WHAT'S NEW?
Loading...

Waspadai Terjadinya Perdarahan Implantasi yang Dikira Haid Ternyata Hamil

Jika Anda sedang berusaha punya anak, menunggu kapan Anda resmi “terlambat datang bulan” bisa membuat Anda geregetan. Bagian yang paling menjengkelkan adalah ketika Anda sudah merasa berharap dan “ge-er” karena haid tak kunjung datang, tapi kemudian Anda menemukan sedikit bercak darah pada pakaian dalam Anda. 

Prolognya terlihat serius ya? Iya sih, tulisan ini memang lumayan serius. Setidaknya, tema yang disampaikan merupaka hal yang serius, terlebih bagi calon ibu muda, pasangan yang baru menikah, juga bagi pasangan yang harap-harap semangat untuk memiliki keturunan (seperti saya). Bismillahirrahmaanirrahiim, maka sangat penting untuk mewaspadai Terjadinya Perdarahan Implantasi  yang tak jarang dikira Haid ternyata Hamil. Nah, saat mengalami flek darah yang mirip menstruasi, jangan buru-buru menghamiki sebagai "tamu bulanan" karena hal ini bisa jadi merupakan perdarahan implantasi sebagai salah satu pertanda sedang hamil muda.
Lantas, apakah perdarahan implantasi itu?

Perdarahan implantasi (umumnya) terjadi saat telur yang dibuahi sperma menempel pada lapisan rahim. Peristiwa penempelan ini bisa menyebabkan sebagian kecil dari lapisan rahim terkikis, sehingga keluar dalam bentuk cairan berwarna coklat atau merah muda, yang sering disebut sebagai flek darah dimana jenis bercak tipis ini sangat mungkin  sebagai fase awal kehamilan.

Mengenali Pendarahan Implantasi sebagai tanda kehamilan
Bagaimakah cara membedakan perdarahan implantasi dengan haid?
Pastinya bertanya-tanya kan, terlebih bagi yang berpengalaman hamil dan berharap banget untuk bisa segera hamil dan mmeiliki keturunan semacam saya ini.

FYI duluan ya, postingan ini adalah guest post (sudah mengalami editing seperlunya tanpa mengubah inti/tema tulisan) dari salah satu pembaca yang bersedia mengirimkan tulisannya untuk di publish di blog sederhana saya ini. Jadi begini, perdarahan implantasi memang bisa menyerupai haid, maka berikut ini cara yang bisa dipakai untuk membedakan antara perdarahan implantasi haid:

  1. Yang pertama, amati intesitas/volume darah yang keluar. Perdarahan implantasi bersifat ringan dan akan tetap ringan, hal ini tentu sangat berbeda dengan darah menstruasi yang biasanya dimulai dengan ringan kemudian menjadi deras (banyak). Ciri perdarahan implantasi secara visual adalah tidak ada gumpalan darah yang sering muncul seperti saat haid.
  2. Langkah kedua adalah memeriksa warnanya. Jika darah berwarna merah yang terlihat terang atau cerah sangat mungkin itu menandakan haid. Sedangkan darah yang tampak sedikit merah muda atau cokelat bisa menjadi tanda pendarahan implantasi. Perdarahan implantasi ini terkadang bisa terlihat merah juga, tapi seringnya terlihat kecokelatan atau merah muda.
  3. Selanjutnya perhatikan keteraturannya. Darah haid biasanya terjadi secara terus menerus dalam jangka waktu haid tanpa berhenti, sedangkan perdarahan implantasi bisa datang dan pergi (tidak teratur). Perdarahan implantasi kerap menyebabkan imbulnya bercak atau perdarahan yang datang dan pergi selama sekitar satu atau dua hari. Hal ini berbeda sekali dengan siklus haid yang biasanya berlangsung selama empat sampai semingguan.
  4. Tingkat (keparahan) kram yang terjadi. Perdarahan haid maupun implantasi sebenarnya sama-sama bisa menyebabkan kram, namun kram yang timbul saat haid bisa terasa jauh lebih intens. Sedangkan kalau Kram ringan (samar) yang tidak pernah meningkat intensitasnya, bisa diasumsikan sebagai peristiwa implantasi, terutama jika ditambah dengan cairan coklat atau merah muda.
Paham kan kalau waspada terhadap terjadinya perdarahan implantasi  ini sangat perlu dimengerti oleh para calon ibu atau siapa saja perempuan yang merencanakan kehamilan. Juga perlu untuk diwasapadai bagi yang tidak sedang berencana hamil, kan kehamilan (lagi) juga terjadi bagi mereka yang sudah punya momongan tapi belum merencanakan untuk hamil lagi, eh...ternyata sudah hamil, Alhamdulillah.

Selain itu, bisa juga diperhatikan apakah ada gejala awal kehamilan seperti payudara sakit, sakit kepala, perubahan mood, kepekaan terhadap bau, morning sickness atau peningkatan suhu tubuh saat baru bangun tidur.

Nah, jika sudah melakukan tes kehamilan dan masih tidak dapat membedakan apakah flek darah yang seperti implantasi itu beneran fase awal terjadinya kehamilan atau peristiwa menstruasi, langkah efektif dan terpercaya ya silahkan ke dokter kandungan.


Penulis: Ayu Andriani 
email   : helloayuandriani@gmail.com 

1 comment: Leave Your Comments

  1. Kalau saya dulu mengalami flek kecoklatan, kemudian mengalami keguguran Mbak.

    Tapi ada tetangga sebelah juga mengalami, alhamdulillah baik2 saja. Sekarang udah hamil 6 bulanan.

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.