WHAT'S NEW?
Loading...

Dana Pensiun Langkah Cerdas Meraih Kemerdekaan Finansial Saat Lansia.

Bismillahirrahmaanirrahiim, adakah yang pernah mendengar atau bahkan pernah secara becanda mengatakan ini: Ketika kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga. Secara sepintas, kedengarannya memang terkesan hiperbola. Akan tetapi jika dideterminasikan secara bijaksana sebenarnya merupakan slogan yang impulsif untuk menumbuhkan Kekuatan disiplin diri dan kekuatan ketabahan batin, nyali atau nekat bahasa kasarnya, sejak dini belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk kita. Tapi sebelumnya, lebih baiknya semboyan di atas perlu di re-engineering menjadi: Saat kecil dimanja-manja, remaja rajin belajar, muda gemar menabung, tua kaya-raya dan mati masuk surga. Dengan demikian sangatlah relevan jika kita sangat perlu untuk melatih diri dalam memanage uang karena uang adalah kekuatan yang penuh daya. Jika kecerdasan finansial rendah, uang akan menindas kita. Uang akan menjadi lebih pandai dari diri kita, sehingga jangan berkeluh kesah jika seumur hidup kita bekerja untuk mencari uang. Berbeda jika kecerdasan finansial kita tinggi, maka uanglah yang akan bekerja untuk kita.
Aplikasi sederhananya, membiasakan diri menabung dalam bentuk yang tidak biasa sejak kita masih muda.  Kenapa ini perlu dibiasakan sejak usia se-muda mungkin? Hasil survey dari OJK menyebutkan bahwa Hanya 7% pekerja di Indonesia yang paham dan sudah menyiapkan masa pensiun dengan cermat. Artinya ada 93% yang tak punya perencanaan bagaimana membiayai hidupnya kelak jika sudah memasuki masa pensiun. Seperti kita ketahui kurun waktu produktif dan efektif kita bisa bekerja aktif dengan daya dukung tenaga dan pikiran yang prima, secara umum adalah usia 25 s/d 65 tahun. Sebelum dan sesudah itu, bisa dibilang kita berada pada jeda kondisi yang tidak produktif. Sangat wajarlah jika kita masih di usia anak-anak, karena ada orang tua yang menanggung biaya hidup kita. Lha jika di atas usia 65 tahun, dengan kemampuan memikul beban hidup yang sudah menurun, maka seyogyanya di usia lansia kita tidak menjadi beban bagi orang lain, walaupun itu keluarga [anak] kita sendiri. Selain alasan tersebut, masih ada beberapa faktor kenapa kita perlu mempersiapkan masa pensiun sejak usia muda belia, antara lain:
  1. Inflasi memberikan dampak yang simultan terhadap biaya hidup sehingga akan meningkat dari waktu ke waktu.
  2. Kebutuhan sehari-hari terus berkembang dan membutuhkan pendanaan yang bertambah mahal pula dari tahun ke tahun.
  3. Kondisi perekonomian yang bergelombang naik turun seirama polemik sosial dan  isu politik.
  4. Ketidak-pastian pekerjaan kita dimasa mendatang karena tidak ada jaminan apakah kita bisa bebas dari ancaman PHK atau sejenisnya yang menyebabkan kita jadi pengangguran [sementara atau kurun waktu yang lama]
  5. Kondisi Ketidakpastian fisik atau kesehatan yang tidak bisa ditebak, semisal karena suatu peristiwa kecelakaan atau jatuh sakit sehingga tidak bisa lagi bekerja secara maksimal.
Akan tetapi, faktor-faktor di atas masih dianggap absurd oleh banyak orang karena cara penerjemahan beberapa hal di bawah ini:
  1. Jalani hari ini dengan tanpa mengkuatirkan masa depan, sehingga terciptalah pola Today is Today, then tommorrow is tomorrow. Sepintas memang terlihat rasional: jalani saat ini dengan enjoy tak perlu memusingkan hari esok. Padahal bagaimana warna hari esok [masa depan] kita, sebagian besar ditentukan dari cara kita menjalani hidup saat ini dan bagaimana kita memanage cash flow finansial kita. Kalau versi nasehat ortu saya, “seberapa pun penghasilan yang dapatkan, pastikan agar sebagian kamu simpan karena esok pasti AKAN datang dengan tingkat kebutuhan yang berbeda baik dari segi ragam maupun jumlah finansial yang diperlukan untuk pembiayaan.  Jika gajimu sejuta, ya simpan barang dua ratus atau seratus ribu, kumpulkan dulu kemudian belikan emas atau barang berharga lainnya yang kelak bisa dijual dengan harga yang lebih meningkat” Ini isi nasehat yang tak henti-henti disampaikan oleh ibu pada semua anak-anaknya bahkan sampai sekarang, setiap kali ada kesempatan mudik tak lupa ibu menyampaikan nasehat tersebut.
  2. Rejeki hari ini ya jatahnya untuk keperluan saat ini, esok hari ya cari lagi, kan rezeki sudah ada yang mengatur, wong ayam saja ada jatah rejekinya. Pernyataan ini baru bisa dianggap benar jika disertakan  konteks ikhtiar yang optimal, cermat dan sistematis. Bukankah Allah SWT  tidak akan mengubah nasib suatu kaum yang tidak mau mengubah nasib dirinya sendiri? Nah salah satu ikhtiar untuk persiapan hari tua adalah mulai menabung secara istiqomah dan mari gunakan prinsip seperti kita BAB: do it and forget.  Saat kita buang kotoran, kita suka rela melakukannya dan tidak pakai kepikiran lagi, hingga kemudian kotoran tersebut menyuburkan tanah dan membuat tanaman jadi suur sehingga menghasilkan buah yang banyak untuk di panen. Jadi marilah kita asumsikan similar dengan kebiasaan untuk BAB dalam melaksanakan kebiasaan menabung sejak sekarang ya?
  3. Kalau sudah tua kan tidak punya keinginan dan kebutuhan yang macam-macam lagi. Kata siapa ketika sudah lanjt usia kebutuhan kita akan menjadi berkurang otomatis? Memang iya, semua orang inginnya sehat wal afiat sampai tua dan ajal menjemput. Tapi merupakan fakta pula bahwa saat seseorang memasuki usia lansia, masalah kesehatan [ degeneratif ] seperti demensia, diabetes, gangguan fungsi ginjal, paru-paru, hipertensi, dan Penyakit-penyakit Tidak Menular lainnya yang akan menjadi penyakit kronis dan multi patologis manakala tidak cepat diobati. Dari satu aspek kesehatan saja, estimasi pembiayaannya sudah terlihat tidak murah pastinya dan akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk penyembuhannya.
  4. Mulai menabung itu nanti saja setelah semua anak-anak lulus sekolah/kuliah. Mari kita telaah sekilas, saat semua anak-anak sudah menyelesaikan pendidikannya, tentu usia kita sudah tidak muda lagi sehingga masa produktif kita hanya tinggal hitungan beberapa tahun. Walaupun kita dapat menepati komitment untuk segera menabung di saat pengeluaran untuk pendidikan anak-anak sudah tidak ada, tentu perolehannya tidak linear dengan perkiraan akumulasi untuk kebutuhan di saat sudah pensiun [tidak produktif lagi].
  5. Mendengar, Melihat, membaca dan menonton berita tentang perkembangan ekonomi  dan  grafik saham. Fluktuasi tentang perekonomian, laju inflasi dan atau nilai tukar mata uang, bisa menjadi preferensi yang membuat orang skeptis untuk memulai persiapan masa depan sehingga keinginan dan kesadaran untuk menabung/berinvestasi pun surut karena “takut” uangnya bisa hilang ketika dimasukkan dalam instrumen investasi. Padahal prinsip mempersiapkan kemerdekaan finansial di usia lansia baru akan memiliki nilai return investmentnya yang  significant ketika dilakukan dalam jangka waktu yang lama, artinya saat kita di usia produktif secara reguler menyisihkan pendapatan kita walaupun angkanya hanya berkisaran dua ratus ribu per bulan dan ditempakan pada produk investasi yang properly, bukan sekedar tabungan konvensional lho? Ya kisaran horizon waktu yang dibutuhkan untuk jenis investasi persiapan saat pensiun adalah 10 – 20 tahun. Ilustrasi singkatnya, jika kita menabung yang biasa Rp. 200.000/bulan maka dalam 10 tahun=akumulasi tabungan berada di kisaran 24 juta Rupiah. Namun nilai yang kita peroleh akan bisa menjadi dua atau tiga kali lipat dari jumlah uang yang kita setor jika kita memilih jenis investasi yang pengelolaannya memang fokus untuk investasi jangka panjang seperti reksadana, asuransi atau BNI SIMPONI misalnya.
  6. Uang kan tidak dibawa mati. Iya sih, kita mati tidak membawa uang. Tapi jangan lupa jika setelah mati kita ingin masuk surga kan? Nah untuk masuk surga itu tidak gratisan loh? Kita harus punya tiket pahala yang banyak dan untuk memperoleh banyak pahala salah satu caranya adalah banyak beramal, bersedekah dan memberikan hibah. Semua itu butuh uang kan? Nah sapa bilang orang mati tidak bawa uang? Sangat jelas bahwa untuk mati yang bisa masuk surga itu butuh uang banget.
Let's Start to reach our FINANCIAL FREEDOM TODAY!
Dari faktor-faktor yang semestinya menjadi stimulator bagi kita untuk awake dan aware dalam gerakan giat menabung/investasi untuk masa depan, tapi faktanya masih banyak orang yang enggan dan kuatir untuk mengalokasikan uangnya pada instrumen investasi jangka menengah/panjang. Ada juga yang sudah menyadari perlunya tabungan pensiun tapi merasa sulit untuk mewujudkannya dengan alasan jumlah gaji yang dianggapanya masih sedikit sehingga lebih memilih menunggu nanti saja kalau gajinya sudah naik dan terasa waktu berlalu dengan cepat mendekati masa pensiun BUT STILL DO NOTHING to make any preparation for their future. Atau, ada yang sudah mulai langkah nyata dengan menabung untuk persiapan masa pensiun tapi alokasi dananya tidak di sendirikan alias tetap jadi satu dalam rekening tabungan sehingga riskan dengan banyak pembenaran untuk mengambilnya manakala membutuhkan sesuatu. 

Membiasakan Menabung Sejak Dini.
Berdasarkan uraian panjang lebar di atas, baik mengenai faktor-faktor yang seharusnya memotivasi kita untuk bersegera menabung Sejak Dini dalam rangka meraih kemerdekaan finansial di usia lansia. Fakta-fakta yang masih menjadi noise dalam pengambilan keputusan berinvestasi dalam tabungan pensiun maupun fenomena-fenomena keengganan sebagian besar dalam berkomitmen menabung untuk masa pensiun.
" Dengan setiap Rupiah yang kita peroleh, kita memiliki kekuatan untuk memilih hari tua [masa depan] kita untuk menjadi kaya, miskin atau kelas menengah"

Lantas Solusinya apa dan bagaimana?
Sudah pernah dengar atau tahu tentang Tabungan BNI SIMPONI? Salah satu produk perbankan yang dikeluarkan oleh Bank BNI ini merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih dalam rangka mempersiapkan masa pensiun agar bisa tetap menikmati hari-hari tua dengan penuh kenikmatan dan BUKANnya pensiun dari kenikmatan hidup.

Kenapa BNI SIMPONI? Karena salah satu cara agar kita bisa konsisten menabung untuk persiapan pensiun adalah dengan mengambil aplikasi tabungan yang dipisahkan dari rekening tabungan untuk keperluan sehari-hari. Dengan memisahkan tabungan pensiun pada rekening khusus, maka bisa mendisiplinkan kita untuk ajeg menabung dan tidak mudah tergoda untuk mengambilnya untuk keperluan yang sifatnya BUKAN masalah hidup atau mati seseorang.  terganggu bila ada kebutuhan mendesak sekalipun. Dan BNI SIMPONI ini merupakan jenis tabungan yang ELIGIBLE untuk dipilih sebagai “celengan ala guci aladin” karena:

1. Siapapun dan apapun profesi kita, sangat bisa untuk membuka rekening tabungan BNI SIMPONI. Bagi PNS/TNI/POLRI/Swasta/petani/ dan berapapun gajinya, tabungan BNI Simponi sangat friendly dan very welcome bagi siapapun  yang menginginkan kesejahteraan di masa pensiunnya kelak. BNI Simponi ini menyediakan alternatif pilihan usia pensiun normal mulai dari 45 tahun.
2.  Ragam dan Jenis-jenis  manfaat pensiun yang ditawarkan dari produk BNI Simponi ini adalah:
  • Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  • Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  • Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.
3. Aplikasinya mudah, cepat juga simpel hanya dengan melampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor lho? Silahkan datang ke Bank BNI terdekat, temui customer service dan sampaikan niat anda untuk membuka tabungan BNI Simponi. Dengan senyum manis dan sikap ramah, customer service akan menyodorkan formulir Aplikasi Pembukaan  BNI Simponi diikiuti serangkaian penjelasan terinci terkait mengenai BNI Simponi: pilihan paket investasi, resiko-resikonya, keuntungannya, ilustrasi perolehan tabungan [return investment] sesuai jangka waktu tertentu dengan estimasi perolehan secara low risk, middle risk dan high risk. Silahkan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri dan setor iuran awal minimal Rp 250.000,- sudah bisa langsung memiliki rekening tabungan BNI Simponi.

4. Setoran tiap bulannya sangat bersahaja yaitu minimal Rp 50.000. Dengan nominal setoran yang relatif terjangkau hampir semua lapisan masyarakat ini, peserta akan mendapatkan pengembangan yang optimal setiap bulannya, setelah memasuki usia pensiun, peserta  berpeluang mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, setelah itu akan diteruskan kepada ahli waris (yang ditunjuk saat aplikasi) dan sampai dengan anak yang terkecil dengan ketentuan belum berumur 25 tahun (belum menikah/belum bekerja)
5. Besarnya hasil pengembangan yang significant diberikan tergantung pada bunga yang berlaku di pasar pada saat itu dan tergantung paket investasi yang dipilih peserta yang terdiri atas :
  • 75%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 25% (Obligasi)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Obligasi)
  • 100% (Deposito dan/atau Pasar Uang)
  • 100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah)
  • 50%   (Deposito, Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
  • 50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
6.  Terdapat beberapa cara Setoran BNI Simponi yang FRIENDLY bisa digunakan, antara lain :
  • Tunai di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
  • Transfer dari bank lain.
  • Melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
  • Melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI
7. Lantas apa saja Benefit yang didapat selama menjadi peserta BNI Simponi? Inilah beberapa keuntungan/kelebihan yang menjadi package tabungan BNI Simponi sangat menarik yaitu:
  • Iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran.
  • Dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  • Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan.
  • Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.
8. Mudahnya Memperoleh Manfaat Pensiun dari BNI Simponi. Untuk melakukan proses pencairan dananya, peserta bisa datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan persyaratan sbb:
 
Keterangan :
  1. Semua proses penutupan di sentralisasidi kantor Besar Unit DPLK. Cabang-cabang hanya menerima berkas penutupan dengan syarat-syarat tercantum diatas dan mohon dilakukan verifikasi TTD KTP & Buku Asli yang kemudian dikirimkan ke KB. Unit DPLKdengan terlebih dahulu diteliti kembali kelengkapan datanya pada kesempatan pertama.
  2. Mohon untuk proses Klaim / Pencairan dilampirkan no. NPWP ( Terutama untuk Proses Akumulasi Iuran dan Kepesertaan Berakhir )
  3. Total dana akhir peserta yang diterima akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kenapa BNI Simponi ini direkomendasikan sebagai alternatif yang properly untuk dipilih dalam rangka mempersiapkan tabungan Dana pensiun Langkah Cerdas meraih Kemerdekaan finansial saat Lansia ? Adalah pertimbangan utama yang harus dipertimbangkan manakala mengambil produk investasi masa depan adalah bahwa:
  1. Jenis Tabungan tersebut harus terproteksi, artinya jika terpaksa harus berobat, Anda tidak perlu menggunakan tabungan Anda tersebut untuk biaya pengobatan bahkan untuk kondisi kritis sekalipun seperti kena stroke, kanker, dan sebagainya. Dan bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan seperti kecelakaan, kelanjutan tabungan tersebut harus tetap ada yang membayarkannya.
  2. Kita harus cermat dan cerdas dalam memilih tempat/perusahaan untuk menabung yaitu di perusahaan yang sudah teruji dan terpercaya. Mengingat tabungan pensiun merupakan investasi jangka panjang, maka kita harus memastikan bahwa lembaga keuangan tersebut kompeten dan terpercaya untuk menyimpan dan mengelola dana tabungan tersebut. Untuk sangat disarankan untuk memilih lembaga keuangan yang telah teruji dan berpengalaman ratusan tahun dalam mengelola dana nasabahnya, punya reputasi baik, dan memiliki program tabungan yang dapat menunjang kebutuhan pensiun kita kelak.
Masih pikir-pikir untuk membuka aplikasi tabungan dana pensiun? Just a simply question: Ingin menikmati indahnya masa pensiun bersama anak cucu atau Anda ingin pensiun dari kenikmatan saat masa lansia nanti?
Kalau saya sendiri pilih opsi yang pertama karena menjadi lansia itu kepastian adanya, tapi memiliki Kemerdekaan finansial saat Lansia merupakan langkah cerdas yang harus saya pilih sejak dini [lebih cepat dimulai tentu hasilnya akan lebih optimal]. Pada awalnya saya juga dihantui pikiran-pikiran yang membuat saya sempat ragu-ragu untuk memulai investasi jangka panjang untuk persiapan masa setelah tidak produktif.
  • Ketakutan tidak mampu membayar setoran rutin/bulanan karena gaji saya kala itu yang terbilang kecil dan nyaris BEP tiap bulan.
  • Kekuatiran jika nilai return investment yang diilustrasikan saat saya mendaftar ternyata hanya sebuah janji manis belaka? Apalagi kala itu stabilitas ekonomi akibat masa transisi setelah masa orba berakhir lebih di dominasi raport perkembangan ekonomi yang diwarnai warna merah.
  • Ketidakpercayaan jangan-jangan cara claim-nya nanti ruwet dan membutuhkan waktu yang lama serta hanya kantor tertentu saja yang bisa melayani [off line system]
Semua noise dan friksi tersebut sempat menunda niat saya untuk membuka investasi jangka panjang. Untuk meyakinkan diri, saya juga smepat membeli buku yang menjelaskan tentang berinvestasi reksadana. Tapi keberanian untuk mengambil langkah berinvestasi jangka panjang masih saja belum ada. Hingga suatu ketika bertemu dengan salah satu CS sebuah bank [ saat penggantian buku tabungan] yang menawari salah satu produk asuransi yang single premi dengan penjelasan detailnya. Al hasil saya bulatkan tekad: It’s Time to start, Do it and forget. Iya, kalimat itu yang saya ambil untukmeyakinkan diri saya sendiri untuk menerima penawaran asuransi single premi kala itu. Dengan akumulasi saldo tabungan yang jumlahnya tidak seberapa, saya nekat mengalihkannya ke produk asuransi tersebut. Setelah pembukaan rekening tersebut, saya berusaha untuk melupakannya. Bahkan buku polisnya pun saya simpan ditumpukan buku paling bawah. Hingga lima tahun kemudian, saya iseng-iseng dan penasaran ingin melihat laporan perolehan investasinya. It’s amazing, ternyata hasil invesatasi saya tersebut tercetak nominal dengan jumlah dua kali lipat dari uang saya setorkan.

Singkat cerita, saya pun mulai menerapkan prinsip don’t put all of your eggs in one basket. Saya mendebet sebagian saldo dari return investment asuransi single premi tersebut untuk membayar produk tabungan jangka panjang yang iurannya setahun sekali. Kemudian membuka aplikasi lagi yang berbayar iuran tiap tri wulan. Dan akhirnya saya pun memberanikan untuk membuka aplikasi tabungan yang berbayar iuran tiap bulan. Pada awal-awalnya memang susah, memaksa diri saya sendiri untuk tirakat menggunakan gaji dan harus extra memilih dan memilah mana-mana yang bisa ditunda untuk dibeli walaupun secara kebutuhan saya sudah membutuhkannya. Dibandingkan teman-teman sekantor, saya adalah yang terakhir baru beli HP. Dan ketika teman-teman berganti HP lebih up to date, saya masih setia dengan HP monochrome. Dan berbagai bentuk pendisiplinan cash flow lainnya demi men-set up tabungan masa depan bisa stabil dulu.
Ini sangat mungkin BISA jadi kenyataan
Sekarang, Alhamdulillah dari salah satu produk investasi yang berjangka tersebut sudah ada yang bisa di panen. Setidaknya, premi yang tahunan saya terback up dari asuransi yang pertama. Pembelian dua kali Notebook pun saya ambilkan dari perolehan investasi lho? Jadi kalau ditanya, apakah saya tertarik dengan produk BNI Simponi ini? Absolutely saya tertarik dan akan mempertimbangkannya mengingat dengan usia saya saat ini dan bilamana dianugerahi anak nanti, saya kan perlu mempersiapkan pembiayaannya kelak karena saat anak saya nanti membutuhkan biaya yang besar, saat itu sepertinya saya sudah berada di masa pensiun.

Nah, apalagi kalau menang lomba BNI Blog Competition ini? Kan secara otomatis bisa punya BNI Simponi tho? #ngarep pake BGT. Semoga sharing ini bisa menguatkan niat anda untuk memulai persiapan. Bila ingin menikmati pensiun maka sekaranglah saatnya untuk mulai menyiapkan dana untuk pensiun.
Let’s Plan our future life properly by start investing today, Sooner is better.
Tertarik untuk mempersiapkan dana pensiun sebagai langkah cerdas untuk  Segera kunjungi http://bit.ly/BNI_Simponi dan dapatkan informasi secara lebih lengkap dan akurat demi meraih kemerdekaan finansial di masa depan.






References:
  • BNI_Simponi
  • Rich Dad, Poor Dad (Robert T. Kiyosaki)
  • http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=SNR.13110002
  • http://strategimanajemen.net


18 comments: Leave Your Comments

  1. wahhh, lengkap mak ...sukses ya mak :)

    ReplyDelete
  2. Tumben mbahas bank???
    Jngn2 ini adalah???

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengennya sih sering nulis beginian jika ada rikuesnya...xixixixi

      Delete
  3. bagus tulisannya.. menarik buat pmbaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. ma kasihh, semoga tertarik pula utk menabung sejak dini

      Delete
  4. menarik mak ulasannya..mohon kunjungan balik ke blog saya ya :) http://supertayo.blogspot.com/2014/05/berinvestasi-di-usia-muda-demi-masa.html

    ReplyDelete
  5. Lengkap banget mak ulasannya, semoga menang lombanya ya

    ReplyDelete
  6. Mempersiapkan dana pensiun di perlukan langkah cerdas dengan mendapatkan segala informasi yang tepat ya Mba.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget Pak Indra, investasi utk masa depan perlu selektif juga

      Delete
  7. hari gini..memang musti mempersiapkan dana pensiun secara bijak..karena itu salah satu cara menghadapi kondisi kehidupan yang serba tidak pasti...., selamat berlomba ya,,,semoga menjadi yang terbaik....keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iklim berubah dengan ekstrem, tak jarang di luar perkiraan cuaca ya Bang. Deikian pulan dengan kebutuhan hiudp di masa mendatang, nilainya tentu tak bisa di tebak brp persen laju peningkatannya

      Delete
  8. waw, lengkap banget, mba Rie. dana di pensiun memang masa yang harus direncanakan agar bisa menjaga kelangsungan hidup ya, mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, daa [ensiun sangat perlu kita siapkan sejak dini ya kan?

      Delete
  9. menjadi sebuah keharusan bagi pegawai-pegawai swasta untuk memikirkan ini ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagi pegawai non swasta juga tetap perlu dana pensiun ya kan pak? Selain paket pensiun yg include dr pemotongan gaji bulanan itu

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.