Header Ads

Life is flowing in its story leaving history
  • What's News

    Kopi Jawa

    Fantastisnya aroma dan suara hujan Bismillahirrahmaanirrahiim jadi lebih komplit manakala ditemani dengan segelas kopi panas dan singkong rebus yang masih hangat. Maklum, saya lebih suka singkong yang direbus daripada di goreng.....so healthy choice kan? Tapi kalau kopi Jawa, adakah yang punya imaji seperti apakah itu? Saya sendiri kalau minum kopi lebih suka kopi tubruk dimana kopi bubuknya aseli bawa dari Rumah Lamongan sono. Sudah track record sejaka masih kuliah dan Alhamdulillah masih terlestarikan sampai sekarang. #EH?

    Skip pembahasan soal kopi tubruk made In Ndeso-nya dan kembali pada Kopi Jawa, yang ini sih judul sebuah puisi karya Agus R. Sarjono.

    Bijih-bijih legenda
    Ada dan tiada
    Seperti mutiara hitam
    Tersulam di jubah malam

    Berlayar ke manca negara
    Menjelma lagu dan seduhan rindu
    Mengikat kenangan manis
    Akan ladang-ladang tropis
    Yang subur dibasuh air mata

    Di tanah kelahiran
    Ia menjelma hari-hari prosa,
    Hari-hari politisi, hari-hari berita:
    Encer dan sembrono, seperti nasib jelata
    Dan secuil penguasa kaya
    Yang bersolek
    Dengan berkilo gula

    Bijih-bijih legenda
    Ada dan tiada
    Seperti mutiara hitam
    Tersulam di jubah malam
    Resensi; Review Buku
    Buku Kopi Jawa
    Kopi Jawa ini merupakan salah satu puisi dalam buku kumpulan puisi yang diberi judul Kopi, Kretek, Cinta. Saya memang penyuka puisi tapi harap maklum tidak banyak tahu tentang para penyair. Buku ini pun saya dapat dari suami. Nah suami saya di kasih oleh seorang temannya, katanya buku ini sengaja diberikan untuk saya. Selidik punya selidik, lha sang teman suami tersebut tahu jika saya suka puisi dan sesekali nulis begaya puitis.

    “Kok bisa tahu kalau aku nulis sok puitis, Bi?”
    “ Ya kan beberapa kali pernah aku tunjukkin sms yang model puisi itu..?”
    “ Hahhh?!”


    You Own your story and each story can empower others~ credit dari koran



    21 comments:

    1. Saya jadi penasaran sama rasa kopi Lamongannya Mba Ririe. Hehehe. :-9

      ReplyDelete
      Replies
      1. Wheheheh ternyata Lamongan bukan hanya terkenal sama PECEL LELE nya aja ya. KOPI juga ngetop hihihihi

        Delete
      2. kalo kang asep, bukannya juga asli lamongan? #ngasal

        Delete
    2. He, si Abi pinter juga mempromosiin bakat uminya. Hehe

      ReplyDelete
    3. habis ngasih buku,..gantian..sodorin secangkir kopi buat suami....oww...oww.......romantis.....hihihi

      ReplyDelete
    4. This comment has been removed by the author.

      ReplyDelete
    5. gue sekarang malahan lagi berhenti minum kopi.. gara2 addict kemaren nih. hehehe

      ReplyDelete
    6. kopinya nyummyy :D btw, puitis itu penting lho, mba. biar bs ngegombalin. hihi

      ReplyDelete
    7. abi pasti bangga dengan bakatmu Ri...
      terus dikembangkan udah dapat banyak dukungan kan

      ReplyDelete
    8. Penasaran sama buku nya.
      Anyway, kopi Aceh udah pernah rasa belom mbak? :D

      ReplyDelete
    9. ini cocok banget dengan lagu kamu ketahuan, istri suka nulis puisi...suami diam2 nunjukin sms bergaya puisi dari istrinya kepada temannya...efeknya...ya dapat buku kumpulan puisi...luarbiasa ...keep happy blogging always..salam dari makassar :-)

      ReplyDelete
    10. Senikmat itukah kopi lamongan..., diskripsi yang membanggakan produk LA. Salut...

      ReplyDelete
    11. semua jenis kopi aku gak suka mbak :)

      ReplyDelete
    12. kepo dgn kopi tubruk Lamongan mbak :)

      ReplyDelete
    13. Wah mas, kupikir awalnya membahas tentang jenis tanaman kopi yang digunakan minuman di pulau jawa. eh ternyata kumpulan puisi... terima kasih telah share. Puisinya bagus lho, mungkin mas masih titisan Arya Dwipangga si Pendekar Syair Berdarah...hehehehe

      ReplyDelete
    14. saat mengucapkan "hahhh" kebayang kan ekspresinya. kaya abis minum kopi ekspreso lahh

      ReplyDelete
    15. Tapi kalau kopi Jawa, adakah yang punya imaji seperti apakah itu? Saya sendiri kalau minum kopi lebih suka kopi tubruk dimana kopi bubuknya aseli bawa dari Rumah Lamongan sono.

      ReplyDelete
    16. Rasa kopinya kaya gimana ya rie, sebagai penggemar kopi dan puisi saya jadi penasaran nih rie...

      ReplyDelete
    17. Penasaran waktu baca judul postingan di atas. Sebagai orang jawa, saya tidak tahu apa itu kopi jawa. Eh, ternyata cuma puisi.

      ReplyDelete
    18. Walahhhh saya pikir postingan mengulik habis tentang kopi jawa :D

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
    So, be wise and friendly.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad