Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks Dengan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Kesehatan sebagai salah satu hak asasi manusia, diantaranya termasuk hak untuk mengetahui dan melindungi kondisi kesehatan pribadi, hak untuk mempertahankan derajat kesehatan pribadi serta hak untuk meningkatkan kesehatan pribadi keluarga dan masyarakat. Akan tetapi hal tersebut tak jarang “terabaikan” karena ketidaktahuan. Ketidaktahuan yang  bisa diakibatkan memang tidak tahu, mendapatkan wacana dari sumber secara turun temurun atau memperoleh informasi yang tidak akurat.

Jika hal tersebut terkait dengan penyakit tidak menular (PTM) kanker, sehingga masih banyak terjadi kasus penderita kanker yang ‘terlambat’ mendapatkan pengobatan karena tidak diketahui atau tidak tahu (gejala) sejak dini. Selain itu, juga stigma apatis di masyarakat yang menganggap  kanker adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan/mematikan. 

Selaras dengan kondisi tersebut, Talkshow Tolak Kanker Serviks & Payudara: Tanamkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini tersebut Bismillahirrahmaanirrahiim menjadi pencerahan yang mnecerahkan tentang apa kanker payudara dan serviks and how to deal with it

Perhelatan talkshow ini menjadi lebih berkesan dan mengena dengan kehadiran Ibu Rima Melati (Aktris, Penyanyi, Sutradara, Mantan Peragawati, Breast Cancer Survivor). Beliau menceritakan pengalaman pribadinya saat divonis kanker payudara pada tahun 1989, di usia yang masih terbilang muda 45 tahun dan kanker dipayudaranya  sudah stadium 3B. 
Awalnya, Ibu Rima  menemukan sebuah benjolan kecil pada salah satu payudaranya dan diasumsikannya ‘hanya’ sebuah benjolan biasa. Tapi selang beberapa waktu kemudian, benjolan tersebut bertambah besar dan disertai rasa sakit. Dari hasil pemeriksaan medis dinyatakan bahwa benjolan tersebut adalah kanker dan sudah stadium 3B. 

Kondisi tersebut beliau terima dengan memilih sikap untuk berani, Choose Hope and No fear. Bersama sang suami, beliau siap menindaklanjuti pengobatan sesuai prosedur medis yaitu  Operasi pengangkatan payudara sebelah kiri. Bukan hal mudah untuk memutuskan hal tersebut tapi Ibu Rima Melati mendapatkan dukungan penuh dari suami, anak-anak dan keluarga untuk fokus pada lesehatan. Dan beruntungnya, rencana operasi tersebut mendapatkan solusi yang lebih baik karena mendapatkan informasi kalau di Belanda ada sebuah klinik dengan teknologi mengangkat kanker tanpa harus merusak organ payudara. Singkat cerita, Ibu Rima dan sang suami langsung gerak cepat menuju Belanda dan melakukan operasi dan berjalan sukses. Kanker bisa diangkat dan payudara masih bisa diselamatkan, hanya saja ukurannya jeadi lebih kecil dari sebelumnya dan payudara yang kanan.
Meski operasi kanker tersebut terbilang sukses, tapi tak berarti everything is over. Masih ada proses pengobatan selanjutnya yang tidak mudah karena harus menjalani kemoterapi hingga 20 kali. Menjalani kemoterapi yang harus dijalani dengan kondisi fisik prima dan harus tahan dengan efek sampingnya cukup membuat pasien ‘menderita’ selama beberapa periode.

Dari pengalaman penyakit kanker yang di alaminya dan bagaimana perjuangan Ibu Rima untuk sembuh dari penyakit ganas tersebut, dengan segenap hati dan keperdulian beliau memberikan pesan bagi semua perempuan untuk perduli dengan kesehatannya, terutama terhadap bahaya penyakit kanker yang bisa menyerang siapa saja dan di usia berapa pun. Karena melihat fenomena yang ada saat ini, penderita kanker payudara juga ada yang berjenis kelamin laki-laki, juga ada yang masih berusia remaja ( bahkan ada yang masih anak-anak). Untuk itu, Ibu Rima Melati berpesan dengan amat sangat bagi kaum perempuan khususnya karena perempuan yang paham dan perduli akan kesehatan memiliki kontribusi penting terhadap kesehatan seluruh anggota keluarga. Untuk kemudian secara makro akan membawa efek simultan pada derajat kesehatan seluruh masyarakat secara luas. Adapun 3 hal penting yang dipesankan oleh Ibu Rima melati adalah:
  1. Tanamkan dan biasakan untuk memiliki pola Hidup Sehat Sejak Dini, termasuk di dalamnya poa pikir, pola tingkah laku dan pola makan (gizi seimbang). Kenali, pilah dan pilih makanan yang sehat dan menomorsekiankan godaan untuk makan secara nikmat. Hindari makanan pemicu kanker seperti makanan yang mengandung bahan tambahan kimia berbahaya, meminimalkan makan daging yang setengah matang atau kurang masak, dll. Pola makan enak adalah nafsu yang merupakan faktor pencetus obesitas, yang mana hal ini menjadi salah satu pemicu pertumbuhan sel kanker karena kanker menyukai gula. Jadi sukailah pola makan sehat karena merupakan kebutuhan jasmani dan rohani agar hidup sehat, cantik, dan bahagia.
  2. Lakukan SADARI sejak dini terhadap segala bentuk perubahan sekecil apapun yang terjadi pada tubuh kita sebagai tindakan identifikasi awal agar bisa dilakukan tindakan selanjutnya yang sesuai dan secara tepat.
  3. JIKA terdiagnosa kanker, jangan pernah takut. Terima dengan ikhlas dan hadapi dengan positif thinking yakni berani mengambil langkah-langkah pengobatan yang diperlukan. Tentu saja tetap setia konsumsi makanan yang sehat: perbanyak saturan, buah, olah raga rutin, tidak merokok (aktif maupun passif) dan tidak minul alkohol cs. Karena dalam masa pengobatan dibutuhkan kondisi tubuh yang prima agar proses penyembuhan bisa berjalan lancar dan hasilnya sesuai harapan.
“ Apapun situasinya, terbuka dan bicarakan dengan pasangan dan keluarga, karena mereka adalah mood booster untuk berani menghadapi segala situasi sulit yang tidak tertebak. Selalu yakinkan diri bahwa KITA HARUS SEHAT”, demikian kurang lebih pesan tambahan yang disampaikan oleh Ibu Rima Melati di sela-sela sharing the true experienced dengan kanker payudara yang pernah beliau hadapi.

Mendengar pesan tersebut, sejenak saya pun terhanyut dalam  melodi sebait lagu:
……………………….
letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan... menghadapinya ...
sekali sempat kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh
kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa ...
………………………………
Ada lapisan jernih yang mulai mengambang kala terhanyut dalam bait lagu Usah Kau simpan Lara Sendiri tersebut. Untung ada genderang musik ceria yang menghantarkan sesi peragaan busana yang membuat suasana ceria. 

Then back to the talkshow, dengan pembekalan ilmu yang sangat relevan dengan penyakit kanker yaitu sesi materi mengenai kanker serviks dan kanker payudara yang disampikan oleh Ibu  Fatma D Amartini, S.Si.,Apt.  selaku Product Manager PT K-Link. Secara keseluruhan, apa yang disampaikan oleh Ibu Fatma adalah dalam rangka mencegah kanker payudara dan kanker serviks dengan tahu bagaimana cara menghindarinya.
Fakta bahwa kanker payudara adalah kanker dengan persentase kasus tertinggi pada perempuan yaitu 43,3%, dimana tingkat kematian akibat kanker payudara mencapai 12,9%. Sedangkan di Indonesia, dari data survey Kemenkes tahun 2013, kanker payudara memiliki tingkat kejadian sebesar 61.682 dan menduduki peringkat pertama jenis kanker yang banyak dialami oleh perempuan. 
Kalau Kanker payudara terjadi  karena faktor genetika yang dipicu oleh gaya hidup dan pola makan yang sehingga menstimulasi keganasan sel-sel kanker di kelenjar dan sel-sel di payudara. 
Setidaknya  bisa diklasifikan dalam dua faktor utama pencetus terjadinya kanker, yaitu Faktor internal (genetik) dan ekternal (yang berhubungan hormon, pola makan dan gaya hidup). Saat ada garis genetik yang sudah terkena kanker, maka untuk memperkecil resiko terkena kanker adalah disiplin untuk berpola makan dan pola hidup sehat. Dan meskipun tidak ada history genetik yang terkena kanker, tetap wajib perduli untuk hidup sehat karena faktor pencetus terjadinya kanker yang dominan adalah dari eksternal ( pola makan dan gaya hidup ).
Setelah kanker payudara yang banyak mengancam, selanjutnya ada kanker serviks dipicu oleh virus dan munculnya pada leher rahim (pintu masuk menuju rahim dari vagina). Kanker serviks ini menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara.

WHO menyatakan pada tahun 2014, terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya jumlah kematian akibat kanker serviks (nomer dua untuk jenis penyakit kanker setelah kanker payudara). Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual karena hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Sedangkan HPV ini sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Ketika seseorang  terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh akan mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian perempuan, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Namun, semakin bertambah usia, risiko seseorang mengalami kanker leher rahim semakin besar.

Kementerian Kesehatan mencatat kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, ada sekitar 40.000 kasus baru kanker serviks yang terdeteksi pada perempuan Indonesia. Sebagai bahan pengetahuan dan dalam rangka mawas diri, secara umum gejala kanker serviks adalah sebagai berikut: 
  1. Perdarahan yang tidak wajar dari vagina. Misalnya perdarahan padahal Anda tidak sedang haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah pemeriksaan panggul.
  2. Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
  3. Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah). 
  4. Nyeri saat berhubungan seks atau berhubungan seks.
  5. Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
  6. Badan lemas dan mudah lelah.
  7. Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
  8. Kehilangan nafsu makan.
  9. Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.
  10. Salah satu kaki membengkak.
Yang perlu dicermati dengan penuh kewaspadaan adalah pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Jadi ketika mengalami gejala-gejala yang dicurigai terdapat kanker serviks seperti tersebut di atas, penting untuk memastikan penyebab kondisi tersebut dengan  segera mengkonsultasikan kepada dokter yang kompeten (spesialis terkait). 

Penting sekali melakukan langkah screening untuk Mendeteksi Kanker Serviks yang  dikenal dengan sebutan pap smear.  Dengan Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Dengan Tes pap smear yang rutin minimal 1 tahun sekali dan akan lebih baik jika 6 bulan sekali, bisa  membantu mengetahui adanya kanker serviks secara dini agar kanker serviks bisa dihindari.
Kalau Pap Smear dikenal sebagai langkah antisipasi yang sifatnya mengidentifikasi kemungkinan terkena kanker serviks, maka langkah pencegahan yang sifatnya masif yakni agar hasil pap semar bersih dari inveksi HPV, maka Edukasi tentang Faktor Resiko Kanker Serviks yang semestinya juga diaktifkan hingga lini sekolah dasar karena jika dicermati semua faktor pemicu terjadinya kanker serviks memiliki 1 simpul yang sama yaitu dari pemahaman dan mind set. Sedangkan kita tahu, dari pemahaman tersebut akan membentuk kebiasaan hidup dan pola makan sesuai pemetaan yang (sudah) tertanam pada mind set dari usia anak-anak. Karena perubahan zaman, modernisasi, dan rusaknya lingkungan mengakibatkan mikroba yang tidak kasat mata menjadi semakin ganas, namun mikroba ini membuat kita jadi lebih mudah sakit.

Oleh sebab itu, edukasi tentang kanker serviks ini sangat penting untuk dimulai sejak usia dini, sedini mungkin. Terlebih di era digital dimana sebaran pengaruh tidak baik lebih cepat viral dan kerap jadi semacam trend yang 'layak' diikuti agar bisa kekinian. Juga perlu disosialisasikan mengenai 7 Faktor resiko yang bisa memicu kanker serviks yaitu:
1. Buang air di kloset duduk yang kotor. 
2. Gaya hidup yang tidak sehat
3. Aktif berhubungan sex sejak usia sangat dini 
4. Sering berganti pasangan sex 
5. Sering menderita infeksi di daerah kelamin 
6. Tukeran pakaian dalam ( CD) dengan orang lain. 
7. Menggunakan pembalut yang kualitasnya tidak baik.
Dengan mengetahui faktor-faktor yang menjadi pemicu terinfeksi kanker, maka kita bisa melakukan bersikap lebih hati-hati antarai lain tidak buang air di kloset yang kotor, menjaga gaya hidup sehat, setia pada pasangan sendiri, waspada jika mengalami infeksi di daerah kelamin, menggunakan celana dalam yang bersih dan milik sendiri dan perduli untuk mengunakan pembalut yang sehat.

Yang tidak kalah pentingnya adalah perlu dijelaskan setiap anak - anak perempuan sejak dini  bagaimana sebaiknya mencuci celana dalam karena mengingat keunikan organ vital pada perempuan. Bila cara pencuciannya dicampur aduk dengan aneka pakaian, apalagi seluruh rumah, maka faktor hazard dari pencucian CD bukan tidak mungkin menjadi CCP (critical control point) juga. Pentingnya untuk selalu menjaga kebersihan organ kewanitaan dengan rajin mengganti pakain dalam karena organ vital perempuan yang tidak bersih  juga bisa memicu mudahnya masuknya virus HPV. Perlu diketahui bahwa kanker serviks baru akan terasa setelah masa inkubasi 10 – 15 tahun lho ya.

Sedangkan terkait dengan penggunaan pembalut, perlu juga diwaspadai karena  saat ada pembalut yang diperdagangkan mengandung bahan pewangi, perekat, pewarna dan zat-zat lain yang bila digunakan secara terus-menerus dalam jangka panjang bisa menimbulkan iritasi di sekitar organ kewanitaan hingga menyebabkan kanker. Selain itu juga bisa menimbulkan keputihan, gatal, panas, bau tidak sedap, serta rasa tidak nyaman yang mengganggu aktifitas saat menstruasi. Oleh sebab itu sangat penting untuk concern memilih pembalut sehat seperti K-sophie, produk yang mendukung kesehatan organ intim kewanitaan, yang dikeluarkan K-Link. 
Penasaran kan sama K-Sophie ini? Sama dong, saya pun baru tahu produk ini. Ternyata K-Sophie ini tak hanya pembalut tapi juga ada pantyliner juga yang dibaut dari perpaduan ramuan herbal alami tradisional dan diproses dengan biotekologi terkini. Tak heran jika K-Sophie ini memiliki keunggulan-keunggulan antara lain:
  • Permukaannya sangat lembut dan tetap kering karena terbuta dari kapas asli yang berkualitas tinggi.
  • Pada lapisan dasar terdapat resin dan ekstrak tumbuh-tumbuhan dengan pori-pori halus yang tembus udara.
  • Memiliki daya serap yang tinggi.
  • Sangat tipis yaitu hanya 3 mm sehingga sangat nyaman saat dipakai.
  • Karena dibuat dengan formulasi yang memadukan berbagai bahan alami sehingga memberikan kesegaran dan menghilangkan bau tidak sedap.
Selain dikenalkan dengan produk K-Sophie, di acara talkshow Cegah Kanker Payudara dan Kanker Serviks Dengan Tahu Bagaimana Cara Menghindarinya, K-link juga memperkenalkan produk-produk yang sangat membantu kesehatan masyarakat yang bisa digunakan untuk sehari-hari, baik oleh pria maupun perempuan. Produk-produk yang diperkenalkan antara lain:
K-Liquid Minuman Rasa Leci dengan Kolagen mengandung ekstrak apel dan jus apel yang kaya akan vitamin C, efektif untuk mencerahkan dan meningkatkan kilau kulit dan penyerapan kolagen oleh tubuh. Dengan mengkonsumsi K-Liquid dengan Kolagen ini sehari satu kali sebelum sarapan atau sebelum tidur,  akan  mendapatkan manfaat kolagen bagi kecantikan dan kesehatan bagi Kulit yaitu Meningkatkan kelembapan, meregenerasi, menutrisi, menyuburkan dan mengurangi kerutan dari wajah.
Propolis Platinum merupakan propolis cair tanpa kandungan alkohol yang berasal dari negara Brazil dan dikenal sebagai propolis hijau terbaik yang dihasilkan di dunia. Perbedaan warna pada propolis seperti coklat, kuning, hijau menunjukkan perbedaan kualitasnya. Propolis mengandung flavonoid dengan kadar tinggi, yang membantu meningkatkan sistem imun. Flavonoid merupakan komponen tumbuhan yang memiliki sifat sebagai bahan-bahan anti jamur, antibakteri, antivirus, antioksidan dan anti-inflamasi yang berkualitas tinggi.
K-Perfect Energy vibration Bra yaitu Bra yang terbuat dari bahan mineral tourmaline, yang bisa meredakan rasa nyeri pada pasyudara saat menyusui, melancarkan peredaran darah pada kelenjar sehingga menjaga elastisitas dan bentuk payudara, bisa membantu meredakan rasa nyeri waktu haid, dan memperkecil resiko timbulnya benjolan pada payudara. Selain itu K-Perfect Energy vibration Bra memiliki efek rileksasi massage yaitu pemijatan melalui getarannya yang bisa merangsang pelepasan hormon sehingga memberikan perasaan relaks dan membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat.
K-Queen energy panties yaitu celana dalam yang berkualitas dan mendukung kesehatan dengan kandungan sinar infra red dan ion negatif dari tourmaline yang membantu membakar lemak di perut (otomatis bisa membuat lebih ramping kan ?), mengurangi rasa sakit ketika haid, menjaga kesehatan organ intim, menghilangkan gas di lambung, meningkatkan sistem metabolisme tubuh, membunuh bakteri dan jamur, menjaga pH area intim wanita dan menjaga kelembapannya. 

Sekilas info tentang produk-produk dari K-Link di atas baru sebagaian saja, masih banyak produk lainnya dan masing-masing memiliki daya manfaat yang mendukung kesehatan, tentu saja digunakan sesuai dengan kebutuhan dan dosis yang telah ditentukan.  Klink punya beberapa solusi terhadap penyakit kanker yang bisa diberikan secara harmonis dengan pengobatan secara medis. Seperti testimoni dari  Ibu Lia, seorang survivor kanker payudara yang sudah mengalami dua kali operasi, dimana beliau melakukan terapi dengan menggunakan produk klink spirulina disamping treatment medis yang dijalaninya. 

Nah kan, makin kepo kan dengan produk-produk di K-Link? Ayo buruan cuss dan cekidot saja www.k-net.co.id untuk menjawab rasa penasaran apa saja sih produk-produk yang dikeluarkan K-Link dan berapaan harganya. 

Sssttt ada tips  rahasia dari saya, agar bisa membeli produk dengan harga yang lebih bersahabat, jangan ragu-ragu untuk gabung jadi member K-link ya? Selain bisa membeli produk dengan harga lebih murah, biasanya juga ada promo-promo diskonan lainnya sewaktu-waktu kan?
Lantas, K-Link itu perusahaan apa sih? Pertanyaan yang beberapa tahun lalu juga mengusik rasa ingin tahu saya, tepatnya 8 tahun lalu, untuk kali pertama saya mendengar nama K-Link ketika ada seorang teman (mulai) membuka stockist K-Link.

Melansir dari pernyataan dari Presiden Direktur K-Link Dato Radzi Saleh, bahwasanya K-Link didirikan di Kualalumpur pada tahun 2001 dan mulai beroperasi di Indonesia sejak  2002. Sebagai perusahaan MLM Syariah, K-Link berkomitmen untuk memberikan produk kesehatan dan kecantikan yang berkualitas yang dibutuhkan masyarakat dengan membangun sistem kerjanya mensejahterakan member yang berprestasi , cerdas dan cemerlang.

K-link juga memiliki komitmen bahwa selain menjalankan roda bisnis untuk mendorong kemandirian ekonomi anggota dan mitranya,  juga memiliki banyak  program sosial dan pemberdayaan terhadap perempuan. Salah satunya adalah LBC atau Ladies Beauty Club sebagai  salah satu bentuk kepedulian Klink terhadap perempuan  agar mandiri, cerdas, cantik, relijius dan peduli pada lingkungan. Dengan wadah LBC ini,  para anggotanya  bisa beraktivitas dengan leluasa untuk  meningkatkan skill dan pengetahuan.
Somehow, syarat menjadi anggota LBC yaitu perempuan, semua member aktif K-Link untuk segala peringkat bisa daftar jadi member dengan cara melakukan pembalanjaan dengan minimal 400 BV selama 3 bulan secara berturut-turut dan kalau lolos masa berlaku ini selama 1 tahun. Terus yang kece badai neh, LBC ini punya motto yang cethar banget yaitu cantik, sehat dan sukses, serta bahagia lahir batin tentunya.

Yesss, bangga dan bahagia jadi perempuan yang cantik, sehat, sukses dan bahagia secara lahir batin akan menghadirkan spektrum kebahagiaan untuk keluarga dan lingkungan masyarakat. 




1 comment: Leave Your Comments

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.