Check up pranikah untuk kesehatan ibu dan bayi

Saya yakin secara umum semua orang paham kalau kesehatan kita bahkan sudah mendapatkan pola /rancangannya sejak sebelum kita dilahirkan. Dan konteks ‘sejak sebelum  lahir’ secara definisi yang lebih luas menurut saya adalah di mulai jauh sebelum proses kehamilan itu sendiri terjadi. Kalau saya mengambil salah satu pembelajaran dari profesi pekerjaan ayah saya sebagai petani, bahwa saya melihat dan mengklasifisikan serangkaian kegiatan yang dilakukan (apapun jenis tanaman) dalam bercocok tanam di sawah terdapat tiga tahapan/fase yaitu: Sebelum waktu tanam, selama tanaman bertumbuh, dan setelah (pasca) panen. Tanpa ada maksud mempersamakan sistematika bercocok tanam di sawah dengan proses kelahiran seorang anak (manusia), maka fakta bagaimana track record kesehatan kita saat ini sejatinya sebagian variable penentunya berasal dari 3 interval masa: Sebelum masa kehamilan, Selama masa kehamilan dan pasca kehamilan (masa laktasi) saling berkaitan secara simultan. Dan seperti kita bersama (pada umunya) tahu bahwa:
  1. penyebaran/sosialisasi tentang kesehatan Ibu dan calon buah hati selama dan pasca kehamilan sudah menyentuh sampai level posyandu yang artinya informasi bagaimana seharusnya sikap, persiapan dan penerimaan terhadap masa kehamilan dan pasca melahirkan sudah menyebar dengan cukup merata.
  2. Tingkat pemahaman, pengertian dan aplikasi terhadap masa kehamilan dan pasca bersalin pada pasangan suami-istri secara umum sudah jauh lebih baik. Secara general, hampir semua pasangan suami istri (apalagi yang welcome educated) sudah mulai aware dan concern terhadap komposisi nutrisi yang seimbang, monitoring kesehatan secara berkala, membiasakan olah raga, management psikologis dan healthy life style lainnya yang mendukung kesehatan ibu dan anak. 
Gambar dari sini
Maka dalam rangka berpartisipasi untuk gerakan “Ayo dukung Bunda: Kesehatan Bunda Kesehatan Kita” maka  Bismilllahirrahmaanirrahiim, saya sengaja mengambil segmen pada persiapan sebelum kehamilan yaitu pentingnya Check Up Pranikah untuk Kesehatan ibu dan bayi (sebagai  langkah pertama yang memberikan pengaruh significant terhadap lahirnya generasi yang sehat dan cerdas) dengan  pertimbangan sebagai berikut:
  1. Kampanye/sosialisasi tentang Check up kesehatan sebelum hamil (baca: sebelum menikah) yang mestinya sejak dini dipahami oleh setiap orang, tapi pada kenyataannya justru masih minim publikasi dan sosialisasi (dibandingkan sosialisasi terhadap masa kehamilan dan pasca bersalin).
  2. Bahkan tidak mungkin masih banyak yang khilaf ~ mengabaikan~ tentang peran penting General Check Up Pra Nikah.  Padahal persiapan sebelum masa kehamilan memegang peranan yang sangat significant karena merupakan pondasi dasar yang memegang peranan yang confidential.
  3. Alasan lainnya kenapa  saya tertarik untuk menuliskan tentang pentingnya pemeriksaan medis sebelum pernikahan adalah terinspirasi oleh peristiwa unpredicted keguguran yang di alami oleh dua orang teman (tepatnya mereka adalah adik dari teman kerja saya). Keduanya termasuk orang yang welcome educated dan bahkan salah satunya adalah seorang paramedic. So far, mereka menyambut antusias and do their best for their pregnancy. Tapi pada usia kehamilan 4-5 bulan, ternyata sang janin sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi dalam rahim ibundanya. Dari hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa sang Ibu terinfeksi Toksoplasma !

Menyimak peribahasa “Buah akan jatuh TIDAK jauh dari pohonnya”, yang sering kita gunakan manakala mendapati sifat/sikap/karakter/bakat seorang anak yang sebagian mirip dengan orang tuanya. Maka demikian pula hal tersebut bisa dideterminasikan pada jejak rekam medis/kesehatan setiap orang.  Dengan dalil cinta, ibadah dan atau fitrah, maka mendapatkan keturunan yang sehat juga merupakan salah satu alasan dan tujuan bagi setiap pasangan yang mengikrarkan janji suci dan ijab kabul pernikahan.
Gambar dari sini 
Dan dalam rangka untuk mendapatkan keturunan yang sehat, maka general Check up pranikah merupakan salah satu sikap/langkah yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan melakukan general check up pra nikah akan bisa di ketahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan dan forecast masa depan pernikahan, khususnya mengenai fertilitas dan mapping genetic, sehingga sejak awal bisa dikomunikasikan secara terbuka dan bisa membahas langkah startegis selanjutnya. Dengan demikian ke depannya bisa meminimalkan polemic/konflik mengenai keturunan sebagai permasalahan rumah tangga. Jika terdapat indikasi yang tidak diharapkan, setidaknya sudah diketahui sejak dini dan penanganannya (pengobatan) juga bisa lebih cepat dilakukan serta sudah bisa mulai menata hati, mental dan material untuk menghadapi segala kemungkinan di kemudian hari.  Adapun aspek-aspek yang bisa di review dari hasil general check up pra nikah antara lain:
  1. Penyakit genetik/keturunan, misalnya: talasemia, buta warna, hemofilia, lepra, dan lain-lain. Dengan mengetahui history ini maka bisa jadi bahan pertimbangan dan pemahaman bahwasanya jika dalam garis keturunan ada yang mengidap penyakit genetik, maka anak yang akan lahir beresiko (ada kemungkinan) bisa mengidap jenis penyakit yang sama.
  2. Penyakit tertentu yang bersifat diturunkan tetapi tidak jelas, contohnya: kecenderungan diabetes melitus, hipertensi, kelainan jantung, dan sebagainya dimana jenis-jenis penyakit tersebut dapat mengakibatkan gangguan selama kehamilan dan meningkatkan resiko baik bagi janin maupun sang ibu.
  3. Penyakit-penyakit yang baru diderita, seperti:  penyakit menular seksual (PMS), hepatitis B, HIV/AIDS, infeksi TORCH  dan penyakit lainnya yang bisa membahayakan kehamilan (ibu dan janin). Kepanjangan dari TORCH adalah Toxoplasma gondii (toxo), Rubelle, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) and other diseases. 

Gambar dari sini

Dengan mengetahui realitas kesehatan calon pasangan secara comprehensive, maka:
  • Jika hasil uji laboratorium ada indikasi yang menyimpang dan diperlukan tindakan medis, maka bisa segera di lakukan penanganan medis sesuai kebutuhan.
  • Berdampak positif bagi pasangan yaitu sebagai pemantik api kesadaran untuk memperbaiki life style JIKA si calon bapak/ibu ternyata memiliki kebiasaan yang tidak sehat, misalnya merokok, minum alkohol, atau memakai narkoba. Karena bagi perokok, tidak hanya asap rokok akan berbahaya bagi calon ibu dan janin tapi juga kandungan nicotine akan terikat dalam darah sehingga bisa secara genetic terbawa pada anak dan efeknya berpengaruh pada tingkat kecerdasan anak.
Check up ini sebenarnya tidak terlalu sulit, bisa dilakukan dengan mendatangi dokter umum, dokter spesialis kandungan, ataupun dokter di laboratorium. Serangkaian tes laboratorium dan radiologi akan dilakukan setelah pemeriksaan fisik dan wawancara singkat. Dan  prosedurnya juga hampir sama dengan check up kesehatan pada umumnya, yaitu sebelum dilakukan pengambilan darah, pasangan pranikah diwajibkan berpuasa selama 10-12 jam. Selama berpuasa hanya diperbolehkan minum air putih dan tidak diperkenankan merokok. Usahakan tidur/istirahat cukup sebelumnya. Bagi yang wanita, sebaiknya tidak pada saat menstruasi, tunggu 3-5 hari sesudahnya.


Mengingat peran pentingnya Check up pranikah untuk kesehatan ibu dan bayi, semestinya hal ini bisa dijadikan salah satu program kesehatan oleh pemerintah.  Salah satu sebab (lainnya) yang menyebabkan masyarakat masih belum aware untuk melakukan tindakan check up medis sebelum menikah adalah biayanya yang masih relative mahal bagi daya dukung kemampuan finansial masyarakat kita. Dengan mengetahui peta kesehatan masing-masing (calon) pasangan, saya pun ikut-ikutan setuju dengan statement bahwa menikah tidak cukup hanya dengan cinta karena diperlukan general check up pranikah sebagai langkah awal mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas.




Pengalaman adalah (salah satu) guru yang terbaik,
 Tidak harus mengalaminya sendiri untuk
mengambil nilai pembelajarannya



NOTES:

  • Infeksi TORCH sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun laki-laki sehingga mneyebabkan sulit terjadinya kehamilan. Dengan mengetahui kondisi ini maka bisa segera dilakukan pencegahan atau pengobatan terlebih dahulu sebelum si calon ibu hamil saat sudah menikah nantinya. Infeksi TORCH bersmaan dengan paparan radiasi dan obat-obatan teratogenik dapat mengakibatkan kerusakan pada embrio. Beberapa cacat janin yang bisa timbul akibat TORCH antara lain kelainan pada saraf mata, otak, paru-paru, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosepalus, dan masih lagi lainnya.
  • Toksoplasma merupakan penyakit yang diakibatkan oleh parasit toksoplasma gondii, yang tidak hanya ditularkan oleh kucing, tapi bisa oleh semua jenis satwa termasuk burung, ikan, kelinci, anjing, babi, kambing dan mamalia lainnya. Parasit tersebut bisa juga ditemukan pada daging dan setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja hewan piaraan yang tercemar oosit toksoplasma (salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi)



Posting entry ini diikutkan Lomba Blog Nutrisi Untuk Bangsa
semoga bisa jadi wacana yang bermanfaat



133 comments:

  1. Betul sekali mbak, sebaiknya sebelum menikah memang harus mengetahui sejarah penyakit yang mungkin diturunkan pada anak. Dengan general checkup minimal kita bisa mengetahui dan mempersiapkan diri kemungkinan2 yang terburuk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Logisnya mmmg harus demikian...wong kita masuk kerja saja di mintai record medis, apalgi untuk menikah ya?..

      Delete
  2. setuju dengan opininya Anak Rantau... memang persiapan awal pasangan yang akan melanjutkan hubungan mereka ke mahligai rumah tangga adalah dengan melakukan general check up pranikah, to ensure that both of them are cleared. Atau mengetahui secara dini jika ada penyakit tertentu yang pastinya dengan terdeteksi via general check up ini, akan dapat diambil tindakan2 pengobatan/penyembuhannya.

    selanjutnya tentu seperti yang telah diuraikan oleh Ririe di atas... very nice article sist! Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi semua... sukses juga untuk lomba nya yaaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Check up pranikah juga menunjukkan komitment yang serius (sehat) dalam sebuah hubungan. Mungkin bagi sebagian besar masyarakat kita , biaya check up tsb relatif mahal. Tp kalau aku perhatikan banyak yang bisa menyelenggarakan 'acara' pernikahan sampae hbs dana di atas 10 juta bisa dengan senang hati di lakukan..
      mestinya tdk ada masalah utk melakukan check up pranikah kan? #pendapat pribadi..

      Delete
    2. masalahnya bukan karena mereka ga sanggup (bagi yang sanggup mengadakan pesta pernikahan diatas 10 juta), tapi karena kesadaran para pihak akan pentingnya general check up itu sendiri yang masih rendah Rie... disinilah mungkin peran advocacy dari penasehat perkawinan dibutuhkan.... memasukkan sosialisasi ttg pentingnya general check up ini dalam konsultasi/wejangannya.... #pendapatku sih... :)

      Delete
    3. Iya Mbak, menurutku bagi mereka yg sanggup mengeglar wedding party harusnya gak ada masalah utk check pranikah. Tp karena kurang aware ttg pentingnya hal tersebut shg luput dari perhatian. Padahal perjanjian pra nikah saja demikain bergema tapi check pranikah seolah tak ada suaranya..

      Delete
  3. Saya masih jauh untuk berpikir ke soal nikah (T^T...
    Mau sukses dulu, setidaknya beli rumah sendiri dulu (T^T

    ReplyDelete
    Replies
    1. YUkkk mennabung juga utk alokasi general check up secara rutin, gak perlu menunggu akan menikah...

      Delete
  4. langkah yang baik sekali untuk cek kesehatan sebelum nikah atau bagi mereka yang belum punya rencana untuk nikah menjaga kesehatan sangat penting agar kelak mendapat keturunan yang sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sipp,setuju banget Pak. check up kesehatan semestinya gk harus mnunggu akan mnikah. apalagi klo sdh mnikah hrs lbh concern lg deh:)

      Delete
  5. menikah adalah proses untuk MENJADI. . .bukan MENCARI ^____^

    kereeeen mbak rie :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencari untuk menjadi bersama lebih baik tentunya...hehehe

      Delete
  6. Sangat bermanfaat sekali infonya Kak, kesehatan pranikah itu penting tenyata, padahal banyak disepelekan oleh banyak kalangan, rtikel ini membuka pengetahuan saya tentang hal itu..sip infonya :)

    Sukses ya Kak GA nya, semoga menang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg saya tahu msh bnyk yg tdk aware utk melakukan check up sblm nikah. Bahkan ada kesan 'takut' jika tahu fakta yg sebenarnya ttg record kesehatan dirinya. Semoga bisa jd bahan pertimbangan untuk lebih 'berani' melihat kenyataaan diri (saya) sendiri.

      Delete
  7. betul mbak pemerintah harusnya menetapkan general cek up pranikah itu bukan hanya sekedar himbauan, tapi juga peraturan misalnya record medik harus dilampirkan ketika mau ngurus ijin nikah ke KUA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget dgn idenya Pak Arif. harusnya mmg jd salah satu dokumen wajib yg disertakan dlm persyaratan menikah dan tentunya diikuti dgn back up program massal agar di respon masyarakat dg antusias. maklum biaya check up masih di anggap 'mahal' jd masih lbh 'penting' utk nyewa tenda biru deh sepertinya? peace all

      Delete
  8. Nice post... ^^
    jangan mikirin poto prewed nya ajah, check up pranikah justru yg musti diperhatikan dgn serius... :D

    gud luck sist..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoii...#TOS
      Kalau bikin prewed saja gak masalah (dananya)...harusnya utk cehck up pranikah no matter at all..

      Delete
  9. walah~
    harus jaga kesehatan ini itu sblm nikah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. perlu jaga kesehatan selalu selamanya...

      Delete
  10. artikel pranikanya keren deh mbak,,,,
    cocok banget buat pasangan2 yang akan menikah#jempol

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa jd wacana biar kita sema lbh aware terhadap kesehatan diri snediri..:)

      Delete
  11. owh gitu ya, yah aku belum nikah, krena masih belum cukup umur hehehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..di cukupkan umurnya dulu br nikah ya? tp klo check medis sih kapan sj bolehhh

      Delete
  12. ketakutan msyrkt indonesia mengenai check up biasanya dikarenakan takut mengetahui klu dlm tubuhnya terdapat bnyk pnykit :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sih..lebih tahu drpd 'tiba-tiba' tahunya sdh parah...hehehe..

      Delete
  13. ya walaupun belum menikah dan gak tau kapan, tp setidaknya kewaspadaan itu penting tho, sukses ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. lo ku kira mbak rie. . . wkwkwkwkwkwkwk ppiiissss bang. .

      Delete
    2. yukk...rajin check up ya Mas Stu...

      Delete
    3. @ Susu Segar: hayyoo, apaan tuh?

      Delete
  14. mbak rie mau nikah. .. . ???

    moga menang yak. . ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nikah? Ya pastinya mau..pada saatnya nanti tentunya...

      Amin, ma kasiih ya:)

      Delete
  15. mengecek sebelum menikah bagi sebagian orang pasti ada rasa malu malu... takut menerima kenyataan buruk yang akan terjadi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee..gak juga, kalau saya enjoy saja. Lebih enak tahu peta kesehatan kita kok..coba sj deh:) #provokasi

      Delete
  16. nah tu denger and lihat nasehat di atas buwat yg mau pada nikah ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya sih gak harus nuggu mau nikah...kapan sj bisa kalau mau check up..dan justru lebih baik demi preventive action

      Delete
  17. Eh, nggak melenceng dari tema kok mbak perasaan.
    Tapi memang beda dari rata-rata.
    Malah bagus, semoga menang ya!
    Berarti sebelum nikah pun mesti cek macem-macem yah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nekad saja ikutan dengan pilih sudut bahasan pra nikah krn menurutku betapapun kita sdh do the best waktu kehamilan namun jk kondisi actual awalnya kurang mendukung akibatnya bisa fatal spt yg di alami dua adik dari temanku tersebut. semoga saja bisa di catat sebagai peserta, kan minimal di tengok oleh admin dan ada yg mau baca di sini...hehehe

      Delete
  18. Replies
    1. Hehehehe..maaf, tdk ada maksud untuk diskriminatif, sekedar info...piliha ada di tangan masig-masing kok. Saya ttp menghargainya...secara keluarga saya sendiri yang para laki-lakinya termasuk golongan perokok...#ampun

      Delete
  19. info yang bagus itu tapi kalau mengecek pra nikah masing2 orang akan berfikir dulu yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. berfikir untuk segera melakukan check up pra nikah ya? wei....yukk..jangan takut deh

      Delete
  20. kalau terdeteksi lebih dini lebih baik ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mbak, sayangnya sebagian (besar) dari kita masih 'freaky' untuk melihat inside diirnya sendiri..

      Delete
  21. Sangat bermanfaat sekali infonya Mbak.. salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiinnn, semoga bisa bermanfaat..salam kenal juga:)

      Delete
  22. ayooo para ibu-ibu dan yang udah pada menikah. ada shere bagus nih dari mba Ririe^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. weiii...Mas dan Bapak-bapaknya juga dunk? hayuukkkk....

      Delete
  23. mbak ririe tu udah berkeluarga atau hampir berkeluarga tah...??
    :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. weiii...pertanyaan terlaris neh? perlu bikin postingan khusus kali ya? #sok seleb

      Delete
  24. wah terima kasih infonya ya. kirain ini artikel apa, gak taunya utk kontes

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe...ini yg istilah orang sekali posting utk dua tujuan Mbak. Tapi sebenarnya saya agak nekad ambil point of viewnya...karena temanya nutrisi ibu hamil dan menyusui.Lha saya nekad ambil segmen check up pranikah...

      Delete
  25. postingan bagus mbak
    tapi saya baru mau nikah 2 bulan lagi
    postingan yang bagus ini makasih infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah...selamat menyambut hari bahagianya...semoga sakinah mawadah ya?

      Delete
  26. biasanya check up pra nikah itu dilakukan menjelang hari pernikahan kan mbak rie?? soalnya di lingkungan dhe gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah...good habit dunk, sdh terbiasa utk check pra nikah. Kisaran 6 bulan sebelum nikah sehingga tedapat hasil yg perlu penangan medis masih cukup waktu utk pengobatan..

      Delete
  27. Nice posting sob. Kunjung balik ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx sdh berkunjung...I'll visit back sooner:)

      Delete
  28. Kalau check up pra nikah terus dinyatakan madul gimana mbak? ntar mengkhawatirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum check up tentunya sudah dibicarakan dengan pasangan...apapun hasilnya ya harus siap. KAlau kenyataanya mandul setidaknya sudah tahu dari awal shg selain ikhtiar utk mencari solusinya (mandul kan belum harga mati)..ke depannya tdk lagi jd masalah karena sdh diketahui dari awal..

      Delete
  29. Aku setuju dengan pendapat yang pertama dan kedua. Untuk mengetahui adanya penyakit sejak dini. Kalau sudah tahu, kita bisa mencegahnya supaya tidak menurun pada anak cucu kita sob.

    Sebenernya ane sering mampir ke blog sini. Hanya saja ane selalu nggak bisa komentar. Apa karena template sobat atau gimana, ane juga nggak tahu. Soalnya ane sering pakai operamini.

    Aku juga nggak tahu komentarku ini bisa masuk apa tidak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sAYA JUGA SETUJU jika kita harusnya aware untuk melakukan check up (tdk harus menunggu akan menikah)..manfaatnya kan utk kesehatan diri kita sendiri..

      Commentnya bisa masuk kok, gak kena SPAM. Oia, terima kasih atas infonya soal susah comment..nanti saya tanyakan pd teman yg lebih paham soal template..

      Delete
  30. Setahuku, general check-up pranikah masing sangat jarang dilakukan. Aku sendiri dulu juga tidak melakukannya...
    Tapi kupikir memang sangat pentind dilakukan, agar kita dapat mengantisipasi kejadian2 yg tak diinginkan di masa yg akan datang.
    Kelak kalau Shasa nikah, aku akan anjurkan dia dan calon pasangannya utk melakukan general check up ah.. #eh,kelamaan ya? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Check up Pranikah masih kurang sosialisasi jd masyarakat masih belum banyak yang menyadarai peran pentingnya dalam kelangsungan generasi yg sehat dan cerdas...

      Biar gak kelamaan, sekarang saja mBak check up...hehehee..
      Kalau saya kebetulan dr kantor sudah memprogramkan paket general check up mengingat resiko bahaya di laboratorium dan biasanya saya nambah sendiri jika ingin tahu kondisi kesehatan yang tidak di cover dalam paket tersebut

      Delete
  31. kalau di agamaku sebelum nikah harus general check-up dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. salut banget...memang harus begitu sih, jd sama-sama tahu realitas sampai ke jejak medicalnya..

      Delete
  32. wuduh bahasanya... beraaat!!! mbak lulusan kedokteran yah?

    hehehehe

    anyway tapi yah jangan jadikan generan check up untuk putus juga .. hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tdk seberani itu untuk terjun di dunia medis..Hanya kebetulan pernah mendengar istilah-istilah tersebut dan tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut..

      Aniwei juga, check up adalah salah satu langkah yg diambil untuk membina hubungan yg serius..jd hasilnya lebih bersifat sebagai penguatan sikap..jk sdh siap dgn segala resikonya dan integritas komitmentnya bs dipegang...tentu check up pra nikah sebagai pembuktian sikap serius yg lebih fair..#wah kok jd mbulet gini reply saya

      Delete
  33. "..secara definisi yang lebih luas menurut saya adalah di mulai jauh sebelum proses kehamilan itu sendiri terjadi.."

    Setuju mbak. kalao menurut saya lagi, sejak si ibu dan si ayah masih sama2 lajang, mundur lagi ke belakang : sejak remaja. Krn kebiasaan spt poka hidup dan karakter kan terbentuknya berproses, sejak jauh2 hari sebelumnya, bukan bebeapa hari sebelum menikah. Dan itu semua memegang peranan penting dalam sikap kedewasaan seseorang. Jadi, peran keluarga benar2 penting di sini.

    Good luck kontesnya mbak. Sy juga ikutan yang ini ... ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya check up pranikah sebagai pembuktian hitam di atas putih demi komitment yang sehat juga..sehingga hubungan pernikahan ke depannya bisa meminimalkan konflik yang harusnya sejak awal sdh bisa di trace tanda-tandanya melalui check kesehatan ini...

      Harusnya check up kesehatan tidak di anggap sebagai penghamabat utk langkah serius ke jenjang pernikahan justru dgn langkah tsb sebagai salah satu bukti keseriusan yg lebih transparan..

      Delete
  34. teteh kalo kita gak check up masih kah bisa menikah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..check Up ini bukan termasuk syarat sahnya emnikah, melainkan salah satu upaya utk mengawali hubungan pernikahan yang sehat..

      Delete
  35. kalo calon pasangan kita terbukti berpenyakit gimana ya? masak harus gagalin pernikahan nya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Check up pranikah adalah komitment bersama...di sepakati bersama. Setiap pasangan menikah tentunya sdh siap dengan segala resiko dalam menerima pasanagannya. Dan jika memang di dapati hasil tdk diharapkan...semua kembali pada sikap kedua pihak. Toh idealnya check up medis ini di lakukan jauh sebelum persiapan pernikahan di lakukan...jd bukan detik-detik menjelang pernikahan

      Delete
  36. aku suka kata2 ini "menikah adalah proses untuk MENJADI. . .bukan MENCARI"
    selebihnya nice posting mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menikah memang proses menajdi diri yg lebih baik sebagai pasangan dan keluarga...menjadi lebih solid dalam bersikap dan selanjutnya...#teorinya

      Delete
  37. Replies
    1. menikah adalah proses mata rantai ibadah dalam penyempurnaan fitrah diri setiap insan:)

      Delete
  38. aku setuju banget kalau sebelum kita menikah,point pertama yang harus / wajib kita lakukan adalah check darah ke dokter
    supaya tidak terjadi penyakit keturunan yang berbahaya & merugikan sang bayi tsb ketika sudah lahir ke dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita bisa memaknai check up pranikah sebagai bentuk kasih sayang pada pasangan..setiap orang yang menyayangi tentu tak menginginkan menjadi penyebab hal yang buruk. Dengan pilihan check ini semoga bs jd salah satu alternatif preventive action utk menuju mahligai pernikahan yg sehat jasmani dan ruhani

      Delete
  39. yg penting byk2 berdoa aja sebelum nikah, puasa bila perlu. karena dgn puasa bisa menjauhkan kita dari penyakit. InsyaAllah.
    sayangnya, check up itu skrg hanya bs dilakukan oleh org2 yg berduit. bagaimana jika mereka org yg hidup sederhana? yg skrg bs makan tp besok entahlah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seprti saya sebutkan di atas, masyarakat salah satunya juga karena biayanya yg masih relatif mahal sehingga mestinya check up pranikah dijadikan program oleh pemerintah seprti gerakan imunisasi, atau minimal mulai digalakkan sosialisasinya. Toh banyak fakta yg kita jumpai ketika akan ada hajatan menikah, yg lebih menarik perhatian dan diutamakan gema party'nya #maaf ini sepanjang yang saya mengamati selama ini.

      Delete
  40. Terima kasih untuk postingan yang bermanfaat ini,Mbak.
    Dan saya juga tertarik dengan quote ini "Pengalaman adalah (salah satu) guru yang terbaik, Tidak harus mengalaminya sendiri untuk
    mengambil nilai pembelajarannya" senada dengan postingan saya sebelumya bahwa tidak perlu bertukar kelamin untuk kita bisa memahami tugas dan tanggung jawab pasangan ( istri/suami ).

    Semoga sukses di kontes,Mbak. Amin.
    Salam hangat untuk keluarga tercinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu salah satu quote yang saya sukai sejak masa sekolah...tak perlu menunggu mengalami (kejadian) yang sama untuk belajar dan mengambil hikmah dari suatu peristiwa, we take learn form some else problem..

      Terima kasih, salam hangatnya diterima dengan hangat juga...#hehehe..

      Delete
  41. Aku nikah dulu bismillah aja sih, nggak medical check up. Waktu hamil juga nggak tes TORCH. Kalau dipikir-pikir, sok kepedean banget ya, hahahahahha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Medical check up hanyalah salah satu tindakan preventive measure, bagian dari upaya ikhtiar...semuanya kembali pribadi masing-masing.

      Delete
  42. Mbak, sukses kontesnya.
    Bagus sekali info ini, wajib dibaca oleh pasangan2 yang akan melangsungkan pernikahan agar penularan penyakit bisa diminimalisir.
    Nice share mbak ririe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. YUps, wajib di baca oleh pasangan2 yang siap menuju pelaminan khususnya dan semua orang pada umunya.E��GT�� x�f� �

      Delete
  43. Ini sosialisasi yang panjang...
    Kalau ini check-up pranikah untuk ibu-ibu, kayaknya diprioritaskan ibu-ibu pranikah saja yang baca... (lho?) <--- Alasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. weii...diskriminasi si Bapak neh. Lha kontribusi terjadinya anak kan hasil duet? Hayooo...?

      Delete
  44. karena blum punya istri, saya nyimak aja :D
    Barangkali aja jodoh saya udah dekat. Kan enak bisa nasehatin istri nantik :D
    Gak cuma bisa bikin dia hamil aja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jiaahhhh, check up pranikah berlaku utk pasangan lho?

      Delete
  45. kalau saya insyaAllah memang sudah merencanakannya...demi kebaikan bersama sebelum menikah...hadeuh jadi pengen cepet2 nikah...heuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Good, semoga semakin banyak yang aware tentang pentingnya check pranikah demi kebaikan bersama..selamat cepat-cepat menikah euyy

      Delete
  46. informatif sekali postingannya mbak, pasti bermanfaat bagi ynag mau nikah nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, semoga bermanfaat bagi semuanya :)

      Delete
  47. Aku sih masih lama nikahnya coz masih sekolah. http://daengmatterru.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.sekolah yg baik..belajar yang rajin...jauh narkoba dan jangan merokok ya...#iyaaa

      Delete
  48. wow :D
    masyaAllah... penuturan mbak rie keren loh ^^
    hihihihi, aku doain buat mbak deh :) *cling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, semoga doanya di kabulkan, sering-sering ya doainya May? hehehe

      Delete
  49. Ayo yang mo nikah ada pelajaran berharga dari Mbak Ririe tuh. Nice share. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo yang mau nikah, yang sudah menikah, juga yang masih jauh menikahnya...for all:)

      Delete
  50. Wah, setuju banget neng Ririe, alangkah baiknya jika kita tahu dengan kondisi kesehatan kita, chek up (medical chekup) secara teratur akan lebih bagus agar jika kita mempunyai penyakit bisa dicegah secara dini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. # TOS...

      Check up pranikah juga merupakan wujud komitmen yang serius demi kebaikan bersama:)

      Delete
  51. Ini pelajaran yang sangat berharga, terima kasih telah mempostingnya !

    ReplyDelete
  52. Ternyata bener juga ya ungkapan bibit bebet dan bobot yang orang jawa bilang. Kualitas keturunan memang ditentukan dari orang tuanya. Hm, pegangan yang bagus ini buat nanti saya sama calon istri kalo udah nikah. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam penjabaran yg lebih obyektif, saya juga setuju dengan konsep 3B...selain habit, karakater, personality...3B juga termasuk check up pranikah ini:)

      Delete
  53. sungguh informasi ini sangat bermanfaat..apalagi saat ini pernikahan banyak terjadi di usia yang sangat muda, sehingga sering mengabaikan prioritas kesehatan untuk sang calon ibu dan juga calon bayi-nya kelak..nice share information...salam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan yg sering trejadi...kebanyakan lebih fokus utk menggelar party/resepsi sehingga terlupakan utk prepare medical check up..

      Delete
  54. Replies
    1. oKE...MA KASIH, SEMOga bisa jd pembuka wacana yg lebih baik bagi semua pihak:)

      Delete
  55. benernih harus check up....apalagi kalo mau nikah ama janda atau duda...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaa....apalagi dengan mantan pengguna narkoba ya? HARUS check up...

      Delete
  56. moga menang kontesnya. .. .

    ReplyDelete
  57. iya penting juga ya mbak, chek up pranikah.. soalnya jadi tahu riwayat kesehatan kita dan calon pasangan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. siap..inilah salah satu ekspresi jika kita benar2 serius utk berkomitmen dan perduli dgn org yg kita sayangi:)

      Delete
  58. Baru tahu kalo sebelum nikah harus cekup dulu ya? hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Logis bange kok, kalau masuk sekolah saja ada persyaratan/tes kesehatan..apalagi utk menikah kan?

      Delete
  59. waktu mo nikah saya tidak periksa apa2 tuh
    dan kayaknya ini perlu sosialisasi lebih gencar lagi deh
    eh tapi saya sih waktu itu udah tau
    tapi kok males ya? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe...yuk sosialisasi...sosialisasi...

      Delete
  60. betul mba, informasi yang seperti ini mestinya harus lebih disosialisasikan lebih gencar lagi selain media online juga mestinya lewat media offline juga seperti surat kabar atau seminar2 kesehatan demi terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera...nice post.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sippp..semoga di masa-masa mendatang bisa segera disosialisasikan ttg check up pra nikah:)

      Delete
  61. infonya sangat penting sekali mbak...
    dan jujur saya sangat menyukai blog ini
    infonya sangat lengkap dan sangat akurat
    apakah kita bisa bertukar link

    ReplyDelete
  62. Waktu saya menikah dahulu di tahun 2005 di Kulon Progo, Jogjakarta, kebetulan kami tidak sempat mencek diri ke Dokter. Namun sebaiknya untuk mereka yang akan menikah dalam waktu dekat ini, sesuai dengan jamannya, sebaiknya periksa dahulu.

    Jaman dulu, jaman jaman saya cuma modal yakin aja. Toh nda berbuat aneh aneh selama ini, jadi PD aja nda pake priksa dokte segala. Namun jaman sekarang kan beda. Sebaiknya buat buat yang akan merencanakan menikah di era sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya pribadi juga yakin saja, kan gak nglakuin yg aneh-aneh. Tapi klo tokso itu dia yg bisa menyerang sapa saja.

      Pengalaman neh sodaranya teman yg kena tokso, jd kehamilan 5 bulan keguguran dan setelah PA ternyata dia kena tokso.

      Jd check up pranikah, sebenarnya bukan hanya soal pernah 'red record' atau gak. Tp bisa utk melihat data kesehatan calon pasangan secara lbh lengkap.

      Delete
  63. memang lebih baik seperti itu, tp hanya sedikit yg melakukannya....
    heu

    ReplyDelete
  64. jelas harus di cek terlebih dahulu agar kesehatan bayi dan ibunya dapat terkontrol

    ReplyDelete

Be silent reader or write comment, tetap terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi. Tapi harap maklum jika SPAM bisa masuk 'karantina' lho...So, be wise and friendly...