Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    7 Hal Ini Penting Untuk Diperhatikan Saat Mengajukan Pertanyaan atau Pendapat

    Kalau mengajukan pertanyaan seharusnya secara singkat, padat, dan jelas. Jangan bertele-tele, apalagi berputar-putar seperti kincir angin atau bahkan memberikan kata pengantar, pendahuluan, maksud dan tujuan yang berkepanjangan semacam membuat proposal.

    Pada suatu ketika, seorang Bu Dosen yang mengajar mata kuliah Bahasa Inggris menyampaikan nasehat tersebut di antara cas cis cus kalimat-kalimat Bahasa Inggrisnya yang super lancar, fasih dan dan jelas. Walapun kala itu nilai Bahasa Inggris saya tak sampai dapat A, tapi beliau mengajar dengan sangat so well dan saya suka buangetss dengan cara beliau mengajar. Pada saat itu beliau mengungkapkan rasa gemes karena kerap melihat, menghadapi dan menerima pertanyaan yang disampaikan secara berpanjang kata dan kalimat. Seolah ada semacam opini bahwa semakin panjang kalimat yang digunakan saat menyampaikan pertanyaan akan  semakin keren, padahal sebenarnya inti pertanyaan cukup dengan satu kalimat (standar).

    Bismillahirrahmaanirrahiim, perbedaan pendapat adalah hal yang baik dan merupakan sebuah bentuk demokrasi. Tapi jika perbedaan pendapat berubah menjadi ajang perdebatan tak kunjung selesai atau bahkan ada yang sampai terbawa emosi kemudian naik meja? Tak hanya menyebabkan berkepanjangan waktu, target yang hendak dicapai dalam forum pun bisa ngeblur alias gak jelas ujung pangkalnya dan bukan tidak mungkin forum tersebut memicu pertengkaran kata (atau bahkan adu fisik?). Gimana juga dengan peserta lainnya yang hadir di forum tersebut kan?

    Setelah bertahun-tahun, ternyata trend mengajukan pertanyaan atau mengemukakan pendapat hingga saat ini masih sering menggunakan gaya berpanjang-panjang kalimat pengantar. Apapun jenis forumnya, di dunia pendidikan, lingkungan sosial, pun suatu perusahaan (baik itu perusahaan kecil ataupun besar), menjadi hal yang wajar kalau sesi tanya jawab akan ada ajang berkepanjangan narasi yang digunakan.  

    Jadi, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat sesi tanya jawab dalam suatu forum (rapat, diskusi, seminar, dll) agar acara berjalan dengan kondusif dan bisa meminimalkan drama debat kusir yang tiada akhir, berikut ini beberapa diantaranya: 

    1. Mengemas pertanyaan secara singkat,  padat dan jelas (straight to the point)
    Sangat penting untuk membuat kalimat pertanyaan yang singkat, padat dan jelas agar tidak terjadi bias pertanyaan. Selain itu, demi menghargai  waktu karena tentunya sesi tanya jawab  hanya berlangsung beberapa saat dan sangat mungkin yang hendak menyampikan pertanyaan juga tidak sedikit kan? Maka, akan sangat bijak jika membuat konsep pertayaan sebelum mengajukannya secara verbal. Tentu saja point pertanyaan dibuat secara  menyeluruh dan jelas dalam kalimat lugas. Ya kan selain itu, kalau terlalu banyak bicara akan mengakibatkan peserta lain dilanda boring dan merasa garing tho? 

    2. Menyampaikan Pendapat Dengan Serius (Tidak Bercanda)
    Dalam menyampaikan suatu pendapat  akan lebih baik  jika disampaikannya dengan nada yang serius, tidak bercanda dan rileks. Kebayang kan kalau ada orang yang mengajukan pertanyaan dengan selenge’an, ketawa-ketiwi dan semacamnya, bisa memberikan kesan kalau sang penanya tidak menghargai forum dan hanya iseng bikin pertanyaan. Kecuali jika forumnya dikemas secara tidak formal seperti  stand up comedy atau acara pernikahan, kan biasanya sesi tanya jawabnya untuk ice breaking yang digarap oleh sang MC. 
    Etika dan Tata Cara Saat Mengajukan Pertanyaan atau Pendapat
    3. Relevansi pertanyaan dengan topik forum/diskusi  
    Mengajukan pertanyaan tentu saja harus sesuai dengan topik dan tema forum diskusi, rapat atau seminar. Kalau tema yang dibahas tentang cara mencegah dan meminimalkan resiko penyakit kanker payudara dan serviks, ya ajukan pertanyaan yang relevan dengan hal tersebut. Kan akan sangat lucu bin ajaib kalau mengajukan  pertanyaan mengenai pilkada,  atau dilematis rencana pemungutan zakat ASN? Keep on the track yaaa…

    4. Pertanyaan  tidak bersifat “nge-test” narasumber
    Kontekstual kalau mengajukan pertanyaan berarti masih belum jelas, tidak paham atau karena memang belum tahu (hal yang masih baru). Jika menanyakan sesuatu hal yang sudah tahu dengan jelas atau sudah paham tentang permasalahan terkait pemaparan materi sang narasumber, artinya si penanya sekedar tanya untuk menguji bidang keilmuan pembicara.  Apapun alasannya, tentu sangat tidak etis jika mengajukan pertanyaan demi agar terlihat “lebih baik” dari narasumber. Kalau toh ada bagian dari penyampaian sang narasumber yang tidak sesuai dengan pengetahuan anda, sebaiknya dikemukakan sebagai pendapat, bukan sebagai pertanyaan yang kemudian anda jawab sendiri ketika (ternyata) jawaban narasumber tidak seperti yang anda ketahui. 

    5. Menggunakan Bahasa Yang Mudah Dipahami
    Salah satu faktor penting dalam mengemukakan pendapat dalam suatu forum adalah dengan cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak mengada-adakan istilah yang malah akan membuat konteks pertanyaan jadi simpang siur. Kadang  perselisihan dan perbedaan pendapat  dalam suatu forum  disebabkan karena  terjadi ketidaksepahaman maksud pertanyaan (akibat menggunakan bahasa dari planet luar angkasa).  Anda toh anda menguasai banyak bahasa asing, bukan berarti anda bisa suka-suka menggabung-gabungkan beragam istilah/bahasa ketika mengajukan pertanyaan tho?

    6. Berbicara Dengan Nada Sopan (keep cool and calm down)
    Perduli kesopanan saat  menyampaikan pertanyaan (pendapat) adalah wajib hukumnya  yakni dengan nada bicara yang sopan, tidak sinis, hindari kalimat  mencela atau never ever  membicarakan kejelekan orang lain. Karena untuk sopan tidak hanya cukup dengan intonasi suara yang kalem, tapi konten kata-kata yang disusun dalam kalimat juga harus perduli SARA agar pertanyaan yang disampaikan tidak menyinggung peserta lainnya  atau pihak-pihak tertentu.

    7. Melihat kepada orang yang berbicara.
    Saat menyampaikan pertanyaan, usahakan arah pandangan ke pembicara/narasumber atau moderator. Gimana coba rasanya jika kita sendiri ditanya oleh seseorang dan penanya tersebut justru melihat ke arah lain (kanan, kiri atau bahkan belakang) dan bukan ke arah kita  yang dituju untuk memberikan penjelasan atas pertanyaannya. Kita tentu baper dan galau, ini orang sebenarnya mau tanya sama siapa kok fokus pandangannya ke arah lain ketika mengajukan pertanyaan. Jaga pandangan (karena bukan muhrim) ta berarti dilakukan dengan memalingkan pandangan kan ya? 

    At least itulah  7 hal yang perlu diperhatikan saat sesi tanya jawab di forum/diskusi  based on nasehat dari Bu Lubna Al Gadri, demikian nama beliau yang saya ingat. Mohon maaf ya Bu Lubna, kalau saya salah menulis ejaan namanya. Sejujurnya, nasehat beliau sangat lekat dan asli berasa dikasih kaca besar untuk bercermin karena apa yang beliau ungkapkan 11-12 lah dengan cara saya saat mengajukan pertanyaan dan atau memberikan respon/tanggapan. Pun demikian sependek pengamatan saya tiap kali hadir di event seminar, diskusi, dan berbagai kesempatan lainnya yang terdapat sesi tanya-jawab. Hampir semua pertanyaan diajukan secara tidak to the point.

    Kalau menurut Anda, hal lain apalagi yang perlu diperhatikan dan dipraktekkan ketika sedang mengajukan pertanyaan/pendapat dalam sebuah forum atau diskusi ? Atau, Anda punya pengalaman menarik, mungkin juga pernah melihat bagaimana kehebohan gaya-gaya orang ketika mengajukan pertanyaan/pendapat? 


    No comments

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.