WHAT'S NEW?
Loading...

Menanti Oase

Mencoba lagi dan lagi menulis bait-bait puisi yang beralur pada rasa ingin menulis dengan kemampuan bersyair yang seadanya atau mungkin hanya ingin mengalirkan serangkaian kata-kata tanpa alur kesastraan sebuah puisi yang seharusnya. Bismillahirrahmaanirrahiim harap dimaklumi jika  puisi ini pun masih yang kesekian kalinya terbentuk karena rasa PeDe over dosis saya yang menyebut beberapa paragraf tulisan [dengan maksud, makna dan inti membingungkan bagi yang membacanya] dalam kategori ‘puisi’

Ijabah Oase
Pilar cahaya purnama masih menyiram lembut cakrawala
Saat Frase tanya gemulir dalam serempak nada
Melesat pada kisi-kisi yang  berparalel
Pada titik tengah sahara kehidupan
Pada nadir ketidaktahuanku

Sementara tertegun pada jeda rasa yang terkurung
mengantarkan gelisah berlayar mencari jawab
melalui bait-bait doa
seiring desah nafas pada dinamika udara
dalam senyap yang meringkas semesta


Pamrihku adalah
membiarkan kemarin melaju pada bingkainya
dan mengkhatamkan risau gundah ini
di simpul-simpul syaraf yang tak menentu
akan sebuah penantian panjang yang merindukan oase

Romansa tanya ini bergilir dalam Elegi pagi dan siluet senja,
Melarutkan Doa dan pengharapan,
Tak  terpisah serupa ikatan kovalen oksigen
Maka kumenyerahkan gundah ini pada keESAan
Menanti sebuah ijabah niscaya dari langit


Sometimes we're so focused on finding our happy ending
Then We don't learn how to read the signs.



Note: Judulnya belum 'klik':(

83 comments: Leave Your Comments

  1. angkat tangan deh kalo dah ngomongin puisi
    hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. angkat tangan plus angkat kaki klop tuh mas kayak yg di pilem-pilem horor lompat-lompat itu lho? hahahahaa

      Delete
    2. hanya satu kata : Mantab!

      Delete
    3. tanda seru bukan huruf ya..?
      :)

      Delete
    4. Tanda seru [!] ta kasih di belakang 6 huruf [!]

      Delete
  2. Bagaimana kalau judulnya "Rindu Oase"? Atau Oase saja sudah bagus kok :)

    Btw, sudah lama saya tidak berkunjung kesini heheh
    Meski terlambat, mohon maaf lahir dan batin ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Merindu Oase"...semoga ini lbh pas untuk judulnya...

      Tdk ada istilah terlambat utk bermaaf-maafan kok..jd maafin daku juga yaaa

      Delete
    2. Semoga, heheh

      Sama-sama mbka ^^

      Delete
  3. waduh kata katanya berat berat banget nih.... perlu ulang ulang buat mengertinya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikatan kovalen oksigen kan ringan, kan udara ringan ...#gak nyambung

      Delete
  4. aamiin. hanya ikut mendoakan agar yang ijabah secepatnya turun dari langit.

    ReplyDelete
  5. gelisah berlayar mencari jawab....janganlah mencari ALLAH demi sebuah jawaban...namun carilah DIA karena ALLAH adalah jawaban dari pertanyaan-mu :)

    ReplyDelete
  6. Mmm.. Aku bukan seorang puiser. Yang aku tahu puisi itu sederhana sajah. Kalo yang ini, terlalu jauh imajinasi aku buat meraba makna yang tersirat dari setiap katanya mba :) i guess. But, i give you two tumb for you sista :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. horeee...dapat 2 jempol. kalau pilkada bakal seruu nih jika tiap org bs ngasih suara double...#nglanturrrr

      Delete
  7. aku juga belum mampu mencerna untaian indah kata-kata yang engkau goreskan sista! :)
    tapi tetap salut dengan kemampuanmu merangkai kata2 indah itu....kangen konferens berempat euy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya neh, lama gak conference lagi ya? Una sibuk...mas Stumon di hutan lagi...hiks:(

      Delete
  8. aku kalau bahasa puisi ginian nol bisanya yang bla bla bla gitu lo jadi cepet rampung

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaa...merendah neh pak Guru ya?

      Delete
  9. Sealiran dengan rawins, kalau masalah puisi tidak bisa berkomentar deh. Tapi suka yang ini
    "Romansa tanya ini bergilir dalam Elegi pagi dan siluet senja,
    Melarutkan Doa dan pengharapan,"

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada yg punya alirann sama yaaa..

      Delete
  10. gimana menilai ya..? gue bukan spesialis puisi sih! kata2nya bersayap semua hehehe..

    ReplyDelete
  11. intinya yang di kalimat terakhir itu ya mbak?

    ReplyDelete
  12. uapik wis mbak Rie.. pede aja lah yaw, gak semua orang loh bisa merangkai kata nan aduhai macam gitu.. aku loh malah gak iso blas hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaaa...Mas Lozz mah bukan gak iso tapi belum ditunjukkin saja olah kata-katanya dalam puisi kan?

      Delete
  13. asik, galau mode On.
    ahihihihihi.

    oase wie opo mbak?
    panganan ko lamongan pow?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Owhh, kamu galau tho? ckckckkk....

      oase kui yg di pake nge-cat tembok itu lho..masak gak tau?

      Delete
  14. Semoga harapan yang tersirat dalam bait bait puisi nan indah ini mendapat berkah dan diizinkan oleh Allah SWT. Saya sendiri juga bingung gimana buat puisi ya. Wis plek bingung aja mau nulis gimana puisi nya hihiehiheiheieee

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar gak bingung..mari mabil gitar dan mulai menyanyi saja Kang? Saya yg ndengerin ya..

      Delete
  15. I Know.. I Know...
    seperti ada keresahan ya...
    Nikmati aja prosesnya, Insya Allah akan indah pada akhirnya

    eits... apa sih ini... *sok tau banget... hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. I know what You know...wheheheee..#secret

      Amiinn, terima kasih untuk nasehat, saran dan dukungannya...juga desain cover-nya..

      Delete
  16. Sometimes we're so focused on finding our happy ending
    Then We don't learn how to read the signs.

    wow i really like this quotes

    Senantiasa bersyukur akan takdirNya

    ReplyDelete
    Replies
    1. And never give up ....tommorrow will better:)

      Delete
  17. menarik tulisannya...salam sukses yaaa

    ReplyDelete
  18. hehe kata katanya.. perpaduan sama ilmu fisika.. :wew :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedikit ingat fisika..sedikit kimia...heheheh #maluu

      Delete
  19. senang puisi tp gak bisa bikin puisi...hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. seneng banget Kalau Mbak Lis suka dengan puisi ala kadarnya ini..

      Delete
  20. Aku suka sekali baca puisi Mbak tapi kali ini agak mengerutkan keningku perlu pemahaman lebih dalam. Justru dari situlah indahnya puisi tak gampang untuk diterjemahkan. Kalau orang sastra mungkin akan gampang untuk menerka isinya :) menurut pendapatku sih Mbak Ririe. Pendapat orang lain mungkin akan beda. Gimana dengan Mbak Ririe sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya bukan orang sastra Mbak, hanya kebetulan suka saja dengan puisi. Dan sama spt Mbak Ananda..bagi meski gak negrti isinya yg penting saya bisa menikmatinya..

      Delete
  21. Pamrihku adalah
    membiarkan kemarin melaju pada bingkainya

    itu maksudnya legowo kan mbak iya?!?!? atau ada yg lain?!?!? soalnya kalau yang lain justru akan paradoks.. kontradiksi.. pamrih.. tapi ikhlas :) pamrih yang tanpa pamrih ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pamrih yang legowo..pamrih yang tdk ingin menyesali apa-apa yg sudah terjadi..hanya berharap bisa lbh baik:)

      Delete
  22. mbak ririe ini emang jagonya bikin puisi deh...

    ReplyDelete
  23. Seperti merindukan hujan di musim kemarau seperti sekarang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya...hujannya sangat di nanti-nanti dimana-mana ya

      Delete
  24. puisi nan indah mba Rie.. :)
    sukses slalu ya :)

    ReplyDelete
  25. link teman donk sobat...!!1 waaaa puisnya keren...!!! inspiratif banget

    ReplyDelete
  26. aku cuma bisa baca aja mbak gak apa2 ya gak ngerti puisi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama Lid.. kayaknya ada yg salah dengan sense of art-ku nih...hehe
      salut banget sama orang2 yg bisa bikin puisi bagus

      Delete
    2. @ Mbak Lidya: Ya gak apa-apa...sering singgah kemari sudah seneng banget kok

      @ Mbak Mamanya Hilsya: BUkan salah sense of art Mbak..saya juga ala kadarnya kok nulis, cenderung semaunya ..makanya jd membingungkan ya?

      @ Vpie: kok 86x...?

      Delete
  27. Seperinya ada kerisauhan hati, teringat akan masa lalu yang suram.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa lalu sey gak suram-suram banget kok..sdh ada listrik amsuk desa lho? hehehee

      Delete
  28. pas sama gambarnya, hmmm ... kalo liat gunung puisinya apa ya ... ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau liat gunung puisinya 'kera sakti'....hahaaa

      Delete
  29. hanya mampu ikut menaburkan bibit aamiiin saja ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bibit amiiinn-nya segera tumbh bertunas dan besar ya Pak:)

      Delete
  30. jangankan buat puisi
    mau ketik komen aja bingung...aku nya hehe
    abis puisinya mantap banget mba Ririe

    sukses ya mba...AAMIIN YA ROBBAL'ALAMIN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yakin semua orang bisa kok bikin puisi, hanya saja belum dilakukan saja...sukses juga selalu. Amin

      Delete
  31. Bisa dijual itu mbak, tapi kumpulin dulu jadi satu buku, ... hix hix hix 76x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Satu buku isi puisi? wou...3 tahun belum tentu bisa tuh kayaknya

      Delete
  32. Puisinya sudah lumayan bagus. Enak dibaca dan diselami maknanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sippp...akhirnya..ada yg gak bingung dengan tulisan puisi acak akdut saya neh

      Delete
  33. nyerah jugari kalau soal puisi mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan menyerah..jangan menyerah...#sing a song of D'masive [semoga gak salah sebut]

      Delete
  34. keren mba puisinya,,,


    Folow back ea mba,,
    hehehehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, folback-nya bingung neh, link yg muncul kok isinya daftar URL duang ya?

      Delete
  35. Saleum,
    ah... kalau sudah berpuisi, pasti deh otak ini mencerna sampai jauh mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohohohoho...jangan2 jauh2, nanti susah cari angkutannya buat balik lho

      Delete
  36. takut salah tafsir puisinya, nyimak saja hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tafsir-nya gak sesulit kitab kuning kok:)

      Delete
  37. Puisi yang indah,Mbak. Meski saya gak paham puisi, tapi kata2nya berasa banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa sejuk dan adhem kah? #mbacanya sambil minum es kirim

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.