Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Inilah 5 Fakta Tentang Ririe Khayan

    Tak hanya bumi yang berputar dalam rotasinya, banyak hal dalam hidup yang terjadi seperti roda berputar, bergerak melingkar kembali dan berada pada titik yang sama pada waktu yang berbeda. Suatu saat kita berada di suatu posisi, kemudain bertahun-tahun kemudian seolah-olah (nampaknya) berada pada posisi tersebut. I have been here before, atau yang sering kita sebut dengan istilah Déjà vu

    Perasaan “sepertinya” pernah berada di (titik) sini, bisa berupa tempat, peristiwa, dan hal-hal lainnya. Lantas apa hubungannya apa prolog déjà vu dengan tema untuk menuliskan 5 fakta tentang diri sendiri?

    Iya sih, Bismillahirrahmaanirrahiim ini situasi yang saya nya saja yang menghubung - hubungkan, sebenarnya ya tidak memenuhi kualifikasi untuk disimilar-kan dengan déjà vu. Yang sama hanya saja kebetulan hal-hal mengenai diri saya ini sudah beberapa kali menjadi obyek tulisan di blog.

    Meskipun menceritakan diri sendiri sepertinya tak akan ada habisnya, dan sudah beberapa kali membuat curhatan sebagian kecil, sebut saja sedikit irisan terkait diri saya who Am I. Faktanya saya kok ya masih saja dilanda galau untuk mengulas soal diri saya sendiri untuk ditransformasikan dalam bentuk tulisan. Tapi baiklah, demi #30harimenulisblog ini saya akan menuliskan 5 fakta mengenai diri saya sendiri. Meskipun yang saya tuliskan ini sebenarnya sudah pernah menjadi materi postingan di blog saya, tentu saja dalam bentuk uraian panjang x lebar alias tidak jelas kerangka tulisannya.

    Berikut saya buat dalam bentuk singkat sesingkatnya dan semoga bisa menjadi bagian informasi mengenai siapa saya. Online atau offline, bagi saya keduanya sama-sama dunia nyata. Tidak ada dunia maya, hanya soal media yang menjadi perantara interaksi dan silaturahim, sejatinya orangnya  ~pelakunya~ secara riil memiliki kehidupan yang normally sama: masih makan nasi, minum air putih, doyan makan pedas,  

    Fakta pertama: Sudah punya 3 anak. 
    Penting ya kok saya jadikan fakta yang perlu di share pula disini? Dipilih jadi fakta yang pertama pula? Boleh dong, secara fakta ini masih termasuk hal yang terduga dan membuat sebagian orang tak percaya setiap kali saya ditanya tentang anak dan saya jawab sudah punya anak tida dan berharap bisa diberikan anak ke-4. 
    Inilah 5 Fakta Tentang Ririe Khayan
    Yups, inilah faktanya, anak yang sulung saat ini sudah menjadi mahasiswi semester I, yang nomer 2 kelas 2 SMA, yang nomer 3 kelas 2 SMP dan masih ikhtiar untuk mendapatkan momongan. Keren kan, saya terlihat masih imut-imut (cieeee, yang merasa muda dan menolak tua), tapi sudah punya anak gadis lhoh. 

    Short story-nya, Pernikahan yang saya jalani memang tergolong pernikahan yang termasuk kelompok tidak pada umumnya: single vs pernah menikah (tepatnya: duda cerai meninggal, dengan 3 anak). Dengan melalui proses ta’aruf yang tidak lama, saya menikah dan langsung dapat 3 anakIt’s really miracle that ever happen to me

    Bahkan sama anak-anak pun saya baru mulai intens berkomunikasi dan berinteraksi ya setelah menikah. Wondering how I could stand it? Percayalah, menikah single vs single saja perlu banyak adaptasi, bahkan butuh waktu tidak singkat untuk sampai pada sepakat   “ I’ll marry you or will you marry me?”. Apalagi jika pernikahan single vs yang pernah menikah, it's full challenges. 

    Fakta kedua: Nama saya RIBUT
    Bagi yang sudah kenal sejak awal ngeblog, sepertinya sudah tahu kalau nama aseli saya hanya terdiri dari 5 huruf : R-I-B-U-T. Sedangkan Ririe Khayan adalah nama pena yang begitu saja terbersit saat saya mulai kenal sosmed dan kemudian ngeblog. 

    Fakta Ketiga: Saya Pernah tidak naik kelas. 
    Tidak heran kan kalau saya pernah tinggal kelas? Ya gimana bisa naik kelas kalau saat itu saya belum bisa baca-tulis. Emejing ya, kok bisa saya belum bisa calistung tapi sudah masuk SD. YA bisalah, jaman doeloe (berasa old deh), masuk SD kan tidak seribet sekarang persyaratannya. Ya kala itu kalau ada ortu yang mengijinkan anaknya buat sekolah adalah keluarbiasaan. 

    Jadi ya diterima dengan tangan terbuka jika ada orang tua yang mendaftarkan anaknya buat sekolah. Selain itu, kenapa saya masuk SD tapi belum bisa calistung karena saya tidak mau sekolah TK karena minta ditunggui sampai pulang sekolah. Karena alasan itulah, orang tua saya berketapan untuk mendaftarkan saya masuk SD dengan pertimbangan ada 2 kakak saya yang bisa “seolah-olah” menunggui saya sekolah deh, sebab berada di SD yang sama. 

    Fakta ke-4, Saya baru bisa membaca saat kelas 2 SD
    Yeayyyy, ini masih berhubungan dengan poin kedua. Setelah tinggal kelas 1 kali, entah apa pertimbangannya kok ya saya diberikan kesempatan naik kelas 2 padahal masih belum bisa membca lho? Yang saya ingat, saat itu status kenaikan kelas saya adalah “percobaan”

    Tapi status percobaan tersebut tidak berpengaruh bagi saya, faktanya adalah saya naik kelas meski belum bisa membaca. Bagaimana detail kisah selanjutnya sehingga saya bisa membaca di pertengahan kelas 2 SD, I can’t remember at all. Yang saya ingat, pas kelas 2 SD saya baru bisa membaca, that’s all. 

    Selanjutnya, Alhamdulillah menjadi siswa di kelas yang diperhitungkan dan lulus dengan nilai DANEM tertinggi dari SD saya tahun itu. Bukan bermaksud pamer, tapi berterimakasih atas kesemptan "percobaan" naik kelas yang pernah saya terima. Berarti kan Ibu Guru saya kala itu sangat bijaksana mau memberi saya kesempatan untuk men-challenge diri belajar lebih serius.

    Fakta ke-5: Saya tak selalu bisa langsung ingat orang yang baru dikenal. 
    Parahnya lagi, tak jarang saya tidak ingat siapa nama orang yang baru saya kenal. Apalagi jika setelahnya jarang bertemu, dan baru bertemu lagi sekian bulan berikutnya. Bisa di tebak, bagaimana jika ketemu lagi sekian tahun kemudian, sangat mungkin jika saya akan lupa jika sudah pernah bertemu/berkenalan sebelumnya. 

    Untuk fakta kelima ini, baru saja kejadian lagi. Sekitar 2 minggu lalu di sebuah supermarket. Saya sedang fokus hunting barang belanjaan sambil mendorong troli barang. 
    Tetiba ada yang menyapa , “ Eh Mbak Ririe belanja juga. Sama siapa Mbak?” Saya kaget, kok ada yang mengenali saya di antara sekian banyak orang? Demi menjaga sikap, saya pun menjawabi dengan pasang muka sumringah dan berpura-pura kenal. Tapi setelah beberapa saat berlalu, dan loading memory tak kunjung bisa mengenali siapa orang yang ada di depan saya, maka saya pun nekat bertanya “ Ngapunten, njenengan sinten njih?”.
    Spontanlah dia tertawa, tidak menduga saya akan bertanya seperti itu kayaknya. “ Ya Allah Mbak Ririe, kita kan ikut nggamel bareng? “, ucapnya dengan masih tersenyum.

    Gubrak, saya pun shock. Pantesan saya merasa familiar dengan wajahnya. Awalnya saya kira teman sesama blogger, tapi kok gak inget pernah ikut event apa, kapan, dimana? Olala, ternyata kami sudah beberapa kali ikut acara main gamelan bareng tho. Iya, sudah setahun belakangan ini saya meniatkan ikut main gamelan, waluaupun masih kerap absen alias belum bisa rutin sesuai jadwal. Apalagi jika pada hari yang sama ada kerjaan out door sampai sore, artinya acara main gamelan terpaksa deh sekip.

    Saat saya ceritakan peristiwa tersebut ke teman di kantor, habislah saya diketawain dan pada bilang: Kalau aku di tempat dan waktu yang sama, aku akan bilang gini: "maaf lho mbak, saya bukan temannya mbak ririe. Hehehee… “.

    Tapi tenang, saya tidak akan lupa jika seseorang tersebut punya hal unik/sesuatu yang khas, biasanya saya masih ingat meskipun untuk jangka waktu yang sangat lama baru bertemu lagi. Bisa dimaafkan, yang penting saya tidak lupa sama suami dan anak-anak kok (ini kalimat suami saya, tiap saya cerita kalau habis ketemu seseorang tapi tak mengenali orang tersebut padahal sudah pernah ketemu sebelumnya).

    Demikian dulu, sekilas rahasia (fakta) tentang diri saya.
    Jadi, mohon maaf sebelumnya buat siapa saja, barangkali suatu ketika saya kok masih tanya nama atau kapan kita pernah bertemu padahal sebenarnya sudah pernah saling kenalan dan bertemu. Dari hati yang paling dalam, tidak ada maksud untuk pura-pura tidak kenal/lupa, tapi asli saya memang tidak ingat. So, pliisss, maafkan saya ya?



    #BPN30dayChallenge2018
    #Day6 #5FaktaTentangDiriSendiri

    16 comments:

    1. Aku baru tahu kalau nama asli Mbak Ririe Khayan itu Ribut, serius Mbak? Wah nama penanya sudah mendarah daging

      ReplyDelete
    2. Wahhh...kalo saya kelas dua SD baru bisa nulis angka 8. #info

      ReplyDelete
    3. wah banyak fakta menarik yang baru aku tahu nih mbak, aku juga sering loading kalau sama yang baru kenal, biar gak salah aku manggilnya mas atau mbak aja lebih aman wkwkwk

      ReplyDelete
    4. Wuah kukira Ririe Khayan itu nama asli loh, hahaha
      Btw tadi aku kira Ribut itu ada kepanjangannya, ealah hehe

      aku gak parah sih untuk mengingat nama orang. Selama dia satu tim, aku akan hafal.
      kecuali kalau dia cuma anggota yang jarang nongol, ya lupalah aku

      ReplyDelete
    5. Wah wah sepertinya nama asli mbak riri banyak yang ga tau yaaa. Ceritain sejarahnya dong mbak ri. Daan aku dulu waktu SD gitu juga, cepat x masuk SD tapi ga tinggal kelas, hehehe.

      ReplyDelete
    6. wuih nama aslinya, aku kira ririe khayan udah nama asli.
      waaaahhh aku sd kelas 2 udah ranking 6.

      ReplyDelete
    7. Gak apa..nama pemberian orang tua biasanya punya sejarah...., Asal orangnya gak bikin ribut aja..he2

      ReplyDelete
    8. Fakta ke5 nih yang belum tahu. Kalau kita ketemu, nanti aku yang nyapa dulu deh Mbak, hehehe

      ReplyDelete
    9. Aku kok tergelitil sm yang menikah single vs single, bukankah itu sudah lumrah ya mbak, atau gmn maksudny??
      Baca fakta diri ttg mbak ririe aku jadi mikir juga, deskripsi aku seperti apa ya,hal-hal kecil yang mungkin sdh mulai terlupakan.
      Thanks mbak sudah berbagi sedikit info ttg mba ririee,, semoga nanti bisa ketemu dan gak lupa sm aku yaa.. hhe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hah? Wah, salah susunan kalimatnya Mbak (maksudnya jadi beda total ya). Maksudnya menikah single vs single itu sudah lumrah. Dan yang saya maksud ketika pernikahannya itu single vs orang pernah menikah (duda/janda yang berputra/putri).

        Terima kasih koreksinya, segera saya perbaiki susunan kalimatnya :)

        Delete
    10. Ya Allah, ngakak baca fakta kelima, Mbak ��
      Btw alhamdulillah aku baca postingan ini. Udah lama aku penasaran sama putra-putri Mbak Rie, tapi sungkan mau tanya-tanya. Hehe. Bahagia selalu ya, Mbak ��

      ReplyDelete
    11. Makkkkk riiiii... Lwh aku baru tau "nama asli" mak rieeee... Hihi. Iya, semoga segers diberikan amanah yg keempat yaaa mak. Semoga anak2nya jadi soleh dan solehah

      ReplyDelete
    12. Wowo.... Banyak fakta yang menarik. Ku mau nyari arti namaku juga dah

      ReplyDelete
    13. Jaman dulu memang enak sih ya, kalau sekolah belum cukup umur, tinggal bilang sama kepseknya, " Nitip dulu ya pak, soalnya anaknya kepingin ikut kakaknya sekolah" wkwkwkwk

      ReplyDelete
    14. Mba...
      Boleh cerita dong kenapa diberi namanya Ribut?
      Aku kepo sekali, HIHIHI.

      Nah kalau tentang namaku boleh diklik di bagian 'about me" ya, mba.
      Halah, ini BW modus banget yak...




      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.