2 Cara Mudah Membuat Batik Ecoprint Yang Unik Dan Exclusive

Jenis kain bermotif yang dikenal dengan nama batik ecoprint tentu sudah mulai familiar kan? Jenis kain batik kontemporer yang memberi warna baru di dunia garmen, fashion dan kancah adi busana tanah air, bahkan internasional. 

Setiap jenis kain batik memiliki nilai dan keunikannya masing-masing, semisal motif Batik Sinom Parijotho Salak sebagai salah satu motif kain batik Sleman yang membawa brand lokal berupa bunga/buah parijothodan buah salak.

Maka Bismillahirrahmaanirrahiim motif kain pendatang baru batik ecoprint ini semakin meluas penggunaannya mulai dari dress, kemeja, syal, jilbab, tas, mukena dan berbagai pernak-pernak fashion.

Meskipun ada yang mengatakan jika kain motif ecoprint ini tidak bisa digolongkan dalam jenis batik, mengingat proses pembuatannya tidak menggunakan teknik dan bahan-bahan yang sudah dipatenkan dalam kaidah perbatikan. Namun secara umum, hasil kerajinan kain morif ecoprint ini lebih dikenal dengan nama batik ecoprint. Jadi, silahkan senyamannya mau menyebut kain motif ini sebagai kain batik atau just kain motif ecoprint ya?

Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-Ekslusif-dan-elegan
Sesuai namanya, Batik Ecoprint selembar kain bermotif seperti batik yang mulai banyak diminati dan jenis kain ini diklaim sebagai salah satu jenis batik yang ramah lingkungan. Pada perkembangannya, jenis batik ecoprint  ini semakin diminati, dan dianggap sebagai batik kontemporer yang memiliki nilai etnik khas, memperkaya jenis kain bermotif batik selain teknik membatik secara tulis dan batik cap.

Penamaan batik eco print ini berinti dari kata eco dan print. Eco dikonotasikan dari kata ecosystem (alam) dan kata print artinya mencetak. 

Dilihat dari proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan, batik jenis ini sebenarnya memiliki peluang pemberdayaan ekonomi local yang sangat luar biasa. dibuat dengan bahan-bahan yang terdapat dari alam sekitar kita, baik pewarna dan pembuat motif. Untuk cetakan pola/motif batik bahan yang digunakan antara lain daun, bunga, batang juga ranting, intinya warna dan bentuk bahan tersebut bisa “dipindahkan” sebagai motif ke kain polos. 
Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-Ekslusif-dan-elegan-ririekhayan.com

Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-Ekslusif-dan-elegan-ririekhayan.com
Untuk membuat jenis batik yang satu ini hanya perlu satu modal: just try it dan jangan kaget manakala melihat hasilnya yang sangat UNIQUE dan exclusive karena: 
  • Motif yang tercetak pada kain terlihat irregular (tidak beraturan), sesuai cita rasa masing-masing pembuatnya. Bagi yang memiliki citarasa seni yang tinggi, memiliki peluang besar untuk menghasilkan batik eco print yang high value.
  • Batik ecoprint bisa juga dibilang merupakan kain batik yang exclusive karena hampir tidak ada motif dan corak kain batik ecoprint yang memiliki kesamaan, tidak seperti kain motif printing ataupun batik cap. Tidak heran jika harga batik ecoprint ini mampu bersaing dengan batik tulis.
Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-Ekslusif-dan-elegan-ririekhayan.com

Bahan utama yang dibutuhkan untuk membuat batik ecoprint antara lain adalah:
  1. Daun, ranting, kulit kayu atau kelopak bunga untuk cetakan pola/motif batik. Pada umumnya yang sering digunakan adalah dedaunan, yang sekaligus berfungsi sebagai pewarna antara lain daun papaya, saun singkong, daun jati, daun ketela, klengkeng merah, daun waru, daun jambu biji, kesumba dan tetumbuhan lain yang bentuk dan warnanya bisa di “copas” kan ke kain polos. Yang WAJIB diperhatikan, dedaunan atau bahan motif lainnya dalam kondisi masih segar.
  2. Kain polos. Adapun jenis kain yang disarankan untuk dijadikan bahan membatik eco print adalah jenis kain yang berasa dari serat alami karena bisa menyerap warna dengan baik, seperti kain-kain: katun, linen, goni, kulit kayu, kain tenun serat nanas, kain mori yang halus (primisisima, voilissima, berkolissima, dll), kain sutera, kain rayon, dan masih banyak lagi jenis kain yang bisa digunakan untuk batik eco print ini.
  3. Larutan tawas yang digunakan untuk proses fiksasi dan mordanting yang merupakan finishing dalam pembuatan batik eco print, bisa dikatakan jika tahap ini sangat menentukan kualitas warna yang menempel pada kain. Proses mordanting menjadi tahapan akhir untuk memperkuat/ mempertegas warna pada kain sehingga menghasilkan kerataan dan ketajaman warna yang baik. Selain itu, mordanting juga berperan untuk fiksasi warna yaitu warna motif kain akan bertahan lama (tidak mudah memudar).
Untuk peralatan yang dibutuhkan pun tidak ribet, antara lain untuk pemukul (palu, uleg, potongan besi atau bongkahan batu), alas (bisa menggunakan meja, lantai atau benda lainnya yang memiliki permukaan rata), ember untuk proses mordanting dan alat pengukus kain ( jika pembuatan batik eco print tidak manually tapi dikukus seperti menanak nasi).
alat-bahan-dan-Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-unik-dan-elegan-ririekhayan.com
Intinya, batik ecoprint ini sejenis kain batik yang menggunakan bahan-bahan alami sehingga sangat lebih ramah lingkungan. Nilai plus lainnya dari batik ecoprint adalah siapa saja bisa membuatnya sehingga memiliki daya ungkit yang luar biasa untuk menggerakkan potensi SDM maupun sumber daya alam yang sangat melimpah dan mudah diperoleh, bahkan dari sekitar kita. 
Nah, kepo kan?
Berikut ini rangkuman ala kadarnya yang saya buat berdasarkan hasil nanyak-nanyak ke pelaku aktif UKM yang concern membuat batik ecoprint. Berdasarkan proses transfer (memindahkan) bahan pola untuk motif ke kain polos, maka cara membuat batik ecoprint bisa digolongkan dalam dua cara.

I. Pembuatan Batik Eco Print secara manual

Cara yang pertama adalah cara yang totally manual, pemindahan motif dan warna ke kain polos dilakukan dengan cara memukul-mukul (nuthuk'i) daun segar di atas selembar kain polos. Kemudian diangin-anginkan sampai kering. 

Untuk mengikat motif dan warnanya, kain tersebut dicelupkan ke dalam larutan tawas. Secara lebih detail, step by step pembuatan batik ecoprint secara manual adalah sebagai berikut:
  • Letakkan kain pada permukaan yang rata dan keras, bisa digunakan talenan, batu dengan permukaan yang rata atau meja berbaha kayu. Pokoknya, alas yang compatible untuk jadi landasan dipukul-pukul.
  • Posisikan daun yang sudah dipilih pilih di atas kain, dengan tulang daun atau bagian bawah daun yang menempel pada kain. 
  • Nuthuk’i (memukuli) daun untuk mentransfer motif dan warna daun ke permukaan kain. Untuk mendapatkan hasil yang similary dengan pola daun, proses nuthuk’i ini dilakukan sampai air pada daun keluar (permukaan daun akan terlihat seperti kering) dan menghasilkan motif yang serupa dengan warna dan bentuk daun.
  • Ulangi langkah – langkah di atas (nomer 2 dan 3) secara berkelanjutkan hingga semua daun yang ingin dijadikan motif pada kain selesai dipidahkan ke kain. Untuk mendapatkan efek cermin atau motif yang simetris, kain dilipat hingga menutupi 1 daun yang hendak dijadikan motif dan motif daun yang sama akan tercetak pada sisi kain lainnya yang ditutupkan pada daun tersebut. Penting untuk diperhatikan dan dikontrol adalah kekuatan/tenaga saat nuthuk’i daun, diatur agar tidak terlalu keras atau pelan, bisa trial and error dulu untuk mengetahui seberapa power ideal untuk dijadikan acuan nuthuk’i daun tersebut agar kerataan warna semua motif daun bisa se-seragam mungkin.
  • Setelah selesai nuthuk’i daun, secara perlahan lepaskan daun dari kain secara hati-hati dan biarkan kain agar warna yang menempel bisa maksimal terserap oleh kain. Waktu untuk mendiamkan kain setelah di tuthuk’I ini kira-kira satu jam, lebih lama tentu akan lebih baik. Beberapa pelaku batik ecoprint ini ada yang mempraktekkan waktu mendiamkan kain ini antara 1 hingga 3 hari lho. 
  • Finalisasi kain dengan larutan tawas. Kain yang sudah selesai diberi motif, direndam dalam larutan tawas sekitar 1 jam. Tanpa diperas, kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan saja (tidak dibawah sinar matahari). Untuk memperkuat warna dan motif, proses perendaman ke larutan air tawas bisa diulang sekali lagi.
alat-bahan-dan-Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-unik-dan-elegan-ririekhayan.com

Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-unik-dan-elegan-ririekhayan.com

II. Pembuatan Batik Eco Print dengan cara dikukus atau direbus.

Cara pembuatan batik ecoprint yang kedua ini bisa dikatakan semi manual yaitu pemindahan motif ecoprint dilakukan dengan pemasakan, perebusan atau pengukusan terhadap kain yang sudah diberi/diatur penempatan dedaunan sedemikian rupa agar menghasilkan motif yang menarik. Cara ini lebih efisien dan sekali proses pemasakan bisa untuk beberapa kain. Tentunya membutuhkan dandang (something similar utk mengukus) dengan ukuran yang cukup besar dan kompor/tungku untuk proses pengukusan/pemasakan. 

Pembuatan batik ecoprint  cara ini relative lebih praktis dan cepat. Secara ringkas, bisa dikatakan ada 2 langkah yang perlu dilakukan:
  1. Menata semua daun/kelopak bunga/ atau bahan motif lainnya hingga sedemikian rupa sesuai pola yang diinginkan, kemudian menggulung kain berserta daun dengan menggunakan sebatang kayu dan diikat dengan kuat/kencang. Gulungan kain tersebut kemudian dikukus selama sekitar 2 jam agar pola dan warna daun berpindah ke permukaan kain.
  2. Setelah kain dikukus, dibiarkan selama 3 hari baru gukungan kain tersebut dibuka dan dibersihkan daunnya.
  3. Proses yang terakhir adalah finalisasi yang dilakukan dengan cara merendam kain dalam larutan tawas dengan tujuan mengikat motif dan warna pada kain agar tidak mudah memudar. Setelah itu kain dicuci dijemur / dibiarkan kering.
Just Fyi: untuk 1 piece batik eco print๐Ÿ€๐ŸŒฟ๐Ÿ‚ (ukuran jilbab standar) berbahan non sutra atau katun dibandrol dengan harga 100k (harga beli kain polosnya kisaran 25k). Bahkan nilai ekonomis (jual) kain motif ecoprint ini bisa melejit cukup drastis hingga jutaan rupiah lhoh? Tentunya segmen ketrampilan dan kerajinan ini sangat menarik dong? Secara untuk menghasilkan batik eco print ini tidak perlu teknologi canggih, tidak perlu peralatan yang ribet, tidak perlu teori-teori yang njlimet.
alat-bahan-dan-Cara-Mudah-Membuat-Berbagai-jenis-Kain-Batik-Motif-Ecoprint-Yang-unik-dan-elegan-ririekhayan.com
Bagaimana, ada yang tertarik untuk mengexplore skill membuat batik ecoprint  ini? Dijamin Anda akan menemukan banyak challenge karena banyak kejutan menarik karena warna dan motif kain yang dihasilkan tidak selalu sama dengan apa yang dibayangkan sebelumnya. Maka disinilah letak tantangan dan keunikan kain motif ecoprint, warna dan motif kain tidak bisa exactly sama meskipun bahan dan cara pembuatannya dilakukan dengan cara yang sama. Kuncinya, try and try, then you’ll find more treasure.

Disclaimer: Saya (baru) mencoba mempraktekkan metode pembuatan motif ecoprint ini dengan proses nuthuk’i baru 1 kali. Perlu beberapa kali uji coba agar bisa tahu critical control point (CCP) yang perlu di achieve, mulai dari waktu perendaman, penjemuran, konsentrasi larutan tawas dan variabel lainnya.

Ririe Khayan

Assalamulaikum. Hi I am Ririe Khayan (Blogger, Buzzer, Coffee Lover) and live in Jogya. I’m the Author Of Kidung Kinanthi, a Personal Blog about my random thought, parenting, traveling, lifestyle, & other activity as well as Personal & Working Mom Story. Thanks for visiting my blog and hopefully will visit again with pleasure.

24 comments:

  1. Whoaaa, keren bangeeettt!
    Ini kalo lagi kondisi ga ada wabah, dijamin bakal banyak rombongan turis/wisatawan dlm negri yg pengin ngelihat langsung proses produksi batik ecoprint.
    Karena emang SPESIAL dan eksklusif banget ya Mba.
    Cihuy!

    ReplyDelete
  2. Waaah keren mbak :D
    Motifnya yang penting yang menggambarkan ramah2 lingkungan gtu ya, daun, batang dll?

    Haha ngakak sama yang pakai ulegan itu :D
    BTW mbak boleh saran gak xixixi,gimana kalau blogpostnya dikasi video tutorial bikin batik juga :D Jd bisa lbh mudah diconteknya :D

    ReplyDelete
  3. Bikin batik saat ini jadi paket wisata yaa.. Kalau berkunjung ke Semarang atau Jogja, dipersilahkan membuat batik kita sendiri.
    Tapi yang pasti, batik ini kainnya adeem. Nyaman banget dipakai untuk acara formal dan semi-formal.

    ReplyDelete
  4. Waah lucu batik coprintnya. Kirain diwarna pake pewarna artifisial ternyata dari daun ya? Keren. Semoga semakin banyak yang ngeh dan pangsa pasarnya batik ecoprint ini makin luas ya

    ReplyDelete
  5. Pas baca batik ecoprint kukira batik printing mbak, ternyata produk homemade dan berseni banget, hasilnya juga cantik..tahan ngga ya motifnya jika dikenakan..

    ReplyDelete
  6. Waah beneran cantik dan unik
    Motif eco print khas banget mba...
    Bahkan bs diseragamin smp ke tas gitu yaa...
    Manis ih warnanya...
    Kayak aku hehehe

    Digetok Mbak Rie

    ReplyDelete
  7. Menarik banget ini mbak..aku jadi ingin kesana juga deh mencoba membuat batik ecoprint ini..terlihat sangat menyenangkan ya.. apalagi bisa membuat hasil karya sendiri.. dan akhirnya bisa disukai oleh banyak orang.. duhbangga deh

    ReplyDelete
  8. Bagus banget deh batik ecoprint buatan mbak Ririe ini. Salut aku tuh sama orang yang bertekad kuat bikin hasta krya begini kan ga mudah. Motif daun2 tanaman aku suka jadi alami banget ya.

    ReplyDelete
  9. Ternyata harganya lumayan juga ya mba..belum pernah beli aku batik model ecoprint gini.. tapi udah pernah liat temen majang outer motif ecoprint gini bagus juga

    ReplyDelete
  10. kalo di Palembang namanya kain jumputan. bisa dibuat dari teknik ecoprint juga

    ReplyDelete
  11. alhamdulillah terjawab sudah penasaran saya, suka pengen nanya, gimana cara bikin batik ecoprint, eh ternyata dipukulin yaa hihi pengen nyoba deh jadinya :-)

    ReplyDelete
  12. Wohoi mba ririe multi talent banget ya.. bagus lho motifnya natural dan bikin nyaman dipandang. Walau baru seekali tapi hasilnya udah lumayan ya mba.. kalau makin dicoba nanti makin kece deh..

    ReplyDelete
  13. Keren banget nih... Cantik hasilnya... Kalau diseriusin bisa jadi bisnis yang menguntungkan ya...

    ReplyDelete
  14. Oalah ini manual ya kirain tinggal print. Seneng rasanya masih banyak yang suka ngebatik
    Pengen belajar juga

    ReplyDelete
  15. Aku termasuk yang ga setuju ecoprint ini dikategorikan sebagai batik sih. hehehe. Sejak sekitar 2 tahun lalu ecoprint ini emang ngehits banget dikalangan crafter. Mudah2an tahun ini bisa lebih ngehits lagi.

    ReplyDelete
  16. Wah jd ga pake canting ya lbh simple . Pernah ikut workshop ngbatik pake canting ternyata lumayan ya...atau krn sy ga bisa gambar jd susah heheh

    ReplyDelete
  17. Cakeeep bangeet yang ecoprint yang mba buat..pastinya unik dan one of a kind. aku pengen belajar tapi belum sempet - sempaat niiih

    ReplyDelete
  18. Waahh iya juga nih, motifnya ga bakalan bisa kembar ya karena pembuatannya manual gitu dengan desain yang pasti berbeda antara satu dengan yang lain. Hasilnya pun unik banget ya. Masih jarang yang pake ecoprint gitu deh kayaknya.

    ReplyDelete
  19. waaaa keren banget, duuu jadi pengen nyoba juga bikin ecoprint, edisi gak jago gambar, nah ecoprint ini bisa jadi solusi buat saya nih hihi, apalagi ramah lingukungan

    ReplyDelete
  20. Di sekolah Tio, dia ikutan ekstrakurikuler ecoprint ini. Ecoprint sederhana sih, tapi bagus juga hasilnya.
    Aku punya teman di Yogya juga yang perajin ecoprint ini, sudah beberapa kali pameran di luar negeri.

    ReplyDelete
  21. menarik sekali ya mbk ternyata bisa bikin sendiri kalau sudah memahami caranya ya mbk, kakakku di Jambi sudah menobanya dan hasilnya bagus deh

    ReplyDelete
  22. Duh ini motifnya cantik-cantik banget. Aku jadi pengen punya dress dengan motif batik ini. Cara buatnya klo.sudah paham cukup mudah ya

    ReplyDelete
  23. Waaah saya baru tau batik Ecoprint ini beserta cara pembuatannya. Unik dan eksklusif ya hasilnyaa

    ReplyDelete
  24. Kebetulan adik saya jurusan fashion desaign dan saya pernah melihat langsung pembuatan ecoprint ini. Hasilnya keren dan luar biasa ya, bikin takjub gitu. Unik. Pantas sekali kalau harganya mahal apalagi jika bahan kainnya juga bagus

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

Maaf ya, komentar yang terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

So, be wise and stay friendly.