Header Ads

Life is flowing in its story leaving history
  • What's News

    Deru Rindu Pengelana

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    Hamparan laut nan membiru
    Kicau dan tarian camar di siang itu
    Tak kuasa meredam rindu
    Nan menggelora dalam kalbu

    Debur ombak silih berganti
    Datang tanpa henti
    Menyuarakan kerinduan hati
    Pelaut di tepi pantai yang sunyi

    Ketika rindu memuncak
    Jiwa menjadi sesak
    Bumi sempit tak berjarak
    Kekasih pujaan pun slalu tampak

    Dalam pejam maupun terbuka
    Ia hadir di tengah mata
    Memanggil dengan kasih tak terkira
    Tanpa kata maupun suara

    Jiwa pun bertemu jiwa
    hingga raga tak kuasa
    Dipisah oleh jarak dunia

    Terpana oleh keindahannya
    Membisu seribu bahasa
    Mabuk dalam rasa
    Dari jutaan anggur cinta

    Kasih...dekapllah jiwa hamba
    Dan berikan selimut cinta
    Selamat dari panas asmara
    Damai dalam kasih mulia

    Ikatlah aku dengan belenggu rindu
    Pakulah dengan ketulusan jiwa
    Pasunglah dengan rantai asa
    Karena aku adalah cinta

    Ketika semua rasa
    Dari semua bentuk cinta
    Berkumpul dalam jiwa
    Raga pun tak mungkin kuasa
    Berdiam memendam gelora
    Nan menghantam tanpa jeda
    Tersiksa tapi bahagia

    Kala raga tak berdaya
    Dihantam jutaan rasa
    Maka tiada obat nan kuasa
    Menyembuhkan luka demi luka
    Yang diderita rongga jiwa
    Selain kemurahan yang dicinta
    Tuk menyapa budak asmara
    Walau hanya sekejap mata

    Dari angkasa kurangkai syair cinta
    Ratapan rindu sang pengelana
    Kepada lentera lentera dunia
    Yang menjadikan gelap tak berdaya...

    From WhatsApp
    Sudah dibaca semua bait-bait Deru Rindu Pengelana ? 
    Tak hanya dirangkai dengan kesungguhan sebagai puisi [ rima yang beraturan], tapi juga diksi yang digunakan memiliki makna religi. 

    Daaaannn…..pastinya pada gak yakin kan kalau puisi tersebut bikinan saya? 
    Yoiii, memang puisi tersebut karya Ustad Noval Bin Muhammad Alaydrus yang akrab dengan sapaan Habib Novel yang ditulis secara spontan saat berada di pesawat dalam rangka perjalanan Umrah beberapa waktu lalu. Maaf, untuk judulnya yang mungkin kurang KLIK dengan isi puisinya, maklum saya yang memberikan judulnya. Sebenarnya puisi tersebut di share via WA suami saya dan daripada hanya berada di WA, jadi ya ijin ke suami untuk dijadiin postingan deh. Alhamdulillah diperkenankan pula oleh Habib Novelnya.

    Habib Novel adalah pendiri dan pengasuh Raudhatul Jannah  yang melakukan syiar dakwah melalui kegiatan kajian, dakwah dan dzikir. Bagi yang berada di berdomisili di Solo, tentu bisa menemukan alamatnya yaitu di  Markas Dakwah Majelis Ilmu dan Dzikir Ar Raudhah Jl Dewutan No.112 Semanggi Ps Kliwon Solo. 

    Bagi yang ingin melengkapi koleksi MP3 yang untuk pengkayaan keIslaman, silahkan melaju ke http://ar-raudhah.info/ ada MP3 islami yang recomended untuk memanjakan telinga dan menentramkan hati. Atau bisa juga media sosial Ar Raudhah di:
    1. FB Ar Raudhah di https://www.facebook.com/majelis.ilmu.dan.dzikir.arraudhah
    2. Twitternya https://twitter.com/majlisarraudhah
    3. Youtube : https://www.youtube.com/user/arraudhahsolo 
    Dalam berbagi dan Sounding salah satu Majelis Ilmu dan Dzikir, Semoga ada secercah pencerahan yang membawa diri kita menjadi umat Islam yang Kaffah. Aamiin:)



                 ♠ Facebook | Twitter | Instagram | Linkedin 



    7 comments:

    1. untung ada penjelasannya jika puisi Deru Rindu Pengelana ini ciptaan pak ustad, padahal mau tak puja dan puji jeh...aiih ternyata ibu yang tomboynya tragis ini jago berpuisi juga rupanya....gituh tadinya saya mo bilang teh...ngga jadi deh ah

      ReplyDelete
    2. Terima kasih mbak. Harus ke sana nih.

      ReplyDelete
    3. Habib Novel, jadi teringat bukunya yang laris manis, satu di antaranya adalah tentang maulid.

      ReplyDelete
    4. Makna puisinya dalam ya mbak...
      Aku sendiri baru tau nama Habib Novel.. :)
      Makasih utk berbagi informasi ya Rie :)

      ReplyDelete
    5. .Dalam banget isi dari puisinya yah, Baru dengar juga nih tentang Habib Novel.
      .Hmm, kata-kata yang berhasil dibuat secara spontan itu pasti berkat imajinasi beliau yang Wonderfull. hehe
      .Nice Share. :)

      ReplyDelete
    6. Puisinya memang super keren banget mbak

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad