Waktu [dan] Padi Menguning

Wednesday, March 07, 2012


Tahun demi tahun berlalu, purnama datang dan pergi pada titian garis edar mengantar hitungan bulan. Hari-hari yang merangkumkan dalam bingkai minggu pergi melaju, sehingga jam dan detik mengesahkan tiap nadi berdetak teratur
merentakan segenap organ kehidupan.
Prolognya kok jadi alay begini ya?


P

adahal  Bismilllahirrahmaanirrahiim hanya ingin membuat postingan sesaat setelah melihat hamparan sawah yang menawarkan pemandangan padi sedang menguning. Sebenarnya bukan pemandangan baru, toh saya lahir dan di besarkan dari lingkungan/keluarga petani. Demikian juga saat saya menjejak lingkungan kerja, lokasinya tempat kerja juga terhitung di daerah pinggiran. Apalagi lokasi kantor yang sekarang, mewah ~ mepet sawah~ asli. Setiap kali memandang keluar melewati bingkai kaca langsung bisa menikmati hamparan sawah. Kadang kalau melihat padi menguning, selintas pikiran hinggap “ perasaan baru kemarin (baca: belum lama) melihat sapi yang ditarik si pemilik untuk membajak sawah kemudian esoknya ditanami ~ tandur wineh ~ ternyata sudah mau di panen (lagi)? Hemm, time fly so fast or it just my feeling
Iya tentu saja hanya perasaan saya karena tidak ikut terlibat dalam proses bertanam padi hingga masa panen tiba. Bagi sang petani rentang waktu tersebut tentulah relative lama. Penyiapan lahan untuk siap digarap, benih untuk ditanam, memupuknya dengan harga pupuk yang tidak murah, merawatnya dari persaingan gulma dan rumput, serta serangan hama-hama lainnya, yang semua itu membutuhkan perjuangan dan pengeluaran uang/tenaga yang tidak sedikit. Dimana dalam kurun waktu sampai bisa panen, masih ada kebutuhan hidup keluarga yang harus di penuhi. Jadi tidak heran ada suatu daerah yang warga laki-laki produktifnya pergi ke kota setelah musim tanam untuk menjadi buruh/kuli dan baru pulang lagi ke desanya saat panen menjelang. 
Sungguh masa penantian yang penuh perjuangan dan diwarnai harap-harap cemas kalau panen gagal semisal padi yang roboh oleh hujan deras mengguyur atau serangan hama wereng yang mendadak bisa melibas padi yang siap panen dalam sekejap. Jika hal ini terjadi, hasil panen bisa berada pada titik BEP ~ Break event point ~ saja sesuatu yang langka dan yang sering diterima oleh petani adalah modal tidak balik (tanpa menghitung jumlah tenaga sendiri dan waktu yang digunakan). Dan bahkan ketika panen bisa di jemput yang biasa disebut dengan panen raya, masih saja ada kenyataan pahit yang harus di telan dengan ikhlas yakni harga jual jatuh !

Jadi kalau hendak diperbandingkan dengan kehidupan nelayan, sebenarnya peluang kesejahteraan nelayan HARUSnya lebih  baik dari petani karena luas lahan (lautan) yang sedemikian luas (dibatasi ZEE) untuk melaut, setiap hari bisa berangkat mencari ikan, tidak tergantung musim hujan dan tidak terganggu oleh musim kemarau. Break time ’nya adalah jika bulan purnama dan atau cuaca yang kurang cooperative yang bisa dimanfaatkan untuk maintenance jala/jaring, kapal/perahu dan tool menangkap lainnya. Jika saya bilang seperti ini karena saya tahu bagaimana dinamika kehidupan petani dan seperti apa harusnya peluang masyarakat nelayan. 


Tapi semua kembali pada hukum sawang sinawang, karena secara actual dalam hal ini (untuk kehidupan dunia nelayan), saya menuliskan berdasarkan apa yang saya lihat dan teori di atas kertas yang saya baca. Dan sebelum (saya) semakin jauh sok tau’nya tentang nelayan dan lautan, kembali Padi yang menguning dan waktu, seakan memberi saya sebuah buku terbuka untuk dibaca.

Kembali teringat sebuah peribahasa yang sangat akrab diajarkan saat sekolah: Seperti padi yang semakin bertambah umur (menguning) akan semakin merunduk ~maaf lupa susunan persisnya kalimat peribahasa tersebut ~ dan dengan mengambil analog/filosofi padi menguning yang merunduk, MAKA semestinya saya (kita) bisa belajar untuk berpikir dahulu sebelum mengeluh, bahwa ketika sedang bersedih dan dalam situasi yang kurang baik tetap harus bisa bersyukur karena masih di beri kehidupan. Sebelum nggrundhel kehujanan waktu naik motor, mestinya ingat akan orang (jaman dulu) yang menempuh jarak ribuan KM dengan berjalan kaki. Saat  hendak merasa nelongso tidak semapan orang lain, bahwasanya di luar sana banyak orang terpaksa harus jadi peminta-minta hanya untuk mendapatkan sesuap nasi. Manakala hendak mengeluhkan pekerjaan kita, seyogyanya merenungkan dulu bahwa sekian ribu saudara-saudara kita masih menjadi tenaga kerja pasif. Jika hendak mengeluhkan pasangan, semoga bisa ingat di luar sana masih banyak yang belum dipertemukan dengan jodohnya. Kalau kesabaran hendak running out oleh ulah sang buah hati, hendaknya ingat banyak pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan. Tentunya masih banyak hal ‘menunduk’ lainnya ~ down to the earth ~ akan menjadi energizer/bahan bakar yang bisa menyalakan lentera kebersyukuran terhadap apapun yang kita miliki saat ini. 
 Saya Orang - orangan di sawah

Dan silih berganti panen padi dari sawah yang ada di sebelah kantor ~ saya amati dalam setahun bisa panen 3 kali karena irigasinya lancar~ setiap kali melihat tanaman padi yang menguning, selalu menghadirkan rasa takjub: (I feel) the time is running fastly.  Setiap detik adalah sangat berharga, demikian yang sering kita dengar. Jika mau tahu apa arti pentingnya waktu semusim, tanyalah pada petani. Jika ingin tahu betapa pentingnya waktu sebulan, tanyalah pada ibu hamil. Jika ingin tahu arti pentingya waktu sehari, silahkan ngobrol dengan pekerja yang dibayar secara harian (borongan), kalau ingin tahu artinya waktu 1 jam silahkan ikut menunggu di depan ruang operasi. Kalau mau tahu bagimana bermaknanya hitungan menit, datanglah mepet saat akan naik pesawat atau Kereta Api. Dan jika ingin tahu bagaimana pentingya waktu dalam hitungan detik, maka 'nikmatilah' saat berada di traffic light  demikian concern memperhatikan display angka (yang menunjukkan jumlah detik) agar segera light On green (jika tersedia timer), atau betapa confidential sedetik bagi seseorang yang terlepas dari bahaya maut kecelakaan dalam jeda detik? Dan betapa pentingnya (menentukannya) arti milidetik bagi seorang atlit marathon untuk mendapatkan medali………


Grafik Waktu, rentang masa lampua, kini dan nanti
Adalah sebuah anak panah yang dilepas oleh sang ILLAHI
Dan tak mungkin kembali mengulang kesilaman masa

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

121 comments

Write comments
Mar 7, 2012, 1:14:00 PM delete

artikelnya bagus , iya setahun 3 kali sangar berarti ng pak tani tuk mendapat hasil jerih payah mereka

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 1:33:00 PM delete

Subhanallah..swahnya bagus bangeettt :D

yukk akh.. gunain waktu sebaik mungkin ^_^

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 1:38:00 PM delete

jadi kangen kampung halaman.. :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 1:40:00 PM delete

Pergi ke sawah wah.. setiap liburan sekolah atau kuliah pasti disuruh turun ke sawah. Capek gila jd petani itu!

Reply
avatar
Nia
Mar 7, 2012, 1:44:00 PM delete

Mbak ini didaerah mana? bagus banget pemandangan sawahnya...kalo anak2ku lihat sawah girang kali yachh....(ya iyalah emaknya aja girang, apalagi anaknya hihiih...)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:29:00 PM delete

Kesimpulannya, hargailah waktumu, jangan menyiakan-nyiakannya walau hanya sedetik sekalipun. Menit ini kita menunda tugas, padahal kalau langsung kita kerjakan, akan ada tugas lain yang bisa kita selesaikan.
Nice share, Mbak Rin! Melihat bentangan sawah bisa menjadi tulisan yang subhanallah begini.

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:32:00 PM delete

kalau aku memandang'a sih sederhana aja mba,mau dilaut atau pun darat yang penting itu dekat sama Tuhan mba supaya rejeki yang dihasilkan berlimpah & barokah
jadi kagak ada hukum mana pun yg bisa menentukan mana yang lebih baik rejeki'a

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:41:00 PM delete

Bagi petani bisa panen 3 kali dlam setaon memang sebuah anugerah..dan tidak semua daerah bisa panen sampai 3 kali

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:45:00 PM delete

Kadang pandangan mata kita merasa 'biasa' saat view tersebut setiap hari kita lihat....semoga bisa jadi 'refreshing' saat melihat sekitar kita..

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:45:00 PM delete

amazing...betapa waktu sangat berharga bagi orang yang benar benar menghargai waktunya dengan hal2 yang sangat bermanfaat tapi kadang masih banyak dari kita membuang percuma waktu yang kita miliki..nice post.

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:53:00 PM delete

Hehehe...jd ingat lagunya Ebiet G Ade...

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:56:00 PM delete

Ngerrti bangetss..gimana rasanya bersawah ladang..dari kecil sampai kuliah ..bekerja di sawah adalah hal utama.
dan bahkan sudah bekerja masih sesekali ikut nyemplung ke sawah kala mudik...

Bagi anak-anak sekarang (kota)..ke sawah adalah kegiatan out bound..tapi bagi saya dan keluarga, ke sawah adalah untuk bekerja..

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 2:59:00 PM delete

Kalau yg saya capture itu lokasi sawah di dekat tempat saya kerja Mbak..daerah BAnyuwangi.

Kalau bagi saya tempoe doeloe...ke sawah sampai berasa gimana gitu. Lha hampir tiap hari ke sawah je,hehehe...

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:01:00 PM delete

Setuju bangets..tapi saya pribadi kadang masih belum bisa straight untuk disiplin waktu lho? #pengakuan

Saya suka menikmati pemandangan alam bebas..feel so amazing

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:03:00 PM delete

Salut untuk prinsipnya yang 'dewasa dan bijak' banget.

Dan namanya saya lagi 'memandang' Pak..sisi manusia pun jadi ikutan deh bicara dan beginilah jadinya terselip sawang sinawang tadi

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:07:00 PM delete

SEjatinya tulisan ini lebih saya tujukan untuk diri saya pribadi...Alhamdulillah jika bisa menjadi wacana positif bagi yang berkenan singgah di sini..Terima kasih untuk kunjungannya:)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:17:00 PM delete

salam kenal mbak..
tadi bw ketempat mbak lidya, terus nemu ada update terbaru dari Kidung kinanthi..langsung penasaran..soalnya anakku namanya Kinanthi hehehe....
wah kelihatan sejuk yah pemandangan sawahnya..jadi kangen kampung halaman neh mbak..:)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:35:00 PM delete

Hmmm... gambarnya bagus (lho? kok malah komentari itu?)
Soal waktu, aduh kayaknya benar-benar rugi kalau tidak dimanfaatkan. Terserah mau dimanfaatkan di sawah atau di laut.

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 3:35:00 PM delete

Orang orangannya bagus lho :p
Waha kebetulan banget aku lagi sinau pertanian ufufufu

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 4:02:00 PM delete

Saya termasuk beruntung karena dari kecil sampai ditempat tinggal yg sekarang masih dekat dengan sawah, slalu melewati sawah.
Dan aroma sawah emang beda dengan laut.
Menurut saya, bau sawah itu mirip beras, enak & segar.
Kalau aroma laut apalagi yang padat nelayan, selain amis juga bau sampah.
Dan...
Petani atau nelayan emang sawang sinawang

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 4:16:00 PM delete

Kebahagiaan kita adalah saat ini, syukuri dan jangan sia2kan.

Jadi inget rumah di kampung mbak :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 4:40:00 PM delete

masih ada kuq di Sidoarjo mbak rie sawah cuma ndak banyak, cukup lah buat liat2 ijo yang seger :D

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 6:31:00 PM delete

enaknya punya kantor dekat sawah ya Rie.... bisa belajar dari sang padi, yang semakin berisi semakin merunduk.... mata pasti akan teduh saat mulai penat menatap layar monitor, mata pasti akan rileks saat dialihkan ke padi yang menghijau atau sedang menguning bak permadani.... hm... indah nian... (jadi ingat masa-masa kecil di kampung dulu..... ikutan menjaga padi yang terhampar indah, agar tidak diserbu burung pipit yang kelaparan...)...

nice artikel Rie... renungan yang sangat bijak, thanks for share.... lama ga chat ya say? :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 7:39:00 PM delete

Salam kenal. Judul Waktu padi menguning mengingatkan ketika masa SMP, tinggal dengan nenek yang memiliki sawah dan ketika panen saya ikut membantu membawa padi dari sawah ke rumah dengan becak. Masa indah yang dirindukan.

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 7:57:00 PM delete

Tapi jika ingin merasakan waktu yg sangat panjang, hubungi stupid monkey, waktunya panjaaaaang sekali, hehehe #ngawur wew :p

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 8:14:00 PM delete

bagus mba tulisannya. :) jadi inget sawah2 nun jauh di sana.

terimakasih sudah mampir di blog saya.
salam kenal mb :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 8:22:00 PM delete

Sawang sinawang, sebuah konsep yang indah jika kita memahaminya, karena dimanapun kita hidup dan berada pasti memiliki masalah dan keberuntungan yang berbeda-beda. Dan sangat beruntung orang-orang yang mampu menempatkan dirinya sesuai dengan waktu yang dimilikinya.

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 8:28:00 PM delete

Ditempat saya gak ada sawah.. (T^T
Adanya kebon terus hutan.. (T^T
Jadi kangen Bandung (T^T

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 8:42:00 PM delete

wah bisa panen padi kita ni... :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 9:22:00 PM delete

Salam kenal juga Buat Mbak dan si kecil Kinanthi ya?
kebetulan saya memang suka dengan nama KInanthi dan bagi saya 'kinanthi' juga mempunyai makna tersendiri...

Terima kasih sudah mampir ke sini ya Mbak, I'll visit back sooner:)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 9:38:00 PM delete

Hemmm.....gambarnya memang bagus #ya iyalah, menghargai koleksi foto pribadi

mari manfaatkan waktu, di sawah, laut, darat, udara....hehehe

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 9:51:00 PM delete

indah sekali hamparan sawahnya mbak,...
oia,tentang waktu...yang jelas waktu itu takkan kembali jadi pergunakan sebaik mungkin walau itu sedetik^^

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 10:58:00 PM delete

Wah hamparan padinya asri banget... suka... >.<
dimana itu sih mbak?
aku suka closing nya dimana kita wajib mensyukuri apa yang kita peroleh.. :) nice post n nice picture :)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:05:00 PM delete

weiiii..jangan salah, itu produk Indonesia asli dan limited edition lhoh?

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:13:00 PM delete

Dan saya termasuk salah satu yang 'menikmati' lika-liku' kehidupan di sawah...

Dan benar banget aroma sawah lebih khas Pak. Saya juga pernah tahu bagaimana aroma laut dan tempat pendaratan ikan spt apa, pernah tinggal dekat pantai juga. Dulu lokasi kantor hanya beberapa meter dari bibir pantai..

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:19:00 PM delete

wahh...yang anak rantau, harus dunk selalu inget rumah:)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:22:00 PM delete

WEiii...coba kalau lumpur lapindo dah bisa brenti..bisa nambah ya lahan persawahannya..

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:27:00 PM delete

Iya Mbak, kalau lagi jutek suka menikmati pemandangan di seberang kantor. Kadang sambil motret-motret juga..hehehe #dasar
Kalau di desa saya, gak ada serbuan burung pipit tapi tikus tuh..

Oia, kalau malam sering conference Chat lho? Mbak AL jarang OL deh

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:28:00 PM delete

terkadang bagi kebanyakan orang tak sempat memikirkan waktu, padahal waktu selalu memikirkan mereka

syukron anti :D

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:31:00 PM delete

Pernah nyobain ikutan naik di atas pick up terbuka? duduk di atas tumpukan gabah yang di angkut? seeruuuuu banget deh..trs main dalam tumpukan jerami...

Oia, slaam kenal juga. Terima kasih sudah singgah di sini. I'll visit back:)

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:37:00 PM delete

BISNIS DAHSYAT BARBIE MUSLIMAH.
Berkah..!
Hasil melimpah..!
BISNIS KREATIF,TERBARU,PEMASARAN BONEKA BARBIE MUSLIMAH.
085797262142
BERKAH DARI BARBIE MUSLIMAH

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:42:00 PM delete

percaya deh kalau merasakan waktunya lamaaa, lha naik gunung kalau gak lama waktunya kan gak bisa sampai puncak tho?

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:47:00 PM delete

Tinggalnya di metropolis ya?
Terima kasih juga sudah berkujung ke sini, salam kenal juga ya?

Reply
avatar
Mar 7, 2012, 11:56:00 PM delete

Sawang sinawang...bisa jd konsep dasar utk menghargai orang lain secara obyektif karena pada dasarnya kita tidak pernah benar2 tahu bagaimana realitas hiudp orang di luar diir kita..

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 12:12:00 AM delete

Wah seru juga tuh perkebunan dan hutan...tempat saya jauh dari lokasi perkebunan/hutan lho?

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 12:27:00 AM delete

belum ada Tab khusus utk naruh link sobat blogger neh...next time smeoga segera bisa bikin TAbnya Mas

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 12:45:00 AM delete

Orang yang di sawah juga look so beautiful lhoh? #narsis!

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 1:12:00 AM delete

Foto 1: saya ambil di daerah Bekasi.
Foto 2&3: lokasi sebelah kantor (Banyuwangi)

Lho? Openingnya gimana? #just kidding

Terima kasih ya..

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 1:28:00 AM delete

padahal waktu tak pernah menunggu kita...kita yang mestinya mengikuti lajunya sang waktu

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 1:56:00 AM delete

sipp..terima kasih infonya:)

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 8:02:00 AM delete

wah seger sekali ya klo liat pemandangan kek gini tiap hari. Jd pengen punya kantor 'mewah' nih.. aku ngiriiii.. huhuuu..

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 8:07:00 AM delete

Wah di bekasi? walah aku orang bekasi kok ya malah ga pernah liat tempat bagus kayak gitu *tepok jidat...
haha openingnya oke kok. kan biasanya yg membekas di hati para penonton dan pemirsa sekalian *halah
biasanya closing yang memukau :)

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:39:00 AM delete

Persawahan dimana tuh Kak, indah banget, semua pekerjaan itu akan nikmat jika saling sawang sinawang, dan sangat beruntunglah orang² yang bisa menggunkan waktunya dengan tepat,,

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:42:00 AM delete

Saleum,
betapa indahnya alam pedesaan, dengan sawah yang membentang menghijau bagai hamparan permadani. Aku selalu rindu kampung karena suasana dan hawanya yang alami dan sehat.

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 10:03:00 AM delete

weii...yuk bikin kantor 'meawh' mbak...kalau saya pengen banget jelajah hutan...hehehe

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 10:11:00 AM delete

kerinduan akan kampung halaman akan membuat ikatan bathin utk tetap mau pulang tentunya...

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 11:17:00 AM delete

Nah bahkan saya juga belum pernah bikin postingan yg ada fotonya view di Lamongan lho? #makin parah

heiii..maaf, ada kekeliruan redaksional sedikit (fatal sih). Foto 1 saya ngambilnya di Jalan Setu (jakarta Timur)...#Dasar pikun

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 11:23:00 AM delete

Senang ya Mbak bisa kerja ditempat mewah, hehe...

Semoga kita bisa mengikuti filosofi padi, makin berisi makin merunduk ya Mbak :)

Padi 'cepat' sekali menguning, memang waktu cepat sekali berganti ya Mbak, kadang aku tak sadar, padahal tak bisa kuhentikan putaran waktu tersebu.

Itu foto dipinggir sawah, mantap ueyy...

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 11:29:00 AM delete

sEPERTI saya tuliskan jawaban utk mas Ivan sebelumnya, foto-foto yang saya pasang di postingan ini adalah:
Foto 1: DI Jakarta Timur (tepatnya daerah Setu)
Foto 2&3: dr sawah sebelah kantor (banyuwangi), di ambil 2 hari lalu

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 11:35:00 AM delete

Iya Mbak, makin bertambah umur serasa waktu makin cepat berlalu..dulu rasanya sehari tuh kok bisa lama banget. melakukan banyak aktifitas tanpa merasa waktu yg cepat sore. Kalau sekarang, cepat banget petang datang menjelang...

Hehehe..yg mantap modelnya kan? #sok imut

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 2:47:00 PM delete

wah seger sekali ya klo liat pemandangan kek gini tiap hari.

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 2:59:00 PM delete

Artikel yang menarik, lengkap dan tuturan bahasanya apik... jadi inget mama di bandung, rumah nya dekat dengan sawah seperti ini, sayangnya sekarang nampak jarang panen itu sawah :)

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 3:29:00 PM delete

yoiiii Mas Mon...Bro..key..stu...

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 4:42:00 PM delete

wah suka kata2nya mengenai waktu...^^

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 6:18:00 PM delete

Artikelnya luas, kemana mana. Hbt euy TS nya. Dri hanya sawah yg mau panen, ke kantor, blm k ekonomi ptani, trus nyambung ke perikanan sampe kalimat bijak tentang waktu. Hbt, jd bingung mau koment apa. Yaud dah, pling tidak sudah berkunjung dan menikmati gambr 'orang orangan sawah'

Reply
avatar
'Ne
Mar 8, 2012, 6:28:00 PM delete

paling suka jalan2 dipinggiran kota menikmati senja di pinggir sawah :-)

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 7:27:00 PM delete

huahahahaha mbak rieee~
itu orang-orangan sawahnya cantik sekali =P
jadi pengen lari-lari ke arahnya ^^

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 7:29:00 PM delete

dulu dibelakang rumahku masih bisa liat padi menguning sambil manjat pohon jambu. Sekarang da ganti area pabrik dan rumah2 baru.

Duh...tulisannya tentang padi dan waktu begitu menyentuh. Betapa pentingnya bersyukur ya...

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 8:35:00 PM delete

seger banget..apalagi jika pagi hari (malamnya hujan)...hemmm...so fresh

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 8:58:00 PM delete

Kalau mudik, saya juga jarang ke sawah lagi Mbak..jd klo di kantor ya menikmati pemandangan sawah..

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:08:00 PM delete

terima kasih atas apresiasinya :)

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:32:00 PM delete

saluuuttt...bisa meresume point2nya. hehe...Ssssttt, aslinya sih tulisan ini ngglambyar biar tulisannya bnyk. #rahasia

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:44:00 PM delete

jd ingat lagunya Deny Malik " Jalan-jalan sore'...hehehe

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:48:00 PM delete

weiii...mau ikutan jadi orang di sawah ya? Yukkk ta tungguin neh

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 9:57:00 PM delete

Kalau di desa saya..sawah ortu lumayan jauh MBak. Kalu jalan kaki bisa hmpr 30 menit.

duh..tulisannya ini masih belajar deh Mbak #maluu

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 10:01:00 PM delete

Alhamdulillah sekarang saya tinggal di dekat sawah dan balong (kolam ikan). Senang sekali tiap pergi dan pulang kerja melewati keindahan alam seperti itu ^_^

Reply
avatar
Mar 8, 2012, 11:18:00 PM delete

Artikelnya bagus sekali... suka sekali aku bacanya.
Seharusnya kita semua memang tak pantas mudah mengeluh, dan memang trik jitu saat kita hendak mengeluh adalah melihat pada kondisi orang lain yg tidak seberuntung kita bukan?

Ahhh... aku jadi merindukan sawah di kotaku ya? ;)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 2:48:00 AM delete

wah sawahnya luas banget..

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 6:37:00 AM delete

setuju dengan makna hitungan menit, soalnya suamiku selalu bikin degdegan setiap kali mau naik pesawat karena selalu mau kebelakang pas orang2 sdh mulai naik pesawat

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 10:06:00 AM delete

Heh, ada orang-orangan di sawah tuh.. hihi... ;)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 11:46:00 AM delete

belajar dari pak Tani dong nih judulnya :)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 11:49:00 AM delete

Duhh, sangat menyenangkan tentunya kalau bisa sering melihat kolam. SAya dulu pernah sesekali mancing di dekat laut..seru banget meski gak dapat ikan..hehehe

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:03:00 PM delete

Aku komen kayak gitu sebenarnya aku juga belum bisa menghargai waktu, Mbak. Huihihihi
Yok, kita tosss :)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:31:00 PM delete

Hehehee...yang br landing dari diklat, jd kangen dengan sawah di kampung neh:)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:34:00 PM delete

Hehehee..iya neh sawahnya luas banget, sawahnya orang sekampung soale..

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:42:00 PM delete

WEiii, pasti seru ya MBak..serasa menghadapi ujian deg-degan kalau ketinggalan pesawat...hehehe

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:47:00 PM delete

Asli orang-orangan di sawahnya edisi terbatas...gak ada kembarannya lho?

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 12:53:00 PM delete

Belajar dari Pak Tani dan nelayan dan indahnya sawah...hehehe..everything

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 1:00:00 PM delete

aku diajak jalan2 dong mbak lihat sawah2

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 3:50:00 PM delete

Tulisannya bagus, Rie.. membuatku merenung.. apa yg sudah aku perbuat dengan seluruh waktuku..?

thanks for writing this.. :-)

sawahnya ijooo.. so beautiful... ;-D

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 4:14:00 PM delete

@admin,

Ada award untuk kamu teman,, silahkan ambil ya

di http://bengkelhumor.blogspot.com/2012/03/fleanding-sites-choice-award.html

dan cek hadiahnya di http://bengkelhumor.blogspot.com/2012/03/hadiah-fleanding-sites-choice-award.html

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 4:29:00 PM delete

Klau ke Jawa Timur silahkan singgah ke Lamongan, nanti saya ajak ke sawah Mbak...kalau kuat seharian juga boleh...

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 4:42:00 PM delete

Dan ini pun sebenarnya renungan diri pribadi saya Mbak. what I've done for so long time I live ?

Sawahnya yang ijo hasil jepretan di Jakarta...terkesima juga saya waktu melihat di Jakarta masih ada lahan persawahannya:)

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 4:57:00 PM delete

Terima kasih untuk awardnya.Segera ke TKP...

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 5:14:00 PM delete

fotonya cantik cantik, jd pengen pulang kampung :D

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 5:40:00 PM delete

@admin,

g apa" mbak.

silahkan anda letakan di mana saja, boleh juga anda forward,itu kan menjadi milik anda,!!

langsung saja letakan

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 8:14:00 PM delete

Pulang kampunganya setahun sekali ya Mbak? Yuukk..pulkamp Mbak, hehehe

Reply
avatar
Mar 9, 2012, 8:32:00 PM delete

Oke...nanti saya pasang HTMLnya. terima kasiih:)

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 11:49:00 AM delete

Nice Post.... visit me back,, http://duniasains-rizqy.blogspot.com

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 3:16:00 PM delete

haduh mb'....

aku jadi pengen ke sawah :D

Reply
avatar
haris
Mar 10, 2012, 3:52:00 PM delete

ndelok sawah dadi eleng jaman cilikan isih angon wedhus.. Hehehe... Pa kbr sahabat..
Mantap artikelnya..

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 6:01:00 PM delete

yang di foto itu gambar sawah di deket kantornya mbak Ririe ya?
wah, enak ya punya kantor deket sawah dan sejenisnya, pasti banyak angin berhembus.. Tapi terkadang pasti akan panas juga, soalnya tanamannya cuma padi, sedikit jumlah pohon yang tinggi..

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 8:24:00 PM delete

selamat ya, yg ini masuk vlog, semangat :p

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 8:38:00 PM delete

yups...serunya kalau bisa lolos moderasi jd ikutan nampang di vivanews. Setelah ini mau ta submit yg check up pranikah..

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 9:46:00 PM delete

weiii...memang pernah angon wedhus ya? jangan2 kita pernah angon wedhus bareng dulu ya...hehehe

Reply
avatar
Mar 10, 2012, 10:11:00 PM delete

iya, foto yg kedua dan ketiga itu latarnya dekat kantor..Gak panas2 banget kok..kan sawah yg dekat kntor sdh sedikit. Mulai bnyk yg alih fungsi jd hunian

Reply
avatar
Mar 12, 2012, 11:38:00 AM delete

TUlisan yang sangat apik mbak. Memang betul, jurus jitu dalam menghadapi ujian kehidupan seperti yang mbak tulis. Selalu mengingat bahwa ada hal yang lebih sulit yang orang lain alami dibanding yang kita alami.

Analoginya saya suka mbak, tepat .. ^__^

Reply
avatar
Mar 12, 2012, 1:00:00 PM delete

itu padinya dah pada kuning belum dipanen juga ya?

btw, kalau tanah ditanami padi terus sebenarnya tanah akan rusak loh.

Reply
avatar
Mar 12, 2012, 2:59:00 PM delete

Semoga bisa mengingatkan diri saya pribadi untuk lebih mawas setiap saat...

Reply
avatar
Mar 12, 2012, 3:01:00 PM delete

2hari setelah saya narsis foto di sawah itu, padinya sdh d panen..Yang saya tahu sebaiknya sawah/ladang memang ditanamai secara selang-seling untuk menjaga kesuburan tanahnya. Bapak saya maksimal hanya 2kali tanam padi dalam setahun (dengan catatan curah hujan mendukung)

Reply
avatar
haris
Apr 12, 2012, 3:32:00 PM delete

wkwkwk... Sampeyan angon neng tlanak, aku nang dalanan arah sekolah kita. Recognize me?
Lebaran nanti bawa buku barunya ntar ku ambil ke rumah. Ok. Ntar totalane mburi...

Reply
avatar
Apr 29, 2012, 9:27:00 PM delete

wah jadi bisa membayangkan berada di desa, ditengah sawah.....

Reply
avatar

Be silent reader or write comment, tetap terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi. Tapi harap maklum jika SPAM bisa masuk 'karantina' lho...So, be wise and friendly... EmoticonEmoticon