Renungan Sederhana di Awal Ramadhan

Momen Spesial diawal Ramadhan. Setiap Ramadhan selalu spesial, setiap detik, menit, jam, hari, minggu dan sebulan penuh Ramadhan adalah spesial. 

Bismillahirrahmaanirrahiim Momen spesial diawal Ramadhan ini adalah sebuah pertanyaan yang untuk kesekian kalinya menghampiri: SEANDAINYA ini Ramadhan terakhir? Karena kita tak akan pernah tahu kapan (kesempatan) terakhir kita diberi kesempatan bertemu momentum Ramadhan.

Maka, sebisa dan sebaik mungkin diawal Ramadhan ini, selain kebersyukuran karena masih diberi kesempatan untuk menikmati segala “jamuan” yang dihadirkan. Dan hal penting selanjutnya, bagaimana agar bisa menikmati, meraih dan mendapatkan segala bentuk kebaikan yang bertebaran. 
Renungan-Sederhana-diAwal-Ramadhan

Terlepas bagaimana kesehariannya, pada Bulan Ramadhan semua orang punya alasan yang tepat untuk bertaubat, meningkatkan ritme ibadah, perbuatan baik lainnya dan berusaha jadi pribadi lebih baik: untuk menjaga ibadahnya, lidahnya, matanya, hatinya serta berusaha lebih baik dari pada hari-hari lainnya atau bulan-bulan sebelumnya.
Sering saya bertanya pada diri sendiri, berbagai perbuatan baik tersebut apakah saya lakukan karena ingin mendapatkan “hadiah” yang dijanjikan bagi yang menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan atau KARENA INGIN, SUKA, dan BAHAGIA dengan hadirnya Bulan Ramadhan. Dan tetap seantusias di Bulan Ramadhan ketika Bulan Ramadhan berlalu dan tetap sama segala perbuatan baik tersebut di bulan-bulan lainnya?
Jika Ramadhan berlangsung 12 bulan, akankah saya masih setia, suka rela, bersuka cita dan gembira ria berperilaku seistimewa seperti pada Ramadhan?. Atau, jangan-jangan karena Ramadhan hanya 30 hari dan dipenuhi berbagai fasilitas pahala yang dilipatgandakan, sehingga saya semangat menjalankan segala rupa kebaiakan dan ibadah?

Sebagai seseorang yang cethek ilmu dan amalan yang masih kerap naik turun keistiqomahannya, dan selagi masih diawal Bulan Ramadhan, penting sekali bagi saya untuk memperbaharui tekad sepenuh hati menjadi  pribadi yang lebih baik lagi,  berusaha “meringankan” diri sendiri dan memfasilitasi agar orang-orang yang kita sayangi bisa jadi pribadi yang lebih baik.  Semoga masih diizinkan Allah Ta’ala untuk jadi lebih baik tanpa julid dan tanpa menjadi hipokrit. Serta semoga jejak langkah dan perbuatan yang baik bisa diterjemahkan di bulan-bulan setelah Ramadhan.

Mereminder diri setiap saat, MOMENT BULAN RAMADHAN yang sarat dengan nilai-nilai spiritual ini adalah saat yang stratgeis untuk menjadi media renungan "lebih dari seandainya ini Bulan Ramadhan terakhir" agar  tak akan kita sia-siakan segenap kesempatan hidup, walau sedetik waktu berlalu tanpa makna, dibiarkan berlalu begitu saja.

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan hanya kepada Allah Ta’ala, Tuhan seru sekalian alam”. 


Ririe Khayan

Assalamulaikum. Hi I am Ririe Khayan (Blogger, Buzzer, Coffee Lover) and live in Jogya. I’m the Author Of Kidung Kinanthi, a Personal Blog about my random thought, parenting, traveling, lifestyle, & other activity as well as Personal & Working Mom Story. Thanks for visiting my blog and hopefully will visit again with pleasure.

11 comments:

  1. Semoga Ramadhan kita dilancarkan oleh Allah SWT,bisa mengisinya dengan berlipat kebaikan lagi

    ReplyDelete
  2. semangat mba menjalankan ibadah puasanya. Lancar sampai lebaran tiba ya

    ReplyDelete
  3. semoga amal ibadah puasanya dilancarkan ya Mba, sampai hari lebarannya juga diberi kemudahan dan Allah memberikan pahala yang berlipat ganda serta diberi keberkahannya, aamiin

    ReplyDelete
  4. Jika ramadhan sama dengan 12 bulan?? Aku juga gak kebayang apakah sanggup. Yang sebulan aja kadang kala banyak khilaf

    ReplyDelete
  5. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, mna Ririe.. semoga dilancarkan dan dimudahkan, aamiin..

    ReplyDelete
  6. Semoga di bulan ramadhan ini ibadahnya semakin meningkat, dan bisa istiqomah di bulan selanjutnya..

    ReplyDelete
  7. aku baru-baru ini aja mulai memahami makna ramadhan.
    kadang sedih kalo inget bulan Ramadhan cepet banget perginya. kaya cuma 30 hari. padahal ini bulan yang paling wow, udah dapet pahala, jadi langsing pula :")

    ReplyDelete
  8. Makasih Mbak sudah diingatkan. Jadi merasa tertampar

    ReplyDelete
  9. Semoga Ramadhan kali ini kita jadi pribadi yang lebih baik yah Mbak :)

    ReplyDelete
  10. Saya juga merasa gimana gitu, karena sambutan saya pada bulan suci ini seperti sakdermo menjalani. Kualitas ibadah tidak meningkat secara signifikan.

    ReplyDelete
  11. Semoga kita semua lulus dan mendapat ijazah taqwa pada Ramadhan ini. Aamiiin

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

Maaf ya, komentar yang terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

So, be wise and stay friendly.