WHAT'S NEW?
Loading...

(Mengulik) Perawatan Tas Rajut

Bagi sebagian orang, TAS merupakan salah satu aksesoris yang menjadi center of attention dari life style seseorang dan juga dapat menjadi cerminan status sosial seseorang.  Tak bisa dipungkiri jika Brand dan harga tas memiliki hubungan linear dan harmonis.

Bismillahirrahmaanirrahiim,Tas Rajut Happening? Eaaaa…sudah cukup lama sih jika Tas Wanita yang terbuat dari rajutan Benang Nylon bersejajar dengan aneka tas branded lainnya. Secara umum, harga jual tas rajut memang dipengaruhi oleh variabel-variabel yang terdapat pada proses pembuatan tas rajut, antara lain:
  1. (Hampir) Semua proses pembuatan tas rajut, dari rajutan benang awal hingga finishing (pemasangan resleting/kancing, handle, pathek, dll) dikerjakan secara manual. 
  2. Umumnya tas rajut dibuat dalam jumlah terbatas (bukan produksi massal) dan rata-rata finishing-nya dikerjakan pihak lain (detail finishing mengikuti instruksi sang perajut tas)
  3. Butuh waktu pengerjaan yang lama, berkisar 2 minggu s/d 1 bulan untuk menyelesaikannya hingga tas rajut tersebut bisa diserahterimakan ke pemesan/pembeli.
  4. Tingkat kerumitannya, apalagi jika corak/motif tas lebih dari satu warna. Atau bilamana pembuatan tas berdasarkan desain dari si pembeli/pemesan.
  5. Ketersediaan benang, karena beberapa jenis benang nylon yang digunakan ada yang masih impor. Tapi konon, saat ini sudah cukup banyak suplai benang nylon yang lokal.

Jadi, tak perlu shock atau galau lagi jika melihat Harga tas rajut yang bisa dibilang cukup  mahal. Apalagi jika order dengan desain yang jlimet dan dimodifikasi dengan ornamen alam, dijamin deh tas rajutnya bakal limited edition, tak kalah kinclong dan kece badai dengan tas branded-nya Tante Syahrini ntuh. Kalau gak percaya, silahkan bikin desain tas rajut yang dimix dengan aksesoris batu-batu permata, rubi, mutiara atau Akik juga boleh, dan konsultasikanlah pada pengrajin tas rajut kira-kira berapa jiti budget yang dibutuhkan? 


Aniwei, kenapa saya kok jadi curcol ala fashion blogger? Lha kebetulan baru diantar 3 buah tas rajut yang dipesan oleh teman yang di Banyuwangi. Karena merasa awam dengan seluk-beluk tas rajut, saya pun ceriwis tanya ini-itu deh. Termasuk bagaimana cara merawat, membersihkan dan menyimpan tas rajut agar tahan lama dan tetap cantik jelita meski sering-sering dipakai. Ya iyalah, masak beli tas hanya untuk dikoleksi, harusnya ya bisa  sering dipakai sesuai keperluan kan? 

Lantas Mbak Inas ~ sang pengrajin Tas Rajut yang tergabung dalam populasi dalam sentra Tas Rajut Merapi, memberikan arah-arahan secara garis besar bahwa ada dua hal terkait perawatan tas yang perlu diperhatikan bagi pemilik tas rajut yaitu: cara menyimpan dan membersihkan tas rajut. 

Untuk cara penyimpanan, disarankan agar tas rajut dimasukkan dalam kantong kain yang tipis baru deh di simpan lemari atau di gantung (noted: jadi bukan tas rajutnya yang langsungan digantung). Sedangkan untuk cara membersihkan tas rajut, yang sebaiknya dilakukan adalah:
  1. Tidak perlu sering mencuci tas rajut. Kalau level kekotorannya belum kritis dan masih bisa dibersihkan tanpa dicuci, why not kan ya? Karena jika terlalu sering dicuci maka tas rajut akan mudah rusak/prothol benang ranjutan dan terlihat kusam.
  2. Jangan menyuci tas rajut menggunakan mesin cuci dan jangan pula menggunakan dry cleaning. Akan sangat fatal akibatnya bila mencuci menggunakan mesin cuci dan atau dry cleaning karena akan merusak benang nilon tas rajut.
  3. Cucilah dengan menggunakan tangan alias hand washing dan minimalisir menggunakan detergen. Jika memang diperlukan,  gunakan soft detergent secukupnya saja agar nilon tetap kuat.. Usahakan jangan terlalu lama merendam, sekitar sepuluh menit dan  hindari untuk mengucek tas rajut. Oh iya, bisa menggunakan pelembut pakaian agar tas harum dan teksturnya tetap lembut lhoh.
  4. Mencuci secukupnya dengan air hangat, jangan terlalu lama dan asal kotoran, debu atau noda di tas rajut hilang saja langsung terus bilas tapiii harap diingat jangan di peras tas rajutnya ya?
  5. Jangan terlalu lama menjemur langsung di bawah siraman terik sinar matahari, 3 – 4 jam cukuplah  karena bisa mempercepat pudarnya corak/warna benang. 
  6. Jangan menggantung tas rajut saat menjemur agar benang-benangnya tidak cepat molor. Kondisi yang masih basah, jika digantung akan terkena pengaruh gaya gravitasi yaitu sisa air jatuh/menetes ke bawah.


So, tidak terlalu angiil kan tata cara menyimpan dan membersihkan Tas Rajut. Ada yang mulai tertarik untuk menambah koleksi tas lagi? Seperti ketiga teman saya dari Banyuwangi yang antusias order tas yang saya pajang di atas tuh. Sekilas info saja, harga tas rajut yang model/warna merah maron dan orange + RP. 350.000,- dan yang motif zigzag adalah Rp. 370.000. Ukuran tas tinggi 30cm dan lebar 33cm x 11 cm, bahan handle dari kulit dan memiliki dua handle.

Kok sampai nyritain harganya sih? 
Kesempatan dalam postingan namanya, sapa tahu ada yang mau ikut-ikutan pesan tas rajut tho? Bisa kok jika mau pesan sesuai dengan desain yang personal, baik ukuran, warna, bentuk, pernak-pernik atau sekalian mau ditulisi nama pemilik tasnya? 

Oke…sekian dulu edisi postingan ala fashion blogger apalah-apalah. Silahkan inbox atau nulis di komentar bila ada yang tertarik ya?

18 comments: Leave Your Comments

  1. tetapi TAS bagi saya adalah nama perusahaan konsultan konstruksi, jalan dan jembatan, singkatan dari Trio Alsum Suropati...tentu berbeda dengan Tas rajut yang ditampilkan disini, sebuah tas hasil kreasi tangan yang oleh orang luar negeri sangat dicari dan dihargai sebagai sebuah karya seni yang mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trnyata ada kepanjangan yg lain ttg TAS ya? *kagum*

      Tas rajut saat ini sdh menjadi salah satu tas yg iconic ya pak.

      Delete
    2. pasti kagumnya sambil garuk garuk kepala nggak gatel kan?

      sepakat kak, kebetulan tas pinggang saya juga dibuatkan oleh ibue dengan rajutan dari tangannya langsung, hanya ada satu-satunya didunia jenis tas pinggang yang saya pakai ini kan jadinya...#cuhat

      Delete
  2. widih tas e apik2 mbak, dicantolke di grendel pntu sisan hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee....displaynya sak nemunya, gpp lah kan cuma buat poto beberapa menit kok mbak

      Delete
  3. Tas rajutnya bagus yaaa, suka n jadi tau cara merawatnya :)

    ReplyDelete
  4. Tasnya bagus, bagus banget malah. Tapi saya kurang bisa ngerawat tas yang begitu, sedikit rumit.

    Soalnya tas saya kalo gantung sembarangan. Itupun kalo saya gantung lebih sering langsung dimasukkan lembar hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semiripan dengan saya sih, kalau nyimpan tas hasilnya malah itu tas jadi rusak. Kini saatnya utk lebih perduli pada tas saya

      Delete
  5. Tas Rajutnya Bagus-Bagus Mba, memang kadang rada susah kalo gak tahu dan gak bisa merawat tas Rajut ini... terima kasih tips nya, sangat bermanfaat ...

    ReplyDelete
  6. Terima kasih atas tipsnya. Saya jarang merawat tas milik saya.
    Selalunya digantung saja tanpa simpan di dalam kantong kain (walau kantong kain ini biasanya ada diberi sekali ketika membeli)...:(

    ReplyDelete
  7. kalau saya sih mak, better tas rajut daripada tas merk ntuh yang sejuta umat makenya hihihihh apalagi tas rajut yang asli Indonesia, sukaaak. Di Jogja kemaren sempat pucing pala plinces masuk salah satu gerai tas rajut yang terkenal itu tuh, pantas saja ya harganya mahal heheheh
    eniwei, makasiiih maaak udah share tipsnya :*

    ReplyDelete
  8. tas rajutku cuma satu mbak hehehe makasih info perawatannya ya

    ReplyDelete
  9. tasnya bagus-bagus mbak...
    kualitas dan harga memang berbanding lurus... :)

    ReplyDelete
  10. Cieee ada fashion blogger. Bhahha
    Yg rajutan gini eman lebih detil pengerjaannya. Jdi, pantaslah mahal ya, Mbak.

    Warnanya manis2 banget!

    ReplyDelete
  11. Huhuhuuu makasih tipsnya. Aku punya 3 tas rajut harganya diatas 1 juta tapiii dikasih orang, jadi aku nggak cuci2 smp sekrang takut rusak hahahaaha norak.

    ReplyDelete
  12. iya, tas rajut sekarang lagi ngehits. banyak juga yang mulai melirik rajut jadi usaha jualan. :D

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.