WHAT'S NEW?
Loading...

Spektrum Ramadhan

Membaca sebuah kolom dari media cetak nasional yang mengulas pokok bahasan: Pertobatan  Kolektif berjudul Ramadhan, softly but deeply membuat saya ‘tersindir’. Awalnya saya tak begitu aware dengan kolom yang disajikan secara terjadwal itu, tapi setelah beberapa kali seorang teman bercerita kalau ulasanya menarik dan membumi dengan bahasanya yang ringan, saya pun jadi tergoda untuk mengikuti hadirnya kolom tersebut. Bagi yang setiap hari rajin mengawali hari-harinya dengan membolak-balik halaman koran Jawa Pos, tentu sudah tak asing lagi dengan nama Kika Dhersy Putri. Dan untuk tema yang diberi judul: Pertobatan  Kolektif berjudul Ramadhan, saya tertarik untuk mendokumentasikannya dalam versi resume di blog sebagai pengingat untuk diri saya sendiri. Alhamdulillah jika bisa jadi wacana bagi yang belum membaca ulasan pada rubrik tersebut dan Bismillahirrahmaanirrahiim inilah versi singkatnya dan semoga tidak mengurangi keutuhan makna dari ulasan versi lengkapnya:
------------------------------------------------------------------

Terlepas bagaimana kesehariannya, pada Ramadhan semua orang punya alasan yang tepat untuk bertobat dan berusaha jadi lebih baik: untuk menjaga ibadahnya, lidahnya, matanya, hatinya serta berusaha lebih baik dari pada hari-hari lainnya atau bulan-bulan sebelumnya. Karena dikerjakan secara kolektif, semuanya jadi lebih mudah dengan konsepnya: sama rata sama rasa. Lapar sama lapar, sabar sama sabar, baik sama baik dilakukan secara ‘berjamaah’, baiknya adalah semua orang jadi saling menjaga atau minimal saling merasa sungkan untuk tidak melanggar aturan.

Tapi sayangnya, hal tersebut [seringnya] temporer, kadang [tanpa disadari atau sengaja] menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan pencitraan sekaligus bulan pamer. Bercitra paling beriman, bertaqwa, paling beramal. Berbagai usaha berbuat baik tersebut, muncul satu pertanyaan: Apakah saya ingin jadi baik karena memang ingin atau karena tergoda oleh iming-iming hadiah dari Allah SWT? Ibarat game, Ramadhan adalah game [berlomba berbuat baik] dengan peserta terbanyak untuk mengumpulkan poin yang paling banyak. Sebagai bulan penuh keutamaan, pada Ramadhan memang ditawarkan promo pahala, poin-poinya dilipatgandakan beratus kali.


Apakah manusia sejatinya memang pamrih dalam bertindak dan berbuat? Jika dan seandainya sebulan penuh diwajibkan puasa tanpa iming-iming pahala apakah masih tekun dan menjalaninya dengan sepenuh hati?  Bagaimana jika surga dan neraka ternyata tidak ada, apakah masih akan tetap beribadah dengan ikhlas dan tanpa pamrih? Jika Ramadhan berlangsung 12 bulan, akankah manusia-manusia menjadi lebih baik? Akankah kita berperilaku seistimewa pada Ramadhan? Mungkin karena Ramadhan hanya berlangsung 30 hari, kita berusaha menguat-nguatkan diri untuk mencapai tingkat tertinggi. Paling tidak, bisa saja terbersit sekilas dalam hati, “ udahlah, nggak papa kan Cuma 30 hari, masakh nggak bisa jaga perilaku ?” Jadi, seolah-olah selepas bulan ini, kita siap dengen serentetan balas dendam.

Kalau benar manusia berbuat baik karena bulannya, Tidak karena hatinya, saya sendiri harus mulai mengasihani diri sendiri. Semestinya sih, Ramadhan bisa jadi bulan  training intensif, bulan latihan. Semua kebaikan dan kemudahannya seharusnya diaplikasikan pada bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan. Tetapi kenapa kita masih sering “hangat-hangat tahi ayam?” Kita hanya baik pada Ramadhan dan mungkin beberapa hari sesudahnya. Selanjutnya, sama saja seperti sebelumnya [yang kurang baik], mengentengkan dosa dan memenangkan nafsu. Kenapa oh kenapa? Maka senyampang dalam Ramadhan, mari bertekad sepenuh hati jadi orang lebih baik, berusaha memudahkan diri sendiri dan memfasilitasi agar orang-orang yang kita sayangi bisa jadi pribadi yang lebih baik. Semoga masih diizinkan jadi lebih baik tanpa menghakimi dan tanpa menjadi hipokrit.....[Jawa Pos, Rubrik Halau Galau] 
------------------------------------------------------------------------------------


Keep on fire in Ramadhan...semoga suksesnya pencapaian ibadah di bulan Ramadhan akan menjadi spektrum yang membias dalam keseharian kita selanjutnya...







126 comments: Leave Your Comments

  1. MAri kita kembalikan pada pribadi masing2 ya Rie..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sipp Mbak, karena ibadah adalah urusan vertical dan bersifat private. Penulisnya rubrik tersebut [menurut saya] juga hanya mengkilas balik internal dirinya sebagai wacana koreksi diri

      Delete
    2. bner banget, tp namanya orang, sifatnya berbeda beda. namun, kita hanya bisa mendoakan saja. Dan semoga, pribadi kita menjadi lebih baik...

      Delete
  2. Semoga Ramadhan ini bisa jadi bulan training intensif, bulan latihan bagi saya.

    Semua kebaikan dan kemudahannya bisa kita aplikasikan pada bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan.

    "Menjadikan Ramadhan sebagai momentum training"

    SEMANGAT!:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya pribadi juga berharap dan berusaha agar Ramadhan menjadi bulan training yg isentif untuk menambah bekal diri dalam meniti hari2 di luar ramadhan...keep on fire with Ramadhan:)

      Delete
  3. merem meleh nih bacanya, habis sahur.. :D

    spektrum?
    hadiah dari Allah sepertinya tidak masalah, selagi hal tersebut tidak termasuk ke dalam riya'.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spektrum? hehehe...ambil judulnya pas yang terlintas kata-kata tersebut..

      Delete
  4. agar lebih selamat, kita murnikan niat dalam berpuasa, hanya mencari ridhonya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, sepakat...semoga saya pribadi bisa memperbaiki niat dan pelaksanaannya dengan lebih baik:)

      Delete
  5. Ramadhan adalah bulan kemeriahan bagi2 bonus dari Allah... heeeeeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bonus-bonus yang diberikan untuk dijadikan bekal pada hari-hari di luar Ramadhan tentunya

      Delete
  6. ehnm, iya bagus pembahasanya.. ringan dan mengena. apalgi yang ini nie : Kalau benar manusia berbuat baik karena bulannya, Tidak karena hatinya,...

    jadi kalau krena bulannya, begitu dia lewat. ud kembali lagi ke wujud asalnya.. hehehe. ya ga? itu si menurut saya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Point yg hendak disampikan oleh penulis, in this case, dia menokohkan dirinya sndiri dan tak ada maksud utk menjudge orang lain.

      Pada moment yg super special Ramadhan, idealnya memang disambut dengan niat hati bukan semata-mata karena bulannya...itu refresh diri yang direnungi oleh sang penulis----> ini juga penafsiranku terhadap tema yg diangkat dalam rubrik tersebut.

      Delete
    2. ehm, gitu ya. jadi penulis sendiri yang menjadi objeknya ya, ehm. menarik juga, kenapa mba ga coba nulis di rubik itu juga?

      Delete
  7. saya setuju mbak bulan ramadhan dikatakan sebagai bulan latihan untuk mengatur segala hal yg tak baik didalam pikiran kita.
    hanya saja ya itu, kebanyakan setelah lepas Ramadhan pasti banyak yg memperlakukan bulan lainnya seperti bulan biasa saja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, bulan latihan agr meskipun mengalami fluktuasi keimanan...sesering mungkin bisa menghadirkan 'spirit Ramadhan' pada bulan-bulan lainya:)

      Delete
  8. Subhanalloh,,,
    Semoga Ramadhan Kita berkah... Amin,
    Selamat menjalankan Ibadah Puasa... :)
    Hadir selalu di sini, ijin share : MP3 Inspiatif Bag. XVIII, ditunggu commentnya Sob, Thanks, Salam bLogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, selamat menjalankan ibadah du bulan Ramadhan yaa...

      Salam blogger jugak

      Delete
  9. mbak jadi merenungkan kata-kata "Semoga masih diizinkan jadi lebih baik tanpa menghakimi dan tanpa menjadi hipokrit....."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dunk pak, harap saya juga demikian, semoga diizinkan dan diberi hidayah untuk bisa jadi lebih baik:)

      Delete
  10. sepertinya itulah kenyataan yang terjadi pada fenomena bulan ramadhan ini, tak berprasangka pada siapapun, saya sendiri sering merasa ingin balas dendam pasca ramadhan...
    istilahnya yang dipakai bagus "hangat hangat tahi ayam.."
    lucu tapi aku gak mudeng maksute... yo'opo rekk....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksud dari istilah tersebut adalah..bersemangat di awal-awalnya saja..#semoga gak salah neh menerjemahkan maksudnya

      Delete
  11. bercitra paling beriman, bertakwa, beramal. hmmmm, bener juga ya. duh, semoga saya selalu diberi hati yang ikhlas dalam beramal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, semoga bisa diberi hati yang bisa ikhlas dalam segala amal perbuatan:)

      Delete
  12. Hm.... sejatinya sih, kita tidak menjadikan bulan Ramadhan sebagai satu-2nya bulan untuk mencetak pahala dan meminimalisir dosa.... Karena kesempatan untuk meningkatkan timbangan pahala dan mengurangi kadar dosa dapat kita laksanakan di segala waktu, sepanjang tahun... tak hanya Ramadhan...

    Tapi...... Allah menginstimewakan bulan khusus ini bagi seluruh hambaNya, untuk berbuat kebajikan, mengukir pahala dan mengurangi dosa2 yang telah tercipta. Ibaratnya musim discount/sale, inilah kesempatan paling baik bagi kita, untuk mempergunakan moment special ini dalam mempersiapkan diri menjadi pribadi2 yang mulia dan bertaqwa...

    Lalu apakah kita tak hendak mempergunakan momen 'sale' ini? Sayang banget dunk jika kita melewatkan kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun ini..?

    Dan tentunya, ini tak berarti setelah masa 'sale' (baca momen special anugerah Ilahi) ini, lantas kita kembali kepada diri kita yang dulu... yang sesukanya menabur dosa misalnya....

    Tentu kebaikan yang telah terukir, segala perbuatan baik yang telah terbiasa kita laksanakan dalam sebulan ini, wajib kita lanjutkan di bulan2 berikutnya, JIKA kita ingin menjadikan diri menjadi pribadi yang mulia dan bertaqwa...

    Begitu barangkali ya Rie?.... trims atas ulasannya.... very2 nice topik. Thanks for share.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku menangkapnya juga demikian Mbak...mengoptimalkan diri meraih masa 'sale' di bulan super special Ramadhan dan berharap Tentu kebaikan yang telah terukir, segala perbuatan baik yang telah terbiasa kita laksanakan dalam Ramadhan ini, bisa kita lanjutkan di bulan2 berikutnya, JIKA kita ingin menjadikan diri menjadi pribadi yang mulia dan bertaqwa...

      # Great Mbak Al...

      Delete
  13. Dan itulah kenapa ada surga & neraka,ada tempatnya manusia yang dekat dengan Tuhan'a setiap saat ada juga yang dekat dengan Tuhan'a saat tertentu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyap...mau ke surga atau neraka adalah pilihan, getu ya bro?

      Delete
  14. saya tidak pernah membaca kolom lengkapnya, tapi setelah membaca ulasan-nya di sini..saya jadi bertanya, apakah benar tulisan ini mencurigai ataukah menuduh secara langsung dan tidak langsung kepada para hamba ALLAH yang sedang berpuasa,...mau pamer atau bukan, bukanlah hak kita menghakimi, karena hanya ALLAH YANG MAHA TAHU tentang prilaku hamba-NYA, sejujur-nya saya malah senang kalau hamba ALLAH berlomba-lomba berbuat kebaikan, urusan apakah ada kepentingan lain didalamnya, biarlah ALLAH yang menilai...salam Ramadhan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya melihatnya sih bukan menunduh, tapi semacam renungangan...bertanya pada diri sendiri. Saya yakin sang penulisnya juga paham kok bahwa ibadah adalah urusan vertical dan bersifat private. Jadi saya menganggap ulasan 'renungan' diri dalam rubrik di atas merupakan salah satu cara mengkilas balik internal diri sebagai

      Delete
  15. Wah wah dari Grup Jawa Pos ya. Hieiheiheiheiheihieiehiehiehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya karena kita satu grup. Saya di Pontianak Post, anak atau satugrup dengan Jawa Pos News Network.

      Delete
  16. amin. Semoga setelah Ramadan pun kita masih mampu menjadi pribadi yang baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnya panjang amat, sampai ngantuk niih, met sahur ya ??

      Delete
  17. Bagaimana jika surga dan neraka ternyata tidak ada, apakah masih akan tetap beribadah dengan ikhlas dan tanpa pamrih?..

    ini kajian yang aneh menurutku, tapi saya tdk akan membahas disini tapi di http://www.mediarobbani.com/2011/07/bolehkah-beribadah-karena-mengejar.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kan bukan kajian mas, dan kalau gak salah ada tuh syair lagu yang dinyanyikan [alm] Chrisye apa Dewa ya? LUpa sapa yg nyanyiin, hanya ingat penggalan liriknya JIKA surga dan neraka tidak ada, apakah masih beribadah dengan ikhlas...

      Konteks 'JIKA....' tersebut, tentu merupakan pertanyaan [kalau saya pribadi] itu pertanyaan untuk tingkat keikhlasan tingkat tinggi. Seperti halnya pernah saya dengar seorang ustadz bilang, bukan pahala yg mestinya kita jadikan tujuan dalam ibadah tapi demi mendapatkan Ridhlo Ilahi. Jika dapat Ridhlo Ilahi, otomatis pahala/surga/kenikmatan dunia-akherat include di dalamnya kan?

      Dan kalau mau dilanjutkan...asli ilmuku gak nutut buat mbahas topik 'seberat' itu...hehehehe

      Dan soal bolehkah beribadah karena mengejar pahala, jelas sangat boleh dan dibenarkan dalam Al-qur'an

      Delete
  18. Gak pernah baca koran, Ririe. Jadi gue nimbrung disini aja! Bukannya pengen menggurui tapi gue pengen mengepalasekolahi!

    Tentu gak bisa dibilang jelek, kan orang yg giat beribadah? Apalagi itu di bulan Ramadhan. Kolektifitas lebih condong pada kesadaran masing-masing, bukan pada salah satu macam ibadah. Gak setuju aja kalo Ramadhan dikatakan sebuah game, dimana orang berlomba dapet poin/pahala. Siapa yg berani ngejamin kalo ibadah kita itu diterima Allah? Bukankah kita diharuskan tawakkal setelah kita berikhtiar? Ibadah apapun adalah ikhtiar kita, diterima apa gak poin2 kita, itu tetep urusan Allah.

    Biarlah orang memilih momentumnya sendiri2 untuk bertobat. Jika itu bertepatan dg bulan Ramadhan kan pas bgt, dimana sgala macem ibadah, poinnya berlipat ganda.

    Yah, namanya iman kan pasang surut, kebetulan gak kebetulan, ramadhan adalah bulan yg tepat untuk pasangnya iman. Gak tau entar surut lagi pas abis ramadhan. Gak mungkin malah kebalik, kan? Semata-mata Ridha Allah yang kita cari, bukan sekedar pahala dan surga. ;-)

    selamat berbuka puasa, Rie!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weleh-weleh ada Pak kepala sekolah hadir membawa hidangan buka puasa tho?

      ngapunten Pak, kadosipun kok mboten wonten ingkang sanjang awon babagan tiyang ibadah. Kagem picaturan setuju punopo mboten...inggih mboten dipun larang kok. Naminipun pendapat, mestinipun kathah mboten sami...

      #hedew..kok susah nulis jowo ya..

      Ya intinya dalam ibadah mmg urusan vertical dan bersifat private, siapa yg berhak menilai ya tentu hanya ALLAH Ta'ala. Do the best..let's GOD take the rest..dan saya sependapat neh : Semata-mata Ridha Allah yang kita cari, bukan sekedar pahala dan surga. ;-)

      Delete
  19. wah selamat puasa sobat sobat, semoga menajdi pribadi yang lebih baik. dan makin diridoi Allah selalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat berpuasa juga ya...semoga makin di ridhoi Allah SWT selalu:)

      Delete
  20. memang bulan promo itu bener-bener ada dan kita nggak salah jika memanfaatkan demi bertabur bonus dan diskon. cuma saat nanti tak lagi ada bonus setelah sebulan ini, apa ya kita nggak belanja buat memenuhi kebutuhan hidup. tetep berbelanja bukan? dan kebutuhan senantiasa terpenuhi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip Pak, memanfaat moment special dan tetap bisa penuh spirit saat 'shopping'~ ibadah dan perbuatan di luar Ramadhan

      Delete
  21. Mbak rie, kalau ramadhan orang baerbondon2 ke masjid tapi selepas ramadhan ilang clink, tapi itu salah satu khas nya ramadhan bisa kerasa suasana kekeluargaannya yang keren :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoohoho..cie-cie..yang Ramadhan bersama selalu dengan segenap keluarga. AKu kan jauh dari keluarga euy...huaaa

      Delete
    2. heheh gag juga terus bersama kan kadang ada yang kerja mbak rie, ibu kadang masuk malem jadi gag bisa traweh bareng :D

      Sendiri kan tetep ada teman2 yang bisa diajak barng2 ibadah :D

      Delete
  22. Ramadhan adalah bulan penuh DIKLAT, satu bulan yang merangkum seribu bulan.. Saat yang tepat untuk merevolusi diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. merevolusi diri yg akan menampilkan performance insani yg lebih bercahaya selanjutnya

      Delete
  23. Saya ragu mbak, mungkin manusia memang bekerja secara pamrih. Kalau ramadhan jadi 12 bulan, pastinya ramadhan akan terlihat biasa mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Adanya reward mmg menjadi salah satu sumber semangat..dan semoga reward tertinggi by the time bisa menuju pada pengharapan Ridhlo ILahi:)

      Delete
  24. hmmm semoga kita gak tobat tomat ya mbak Rie. Saat Ramadhan tobat, setelah lebaran kumat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah istilah baru neh..Tomat, tobat terus kumat lagi...bisa aza neh Mas Lozz bikin istilah

      Delete
  25. Semoga kita tetep rajin ibadah meski bukan ramadhan. :D

    ReplyDelete
  26. Pernyataan itu memang benar adanya. Manusia cenderung ada pamrih di hatinya. Termasuk iming-iming pahala. Hanya berharap imbalan dari Allah adalah pamrih yang di bolehkan kan???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat dibolehkan berpamrih pahala, toh mmg pahala dijanjikan utk orang-orang yg rajin ibadahnya dan suka berbuat baik

      Delete
  27. Terima kasih banyak untuk artikel Spektrum ramadhannya sobat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga spektrumnya semakin banyak warna baiknya...amiin:)

      Delete
  28. hmm, bisa dikatakan kalo ramadhan kita semngat, tapi stelah itu semangatnya memudar,

    hmm.. hidayah Allah akan datang pada orang yang dikehendaki-Nya, dan semoga kita termasuk ke dalam orang yang diberi hidyah-Nya, sehingga ibadah yang kita jalankan akan berkesinambungan bahkan setlah ramadhan dan ikhlas hanya untuk Allah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sendiri masih demikian Mbak...kadang susahnya bersemangat seprti saat Ramadhan...#maluuuu

      Semoga kita termasuk ke dalam orang yang diberi hidyah-Nya ya Mbak, sehingga ibadah Akan berkesinambungan bahkan setelah ramadhan dan ikhlas hanya untuk Allah :)

      Delete
  29. merenung dulu ah baca ostingan diatas *liat ke diri sendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga saya juga bisa melihat diri sendiri dan bisa memperbakinya:)

      Delete
  30. hihi, takut menilai bagaimana orang lain sy mbak.
    kembali kediri sendiri, masih banyak aib yg musti diselesaikan

    oia, mainannya udah sampai belum yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya gak takut tapi GAk bisa meilai...lha kan ibadah urusan personal yang mengetahuinya hanya sang pelaku dan Allah SWT.

      Btw, paketnya sudah nyampe..mau ngabari via sms tapi di paketnya gak ada IDmu Mbak.

      Terima kasihh banget ya...semoga berkah dan makin sukses:)

      Delete
  31. yaa... semoga ke depannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik...

    ReplyDelete
  32. Mudah-mudahan langkah menjadi diri yang lebih baik di bulan ramadhan tetap diipertahankan setelah ramadhan. Baiknya perubahan itu bukan karena sebuah moment.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp, sepakat...perubahan itu dr keinginan hati ya sob:)

      Delete
  33. Replies
    1. hadhoooh, maaas, iku ngunu masio adhiku sing TK pesenne yo ngunu.... Mari kita lebih baik...

      nggak stumon banget gitu loh....

      Delete
    2. @ Mas SM: hayuukkk...

      @ Nurul: Ciee....punya adik TK tho?

      Delete
  34. Jadi ingat perkataan seorang guru Mbak Ririe
    'Kalau bulan Ramdhan aja tidak bisa apalagi diluar bulan itu rasanya sulit untuk melakukannya'
    dan 'Beribadah harus dilakukan bagaikan Orang buang Hajat'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau di luar Ramadhan terus kita puasa jd berasa di luar negeri..#EH

      Delete
  35. super sekali postingannya sungguh penuh makna..
    dan aku tertarik dengan bahasa 'Ramadhan bisa jadi bulan training intensif, bulan latihan' karena hampir sama dengan postinganku..
    salam kenal dari yah sahbtku.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sediakannya bulan Ramadhan mmg tak hanya utk meraih poin-2 plus ibadah tapi juga utk ajang pelatihan diri..

      #Sama yak postingan kita? *KOMPAK*

      Delete
    2. benar sekali sahabatku..
      iyaa kompak bin kompak.. hehehe..
      terima kasih yah kekompakkannya, aku suka.. :)

      Delete
  36. semoga qu dapat hikmah dan barokah menjadi lebih baeik ,, aamiin ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tups...hikmah dan barokah semoga mengalir setiap saat:)

      Delete
  37. pas bagian,

    "Bagaimana jika surga dan neraka ternyata tidak ada, apakah masih akan tetap beribadah dengan ikhlas dan tanpa pamrih?"

    Ya Rabb, mau nangis saya mbak Rie :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kali pertama saya mendengar pernyataan senada adalah saat mengikuti training motivasi diri, kemudian dari lirik lagu duetnya Dewa dan [alm] Chrisye. Bagi saya itu sungguh pertanyaan yang sangat menyelidik dan membuat saya bertanya pada diri sendiri juga Mbak..

      Delete
  38. Harapannya sih, setelah ramadan, akan terus beribadah sebaik mungkin ya, Rie. Saling mendoakan aja, deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak semoga kita semua [umat muslim] berhasil menjalankan ibadah puasa tak hanya sekedar menahan segala godaan di bulan Ramadhan juga tapi selanjutnya di bulan-bulan berikutnya.

      DAn semoga kita masih diberi kesempatan banyak bertemu Ramadhan berikutnya dalam kondisi sehat dan iman yg lebih baik

      Delete
  39. Replies
    1. Selamat malam...#njawabnya sdh malam soale

      Delete
  40. klo ibadah di bln puasa lbh neningkat dr bln lainnya itu mimi rasa harus say..krn janji Allah sdh jelas utk beramai ramai mengejar rahmat hidayahNYA yg emg lg diskon gede di bln ramadhan ini.
    terlepas dr ramadhan kita kembali ke tabiat sblmnya..itu sbnrnya kembali ke manusianya jg. smg kita mjd makhlukNYA yg tetap teguh mrnjalankan perintah dan menjauhi laranganNYa . Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, di Ramadhan intensitas ibadah meningkat dan semoga di luar Ramadhan tetap bisa menghadirkan spirit Ramadhan dalam segala amal perbuatan...Indahnya Ramadhan:)

      Delete
  41. seperti kotak ajaib bernama televisi, jangan sampai kita maruk akan ramadhan, oke maruk sih boleh, wajib bahkan, tapi jangan sampai begitu bulan ini berlalu, apa yang kita lakukan kembali lagi seperti sebelum2nya,...

    Semoga Ramadhan membawa jejak kebaikan yang membawa kita menjadi lebih baik hingga ramadhan berikutnya, berikutnya, dan berikutnya.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bulan Ramadhan ternyata juga merupakan moment marketing tak hanya sale dan bonus pahala, tapi program TV pun bersaing dengan aneka tayangannya yang 'sopan' dan akan langsaung back to ussually saat hari raya ketupatnya datang.

      Delete
  42. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Pikiran yang positiv dan tindakan yang positiv akan membawamu pada hasil yang positiv.,.
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip..tengkyu untuk motivasinya ya sob:)

      Delete
  43. ramadhan membawa dampak besar di dunia dan di akherat... :)

    ReplyDelete
  44. mak jleb rasanya baca postingan ini. Seharusnya bukan hanya di bulan ramadhan kita mendekatkan diri kpd Allah, dan memperbanyak ibadah, tapi di bulan2 yg lain hrsnya ttp dijaga. Jgn sampai hanya temporer saja, ato sekedar ikut2an.
    Met berpuasa ya.. moga hari ini lbh baik dr hari kemarin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, Semoga Ramadhan meninggalkan jejak kebaikan yang membawa kita menjadi lebih baik hingga ramadhan berikutnya, berikutnya, dan berikutnya.....

      Delete
  45. itu manusiawi ya.... konsisten itu susah heheheheheehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Grafiknya manusia itu fluktuatif ya sob:) Pengennya sih bisa linear dengan berjalannya waktu...meski fluktuatif tp saat di tarik garis lurus bisa ada trend yg menanjak...AMIIINNN

      Delete
  46. wahhh kalau gitu mari kita berburu pahala di bulan yang penuh berkah ini mba :)

    ReplyDelete
  47. semoga pada romadhon kali ini menjadi kan kita menjadi lebih baik untuk menyambut romadhon yang akan datang ....postingan yang patut di baca thanks dah share :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, semoga kita bisa meraih 'kesuksesan' Ramadhan:)

      Delete
  48. semoga bulan yang penug berkah ini kita memperoleh hasil yang maksimal dalam segi kebaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. DAn semoga kita masih diberi kesempatan banyak bertemu Ramadhan berikutnya dalam kondisi sehat dan iman yg lebih baik

      Delete
  49. mengena sekali. saya kira mental masyarakat kita memang masih seperti itu. ramadhan dianggap ajang tahunan untuk berdagang dengan Tuhan sambil pamer dengan sesama. memang perlu dikasihani orang yang bermental demikian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa jadi renungan bersama dan bisa jadi motivasi untuk memaknai Ramadhan secara lebih baik:)

      Delete
  50. Wah, belum posting lagi nih ? :D

    ReplyDelete
  51. Semoga kita semuah termasuk dari orang2 yang di teguhkan ke imananya oleh Allah swt. dan Selamat menunaikan ibadah puasa dan menjadi insan yg mutaqin..

    ReplyDelete
  52. smoga ramadhan thn ini kuta dpt meningkatkan kualitas ibadah kita n lebih baik dari ramadhan sebelumnya.. :)
    trims sdh berbagi info nya mba :D

    ReplyDelete
  53. Mari gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya hehe

    ReplyDelete
  54. Ditunggu postingan barunya. Masih diprocess ya? masih digoreng hehehehehhee

    ReplyDelete
    Replies
    1. weheee...jadi malu neh kelamaan up date-nya:(

      Delete
  55. Ramadhan datang mengusung segudang pahala,
    Ditebarkan buat mu'min yang berpuasa,
    Mari kumpulkan pundi-pundi kebaikannya,
    Agar menjadi manusia yang paripurna.....

    ReplyDelete
  56. saya suka kata-kata terakhirnya..
    "semoga suksesnya pencapaian ibadah di bulan Ramadhan akan menjadi spektrum yang membias dalam keseharian kita selanjutnya"

    -maknanya dalam sekali.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Spektrum yang akan mewarnai tiap pixel gerak langkah, kata dan nafas kita..amin:)

      Delete
  57. yaaay, benar2 'nendang' ini Mbak...

    makasih udah share ya Mbak, makasih udah mengingatkan, mari kita terus istiqomah tetap selalu berbuat baik meskipun Ramadhan telah berlalu kelak...

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.