Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Poetry Hujan: Mengikis Rinai tentangmu

    Kenangan redup yang membangkit
    Bersenyawa dengan butir-butir hujan  yang turun renyai
    Ku tatap lekat tirai air yang jatuh halus
    bagai benang perak dijatuhkan para dewa dari langit
    Mengundang air mata untuk menitik lagi
    Mengungkit haru rintihan hati
    dan membentangkan sayap-sayap lara perpisahan
    Yang tlah teranyam dalam bingkai masa lalu


    Tapi tetap saja lekat
    Diorama hati yang menangis kala melihat langkahmu
    yang jauh dan semakin menjauh
    Adalah tawa dan luka yang bersenggama mesra
    duka yang mencabik segenap saraf sukma
    dan palung kesunyian yang menghunjam di relung sanubari

    Salam perpisahanmu kepada ‘sgala kehangatan asmara
    Dalam sendiri, dawai kerinduan itu kadang masih berdenting
    bergema di ruangan nurani meski tak lagi seindah dulu
    Sementara bayangmu pun kian memudar dan kabur

    Diantara tautan harap dan kenyataan
    Ku yakin akan ada pelangi saat jejak-jejak hujan  meniris













    Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh

    8 comments:

    1. kuserahkan pada "bulan" tuk memahami apa makna isi puisi putry hujan ini,,,hehehe:)

      ReplyDelete
    2. Halooo...thanks udah berkunjung ke blog gua =)

      Puisi yg bagus, menang ga?

      ReplyDelete
    3. @al kahfi: Spektrum sinar bulan menghias pucuk2 daun, Dimana senja telah melipat siang dalam sketsa masa silam...
      Sayap-sayap malam datang menggenggam rembulan..

      ReplyDelete
    4. @Claude C Kenni: Thx juga dah kunjungan balik. Saya msh newibie, ikut kompetisi ini buat sy minimal bisa untuk berinteraksi dgn para bloger sekaligus menambah ilmu..

      ReplyDelete
    5. sabar... jadikan tiap titikan air mata kita menjadi lebih berarti dengan 'bangkit' :)

      ReplyDelete
    6. Kalo pengen banyak pembaca, rajin2 silahturahmi ke blog orang, hehehe

      Ditunggu ya post2 berikutnya

      ReplyDelete
    7. @Claude C Kenni: Ma kasih ya...tiap OL ta usahain blogwalking sekalian cari ilmu-ilmu dr teman- teman para blogger. Hopefully gettitng better for the next

      ReplyDelete
    8. @Belajar Photoshop: Ma kasih, tiap tetesnya adalah semangat untuk bangkit....let it be the past

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.