Insto Dry Eyes, Obat Tetes Mata Pilihan Emak Milenial Untuk Obati Mata Kering

Pernah dengar tentang  MATA KERING atau DRY EYES ? Atau mungkin pernah mengalami mata SEPET, PEGEL, PERIH ?

Tahukah jika mata yang terasa sepet, pegel atau perih sebenarnya adalah gejala mata kering dan penyebabnya berkaitan erat dengan aktifitas yang kita lakukan sehari-hari.

Parahnya, hampir semua aktifitas yang saya lakukan sehari-hari memiliki kontribusi sebagai penyebab mata kering tersebut.  Kita, ehmmm tepatnya diri saya sendiri acapkali menganggap ringan gejala mata kering yang timbul saat menjalani aktivitas sehari-hari dan tanpa sadar mata sudah kering.
Mata Kering adalah kondisi dimana kelenjar air mata tidak menghasilkan air mata dalam jumlah yang cukup sehingga menyebabkan mata menjadi kering dan iritasi. Padahal air mata memiliki fungsi untuk membantu melindungi mata dari infeksi dan benda asing yang masuk ke kelopak mata.
3 Gejala MATA KERING atau dry eyes: mata SEPET, PEGEL, PERIH
Yaa…it’s mean sangat buuaanyak sekali aktiftas dan kebiasaan yang kita saya lakukan setiap hari bisa menyebabkan mata kering.  Padahal mata adalah organ vital yang menjadi ujung tombak dalam aktualisasi diri, jendela untuk melihat dunia dan “pintu” keluaran hasil pekerjaan. Menyadari hal sepenting ini, masihkah kita abai terhadap kesehatan mata ?

Pernah mengalami mata kering? Jika pertanyaan ini diajukan ke saya, dan kalau gejala-gejala mata kering adalah sepet, pegel atau perih, tentu jawaban saya adalah saya pernah mengalami mata kering, tidak hanya sekali tapi sangat mungkin cukup sering, dari efek pekerjaan, kebiasaan mengggunakan gadget, nonton TV, menikmati hobi (ngeblog dan motret) maupun mengerjakan pekerjaan rumah.

Yang terbaru, gejala mata kering yang saya alami beberapa hari lalu. Kelopak mata kanan terasa ada yang mengganjal, perasaan ada sesuatu di kelopak mata, pandangan sedikit ngeblur, dan jika dipejamkan atau dibuat berkedip ada rasa nyeri. Jika sudah mengalami gejala-gejala demikian, akibatnya sederet pekerjaan akan mengalami penundaan. Karena "memaksa" melanjutkan rutinitas pekerjaan, bukannya kelar kerjaan malah justru akan memperparah gejala mata kering yang saya alami kan?

Bismillahirrahmaanirrahiim setelah membaca artikel tentang dry eye educationsaya jadi semakin aware mengenai mata kering yang saya alami tersebut: tentang penyebab mata kering, gejala-gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya.

Sejujurnya pula, selama ini kerap EGP manakala ada mata mengalami rasa-rasa mata sepet, panas, pegel ataupun perih, dan ternyata sikap abai tersebut bisa berakibat fatal bagi kesehatan mata dalam jangka waktu panjang.
Untuk mengatasi gejala mata kering tersebut, hal-hal sebagai berikut:
  • Tidak menggosok mata. Kalau rasa gatalnya tak bisa ditahan, saya gunakan tisyu untuk mengusap-usap kelopak mata, lumayanlah bisa mengurangi level rasa gatal pada kelopak mata. Karena ternyata menggosok mata bisa mengakibatkan gesekan pada bola mata sehingga bisa terjadi iritasi pada mata. Apalagi jika tangan kotor, potensi bahaya bisa berlipat karena adanya bakteri, virus dan mikroorganisme lainnya yang masuk ke kelopak mata.
  • Menggunakan pelindung mata atau kaca mata saat bekerja di area terbuka, terutama yang banyak debu berterbangan. Bukan bermaksud menyalahkan ritme pekerjaan outdoor yang sebenarnya sudah saya akrabi sejak tahun 2017 lalu. Tapi ya faktanya, kemungkinan gejala mata kering yang saya alami kemarin itu ada kemungkinan dari beberapa kali peneraan di lokasi timbangan jembatan, SPBU dan beberapa pasar tradisional yang berkelanjutan begitu libur lebaran telah berlalu. 
  • Mengurangi frekuensi menatap layar laptop: istirahat sepanjang hari khususnya memberikan “waktu libur” untuk mata agar melihat pemandangan selain layar komputer. Selain efek pekerjaan di lapangan, kemungkinan penyebab lainnya adalah porsi pekerjaan di depan komputer yang lumayan meningkat. Dua minggu belakangan ini saya akui traffic bekerja di depan laptop meningkat drastis karena sedang mempersiapkan event Pameran Potensi Daerah (PPD). Sehingga mungkin tanpa saya sadari semakin sering menatap layar laptop tanpa berkedip Ya Alhamdulillah, tinggal finishing project sehingga bisa dikondisikan untuk tidak berlama-lama menatapi layar laptop sampai kondisi mata saya membaik. Dan ketika hari berikutnya harus kemabli melanjutkan pekerjaan, saya wanti-wanti diri sendiri (self reminder) untuk sesering mungkin berkedip dan setiap dua puluh menit berlalu, saya membiasakan untuk mengalihkan pandangan ke hal lain yang berjarak sekitar 20 meter selama 30an detik.
  • Menggunakan obat tetes mata Insto Dry Eyes. Dengan meneteskan insto dry eyes, 1-2 tetes pada masing-masing kelopak. Kenapa mata yang tidak sakit juga ditetesi obat mata insto ? Ya karena ketika satu kelopak mata terkena masalah, kemungkinan besar akan menular pada kelopak mata lainnya. Untuk itulah kelopak mata yang sehat pun perlu ditetesi insto dry eyes ini karena memang obat tetes mata Insto ini memiliki manfaat ganda yaitu sebagai pengobatan sekaligus bisa untuk tindakan pencegahan, yakni menjaga mata tetap lembab dan terhindar dari ketularan mata (satunya) yang sedang tidak sehat.
Alhamdulillah, gejala mata kering yang saya alami bisa segera mereda. Pada hari berikutnya, kondisi mata yang sebelah kanan sudah berangsur membaik dengan berkurangnya rasa sepet, perih, gatal, dan mengganjal seperti berpasir  tidak mengganggu lagi dan di hari ketiga sudah kembali clear pandangan mata saya.

Mengidentifikasi Sumber-Sumber Bahaya (penyebab) Mata Kering

Belajar dari pengalaman mata kering yang saya alami, ternyata penyebab mata kering sangatlah dekat dan merupakan salah satu bagian dari resiko yang tak terpisahkan dari rutinitas sehari-hari yang saya jalani. Mulai bangun tidur hingga akan tidur lagi seperti perangko yang menempel pada amplop surat. 

I. Resiko Dry Eyes yang bersumber dari profesi (pekerjaan rutin)

Ada yang bilang setiap profesi memiliki resiko (bahaya) masing-masing. Saya sepaham dengan pernyataan tersebut dan sehubungan dengan mata kering, saya kira tak ada pekerjaan yang tanpa resiko mengalami mata kering. 

Bekerja sebagai ASN dibidang pelayanan metrologi legal dengan tupoksi utama berhubungan dengan PENGUJIAN alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) yang berkaitan dengan transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan. Panca indera penglihatan, MATA menjadi ujung tombak saya dalam bekerja (tanpa maksud mengecilkan peran dan porsi organ tubuh yang lain).  

Secara ringkas, pekerjaan sehari-hari yang saya lakukan (selain administratif) adalah melakukan serangkaian kegiatan mengukur benda (unit under test atau UUT) menggunakan alat ukur standar dengan metode pengukuran (pengujian) terhadap UUT tersebut hingga menghasilkan hasil pengujian yang presisi dan akurat. 

Sekilas contoh alat ukur yang diuji antara lain:
  • untuk parameter masa (timbangan elektronik, neraca, dacin logam, timbangan sentisimal, bobot ingsut, dll), 
  • parameter suhu (thermometer), 
  • parameter volume (bejana ukur, glass ware volumetric, tangki ukur mobil, dst),
  • parameter panjang, parameter suhu, meter taxi 
  • dan berbagai alat ukur, takar, timbang lainnya yang digunakan untuk kepentingan umum (transaksi, jual beli, penentuan harga, tarif, upah pegawai, dsb).
Kesemua proses pekerjaan tersebut ujung tombaknya adalah melihat, mengamati, menghitung untuk kemudian mengeluarkan hasil (nilai) yang dituntut harus presisi dan akurat  untuk mengesahkan obyek pengujian karena masih memenuhi batas kesalahan yang diijinkan (BKD). Jika nilai pengujian berada diluar batas BKD, otomatis obyek ukur dinyatakan TIDAK SAH untuk digunakan/ tidak boleh dioperasionalkan.

Nah, selama melaksanakan rangkaian pekerjaan tersebut, saat melakukan proses pengujian kan harus fokus, apalagi jika obyek yang diuji dengan karakteristik pembacaan skala kecil, agar bisa fokus sehingga tak berkedip. Kalau sebentar sih masih tak apa-apa. Lha kalau yang diuji banyak, frekuensi mata tak berkedip jadi semakin banyak juga, akibatnya mata jadi pegel, perih, sepet dan gejala kekeringan mata lainnya. 

Ririe Khayan

Assalamulaikum. Hi I am Ririe Khayan (Blogger, Buzzer, Coffee Lover) and live in Jogya. I’m the Author Of Kidung Kinanthi, a Personal Blog about my random thought, parenting, traveling, lifestyle, & other activity as well as Personal & Working Mom Story. Thanks for visiting my blog and hopefully will visit again with pleasure.

2 comments:

  1. Sebenarnya dampak mata kering kalau dibiarkan apaan sich ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg gk baik, kan kering lama-lam kaku trus pecah .. kayak krupuk.

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

So, be wise and friendly.