Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Kenapa Perempuan Perlu melakukan Pap Smear Secara Rutin?

Happy Mother, Happy Blogger, Happy Me, bagaimana menjadi diri yang selalu bahagia dengan beragam peran dan aktifitasnya: sebagai ibu, blogger, editor buku (working mom).

Tagline blog tersebut adalah kepunyaan Mak Noni Rosliyani, Emak Muda dengan 1 balita cantik yang akrab dengan panggilan Luna ini sudah menjejak dunia blogging mulai tahun 2010. Postingan-postingan di blognya tertata dengan apiknya dalam beberapa label yaitu: life as editor, book/product review, kesehatan, traveling, parenting / motherhood, juga tak ketinggalan tentang finance lho? Kalau dibaca tiap postingannya, terasa bedanya antara tulisan seorang editor dan bukan editor semacam saya ini. Susunan kalimat dan pilihan katanya pas dan mengalir gettu deh.

Dan Bismillahirrahmaanirrahiim dari sekian label tulisan, saya terhenti cukup lama di postingan yang bertajuk kesehatan dengan judul “Pengalaman Pap Smear Pertama”. Seperti diketahui bahwa pap smear bisa dipakai untuk Pemeriksaan leher rahim dan diagnosis.
Kenapa Perempuan Perlu Melakukan Pemeriksaan Pap smear secara rutin?

Ya karena dengan hasil pap Smear bisa digunakan untuk menemukan perubahan sel abnormal pada contoh sel yang diuji tersebut. Oleh sebab itu, pap smear termasuk daftar pemeriksaan rutin yang disarankan bagi perempuan dalam rangka pencegahan penyakit leher rahim. Berdasarkan dari hasil test pap smear, maka setiap kelainan yang ditemukan dalam contoh-contoh sel serta apa penyebabnya akan dapat diobati lebih awal. Lebih cepat tahu tentu akan lebih baik untuk bisa dilakukan penanganan medis lebih lanjut sehingga bisa mengurangi peluang perempaun terkena kanker leher rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. 

Pemeriksaan pap smear adalah prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidak adanya ketidaknormalan yang dapat mengarah kepada kanker serviks pada wanita.

Tuh kan, makanya penting banget dan sangat disaranan bagi semua perempuan agar melakukan pemeriksaan pap smear ini mulai usia 21 tahun jika sudah menikah (sudah memiliki aktifitas seksual) setiap 2 tahun sekali, tepatnya selang 3 tahun setelah menikah. Dan lebih perlu lagi saat usia menginjak 30 tahun ke atas, Pap Smear harus dilakukan 3 tahun sekali (tak terkecuali bagi perempuan yang sudah menopause).

Selain karena alasan diatas, dokter juga dapat meresepkan untuk dilakukan tes pap smear jika pasien mengalami salah satu gejala pada organ vital (dan sekitarnya), antara lain: Gatal-gatal pada vagina, Kemerahan, nyeri pada waktu buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim, terdapat luka/benjolan/ruam/lecet/kutil, pembengkakan, bau yang tidak biasa, perubahan pada keputihan (seperti warna, bau, atau tekstur yang berbeda dari apa yang biasanya dialami) serta keputihan yang berlebihan.

Nah, ke-kepo-an saya terhadap sharing cerita Mak Noni tersebut bukan lantaran pemberitaan yang baru-baru ini cukup hits terkait seorang artis yang saat ini sedang berjuang melawan kanker serviks. Tapi lebih karena  rasa takut untuk melakukan medical check up yang dinamakan pap smear itu.

Iyap, saya super penasaran, kira-kira bagaimana caranya Mak Noni mengatasi dan memanage rasa takutnya untuk melakukan pap smear. Tidak sedikit perempuan yang menunda-nunda untuk melakukan pap smear dengan ini dan itu alasannya, padahal alasan sesungguhnya ya karena takut itu lho?

Menurut pengalaman yang dituliskan oleh Mamanya Luna ini, pap smear itu tidak sakit sama sekali, gak sampai 5 menit dan tida sesakit seperti yang dibayangkan sebelumnya. Konon, rasa sakit yang kadang dialami bisa berasal karena mind set awalnya sudah dihinggapi ketakutan akibat dengar cerita sehingga akan menyebabkan otot rahim tegang sehingga akan menimbulkan rasa sakit ketika paramedis memasukkan speculum atau alat untuk mengambil sample dari cervix.

Dengan dilakukannya uji pap smear ini sebagai prosedur pengambilan sampel sel dari leher rahim untuk memastikan ada atau tidak adanya ketidaknormalan yang dapat mengarah kepada kanker serviks pada perempuan.

Masih takut melakukan pap smear padahal sudah masuk kriteria golongan usia perempuan yang PERLU Pap Smear, kuncinya hanya satu: jangan takut untuk hal pap smear yang hanya 5  menit yang merupakan fase penting untuk mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri.

Saran mujarab yang saya peroleh dari postingan Emak Noni adalah:
sakit atau tidak sakitnya proses pap smear tergantung pada diri kita sendiri. Jalani pap smear dengan lebih rileks dan buang jauh-jauh segala paranoid terbukti efektif menganulir rasa sakit saat pap smear. Hal ini sangat logis karena ketegangan yang terpatri otak dan perasaan akan berpengaruh pada ketegangan otot rahim. Kalau kita bisa rileks, otot rahim juga akan rileks sehingga prosesi pap smear pun berjalan mulus tanpa rasa sakit. 
Masih galau dan pengen dapat motivasi keberanian dari Mak Noni lalngsung? Jelajahi saja blognya di http://nonirosliyani.com atau kontak Mak Noni via akun twitter @nonirosliyani atau FBnya di https://t.co/J8mFjK4xnO

Tapi jika masih tidak percaya dan takut untuk melakukan pap semar, 
ya satu-satunya cara adalah buktikan sendiri ya? 

Manfaat dari Kolaborasi: Bersama Kita Bisa Tambah Percaya Diri

Era Kolaborasi  sebenarnya bukan hal baru, pada prakteknya kolaborasi ini  sudah dibumikan oleh nenek moyang kita dengan nama gotong royong. Kalau ditelusuri lebih jauh lagi, sebenarnya kolaborasi ini sudah mulai ada seiring terjadinya peradaban manusia, karena manusia adalah makhluk sosial, yang perlu dan butuh bekerja sama dengan orang lain.

Ada banyak bentuk-bentuk permodelan kolaborasi ini, Bismillahirrahmaanirrahiim, bisa dalam bentuk formal maupun non formal. Kalau dalam bentuk formal, bisa dalam bentuk usaha bersama seperti koperasi itu kan? Atau mendirikan perusahaan dengan modal patungan, bisa juga pengelolaan management yang dikerjakan secara gabungan antara dua orang atau lebih yang memiliki skill berbeda yang salaing mendukung dan melengkapi sesuai kebutuhan. 
Kolaborasi juga bisa diibaratkan sapu lidi, ketika sebatang lidi dikumpulkan menjadi sebentuk sapu maka akan bisa digunakan untuk menyapu dengan  lebih bersih. Juga cocok pula dengan peribahasa, bersatu kita teguh bercerai berai kita tidak bisa melakukan banyak hal yang lebih besar (lebih baik).
kerja sama
Akan halnya dengan blogging dan dunai menulis, sejak internet menjadi penghubung network yang multi manfaat, mulailah lahir komunitas-komunitas yang memiliki kesamaan passion, visi, tujuan dst, dalam hal ini tentunya menulis. Banyak komunitas menulis dan blogger yang pada intinya membentuk kebersamaan untuk meningkatkan kualitas dalam menulis baik yang nantinya menghasilkan karya tlis berupa buka, ataupun membuat konten bersama. Dari dunia blogging, sebuat saja ada komunitas Emak Blogger (KEB), Blogger Perempuan (BP, WArung Blogger (WB), Indonesian Food Blogger, dll. Tak ketinggalan pula dengan komunitas menulis: ada Warung Revolution (WR), Warung Antologi, dsb.

Banyak Penerbit yang juga membuka peluang menerbitkan buku secara antologi, dengan mengadakan audisi sesuai event yang lagi kekinian misalnya. Salah satunya adalah buku Antologi When Broke Up, adalah project menerbitkan buku secara gabungan yang pertama kali saya ikuti, diadakan oleh penerbit Leutikaprio. Atau pengarang yang sudah mumpuni di dunia literasi, sebut Jonru juga menggandeng penulis-penulis pemula untuk menerbitkan buku. Kalau tidak salah, Mbak Asma NAdia juga pernah (setahu saya dan semoga tidak salah ingat), pernah mengadakan project bersama untuk menerbitkan buku.

Bagi saya pribadi, Alhamdulillah sangat merasakan manfaatnya dengan lahirnya komunitas-komunitas blogger maupun kepenulisan. At least dari komunitas menulis, saya dengan skill menulis yang masih pas-pasan hanya PeDe untuk posting di blog, akhirnya bisa ikutan project gabungan dalam menerbitkan buku.  
Bersama Kita Bisa Tambah Percaya Diri
Beberapa buku Antologi yang sudah saya ikuti antara lain: Antologi Pejoba, Perindu Surga, Sang Juara,  My Re-engineering When I broke Up [ Leutikaprio], Teraphy menulis [menerbitkan buku bersama Jonru], Penantang Mimpi, Sayap-Sayap Cupid, Ironi Strip dua, Kami [Tak Butuh] Kartini Indonesia.

Tapi meski berupa antologi, tetap ada sistem seleksi kok, jadi tetap ada semacam kendali mutu untuk bisa ikut menulis dalam proyek bersama. 

Banyak hal baik yang bisa diambil dan didapatkan dengan kolaborasi dan pastinya minimal kita bisa mendapatkan Manfaat dari Kolaborasi: Bersama Kita Bisa Tambah Percaya Diri. Ah menulis tentang Antologi, jadi bikin saya kangen pengen ikutan proyek menulis secara bersama-sama lagi.

Bagaimana dengan Anda, sudah banyak juga kan karya kolaborasinya? 

Berbie dan Kuliner Wisatanya

Dia termasuk blogger kondang dan pemilik blog yang konsisten dengan niche traveling. Mungkin karena traveling biasanya berpadu duet denga kuliner,  maka dia pun konsisten untuk mengibarkan niche blognya sebagai “kuliner dan wisata”. Kembali pada empunya blog sih, karena ngeblog kan berhubungan juga dengan kenyamanan dan feel. Seperti apa dan bagaimana konten yang akan dijadikan menu isian blog, masing-masing blogger punya alasan yang spesial.

Baiklah Bismillahirrahmaanirrahiim I’m back pada postingan untuk menampilkan secuil sosok blogger , setelah sekian masa tertunda dengan  alasan ini dan itu yang akan terlalu berkepanjangan jika disebutkan satu per satu alasannya. Masing-masing  genre blog memang memiliki keunikannya, 
Saya yakin sosok pemilik blog yang saya sampirkan prolog tulisan, banyak yang sudah langsung ngeh siapakah dia yang dimaksudkan?

Yups, namanya Atanasia Rian yang akrab dengan sapaan so cute “Berbie dari Yogyakarta" *ssst, awalnya lidah saya sering terpeleset menyebut namanya ‘Anastasia Rian’ , jangan  kasih tahu orangnya yaa?*
Kiprahnya di perbloggeran sudah tak diragukan lagi, performa blognya juga sudah terbilang canggih SEO. Cara nulisnya sistematis dan fokus pada wisata (traveling) dan kuliner. Kalau perlu referensi hil dan hal yang terkait jalan-jalan dan jajan-jajan, www.kulinerwisata.com  representatif jadi referensi. Mau tahu hotel (penginapan), spot-spot kuliner  terdekat dengan destinasi wisata yang (akan) dituju, cekidot saja blognya si Berbie deh. Selain itu, di blognya itu Berbie yang belum lama ini melepas masa single-nya pada 21 Januari 2017 lalu,  juga terdapat tips-tips yang berhubungan dengan wisata dan jejananan/kuliner/makan-makan. Klop kan dengan tagline yang dikibarkan: Nikmati kuliner dan wisata terbaik di Indonesia .

Blognya sudah oke, makanya bingung kan mau nulis apaan lagi cobak? Kalau orangnya? Seantero blogger Yogya dan sekitarnya, bahkan blogger nusantara juga banyak yang kenal dan tahu sepak terjangnya yang gesit, cekatan, dan all out dalam menghandle setiap kegaiatn/acara yang diamanahkan padanya. 

Secara personal, Berbie ini lucu, kocak dan kalau sudah mulai ngobrol dengannya dijamin bakalan lupa waktu dan lupa usia kalau sudah emak-emak deh. Hehehee… Buktinya, saya saja sampai lupa kapan pertama kali ketemu sama Mrs Tomi Purba ini. 

Sudahan ya, nulis orang sudah femes itu enak. Gak perlu banyak-banyak, semuanya sudah pada kenal soalnya. Atau masih ada yang belum kenal  ? *kata Bang Haji Rhoma: t e r l a l u!* 
Oke deh, cekidot saja ke blognya www.kulinerwisata.com. Berbie dan wisatakuliner sudah nge-blend pokok-nya. Singkatnya, personal brandingnya sudah homogen gettu deh kira-kira istilahnya.

Mengenali Keberadaan Financial Technology (Fintech) Di Indonesia

Kehadiran Fintech agar lebih mudah mengakses produk-produk keuangan, mempercepat transaksi dan meningkatkan literasi keuangan. Perusahaan Fintech di Indonesia banyak di dominasi oleh start up.

Sejujurnya, tema untuk membuat postingan bertemakan Financial Technology atau Fintech ini terbilang “berat” bagi saya yang awam tentang ilmu perekonomian dan keuangan. Bahkan istilahnya juga baru kenal gegara LBI melemparkan tema tersebut. 

Tak apalah, ada sisi baiknya kok. Artinya, Bismillahirrahmaanirrahiim bisa membuka literasi (pengetahuan) saya mengenai Fintech ini, minimal jadi tahu kalau  Fintech itu sebenarnya merupakan Cakupan Bisnis Teknologi finansial di Indonesia sangat banyak dan sebagian dari masyarakat kita sepertinya sudah akrab dengan berbagai produknya, juga menggunakannya, hanya saja penamaannya saja yang terdengar sebagai hal baru.
Secara singkatnya, Fintech atau financial technology didefinisikan sebagai (salah satu) inovasi dalam layanan keuangan (mengutip definisi dari National Digital Research Centre, Irlandia).
Setidaknya bagi saya, istilah Fintech ini termasuk baru dan kekinian, maksudnya kini saya baru tahu kalau sederet startup pembayaran, peminjaman, personal finance, investasi ritel, dan bisnis di sektor keuangan lainnya merupakan bentuk-bentuk dari Fintech. 
Perkembangan Fintech di Indonesia
Fintech yang saat ini naik daun di Indonesia pada umumnya bergerak dalam bidang:
  • Pembayaran, antara lain: Perusahaan Pembayaran (contohnya Truemoney, Paytren, Firstpay, IPAymu, Veritrans, Kartuku, iPay88, , Easypay, dll), Mobile payments company (Dompetku Indosat Ooredoo, Sakuku BCA, Dimo, Uangku SmartFren, dsb), Mobile payments company, (contohnya Dompetku Indosat Ooredoo, Sakuku BCA, Dimo, Uangku SmartFren, dsb), Electronic Money (misalnya Kudo, GoPay, Ayopop), Bebas transfer, ada Kliring.co.id, Flip, Sudah Transfer).
  • Investasi, contohnya Marketplace Reksa Dana, Ipotfund, Xdana.com
  • Perencanaan Keuangan: online-pajak.com, jurnal.id dll yang fokus pada edukasi keuangan dan perencanaan keuangan.
  • Pembiayaan, baik yang berbentuk pinjaman (tanihub.com, temanusaha.com, dll), Pembiayaan berbasis patungan (kitabisa.com, wecare.id, ayopeduli.com), dan beberapa jenis startup pembiayaann lainnya.
  • Website pembanding produk keuangan, contohnya: cermati.com, cekaja.com, rajapremi.com, pasarpolis.com, cekpremi.com dll
  • Riset keuangan, ada dua di Indonesia (saat ini) yaitu produk keuangan secara umum ( halomoney.com, aturduit.com, cermati.com) dan Khusus asuransi (rajapremi.com, pasarpolis.com, cekpremi.com)
  • Masih lagi jenis-jenis Fintech lainnya yang sudah berkembang maupun masih startup.
Membaca dari kutipan tentang jenis-jenis Fintech dari www.finansialku.com, ternyata oh ternyata industri Fintech Indonesia saat ini sudah cukup pesat perkembangannya (dibandingkan 1 dekade sebelumnya dong). Untuk selanjutnya, tentu akan semakin banyak lagi fintech yang akan hadir meramaikan ranah bisnis di sektor keuangan ini. Tentunya seirama dengan perkembangan teknologi informasi, khususnya internet dan lifestyle yang semakin diminati: minimalisasi membawa, menyimpan dan menggunakan uang sebagai alat transaksi secara fisik (uang virtual). 

Dari sederet nama pelaku usaha/bisnis yang tertahbiskan sebagai Bisnis Fintech di Indonesia tersebut, jika ditanya apakah saya sudah memanfaatkannya salah satu atau salah duanya? 

Saat ini, saya mengggunakan aplikasi uber dan menggunakan produk investasi yang lebih cenderung ke investasinya. Untuk fintech yang pembayaran, ikut paytren tapi saat ini sedang dorman karena merasa kebutuhan untuk menggunakannya tidak banyak (jarang), jadi rasanya kurang efektif saja meski untuk keperluan pribadi (keluarga). Pak suami mendaftar truemoney, tapi saat ini tidak aktif lagi (tidak digunakan karena alasan yang sama dengan pasifnya akun paytren saya). Bagi siapa saja yang bisa mengembangkan jaringan usaha, paytren maupun truemoney memang memberikan bisa menjadi peluang usaha dan bisa menjadi pasif income bagi skala perseorangan karena menjalankannya relatif mudah. 

Jadi intinya sekekinian apapun produk teknologi, pemilihan dan penggunaannya kembali pada kebutuhan kami dan seberapa besar kemanfaatan serta kemaslahatannya bagi kami. *epilognya sok bijak euy*


5 Sensasi wisata kulineran di Kopi Klothok yang murah dan nyaman di Yogyakarta

Kuliner Murah dan Nyaman di Yogyakarta dengan budget maksimal sepuluh ribu? Maka (salah satu) yang recommended adalah Kopi Klothok di Pakem yang memenuhi kriteria ini. Meski namanya Kopi Klothok, tak berarti ini identik dengan tempat ngopi ala warung kopi karena kopi klothok sudah bisa disebut semacam café atau resto karena tempatnya luas dan nyaman dengan sajian menu yang best seller semua.

Setelah nulis tentang Beauty and the Beast, tiba-tiba Bismillahirrahmaanirrahiim ngelompat bikin review tempat wisata kuliner. Ya masih masuk kewajaran kan ada engaging antara nonton film dan wisata kuliner, hanya saja tempat kuliner yang saya tulis kali ini tidak sejalan dengan gedung bioskop. Kalau nonton film dan kuliner identiknya pilih tempat yang tak jauh-jauh atau searah dengan tempat nonton. Lha Kopi Klothok ini berada di kawasan pedesaan, tepatnya di Jalan Kaliurang Km.17 Desa Pakembinagun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman – Jogjakarta. Sudah kebayang kan dimana lokasi Kopi Klothok ini? Yups, bisa dibilang di kaki Gunung Merapi lah
Wisata kuliner di Jogyakarta
Untuk kuliner dengan alokasi dana Rp. 10.000,- sebenarnya di Yogya masih sangat banyak, sebut saja angkringan-angkringan dengan sajian utama sego kucing yang di bandrol harga antara 3 ribu – 5 ribu per bungkus.  Hanya saja saya belum pernah nyobain kuliner di angkringan. Untuk ukuran porsi makan, sego kucing untuk cocoknya bagi orang yang diet karena rata-rata yang makan di angkringan itu habisnya lebih dari 1 bungkus kok.

Sudah lama juga tidak bikin postingan yang berbau ala-ala kulineran. Kebetulan LBI memberikan tantangan  untuk mereview tempat makan disekitar tempat tinggal peserta dengan ketentuan wajib mencoba dengan harga maksimal harga kuliner maksimal 10 ribu rupiah. Alhamdulillah, ada stock cerita kuliner yang sesuai ketentuan tersebut, yaitu Kopi Klothok, sehingga postingan ini pun hadir dengan judul: 5 Sensasi wisata kulineran di warung Kopi Klothok yang murah dan nyaman di Yogyakarta:
  1. Menu ndeso yang selaras dengan suasananya yang berada di kawasan pedesaan dan menyatu dengan hamparan persawahan.
  2. Paket makan sepuasnya di tempat dengan harga sepuluh ribuan.
  3. Konsep self service yang memanjakan pengunjung sehingga sesara makan di rumah sendiri . 
  4. Paket makan gratis bagi ibu hamil
  5. Tempat yang nyaman, tenang dan mempesona ala cafe atau resto lho?
Berikut ini sekilas pandang yang mendasari kesimpulan mengenai kopi klothok yang saya buat di atas.  

Totally, menu makannya adalah masakan resep ndeso, tak ada satu pun jenis menu makan yang berbau kekinian. Bagi generasi yang lahir di kota apalagi di generasi mileneal, dijamin tak akan kenal dengan menu-menu best seller yang ada di Warung Klothok. So far, semua menu best seller sih, walaupun pengunjungnya bervariasi usia, cukup banyak kok yang muda-muda. Termasuk para wisatawan yang sedang berlibur di Yogya. 
Sego Megono dan sayur lodeh terong
Layaknya warung lainnya, di Kopi Klothok juga tersedia lumayan banyak menu. Secara garis besarnya, dikelompokkan dalam kategori: Makanan, Minuman, Lauk, dan jajanan. Terdapat dua pilihan jenis paket istimewa di warung klothok (noted. Nama paket A dan B itu versi penyebutan versi saya saja lhoh):
Paket A per orang makan sepuasnya di tempat, yaitu cukup dengan uang sepuluh ribu saja Anda bisa makan secara feel free no worry,  yaitu: Nasi putih (Rp. 3.500,-) dan ragam sayur lodeh tempe lombok ijo, lodeh kluwih, lodeh terong, sayur asem ( Rp. 6.500,-), dan -
Paket B, sistemnya sama dengan paket A hanya beda harga dan variasi menu, yaitu Lodeh tempe lombok ijo, lodeh kluwih, lodeh terong, gereh layur, sambel dadak dan sego megono, pengunjung bisa tertawa bahagia karena hanya suruh bayar Rp. 11.500,- Info harga dari menu lainnya, silahkan cekodit daftar menu di bawah ini.
Keunikan lainnya di warung klothok ini adalah tidak melayani pembelian untuk dibawa pulang! Semua pengunjung bisa makan sepuasnya tapi jika ingin beli untuk dibawa pulang ?. On no, nanti dulu ya…. Anda harus bisa bernegosiasi dengan alasan yang bisa meyakinkan pegawai (kasir) jika ingin membungkus menu makanan di Kopi Klothok untuk dibawa pulang *pengalaman pribadi*.
Percaya kan kalau di Kopi Klothok bisa wisata kuliner sepuasnya dengan anggaran sepuluh ribu, atau bahkan kurang dari sepuluh ribu. Cekidot daftar harga menu di bawah ini deh:
wisata kuliner di Yogya
Credit
Dua kali saya ke Kopi klothok, saya masih saja suka pilih sego megono. Sebenarnya sego megono ini merupakan salah satu menu yang khusus dimasak ketika prosesi hendak panen apdi yang namanya ‘wiwit”, hanya beda cara penyajiannya. Kalau di desa saya, antara nasi dengan sayur lodeh dan pernik lainnya racik secara terpisah. Tapi kalau versi sego megono dicampur baur jadi satu. Info sekilas tentang apa dan bagaimana sego megono itu, saya sempat motret potongan koran yang sudah berwarna kecoklatan di salah satu dinding ruangan kopi klothok:
Sego Megono menu andalan di kopi klothok Jogyakarta
Tak hanya membandrol tarif harga yang renyah bikin sumringah, kopi klothok juga memberlakukan makan gratis sepuasnya bagi wanita/ibu-ibu yang sedang hamil. Fitur harga ini saya ketahui ketika ke kopi klothok Bulan Nopember 2016 lalu. Antara percaya dan nggumun, saya pun nanyak langsung pada kasirnya, apa betul jika pemeblinya adalah wanita yang sedang hamil bisa gratis? 

Adacadabraaa…..benar sekali dan kebetulan pula saat itu salah satu diantara kami ada yang hamil muda. Embak kasirnya pun langsung nanyain menu apa saja yang tadi makan oleh si bumil dan dikurangilah nominal yang harus kami bayarkan kala itu. Unik plus keren kan konsep marketingnya?
Dari segi penyajian menu, warung kopi klothok ini menerapkan konsep self service, dimana pembeli dipersilahkan mengambi menu makan apa saja yang diinginkannya dan totalan bayarnya berdasarkan kejujuran pembeli. 
Wisata kuliner di Yogya
Info harga istimewa bagi Ibu hami yang terdapat di zona ruang makan dekat dapur
Pencatatan dilakukan hanya pada orderan jajanan dan minuman, untuk makanan, lauk dan sayuran, pembelilah yang diharapkan “merekam” sendiri apa saja yang telah disantap habis dan menginformasikan pada saat bayar di kasir. 

Hari libur atau work day, setiap hari kopi klothok bejubel pengunjung. Jadi jangan heran jika Anda ke sana siang bolong dan bukan hari libur tapi Anda harus siap antri tempat duduk atau kesana-kemari dulu demi mendapatkan meja yang kosong.

Yups, meski kopi klothok ini baru operasional akhir 2015 tapi ketenarannya tak kalah deh dengan café-café yang lebih senior usianya. Selain daya tarik menu dan rate harganya yang murah ceria, daya tarik kopi klothok ini bisa juga karena tempatnya yang nyaman, tenang, dan santai.
Wisata kuliner yang murah di Yogya
Inilah penampakan segelas kopi klothok dan pisang goreng yang nge-hits
Warung kopi klothok ini sipp pokoknya, sebuah warung setara café yang berada di lokasi yang sejuk, dengan dikeliling pemndangan persawahan yang memanjakan mata, apalagi yang hobi photography dan atau at least suka pepotoan, segelas kopi klothok panas siap memenuhi hasrat untuk cekrek-cekrek sepuasnya lho.

Lebih-lebih terdapat penampakan Gunung Merapi, rasanya menyeruput segelas kopi klothok yang ditemani sepiring pisang goreng di sana semakin gayeng saja. Suasana pun bakal kian hangat dan asyik kala ke kopi klothok bersama dengan keluarga atau komunitas atau teman. Kalau mau alone, tetap oke kok. Suasanaynya mendukung banget untuk cari inspirasi menulis, melukis, dan kreatifitas lainnya.
Kuliner murah di yogya
Tampak depan warung kopi klothok dari jalan  desa Pakembinangun
Tampak depan warung kopi klothok (yang menghadap ke sawah)
Untuk bangunan warung kopi klothok ini juga terbilang unik dan artistik,  sebuah rumah berbentuk joglo limasan (bangunan rumah ala orang Jawa tempo deoloe)  tertata dengan apik dihiasi hiasan benda-benda unik/antik semacam setrika arang, radio transistor, furniture kayu lama, ada lesung, dan sederet benda-benda yang sepertinya memang hasil perburuan dari desa-desa karena sebagian besar benda yang dipajang merupakan benda-benda yang saya akrabi saat masih kecil. Lay out warung kopi klothok terdiri dari 3 zona yaitu:
  • zona terbuka yaitu di luar warung kopi klothok di teras atau halaman (kalau cuaca tidak hujan);
  • ruang utama rumah joglo, dan
  • ruang yang menyatu dengan dapur sehingga bisa menikmati pemandangan memasak menggunakan tungku kayu persis seperti belum ada alat memasak yang disebut kompor. 
kuliner yogyakarta
Suasana di bagian luar kopi klothok yang asri dan ciamiks
Biasanya, di zona ruang utama bangunan joglo dan dapur hampir selalu penuh pengunjung. Terlebih jika hari libur dan jam-jam istirahat, kudu siap mondar-mandir cari meja yang kosong deh. Jadi harus legowo bagi yang pengen makan di dapur sambil menikmati aroma masakan serta kemebul asap dapur tapi terpaksanya harus makan di luar. 

Sebenarnya, di depan bangungan Joglo ada satu bangunan berkonsep modern, tapi saya belum pernah melongok bagian di dalamnya ada apa. Dua kali ke Kopi Klothok, saya baru sukses mendapatkan meja makannya di ruang utama rumah joglo dan yang terbaru malah kebagian di halaman. Lumayan, menikmati sajian kopi dan pisang goreng ditemani angin semilir dan aroma padi menguning. 
tempat kuliner di yogya yang murah
Meski masih no wifi ( saya ke kopi klothok edisi kedua di Bulan Nopember 2016 lalu), Warung Kopi Klothok ini secara umum sangat representatif untuk dijadikan pilihan tempat Wisata Kuliner Murah dan Nyaman di Yogyakarta. 

Ini [Bukan] Review Film Beauty and The Beast

Film Beauty and the Beast ini bisa dibilang bagus dari cara pembuatannya. Mulai awal hingga akhir film, penonton dimanjakan dengan dekorasi  dan kostum yang menawan ala jaman kejayaan Kerajaan di Perancis, tatanan koreografi musikalnya  ciamik.  Latarnya cerita pun sangat glamour, menunjukkan kelas  produksi dengan dana yang tidak tanggung-tanggung. Terutama pada desain arsitektur  untuk Kastilnya si The Beast yang memeiliki interior sangat detail (membuat saya terbawa merasa “berada” di masa  yang sama). Selama film ini ditayangkan pun rasanya tak ada yang biasa-biasa saja, romansa di masa kerajaan (tempo dulu) berhasil dihidupkan dalam film yang diproduksi oleh Disney ini.

Tapi kenapa ada nada hambar dalam prolog yang saya buat ya? Bismillahirrahmaanirrahiim Ini [Bukan] Review Film Beauty and The Beast, sekedar curhat saja kok. Setelah ke sekian kalinya nonton film, kenapa baru kali ini saya tertarik untuk menuliskannya di blog? Kalau mau saya jawab “efek” expectation yang jauh dari  kenyataan ? Ya kurang pas juga, lha ini bukan film pertama yang bikin saya berkomentar: jalan ceritanya cenderung datar dan mudah ditebak.

Abaikan keheranan tersebut, karena saya juga heran. Lanjut pada sekuel cerita si Beauty and The Beast saja ya?

Film ini mengambil latar cerita di Perancis kala masih berbentuk kerajaan (pertengahan abad 18), ketika di tengah badai salju, datang seorang pengemis (yang sebenarnya penyihir) ke Istana untuk menghangatkan diri dengan menawarkan setangkai bunga mawar merah agar bisa berteduh dari salju dan menghangatkan diri. Berhubung sang Pangeran menolak dan bersikap arogan, penyihir yang bernama Agathe (diperankan oleh Hattie Morahan) murka dan memantrai sang pangeran sehinggaberubah jadi sosok buruk rupa dan menyeramkan (tapi tidak seram banget kok). Beserta semua staf istana juga dikutuk (kasihan ya?) jadi berbagai jenis benda seperti teko, cangkir, lemari, piano, lampu, cantholan jas, sapu, lampu, dan lain sebagainya. Pun eksistensi kerajaan itu dihapus oleh sang penyihir dari ingatan penduduk di wilayah tersebut.
Rview Film terbaru
Credit lupa moto posternya, hiks:(
Tapi sepertinya sang penyihir ini bukan tipe penyihir jahat seperti di Film Snow White kok. Lha buktinya, si Pangeran yang sudah jadi the beast itu diberi cermin ajaib sebagai alat untuk melihat kejadian yang sifatnya futuristik (ramalan). Selain itu, dia juga menyerahkan sekuntum mawar  dan memberitahukan kalau mantra kutukannya bisa dipatahkan jika sang pangeran sudah menemukan cinta sejatinya. Syaratnya hampir selalu mirip dengan cerita-cerita fairy tail lainnya: efek mantra sihir bisa dinetralkan jika menemukan cinta sejati  (sesuai usia tokoh alam cerita). Bahkan cerita Fozen juga harus menemukan cinta sejati  kan? Hanya aktualisasinya (ending) cinta sejati yang dimaksudkan adalah cinta antara kakak-adik.

Sekuel selanjutnya adalah sosok si Beauty-nya, Belle yang diperankan oleh Emma Watson.  Belle kan ditokohkan sebagai gadis yang cantik tapi kurang disukai warga karena kegemarannya  membaca buku  (kutu buku). But, but…..meski demikian tetap ada yang tergila-gila sama Belle ini yaitu Gaston (diperankan oleh Luke Evans),  pria idaman para wanita, tapi sama sekali tidak membuat Belle kepincut tuh.  

Lha iyalah, ceritanya kan Belle berpsangan sama si the beast-nya. Pertanyaannya, bagaimana the beauty and the beast bisa ketemu?

Yups, adalah Pak Maurice (ayahnya Belle) yang tersesat karena dikejar-kejar serigala kelaparan hingga sampai di kastilnya the beast. Karena badai salju, Maurice pun berniat numpang berteduh di kastil yang ditemuinya. Begitu masuk ke kastil, dia menjumpai banyak hal-hal aneh yang membuatnya  ketakutan lari meninggalkan kastil. Setelah merasa aman dari keganjilan isi kastil, ujug-ujug Pak Maurice ini melihat tanaman mawar dan teringatlah akan janjinya untuk membawakan Belle  bunga Mawar. Maka tanpa pikir-pikir 1000 kali, Pak Maurice memetik setangkai mawar putih. Pas banget di saat itu muncullah si the beast menggagalkannya dan kemudian mengurung ayahnya Belle di kastil sebagai hukuman karena (akan) mencuri bunga mawar.

Nah, tentunya Belle tidak tinggal diam ketika tahu Phillipe, kuda tunggangan ayahnya pulang ke rumah sendirian. Secepat kilat, Belle pun memacu Phillipe untuk mencari ayahnya. Sebagai anak yang penuh bakti pada orang tua dan karena rasa sayangnya pada sang ayah, Belle pun menggantikan posisi Pak Maurice jadi tawanan si the beast.

Demikianlah, chemistry saling tertarik dan hukum low of attraction pun mulai berlangsung semenjak Belle jadi tawanan di kastil tersebut. Terlebih para staf the beast yang sangat yakin dan gigih meyakinkannya kalau Belle-lah the one yang dimaksudkan oleh sang penyihir. Keakaraban antara beauty and the beast ini semakin intens manakala si the beast menyelamatkan Belle dari sergapan Serigala (ketika Belle berencana kabur dari kastil). The beast yang terluka pun dirawat dengan penuh perhatian oleh Belle. Mereka pun berteman dan semakin akrab.

Pada bagian mulai terjalin keakraban ini, the beast mensupport Belle untuk mencari tahu masa lalu tentang ibu kandungnya yang selama ini dirahasikan oleh Maurice.

“ Pikirkan salah satu hal yang selalu kau inginkan. 
Lihatlah di Mata hatimu dan rasakan di dalam hatimu.” 

Kurang lebih demikian kalimat motivasi the beast untuk Belle, dan tibalah secara magic mereka berdua di Paris, rumah Belle kala masih bayi. Disana Belle akhirnya tahu jika ibunya terpaksa mengakhiri hidupnya akibat suatu terkena suatu penyakit (kayaknya tidak bisa disembuhkan) dan berpotensi  menular. Demi melindungi anaknya, sang ibu meminta suaminya membawa Belle pergi jauh dan dirinya mengakhiri hidup dengan minum racun.

Then sotry goes on, the beast pun mulai fall in love sama Belle tapi tidak mendapatkan respon seimbang. Belle lebih merasa jadi tawanan dengan berada di kastil tersebut. Hingga akhirnya the beast meminjamkan cermin ajaibnya agar Belle bisa mengetahui keadaan ayahnya.

Dari cermin tersebut, Belle melihat ayahnya digiring oleh genk-nya Gaston hendak di bawa RS Jiwa karena di fitnah oleh si Gaston kalau apa yang  diceritakan Maurice tentang sosok buruk rupa yang tinggal di kastil hutan dan telah menawan Belle hanyalah halusinasi Maurice saja. Di saat yang genting itu, Belle pun sampai di desanya. Dengan cermin ajaib yang yang dibawanya, Belle meyakinkan penduduk bahwa apa yang diceritakan oleh ayahnya bukan cerita bohong.

Ya sudah deh, Gaston pun merebut cermin yang di bawa Belle dan memprovokasi penduduk desa untuk meyerang kastil. Dalam duel pertarungan dengan Gaston, dengan tipu muslihat Gaston berhasil mencederai the beast sangat parah hingga (sepertinya) mati.

Cerita selanjutnya bisa ditebak kan, the beast gak jadi mati karena Belle menyatakan cintanya. Agathe, sang penyihir pun mencabut mantra sihirnya sehingga si the beast berubah wujud menjadi pangeran tampan. Begitu pula para staf istana, semua kembali pada wujud manusianya. Keadaan kastil pun pulih dong jadi istana yang sangat indah dan penduduk desa yang aslinya rakyat dari kerajaan tersebut mendapatkan ingatannya kembali akan keberadaan istana (kerajaan) dimana mereka tinggal.

As ussually, happy ending ever after like others fairy tale.
Dilihat dari dominannya scene tari dan musik yang mirip-mirip film India itu, makanya Film Beauty and the Beast in digolongkan dalam film fantasi musikal. Secara alur cerita, bisa dibilang tidak berbeda jauh dengan versi animasinya ( 1991) yang sedemikian fenomenal  dan  dinobatkan sebagai nominee Best Picture Oscar. Para pemainnya juga bintang-bintang ternama, seperti  Dan Stevens, Emma Watson, Luke Evans, Emma Thompson, Kevin Kline, Josh Gad, Ewan McGregor, Audra McDonald, Ian McKellen dan sederat nama yang sudah cukup tenar lainnya di Holywood.
Selain karena faktor “sejarah” kesuksesan pada versi animasi dan sederet bintang terkenal tersebut, tentu saja publikasi dan pemberitaan yang gencar sejak rencana hingga proses produksi film ini yang membuat saya tergoda oleh penasaran  dan kebetulan pas ada kesempatan buat reramean nobar sama teman- teman diklat kemarin.

Hanya saja, jika memang Anda berniat menonton film ini sebaiknya jangan terlalu berharap akan menemukan “letupan-letupan”  cerita seperti  Prince Kaspian, The Huntsman, dll. Secara  visual, oke sih tapi kurang diimbangi dengan kedalaman cerita sehingga berasa kita melihat pentas drama dan tari. Dair aspek menghibur, cukup kok menghibur karena ceritanya yang tipe flat sehingga kita tidak terdampak untuk berpikir akan gimana-gimana cerita selanjutnya. Penonton juga tidak perlu kuatir akan di “hantui” sampai berhari-hari selanjutnya kayak lihat LOTR, The Doctor Strange, The Mummy  *ngalntur pwoll, lha jenis filmnya kan memang beda buangetttss*

After all,
Meskipun film ini dilabeli layak untuk anak-anak remaja (13 tahun ke atas) tapi menurut saya lebih layak kalau 17 tahun ke atas saja karena di ending cerita ada adegan yang harusnya di sensor untuk anak-anak. Tapi galau banget pas kemarin nonton, lha bahkan ada beberapa penonton yang membawa anak-anaknya usia di balita lho? Bahkan ada yang  kisaran usia 1 tahun. Heran kan, kok pihat stuido mengijinkan penonton yang membawa masuk anak-anak usia balita/batia. Lebih heran lagi sama ortunya deh,  ya masak iya demi image ortu kekinian sampai  abai memperhatikan kelayakan usia anak-anaknya untuk diajak nonton film (di bioskop).

Sudah, segitu saja tulisan [Bukan] Review Film Beauty and The Beast ini.

Tren Blogger Indonesia Tahun 2017

Tren Blogger disini saya pahami sebagai genre atau niche blog, seperti parenting, kuliner, wisata, techno, kesehatan dan seterusnya. Kalau konten blog (media publikasi online lainnya), saya batasi pada bagaimana seseorang atau tim pengelola sebuah portal digital/online membuat dan menyajikan konten. Artinya, stressingnya pada strategi dalam membuat isi konten agar tidak membosankan untuk disimak dari awal sampai terakhir,  sukses bikin penasaran, bisa diterima dan lebih menarik untuk mengunjungi blog tersebut pada periode selanjutnya.

Kenapa Saya perlu membuat “pembatas” ini ? Sederhana saja, karena Bismillahirrahmaanirrahiim sebelumnya saya sudah membuat postingan mengenai Tren Konten Blog. Dan edisi challenge LBI kali ini  memberikan tema mengenai tren blogger tahun 2017. Sekilas baca, kedua tema tersebut seperti serupa tak jelas sangat tidak sama kalau dicermati dengan seksama dan dalam tempo yang tidak tergesa-gesa. Makanya untuk meminimalisir kebingungan, saya membuat batasan tema dulu deh.

Lantas, apa saja tren blogger Indonesia tahun 2017 ini?
Yang jelas, tulisan ini bukan prediksi tentang niche apa yang akan jadi tren blogger 2017. Kalau mau bikin prediksi, ya idealnya di penghujung tahun 2016 atau periode awal 2017 ini. Oleh karena itu, saya lebih mengarahkan tulisan ini sebagai hasil sementara dari pengamatan niche blog yang (bisa dibilang) nge-trend dipilih atau dikembangkan oleh blogger Indonesia tahun ini.  Ya sebut saja Potret (sementara) Tren Blogger Indonesia Tahun 2017.
bloger
Tahun 2017 ini, saya masih sangat minim sekali blogwalking. Jadi sedikit yang saya tahu geliat tren blogger di Indonesia sepertinya masih belum jauh-jauh move-nya dari niche-niche blog tahun sebelumnya yaitu lifestyle atau personal blog, Traveling, kuliner, wisata, parenting, KESEHATAN, fashion dan beauty blog, Techno (IT).

Saya akui, tidak sedikit blogger yang mengawali karir di perbloggeran sebagai bolgger gado-gado yaitu apapun tema tulisannya di posing di dalam satu blog, pada proses selanjutnya akan membawa blognya pada niche tertentu. Yang emak-emak hobi masak, akhirnya putar haluan jadi blogger food blogger, yang hobi jalan-jalan pun banting setir blognya jadi traveling dan seterusnya.

Iya sih, ada yang memang sejak awal sudah tahu niche blog apa yang akan dibuatnya. Tapi juga tidak sedikit yang alih niche blog karena hasil seleksi alam: proses dan waktu akan membawa kita pada model blog yang klik dengan passion. So far, Tren bloggernya saya kira masih di dominasi dengan niche-niche yang saya sebutkan di atas.

 Kalau menurut Anda, apa kira-kira apa saja kecenderungan Tren Blogger Indonesia Tahun 2017 ini?