Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Cobalah 5 Cara Mudah Ini Agar Gemar Menabung

Hidup secara irit tapi bukan pelit adalah salah satu kunci sukses agar hobi menabung dan berinvestasi untuk dunia dan akherat.

“ Bing beng bang yok kita ke bank bang bing bung yok kita nabung tang ting tung hey jangan di hitung tau tau nanti kita dapat untung, dst”Lirik lagu anak-anak yang tidak hanya enak dan renyah, tapi juga sangat bagus karena mengandung nilai nilai edukasi dan motivasi untuk gemar menabung dengan cara hidup bersahaja, secukupnya dan tidak boros. 

Menabung Bismillahirrahmaanirrahiim merupakan salah satu pesan paling utama yang disampaikan orang tua pada anaknya. Sejak kecil, kita sudah di-doktrin dengan kalimat: kalau mau kaya, jangan lupa nabung. Atau brain washing di sekolah dengan slogan “ Hemat pangkal kaya, rajin belajar pangkal pandai! “. 

Doktrin dan slogan yang sangat positif, baik dan bermanfaat, apalagi jika hal ini ditanamkan sejak kecil. Usia pun bertambah, dan manakala sudah mendapatkan penghasilan sendiri, punya gaji tetap/tidak tetap, kebutuhan pun meningkat dan semakin kompleks. Iya sih bisa dinalar kalau karena kebutuhan primer dan sekunder yang menjadi alasan belum bisa menyisakan sebagian pendapatn untuk ditabung.

Tapi, tak jarang kan karena godaan life style sehingga kategori kebutuhan yang dianggap primer dan sekunder pun mengalami pergeseran yang significant? Misalnya, gonta-ganti gadget meskipun kondisinya masih mulus baik fisik dan fungsinya. Merasa gak keren kalau pikniknya belum melancong ke luar negeri, padahal di sekitar tempat tinggal sekampiun destinasi wisata yang ciamik habis buk. Atau merasa tidak percaya diri saat outfitnya itu-itu saja sehingga merasa penting untuk belanja fashion tiap bulan. Nah lho, gimana itu? Apa iya, hal-hal semacam itu bisa jadi pembenaran kalau masih belum bisa menyisakan penghasilan bulanan untuk saving?
Sepintas menabung terlihat gampang dilakukan, padahal faktanya tidak! Menabung merupakan aktivitas yang paling sulit selain bangun pagi tentunya. Nah bagi yang sudah lama ingin menabung, namun selalu gagal karena faktor-faktor tertentu, berikut ini beberapa tips untuk mempermudah untuk menabung: 5 Langkah Mudah Membangun Kebiasaan Baik Untuk Gemar Menabung dan Berinvestasi: 

Langkah Pertama: Pancangkan Niat
Pasti sering kan mendengar kalimat: apapun tergantung niatnya atau innama a’malu bin niat. Pastinya ikrar NIAT ini juga wajib jadi pondasi dalam rangka membangun kebiasaan untuk gemar menabung dan atau berinvestasi. Karena bangunan yang kuat, salah satunya ditentukan oleh bagaimana kita membuat pondasinya maka sudah seharusnya dikokohkan dan semakin diperkuat sehungga pondasi kebiasaan menabung tak goyah meski oleh terpaan gengsi dan pengaruh gaya hidup dari arah manapun. Langkah utama dan pertama ini harus ditanamkan sedalam-dalamnya untuk menabung.

Langkah Yang Kedua: Setting Tujuan
Setelah niat sudah dilapangkan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan dan memantapkan tujuan. Banyak orang yang gagal menabung karena tidak memiliki tujuan untuk apa menabung atau mau dialokasikan untuk apa hasil savingnya tersebut. Tanpa tujuan yang jelas, kita bisa mudah terpeleset mencari-cari alasan untuk mengambil dana yang ada di rekening tabungan. Agar kegiatan menabung bisa dilakoni dengan konsisten dan penuh komitmen, sebaiknya tentukan tujuan menabung. Kita bisa menyetel tujuan menabung untuk target berangkat ibadah haji/umrah, untuk alokasi biaya pendidikan anak-anak, pernikahan, merenovasi rumah, beli mobil untuk kelaurga dan hal-hal lainnya yang bersifat not just for consumption (hedonis). 
Kalau NIAT adalah pondasi, maka tujuan merupakan ‘grand plan’ atau peta yang akan membawa kita meniti arah yang benar dalam menabung untuk hidup yang lebih bermanfaat.
Langkah Ketiga: Redesign Definisi “Menabung” 
Perlu dipahami, konteks menabung secara konvensional dimana kita menyetor sebagian penghasilan ke rekening tabungan reguler secara actual (saat ini) bisa dibilang sama saja dengan menaruh uang di celengan, bahkan bisa-bisa defisit karena biaya operasional bulanan. Maka, untuk konteks menabung yang sifat akan dipergunakan untuk tujuan tertentu, akan lebih optimal tingkat keberhasilannya (baik hasil nominal maupun tingkat konsistensi mengalokasikan penghasilan  untuk saving) jika dipilih produk investasi seperti reksadana atau asuransi yang sifatnya linkage (asuransi plus investasi atau investasi saja). Manakala hasil investasi sudah mencapai nominal tertentu akan digunakan untuk merealisasikan belanja tujuan. Galau dengan hal-hal yang berbau riba? Saat ini sudah banyak produk investasi yangberbasis syariah, tinggal pilah dan pilih saja mana yang cocok dengan tujuan/target menabung dan yang sesuai dengan kemampuan menyetor penghasilan yang akan di saving

Langkah Keempat: Memilih Sistem (Penjadwalan) Setor Tabungan 
Banyak cara yang bisa digunakan agar kita bisa ajeg menyisakan pendapatan bulanan untuk disetor ke rekening tabungan (investasi). Salah satunya adalah dengan mengadopsi sistem tanggalan. Apa itu sistem tanggalan? Sistem ini pada dasarnya mengharuskan kita untuk menabung sesuai dengan tanggal. Misal nih, pada tanggal 1 harus menabung sebesar seribu rupiah, tanggal 2 dua ribu rupiah, tanggal 3 tiga ribu rupiah, dan seterusnya hingga tanggal 30. Cara ini tidak hanya membuamu untuk lebih mudah menghitung uang tabunganmu namun juga melatih kedisiplinanmu. Nah setelah tanggal 30, pastikan uangnya di setor ke rekening tabungan yang diperuntukkan sebagai investasi. 

Selain itu, ada juga metode yang lebih “disiplin” yaitu cara autodebet. Tak masalah kalau semua income masuk ke dalam rekening tabungan, yang penting sudah memiliki rekening untuk investasi yang dananya disetor secara reguler dengan sistem autodebet dari rekening utama yang dimiliki. Cara autodebet ini bisa lebih efektif mencegah kita tergoda oleh rayuan belanja-belanja karena sisa uang cair (saldo) di rekening tabungan nilai nominalnya ya kira-kira untuk kebutuhan operasional harian dan kebutuhan mendadak yang tidak terlalu besar jumlah pengeluaran yang diperlukan.  

Langkah Kelima: Irit Dengan Diskon
Masih merasa garing karena tidak bisa obral sana-sini berbelanja? Santai saja, ada cara lainnya agar bisa keukeuh memegang kebiasaan untuk menabung yaitu memanfaatkan diskon. Diskon ini memang terdengar sepele, namun efeknya sangat besar untuk niat menabung dan investasi. Misal nih, biasanya membeli pakaian tanpa diskon, agar bisa beli baju baru tanpa baper karena gaji/penghasilan sudah dipotong oleh si rekening tabungan secara autodebet misalnya,  sebaiknya mulai deh jangan gengsi untuk membeli pakaian dengan diskon. Kalau kesulitan mendapatkan produk-produk dengan diskon di mall, kenapa tak dicoba mencari lewat online. Taraaaa…..salah satu diskon yang bisa dimanfaatkan adalah diskon Blibli. Apalagi di tahun 2017 ini, Bibli semakin genjor-genjoran dengan diskon Blibli 2017 yang bisa dilihat baik di situs Bibli maupun pada sumber-sumber lainnya.

So, gimana? Tidak sulit untuk menabung dan berinvestasi kan? Kalau sudah biasa rajin menabung dan berinvestasi untuk tujuan duniawi, maka bukan hal yang berat dan memberatkan jika sekaligus diiringi dengan berinvestasi untuk hidup sesudah kehidupan yang sekarang kan ya? 

Semangattt dan selamat menabung dan investasi untuk dunia dan akherat yaaaa..…



Note: Sponsored Post

5 comments: Leave Your Comments

  1. Wah, cara-caranya sangat mantap mbak, demi mendapatkan kendaraan di dunia dan akhirat... Thanks ilmunya mbak Ririe

    ReplyDelete
  2. Tipsnya bagus banget mbak...tinggal ngejalanin aja diikuti istiqomah..Makasih banyak mbak

    ReplyDelete
  3. Salah satu hal terpenting dalam keberhasilan cara ini yaitu konsisten

    ReplyDelete
  4. sayang, langkah yg ke 5 udah gak bisa ditahan. tiap bulan pasttiiii aja ada diskon ini itu -_-

    ReplyDelete
  5. saya suka nabung, apalagi nabung buat akhirat :)

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.