa..
      blognya ruame banget, sii

      www.aniamaharani.blogspot.com

      ReplyDelete
      Replies
      1. gak harum tapi ttp ada aroma khas floranya kan...

        Alhamdulillah ramai semoga bisa happy blogging dan menambah pertemanan dalam kebaikan..

        saya sudah singgah di blognya Mbak Rani, tapi belum ketemu join friend'nya:(

        Delete
    75. Replies
      1. hemmm...iya, kalau bunga mawar selalu cantik menurut saya:)

        Delete
    76. wah kalau mawar sampai gak mangi ya hambar donk jeng. Bunga mawar termasuk favorit saya sejak kecil. Dulu punya banyak mawar di Jombang, di Surabaya hanya ada 2, sudah dibabat. Mau cari lagi yang wangi ach.

      Terima kasih atas infonya.

      Salam hangat dari surabaya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dari dulu sampai sekarang, jenis mawar yg ada di rumah masih pink dan merah, Dhe. nanti kalau Pakdhe punya varian warna lain, bagi-bagi ke saya ?

        Salam osing dari Banyuwangi ya Dhe?

        Terima kasih sudah nyambang ke sini:)

        Delete
    77. wahhh, begitu toh penyebabnya mab..

      snagat bermanfaat nih :), terima kasih atas penjelasannya :)

      happy blogging

      ReplyDelete
    78. Met malem.. blog ini dah aq follow and link bannernya dah aq pasang silahkan di cek.. di tunggu follback and linkbacknya ya.. trims

      ReplyDelete
      Replies
      1. Yuhuyyy, terima kasih. I'll visit back...I'll folback..dan segera saya pasang juga link'nya sob:)

        Delete
    79. baru terpikir juga....ah iya??.....apakah benar?.....kemudian pergi kedepan....mmm masih harum kok....oh yg dimaksud hasil persilangan.....efek sampingnya ya mba.....atau memang tidak dianggap penting...

      ReplyDelete
      Replies
      1. menurut saya bukan tidak dianggap penting, tapi lebih pada kemungkinan sisi sifat yg lebih bisa utk dikembangkan lebih dulu kayaknya Pak:)

        Delete
    80. mungkin yang terlalu harum jadi ga tercium mba. hehe,
      penjelasan ilmiahnya mantap

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau saya mencium bau yang terlalu harum malah bikin pusing kepala lho?

        Delete
    81. Lah kalau bunga itu tidak wangi, namun ingin kita persembahkan kepada kekasih ya tinggal di semprot pake parfum saja .... xixixi nggak nyambung ya? ...

      ReplyDelete
      Replies
      1. huhuhuuuu..itu mah namanya harum bau parfum dweeehhhh....

        Delete
    82. =========================================
      berbagi Kata Kata Motivasi cuy
      Hidup ini penuh pilihan. Semakin baik keputusan yang kamu pilih semakin baik juga kamu dalam mengendalikan kehidupanmu.
      =========================================

      semoga dapat di terima :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. Okey, ma kasihhh sob:)

        Jika sudah siap dengan suatu pilihan berarti sudah sanggup dengan segala resikonya:)

        Delete
    83. Berarti penelitian persilangan yang saat ini dilakukan tidak secara kompleks ya, hanya pada satu faktor saja: keindahan visual.

      Brarti wangi yang tercium dari bunga yang dijual itu bisa jadi berasal dari parfum yang disemprotkan ke bunga tersebut mungkin ya?! CMIIW.

      Smoga bunga-desa tetap cantik dan wangi, hehehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Whahahaha, bunga desa? Saya dunk? # ngaco!

        Bunga yg dijual dlm karangan itukah? Saya belum pernah dpt bunga segar yg di rangkai tuh...eh, pernah ding dulu waktu wisuda tap rangkaian bunga mawar asli dan original [bukan rekayasa genetika]...

        Delete
    84. nce post...visit back ya..salam kenal buat semua
      http://purnomosymb19.blogspot.com/

      ReplyDelete
      Replies
      1. oke..thx for coming. I'll visit back:)

        Delete
    85. Yang lebih penting menurut saya malah mempertahankan spesies asli (bukan hasil persilangan) sebagai plasma nutfah agar tidak punah. Bisa2 nanti anak cucu kita cuma 'mengalami' spesies hasil persilangan. Padahal, pada spesies asli ada beberapa sifat genetik yang baik tapi tidak diturunkan ke hasil persilangan, misal bau harum seperti di posting ini, dan daya tahan terhadap hama ataupun gulma. Katanya padi di Indonesia udah jarang yang spesies asli, padahal ada banyak sifat menguntungkan dari spesies asli itu. Lah, napa saya jadi nglantur panjang lebar begini, yak?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Setiap penelitian basically yang berusaha mempertahankan sifat-sifat baik dan meng'improve sifat baru yang dianggap bisa meningkat keindahan bunga..

        Delete
    86. kunjungan gan .,.
      bagi" motivasi .,.
      lakukanlah segala hal dengan keikhlasn .,.
      di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Semoga bisa ikhlas dengan lebih baik

        Delete
    87. Terima kasih infonya gan.
      Lumayan buat nambah elmu.

      Gema Parfum :
      Parfum terwangi di dunia.

      ----------

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad