Harmoni Kebersamaan untuk sinergis

Wednesday, December 14, 2011

Prolog: I found this entry dari hasil clean up email, dengan satu maksud sederhana saja ketika terbersit untuk menaruhnya di blog “ biar tidak freeze jadi penghuni outbox email”. Terima kasih bagi yang berkenan membacanya


“Everyone is created equal but definitely different”
Bahkan ketika sudah  ikrar pernikahan pun, tetap merupakan 2 makhluk yang berbeda. BUkan saja dalam cara berkomunikasi, melainkan juga dalam cara berpikir, merasa, memahami, bereaksi, menanggapi, mencintai, membutuhkan dan memberi penghargaan. HUbungan dan kebersamaan dua orang yang serba berbeda akan tetap kondusif dan sinergis, maka dibutuhkan pemahaman terhadap karateristik masing-masing personal sehingga meningkatkan integritas, kepercayaan, tanggung jawab pribadi, kerja sama yang makin erat dan cinta yang lebih besar. Dengan memahami bahwa teman kita sama berbedanya dengan diri kita sendiri, maka kita akan bisa mensinergiskan perbedaan-perbedaan tersebut dan menjadikannya sebagai elemen untuk saling melengkapi kekurangan/keterbatasan yang ada pada diri masing-masing, dan bukannya sibuk untuk mengoreksi/melawan/bahkan mencoba mengubahnya.

TANPA kesadaran bahwa kita memang berbeda, secara keliru kita akan menganggap bahwa apabila pasangan kita mencintai kita, dia akan bereaksi dan bertingkah laku dengan cara-cara tertentu sebagaimana reaksi dan tingkah laku kita apabila mencintainya.TANPA kesadaran yang jelas tentang perbedaan-perbedaan yang ada, kita takkan mau memahami dan saling menghargai. Kita menjadi penuntut, mudah menghakimi dan tidak sabaran. 


Melalui pemahaman akan perbedaan-perbedaan lawan jenis, kita dapat lebih berhasil Untuk memberi dan menerima cinta yang ada dalam hati kita. Dengan meneguhkan dan menerima perbedaan-perbedaan, maka pemecahan-pemecahan kreatif dapat ditemukan sehingga mendapatkan apa yang menjadi goal kita. Dan yang lebih penting kita dapat mempelajari bagamana mencintai dan mendukung orang yang kita cintai dengan cara yang lebih bijaksana. Cinta itu ajaib, dan dapat berlangsung lama kalau kita memahami dan menerima perbedaan-perbedaan karakter masing-masing.

Menghargai perbedaan diri karena ia justru menambah pengetahuan dan pengertian tentang realitas mengasah kematangan emosi.
Hidup secara alamiah sangatlah saling tergantung, berusaha mengerti terlebih dahulu akan mewujudkan sinergis yang mutualisme.

Setiap pribadi adalah individu-individu yang unik dan khas yang memiliki ciri dan karakerisitiknya masing-masing. Mencintai seseorang berarti sudah mengukur batas kemampuan diri sendiri untuk bisa menerima/memahami apa dan bagaimana dia sebagaimana adanya, sehingga segala perbedaan yang ada menjadi kekayaan bersama untuk saling menambah, mendukung dan saling menutupi kekurangan.

Dua orang yang menjadi satu dalam cinta adalah suatu proses penyempurnaan, melengkapi dan enrichment kualitas diri melalui kekhasan dan keunikan masing-masing dalam rangka mewujudkan tujuan bersama.




  1.  Tulisan ini saya buat beberapa tahun silam saat sharing dengan seorang teman (by email) yang sedang gundah dengan pernikahannya (tepatnya akan pasangannya).
  2. Asli ini uraian pemahaman teori (summary dari hasil 'baca' membaca), karena saya sendiri belum menikah dan bukan bermaksud untuk menggurui atau memberikan konsultasi, melainkan respon balik argument saya (seadanya) yang masih sebagai “penonton” dunia pernikahan.
  3. Nah daripada tersimpan dalam outbox email, jadi saya posting di Blog (at least) buat wacana saya pribadi (yang heran juga waktu membacanya lagi, kok saat itu saya menulis sok bijaksana gini ya?)




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

103 comments

Write comments
Dec 14, 2011, 12:53:00 PM delete

setuju banget dengan yang ini mba: Mencintai seseorang berarti sudah mengukur batas kemampuan diri sendiri untuk bisa menerima/memahami apa dan bagaimana dia sebagaimana adanya, sehingga segala perbedaan yang ada menjadi kekayaan bersama untuk saling menambah, mendukung dan saling menutupi kekurangan.

Thanks for share.

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 1:05:00 PM delete

aku blum pernah menikah jadinya blum pernah merasakan
hehehe
menikah kalo menurutku membutuhkan keseimbangan ..maksudnya keseimbvangan dalam semua hal mulai dari jasmani dan rohani

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 1:12:00 PM delete

@alaika abdullah: Karena (menurut saya) cinta itu adalah hasil proses/ikhtiar, maka secara sadar atau gak pada awalnya yg kita lakukan adalah measure batas critical kemampuan diri kita sendiri dulu...

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 1:18:00 PM delete

@4kopisusu online: *idem kalau soal merasakan menikah*...Tentunya butuh keseimbangan...tapi menentukan seimbang/gaknya? *bertopang daku*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 1:47:00 PM delete

banyak cinta setiap datang ke blog ini :D

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 1:58:00 PM delete

cieee.. cieee... mba riri, bertaburan lope nih, hehe :P

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 2:16:00 PM delete

tdk berani berkomentar dalem2 tuk urusan ini,,kawatir tdk sesuai apa yg di komen dgn yg di aplikasikan,,hehe

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 2:20:00 PM delete

@Zh!nTho: kebetulan nemunya tulisan isinya masih yg temanya 'teori' cinta versi pemahaman saya secara teori pula *bingung kan*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 2:24:00 PM delete

@Shine: iya nih, jelang akhir taon jadi cuci gudang...wkwkwkwkk

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 2:28:00 PM delete

@al kahfi: demokratis kok, pendapat kan tidak harus 100% exactly the same dengan aplikasinya...Btw, maap revew novelnya masih kuran sepertiga mbacanya *ampun*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 2:43:00 PM delete

waduh untuknikah ternyata perlu banyak hal :'(

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 3:08:00 PM delete

Cinta itu ajaib, dan dapat berlangsung lama kalau kita memahami dan menerima perbedaan-perbedaan karakter masing-masing~
walaupun belum nikah,bkn berarti g pengalaman....

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 3:27:00 PM delete

intinya jgn memaksakan kehendak pada psangan kita ya. krn mereka pun punya karakter tersendiri.

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 4:30:00 PM delete

Mantaaafff Cyiiiinnn :-)

Intinya mah saling menghargai dan mengerti satu sama laen *jadi kangen laki gw neh yang lagi dinas luar*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 4:50:00 PM delete

karena sudah kodratnya manusia itu tidak ada yang sempurna, makanya kita diciptakan berpasang2an untuk saling menyempurnakan..

Indahnya hidup klo bisa saling mengerti dan menghargai,,, ;p

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 6:02:00 PM delete

Iya setuju banget mbak. Sudah merasakan nya sendiri :)

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 6:17:00 PM delete

Bener banget. Setuju.
Aku br menikah 6 bulan ini dan bener2 ngerasain banget. bahwa pernikahan ga cuman membahagiakan diri sendiri. Tp jg pasangan kita ^^
Nice article

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 6:34:00 PM delete

mantapf...kayaknya mba ririe udah lebih siap utk menikah...sy doakan ya mba..heheh

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 6:58:00 PM delete

emank bijaksana koq mbak kinan,,,,
btw,cepaten nikah donk mbak hehe#ga nyambung

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 7:12:00 PM delete

Ini, ini. Ini benar sekali. :)Sepertinya akan ada yang segera menikah. :D

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 7:29:00 PM delete

@jiah al jafara: Dan bicara soal pengalaman, tidak harus mengalaminya sendiri kan? we can take some lessons from other's experiences...

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 7:37:00 PM delete

@Sang Cerpenis bercerita: Yups, sepakat. Karena hubungan setelah menikah adalah interdependship...*dari kamus ririe*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 7:54:00 PM delete

belum pernah menikah sih yaa, jadi belum pernah ngerasain gimana. cuman ini bisa jadi bekal banget buat persiapan, bahwa nggak boleh mikirin diri sendiri lagi.

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 8:17:00 PM delete

@Zulfadhli's Family: Ikutan deh kangen simbok di LA...*LHOH*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 8:32:00 PM delete

@tito Heyziputra: karena sudah merupakan kodrat/fitrah manusia hidup berpasang-pasangan, jd secara naluri tentunya tudak ada orang yang sengaja ingin hidup sendirian selamanya...

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 8:36:00 PM delete

@Tarry KittyHolic: Turut merasakan..ehhh..maksudnya turut bahagia atas merasakannya Mbak tarry dalam hidup pernikahan

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 8:54:00 PM delete

@Shireishou: (katanya lho) kalau sudah menikah yang ada adalah konteks 'kita' tidak ada lagi aku atau kamu...

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 8:59:00 PM delete

@KAIFA: Ya harap maklum Mbak, sudah jadi resolusi yang di're..' berulang2 sehingga kebanakan teori jadinya. Saya sih meng'klaim siap as soon as possible. Tapi jika ALLAH SWT belum 'menilai' saya siap...ya persiapkan diri lebih baik lagi...Amiin doanya ya MBak:)

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 9:32:00 PM delete

@namarappuccino: Amiiin (dulu deh). Eh, tapi sapa neh yg akan segera menikah ayoo tunjuk jari yaa....*kumat*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 9:43:00 PM delete

@Atma muthmainna: wah kok pipi saya jadi blushing MODE ON neh? # ayoo-2 menikah sebelum KUAnya tutup...hahahaa *kumat*

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 9:47:00 PM delete

@Gaphe: ini masih teori karena yg nulis juga belum pnya pengalaman (sendiri) dalam menikah...

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 10:16:00 PM delete

That's a good essay relating to marriage. ^_^

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 10:40:00 PM delete

menyatukan 2 orang yg berbeda itu sangat susah, tapi asalkan sama2 mengerti pasti bisa bersatu dan damai,, :)

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 10:49:00 PM delete

@Otakore Literantadodist: sippp, just make a simple summary from my opnion. Thx for coming here

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 10:52:00 PM delete

@Rama88: asal kedua orang tersebut sama-sama mau dan mampu...simple but need commitment

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 11:23:00 PM delete

Menikah adalah menyatukan 2 anak adam yg beda kharakter, watak dan kebiasaannya. Namun semuanya sdh diatur oleh-Nya, kita tinggal menjemput dan melakoninya...begitulah kata orang2 tua :P

Reply
avatar
Dec 14, 2011, 11:43:00 PM delete

@^omman: kalau sudah orang tua yan dhawuh...saya jadi speechless...*Tiarapp*

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 1:17:00 AM delete

Membaca tulisan ini sambil manggut-manggut..

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 2:58:00 AM delete

Citcuittt~
gapaham aku mbak :D :D

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 3:18:00 AM delete

Wohooo.. ibarat kata orang bijak, bukan mencintai orang yang sempurna, tapi cintailah ia dengan sempurna ~(^_^)~ *berasa udah tua* hahaha

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 5:17:00 AM delete

@Nchie: ayo manggut-manggut bersama, hitungan ke3 mulai ya..1,2,3...

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 5:19:00 AM delete

@Untje van Wiebs: nanti open book saja ujiannya kok hahahaaa....

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 5:23:00 AM delete

@BasithKA: Nah lho, hayoo dah berapa umurnya....

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 5:34:00 AM delete

bener banget!!



apaan ya? ('.'")?

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 7:25:00 AM delete

Pokokna mah setuju we lah, ... emang leres pisan atuh!.

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 7:51:00 AM delete

dua kepentingan yang saling berbenturan jika dikompromikan akan terbentuk kesepahaman. Setuju banget mbak.

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 8:08:00 AM delete

@oomguru: Kalau pak guru berkata demikian, ya demikian deh...hehee

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 8:09:00 AM delete

@Agus Setya: 2orang takut kalau bersama jadi lebih berani...#asall

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 9:53:00 AM delete

bener kok mbak, dulu yang sering takut di kamar mandi jadi berani, takut di kamar jadi ******
hehehe

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 10:54:00 AM delete

@AgusSetya: Baru tahu kalau ada orang takut di kamar ya....*

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 11:26:00 AM delete

Cinta itu sangat sangat ajaib... ^_^

Reply
avatar
mina
Dec 15, 2011, 11:52:00 AM delete

menurutku untuk keharmonisan rumah tangga kuncinya 1 ikhlas ....

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 12:03:00 PM delete

luv it...

mampir ya mba...

jgn lupa follow back...

he...

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 12:30:00 PM delete

@VALVEN: heheehe..*too

Oke,I'll folback soon

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 12:44:00 PM delete

jadi pngen merried ya bc artikel ini :D

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 12:57:00 PM delete

@eMingko Blog: Alhamdulillah jika artikel ini menguatkan orang yg membaca (belum nikah) jd semakin siap nikah...doaku untuk mu *HaH?*

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 1:56:00 PM delete

pernikahan adalah menyatukan 2 insan yg pasti berbeda, nah dari perbedaan itu dengan serba kekurangan serta kelebihannya harus saling melengkapi satu sama lain punya peran masing-masing dengan hak dan kewajiban yg sudah diatur dalam aturan agama masing-masing. Manakala ada slah satu pihak yang meninggalkan kewajibannya maka goyah lah ikatan perkawinan tersebut. Ada dua pilihan perbaiki atau berhenti, pilihan berada pada kedua belah pihak dengan konsekuen si yg timbul di kemudian hari tergantung dari pilihan tersebut

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 2:43:00 PM delete

sesungguhnya perbedaan itu indah dan menjadi rahmat kala diri menyadari bahwa perbedaan itu memang ada dan menerima keberadaannya :-)

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 2:47:00 PM delete

@ASAZ: Wah, semakin melengkapi banget. Sekaligus nasehat yg berharga buat saya pribadi neh Pak.

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 2:56:00 PM delete

@BlogS of Hariyanto:SEseungguhnya terima kasih sudah menambahkan point lagi di postingan ini..

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 3:21:00 PM delete

yang namanya cinta
mau menerima apa adanya
jika masih ada ragu
itu adalah cinta palsu

hehhe

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 3:56:00 PM delete

pernikahan.....
awal sbuah perkenalan,
saling mengenal karakter masing-masing, kekuarangan dan kelebihan, sehingga bisa saling menutupi....
perkenalan itu bukan sblem pernikahan sperti yang ramai dipahami bnyak orang saat ini,
namun sepanjang hidup pernikahan adalah perkenalan,
dan yang paling penting adalah mengenali diri sendiri dahulu agar dapat mengetahui siapa tuhannya
"man 'arafa nafsahu faqod 'arofa rabbahu",
barangsiapa ingin mengenalKu (Allah), maka kenalilah dirimu sendiri....
eh,kok jadi ngelantur ya,....
jadi kyak kultum nih...
thanks, nice share....

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 4:03:00 PM delete

judulnya itu lhohh....
:P

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 4:13:00 PM delete

*terpesona* Nggak mau komen apa-apa deh judulnya kuwl abis, isinya juga. Weeeeeeer B')

*brb* Cari calon pacarrrr dulu aah B))

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 4:27:00 PM delete

Bila telah dipersatukan dalam bingkai pernikahan kita memang harus bisa menerima segala kekurangan atau pun kelebihan dari pasangan kita dan hal tersebut memang tidaklah mudah.Waktu berkenalan ataupun pacaran hal ini dengan mudah bisa dikatakan tetapi setelah menjalani kehidupan rumah tangga sering berbeda dengan angan-angan kita.

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 4:56:00 PM delete

saling melengkapi, soalnya masing2 pasangan biasanya memang jauh dari sempurna...:)

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 5:47:00 PM delete

Pena hadir dan absen malam sob..sambil ijin nyimak postingannya neh

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 6:04:00 PM delete

wah bagus bgt loh tulisan jeng Ririe ini, sepertinya dah siap praktek nih.. hihihi..

Reply
avatar
Dec 15, 2011, 8:07:00 PM delete

Bila pernikahan dilandasi niat untuk mengikuti sunnah rasulullah maka perbedaan itu Insya Allah akan bisa diatasi saudaraku

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 2:01:00 AM delete

cocok dipost sekarang
soalnya banyak yg pada nikahan :3

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 7:18:00 AM delete

sepertinya komen dari mbak covalimawati cepet menjadi kenyataan,
hihihi

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:33:00 AM delete

@anisayu: Jika masih ragu ya di yakinkan lagi..kalau gak yakin mulu ya leave it...

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:35:00 AM delete

@zaenal Blog:Kompakan kalau yang ini "dan yang paling penting adalah mengenali diri sendiri dahulu agar dapat mengetahui siapa tuhannya
"man 'arafa nafsahu faqod 'arofa rabbahu",....

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:36:00 AM delete

@zone:judulnya otu lho di edit lagi oleh VIVAnews jadi 'makna perbedaan dalam pernikahan'hehehee

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:41:00 AM delete

@SHUDAI AJLANI (dot) COM: terpesona...hemm jd inget lagunya Glenn fredly #semoga gak salah inget neh

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:43:00 AM delete

@cardiacku:Adanya komitment dan visi yg telah di sepakati akan membuat kita berusaha untuk menemukan titik temu dari perbedaan yg muncul...#Logika saya demikian, (blm praktek soale)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:44:00 AM delete

@r.a.c. cutting sticker: " menikah bukan mencari orang yg sempurna karena org sempurna tak akan membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya"

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:46:00 AM delete

@Zh!nTho: mampir kapan saja boleh kok, kalau mau minum ambil sendiri ya...hehee

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:54:00 AM delete

@tautanpena: Absenya udah di isi dengan baik..yukk lanjut menyimaknya.

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:57:00 AM delete

@covalimawati: Biar Allah yg menilai saya siap, karena meski saya dengan PeDE bilang siap tapi jk faktanya s'o itu belum ku temukan, bisa jadi (salah satu sebabnya) karena Allah belum menilaiku 'siap'...

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 9:12:00 AM delete

@NInda Rahadi:ya karena 'nemunya' juga belum lama Mbak...semoga cocok di sepanjang waktu deh:)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 9:13:00 AM delete

@Agus setya Fakhruddin: Amiin, doa baik dari semuanya semoga di Ijabah..

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 10:03:00 AM delete

Tapi sayang kasihan terhadap orang yang mencintai orang pasangan karena keburukannya bukan kebaikannya mba,
misalnya lakinya tukang mukul kalau lagi emosi,padahal belum nikah loh apa lagi udah nikah
jadi saran ya,cinta itu seperti belajar tapi cinta itu tidak buta jadi bisa memilih yang baik & benar yang pantas untuk kita kedepan

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 10:34:00 AM delete

@Andy: cinta itu seperti belajar tapi cinta itu tidak buta jadi bisa memilih yang baik & benar yang pantas untuk kita kedepan ---> saya setuju jika cinta memang tidak buta, tp 'ego' kita yg kadang buta

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 1:07:00 PM delete

hadir lagi menyapa di jumat barokah :)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 2:30:00 PM delete

@BlogS of Hariyanto: Amiin, semoga setiap hari penuh berkah ya...

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 6:18:00 PM delete

membicarakan ttg cinta memang tiada habisnya, apalagi cinta yg sdh menytu dlm mahligai rumah tangga, luar biasa indahnya (buat yg memahaminya)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 6:23:00 PM delete

wuihhh
tentang pernikahan ya mbak rie :)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 7:27:00 PM delete

aku juga pengin postng tetang pernikan temenku yg menurutku unik.

pernikahan adalah hal yg sakral.

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 7:28:00 PM delete

@Ely Meyer: Iya neh Mbak, belajar memahai dan semoga bisa mengaplikasikannya...:)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 7:57:00 PM delete

@Nurmayanti Zain: Hehehe..ini lagi sok tahu MODE ON mbak, wong menikah saja belum tp bikin postingan ttg being merried #DASSAARR

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 8:04:00 PM delete

@Baha Andes: Good, ditunggu sharing story'nya ya..Setiap pernikahan adalah Sakaral:)

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 9:22:00 PM delete

cinta itu tidak 'menerima'... cinta itu 'memberi' sahaja :(

love is only

Reply
avatar
Dec 16, 2011, 10:51:00 PM delete

@Belajar Photoshop: Give first...then receive some thing is just about gift.

Reply
avatar

Be silent reader or write comment, tetap terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi. Tapi harap maklum jika SPAM bisa masuk 'karantina' lho...So, be wise and friendly... EmoticonEmoticon