Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Internet Membuatku XLalu gaya XLangkah Lebih Maju

Perkembangan teknologi IT yang demikian pesat membawa kita pada era digital, idealnya memang diharapkan masyarakat bisa menjadi pengguna yang bijak. Menutup diri dari perkembangan teknologi (apalagi internet)  justru akan menjauhkan kita dari dinamika peradaban sehingga kita menjadi sosok yang tidak up to date. Semaraknya social networking  sebagai salah satu bagian sayap dunia internet yang menghipnotis ratusan juta (atau milyaran?) penghuni planet bumi ini dalam dunia cyber. Facebook, twitter, blogger, Friendster, Messenger etc, sudah menjadi kebutuhan untuk menjalin komunikasi dengan keluarga, teman dan partner bisnis.
Internet telah banyak mengubah life style dan bergerak bebas tak ada batasan ruang dan waktu, dimana dampaknya sangat heterogen. Segala sesuatu tentu memiliki dua sisi yang berbeda, tinggal bagaimana kita memilih sisi mana yg hendak kita explore dan optimalkan. Memperdebatkan dan mempermasalahkan sisi negative internet tidak akan menghentikan kecepatan perkembangan teknologi sebagai hasil kreatifitas akal dan tuntutan kebutuhan manusia seiring perkembangan jaman. Saya lebih setuju jika internet di posisikan sebagai  salah satu sarana informasi yang XLangkah lebih maju untuk mengakses kebutuhan informasi, berkomunikasi dan berinteraksi secara tanpa batasan ruang dan waktu. Dengan potensi internet yang memiliki kelebihan tingkat kecepatan dan penggunaan yang besifat flexible, maka sangat membuka kesempatan bagi kita untuk men’download’ point plus yang terdapat dalam media cyber ini sehingga XLalu gaya XLangkah lebih maju

Saya lebih suka menganggap internet dalam konteks Membuatku XLalu gaya XLangkah lebih maju  dalam cakupan penerjemahan dan segmentasi aspek yang comprehensive, yaitu dalam rangka peningkatan kualitas dan capability diri untuk eksistensi di era global ini secara  lebih progress. Bahwa dengan karakeristik internet sebagai sumber informasi yang menjangkau seluruh dunia dengan beragam informasi yang bisa di akses secara cepat, mudah dan murah adalah sangat potensial untuk menjadi ‘literature’ meraih kesuksesan dengan akselerasi yang XLangkah lebih maju.

Dengan internet membuat saya XLalu gaya XLangkah lebih maju karena:

  1. Kemudahan untuk mengakses berbagai dukungan informasi dengan lebih cepat dan sesuai kebutuhan terkait dengan pekerjaan yang seringkali butuh data dan informasi dalam waktu yang relative singkat. Dan melalui Internet, saya belajar banyak hal 9positive dan edukatif) sehingga bisa saya sebut internet sebagai "sekolah dan perpustakaan" terbesar di dunia
  2. Meningkatkan 'nilai' Social Networking lebih dinamis tanpa kendala ruang dan waktu serta tanpa mengganggu aktifitas utama. Silaturahim dengan teman-teman lama yang sebelumnya lost contact pun kembali sambung menyambung setelah membuminya fasilitas internet.  
  3. Hobby menulis yang dulu sempat Stag dan vacuum cukup lama, sekarang mulai bisa di salurkan kembali melalui blogging dan menemukan teman-teman baru dari segala penjuru tanah air/manca negara yang asyik dan cool untuk berkorespondensi meskipun secara cyber dengan berbagai background sehingga bisa saling  transfer ilmu dan pengalaman yang bisa mengkayakan diri.
  4. Tersedianya space waktu untuk expand pada hal-hal lain (daripada berjam-jam antri membayar taguhan listrik, air, telpon, asuransi dll  yang sekarang bisa dilakukan lewat internet)
  5. Sebagai media refreshing saat stress atau untuk memanfaatkan space waktu luang dengan melakukan browsing berbagai hal yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan seperti kesehatan, traveling, kuliner, music, film dll dalam hitungan detik bisa di peroleh.

Jadi menurut saya kalau era sekarang tidak ada internet bisa membuat mati gaya. Maka, daripada kita menghabiskan waktu dan energy memperdebatkan sisi negative internet atau bahkan mengambil sikap antipati terhadap perkembangan dunia IT, hanya akan wasting time. Toh faktanya, perkembangan teknologi muncul karena tuntutan kebutuhan hidup manusia itu sendiri? Toh masih ada pilihan sisi baik dari internet yang bisa kita ambil manfaatnya secara maksimal demi menuju derajat hidup yang lebih baik.  Bahwasanya internet dengan segala daya magisnya, semua itu pada intinya kembali pada diri kita sendiri akan meng’klik’ pada pilihan XLalu gaya XLangkah lebih maju atau sebaliknya? 


Tulisan ini diikutsertakan dalam :

#XLangkahLebihMajuBlog Writing Competition


Penerimaan terhadap ODHA untuk hidup sehat and bisa terus berkarya

Realitas bahwa HIV/AIDS penyakit yang fatal dimana penderita biasanya ‘merasa’ sehat dan dari performance juga looking so healthy namun merupakan carrier virus yang asimtomatik dan bisa menularkan HIV pada orang lain, dimana sampai sekarang belum ada obatnya, sehingga menyebabkan keresahan psikososial yang complicated dimana dampaknya menjadi lebih complicated pada ODHA ( Orang dengan HIV/AIDS) oleh karena stigma dan justifikasi serta diskriminasi oleh lingkungan social.

Meningkatnya penderita HIV/AIDS tentu merupakan keprihatinan tersendiri dan membutuhkan langkah simultan secara riil untuk menekan angka pertumbuhannya. Perhatian dan berbagai langkah yang ditempuh untuk menekan angka penderita HIV/AIDS (termasuk langkah-langkah preventive), seyogyanya juga equal dengan  perhatian terhadap penderita HIV/AIDS karena tidak hanya jumlah mereka yang relative banyak (saat ini), akan tetapi range usia mereka dominan masih productive. Tidak hanya mereka merupakan bagian dari kita, tapi mereka juga tetap seperti manusia lainnya yang ingin dan punya hak serta kebutuhan untuk bersosialisasi dan diterima eksistensi karya,kreatifitas dan kinerjanya sebagai bagian dari social masyarakat. Being ODHA is not ending of life yet !
Terlepas dari perdebatan dan justifikasi sebab dan asal-asul terinfeksinya virus mematikan tersebut, setiap ODHA tetap punya hak untuk melanjutkan hidupnya dengan optimal sesuai capability dan skillnya masing-masing. Untuk menciptakan kondisi kondusive tersebut, maka yang perlu di re-engineering, antara lain:

Pertama: Mereduksi dan meredesign stigma dan phobia masyarakat terhadap ODHA sehingga tidak menganggap mereka sebagai alien yaitu dengan distribusi informasi yang representative serta komunikatif mengenai cara-cara penularan HIV/AIDS sehingga masyarakat lebih terbuka pemahamannya agar bisa welcome terhadap ODHA. Masih minimnya informasi tentang cara penularan HIV/AIDS membuat lingkungan di sekitar penderita HIV/AIDS menganggap mereka enemies. Padahal reaksi penolakan dari lingkungan sekitar (terdekat) akan menjadi sumber stress, seperti yang kita tahu stress merupakan respon terhadap stressor (sumber stress) yang mengandung 2 komponen yaitu: psikologis (perilaku, pola pikir, emosi dan perasaan tertekan) dan fisiologis (rangsangan fisik yang meningkat untuk melakukan tindakan apatis/desperate action). Komunitas di sekitar ODHA yang bersikap ‘alergi’ jelas akan membuat ODHA resah, tidak nyaman dan depresi yang pada akhirnya akan menjadikan ODHA ‘mati’ semangat hidupnya padahal sebenarnya dia masih punya potensi untuk berkarya secara maksimal. 
Gambar dari sini
Kedua: Integritas di kalangan internal ODHA sendiri perlu di fasilitasi sehingga menjadi lingkungan yang comprehensive/kondusif dalam meningkatkan semangat hidup ODHA. Jadi keberadaan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) punya peran yang sangat penting untuk memberikan dukungan emosional karena adanya suasana yang nyaman dan terjaganya kerahasiaan anggota agar mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk bersosialisai, mengemukakan pendapat secara terbuka untuk didengarkan dan mendapatkan dukungan. Dengan demikian keberadaan KDS bisa mengakomodasi anggotanya:
1.      Agar tidak merasa di asingkan dan sendiri dalam menghadapi setiap masalahnya.
2.      Bisa bertemu orang-orang lain sehingga mendapatkan teman
3.      Mempunyai rasa percaya diri dalam rangka proses aktualisasi diri
4.    Mendapatkan akses informasi dan distribusi material yang diperlukan oleh para        penderita HIS/AIDS.

Kebersamaan mereka akan menjadi media untuk mendapatkan kenyamanan, rasa aman dan saling tukar informasi secara lebih open mind.
Walaupun mereka berasal dari background yang berbeda-beda, namun persamaan nasib yaitu mengidap HIV/AIDS membuat mereka bisa solid dan lebih bersemangat. Selain itu, kebersamaan mereka dalam KDS bisa meningkatkan pemberdayaan kompetensi mereka secara lebih terarah, mengingat nilai lebih KDS adalah berangggotakan para ODHA itu sendiri sehingga bisa menumbuhkan rasa saling percaya, saling memberikan dukungan/motivasi, mampu  berinteraksi secara lebih komunikatif karena memiliki tingkat empati yang lebih tinggi (memahami secara langsung kondisi masing-masing karena sama-sama mengidap HIV/AIDS), bersikap lebih sabar serta rasa solidaritas yang idak diragukan lagi. Dengan adanya Kelompok Dukungan Sebaya yang solid maka kenisbian bahwa ODHA bisa mandiri dan berdaya guna bisa di minimalisir.


Kesimpulan: Penerimaan (acceptance) dari lingkungan terdekat (keluarga dan sekitarnya) adalah stimulator sekaligus katalisator bagi ODHA untuk mempunyai keyakinan dan semangat/motivasi melanjutkan hidupnya secara maksimal dalam mengekspresikan segenap kemampuan dan potensi dirinya sebagai orang yang produktif.


Postingan ini diikutsertakan dalam  Lomba Blog tentang Remaja dan HIV/AIDS




Bukti diposting di Twitter:














Bukti memfollow @AusAID @VIVAnews @VIVAvlog :
















* Lamongan - Jawa Timur *

Kenapa (seperti) Bunglon?

Postingan ini adalah sebagai ‘oleh-oleh’ saat saya mengambil cuti beberapa waktu lalu, selain being present for my best friend wedding. Sebagian besar day off saya memang stay @home bersama keluarga yang super besar maklum 9 saudara yang 7 orang sudah menikah dan beranak pinak, hehehee… Moment bisa berkumpul lengkap adalah hal langka semenjak di antara kami sudah ada yang ‘keluar’  dari rumah guna mencari sesuap nasi dan sebakul berlian (yang belum dapat-dapat sampai sekarang). Meskipun moment lebaran, belum tentu kami bisa berkumpul di rumah at the same day, as usual others do yaitu berbagi tujuan mudik juga dengan mertua. Bahkan untuk kakak yang mertuanya Luar Jawa mudik lebaran gantian, kalau tahun ini mudik ke mertua maka jatah mudik ke kampung halaman sendiri di delay jadi Idhul Adha, demikian pula sebaliknya untuk tahun berikutnya. Tapi seribet dan seruwet apapun prosesi mudik, tetap sesuatu yang amazing moment….Ini foto 3keponakan yang termuda (sengaja hanya ditampilkan 3 wajah balita yang lujtu-lutju biar gak pindah jadi album keluarga postingan ini)

Nah, behalf on 11-11-11 kemarin (tepatnya tanggal 16-11-11) ada salah satu Pak Lik (paman: adik dari Ibu) yang punya hajat menikahkan putri bungsunya maka kami sebagai para keponakan yang baik mengalokasikan waktu untuk bisa datang. Karena saya mengambil jatah cuti sehingga sayalah yang pertama check ini @wonderful “hotel” our home sweet home, sekaligus being the last do check out. Enaknya ya punya waktu menikmati suasana di rumah lebih lama dari yang lain, karena setiap berada kembali di rumah semua kenangan ketika kami masih jadi anak-anak serasa ‘hidup’ kembali, feel never live apart from home. Dan yang jelas karena kali terakhir yang check out tentunya dapat jobdesc tak tertulis clean up rumah yang berantakan bak kapal pecah setelah semuanya balik ke jalan hidupnya masing – masing.  
pohon hijau; tanaman; reboisasi
Tanaman model tumpang sari di pekarangan rumah
Rentang waktu last check out, iseng-iseng saya motret sekitar rumah yang Alhamdulillah masih hijau seperti ketika masa kecil dulu (tentunya dengan tanaman yang tidak sama). Dan ini merupakan pemahaman system tumpangsari ala Ayah saya (kalau saya ingat-ingat lagi, sebenarnya ayah saya juga kebanyakan petani lainnya sudah menerapkan system tumpang sari meski tak paham teorinya). Untuk musim kemarau (tidak tanam padi), biasanya di antara tanaman utama (jagung/tembakau yang sering di tanam di musim kemarau) di tanamai bayam, tomat, Lombok, terong, singkong, dsb.

Tanaman kelapa yang jadi perdebatan kecil bagi Ayah dan Ibu saya. Ibu Protes dengan point karena lokasi tanamnya dekat rumah (jadi kalau sudah besar maka akar serabut dan buahnya akan berimbas pada rumah). Sedangkan Ayah saya pada prinsipnya menanam pohon itu gak masalah jika kelak tidak bisa menikmati buahnya, toh tetap bisa di nikmati anak-cucu…..nah Lhoh, gimana tuh? Salah satu keunikan orang tua saya, sebentar beradu argument (debat) dan tak berapa lama kemudian sudah ngobrol akur lagi.

Ketika motret buah sirsak (nangka Belanda), saya di kagetkan oleh binatang yang melompat (sepertinya dia juga kaget kena lighting camera), untungnya binatang tersebut tidak melompat kearah saya, bisa histeris total kalau sampai kejadian seperti itu. Beberapa waktu setelah reda dari rasa kaget, saya coba mengamati binatang tersebut yang masih berhenti pada sebuah dahan…olalalalaaa ternyata BUNGLON. Tapi sayang saya missed mengambil gambarnya (mungkin si bunglon nyadar bakal di masukin blog fotonya…xixixiiiii).

tanaman di sekitar rumah; memanfaatkan pekarangan



Kopdar dengan bunglon tersebut membuat saya teringat akan pelajaran biologi tentang sub bab adaptasi di mana bunglon memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya menyesuaikan dengan lingkungan dimana dia berada sebagai ‘weapon to survive’ mengaburkan diri dari incaran pemangsanya. Yang jadi pikiran saya, terus kenapa kalau di pelajaran Bahasa Indonesia jadi ada istilah “seperti bunglon” untuk mengibaratkan sikap seseorang yang tidak teguh pendirian (pada prinsip yang baik dan benar) alias plin plan atau save position dalam konteks yang negative? Padahal bunglon sendiri mengubah warnanya bukan untuk tujuan ‘licik/jahat’ dan itu pun sudah default/Sunatullah. Lha kalau manusia kan di beri keleluasaan untuk memilih seperti kalimat bijak yang sering saya baca “ Life is about how to make right choice”. Bunglon hanya salah satu binatang yang jadi label ‘kurang baik’ untuk memberi istilah pada sikap kurang simpatik manusia. Masih banyak nama binatang yang lain yang sering kita dengar digunakan untuk mempresentasikan seseorang yang sedang “khilaf”, misalnya: Tupai/bajing+an, Kadal, buaya (darat), ular, kambing (hitam), kucing (garong)…hehehe jadi mengabsen isi kebun binatang neh jadinya ya…

Btw, ini lanjutan dari rasa penasaran saya setelah ‘ketemu’ dengan sang bunglon (yang tidak mau di foto), jalan – jalan di mbah gugel hingga singgah di Harun Yahya dan membawa sebagian isinya sebagai berikut :
Buku-buku teks zoologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator).  Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya.  Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series B), dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini. Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa.  Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi).  Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur
Untuk edisi lengkapnya silahkan mampir ke rumah Pak Harun Yahya, selamat menikmati oleh-oleh dari cuti saya. Maaf bagi yang kurang berkenan dengan tulisan ini, tiada maksud untuk SARA ataupun menyinggung siapapun, suerr…

Bahagia akan Bertunas

Waktu berlalu bagai untaian benang menghilang dalam anyaman kain.

Hari-hari yang lewat tercetak dalam lembaran-lembaran album kehidupan.

Menatap lekat permukaan air sungai, memandangi butiran hujan yang memercik…

Melamun…

Untuk membangkitkan apa-apa yang tak bisa di sentuh oleh kenyataan

Melepaskan pikiran terstimulasi dalam simpul-simpul simulakrum

Mengurai rasa kehilangan seperti ruang yang kehilangan cahaya



Adalah tawa dan tangis yang bercumbu mesra

Bukankah itu suatu warna biru mengharu?

Angan-angan bukan bunga hidup, melainkan hiasan mimpi

Duka itu sebenarnya ada dimana-mana

Dan sunyi itu ada disini

Di palung hati yang terdalam



Sementara antara ada dan tiada

Dalam penat mencari

Ketika ketulusan bisa menjadi teramat konyol

Biar kunikmati setiap intensitas luka kehidupan

Dengan tawa yang masih tersisa

Dan aku berdiri hari ini dan esok karena ada hari kemarin

Bahwa dalam kepingan rasa sakit , sel-sel bahagia akan bertunas dan bertumbuh





'1 Muharam 1433 H'


Note: Judulnya 'instant' karena sudah siap posting masih belum dapat judul yang klik

Ke'Sebelasan November (Rain)


PR (persahabatan) estafet sebagai aktifitas blogging yang “sesuatu’  banget  dalam jalinan ukhuwah diantara teman blogger. Jaman sekolah dulu kalau ada PR seringnya  SKS bahkan last minute sebelum bel pagi berdentang (special case karena  malamnya lupa jika ada PR: PARAH.COM).  Setelah PR (pengalaman) SD akhirnya bisa saya selesaikan, meski butuh waktu hampir seminggu ( ternyata day off seminggu justru membuat saya tidak bisa OL dan Blogwalking dengan leluasa). Sekarang waktunya menyelesaikan PR dari Mas Kahfi “ ada PR untuk dirimu, dikerjain ya…” langsung ke TKP dan ternyata PR yang serba 11an (jadi ingat Liga Italia seri A deh).  Nah, karena PR dari Mas Kahfi (yang di peroleh dari mbak Fanny) judulnya serba 11an di bulan November RainJadi sebelum senandung November Rain berlalu PR harus selesai neh....  
Theme: In (november) Rainy

 Here the answer,menjawab 11 hal(Alhamdulillah hanya 11 saja)  tentang saya as the way I am:
1.   Menyukai pemandangan: Laut dan Langit
Rekreasi Murah meriah kan? (suka juga pemandangan gunung dan hutan tapi butuh space waktu khusus kalau mau ke gunung/hutan). Tidak perlu dana yang banyak, sudah bisa beriwisata hati dan pikiran. Hehehe…ketahuan jika belum bisa traveling yang jauh-jauh ya? Tapi setuju kan jika melihat Laut dan Langit membawa pada wisata hati dan pikiran sehingga lebih ‘tunduk’ betapa kecilnya diri (saya) di hadapanNYA.
2.   Suka buah dan sayuran.
Meski yang rasanya pahit seperti daun pepaya, pare, sawi yang jenis rasanya pahit pahit). Saya bisa makan sayur tanpa nasi, tapi kalau makan nasi (ada lauknya)  tidak ada sayurnya jadi garing dan selera menguap rasanya. Hampir semua jenis buah saya suka dan pastinya saya tidak suka buah simalakama lho? Pernah ada teman yang tanya kok saya enjoy saja makan sayur (yang berasa pahit) seperti pare/daun pepaya, saya jawab: karena rasanya masih pahit kehidupan termasuk cinta bertepuk sebelah tangan *pegang jidat: suhunya masih normal kok*
3.   Phobia jarum suntik.
Pertama kali aware jika phobia jarum suntik waktu di SD ada imunisasi, saking takutnya saya tidak mau masuk kelas saat acara imunisasi di mulai. Jika terpaksa pergi ke dokter, kalimat pertama yang saya sampaikan ke Dokter adalah: saya tidak mau di suntik. Jadinya sampai sekarang belum kesampaian keinginan untuk bisa donor darah.
4.   Tidak bisa berenang.
Meski tidak bisa renang dan pernah tenggelam waktu kecil, tapi saya tidak takut untuk rafting, parasailing, naik banana boat. Gimana gak berani lha ada guide/instrukstur dan rescue Team serta safety tool’nya lengkap…
5.   Suka warna biru dan pink.
Saya sendiri tidak ingat sejak kapan suka dengan warna biru, tapi kalau warna pink sekitar 3 tahun belakangan ini.
6.   Tidak minded pada suatu jenis lagu / film/ buku.
Bagi saya lagu/buku/film, yang penting bisa saya nikmati isinya tidak masalah itu jaman bahula atau new rilis. Tapi saya ( paktanya) kurang familiar dengan lagu-lagu yang baru. Seperti Justin Bieber saya tidak tahu lagunya apa yg nge’hits.  Jadi kesimpulannya…. Kalau lagu lebih connect ‘90an ke atas deh. Kalau Film masih Lord of the Rings yang gak membosankan untuk ditonton berulang kali, kalau buku La Tahzan yang belum habis-habis membacanya…hiks
7.      Lebih suka penampilan yang casual.
Penampilan sehari-hari seringnya pakai celana panjang plus kaos/atasan lengan panjang (bukan tidak suka bergaya feminine). Tapi karena aktifitas dan mobilitas sehari-hari, rasanya lebih comfort jika pakai celana panjang. Tapi kalau situasinya mendukung, dengan excited saya berusaha bisa tampil feminine juga meski ada saja yang comment “ tumben bla  bla bla…..” Aslinya (menurut teman-teman) saya stylish tomboy tapi ‘tersamarkan’ oleh keputusan saya menggunakan jilbab, jadi tomboynya jadi samar-samar memudar.
8.      Susah bilang ‘tidak’ (meski mungkin saya sendiri unwell condition) jika ada yang butuh bantuan.
Bisa membantu orang lain adalah kebahagiaan tersendiri, dan saya yakin ketika saya bisa memberikan bantuan sekecil apapun pada dasarnya itu untuk diri saya sendiri. Kata Ayah saya, apa yang kita lakukan saat ini adalah ibarat  menanam tanaman yang kelak akan kita panen hasilnya. Selain itu, saya selalu ingat ketika saat dulu Orang tua harus gali lubang tutup lubang (demi membesarkan dan membiayai sekolah anak-anaknya) dan selalu ada orang baik hati yang bersedia mengulurkan tangan.
9.   No Drug dan tidak suka merokok.
Asli tidak tertarik dengan aneka Drug (biarpun dibayari) dan tidak ada rencana untuk jadi orang yang hobby merokok. Waterholic yang jelas, hampir tiap pagi minum teh panas, minum susu (sebelum berangkat kerja jika gak males), sesekali minum kopi untuk dopping jika mata tidak bisa di aja kompromi sampai middle of the night. Beside minum kopi kan ada manfaatnya untuk kesehatan selama dalam batas yang wajar-wajar saja kan? So, still enjoy  for a cup of hot coffee while do blogging…yuksss..
10. Suka modifikasi (baca: acak-acak) resep masakan kalau lagi mudik.
Utamanya untuk jenis masakan sea food dan sayur-mayur, maklum kalau di rumah apalagi pas lebaran kan lagi pada ngumpul 3 generasi di jamin pasti laris manis ( gak ada pilihan lain soale…wkwkwkkkk)
11. Pernah ngalami Love at first sight.
peristiwanya Long time  ago, gak kenal orangnya juga gak berani ngajak kenalan meskipun sebenarnya kami satu kampus. Maka jadilah cinta dalam hati saja saat itu…Selanjutnya Love is verb and by process….

Yessss, lanjut pada next question: 11 pertanyaan dari alkahfi untuk 11 orang blogger yang dapat dipercaya:
1.   Apa yang tidak di sukai dari blog saya?
Waktu belum ada ‘popup window’ sehingga gak bias posting comment jika koneksi modem tidak support padahal aktifitas On Line dominan menggunakan koneksi by modem yang ‘nyentrik’ kayak orangnya ini ( ssstt, padahal punya saya sendiri ini embedded below’nya juga hilang setelah kapan hari trial ganti template)
2.  Apa pendapat kamu tentang warna biru?
Warna biru itu menenangkan perasaan, menyejukkan jika dilihat dan memberikan kenyamanan. Biru itu salah satu warna favorite saya, biru itu warna baju bikinan kakak yang dibuat dengan jahitan tangan (khusus untuk saya) waktu saya kelas 3SD, biru itu warna aura mas kahfi (lantas apa warna aura saya ya…?), biru itu bukan hijau (upss, just kidding yang ini…)
3.   Kalau kamu ngeblog pakai media apa?
Awal ngeblog pakai notebook tapi something happen: terjadi proses ‘pindah tangan’ tak terduga, jadi saya kemudian memutuskan untuk ganti pakai netbook dengan pertimbangan safety dan compatibility di ajak mobiling anywhere and any time.
4.   Sebelum ngeblog kamu awali berdoa apa tidak (hayo jujur ya?)
Wah ini dia…kayaknya jarang (apa gak pernah) neh? Tapi kalau nyalain Netbook biasanya baca Bismillah (tapi sering lupa juga sey). Pas lanjut aktifitas ngeblog udah deh ‘khilaf’ tidak berdoa lagi.
5.   Apa kegiatan kamu di jam 8 malam sampai 12 malam?
Berhubung saya masih live by myself, maka aktifitas pada interval waktu tersebut masih seputar pada acara: seterika, nulis-nulis, ngerjain kerjaan kantor (some times if necessary condition), baca buku, browsing dengan aneka panjang gelombang: FB, BW, ..de el el dengan tidak lupa ditemani alunan lagu/music dari winamp atau radio. Tapi kalau lagi drop alias kecapekan ya bye..bye…zzzzzz sejak selepas Isya..
6.  Blog siapa yang menurut kamu paling oke dan menarik?
Setiap blog punya keunikan dan power point yang berbeda-beda, sehingga bagi saya setiap blog memiliki daya tarik tersendiri. Dan saat ini pengen banget ‘menata’ setting blog ini agar lebih ramping (seperti empunya), maka kalau sedang BW spending time khusus untuk mencari ilmu tentang mendesain blog (tapi belum juga sukses sampai sekarang)
7.  Dalam menjalani hidup kamu pernah tidak seperti merasa sendiri? Beri alasannya..
Absolutely pernah, apalagi kalau lagi ‘moody season ’ biarpun di antara banyak orang namun from the bottom of my heart feel so lonely. Alasannya: ada deh..RAHASIA. hehehe…
8.   Pernah mengalami tidak punya uangkah kamu bahkan Rp.100.- pun, terus apa yang kamu lakukan?
Ya kalau ini gak hanya pernah tapi sering (hampir tiap hari) waktu jaman SD sampai SMA. Kalau saat kuliah jika gak punya uang yang saya lakukan ya nambah kuota puasa dan cari pinjaman (uang) lunak karena biasanya mengembalikan anytime jika honor freelance cair. Berikutnya cari side job part time lagi deh..Alhamdulillah, seringnya dipertemukan dengan temna-teman yang baik hati, tidak sombong, suka menolong dan ringan tangan ngasih pinjaman: uang, buku, mesin ketik, computer, printer, motor, helm….hemm apa lagi ya?
9.   Apa pendapat kamu tentang malam sunyi dan bulan purnama?
Keheningan malam merupakan suasana yang bias ‘mendinginkan’ segala kegelisahan hati dan meredakan ‘kekacauan’ pikiran sehingga membawa pada kejernihan rasa dan nalar dalam dimensi muhasabah. Sedangkan (memandang jauh diangkasa malam) bulan purnama akan memancarkan pesona kelembutan yang membawa pada perasaan syahdu (romantic). Dan boleh percaya atau tidak bahwasanya suasana bulan purnama akan memicu banyak irama alami (siklus berkembang biak makhluk hidup).
10. Berapa kali kamu makan satu harinya?
Seringnya dua kali, kadang hanya sekali (jarang makan sampai tiga kali): Sarapan sekitar jam 8-9 pagi, kemudian makan siang jam 2-3an gitu deh. Makan siang bias ‘absen’ tapi kalau sarapan hukumnya wajib.
11. Yang terakhir ini di jawab dengan jujur ya, kamu suka tidak sama saya?
Sebentar yaaa, menghitung kancing baju dulu: suka.., tidak.., suka.., tidak.., suka…Nah jawabannya: SUKAAAA ….ini salah satu buktinya PR dikerjain dengan penuh semangat kan? Hehehe..

Horeeee *jingkrak-jingkrak*, PRnya selesai. Belum terlambat kan ngumpulinnya? Tapi minta dispensasi ya…escape untuk last question: 11 pertanyaan untuk 11 teman blogger. Kan November rain’nya bentar lagi ganti Desember ceria, nanti bisa jadi salah musim kalau tetap di estafetkan (ASli: cari-cari alasan biar gak kena hukuman karena PRnya gak dikerjain semua). 

Adalah rangkuman detik yang berlari menepi
Yang  meninggalkan jejak kisah dan cerita
adalah muhasabah diri di batas pergantian tahun
“ Selamat tahun Baru 1 Muharam 1433 H"



Note : PR ini sekaligus ngrapel dari Mbak Risah icha az-zahra yang datang menyusul, maaf ya mbak ? Lha 11 pertanyaannya di TKP belum ada jadi saya mention saja…

PR (pengalaman) SD

Dalam menjalin jejak silaturahim dengan sesama teman bloggers, tiap OL menyempatkan Blogwalking seringnya saat sudah di rumah sehingga  seringnya pula hanya bisa meninggalkan jejak di chat box setelah baca postingan  karena koneksi modem saya tidak support untuk beberapa type comment box.

Jalan-jalan dari beberapa istana teman blogger (yang masih saya ingat : Yan Muhtadi Arba Naya Elbetawi, Keven) saya baca pada ramai mengerjakan PR. Duh senangnya jadi “penonton” teman-teman lagi dapat PR ( pengakuan jujur 100%: kebiasaan jaman sekolah happy cheerful jika tidak ada PR ). Setelah beberapa waktu merasa merdeka, datang juga jadwal saya mengerjakan PR dari Mbak Ananda Mutiara yang dapat PRnya dari Abi Sabila *mikir MODE ON* bukan karena keberatan ( wong dapat tema untuk new entry honestly senang ) tapi flash back kembali ke jaman SD? Wouw, jadi pengen pinjam mesin waktunya Doraemon deh…
Wayang Golek: Tontonan 'prestise' sejak kecilku
Setelah bertapa dan semedi beberap waktu ( untung Gurunya sabar jadi gak kena teguran kelamaan ngerjain PRnya). Sebelumnya mohon di maklumi kalau hasilnya jauh dari prakiraan cuaca karena sudah lama tutup buku SD. Langsung saya mulai membuka catatan masa silam pengalaman (PRnya) saat SD adalah:

Pertama: Saya bersorak gembira ketika menerima raport dan ternyata TIDAK Naik kelas waktu kelas 1 SD. Nah Lhoh, “keren” kan anak tidak naik kelas malah merayakannya dengan gendongan punggung gantian sesama teman yang tidak naik kelas, namanya Astutik. Al kisah kala itu saya memang jumping langsung ke SD karena pas TK maunya di tungguin setiap hari. Padahal ortu saya tiap hari harus ke sawah, kakak-kakak pada sekolah semua. Finally, diputuskan saya langsung transfer masuk SD (jaman saya dulu kan lagi gencar-gencarnya gerakan bebas buta aksara di desa-desa, jadi longgar syarat dan ketentuannya unttuk masuk SD, gak ribet njlimet seperti sekarang). Pertimbangannya adalah di SD sudah ada kakak-kakak saya sehingga tidak perlu ada acara nungguin saya sekolah seperti di TK. Please….jangan di olok-olok ya karena  saya pernah tidak naik kelas ( bisa nangis bawang bombay lho kalau di ledekin…xixixiiii).

Kedua: Saya baru bisa membaca buku saat di kelas 2 jadi waktu saya naik kelas sebenarnya saya belum bisa baca (nulis sih bisa kan tinggal ngikutin yang ada di papan tulis). Kala itu saya juga heran kok bisa saya naik kelas padahal belum bisa baca buku? Guru saya ( BU Tatik) kasihan atau bisa ‘membaca’ kalau setelah naik kelas saya akan bisa membaca?. Apapun alasannya, yang jelas finally saya tidak mengecewakan beliau karena telah berbijaksana dan baik hati memberi saya kesempatan naik kelas 2.

Ketiga: Rangking saya stabil pada posisi pertama mulai kelas 3 sampai lulus SD. Jadi kalau ada lomba-lomba bisa dipastikan saya masuk nominasi sebagai duta sekolah dalam ajang kompetisi kala itu. Sebenarnya saya bukan tipe murid yang biasa tiap hari belajar ( open another my secret: kebiasaan buruk dari SD sampai di bangku kuliah: belajar kalau ada tugas dan ujian). Warning: Jangan di tiru yang ini ya anak-anak *menirukan gaya Guru di depan kelas*.

Keempat : Selain rangking 1, beberapa hal yang juga angkanya 1 adalah: sepatu,tas baju seragam saya jumlahnya 1 pasang/setel sampai lulus SD. Gak bisa membayangkan ya bagaimana saya menggunakannya? ya sudah tidak perlu di bayangkan, kira-kira ya miriplah seperti Laskar Pelangi the movie tapi beda setting dan cerita serta sedikit lebih baik karena jarak SD ke rumah tidak sejauh para laskar Pelangi. Dan yang lebih baik lagi, saya berangkat pakai sepatu tapi kalau pulang sepatu dilepas (biar awet), tempat tinggal saya juga jauh dari laut tapi ke sawah bisa di bilang ‘kebiasaan’ yang sudah di tanamkan sejak dini.

Kelima: Apalagi ya? Hemm, saya tidak takut dengan teman cowok. Kalau ada yang ngledekin atau usil sama saya, jika terjangkau langsung saya tonjok. Kalau lari saya kejar, nah kalau gak bisa ngejar maka jurus andalan saya adalah saya lempar dengan kerikil sampai kena. Jadi sebenarnya saya ada bakat terpendam jadi murid bandel tapi under control gitu deh. Pernah suatu kali saya bikin keributan di kelas (waktu kelas 6) tapi yang kena lempar penghapus papan tulis teman kelas cowok yang memang aslinya dia super bandel.

Guru killer gak ada, teman mbolos juga gak ada ( saya lebih suka masuk sekolah karena kalau mbolos itu artinya saya on duty ke sawah ). Jajanan favorite gak ada karena uang sakunya juga gak ada. Apapun warna  masa SD ( lalu ) saya, bagi saya tetap bagian hidup yang bisa saya kenang dengan segenap kerinduan. Kala itu saya tetap bisa bermain dengan riang gembira dengan aneka permainan yang sekarang sudah langka saya lihat, tak ada rasa minder meski sekolah serba 'pas'. Dan sekian cerita dan kisah yang menghiasinya, bisa bikin novel bosen nanti yang membaca kalau saya tulis semua di sini....hehehe. Bagi saya, apapun warna masa lalu yang penting bagaimana kita sekarang memaknainya. Toh, saat sekarang jika ada moment-moment reuni isinya selalu gelak tawa tiap kali diantara kami refresh kejadian-kejadian konyol kala SD( sekolah) dulu. Jadi cukup sekian PRnya ( horeeee kelar deh, semoga masih bisa di nilai… )

Ini dia yang harus mikir-mikir lagi, estafet PR pada teman blogger yang lainnya demi persahabatan dan keakraban bersama. Katanya ngasihnya ke 5 teman, baiklah Bismillah semoga yang saya sebutin di bawah ini berkenan menerima PR persahabatan ini.
  1. Mas Kahfi (Gak apa kalau di double nanti kok: One for all PR yang sama)
  2. My sista Mutiara devi ( hayoo, kerjain TUgas kuliahnya sekalian ngerjain PR ini ya…)
  3.  Mbak Lidia Artati ( Boleh kan ngasih PR pada Mbak Bu guru ? )
  4. Nurul Khaqiqi ( Biar gak butek mulu, ini aku kasih PR ya)
  5.  Mbak Dewi ( maaf ya baru kenal udah ngasih PR neh)

Nah, mohon maaf jika yang saya mention di atas kurang berkenan atau tidak sempat untuk mengerjakan PRnya. Ini PR open mind kok, Syukur Alhamdulillah jika semua pada berkenan dengan PR tersebut. Semakin banyak kan lebih baik sehingga jalinan ukhuwah dan persahabatannya juga tambah luas …


Selamat mengerjakan PR dan happy blogging semuanya, Cheers :)