Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Mengulik Rahasia (Daya Tarik) Tas Rajut Yang Cantik dan Penuh Pesona

Apakah Anda ingin berpenampilan menarik dengan item yang berbau khas tradisional namun tetap modern? Tenang saja! Anda sekarang sudah bisa menambah penampilan menjadi lebih fashionable dan stylish dengan item rajutan yang indah. Dari segala hal yang dibuat, bisa dari baju, jaket, tas, selimut, topi, dan lain sebagainya. Dari sederet produk berbasis seni merajut, yang paling diminati pasar adalah tas rajut.

Tak heran jika Bismillahirrahmaanirrahiim, tas rajut sangat diminati oleh berbagai kalangan di Indonesia, bahkan sudah menembus ekspor dengan harga yang fantastis. Pasalnya hasil tas dari rajutan, modelnya sangat unik, tradisional, menarik mata, dan tahan lama (awet). Biasanya bahan rajutan lebih tahan lama dibandingkan dengan tas yang berbahan kain kanvas atau kain parasut. Rajutan yang kuat biasanya dibuat dari hasil kerajinan tangan (hadn made) dan hasil konveksi. 

Pada umumnya produk rajutan terbagi menjadi 2 jenis proses pembuatan, yaitu berdasarkan pesanan khusus dan dibuat tanpa ada pesanan dan dijual secara massal seperti di pusat oleh-oleh, toko, gallery dengan sistem penjualan ala consignment.
Tas Hand Made, Tas Rajut Wanita
Aneka (model) Tas Rajut
Pada beberapa produsen, ada yang sengaja memproduksi tas rajut secara limited edition atau memang hanya melayani pembuatan tas by order, mulai dari bahan, model, pola rajutan dan modifikasi lainnya sesuai permintaan pembeli. Artinya, harga tas rajut tergantung dari kualitas, harga, dan pesanan.

Fenomena Tas rajut yang kian populer, bukan hanya karena keunikannya sebaga pendukung penampilan yang elegan. Kenyataannya, tas rajut memang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan tas-tas jenis lainnya. Beberapa keistimewaan tas rajut adalah sebagai berikut  :
  • Memiliki ketahanan (strength) yang  lebih lama walaupun kelihatannya barang (tas) yang terbuat dari rajutan benang-benang nylon.
  • Untuk penggunaan keseharian atau dijadikan teman akrab aktifitas sehari-hari, tas rajut memberikan unjuk kinerja yang lebih awet.
  • Memiliki ciri khas ketradisionalan namun sangat berkelas  dalam hal bentuk dan bahan.
  • Warna-warna tas rajut tersedia tersedia sangat banyak, variatif dan friendly banget untuk di mix and match dengan bahan lain sehingga sangat cerah dan memancarkan pesona yang fantastis.
  • Motif yang dimiliki tas rajut unik karena pola-pola rajutan menyesuaikan dengan imajinasi sang kreator/perajin/pemesan.
  • Susah untuk dicopet karena sulit untuk merusak benang-benang sudah dirajut. At least, butuh waktu pebih lama bagi tangan-tangan jahil untuk bisa mengoprek isi tas rajut Anda.
Untuk memelihara keawetan dan kecantikan tas berbahan rajut. Sama seperti yang lainnya, tas ini perlu dicuci agar debu dan kotoran yang menempel bisa hilang. Apabila tas tidak dibersihkan, kotoran yang menempel akan mempengaruhi warna rajutan. Dan pastinya tas model rajutan menjadi kotor, jelek, dan tak menawan lagi. Untuk itu alangkah lebih baiknya apabila kita membersihkan dengan baik dan benar. 

Berikut ini beberapa tips merawat tas berbahan rajut adalah
  1. Mencuci secukupnya dengan air hangat, jangan terlalu lama dan asal kotoran, debu atau noda di tas rajut hilang saja langsung terus bilas tapiii harap diingat jangan di peras tas rajutnya ya? Jangan menyuci tas rajut menggunakan mesin cuci dan jangan pula menggunakan dry cleaning. Akan sangat fatal akibatnya bila mencuci menggunakan mesin cuci dan atau dry cleaning karena akan merusak benang nilon tas rajut.
  2. Jika Tas Rajut Anda sangat kotor maka perlu direndam, pastikan untuk seluruh badan tas telah terendam dan menjadi basah. Dan usahakan untuk mencuci dengan menggunakan tangan alias hand washing dan minimalisir menggunakan detergen. Jika memang diperlukan,  gunakan soft detergent secukupnya saja agar nilon tetap kuat. Usahakan jangan terlalu lama merendam, sekitar 15 menit dan  hindari untuk mengucek tas rajut. Oh iya, bisa menggunakan pelembut pakaian agar tas harum dan teksturnya tetap lembut lhoh.
  3. Setelah direndam, bilas tas dengan air bersih atau direndam kembali dalam ember yang berisi air bersih, celupkan hingga berkali-kali. Setelah itu jemur tas di jemuran, yang tak langsung terkena paparan sinar matahari karena apabila terkena paparan, warna tas akan berubah. Perlu diingat, posisi penjemuran jangan digantung karena bisa menyebabkan benang-benang tas rajut menjadi molor.
  4. Apabila dalam 1 hari kurang kering, keringkan menggunakan hair drier namun dengan skala normal (jangan terlalu panas). 
  5. Pada prinsipnya, tas rajut tidak perlu sering dicuci. Kalau level kekotorannya belum kritis dan masih bisa dibersihkan tanpa dicuci, why not kan ya? Karena jika terlalu sering dicuci maka tas rajut akan mudah rusak/prothol benang ranjutan dan terlihat kusam. Jangan terlalu lama menjemur langsung di bawah siraman terik sinar matahari, 3 – 4 jam cukuplah  karena bisa mempercepat pudarnya corak/warna benang. 
Tas Rajut, Tas Unik
Tas Rajut Modifikasi Sulam Pita
Fakta menarik lainnya tentang Tas Rajut adalah bagi si pembuat kerajinan tersebut. Bagi yang bisa membuat tas rajut, selain bisa mengoptimalkan waktu yang masih luang, bisa menambah Take Home Pay dan ternyata membuat rajutan tas dapat mendatangkan banyak benefit non material yang tak kalah berharganya. 

Beberapa manfaat baik dari kerajinan membuat tas rajut antara lain:
Dapat melatih koordinasi mata dengan tangan.
Dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
Dapat digunakan untuk terapi mental.
Bisa mengurangi tingkat stress pada seseorang.
Dapat mengurangi perasaan emosional seseorang.
Bisa mencegah penuaan dini pada otak kita.
Dapat menyeimbangkan kerja otak.
Dapat meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam diri kita.
Bisa membuat kita mudah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Dapat menunjang pemikiran dalam hal interaksi sosial.
Dan pastinya mendapatkan hasil rajutan yang menawan.
Kegiatan pelatihan rajut, Perempuan membuat rajut
Workshop Ketrampilan Merajut
Anda tertarik untuk membuat Tas Rajut sendiri? Anda bisa membuatnya sendiri dirumah dengan bahan-bahan sewajarnya yang bisa ditemukan di toko pernak-pernik jahitan. Setau saya, membuat tas rajut tidak rumit dan hampir semua orang bisa melakukannya asal mau belajar kok. Ya iyalah, kebanyakan dari kita kan enggan mencobanya. Di era kakak-kakak saya sekolah dulu, ada salah satu mata pelajaran ketrampilan yang mengajari para siswanya untuk merajut. 

Bagaimana, tertarik untuk belajar atau menambah keterampilan tangan dengan merajut?  Ataukah, Anda suka juga dengan tas rajut atau benda-benda yang terbuat dari rajutan? 






Noted: Sponsor Post

5 Kesalahan Berbusana yang Patut Dihindari Wanita Berhijab

Memutuskan untuk menggunakan hijab sebagai penampilan tak terpisahkan sehari-hari merupakan salah satu langkah besar dalam hidup. Sementara di sisi lain, sebuah fitrah juga bagi wanita untuk bisa tampil cantik dan menarik. 

Tetapi Bismillahirrahmaanirrahiim, kita yang sudah memutuskan hal tersebut tidak perlu khawatir. Sebab keputusan untuk berhijab kini tetap bisa membuat kita tampil gaya. Ada banyak sekali referensi gaya hijab menarik yang siap membuat penampilan jadi lebih istimewa dan tetap memenuhi ketentuan untuk menutup aurat dengan sebaik-baiknya.

Asalkan bisa menghindari beberapa kesalahan dalam berhujab ini, pasti penampilan kita akan kelihatan elegan dan berkelas dengan hijab kesayangan dan tidak Tabarruj (perbuatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menonjolkan kecantikan dan menarik perhatian lawan jenis).  
Fashion, Muslimah, Trend Fashion
Berikut ini beberapa kesalahan dalam Berbusana yang Patut Dihindari Wanita Berhijab:
  1. Dress yang Tangannya Terlalu Pendek. Dress yang tangannya terlalu pendek membuat penampilan wanita berhijab jadi kelihatan kurang sopan. Demi menghindari kesan yang kurang baik ini, dapatkan variasi dress yang tepat di https://fashion.mataharimall.com/p-235/dress. Aneka dress muslim yang menarik dan syar’i di MatahariMall akan melengkapi gaya penampilan kita. Tak perlu khawatir soal harganya, sebab MatahariMall selalu punya penawaran harga istimewa untuk pelanggan se-Indonesia.
  2. Menggunakan Hijab yang Kekecilan dan Berantakan. Ukuran hijab yang terlalu kecil dan berantakan dapat membuat rambut tidak tertutup dengan rapi. Oleh karena itu, hal ini wajib dihindari dengan cara memiliki ukuran hijab yang tepat. Jangan lupa untuk mencoba hijab tersebut untuk memperkirakan perbandingan ukurannya dengan ukuran kepala kita.
  3. Baju yang Terlalu Tipis dan Memperlihatkan Lekuk Tubuh. Meski sudah mengenakan baju muslim yang panjang, bukan berarti bentuk tubuh wanita bisa tertutupi sempurna. Ada pula wanita berhijab yang lalai menggunakan baju dengan tekstur tipis. Akibatnya, lekuk tubuh pun tampak menerawang atau terlihat menonjol sewaktu mengenakan baju tipis tersebut.
  4. Tidak berlebihan mengenakan aksesoris dan make up. Memadu padankan warna dan corak kain merah, ungu, pink, hijau, coklat, biru, berbunga-bunga, batik ataupun jenis motif lainnya memang menarik selama dalam batas yang proporsional. Termasuk juga penggunaan aksesoris seperti cincin, gelang, jam tangan, bros, dan make up yang berlebihan tak hanya akan membuat penampilan kita semacam toko (manekin) berjalan, juga akan membuat penampilan terlihat sangat jauh dari menarik. 
  5. Celana Jeans yang Ketat. Sah-sah saja bila wanita berhijab ingin mengenakan celana jeans. Namun sebaiknya wanita berhijab memilih celana jeans yang tidak ketat sehingga bentuk tubuh bagian bawah dapat tersamarkan dengan baik. Pilihlah bahan denim yang gelap dan nyaman sehingga tetap leluasa beraktivitas. Lengkapi pula penggunaan celana jeans dengan baju atasan yang melewati bagian pesak atau menutup aurat bagian bawah.
Sudah siap tampil modis sekaligus syar’i dengan baju muslim yang tepat? Mari membenahi penampilan kita secara perlahan-lahan sehingga kita bisa menjadi muslimah yang sopan sekaligus kelihatan menarik dan yang paling penting semoga cantik kelak di hadapan Allah SWT.

Note: Sponsored Post

7 Cara Re-Engineering Kegagalan Menjadi (Mood Booster) Keberhasilan

Salah satu tokoh legendaris yang bikin saya ngefans banget adalah Mr. Thomas Alva Edison, bagi saya beliau adalah sosok inspiratif untuk paham ANTI GAGAL. Beliau lebih MEMILIH menamakan keberhasilan ( ketimbang gagal ) untuk apapun pencapaian yang diraihnya, entah sesuai harapan ataupun jauh dari target yang diinginkan. Contohnya penemuan bola lampu pijar, dengan percaya diri beliau mengklaim bahwa sebanyak 9.955 kali BERHASIL menemukan lampu yang tidak menyala, hingga akhirnya BERHASIL menemukan bola lampu yang berpijar.

Artinya, Mr. Thomas Alva Edison tidak mengenal istilah gagal dalam setiap jenis usaha yang dilakukannya. Beliau sangat memahami bahwa kebanyakan orang mengalami kegagalan dalam hidupnya karena mereka tidak menyadari betapa dekatnya pintu keberhasilan (akan terbuka) saat mereka memilih menyerah.
Keberhasilan dan kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan. Orang bilang, life is never flat. Karena itulah Bismillahirrahmaanirrahiim, ada yang namanya sukses (berhasil),  gagal, menang dan kalah. Sebanyak apa kita bisa merengkuh sukses dan kemenangan, semestinya kita juga bisa menerima dan mendapatkan pembelajaran dari kegagalan atau kekalahan yang terjadi. 
Dengan kekalahan, kita diharapkan bisa bangkit lagi. Dengan kekalahan kita bisa membangun pondasi mental juara, ketika berada dipuncak kejayaan akan membuat menjadi pribadi yang sangat bersyukur, peka dan membangun tepa slira pada pihak/orang lain yang mengalami fase belum berhasil. 

Pada heran kan, kok tetiba saya berMODE ON ala-ala motivator begini? Iyahhh, sebenarnya postingan ini pun merupakan hasil termotivasi dari postingan Mama Arifah Wulansari yang kerap jadi jawara lomba-lomba menulis (kompetisi blog). Faktanya, ternyata beliau pun tidak serta merta serba menang-menang melulu saat mengikuti ajang perlombaan menulis. Mau tahu kan apa sih rahasia Mak Arifah ini hingga cemerlang mengukir jejak juara dalam berbagai kompetisi blog?
Motivasi Meraih Keberhasilan Sepanjang masa
Berikut ini 7 cara re-engineering kegagalan menjadi (Mood Booster) keberhasilan yang sangat ajaib untuk mengubah kekalahan dalam event lomba tulis-menulis dan seharusnya sih bisa diterapkan untuk berbagai bentuk aspek kehidupan, sehingga bisa menjadi trigger keberhasilan dan kesuksesan: 
  1. Terima kegagalan sebagai proses pembelajaran bahwa segala sesuatu yang terjadi memiliki alasan dan tujuan. Bahwa apapun hasil yang kita peroleh merupakan hal terbaik untuk di saat itu. Ikhlas menerima kegagalan sebagai skenario terindah bahwa saat mengalami kegagalan, perlu kita pahami bahwa kita sedang belajar hal baru. Seperti Mr. Thomas Alva Edison yang menginjeksi mond set bahwa kegagalan percobaannya membuat lampu pijar  tak lain merupakan penemuan hal-hal baru yang sebelumnya belum diketahui.  Seorang legenda juara terlahir oleh hasil kerja keras yang pantang menyerah. Kota Roma tidak dibangun dalam waktu semalam, Candi Borobudur yang megah menantang masa juga merupakan proses panjang jatuh dan bangun para pembuatnya. 
  2. Salurkan gejolak emosi “perasaan” sewajarnya saja. Siapa sih orangnya yang tidak down, sedih, kecewa, galau wal baper ketika dihadapkan pada kekalahan, kegagalan dan atau ketidakberhasilan atas usaha yang dilakukannya?  Maka, berilah waktu bagi perasaan kita untuk "mengungkapkan" kebaperannya tapi secara wajar saja. Jika menangis itu bisa membantu, jangan ragu untuk menangis (secukupnya). Atau bisa juga, lampiaskan dengan me time makan coklat, jalan-jalan, atau apalah yang dapat menghibur diri sehingga aura negatif dari kekalahan bisa cepat dinetralkan. *seperti reaksi asam-basa*. Yang jelas, jangan terlalu lama membiarkan diri terbawa “aliran arus” negatif kekalahan.
  3. Jangan menghubungkan kekalahan dengan ketidakmampuan diri. Berhenti menyalahkan diri sendiri, karena sikap tersebut adalah tindakan konyol yang mendistraksi rasa percaya diri. Dan putuskan segera berhenti menghimpun alasan untuk membenarkan diri jika “sudah kalah ya sudahlah, nothing can do anymore”. Yakinlah bahwa kekalahan yang sesungguhnya adalah manakala kita putus asa dan menyerah (tanpa mau berusaha bangkit dan move one).
  4. Be Sportif! Dengan mengalami kekalahan, secara fitrah semestinya akan membentuk sikap sportif, mengakui dan memberikan apresiasi terhadap keberhasilan orang lain dan menyadari jika kemampuan kita perlu ditingkatkan. Saya sendiri tiap kali mengikuti lomba menulis biasanya saya tanamkan demi menguji kemampuan diri sendiri dan itung-itung menambahkan content blog dengan target tematik (yang dilombakan), al hasil ketika tidak menang ya tidak begitu baper. Bagi saya, ikut kompetisi itu semacam media untuk mengasah ketajaman “pena” untuk menulis. Semakin sering ikut perlombaan, tentunya akan semakin baik pengaruhnya bagi diri saya pribadi dong. 
  5. Mempelajari Tulisan Pemenang (pencapaian prestasi orang lain). Sejujurnya, saya setuju bonus sepakat dan menerapkannya. Ibarat kata, saya tak mungkin berkutat dalam tempurung jika ingin memperbaiki kualitas tulisan saya. Dengan membaca tulisan para juara lomba, kita bisa membuat semacam comparative degree terhadap tulisan kita sendiri. Kita akan menemukan aspek-aspek yang (ternyata) kita lewatkan atau tidak terpikirkan sehingga gegerget tulisan yang buat terasa mengambang, tidak jelas alurnya atau bahkan ala kadarnya.   Saya biasanya suka mengoleksi karya tulis para pemenang untuk jadai bahan referensi dan bacaan juga kala blank ide mewabah sehingga mandul memposting tulisan di blog. 
  6. Meng-audit karya milik sendiri atau corecctive action. Iya dong,  setelah wira-wiri mencermati tulisan para pemenang, next step ya melakukan “audit” terhadap tulisan yang kita ikutkan lomba. Mulai dari diksi, alur, kedalaman ulasan, data pendukung, bahkan EYD yang kita gunakan sudah sesuai standar ataukah cenderung alay. 
  7. Jangan ragu-ragu untuk ikut lomba lagi (dan lagi). Practices make perfect, more challenge more confidence. Untuk melihat seberapa jauh progress yang telah kita peroleh, tentu salah satu caranya ya ikutan lomba lagi. Karena kita tidak bisa melihat gajah di depan pelupuk mata tak terlihat, sedangkan semut di seberang samudera bisa bisa dilihat. Intinya, kita perlu penilaian obyektif dari orang lain dan itu adalah melalui perlombaan.     

Sudah menerapkan  7 cara re-engineering kegagalan menjadi keberhasilan tapi kok masih jadi langganan kekalahan? 

Oh No, it’s not the end of the world. Jangan berhenti untuk konsisten menerapkan langkah-langkah di atas secara kontinyu (istiqomah).  Karena dalam kekalahan, tidak berarti kita kalah selama mau menerima kenyataan tersebut dan berusaha tetap menghargai kinerja (proses) yang dilakukan. Orang sudah berani mencoba, apapun hasilnya, tidak bisa disebut kalah ataupun gagal. 
Setiap orang yang berani mengambil langkah untuk mencoba dan berusaha, sejatinya tidak bisa disebut mengalami kekalahan bila hasilnya belum sesuai harapan. Dengan mengalami kekalahan, banyak hal baik yang masih bisa kita nikmati. dengan kekalahan kita ditempa untuk lebih giat berusaha. 
Dengan kekalahan kita bisa membuka mata terhadap kemenangan orang lain. Dengan kekalahan, kita bisa belajaruntuk legowo dan rendah hati. Dengan kekalahan, kita diharapkan bisa bangkit lagi. Dengan kekalahan kita bisa membangun pondasi mental juara, ketika berada dipuncak kejayaan sejatinya merupakan kesempatan untuk peka dan penuh tepa slira pada pihak/orang lain. 
Kelemahan terbesar adalah berputusasa.

Cara yang paling jitu untuk meraih keberhasilan adalah dengan mencobanya satu kali lagi (dan lagi). Tidak ada yang sia-sia meskipun apa yang kita kerjakan tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Artinya postingan ini merupakan hasil kompilasi dari rahasia sukses yang telah dibuktikan oleh sahabat blogger kita, Emak Blogger Arifah Wulansari. Silahkan kunjungi blognya untuk melakukan riset dan comparative degree terhadap tulisan-tulisan beliau yang sudah terbukukan dalam daftar juara lomba di www.arifahwulansari.com