WHAT'S NEW?
Loading...

Sayur Asem Kangkung KW

Sayur asem tentu bukan jenis masakan baru lagi kan? Apa BUMBU dan bagaimana cara membuatnya, saya yakin hampir semua ibu-ibu, bapak, kakak-adik, Om-Tante, yang biasa berkreasi campur-campur bebumbuan ( yang hobi atau sekedar trial-eror memasak)  tidak akan menemukan kesulitan yang serius untuk menyajikan sayur asem. Tapi, adakah yang sudah pernah uji coba membuat sayur Asem Kangkung KW? Bismillahirrahmaanirrahiim, sepertinya yang bikin perasaaan wal penasaran bukan sayur asemnya tapi kangkung KW kan? 

Kalau barang (baju, sepatu, tas, gadget, lan liyi-liyane) disebut KW karena merupakan tiruan/tembakan/protitipe (atau apalah istilahnya) dari suatu jenis barang/produk yang sudah beredar laris manis dan biasanya memiliki tingkat harga yang relatif lebih “high price”. Tapi kalau sayuran yang saya namai Kangkung KW ini dijamin aseli, bukan tiruan dan juga bukan karena kualitas sayurannya yang mengalami down grade

Kangkung KW ini dijamin fresh dan bebas pestisida dan sejenisnya, lha yang saya maksudkan Kangkung KW adalah daun ketela rambat yang ada di pekarangan rumah. Salah satu tanaman yang hampir sepanjang tahun tumbuh menghijau dan merambat diantara pohon-pohon pisang dan pepohonan lainnya yang ditanam Bapak di sekitar rumah. Tanaman ketela rambat memang merupakan jenis tanaman primer yang sudah ada sejak saya masih kecil dan bisa jadi sejak kedua orang tua saya menempati rumah kami ini, atau bahkan sejak beliau masih kecil unyu-unyu juga kayak saya?
Kangkung KW adalah Daun Ketela Rambat *pisss*
Nah, saat di puncak mudik lebaran lalu mengalami ‘stag’ menyajikan menu makanan di rumah. Lha menunya muter-muter: telur, mie, bakso, sayur bersantan-santan (daging sapi/ayam). Ujug-ujug ada yang nylethuk: kalau bikin oseng-oseng dari daun ketela gimana? Buat saya dan segenap kakak-adik : That’s great idea. Itu kan sayuran primadona saat kami masih dirumah dulu. 

Nah, saat di puncak mudik lebaran lalu mengalami ‘stag’ menyajikan menu makanan di rumah. Lha menunya muter-muter: telur, mie, bakso, sayur bersantan-santan (daging sapi/ayam). Ujug-ujug ada yang nylethuk: kalau bikin oseng-oseng dari daun ketela gimana? Buat saya dan segenap kakak-adik : That’s great idea. Itu kan sayuran primadona saat kami masih dirumah dulu. 

Singkat cerita, sebenarnya penyebutan kangkung KW ini spontan saja. Bagi Ifa, Aida, keponakan dan segenerasinya yang lebih junior, kan ternyata belum familiar dengan olahan daun sayur menggunakan daun ketela rambat atau yang lebih ngetrend di desa saya dengan sebutan DAUN BOLET ini.

“ Ini sayur apa, tumis atau oseng-oseng Kangkung ya Bund?”
“ He-eh, ini oseng-oseng kangkung KW lho?”  
Herlyn, Ifa, Aida dan gank keponakan sepertinya menganggap tambahan nama KW hanya sekedar nyebut duang dan dipikirnya sayuran yang di oseng-oseng yo pancen kangkung. 
Kangkung kok begini rasanya ? Iiihh, tante… kangkung apaan inih?” Akhirnya keponakan, si Herlyn ikutan protes. 
Gak suka ya?” 
“ Ya mau sih, tapi kan kangkung gak kayak begini tante…” 
“ Lhah kan tadi tante bilang Kangkung KW, karena memang bukan kangkung, melainkan daun ketela rambat. Itu tuh daun yang di ambil oleh Mas Andri tadi pagi dari samping rumah …” 

Houwouwouwooo…akhirnya mereka pun berkenalan dengan cita rasa sayur kangkung KW alias daun ketela rambat hasil budidaya sang kakek. 

Untuk sesi bikin sayur Asem [versi warisan nenek moyang saya] saya buat karena beberapa hari lalu sudah maksimal membuat olahan daun ketela versi oseng-oseng, tumis dan lalapan direbus. Makanya, mumpung masih di rumah dan saudara-saudara sudah pada ambil jalur arus balik lebaran, saya bisa all out membuat sayur asem kangkung KW ini ala selera saya dengan racikan bumbu-bumbu berikut ini:
1. Bawang putih =7 siung
2. Bawang merah = 4 siung
3. Lengkuas 1 ruas jari 
4. Asam sesuai selera ( biasanya tak hanya buah asam yang dipakai untuk memunculkan rasa “asem”. Bisa juga digunakan jenis buah-buah yang berasa asam seperti belimbing wuluh, kedondong, mangga muda, daun belimbing, dll)
5. garam secukupnya
6. Kencur ½ ruas jari *)
7. kunir½ ruas *)
8. gula pasir 1/2 sdt *)
9. kemiri 1/2 butir *)
10. cabe rawit =5 buah (karena saya suka pedes)
11.  atau cabe merah = 2 butir *) dihaluskan
12. Air =  1 liter (secukupnya)

Ke-10  jenis bumbu tersebut bisa dihaluskan semuanya atau serba digeprek saja. Tapi juga bisa sebagian dihaluskan dan sebagian dipakai hanya dengan di geprek. Kalau saya lebih sering menggunakan opsi yang ketiga yaitu Sebagian bumbu dihaluskan dan sebagiannya di geprek. 

Sayur Asem Kangkung KW
Adapun bumbu yang dihaluskan adalah :bawang merah, bawang putih, kencur, kunir, kemiri. Yang digeprek: Laos atau lengkuas, cabe rawit (karena saya dhemen sayur asem rasa pedas dari cabe) cukup dimasukkan utuh, untuk sumber rasa asem (buah asem atau jenis asem lainnya)  dan sisa bumbu lainnya dimasukkan langsungan. 

Cara Membuat sayur asem kangkung KW ini juga simple kok, didihkan air kemudian masukkan semua bumbu dan tunggu hingga mendidih lagi, bau deh sayuran dimasukkan. Tunggu hingga mendidih lagi dan tunggu hingga sayuran mendekati empuk (setengah mateng juga bisa), baru deh matikan kompornya. 

Gampang kan, tak sampai 1 jam sayur asem yang suweger siap dihidangkan bersama ikan asin, tahu/tempe goreng….hemmmm super yummyy. 

Some how
daun ketela rambat di desa saya ini biasanya diolah sebagai sayur asem, oseng-oseng puedes, tumis atau direbus saja kemudian disantap dengan sambal korek (semacam untuk lalapan). Kalau di warung makan, daun ketela ini merupakan salah satu sayuran untuk nasi pecel.

Adakah yang juga suka-suka memasangkan status KW pada jenis sayuran, buah atau jenis-jenis makanan lainnya? Apa kriteria/variable yang menjadi dasar untuk memberikan status KW tersebut? 




NOTED: 
Untuk Bumbu Yang bertanda *) tiap-tiap orang beda-beda, ada yang menggunakannya ada juga yang tidak. Resep yang saya tuliskan di atas adalah versi sayur asem hasil obrak-abrik resep ala dapur koboi dengan chef acak-kadut. 



6 comments: Leave Your Comments

  1. kalau ibuku bikin sayur asem bumbunya cuma bawang merah, laos, sama salam, hehe

    ReplyDelete
  2. maksudnya itu daun ubi jalar kan ya mbak? kalo daun ubi jalar memang enak mbak, dilalap aja enak kok

    ReplyDelete
  3. Sayur asem jatim biasanya pake ini. Waktu di Madiun dulu gitu

    ReplyDelete
  4. Itu lengguk ya, mba? :D Kalo bener itu lengguk biasanya dimasak pake direbus, trus dicocol sambal asem jawa, enak tenan. :D

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.