WHAT'S NEW?
Loading...

[Memang] Semestinya Saia Lakukan

Saat membaca postingan Mbak Niken yang sedang menggelar hajat First Give Away dengan tema FROM ZERO TO HERO, aseli plus jujur saya tidak berani tunjuk niat untuk ikutan.  Simply reason: saya merasa masih Zero to Zero, lha hal Heroik apa yang telah  saya lakukan? Jangankan untuk orang lain, untuk orang-orang terdekat saya saja [sepertinya] belum ada ‘sesuatu’ yang hebat dan bisa di sebut tindakan seorang Hero! Tapi demi membaca detail kriteria untuk tulisan di event GA ini “.....berbagi kisah mengenai Hero dalam diri kita. Bisa menceritakan tentang sosok seseorang, peristiwa yang mengesankan, atau petunjuk yang datang. Yang semuanya mampu membuat kita bangkit dan menyadari bahwa kita punya kekuatan untuk merubah hidup kita ke arah yang lebih baik.....”. maka Bismillahirrahmaanirrahiim saya memberanikan ikut memeriahkannya. Bukan tentang kisah heroik atau hal lain yang luar biasa, melainkan  hanya sebuah sikap biasa dan keputusan yang sewajarnya dilakukan oleh seorang kakak/saudara.
Ini tentang moment-moment menjelang pernikahan adik saya. Dalam Agama dan secara logis serta ilmiah memang tidak ada ketentuan jika seorang kakak harus menikah lebih dulu dari adiknya. Namun variabel budaya dan pola pikir lingkungan sekitar [saya] masih terbawa ‘biasanya’ serta hukum wagu jika adik laki-laki mendahului mbakyu-nya menikah. Dan entah mitos apalagi yang terakit hal itu, saya kurang paham. Yang jelas ketika seorang adik menikah mendahului kakaknya tak jarang menimbulkan friksi, terutama jika  adiknya  laki-laki dan sang kakak adalah perempuan. It’s happen to me, adik saya sudah mantap dengan calonnya sedangkan saya masih absurd dengan siapa dan kapan akan menikah.

Tak ayal, niat adik untuk meresmikan hubungannya menuju jenjang pernikahan pun menghadapi ganjalan cukup serius karena orang tua saya terutama Ibuk keukeuh menginginkan saya menikah lebih dulu. Dan saya paham banget jika Adik saya tak mungkin berani melangkahkan kaki menuju jenjang pernikahan selama sikap Ibuk masih No excuse untuknya. Kakak-kakak saya lebih bersikap netral, meski awalnya juga mendukung sikap Ibuk. Tapi perlahan sikap para kakak memang meluluh demi menyadari adik saya yang sudah bekerja dan usianya juga menjelang kepala tiga.

Dan bagaimana dengan sikap saya? Beberapa bulan saya tidak menyatakan sikap apa-apa, saya tidak menentang keinginan adik tapi juga tidak menyatakan sikap setuju. Toh secara eksplisit dia belum mengatakan pada saya tentang niatnya untuk menikah? Deep inside dan sisi manusiawi, saya pengen segera menikah juga..saya ingin menikah lebih dulu dari adik! #sisi superioritas sebagai kakak mendominasi

Dalam masa beberapa bulan status sikap saya yang quo, saya pun perlahan mengendapkan rasa dan merenungkan semuanya dengan mengesampingkan sisi egoisme diri saya. Saya yakin adik saya pun mengharapkan saya lebih dulu menikah. Saya tahu dan bisa merasakan semua orang mengkhawatirkan saya karena belum jg menikah, juga apresiasi dari orang-orang di desa kami dengan segala sudut pandangnya jika adik menikah lebih dulu.Every  single breath, saya menyadari usia kami bertambah. Lelaki yang dijanjikanNYA sebagai Imam bagi saya masih belum ada penampakan sementara saya tidak bisa ASAL menikah jika Cuma untuk mengganti status kan?. Sedangkan adik sudah ada titik terang calon pendamping hidupnya yang saya tahu seorang gadis yang sholehah, baik hati dan pandai tentu saja. Dan saya pun tidak bisa memastikan dalam kurun waktu setahun mendatang akan menikah? Kecuali SUNNATULLAH, tentu saja.

ANDAI sekalipun adik bisa dan mau menunggu, tapi sampai batas waktu berapa lama? Berharap segera bisa menemukan jodoh saya dan tetap ikhtiar serta berdoa itu pasti, namun saya juga harus mengambil sikap karena adik saya tak akan berani menikah tanpa restu dari Ibuk. Maka saya pun harus menguatkan hati dan membulatkan tekad: meyakinkan ibu agar berkenan memberikan restu buat anak bungsunya untuk segera menikah. Lahir lebih dulu kan tidak berarti harus menikah lebih dulu tho? Memangnya siapa saya kok egois mengklaim diri mesti menikah dulu karena kebetulan dilahirkan sebagai kakak perempuan baginya? Sementara Sang Pengatur Hiduplah yang punya Kehendak Mutlak selalu memberikan skenario yang terbaik.

Saya juga minta salah satu kakak perempuan kami yang lebih memahami bagaimana cara ‘berdiplomasi’ efektif dengan ibuk untuk meyakinkan beliau bahwa InsyaAllah saya baik-baik saja..bahwa saya akan bisa menerima kenyataan dan semua efek sosial yang mungkin muncul jika adik saya menikah lebih dulu. Saya berharap dengan pernyataan sikap saya semoga Ibuk bisa legowo merestui rencana pernikahan anak bungsunya tersebut. Orang lain kan sudah kodratnya berkomentar jika melihat sesuatu yang dalam skala ukurnya dirasa kurang pas, toh itu lama-lama juga akan menguap seiring waktu yang berlalu. Demikian keyakinan saya meski beberapa butir transparan menetas jatuh untuk menyertai pilihan sikap saya tersebut.
Photo Balqis [moto sekenanya]
Saya tahu proses dan kemantapan hati saya untuk memberikan dukungan dan menyetujui agar adik menikah lebih dulu merupakan hal yang sudah sewajarnya saya lakukan, jadi BUKAN sesuatu yang heroik [walau melalui perdebatan hati, emosi, perasaan, akal, logika.....apa lagi ya?] tapi [Memang] Semestinya Saia Lakukan.  Jika saya renungkan lagi, alasan confidential lainnya adalah saya tidak ingin menjadi orang yang paling bersalah  karena membuat proses hidup adik saya dan banyak orang lain akan terhenti. [Calon] istri adik saya tentu  anak gadis dari orang tua yang punya kecemasan yang sama dengan yang dirasakan orang tua kami. Juga kakak dan adik dari seseorang dan bagian dari anggota masyarakat yang punya punya cara penilaian heterogen seperti lingkungan kita juga……Dan Alhamdulillah, sekitar setahun kemudian yaitu sekitar 3 tahun lalu adik saya menikah [mungkin dia masih ingin memberi saya jeda waktu siapa tahu jodoh saya segera datang] dan inilah putri mungilnya yang bernama Queen Balqis. 

Let's keep spirit up, yukk ah menyanyi dulu ... HERO-nya Mariah Carey:....There’s a hero if you look inside your heart...You don’t have to be afraid of what you are...There’s an answer if you reach into your soul....And the sorrow that you know will melt away...”


Meski kisah yang saya tulis [Memang] Semestinya Saia Lakukan alias tidak HEROik, 
ijinkan Tulisan ini diikutsertakan pada Lovely Little Garden's First Give Away 
yang diadakan oleh Mbak Niken Kusumowardani


108 comments: Leave Your Comments

  1. budaya tabu melangkahi yang lebih tua ternyata dimana mana ya..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo ditempatku jika yg melangkahi adik cowok, dan yg dilangkahi kakak cewek tidak masalah, justru yg jd mslh kalo adik cewek nglangkahi mbaknya yg juga cewek! ...

      Delete
    2. selain karena pandangan socio cultural setempat..masih ada harap dan ingin ortu serta personal wish juga...so, life is about how to make right choice

      Delete
    3. aq durung komen nyang kene.
      komen ah..

      kapan sampeyan ngadakne GA mbak?

      Delete
  2. Sepakat dg mas Rawin, budaya tabu akan yg satu ini memang ada di mana2 ya Rie...?
    Whatever, ini adalah salah satu sikap heroik lho Rie..adalah tdk mudah melobby hati kita sendiri dan menundukkan ego untuk sebuah keputusan yg seperti ini.
    Life is a mystery, let's keep the spirit to find out the jewels behind the mystery!

    Success utk GA nya yaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meloby hati..memang tdk mudah Mbak, dan lebih mudah lagi jika hal tersebut perlu di kombinasikan dengan melobi hati Ibu...

      Yups, life is mystery...no one know what will happen even in next second

      Delete
  3. budaya ini menjadi penghalang ya akhirnya, tapi ya begitlah masyarakat kita.. hhmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. BUdaya yg baik kita ikuti..kalau yg ber-friksi ya sebisa mungki di- cari jalan terbaiknya demi kebahagiaan semua pihak:)

      Delete
  4. Kalau setau saya yg dipermasalahkan kalau adik perempuan melangkahi (menikah duluan) kakak perempuan..., dan mitos yang berkembang selama ini akan ada hal2 yg tidak diinginkan tapi kalau dinalar secara logika mungkin karena faktor psykologis sang kakak, tapi kalau sang kakak sdh ikhlas ya gak masalah sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu-dulunya, selain adik perempuan menikah mendului kakak laki-laki, maka baik adik perempuan maupun laki-laki yg mnikah mendului kakak perempuannya juga menghadapi 'friksi' yg hampir sama [di lingkungan saya], namun sdh lumayan lama masyarakat bisa permisif jika adik perempuan mnikah medahului kakak perempuannya. Apalagi jk beda usianya gak banyak kan, perempuan secara alamiahnya kan mnikah di usia lbh cepat dr laki-laki..

      Delete
  5. Saya pernah mengajukan tulisan untuk dilombakan untuk GA yang satu ini, namun ditolak karena harus posting yang terbaru hiehieiehei. Okelah Insya Allah saya ikutan lagi dengan postingan terbaru hiheiheiheihiehiehiehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heiheiheiiii...iya Kang, salah satu syaratnya kudu tulisan yg baru..

      Delete
    2. nah, wabah ketawa kang Asep mulai merasuk Mbak Riri.
      (Kang Asep kalo pas ketawa gini, saya suka inget film-nya Lucky Luke, hehe)

      Delete
    3. Dulunya Lucky Luke itu serial kan? Heiheiheiiii...

      Delete
  6. d desaku jg gtu mb', msh ada permasalahan soal langkah2 han nikah, bs bayangin rasanya kaya apa, tetep smangat mb' n sukses buat GAnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di telaah dengan bijak, sisi baiknya sih ada kok ttg harapan ortu anaknya menikah gak menduhalui kakaknya yaitu agar semua anak-anaknya bersegera menikah jika usianya sdh memenuhi hukumnya untuk menikah...Manusia berhara dan berusaha, Allah jualah Sang Penentunya

      Delete
  7. Mbak Rie... Kisah hidup dgn pertentangan batin, dan kemudian mengantongi ego, menundukkan diri sendiri, demi kebahagiaan adik dan wujud kasih sayang kakak... Apalagi kalau bkn salah satu contoh sikap heroik... Mbak Rie tdk hanya jadi hero buat sang adik... Tapi menyadari bahwa ada hero dlm diri mbak Rie... Utk memberikan kebaikan buat sang adik...

    Trimakasih partisipasinya. Tercatat sebagai peserta Lovely Little Garden's First Give Away...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas penerimaan pendaftaran tulisan saya, semoga ada setitik hal baik yg menginspirasi.

      Sejatinya, saya memang semestinya melakukannya dengan lebih cepat tapi ternyata saya masih menimbang dan berdebat dengan diri sendiri ya

      Delete
  8. Kakak yang bijak dan berhati mulia
    Insya Allah jodoh sudah disiapkan, tnggal menunggu waktu yang tepat untuk dihadirkan.
    Semoga berjaya dalam GAnya jeng Niken
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. setujh nih dengan pendapatnya...

      Delete
    2. Karena gak ada pilihan yg lebih baik lagi tuh Pakdhe, hehehhe

      Delete
  9. kalau masalh seperti itu sudah lumrah di adat didaerahku ...adik melangkahin kakanya untuk menikah duluan,
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okelah kalau begitu, secara adat oke..secara psikologis juga no problem...life must go on

      Delete
  10. setiap orang tua pasti mengharap kebahagiaan untuk anak2-nya
    begitu juga seorang kakak rela mengalah demi kebahagiaan adiknya.
    jangan takut mba....sikap anda sudah betul dan sangat bijak.
    nasib kita bukan ditentukan oleh mitos...
    Jodoh, Rizki dan Mati semua atas kehendak ALLAH S.W.T.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Absolutely, saya percaya kok Jodoh, Rizki dan Mati semua atas kehendak ALLAH S.W.T.

      Delete
  11. budaya memang tidak bisa dihindari ya... kalau bisa di ikuti bagus, kalau tidak memang harus pinter cari jalan tengahnya agar semua orang bahagia... puyeng tuh kalau sudah begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Budaya yang tak terelakkan...harapan ortu yang tdk bisa di abaikan, pilihan kita adalah bagaimana bisa menemukan jalan kompromi utk semua itu

      Delete
  12. Insya Alloh dengan keikhlasan Mbak Ririe, maka akan ada banyak kebaikan yang menyertai semua pihak yang terkait,dan terkhusus mbak Ririe akan banyak mendulang kebaikan dengan itu, yang ujung-ujungnya memudahkan segera menyusul. Insya Alloh amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn, InsyaAllah bisa segera menyusul...#berdoa khusyu

      Delete
  13. tabu vs logika adalah galau.. Kwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan galau bikin kreatip menulis hahahaaa

      Delete
  14. keikhlasan akan membuahkan imbalan sepadan yg indah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikhlas itu gak kepkiran akan imbalan #kata pak ustadz

      Delete
  15. bagiku pernikahan adalah menyangkut prinsip jadi meski adik melangkahi.. gak ada masalah

    ReplyDelete
    Replies
    1. yayaya..secara logika, ilmu agama dan ketentuan hukum nikah..memang gak ada maslah kok adik mendahului kakaknya menikah

      Delete
  16. pengorbanan perasaan yang luar biasa,
    semoga sukses dan terpilih sbagai pemenang'y ya mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya bukan pengorbanan, tapi sdh semestinya kakak menyayngi adiknya..

      Delete
  17. Seorang kakak menikah lebih dulu dari adiknya bukan keharusan tapi suatu adab orang kita Mbak Rie.

    Tapi lebih arif dan bijaksana, kita Ikhlas kalau memang sudah terjadi demikian. Insya Allah dengan Ikhlas nya hati menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

    Oh ya Mbak Rie, tukaran Link ya dengan Kami. Salam

    ReplyDelete
  18. kayaknya sebagian besar penduduk desa begitu deh mbak. tapi alhamdulillah dalam keluargaku pola pikirnya sdh tidak ada yg demikian, dan siapapun yang duluan datang/ didatangi sang calon, maka dialah yg menikah :D3
    keputusan baik, insya allah.
    salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alahmdulillah jika demikian ya?

      Semuanya kembali lagi pada kita, karena efek budaya tsb yg paling complicated yg psikologisnya

      Delete
  19. hadoohh...bacanya spt bnr2 liat penampakanmu ketika menghadapi suasana saat itu. okeyy darling...keikhlasanmu akan mempertemukan arjuna yg sampai saat ini dismpan Allah buatmu.. tinggal menunggu waktu yg baik. cayooooo...darling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Caayyyoo Mimi...Eh, beneran neh [spt] lihat penampakan saya? ckckckkkk....keren deh mimi..hehehehe

      Delete
  20. sama dengan istri saia, dia di dahuluin adeknya... waktu itu minta pendapat saya, saya bilang ya di restui aja mungkin memang sudah jalannya adeknya lebih dulu menikah dibanding kita...

    kalau harus urut dari atas, kasian yang ingin menikah duluan menunggu terlalu lama ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada yg bisa memperlambat apa yg hendak Allah jadikan segera...
      JUga tak ada yg bisa mensegerakan apa yg hendak Alalh jadikan kemudian..

      Delete
  21. terharu niar mbak bacanya, kakak yang baik, semoga pangerannya dateng yaa mbak buat mbak rie yang terbaik dunia akhirat :D

    Wah balqis cantik deh, kok mirip mbak rie yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. # Sodorin tisyyu

      Kalau Balqis mirip akyu, berarti tambh satu lagi kponakan yg nyontek cetakanku dunk.

      Delete
  22. tenang saja semua ada saatnya....DIA akan memberikan yang terbaik untukmu mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap...ini tenang kok, nulis sambil ndengerin lagu like ussually

      Delete
  23. Hmm.. kok ngomongin nikah seh mbak Rie hahaha

    yo wis no kemon, eh komen.. semoga sukses di gelaran GA bunda Niken ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa ikut menyemarakkan GAnya Mbak NIken sdh sesuatu banget..Da semoga ada sesautu yg bisa saya sharing dengan postingan ini:)

      Delete
  24. untungnya keluargaku gak pernah ada masalah soal urutan menikah. pada prinsipnya dikeluarga kami siapa yang paling siap menikah maka tak perduli anak keberapa dia, melangkahi siapa dia maka yang lain akan mendorongnya segera menikah. Bahkan kakak yang dilangkahipun tidak meminta pelangkah dan secara sukarela membantu pernikahan sang adik. Bahkan biasanya kakak yang dilangkahi diberi tanggungjawab lebih banyak mengurusi pernikahan adiknya. dengan demikian dia jadi tahu rasanya mengurusi pernikahan dan termotivasi ingin menikah juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. pelangkah bukan sesautu yg penting buat saya, bahkan tak pernah terbersit untuk rikues hal tersebut..

      BUt, kalau jd EO pernikahan...give up deh, saya gak mungkin bisa karena domisili kerjaan saya yg jauh dari kampung halaman sehingga gak mgk untuk mobilitas dalam rangka koordinasi de-el-el..

      Delete
  25. aaah. . .mba rie, rasanya terharu biru. . .
    daerahku juga masih seperti itu, mba. Mengutamakan kakak dulu. . . :)
    Keputusan yang diambil memang benar2 menjadikan mba Rie sebagai HERO. . .
    Semoga pangeran berkuda putih segera datang untuk menjemput sang putri. . .

    Sukses ngontesnya ya, Mba. . . :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hore...eh..Hero ya? Tersanjung deh...

      Emang masih ada pangeran yg mau nunggang kuda sekarang?

      Delete
  26. ehm... kisah heroik melawan batin sendiri. dan, akhirnya mba memutuskan dengan tepat, ya memang itu lah pertengkaran batin. tapi keputusan yang tepat kalau menurut saya.

    semoga sukses untuk lombanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah balesnya belum sampe sini. atau jangan jangan emang ga di bales semua kali ya? ehm.. ya sudah, bales sendir aja dah. sembari memberi dukungan untuk lombanya.

      Delete
    2. Fufufufuffuu..lama ya mbalesnya? Aku suka njawabi comment kok. Hanya kadang mmg agak lama...#sok sibuk

      Perlawanan bathin...debat kusir dengan diri sendiri..katanya itulah galau namanya:)

      Delete
  27. hingga pada akhirnya sekuat apapun hukum pasti kembali pada al'adadul muhakamah..

    Tapi lomba ini keren,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hak kita berusaha dan berdoa...let's GOD take the rest:)

      Delete
  28. ketika sang kakak bersikap legowo dan membuang semua sifat dominasinya dan superiornya sebagai seorang kakak serta melenyapkan hak PREROGATIF-nya...agar sang adik bisa melanjutkan hidupnya....sunnguh its amazing..benar-benar sikap yang heroik sekali, kalau perlu semua jempol-ku akan kutunjukkan untuk mengungkap rasa salut-ku,
    karena tidak semua yang nama-nya KAKAK bisa bersikap demikian, bahkan kalau boleh dibilang..sangat jarang didapati seorang KAKAK mampu bersikap demikian .... suer loh :)
    dan berbahagialah dengan kehadiran Queen Balqis yang semoga bisa membawa kebahagiaan dan semoga menjadi pembuka pintu jodoh bagi Bude-nya..... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. SEmua jempolku ya Bang...asyiikk dapat 4 thumbs up neh?

      Iya sangat jaragng kakak yang bersikap demikian semoga karena tidak banyak yang mengalami dilematis perang psikis spt ini ya..

      #Balqis-nya agak rewel kalau di foto

      Delete
  29. itu balqis ngeliatin siapa sih? Hahaha *lost focus

    ReplyDelete
  30. semoga mba ririe juga cepet dapet jodohnya.. aamiin do'akan bareng2 teman :)

    ReplyDelete
  31. kebiasan dikampung, bila duluan adik maka kakaknya dapet duit "pilangkahan" kalo bahasa gaul di kampung hehehhee..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, umumnya ada tradisi 'pilangkahan' sesuai kesepakatn kakak-adik.

      Tapi di saya hal tersebut gak begitu diperhatikan..saya juga gak kepikiran ttg pilangkahan kok

      Delete
  32. Moga sukses ya bunda.. salam ke Balqis :D

    ReplyDelete
  33. hmm.. tapi kalo di kampung saya rasanya meski adik mendahului kaka itu udah biasa juga.. hee
    salam kenal juga mba dari saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup....lain ladang lain belalangnya ya? #bener gak ya peribahasa ini?

      Delete
  34. sabar ya mba,mungkin menurut tuhan ini jln yg terbaik.kunjungan pagi mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. SElalu ada alasan dan tujuan yg tepat untuk segala REncanaNYA:)

      Delete
  35. Mudah-mudahan ALLAH SWT segera mengirimkan jodoh bwt mbak Ririe, pangeran yang tentunya menjadi idaman selama ini yang mampu menjaga dan mengayomi, pokoknya bisa jd imam dlm keluarga deh.

    ReplyDelete
  36. butuh keberanian & jiwa besar utk mau di langkahi loh mbak.. Jd emang termasuk heroik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikatan darah lebih kental dari air ya Mbak? Setiap saudara akan berbuat yg terbaik untuk saudaranya...I do believe that

      Delete
  37. Salut sama keikhlasan mba Ririe :)

    dan lebih salut lagi dengan keterbukaan mba Ririe dalam mengungkapkan kegelisahan hatinya lewat blog inih :)

    Aku yakin Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik bagi mba Ririe dan adik tercinta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Case over kok Mbak, tuuh adik saya sdh nikah dan pny putri mungil. Makanya saya bisa cerita, sharing saja sey...saya yakin I'm not the one yg ngalami situasi spt itu.



      Delete
  38. Hiks...I was there mbak :(

    Walau akhirnya memang saya menikah lebih dulu daripada adik, karena dia mau menunggu dan Alhamdulillah Allah membukakan jalan

    Dan tidak mudah melalui itu, salut buat mbak Rie yang mengambil keputusan itu

    Tetap Semangat ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yakin adik saya juga mau menunggu, tapi saya juga menyadari saya [kala itu] belum ada titik terang. Apalagi juga si calon istri adik saya adalah anak sulung dan adik2nya juga perempuan dengan beda usia yg jauh.

      Saya gak sanggup membayang jika hanya karena menunggu saya seorang akan berapa org yg harusnya sdh bisa menapak kehiudpan rumah tangga jd mengalami 'delay'...Iya ini di luar konteks bahwa ALLAH SWT penentu segala skenario.

      @ the fact, here I'm still single now.

      Delete
  39. waha, sebenernya itu heroik juga sih mbak, dirimu mengalahkan keegoisan diri untuk didului nikah oleh adek (misalnya) ..
    tapi emang ada budaya gitu ya, kalo di keluarga batak ku ada juga, tapi gak terlalu ketat :D

    ReplyDelete
  40. Udah Rie ndak apa-apa diikhlasin aja, dilangkahin tidak apa-apa; pasalnya menjadi batu ganjalan (walau tidak sengaja yang disebabkan keadaan) tidaklah mengenakkan lagian adiknya kan mau menikah, menikah adalah hal yang baik khan? (pernikahan menyempurnakan agama kita).

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaa...so far so good, Tuh adik saya kan dah nikah 3 taon lalu Pak. Anaknya udah umur 2 tahun sekarang.

      Delete
  41. gak niat ikut kok tapi ikut juga! Wagu iik!! bhhhhh. so moga menang ea RIE! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyee..bro, awalnya emang kagak niat ane, tapi kemudian jadi pengen ikut meramaikan gettu lhohh

      Delete
  42. sukses ngontesnya ya mba....
    semoga menang...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup...etapi ada yg banyak yg lebih heroik Mbak kisahnya:)Saya ikut menyemarakkan saja

      Delete
  43. meski itu "semestinya", tapi bisa melakukan tentu hasil dari sebuah hati yang mempunyai rasa legawa, dan ini sungguh luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi kebaikan semua orang...semestinya saya lakukan.

      Delete
  44. wah jarang2 sebenernya kakak perempuan didului adik laki2, hebat mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hemmm...semua orang punya potensi untuk melakukan hal-hal baik, iya kan?

      Delete
  45. ntar dulu.. cuma mo nanya kenapa nulisnya saia? ada maksud tertentukah?

    btw, semoga sukses GA-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hem..apa ya? sebenarnya sey buat variasi saja Mbak...biar gak keliatan banget melow-nya..hehhehehe

      Delete
  46. Ya secara budaya memang ada yang seperti itu ..
    tapi sebenernya bukan tidak boleh, hanya izin melangkahi aja kan ...


    Sukseslah untuk GA nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup....sukses dlm sgala gerak hidup:)

      Delete
  47. hm... saya pokoknya ikut berdoa deh untuk Mbak Ririe dalam melangkah tegap ke depan untuk mencapai semua cita-cita yang diharapkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya neh Pak, karena hny undur-undur yg boleh*melangkah mundur...#ngaco

      Delete
  48. googling sore mampir ke blog ini,, salam kenal,, hmm,, terhenyu dengan cerita nya sis (jd langsung memendang ke diri sendiri yg juga blm menikah) tapi yakinlah sis,, Allah tahu yg terbaik utuk kita, Allah tahu yang kita butuhkan bukan yg kita inginkan,, dan semoga imam yg diharapkan segera menjemput,, aamiin,,, semoga menang tuk GA nya,, :)

    ReplyDelete
  49. Saia, mendadak alay nih yeee, hahaha!
    Nek aku mbak... bahkan adikku Aziz waktu masih umur 10 tahun wis muni, "Mbak kayaknya tar aku duluan lho yang nikah. Kamu belakangan."
    Sakarepmu le... hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yayayyaaa...sak karepe Aziz Na, nek sak karepmu...jenenge BUkan Aziz yg ngomong tho?

      Delete
  50. klo masalah nikah siapa yang duluan dapet jodoh berarti itu yang duluan kan kasihan klo adiknya udah punya pacar kakaknya belum masa adiknya harus nunggu kakaknya dapet jodoh dulu ..

    ReplyDelete
  51. She initially borrowed money to replace her broken cooker,
    and then were required to rollover the loan after losing her
    job payday loans uk are
    you looking a strategy to dig yourself out in the
    hole developed by poor credit.

    ReplyDelete
  52. Salam kenal mbak, nm saya Lena..

    Kalau boleh tao adik mbak tinggal bareng ortu dan mbak gk? Kebetulan skrg saya dalam posisi seperti mbak, cuma adik saya MBA dan pacarnya masih belum genap 17th, sbntar lg mrka akan melangsungkan pernikahan dan setelah menikah akan tinggal bareng aq dan ortu..Saya jujur bingung, khawatir akan cobaan dan tekanan batin yg akan saya hadapi dari kerabat, tetangga dan ortu ketika mereka menikah nanti dan bntr lagi anak mereka lahir, pasti saya didesak untuk segera menikah dan dikatain yg tidak enak..Dikarenakan adik saya yg masih belum mapan, penghasilan yg bahkan tdk cukup untuk dirinya, maka ortu lah harus menjaga mereka..Saya boleh minta saran mbak?

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.