Peran Strategis Keandalan Transportasi Dalam Pertumbuhan Pariwisata dan Ekonomi Nasional

Peran transportasi dalam mendukung perekonomian sangatlah besar, pemerintah menyadari itu. Oleh karena itu pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi baik darat, laut dan udara di berbagai daerah. Pembukaan jalan baru, pembangunan pelabuhan dan bandara dilakukan hampir diseluruh wilayah Indonesia. 

Dengan pembangunan sarana transportasi tersebut diharapkan distribusi barang dan jasa menjadi lancar. Dukungan transportasi diharapkan dapat memotong biaya distribusi sehingga tingkat harga barang dan jasa dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada yang pada akhirnya tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.
Credit: Dephub
Transportasi, ekonomi dan pariwisata merupakan tiga hal yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Singkatnya, satu sama lain memiliki peran yang tak bisa dipisahkan dan tidak bisa diperdebatkan sektor mana yang lebih besar kontribusinya. 

Globec atau Era globalisasi ekonomi telah mendorong persaingan yang makin ketat, dan lingkungan ekonomi pun semakin kompleks, tidak hanya dituntut reaksi yang lebih cepat, tetapi lebih dari itu dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan instrumen barang produksi, mulai dari skala mikro, manufacture hingga dunia pariwisata.

Transportasi yang memiliki definisi sebagai aktifitas yang bisa membuat orang, barang atau sesuatu berpindah dari  suatu tempat ke tempat lain yang berbeda  dengan menggunakan alat atau pun tanpa menggunakan sarana.

Perkembangan sektor ekonomi sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, berbagai jenis barang konsumtif, industri garmen, pertanian, dunia perikanan dan jasa bermunculan sebagai respon volatilitas harga dan nilai tukar yang tinggi.  Bismillahirrahmaanirrahiim, Seperti halnya perkembangan teknologi informasi yang belakangan ini telah mengungkit banyak sumber daya kreatifitas bermunculan. Dunia semakin menyatu, dalam perdagangan internasional tidak lagi dikenal batas negara dan pasar modal juga semakin terintegrasi, dan muncul blok-blok baru ekonomi sebagai usaha untuk  mempertahankan dan melindungi industri dalam negeri. Kondisi demikian merupakan pemantik yang efekif dalam menciptakan peluang dan tantangan bagi semua stakeholder untuk mempertajam daya saing. 
Pemerintah sangat menyadari bahwa peran transportasi dalam mendukung perekonomian sangatlah penting dan harus ditingkatkan dari waktu ke waktu, serta harus menyesuaikan dengan dinamika kehidupan sosial masyarakat yang banyak dipengaruhi oleh trend teknologi digital. 
Dan seiring dengan trend perubahan dan dinamika sektor-sektor yang menunjang pertumbuhan ekonomi yang dituntut serba cepat, maka eksistensi transportasi juga memiliki tantangan  untuk meningkatkan kualitas dan keandalannya karena tidak ada sektor penunjang pertumbuhan ekonomi yang bisa lepas dari kebutuhan akan adanya transportasi yang handal.  

Kesempatan menjelajah dunia semakin terbuka lebar, usaha yang dikendalikan dari sebuah desa kecil (yang dulunya terpencil) sekarang poduknya dapat dipasarkan ke seluruh dunia melalui internet (e-commerce). Sistem pembayaran juga semakin cepat, efesien melalui ATM, atau pun mobile banking. 

Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur transportasi baik darat, laut dan udara di berbagai daerah.  Hal ini tentu senada dengan kondisi geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, tentu sektor transportasi harus mendapatkan perhatian yang serius. Pembukaan jalan baru, pembangunan pelabuhan dan bandara dilakukan hampir diseluruh wilayah Indonesia. Dengan pembangunan sarana transportasi tersebut diharapkan distribusi barang dan jasa menjadi lancar. Diharpkan dukungan transportasi bisa mengurangi biaya distribusi barang dan jasa agar harga barang dan jasa bisa lebih terjangkau  dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada yang pada akhirnya tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.

Bertitik tolak dari hal tersebut, Menhub menyatakan dalam kurun waktu lima tahun 2014 s.d 2019 sudah  dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi dengan pendekatan Indonesia Sentris untuk membuka keterisolasian, yaitu dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan).
Demikian pula dengan sektor pariwisata yang semakin penting sejalan dengan perkembangan dan kontribusi dalam ekonomi.  Menurut Buku Saku Kementerian Pariwisata (2016), kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2014 adalah sebesar Rp 946,09 triliun (9 %). Melihat kontribusi industri pariwisata yang sangat significant ini, tentu tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan system transportasi yang handal, baik transportasi darat, laut, udara dan jalur kereta Api. 


Referensi:


Ririe Khayan

Assalamulaikum. Hi I am Ririe Khayan (Blogger, Buzzer, Coffee Lover) and live in Jogya. I’m the Author Of Kidung Kinanthi, a Personal Blog about my random thought, parenting, traveling, lifestyle, & other activity as well as Personal & Working Mom Story. Thanks for visiting my blog and hopefully will visit again with pleasure.

No comments:

Post a Comment

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

Maaf ya, komentar yang terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

So, be wise and stay friendly.