Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

5 Hal Ini Perlu Diperhatikan Saat Belanja Fashion Pria untuk Anak Remaja

The beauty is shines through your personality, more than you look. Personality that will be visible form the way you walk, talk, how you treat others and all things you do in every second. Kita menentukan jati diri kita dengan apa yang kita perbuat, bukan dari apa yang kita kenakan.

Konon beli baju untuk pria itu lebih mudah. Katanya belanja fashion pria itu bisa praktis, cepat dan gak pakai ruwet. Ya memang tidak sekedar katanya sih, cari perlengakapan dan belanja fashion pria semestinya memang tidak terlalu ribet. Lha kan sudah sama-sama paham kalau  model, motif, dan tren fashion untuk pria pada dasarnya ya itu lagi itu lagi. 
Benarkah belanja fashion untuk pria selalu lebih simple dari fashion perempuan?
Setidaknya, yang pernah kami alami saat belanja fashion untuk pria tidak selalu lebih simple dari fashion perempuan. Seperti belanja fashion pria untuk anak kami yang menginjak usia remaja, ada drama dan dilematis yang kami alami beberapa waktu lalu ketika mempersiapkan keperluan dan perlengkapan anak kami yang akan melanjutkan ke SMP boarding school. 

Khususnya untuk belanja SELAIN baju seragam sekolah yang akan di bawa ke asrama sekolah. Dari sekolah sudah memberikan panduan dan ketentuan baju dan perlengkapan yang harus dan boleh di bawa ke asrama. Ketentuan yang diberikan meliputi varian dan jumlah. Khusus untuk baju dan celana, ada ketentuan tambahan yaitu tidak berbahan jins dan panjangnya minimal sampai siku (untuk baju lengan pendek) dan selutut (untuk celana pendek).

Dari list yang diberikan dari sekolah tersebut, dan demi mempertimbangkan karakter anak dan kenyamanan saat dikenakan juga, maka untuk merealisasikannya setidaknya ada 5 hal ini yang perlu kami cermati agar edisi belanja fashion pria untuk Azka yang berusia remaja bisa berjalan lancar:
  1. Ukuran baju dan celana. Untuk usia Azka yang masih 12 tahun, semestinya dia masih masuk kategori anak-anak. Tapi dari sisi fisik, kami tak mungkin lagi mencarikan baju untuknya di gerai atau bagian baju untuk anak-anak. Sedankan jika dimasukkan dalam kriteria dewasa, ukuran S juga masih over size buatnya, apalagi Azka anak jaman NOW (ikutan istilah kekinian neh “NOW”), dia termasuk anak yang tidak mau mengenakan baju yang over size, apalagi kedombrangan.
  2. Warna dan motif pun sangat penting untuk menjadi pertimbangan karena salah pilih warna, dijamin bakal ada edisi belanja jilid kedua tuh. Yang jelas, point yang wajib di bookmark adalah Azka tidak suka warna-warna yang genjreng karena dianggap norak. Ataupun warna yang cerah-cerah, katanya demi menyelaraskan dengan tone kulitnya sih. (tuh kan, anak usia 12 tahun sudah melek fashion banget kan?). Bingung kan? Ya sudahlah, amanya ya berpatokan saja dengan warna-warna  yang cocok untuk pria yaitu warna netral seperti merah maron, hitam, biru tua, biru, putih, dan coklat. 
  3. Model baju merupakan bagian yang lebih mudah dan tidak bikin njlimet karena Azka sendiri suka model baju yang simple-simple saja, sudah klop dengan peraturan di asramanya.
  4. Bahan Baju yang mendapatkan under line tidak diijinkan adalah yang terbuat dari bahan/kain jeans. Artinya, untuk kategori bahan baju prioritasnya adalah yang bahannya adem dan mudah dicuci, secara kan azka harus mencuci baju secara manual di asrama. Untuk baju seragam sekolah sudah dikondisikan pencucian di laundry. Sedandankan baju sehari-hari, sebagian besar harus di cuci sendiri deh.
  5. (Siapa) Partner belanja. Dalam hal ini, partner belanja yang saya butuhkan adalah perempuan dan anak jaman NOW juga karena dengan mengajak teman lawan jenis saat membeli pakaian agar bisa membrikan saran dan krtitikan yang relevan dan obyektif. Iya kan, pilihan baju yang dibeli juga melibatkan unsur kecocokan dari sisi remaja putri juga,  adakalanya pakaian yang sedang kita pilih belum tentu pas di badan kita jika hanya dinilai sendiri. Just in case,  agar baju yang kita anggap cocok sebenarnya bukan semata karena dipaksakan cocok oleh kita sendiri.

Untuk baju dan celana, untuk mendapatkan item yang fit and proper ya sebenarnya dengan membeli bahan (kain) kemudian menjahitkannya. Tapi kan tahu sendiri, berapa lama antrian menjahitkan baju, terlebih untuk musim tahun ajaran baru/kenaikan kelas. Selain itu, dari segi biaya tentu saja jatuhnya akan lebih mahal kalau menjahitkan baju.

Makanya baju (lengan panjang dan pendek), celana dan baju muslim semuanya dibelikan yang sudah jadi. Dengan bekal 5 hal yang perlu diperhatikan ketika belanja fashion anak remaja dan demi efektifitas dan efisiensi, ada dua grand strategi yang saya dan suami sepakati, yaitu:

Yang pertama adalah membuat daftar item fashion yang akan dibeli. Walaupun jenis dan jumlah baju dan perlengakapan untuk dibawa calon siswa sudah diberikan, tapi masih dalam bentuk general. Kami masih harus membuat detail kebutuhan setiap item. Terutama perlengkapan pribadi untuk sehari-hari di asmara, perlengkapan mandi, makan dan minum. Misalnya berapa jumlah pakaian dalam, kemeja, baju lengan pendek, kaos, celana panjang, celana pendek, sarung, peci/kopiah, kaos kaki, sendok, piring, gelas, handuk, de-el-el.

Yang Kedua tentu saja menentukan tempat/toko dan cara belanjanya. Ini penting pakai banget, karena dari semua daftar belanjaan yang sudah dipretheli tersebut, kan gak mungkin bisa sekaligus belanjanya dan tidak bisa juga hanya satu tempat. Untuk edisi belanja perlengkapan Azka sekolah di asrama ini tidak mungkin kami penuhi dalam sekali dayung semua bisa terbeli. So so, edisi dan cara belanja yang super duper variatif ini tentu saja bisa dilakukan juga melalui online store fashion pria, misalnya untuk item seperti baju muslim, kaos, kemeja, celana pendek. Sedangkan untuk pakaian dalam, celana panjang dan beberapa pelengkapan lainnya, butuh untuk dicoba dulu untuk melihat ukurannya sudah pas atau belum.

Honestly, edisi persiapan belanja fashion pria untuk anak remaja merupakan pengalaman yang baru bagi kami, secara dua kakaknya kan cewek. Tentu saja euforianya berbeda dengan sesi belanja untuk anak remaja cowok. Tidak hanya butuh waktu yang lebih lama, juga ada sesi belanja dimana Azka justru tidak mau ikut dan dibikinlah saya dan kakaknya yang harus kelabakan membuat perkiraan mana ukuran dan model yang pas untuk Azka. 


Nah, adakah yang punya pengalaman menarik seputar kegiatan belanja fashion pria untuk anak remaja? 

Keterangan: Sumber gambar adalah https://www.mataharimall.com/p-275/fashion-pria

5 comments: Leave Your Comments

  1. Anakku cewek semua sih. Tapi aku suka kalau suamiku pakai baju model anak muda. :D Hehehehe

    ReplyDelete
  2. Saya termasuk orang memperhatikan fashion. Makanya sejauh ini saya selalu costume sndiri untuk celana.

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.