WHAT'S NEW?
Loading...

Masa sih RIBUT?

Siapa yang tidak bangga dengan nama yang dimilikinya? Bersama sebuah nama tersertakan harapan dan doa orang tua agar anaknya menjadi insan yang bahagia secara paripurna dunia-akherat. 

Setelah sekian lama delay, hasrat hati untuk bikin curhatan akan uniknya nama saya. Iya sih, saya bukan satu-satunya orang yang ngalami “dipertanyakan” keaslian nama atau mendapati ekspresi penanya nama saya yang ‘surprise’ bagai dapat hadiah LAPTOP APPLE  terbaru deh. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim bagi saya, nama RIBUT juga membuat orang yang baru kenal spontan penasaran sekaligus kena TAG dalam memori ingatannya. Hehehehehee…*sok kepedean ada yang tak bisa melupakan saia*.

Hingga tamat SD nama saya memang tidak banyak menarik perhatian, mungkin karena lingkungan desa yang sudah jamak dengan nama-nama yang singkat dan nyleneh seperti: Rebo, Wage, Paijo, Parno, Sumini, Surti, mijah, Jarno, Luweh, dan sejenisnya. Maka nama RIBUT pun dianggap wajar-wajar saja.

Nama saya mulai jadi first impression saat masuk SMP dengan teman-teman yang semi heterogen karena sebagian besar nama teman-teman saya berbau nama modern karena orang tuanya rata-rata berpendidikan dan bekerja kantoran. Ketika saya menyebutkan nama untuk memperkenalkan diri, langsung mendapat banyak pertanyaan: Masak sih namanya Ribut? Kenapa Ribut? Ribut siapa? Dan beberapa kalimat tanya lain yang bernada tidak percaya. 

Bahkan guru Matematika yang saat itu berada di kelas saya sewaktu masa penataran P4 (murid baru tempo doeloe ada penataran P4 lhoh?), juga ikut berkomentar:
Namamu mirip sama pemain sepak bola: Ribut Waidi. Saat itu saya hanya bisa tersenyum, lha wong saya tidak kenal pemain sepak bola tersebut Kalau Icuk Sugiarto sih tahu. Kala itu saya pun hanya menjawab singkat tanpa ekspresi “ Nama saya RIBUT saja, Pak”
Nama Unik; Nama Istimewa; Nama Indah; Nama Keren; Nama Cantik
My Name Is RIBUT, not KHAN
Euforia ketidakpercayaan terhadap nama saya pun berlanjut di SMA, kuliah, dan kerja, setiap kali saya berada sebuah acara atau bertemu orang baru. Bahkan ada yang saking tidak percayanya kemudian meminta saya menunjukkan ID card.  *berasa jadi most wanted*

By the time
Saya pun terbiasa menerima pertanyaan yang bernada “ masa sih namanya Ribut?”. Dengan santai saya kadang suka menjawab dengan berseloroh ” Jarang-jarang ada wanita cantik nan anggun tak kalah sama Angelina Jolie tapi namanya Ribut lho?”  

Nama saya ternyata tak hanya mengundang ketidakpercayaan, tapi juga membentuk image jika saya adalah seorang pria. Saat itu, pertama kali saya mengikuti pelatihan selama seminggu di Jakarta dan menginap di hotel. Ketika check in dan melihat distribusi kamar, ternyata saya ditempatkan sekamar dengan peserta pria.

Kok saya sekamar dengan ini ya Mbak? “ tanya saya pada panitia
“ Lho yang namanya Ribut itu Anda? Bukan nama laki-laki ya? Bukan bapak-bapak...” *Kalau tidak buru-buru saya jawab, bisa-bisa dilanjutkan pula "bukan Om-Om ya?"*

Eng ing eng…..dampak nama RIBUT yang memicu reaksi kimia mind set jikalau saya ini seorang Gentlemen (not beauty women) masih berlanjut sampai sekarang seperti ketika beberapa waktu lalu mengikuti workshop membatik. Atau, setiap kali tiba mendapatkan giliran panggilan nomer antrian di bank atau rumah sakit, hampir selalu saya dipanggil “ Pak Ribut” yang dilanjutkan dengan pertanyaan “ Ini Mbak sendiri ya yang namanya Ribut? Bukan atas nama suaminya?”.  Saya tersenyum saja dan bilang “ Iya, saya sendiri yang namanya Ribut “. dan saya lanjutkan dalam hati My Name Is Not Khan. Hahahaha

Sekilas sejarah pemilihan nama RIBUT, kata Ibu saat jelang kelahiran saya kebetulan ketemu seorang guru yang punya anak perempuan namanya Ribut Suhartini, anaknya cantik dan pinter. Akhirnya jadi ide untuk memberi nama saya Ribut karena berharap saya kelak jadi wanita yang cantik dan pintar (cerdas). Nah kan, nama saya unik dan istimewa kan? Yang jelas saya Ribut yang tidak suka bikin keributan.

Ketika akhirnya saya (awalnya secara on line) menggunakan nick name RIRIE semata demi menghindari pertanyaan dan ketidakpercayaan tentang nama saya tiap kali baru kenal atau bertemu orang baru di suatu acara/kegiatan. Terbersit untuk menggunakan Ririe, kan daripada setiap kali saya menyebutkan nama harus menyertakan KTP untuk meyakinkan bahwa saya tidak mengada-ada akan nama saya. Gak lucu banget kan, masak untuk memperkenalkan diri (nama) pakai harus dilengkapi dengan menunjukkan identitas? 
Walaupun Shakespeare bilang apa arti sebuah nama, nyatanya sebuah nama mempunyai makna penting bagi siapa saja. Dulu, sekarang dan nanti, saya selalu bangga dengan nama saya. Apapun anggapan, kesan dan reaksi orang terhadap nama saya, yang jelas orang tua saya memilihkan nama dengan penuh pertimbangan dan doa agar saya menjadi sosok wanita yang sukses dan bahagia dunia - akherat. 
Dan siapakah “Khayan” yang saya lekatkan dengan nick name saya? Khayan:  the only good father that I ever have
Eh….kayaknya keren juga kalau saya lengkapkan Ribut Ririe Khayan? *mulai nglantur lagi*.

Ayooo…siapa lagi yang punya Story Behind The Name?


11 comments: Leave Your Comments

  1. Temenku ada cewek namanya Ribut juga.
    Anaknya anggun, baik, tenang :) Skrg sakseisss di Unilever mak :)

    ReplyDelete
  2. Astaga!!!

    Baru tau nama Mbak aslinya Ribut toh. Kirain beneran Ririe Khayan.

    0_o

    ReplyDelete
  3. waktu aku SD juga ada tetanggaku namanya ribut, perempuan juga mbak

    ReplyDelete
  4. Hehe, jadi teringat akan pertemuan kita berempat, bareng Una dan Mas Stumon, Rie... Pada ga percaya awalanya jika namamu itu Ribut. Habis ngeliat orangnya sih ga ribut2 amat, apalagi ribet, ga sama sekali. Hehe
    Aniwei baswei, harus bangga donk dengan nama sendiri. Aku jd pengen nulis juga ttg namaku ah, tapi ntaran deh....

    ReplyDelete
  5. wah unik ya mak namamu, tapi seru juga punya nama unik, ngga pasaran kayak namaku hihi

    ReplyDelete
  6. Ortu memang berhak kasih nama sesuai dengan kejadian menarik waktu itu. Namaku sendiri dicomot dari judul lagu heheee

    ReplyDelete
  7. Permisi, promosi blog review film (Update Tiap Hari)

    iza-anwar.blogspot.com

    Atau bisa juga kunjungi ke sini : plus.google.com/+izaanwar

    Terima Kasih sebelumnya ^_^

    ReplyDelete
  8. Disangka cwok? :D Btw, pas aku tahu nama asli Mbak Rie juga kayak ngga percaya. Kalau Ribut, sih, percaya. Yg ngga percayanya tuh krn Ribut tok. Ngga ada terusannya. :D

    ReplyDelete
  9. Dulu waktu saya tinggal di Temanggung ada tetangga yang saya panggil mbak Ribut...rambutnya panjang dan pendiam :)

    nama asli saya Budi Supri Sari tapi waktu kecil sakit-2an jadi diganti oleh saudara ibu menjadi Anjar Sundari...pernah sih dipanggil pak Anjar atau mas Anjar... hehehe...
    dan cerita tentang nama saya sudah saya tulis diblog judulnya : tentang sebuah nama...eh, malah promosi... :)

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.