WHAT'S NEW?
Loading...

Pada Melodi Tarian Hujan

Biar ‘rumah’ sederhana ini tidak totally sunyi senyap dan demi mengekspresikan sebuah kenangan yang kebetulan bisa di linkage untuk disertakan pada event semua tentang puisi. Sekaligus sebagai refreshing dari status “semi Hiatus” yang masih belum bisa diuraikan, maka Bismillahirrahmaanirrahiim inilah hasil coretan sederhana yang semoga memenuhi kriteria puisi yang dipersyaratkan. 

Pada Melodi Tarian Hujan

Dari luar jendela, butir-butir transparan jatuh berirama
Kala tetesnya  menerpa  pepucuk  daun dalam melankolinya
Ahh....melihat hujan, menikmati alun suaranya
dan mencium harum aroma tanah kala hujan
Tiap butirnya menghadirkan terawang

Dari serambi hati yang menyimpan rapi tiap episode
Selapis kenangan berdiaspora pada jeda masa
Menyeruak dalam gerak tarian hujan yang rapat mengarsir udara
Menyempurnakan bahana melodi magis  
Saat malam mengepakkan sayap-sayapnya

Masih menampak jelas sketsanya
Tentang sesosok lelaki berpayung selembar daun pisang
Yang berderap setia menjemputku setiap malam
Mengabaikan tempias molekul-molekul halus air di setiap pori-pori
saat butir-butir hujan sampai dikulitnya

Ahh....dia,
Yang tanpa kesah menggandengku penuh kasih
Menjadikan badannya perisai bagi diriku dari kuyup hujan
Menerobos gelap malam demi malam tiap musim hujan menjelma
Dilakukan semata demi cinta yang tanpa bingkai pamrih

Pada sungai kehidupan yang masih terus mengalir
Melodi tarian hujanku bersama lelaki di bawah selembar daun pisang
Sepanjang jalan dari surau kecil ke rumah kami yang berselubung kehangatan
Akan mengabadi
Dalam keliling romansa kenangan ketika ku belajar mengeja ayat-ayat suciNYA




Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi

73 comments: Leave Your Comments

  1. Replies
    1. dimatanya terbayang anak anakku
      coklat makinclong kinclong pipiku...
      wah nggak jadi puisinya, kaboor ahh.
      :p

      Delete
    2. Butir-butir transparan yang menetes,
      mangkilat kilat makinclong kinclong pipiku :P

      Delete
    3. sekinclong wajahku yo..?

      Delete
    4. Kinclong wajahnya dibasuh dengan deterjen pemutih wajah, dijamin makin bersinar kinclong. Penasaran liat hasilnya? Silahkan dicoba hiheiheieee

      Delete
    5. WOW, pada rame main kinclong-kinclongan neh rupanya ya?

      Delete
  2. Gene melu GA, ngapusi kowe jeng...
    Mau ana sing muni gak mungkin melu lomba ampe akhir Desember gitchuuu deh!
    Mbok aku gawekke...

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo una, kamu itu bicara apa saya gak ngerti hum

      Delete
    2. GA tuh dibawah HRD yo..?

      *lempar panci..

      Delete
    3. kasihan kita di cuekin semua yak?
      kyk e emang ge sibuk banget deh mbak ribut ini..

      Delete
    4. Ini dia nih postingnya Full Bahasa Jawa juga ada di postingan Blognya mba Una yang judul utamanya "ketemu mba Gingsul" kalaw nda salah. Kasihan yang nda paham bahasa Jawa jadi tersiksa.

      Kasih tau donk terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Jadi kita kita yang tidak paham Bahasa Jawa jadi bisa paham. Kan kita juga mau tau artinya

      Delete
    5. @ Una: Lha kebetulan pas bisa bikin puisi yg setema dengan GA tersebut je

      @ Mas RAwin: Iya tuh GA di bawah HRD #HRD apaan yaahh ?

      @ Rivai: bukan dicuekin lhoh?

      @ KAng Asep: Iya saya juga turut kasihan neh buat yg gak paham bahasa Jawa...#sok perduli deh

      Delete
  3. bagus sekalii puisinya mbak.. dalam banget ehehe, aha saya juga mo ikut ga nya. hadiahnya yang nomor satu bagus sih hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mupeng juga dengan hadiahnya, tapi saia sadar diri banget klo puisi ini hanya layak utk jd penggembira kok.

      Delete
  4. kalo senyap bukannya lebiha asik
    lebih bisa menikmati hari dan hati

    *ben kinclong

    ReplyDelete
    Replies
    1. #kala senyap menghampirkan bait-bait renungan

      Delete
    2. wah bagus amat kinanthinya ane malah puisi aja belum agak paham terhadap itu

      Delete
    3. ya mari di coba, yakin kok bs bikin puisi:)

      Delete
  5. payungan daun pisang?
    romantisnyaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha yang payungan daun pisang itu BApak waktu njemput saya ngaji lho

      Delete
  6. pada jago2 amat yak bikin puisi.. *ngiri*
    puisinya bikin hati jd gimanaaaa gt.. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaa...kok saya di bilang jago sey...

      #yuk bikin puisi yaaa

      Delete
  7. Hanya, malam tadi, hujan terlalu angkuh untuk jeda. Padahal aku sedang melukis wajah yang kian tidak sempurna setelah sekian tahun aku tabung pada ingatan. Good poet. wish you luck, girl..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAalu hujan terlalu angkuh utk jeda, bisa tidur pulas tuh..hehehe

      Delete
  8. jagoannay puisi ya mbak. semoag emnang mbak Rie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya aslinya semua juga bisa bikin puisi, termasuk Mbak Fitri tuh

      Delete
  9. mbaaakkkkkkkkkkkk ririiiiiiiiiii ... kuangen mbak lama tak on line. ... gimana kabarnya???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adheekkk Deby, gimana pulak kabarnya. Sibuk kuliah yaaa...Alhamdulillah kabarku baik lhooo

      Delete
  10. Temen2 blogger pada rajin mbuat puisi,
    pingin juga bikin, tapi gak bisa :(

    Semoga menang ya mba GA nya.. :D

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. Ayo bikin dunk biar pernah bikin puisi

      Delete
  12. bener kak.. coba kalo ujan di hayati pasti akan menemukan hal yang indah diantara hujan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hujan selalu indah untuk dinikmati..I love the rain

      Delete
  13. Kata-katanya sangat indah, wlau aku tidak mampu menafsirkannya, karena kalau hujan aku malah sering galau hihi...

    #kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau hujan enaknya minum kopi panas di teras rumah mAs

      Delete
  14. wah, kalo untuk urusan puisi..saya angkat tangan! moga menang mbak Rie

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih mba Ririe Khayan, top banged untaian bait bait Puisinya hiheiheiee. Semoga menang :))

      Delete
  15. hemm,....yg punya rumah lg ribet yoo mba...hehehe

    mugo2 menang yoo mba, puisi mba riri mah daleeem banged :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, sedang ada keributan di off line. Jd maaf banget, silaturahimnya di blog kena dampaknya deh

      Delete
  16. puisi yang bagus dan menarik mbak yan ane suka pada melodi tarian hujan nih

    ReplyDelete
  17. Wah, aku selalu paham penulisana mbak Riri..
    Sll mendalam, tapi dianungi agama..
    Keren >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...Alhamdulillah bertambah lagi deh yg gak bingung dengan gaya puisi saya neh:)

      Delete
  18. wah, bagus puisinya, moga menang ya...

    ReplyDelete
  19. hujan tak lg membekukan raga jika sekeping cinta menjadi penghangatnya,...indahnya cerita manis kala hujan dibawah daun pisang ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sang ahli puisi menambahkan baitnya yang indah nian neh,

      Delete
  20. ah...
    gak akan komen di postingan sang jago bikin puisi

    ReplyDelete
  21. ciaaaaa keren mabk puisinya :)
    semangat mbak, semoga sukses ya mbak :)

    ReplyDelete
  22. Kerennn, kak... Aku suka kata-katanya.
    Walau banyak kosa kata yang belum ada di kamusku --'

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..lh apalagi saia, malah gak punya kamus bahasa Indonesia neh..#pinjamin dunk

      Delete
  23. diksinya unggul banget Mbak. bisa menginspirasi saya nih. boleh ya ilmunya saya serap..

    ReplyDelete
  24. Replies
    1. anyway, join my giveaway! :D
      win a gift voucher for free ❤
      and get all stuffs in indonesia in half price :)

      Delete
  25. Pada Melodi Tarian Hujan mengagumkan..indah

    ReplyDelete
  26. saya nggak bisa sama sekali buat puisi, kok jadi iri dengan anda ni..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan ndak bisa, hanya belum dicoba saja kok...

      Delete
  27. Replies
    1. hehehhe, ada penyair yg sesungguhnya neh, jd pengen maluuu

      Delete
  28. jleb... kereen... pilihan kata-katanya ciamik sekali...

    ReplyDelete
  29. hai makasih udah ikutan GA nya
    tunggu pengumumannya tanggal 1 Januari 2013 ya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak sabar neh menunggu pengumuamannya, dijamin yg terbaik yg bakal menang

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.