Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Alasan Sederhana Kenapa Menulis di Blog

    Setiap orang yang ahli di bidangnya, pada awalnya juga seseorang yang tidak tahu apa-apa. 

    Setipe dengan kutipan kalimat tersebut, awal ngeblog saya juga tidak tahu apa-apa bagaimana menulis di blog yang baik, seperti apa konten yang SEO Friendly, bagaimana tata letak (lay out) blog yang ringan, harus bagaimana mengedit kode-kode html (untuk yang satu ini, sampai sekarang pun saya masih blank total) dan sebagainya. 

    Maka Bismillahirrahmaanirrahiim kalau ditanya alasan kenapa menulis blog, (sebenarnya sudah beberapa kali tayang di blog ini). Untuk kesekian kalinya saya cerita lagi, kalau hal baik diceritakan berulang-ulang kebaikannya akan bertambah banyak kan? Setidaknya, mengingatkan saya niat awal menulis di blog kala itu yang masih demikian pure (pokoknya menulis dan menulis meski isinya hanya curcolan yang tidak jelas dan tata kalimatnya juga amburadul). 

    Boleh kan saya mengaku niat awal saya menulis blog itu masih pure (belum kenal content placement, sponsored post, dst), menulis di blog hanya sekedar pengen menulis dan asal menulis. Dengan menulis di blog saya berharap bisa memotivasi untuk aktif menulis dan menulis dengan lebih baik dan terdokumentasi secara lifetime (selama blognya tidak dihapus).  

    " Kenapa saya berasumsi kalau menulis di blog akan bisa membuat saya termotivasi untuk aktif menulis ?" 

    Begini ceritanya (dari alam bawah sadar), saat tulisan yang tampil di blog ada yang mau membaca dan atau kemudian ada yang mau memberi komentar, bagi saya hal itu mirip gegap-gempita sorak-sorai penonton sepak bola yang memberikan dukungan untuk tim sepak bola favoritnya.  
    Alasan Sederhana Kenapa Menulis di Blog
    Kok bisa-bisanya saya memiliki imajinasi seperti itu? Ini pun ada kisah yang melatarbelakanginya, yaitu kesukaan saya membaca buku sejak SD yang secara pelan dan pasti telah memantik hasrat ingin menulis. Saat SMP, saya mulai suka menulis puisi-puisi alay gettu deh. Sekedar asal tulis di sobekan kertas atau di lembaran buku tulis dan belum begitu intensif sih. Kesukaan menulis tersebut jadi lebih kuat pas sudah SMA karena saya kok merasa pengen mengirimkan tulisan di media cetak. Dengan perjuangan menulis manual di kertas HVS dan mengalami banyak penolakan dengan berbagai catatan dari dewan redaksi, hingga tetiba tulisan cerpen berjudul “Pak Sopir” ternyata lulus seleksi tim editor sebuah koran lokal dan an beberapa tulisan selanjutnya menyusul ditayangkan di koran tersebut. 

    Bisa ditebak kan, selanjutnya saya uji nyali deh kirim hasil tulisan tangan ke media yang lebih keren seperti koran Surya, Surabaya Post dan Jawa Pos. Hasilnya, tulisan saya tak ada kabar dan beberapa ada yang dikembalikan dengan bonus sederet kritikan dan saran-saran positif. Situasi seperti ini berlangsung hingga saya kuliah.

    Hingga sampailah saya pada titik pasrah alias mandeg bikin tulisan untuk waktu yang sangat luama, tepatnya hingga saya punya setatus baru sebagai pekerja. Di antara rutinitas pekerjaan, entah dari mana datangnya tanya “bagaimana jika menulis lagi ?”. 

    Bersamaan dengan tanya yang menyeruak, saya juga sadar kalau tulisan dikirim ke media hasilnya malah hanya meredupkan semangat menulis yang belum lama menyala (lagi). Tapi kalau menulis hanya disimpan dalam komputer atau buku, rasanya gak ada greget apa-apa, tidak ada keistimewaannya lah pokoknya.

    Dalam pusaran galau dan gulana tersebut, saya mulai mendengar istilah ngeblog dan berbagai fenomenanya yang kedengaran kok keren getu jika bisa menulis di blog. Sekitar 2007-2008, dengung tentang ngeblog rajin meriuhkan pikiran saya, sementara di sisi lainnya banyak friksi berkecamuk kalau membuat dan memiliki blog itu harus pinter IT, bahasa coding dan sejenisnya. 

    Tapi Alhamdulillah semua gelombang friksi yang silih berganti justru menghebatkan keinginan saya untuk membuat blog. Terlebih jika mengingat bahwa dengan menulis di blog, saya  tak perlu ribet berhadapan birokrasi redaksional untuk menerbitkan tulisan.  
    Singkat cerita, alasan awal saya menulis di blog "hanya" karena ingin tulisan acak – kadut saya bisa eksis di media (walaupun blog pribadi yang sebenarnya tidak ada hambatan apa-apa untuk memposting kapan saja dan semau saya, asal tidak SARA dan tidak SARU). Dari situ, saya yang tidak punya basic apa-apa soal blog ( hanya paham kalau bikin blog berarti mengisinya dengan tulisan), maka mulailah saya mengumpulkan referensi bagaimana membuat blog, bahkan saya rela membeli tutorial tentang tata cara membuat blog, yang belakangan saya ketahui tutorial – tutorial membuat blog tersebut bisa sdiperoleh secara gratisan, 
    Dengan berjalannya waktu, proses dan tanya sana-sini, alasan awal menulis di blog saya pun mengalami perbaikan yaitu saya ingin menulis sebaik-baiknya karena tulisan yang baik setelah dibaca masih akan membuat orang yang membacanya ingin membacanya lagi dan lagi. Walaupun pada kenyataannya aktifitas menulis di blog harus diharmoniskan dengan dinamika pekerjaan di kantor dan drama house keeping, InsyaAllah saya tetap akan ngeblog  kok. Aamiin.


    #BPN30dayChallenge2018
    #Day1 #KenapaMenulisBlog

    23 comments:

    1. Aku dulu awal ngeblog th 2007 an, isinya banyakan kegiatan sehari-hari, kayak diary gitu. Apa aja ditulis hahaha. Kalo sekarang, mau nulis mikir dulu, penginnya sih bikin tulisan yang meski curhat pun tetap ada manfaatnya buat pembaca :)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Samaaaa MBA..dulu apa2 ditulis..sekarang harus disaring dulu ya biar bermanfaat Dan ga asal tulis..apalagi Ada UU ITE sekarang

        Delete
    2. Betul ya mba, sekarang lebih ke manfaat atau engan tulisan ini. Kalaupun pengalaman pribadi harus dipastikan ada hikmah atau manfaat yang bisa dipetik. Nice mba 👍

      ReplyDelete
    3. Sama mba. Dan menjadi lebih baik dari segi konten maupun tulisan hal yang sedang dikerjakan.

      ReplyDelete
    4. Makrie blogger panutankuu.. makasih buat semua inspirasi dan motivasinya yaa :))

      ReplyDelete
    5. Samaaa mbak, tos dulu dong. Sayapun berpikir keknya belum layak dech kalau tulisan saya dikirim ke media cetak, jadi untuk menyimpan tulisan tulisanku ya medianya blog,

      ReplyDelete
    6. Ngga nyangka berawal curhatan bisa jadi kerjaan ya hihi

      ReplyDelete
    7. Seru juga ya awalnya memang untuk curhatan, lama-lama bisa jadi kerjaan dan menghasilkan. Sukses selalu ya Mba

      ReplyDelete
    8. Sama, awalnya dulu ngeblog, karena pengen curhat. Tapi makin ke sini, malah curhatnya jadi berkurang. Lebih sering nyeritain apa aja di luar diri saya malah. Hehehe... dan ngeblog asyik ya. Banyak banget manfaatnya. :)

      ReplyDelete
    9. Niat awal sama ya mbak, karena pengen aktif nulis. Alhamdulillah jadi bisa produktif sekarang

      ReplyDelete
    10. Thanks sharingnya mbak rierie. Nambahin semangat saya yg masih belum.konsisten nulisnya :)

      ReplyDelete
    11. Bunda dari dari ar blog bunda pikih dzn bunda terbitkan self-publishing utk warisan anak cucu.

      ReplyDelete
    12. Saya niatbawalnya juga buat curhat harian. Hehe...

      ReplyDelete
    13. bener banget dengan adanya blog, nggak perlu terpaku ama birokrasi pengiriman karya yang kadang jadi hambatan kita buat berkarya. Semangat ya mba yuk kita buat selalu ngeblog

      ReplyDelete
    14. Jadi begitu, terkuak sudah hahahaha ayo kak semangat ngeblog. Kita takhlukan ngeblog 30 harinya.

      ReplyDelete
    15. niat eksis berbuah manis ya mbaaa
      menulis di blog ini kadang apsang surut semangatnya mengingat kembali kenapa dulu ngeblog lumayan ngeboost semangat

      ReplyDelete
    16. Aku juga kalau kode-kode html nampaknya masih "NOL" banget karena masih meraba dan mulai rajin nulis itu akhir tahun 2017. Jadi nulisnya beneran belum ngutak-ngatik html atau belajar SEO.

      ReplyDelete
    17. Yg penting happy saat ngeblog meski sibuk di kantor dan di rumah ya mbak :D
      Nulis di blog bisa bikin eksis walau media2 menolak tulisan kita hihihi. Tapi siapa tahu mungkin kelak mereka yg cari2 minta kita nulis di kolomnya :D

      ReplyDelete
    18. Seru ya mbaaa ketika memutuskan untuk ngeblog meski diselingi ritme kerja dan mengurus keluarga. Tetep kok rasanya plong gitu jika kita bisa menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran kita ke dalam blog.

      ReplyDelete
    19. Aku dulu nulis blog karena hobi nulis terus ikutan give away dan sekarang diseriusin. Alhamdulillah hobi yang menghasilkan.

      ReplyDelete
    20. Sama banget kita yaa, dulu rasanya semua ingin dicurhatin tapi sekarang walau dicurhatin tetap dengan kata2 yg bijak

      ReplyDelete
    21. Memang, kebanyakan blogger seperti kita nulis blog ya untuk menulis ya mbak riri, beda sama imers, dari awal mereka ngeblog utk adsense.

      ReplyDelete
    22. Semoga terus istiqamah dan semangat menulis ya Mbak. :)

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.