WHAT'S NEW?
Loading...

Garuda Indonesia Experience, Excellent Service yang Paripurna

 “Kalau mau tahu bagaimana bermaknanya hitungan menit (WAKTU), 
datanglah mepet (injury time) saat akan naik pesawat”, 
Bukan sekedar terlintas begitu saja ketika saya (pernah) menulis kalimat tersebut, Bismillahirrahmaanirrahiim pernyataan tersebut based on my true story. Sebenarnya tak ada niatan untuk tiba bandara dalam injury time kala itu. Akibat missed info tentang letak terminal keberangkatan pesawat yang akan saya tumpangi. Saat itu sudah terlanjur menepi  dan diikuti sebuah mobil juga menepi tepat di belakang kami. Ndilalah, ketika saya hendak turun kok terminalnya salah! Kakak saya berusaha Maju mundur mobilnya tapi hasilnya tidak cantik, butuh waktu hingga 15 menitan untuk bisa keluar dari jepitan parkir mobil.

Coba kalau Tante Syahrini yang berujar “Maju-maju Cantik, mundur-mundur cantik, maju mundur tetap cantik”. Lha saya yang berada di dalam kendaraan yang maju-mundur di antara parkiran mobil yang berhimpitan? Hughhhhh, Andai waktu itu sempat selfie, dijamin penampakan wajah saya akan sangat kusut, panik, kucel dan tidak cantik serta muka mau mewek gettu deh. Lha pas tiba di bandara, saya intip arloji, waktu untuk boarding kurang 30 menit dan bahkan saya masih berdiri di bagian belakang antrian yang panjangnya hampir 10 meter!. 

Saya tanya calon penumpang terdekat yang sedang antri juga ”sistem komputerisasi [sebelum saya datang] mengalami masalah Mbak”. Saya kurang tahu pasti apa penyebabnya karena sudah terlilit kekalutan melihat jumlah antrian yang membludhak. Sederet dampak bangkitan tentu akan menyusul jika saya sampai telat boarding: harus re-sechedhlue pesawat atau cari Tiket Pesawat Murah Lainnya , reservasi travel ke Banyuwangi  harus dihanguskan,  hunting travel lagi yang belum jelas hasilnya atau langsung ke Purabaya naik bis ke Banyuwangi yang dijamin harus estafet? Pikiran pun bejubel mencari solusi alternatif  jika kemungkinan terburuk terjadi: KALAU akhirnya saya terpaksa ditinggalkan pesawat?

Doc. pribadi
Maaf  Bu, nomer penerbangan anda berapa?” sapa ramah diiringi senyuman bersahabat dari seorang petugas perempuan dengan ID card maskapai penerbangan menghalau sejenak galau dihati. Segera saya sebutkan nomer penerbangan diiringi komat-kamit doa dalam hati: Hope everthing will be just fine, aamiin.  

Ibu silahkan untuk langsung ke depan, tidak perlu antri lagi” kata si Embak petugas dengan intonasi yang lembut mempersilahkan saya maju dan mendampingi saya untuk mengambil jalur short cut antrian. Tentunya diiringi kalimat santun Embak petugas tersebut menyampaikan permintaan maaf pada pada deretan antrian di depan saya.

Saya sempatkan mengedarkan pandangan saat menyelesaikan ritual check in, ternyata ada beberapa petugas yang “jemput” keliling menghampiri dan menanyakan deretan antrian check in dan menanyakan nomer penerbangannya. Penumpang dengan penerbangan yang sama dengan saya (proses boarding on progress), difasilitasi untuk check in TANPA antri lagi. Alhamdulillah, berkat layanan istimewa sebagai bentuk responsible tersebut mengantarkan saya kembali ke Surabaya dengan aman, nyaman dan on schedule.
Doc. pribadi (pada sweet smile and perfomance kan?)
I feel so special, penumpang kelas ekonomi dengan perlakuan istimewa, wong dikondisikan hingga saya ready menuju gate penerbangan lho? Siapa coba yang tidak tersanjung tingkat dewa mendapati pelayanan dari Tim maskapai penerbangan yang andal, profesional, kompeten dan siap membantu dengan ramah, penampilan super duper rapi, sikap yang sopan dan lekat dengan image yang humble.

Sudah bisa menebak dong, maskapai apa yang saya ceritakan di atas? Yesss, benar banget : Garuda Indonesia yang sejak 2009  telah menerapkan Konsep Garuda Indonesia Experience yang didasarkan pada lima pancaindra atau “5 senses” (sight, sound, scent, taste, dan touch) dan sanggup membuktikan sebagai Maskapai Terbaik Indonesia dengan standard pelayanan prima yang paripurna.

Sekisah cerita mengenai Service istimewa yang saya terima di atas adalah perjalanan saya yang kesekian kalinya, sebenarnya aplikasi pelayanan istimewa tersebut sudah saya rasakan sejak pengalaman pertama kali berkesempatan naik Pesawat Garuda. Maskapai yang memiliki misi khusus sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa Indonesia, yang mempromosikan Indonesia kepada dunia sebagai Maskapai Terbaik Indonesia yang handal dengan layanan berkualitas bagi masyarakat dunia yang mengedapankan keramahan Indonesia telah sukses menorehkan kesan istimewa dan ngangenin bagi siapa saja yang telah pernah menikmati penerbangan yang tepat, cepat, aman, nyaman, handal……singkatnya Garuda Indonesia Experience, Excellent Service yang Paripurna deh. Sepintas mungkin seperti lebay dan over dosis, tapi bisa kok dibuktikan dengan mencoba penerbangan Garuda Indonesia ini dengan booking promo Tiket Murahnya.
Salah satu promo Tiket Murah yang ditawarkan pesata Garuda Indonesia  (Gambar dari SINI)
Sepintas mungkin seperti lebay dan over dosis, tapi boleh kok  dibuktikan dengan mencoba penerbangan Garuda Indonesia ini dengan booking promo Tiket Pesawat Murahnya seperti terlihat dalam screen shot di bawah ini (sebagian rute domestik) yang harganya terbilang murah tersebut:
Gambar dari Web https://www.garuda-indonesia.com
Eniwei, Saya sendiri memang belum tergolong orang yang memiliki mobilitas tinggi, khususnya dalam menggunakan jalur perjalanan via udara.  Apalagi pada awal-awal saya bekerja, kalau pun ada tiugas luar daerah kala itu ada aturan tidak tertulis jika staf hanya diijinkan menggunakan pesawat ekonomi yang bukan Garuda Indonesia. Wajar dong jika muncul rasa penasaran “ Koyo opo yo rasane numpak Pesawat Garuda” sambil ngelap iler (ibaratnya) tiap melintasi Terminal A di Juanda Surabaya.

Periode awal tahun 2009, akhirnya Allah SWT mengejawantahkan hasrat saya naik Pesawat Garuda di waktu yang sangat tepat. Saat saya berencana menengok kakak ipar yang baru menjalani operasi dan tanpa saya sangka-sangka seorang teman yang ritme naik Pesawat Garuda cukup tinggi, menawari saya Tiket gratis Pesawat Garuda Surabaya – Jakarta PP! “ Dirimu gak usah sungkan, toh tiket Pesawat Garuda ini hasil penukaran point reward GFFku kok “. 

Sekilas teman saya tersebut memang menjelaskan bagaimana caranya kok bisa dapat tukar point untuk tiket pesawat Garuda, bagaimana GFFnya bisa banyak, apa saja benefit memiliki member card ajaib tersebut, bla..bla…bla…penjelasan panjang lebar lainnya yang bikin saya bengong karena belum paham (kemudian saya ketahui lebih detailnya di https://garudamiles.com/).

Some how, WOUW…akhirnya saya bisa juga naik PESAWAT GARUDA! 
Dan memang saya dibuat terpana manakala melakukan boarding. Mulai dari cara pelayanannya, setiap tas/travel bag dan atau bawaan kita bawa difasilitasi gratis untuk di seal [tentunya setelah barang-barang yang termasuk kategori dalam daftar barang berharga harus dikeluarkan dari tas yang hendak ditaruh bagasi].  Begitu usai check ini, tersedia lounge yang ekslusif dan nyaman banget. Saat itu saya hanya melihat sekilas saja, dan langsung duduk manis di ruang tunggunya yang oke banget. Pokoknya, dari awal check in sampai masuk pesawat saya tak henti-henti membuat perbandingan dengan jenis maskapai lain yang pernah saya naiki sebelumnya.
Resiko Malu-malu Selfie, Wajah kejepret separo!  (Doc. Pribadi: Me and Tita)
Apalagi ketika kaki saya memasuki badan pesawat, asli saya berasa seperti wong ndeso yang baru pertama kali naik pesawat. Lha fasilitas di dalam pesawat Garuda Indonesia beda banget, maksud saya lebih keren (baca: canggih) dan comfortable. Peragaan safety penerbangan menggunakan audio visual, jadi meski duduk di belakang gak perlu miring-miring lagi untuk melihat detail instruksi menggunakan tool safety jika terjadi kondisi buruk saat penerbangan. Di setiap seat penumpang terdapat Audio and Video on Demand (AVOD) dengan LCD yang touch screen dilengkapi  head set sehingga bisa menikmati aneka menu hiburan: musik dengan berbagai genre; film mulai dari kategori: laga, drama, kolosal, hingga komedi; games interaktif yang seru abiss; sajian dokumenter; juga ada Live TV pula. Kalaupun ingin mendengarkan musik sambil membaca, tersedia Majalah Colours, majalah premium milik Garuda Indonesia yang tampil lebih segar dan elegan, dengan pilihan konten dan sajian fotografi bintang lima.
Gambara dari SINI
Baru kemudian saya ketahui jikalau semua fasilitas dan aksesoris yang serba special tersebut sebagai komitment dari  Garuda Indonesia Konsep dimana perusahaan melakukan program peremajaan untuk armada-armada lama dengan mengganti interior pesawat dengan nuansa keramahtamahan Indonesia yang diterjemahkan dalam ikon-ikon berbasis  pancaindra, antara lain tercermin dari penggunaan bahan dan ornamen khas Indonesia untuk interior pesawat, aroma wewangian bunga khas Indonesia, musik khas Indonesia, serta cita rasa makanan dan minuman khas Indonesia dan menambah fasilitas audio video.

Fasilitas layanan lainnya yang membuat saya berdecak WOUW lagi dan lagi adalah paket konsumsi yang disajikan dalam rangka melengkapi kenyamanan selama perjalanan. Ada tawaran candy yang banyak, sekotak snack plus air sebotol air mineral, serta aneka soft drink yang segar. Dulu paket konsumsinya untuk penerbangan Surabaya – Jakarta adalah seporsi menu untuk makan dan bebarapa jenis minuman gratis tiss, bagi saya itu menu berat untuk durasi penerbangan sekira 60 menit. Jadinya saya lebih setuju ketika kemudian paket perpaduan makanan ringan dan minuman khas Indonesia yang disajikan yang disesuaikan dengan jarak penerbangan yang ditempuh. Lha ketimbang hanya sejam perjalanan dikasih menu makan kelas berat, yang terjadi kan kebanyakan dicome-comel gitu duang, kan mubadzir sisanya masih banyak dan pasti dibuang.

Makanya, meskipun tiket saya berlogo Economy Class, don’t worry be happy karena penumpang kelas ekonomi pun bisa menikmati perjalanan dengan santai dan nyamanan dengan desain kursi yang ergonomis: space untuk kaki yang lapang, hingga 31 inci, dalam Boeing 737-800 Next Generation yang dilengkapi dengan head rest fleksibel bisa disesuaikan senyaman posisi duduk kita.
Gambara dari SINI
Saya yang awalnya Wondering akut pengen naik pesawat Garuda, kemudian jadi wonderful gitu ketika mendapati di salah satu halaman majalah Garuda terdapat form isian menjadi member GFF. Dalam hati pun bersorak: Akhirnya aku bisa menjadi member GFF !

Dengan haqul yakin, saya pun segera mengisi form tersebut dan menyerahkannya pada Mbak Pramugari “ Form registrasi ini akan segera kami proses dan kartunya nanti akan dikirimkan sesuai alamat yang sudah ibu cantumkan di sini ya?” kurang lebih begitu respon santunnya. Dan saya lanjutkan dengan reformasi doa (yang sebelumnya berharap mencicipi naik pesawat  Garuda barang sesekali), berganti dengan doa: semoga bisa lebih sering naik pesawat Garuda.

Kan kalau bisa sering-sering naik Pesawat Garuda secara linear pula akan memberikan impact terhadap perolehan point GarudaMiles. Lha setiap kali flight dengan pesawat Garuda kita mendapatkan point reward secara proporsional dengan jarak miles yang ditempuh. Semakin sering dan semakin jauh jarak penerbangan, otomatis peluang empuk untuk mengumpulkan  point rewardnya yang bisa ditukarkan dengan Award Ticket ke destinasi sesuka-suka kita, atau bisa juga untuk Upgrade Awards kelas penerbangan, misalnya dari kelas ekonomi ke bisnis.  Serunya lagi, penukaran point award ini bisa menjadi alternatif  hadiahkan bagi keluarga, temen ataupun orang lain yang kita anggap special deh. Buktinya itu tuh, pengalaman pertama saya menggunakan Pesawat Garuda kan tiket gratis hasil penukaran point GFFnya teman.
My New and Old GFF Card: Ngarep naik kelas jadi SILVER!
Apakah point plus memiliki member card GFF?

There are so many benefit from being member of GarudaMiles, seperti: konter check-in khusus di bandara, kuota bagasi tambahan, prioritas baggage handling, prioritas wait-list untuk reservasi tiket, akses untuk airport lounge Garuda Indonesia, dan masih banyak lagi penawaran menarik dari partner Garuda Indonesia di seluruh dunia. Ayoooo, jangan lewatkan untuk mendaftarkan diri menjadi anggota GarudaMiles sesegera mungkin begitu petama kali naik pesawat Garuda agar semua point plus-plus tersebut juga bisa Anda miliki. *Gayanya sudah mirip Public Relation apa belum neh?*

Saya lantang pamer demikian, juga merupakan ekspresi kebersyukuran karena Setelah pengalaman pertama naik Pesawat Garuda yang membuat saya takjub sekaligus mlongo koyo wong ndeso (memang aslinya wong ndeso) mendapati Excellent Service Garuda Indonesia yang Paripurna, Some How saya berkesempatan menikmati perjalanan bersama Maskapai Terbaik Indonesia pada periode-periode selanjutnya (termasuk yang kisah yang membuat saya jadi penumpang prioritas di awal tulisan ini)

Bahwa sugesti positif akan membawa aura yang positif, keyakinan yang kuat akan memberikan energi yang luar biasa dan sesuai dengan isi sebuah hadist Qudsi yang artinya:
“Aku menurut sangkaan hamba-Ku kepada-Ku”.
Dokumentasi pada Penerbangan terbaru (2013)
Setelah pengalaman pertama naik Pesawat Garuda  yang bikin saya terpana hingga melambung ke langit itu,  ehhh dari instansi kerja  tak lagi memberlakukan alert sistem yang membedakan antara staf dan pimpinan dalam menggunakan jasa penerbangan. Tak ada lagi diskriminasi buat staf untuk menikmati perjalanan nyaman dan aman bersama Maskapai Terbaik Indonesia tersebut. The One and Only Reason adalah: Tarif Garuda semakin kompetitif dengan standar pelayanan prima paripurna. Dengan harga tiket yang rata-rata murah dan mendapatkan fasilitas lebih lengkap dan oke, sapa yang tidak bergairah untuk lebih memilih penerbangan dengan pesawat Garuda ?.

Perbaikan system pelayanan yang dinamis, selain memperbaharui fasilitas-fasilitas fisik yang diperuntukkan bagi penumppang, Maskapai Terbaik Indonesia itu juga bisa menyelaraskan harga tiket pada level yang kompetitif dengan maskapai penerbangan lainnya. Tiket Pesawat Murah dengan fasilitas exclusive sudah menjadi salah satu misi Pesawat Garuda. Mungkin ada yang mau tahu banget, destinasi mana sajakah yang bisa dijangkau dengan Tiket Pesawat Murah dari Garuda Indonesia tersebut?

Tidak usah terkaget-kaget, saat ini jangkauan penerbangan pesawat Garuda sepanjang tahun senantiasa ada penawaran promo tiket pesawat murah untuk berbagai destinasi domestik maupun interasional yang siap di booking.  Setidaknya 36 rute penerbangan internasional sudah eksis ditempuh oleh pesawat Garuda dengan gagah berani. Sedangkan untuk rute domestik, sudah 40 bandara dalam negeri eligible yang mulus sebagai landas pacu pesawat Garuda.

Dan kabar gembira bagi yang mobilitasnya tinggi ke Balikpapan, seperti dilakoni oleh salah satu keponakan saya yang bekerja di Kalimantan. “Jatah tiket dari perusahaanku kan Pesawat Garuda, lha Garuda Balikpapan belum ada. Kan sayang banget Lek, aku harus pakai pesawat lain yang fasilitasnya dibawah Pesawat Garuda, demikian curhatnya di awal-awal kerja di Kalimantan. Sekarang sudah tersedia Garuda Balikpapan, artinya keponakan saya tersebut sudah tidak perlu galau lagi untuk menempuh ritme mudiknya dengan menggunakan Pesawat Garuda Balikpapan - Surabaya. Maka saya yang juga memimpikan untuk mbolang ke Tenggarong, sudah bisa tuh naik Pesawat Garuda Balikpapan (kalau sudah ada rejeki untuk jalan-jalan tentunya, hehehehee..) suatu saat nanti, Aamiin.
Gambar dari Web https://www.garuda-indonesia.com
Kembali lagi dengan pengalaman saya ketika datang injury time yang Alhamdulillah happy ending karena reaksi responsif yang dilakukan oleh Tim Maskapai Terbaik Indonesia tersebut, sehingga saya tetap bisa berangkat sesuai nomer penerbangan yang tertera pada tiket. Dan Seandainya karena sebab yang unpredictable sehingga ternyata sampai di airport sudah sedemikian mepet, maka ada opsi preventif untuk meminimalkan ‘dampak kekacauan’ yang mungkin timbul jika datang mendekati waktu boarding.

Sudah Familiar dengan Check in ON line system kan ya? 

Nah, checking in on line ini pun bisa dilakukan oleh setiap calon penumpang Pesawat Garuda. Selain bisa menghemat waktu saat proses check in yang diganti dengan cukup melapor saja. Manfaat lainnya adalah kita bisa memilih seat favorit. Bagi yang phobia dengan ketinggian, ngeri saat posisi duduknya dekat emergency exit atau gak nyaman kalau tempat duduknya dekat jendela, dengan check in on line memberikan kita kesempatan untuk booking tempat duduk senyaman mungkin. Tentunya selama seat tersebut belum dikapling oleh penumpang lain lho ya?

Selain menjadi problem solving jika (karena unpredictable situation) kita tiba di bandara dalam injury time, Check in secara ON line system ini menjadi sedemikian menghebohkannya bagi saya karena saya bisa BEBAS memilih posisi tempat duduk. Saya jatuh cinta untuk duduk dekat jendela sejak pertama kali naik Pesawat karena bisa leluasa untuk menikmati pemandangan yang terhampar di seberang kaca jendela. Makanya, duduk di dekat jendela mnejadi posisi favorit saya jika naik pesawat.

Doc. pribadi
Alasan yang mendasari kenapa saya suka tempat duduk yang dekat jendela karena berada di udara (menempuh perjalanan jalur udara) RASANYA lebih lama daripada di permukaan bumi, itu yang selalu saya rasakan ketika naik pesawat. Pertama kali naik pesawat, saya pikir mungkin euphoria cah ndeso pertama kali naik pesawat serta di perkuat oleh guruan teman-teman ketika itu “efek orang yang biasa naik bus umum tuh…"

Tapi setelah berkesempatan beberapa kali menempuh perjalanan udara saya makin yakin jika waktu 1 (satu) jam berada di atas permukaan bumi memang lebih lama daripada di bumi. Ini BUKAN semata refleksi perasaan ‘merasa’ walaupun penunjukan jam dan gerak jarum detik di arloji saya tidak mengalami perlambatan. Akhirnya file di memory otak saya ada yang terbuka, tentang pelajaran Fisika pada bab yang membahas tentang Teori relativitas. Salah satu soal Fisika yang masih saya ingat adalah tentang dua orang yang satu di kirim ke luar angkasa dan satunya tetap tinggal di bumi. Yang ditanyakan, setelah 10 tahun di suruh menghitung usia mereka *Wahhh*…Nah inilah yang kemudian saya gunakan untuk kembali berargumen  bahwasanya semakin jauh dari bumi maka waktu akan lebih lambat (point teori relatitivitas yang bisa saya pahami).

Setelah sajian konsumsi kandas, baca-baca buku membuat saya pusing (gak bisa baca buku saat dalam perjalanan), opsi yang asyik adalah mendengarkan music dengan head phone yang di sediakan pesawat sambil sok PeDe bergaya ala fotographer mengcapture pemandangan di luar jendela (sayangnya sebagian koleksi foto-foto tersebut terbawa notebook yang kecopetan saat naik bis). Padahal saya sudah madep mantep, kapan-kapan bisa dibuat cerita tentang How I feel being special passanger saat terbang bersama Pesawat Garuda.

Salah satu View favorit: landscape saat Pesawat Selesai Take Off
Dengan duduk di dekat jendela, membuat saya bebas  mengakses pemandangan di luar pesawat Garuda yang terbang gagah membelah angkasa. Saya bisa leluasa menikmati pemandangan di antara awan-awan dan landscape nun jauh di bawah. Salah satu view langit yang saya sukai adalah melihat gumpalan-gumpalan awan, apalagi saat senja menjelang dengan cuaca yang cerah ceria dimana lazuardi akan tampak memukau oleh hiasan gumpalan awan berserat jingga yang dihasilkan dari pancaran spectrum cahaya tampak matahari (dengan frekwensi dan panjang gelombang tertentu) yang dihamburkan oleh lapisan atmosfer. Imajinasi waktu kecil, mengkhayalkan bahwa gumpalan awan jika di sentuh akan lembut seperti kapas atau busa sabun. Menghayalkan suatu ketika bisa berada sangat dekat dengan awan-awan di langit. Melalui selapis kaca jendela Pesawat Garuda, Saya nikmati  aneka jenis awan, Commulus, Stratus atau Cirrus dengan luapan rasa takjub akan kebesaran ILAHI dalam gelayutan awan-awan berpadu hamparan bumi di bawah, Subhanallah.
Sayap Pesawat Garuda di antara awan-awan
Eh, iya….ada fasilitas In-flight Connectivity lho dalam penerbangan dengan Pesawat Garuda. Menu macam apa pula itu?

Tentunya sudah paham kan jika lalu lintas on line di gadget harus di OFF kan selama penerbangan? Meskipun sudah banyak yang memahami maksud dan tujuan pemberlakuan tersebut, tapi tak jarang saya melihat penumpang yang baru mau mematikan HPnya setelah diingatkan secara langsung oleh Pramugarinya.

So, dalam rangka mengakomodasi kebutuhan konsumen (penumpang) akan kebutuhan untuk SELALU terhubung saat di udara, Pesawat Garuda memberikan fasilitas In-flight Connectivity. Terobosan yang luar biasa kan? Kalau jarak tempuh hanya cukup satu atau dua jam, mungkin bagi sebagian penumpang masih bisa menunda sementara waktu jalur komunikasi secara on line. Tapi bagi para pelaku bisnis atau decision maker yang diharapkan bisa membuat keputusan strategis secepatnya, tentu durasi perjalanan satu jam tanpa bisa berkontak komunikasi akan sangat merugikan. Nah, apalagi jika perjalanan tersebut harus ditempuh sampai sekian jam, atau bahkan berpuluh jam seperti perjalanan haji?

Maka, dengan In-flight Connectivity memungkinkan setiap penumpang bisa mengakses email dan berbagai sosial media selama dalam penerbangan. Istimewanya pula layanan ini tersedia untuk seluruh kelas penerbangan Pesawat Garuda, mulai kelas ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Untuk menikmati layanan In-flight Connectivity, penumpang hanya harus terhubung dengan jaringan WiFi Pesawat Garuda saja kok. Cekidot caranya di bawah ini:

Gambar dari Web https://www.garuda-indonesia.com
Demikian fantastisnya layanan yang diberikan oleh Maskapai Terbaik Indonesia, sebelum dan selama penerbangan.

Dan Saya suka menyebut Garuda Indonesia Experience, Excellent Service yang Paripurna karena Garuda Indonesia Airways sebagai produsen jasa  menawarkan layanan istimewanya hingga penerbangan sudah usai. Artinya, kita (penumpang) TAK SEKEDAR menikmati penerbangan yang aman dan nyaman (safe, secure and comfort)  dan setelah itu habis urusan. Tidak demikian dengan Total Quality Management yang diterapkan oleh Garuda Indonesia  karena masih ada excellent service after flight.

Lantas adakah Excellent Service after Flight (selain perolehan poin reward melalui GarudaMiles)? Fitur excellent service after flight jika naik pesawat Garuda Selain point reward bagi penumpang yang sudah terdaftar dalam GarudaMiles yang berkorelasi dengan frekuensi penerbangan bersama Pesawat Garuda, Icon after Flight lainnya adalah: Boarding Pass True Value?  

Sama-sama tiket ekonomi dengan perbedaan harga yang tidak significant, tapi mendapatkan pelayanan prima yang paripurna, tak perlu lagi ragu-ragu untuk memilih Pesawat Garuda, baik untuk perjalanan dinas, bisnis, pribadi ataupun bersama keluarga tercinta. Kenapa sampai segitunya saya bisa bilang pelayanan prima yang paripurna? Selain aneka keistimewaan yang telah saya kisahkan di atas, bentuk ke-prima-an layanan Maskapai Terbaik Indonesia adalah kertas Boarding Pass yang dulunya tak lebih sebagai bukti sah untuk penerbangan dan setelahnya tak lebih hanya sesobek kertas bekas tanpa nilai, TAPI tidak demikian halnya bagi boarding pass-nya penumpang Pesawat Garuda lho?

Tiket Murah siap di booking, layanan istimewa dengan comfortnya telah memanjakan panca indera para penumpangnya dan sambutlah kenikmatan lain dari kertas bekas si Boarding Pass yang telah terpaketkan dengan aneka diskon dengan harga istimewa di banyak toko, hotel, resor, spa, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, restoran maupun penyewaan mobil melalui program Boarding Pass True Value yang ditawarkan maskapai penerbangan yang telah berhasil membukukan sistem managementnya yang mengacu pada Total quality Managemnet ini dalam rangka memberikan pelayanan prima bagi para penumpangnya.

Caranya pun sangat-sangat simpel, cukup  dengan menunjukkan Boarding Pass yang belum lewat dari 7 (tujuh) hari dari  tanggal perjalanan yang tertera di Boarding Pass di tempat-tempat yang telah bekerjasama dengan Maskapai Penerbangan Pesawat Garuda dan silahkan menikmati sepuasanya penawaran eksklusif tersebut. Nah, jangan buru-buru membuang kertas Boarding pass penerbangan bersama Pesawat Garudanya ya?

Bagaimana dengan prosesi Claim Bagasi penumpang?

Menempuh perjalanan dengan penerbangan, tentu tak bisa dilepaskan dengan koper-koper besar? Iyalah, pergi jauh-jauh rasanya gak afdhol kalau tidak membawa oleh-oleh. Untuk urusan bagasi ini, jangan resah dan gelisah, proses pengambilan travel bag untuk penumpang Pesawat Garuda memiliki tempat tersendiri, jadi tidak perlu riweuh bercampur dengan maskapai lainnya, sehingga bisa lebih cepat dan mudah mengambil travel bag serta semua barang-barang yang ditaruh di bagasi pesawat.

Untuk tindakan preventif ANDAI terjadi kehilangan, sangat penting dan menyematkan kartu nama, alamat dan nomor telpon (noted: BAHASA INGGRIS) pada travel bag kita agar memudahkan identifikasi jikalau saja terjadi ketlisut atau kehilangan di perjalanan. Kartu identitas untuk bagasi  tersebut bisa didapatkan di semua loket check-in Garuda Indonesia dan GRATIS.
Gambar dari Web https://www.garuda-indonesia.com
Jika preventif terhadap bagasi kita sudah dilakukan dan terjadi kehilangan, maka Pencarian Bagasi bisa langsung KLIK INI dan isikan informasi terkait yang dibutuhkan. Cukup dengan memasukkan nama dan nomor referensi yang telah disediakan oleh petugas pelayanan bagasi Garuda Indonesia, kemudian klik  "submit" dan sistem akan menginformasikan status bagasi kita yang kesasar. Atau, bisa juga melalui tombol "Contact Your Airline" dan akan langsung Tim Garuda Indonesia, yang akan segera merespon melalui telepon atau email.

Dengan implementasi Konsep Garuda Indonesia Experience, Excellent Service yang Paripurna, menjadi Sangat lazim jika Garuda Indonesia mengukir banyak prestasi di skala Internasional, antara lain:
  1. Pemenang penghargaan "Passenger Choice Awards 2014" untuk kategori "Best in Region : Asia and Australasia" selama dua tahun berturut-¬‐turut dari "Airline Passenger Experience Association" (APEX) – asosiasi peningkatan layanan penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.
  2. Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar berhasil meraih anugerah “APAC Airline Executive of the Year 2014” dari CAPA Center for Aviation – institusi independen yang menganalisa maskapai dan industri penerbangan yang berkedudukan di Sydney, Australia dalam acara “CAPA Aviation Awards for Excellence”.
  3. Pada tahun 2010, Garuda meraih penghargaan dari CAPA sebagai “Airline Turnaround of The Year”. Penghargaan ini diraih Garuda atas keberhasilan dalam melakukan transformasi perusahaan dan program perbaikan dan peningkatan di berbagai bidang.
  4. Pada tanggal 15 Juli 2014 lalu dalam acara “Fanborough Airshow 2014” di London, Inggris, Garuda Indonesia meraih penghargaan “The World’s Best Cabin Crew 2014” dari Skytrax.
  5. Garuda Indonesia berhasil meraih predikat sebagai “The World Best Economy Class” dan “Best Economy Class Seat” ( tahun 2013)
  6. Pemenang penghargaan "Passenger Choice Awards 2014" untuk kategori "Best in Region : Asia and Australasia" selama dua tahun berturut-¬‐turut dari "Airline Passenger Experience Association" (APEX) – asosiasi peningkatan layanan penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat.
Testimoni Adik Ipar yang sedang menempuh program beasiswa di Perth, bukti Tiket Pesawat Murah Garuda
After All,
Bersama dengan cerita pengalaman saya naik Pesawat Garuda dan ditambahi  sekilas (singkat) review tentang Maskapai Terbaik Indonesia,  semoga pencapaian prestasi dan unjuk kerja prima yang paripurna bisa lebih baik lagi, sesuai dengan spirit kerja yang dipedomani oleh segenap tim Garuda Indonesia Airways “ One Tim One Spirit One Goal ~ Emirsyah Satar, Dirut Garuda Indonesia ”.


Garuda Indonesia Experience, Excellent Service yang Paripurna 
diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Bersama Garuda Indonesia 



References:
1. https://www.garuda-indonesia.com
2. https://garudamiles.com/



22 comments: Leave Your Comments

  1. Garuda Indonesia memang is the best....
    selamat berlomba...semoga menjadi yang terbaik...keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengennya bisa sering-2 kemana-kemana naik Garuda ya Bang.

      Sukses juga buat Bang Hari dg lombanya di Garuda ini

      Delete
  2. gak pernah nyobain! but wish u the best for contest! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I wish you, some day can flight with Garuda Airways yaaaa

      Delete
    2. thanks Rie! kalo gak Garuda, emprit juga gak papa kalo ada mah ... :p

      Delete
    3. Koyone emprit sdh masuk list yg dilindungi tuh

      Delete
  3. Mak syaratnya kurang dikit. Garuda Balikpapannya belum ada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyae Mbak, terlewatkan Garuda Balikpapan...*sudah ta edit tuh*

      Delete
  4. gileeeee komplit abis sist :D :D
    selama naik garuda ane emang selalu puas dengan layanan dan....
    makanannya :D :D :D
    enak enak hehehe

    salam hoki ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebisanya bikin tulisannya dan berharapnya minimal melatih menulis lagii.

      Ma kasii yaa

      Delete
  5. Aku ora pernah blas numpak pesawat mbak Rie.. mbok sekali-kali diajak po'o. tapi bayari tiketnya ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahun ini aq belum naik garuda je mas. Malah ini nyari gratisan lagi....hehehe

      Delete
  6. Wkwkwk saya ngikik di maju-mundur-cantik itu ....

    Sukses ya Mbak Rie :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, kalau maju mundurnya tante syahrini jelas jadi jargon yang melambungkan personal brandingnya.

      Delete
  7. Rasanya sesuatu banget baca kalimat pembukamu mak, soalnya aku pernah ketinggalan pesawat & tiketku hangus, berdua lagi sama anakj, deuhh, nangiss aq :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, diriku pun pernah ngalami ketinggalan pesawat dua kali jugaaaaa dan trpaksa beli tiket baru ( hangus tiket lama)

      Delete
  8. Good luck ya mbak buat lombanya

    ReplyDelete
  9. Menikmati sajian menarik ini, ikut deg-degan saat check in mepet waktu
    Sukses di GA ini Jeng Ririe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saat check.in mepet waktu, deg2an campur pengen nangis mbak. Hehehe

      Delete
  10. dulu aku pikir ini garuda mahal ternyata nggak juga..malah kadang beberapa waktu lebih murah dari yang lain ^^
    Dan cuma garuda penerbangan domestik yang kasi h sepaket baby care untuk yg bawa anak
    itu crewnya pada narsis bisa mau dipoto2 xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong, awalnya saya juga mikir kalau Garuda itu mahal. Eeee, ternyata harga tiketnya terbilang murah jika dilihat dengan paket fasilitasnya yang ciamik getu.

      Hahahha...kebetulan mbak mereka mau diminta poto-poto

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.