7 Tips Sederhana dalam memilih merk HP yang berkualitas

Kata orang-orang kalau gadgetnya smart, orangnya harus lebih smart agar keuntungannya maksimal selama menggunakan gadget tersebut. Maksimal dalam artian fitur dan spesifikasinya terpakai semua sehingga cost yang dikeluarkan untuk pengadaan barang tersebut tidak mengalami kemubadziran. 

Bagi saya Bismillahirrahmaanirrahiim nasehat tersebut bisa diterapkan pada semua lini kehidupan dan akan tetap sangat penting digunakan sebagai salah satu “kompas” pertimbangan untuk membuat keputusan utama untuk pembelian HP atau smartphone, selain asas Kebutuhan dan kemampuan beli (membeli sesuatu karena memang membutuhkan dan mampu untuk mmebelinya/harganya masuk dalam interval daya beli).

Yang utama, identifikasi kebutuhan dan penggunaan HP saya akan sejauh atau sebanyak apa? Intinya, ya HP berjenis kelamin smartphone yang memadai untuk online browsing, download materi-materi terkait pekerjaan, ngedraft sesekali jika kepepet kejar tayang tulisan, motret dan bisa menampung beberapa aplikasi tambahan yang relevan dengan keseharian seperti aplikasi ojek dan toko online. Tidak banyak kan kebutuhan penggunaan HP bagi saya, selain sebagai sarana komunikasi. Untuk spesifikasi yang mendukung kecepatan nge-game, saya bukan gameholic, cukup ada onet sebagai “selingan sesaat” jika long trip atau saat harus berlama-lama menunggu antrian.

Terkait dengan kebutuhan HP yang memang tingkatan teknologi gawai ini sudah dominan smartphone, saya memiliki beberapa point-point acuan untuk memilah dan memilih beli suatu merk HP yang berkualitas, at least versi saya. Ini bukan Tips membeli HP Android, tapi sekedar checklist yang saya perdulikan ketika hendak memilih HP yang berkualitas dengan plot kisaran Harga yang sudah ditetapkan.  
Nah, berikut ini pedoman 7 Tips saya dalam memilih merk HP yang berkualitas sehingga mantap untuk membeli suatu jenis Merk HP (dan berharap tak ada sesal kemudian):   
  1. Battery yang minimal bisa untuk on line seharian, maksudnya agar tiap hari bawa power bank atau kabel charger kalau kerja. Kan lelah hayati kalai isi tas kerja serupa koper mobile ?
  2. Kamera harus oke, ya minimal kamera belakang 14 MP. Secara saya suka cekrak-cekrek ala-ala semaunya, dimana saja, kapan saja (kalau sikonnya mendukung lho?  Bagaimana dengan kamera depan? Saya mah nrima saja kamera depannya berapa pixel, ya rata-rata kalau kamera depan 14 MP, biasanya kamera depan kisaran 5 MP ya kan?
  3. Slot simcard harus yang double, yang satu khusus untuk paket data internet dan satunya untuk jalur komunikasi yang nomernya dikenal oleh semua khalayak *halah, kayak selebriti saja *
  4. Slot micro SD ini tidak bisa ditawar, berhubungan intim sekali dengan dengan intensitas saya meng-ON kan kamera. Sebesar apapun memory internal, kalau ketemu apa saja di foto dan atau direkam, kan daya tampung memory internal bakalan cepat kandas juga dong. Makanya, saya perlu extend memory dengan menggunakan memory external, minimal 32 GB.
  5. Untuk ukuran HP, saya lebih nyaman yang berukuran 5 – 6 inch saja deh. 
  6. Bandel/Tahan Banting, pastinya ya kalau punya HP pengennya yang bisa tahan lama dan tahan banting, setidaknnya beberapa kali terjatuh (catet: tahan banting dan bukan dibanting), semua fungsinya masih baik-baik saja. Cara untuk mengetahui 'kebandelan' HP ini biasanya saya lakukan dengan tanya-tanya sama teman, sanak saudara dan atau browsing-browsing dulu lah untuk mengumpulkan data dan informasi ke-tangible-an suatu jenis merk HP pada type tertentu dibandingkan dengan merk lain yang selevel (harganya).
  7. Lebih memilih adanya Garansi resmi daripada garansi distributor, dimana poin ini berkaitan erat sekali dengan service after sale. Yang namanya produk eletronik, terutama HP kan peluang “kecelakaannya” tidak sedikit. Jadi kalau service after sale tidak qualified, bisa pusing kepala berbih kan?. Lebih-lebih jika terjadi kerusakannya masih masa garansi, kan bisa di claim kan kalau garansinya resmi.
Lantas, bagaimana dengan Ram dan kualitas koneksi jaringan? Walaupun saya terbilang gagap soal si RAM ini, tapi tetaplah perduli terhadap spesifikasi RAM dan Koneksi jaringan. So far, saat ini hampir semua merk HP spesifikasi RAM sudah 1 GB ke atas dengan koneksi jaringan 3D atau HSDPA (up) sudah compatible ketika HP dipakai untuk multitasking. Jadi, dengan standar minimal RAM 1 GB dan kualitas koneksi 3D ini, sebenarnya sudah mendukung penggunaan HP bagi saya. 

Tapi….tapiiii, kalau dengan harga yang sama bisa mendapatkan spesifikasi HP yang mumpuni seperti RAM yang lebih besar ( bisa dapat RAM yang 2, 3 atau 4 GB), koneksinya 4G+ dengan resolusi kamera yang lebih ciamiks 16 MP di belakang dan 8 MP di kamera depan, ya kenapa wasting money beli HP yang harganya lebih melangit kan?

Singkatnya, saya masih termasuk pengguna smartphone yang menggunakan standar sederhana ala-ala emak generasi Xers (yang bukan native digital) untuk memilih produk dengan spesifikasi yang mumpuni dan harga yang bersahabat untuk daya beli saya. Kalau soal model, rasa-rasanya desain HP Android sekarang sudah mirip-mirip kan? Baik dari ketebalan,  beratnya, kenyamannya ketika dalam genggaman tangan

Jadi, bukannya merk itu tidak penting, lha masak iya produk diperjual-belikan tanpa ada merk? Kan merk itu bagian dari identitas ya? Hanya saja, saya lebih concern first pada unjuk performa yang mumpuni dengan harga yang demokratis, misalnya seperti yang ditawarkan HP LenovoIntinya, merk itu penting tapi lebih penting lagi jika tidak semata-mata karena merk (terkenal) yang membuat kita memutuskan membeli sebuah HP  *eitsss, keluar deh pesan sponsornya*.

Bagaimana dengan Anda, apa sajakah kriteria utama saat akan membeli gadget, HP atau smartphone?



Note: Sponsored Post

Ririe Khayan

Assalamulaikum. Hi I am Ririe Khayan a Lifestyle Blogger and live in Jogya. I’m the Author Of Kidung Kinanthi, a Personal Blog about my random thought, parenting, traveling, lifestyle, & other activity as well as Personal & Working Mom Story. Kindly feel free to contact me at: ririekhayan(at)gmail(dot)com

13 comments:

  1. hemm, banyak juga ya mbak , syarat-syarat punya hape yang mumpuni :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yg paham IT, biasae lbh complex lagi, sampe ke OSnya mas. Kalau saya kan yg penting bs utk nulis, motret (selain utk komunikasi)

      Delete
  2. Saya sangat suka dengan hape yg grafik dan RAM nya besar mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga suka RAM besar, tp secara penggunaan daily, RAM 2 sdh cukup, jd cukuplah menggunakan patokan RAM 2, kecuali jk harga sama bs dpt RAM lebih ya gak nolak lah

      Delete
  3. Kalau mau dapetin ponsel lenovo, cek harga dulu di priceza.co.id selisih harganya lumayan loh...

    ReplyDelete
  4. Aku kalau mau beli HP, fitur pertama yang tak cari kualitas kameranya, Mbak. Gak tau kenapa gitu padahal kapasitas memori lebih penting sebenarnya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya aku juga suka pilih yg pertama spec kamera, tp kmd ta paketkan dg pertimbangan memory. Krn pernah ngalami beli yg memory internalnya rendah, buat aplikasi gak bs banyak krn bbrp jenis aplikasi kan ada yg harus terpasang di memory internal mbak. Sejak saat itulah, aku perduli utk memperhitungkan kapasitas memory internal dan daya dukung maksimal terhadap memory externalnya

      Delete
  5. wah trimakasih, kebetulan lgi pingin ganti hp..

    ReplyDelete
  6. Cloud system, sebenarnya saya pakai juga. Hanya saja, saat sewaktu2 butuh foto tertentu butuh waktu juga utk ubek2 cloud dan dunlutnya.

    Oia, terima kasih masukannya ttg fast charging, bener bnget ini perlu jadi kriteria pembelian hape.

    ReplyDelete
  7. Thank you tips nya... Mau koreksi dikit mba, sepertinya yang di point 2 (paragraf terakhir) itu maksudnya kamera belakang smartphone 14 MP ya ? Soalnya disitu tulisnya kamera depan 14MP hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya saya, disitu saya "seandainya" dengan harga sesuai dana saya bisa mendapatkan hp dengan kamera depan 14 MP atau lebih besar lagi. Hehehehe

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

Maaf ya, komentar yang terindikasi SPAM atau mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

So, be wise and stay friendly.