WHAT'S NEW?
Loading...

Cara Mandi Kembang ala Meriska

Apa persepsi spontan Anda bila  mendengar Mandi Kembang? Mungkin  semacam ritual mistis mandi kembang dengan aneka rupa bunga dari berbagai penjuru dunia dalam rangka untuk mendapatkan ajian serat jiwa atau rupa yang awet muda?. Atau sekedar demi mengharumkan badan juga bisa menggunakan terapi mandi kembang ini, kalau gak percaya silahkan dicoba secara rutin merendam bunga-bunga yang memiliki aroma harum seperti Mawar, Melati, Kenanga, sedap malam dan lain-lain. Direndam sekitar 1 jam sebelum digunakan dan berendamlah sekitar 1 jam juga. Nanti kasih tahu saya hasilnya ya? 

Tapi Bismillahirrahmaanirrahiim,saya tak hendak menulis tentang pengalaman mandi kembang atau pun cerita sosok kembang desa, tapi mandi  kembang ini tentang nama sebuah blog. Yayayaa…setelah kenalan lebih dekat dengan Momaliza, kini giliran mengulik (sekilas)  profil blogger yang berdomisili di Sidoarjo, Mbak Meriska Putri

Nama blognya banosflorales atau Mandi kembang, mengambil filosofi dari  ritual mandi kembang yang ada di masyarakat indonesia yakni untuk membuang sial. Saya baru tahu kalau mandi kembang adalah ritual untuk membuang sial. Setahu saya dari kisah-kisah kerajaan, puteri keraton juga punya kebiasaan mandi kembang demi perawatan diri.
Cara Mandi Kembang untuk menghilangkan stress
Okelah, kembali pada Cara MAndi Kembang ala Mbak Meriska, ehmm...blog mandi  kembang  yang dianalogkan untuk membuang segala sial akibat pikiran butek, stres, kurang piknik dan lain-lain dengan cara yang elegan dan anggun. Menurut saya blognya Mbak Meriska memang cantik dan anggun, terlebih sudah cenderung ke niche blog: Traveling, beauty, dan Momdaily, selebihnya berisikan mengenai postingan lomba/give away. 

Untuk media yang katanya “hanya” digunakan sebagai sarana curhat tentang keseharian menjadi seorang SaHM (Stay ath Home Mommy) dan sejak 2015 diakses via smartphone, honestly hasilnya sangat smart. Lha wong saya ngedrat dari gadget ternyata masih kacau balau. Lha ini Mbak Meriska membuat postingan jangkep hingga edit foto, desain blog dan sebagainya dikerjakan secara fully by smartphone. Nada-nadanya bisa tuh kapan-kapan dibuat postingan : How to handle blogg with smartphone only, tentu akan jadi inspirasi bagi siapa saja (terutama saya) agar bisa ngeblog asyik kapan pun tanpa menunggu duduk manis di depan lapi. 

Mahmud  satu putra bernama yang sudah terjun di kancah perbloggeran sejak Pebruari 2010, sepertinya orangnya asyik, renyah dan kemripik. Introducenya saja terlihat banget kalau tipe Mamah Muda yang fungky:
Hai, saya Meriska Putri W(okeh), errrr, Wahyuningtyas. Seorang mantan generasi 90an yang sekarang berstatus sebagai mama dari Maulana Fathir Alghifari (Alif) dan istri dari Abdurrohman Taufiq. Kalau liat muka mirip chelsea olivia lagi keliaran di sekitar Malang, Sidoarjo, Surabaya.. itu pasti bukan saya, gak usah disapa.. tapi kalau liat muka melas minta ditraktir, nah bisa jadi itu saya.. jangan lupa disapa ya, sekalian ditraktir juga, haha….”
Niche blog traveling
Blogger yang  berlatar belakang engineering, alumni dari Unibraw ini ternyata asli Jawa Timur lho? Sama deh dengan saya, hanya beda kampung saja. Mbak Meriska lahir di Blitar dan saya di Lamongan. 

Anda pengen tahu lebih banyak atau lebih dekat lagi dengan pemilik blog Mandi Kembang ini? Mlipir saja langsung ke http://banosflorales.blogspot.co.id atau email langsung ke Ichanotakid@gmail.com

Bagi yang butuh info tentang wisata di Lombok, Mbak Meriska ini sepertinya bisa jadi narawisata juga karena selama 14 tahun pernah tinggal di Pulau Lombok nan penuh pesona.  More than that, label postingan JALAN-JALAN yang dibuat Mbak Meriska juga recommended untuk jadi clue pemilihan dan persiapan traveling, at least saat ini beliau sudah ngeshare pengelaman jalan-jalannya di 14 kota di Indonesia.   

Mbak Meriska ini bisa juga di kepoin  dari https://www.facebook.com/meriskap dan atau juga melalui https://www.instagram.com/meriskapw/


29 comments: Leave Your Comments

  1. madni kembang tengah malam hehehe kaya lagi ya mbak. meluncur ke blognya mbak meriska ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi isinya bukan ritual mandi kembang tengah malam loh :)

      Delete
  2. jujur ni mbak mandi kembang tuh paling gak ku sukaa, hehe. wanginya itu kurang nyaman bngt

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah pernah mandi kembang apa neh mbak? Mawar atau melati?

      Delete
  3. mandi kembang bagusnya sihh saat masuk ramdhan mbak, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada ya tradisi mandi kembang sebelum Ramadhan?

      Delete
  4. Ealaaaah, nama blognya Mndi Kembang to?.
    Pikiranku tadi langsung dangdutan je..

    ReplyDelete
  5. Analogi yang unik untuk penamaan blog. Anti mainstream jadinya

    ReplyDelete
  6. Ingat mandi kembang, ingat lagu dangdut ya mba...sama-sama Jawa Timur ya, keren-keren.

    ReplyDelete
  7. keren, coba mampir ke blognya mandikembang ahh~ :)

    ReplyDelete
  8. Waduh.. gak ada tipsnya mbak.. keadaan yg membuatku terpaksa ngeblog pake smartphone terus *mulai drama* :D

    Makasih mbak ulasannya.. :)

    ReplyDelete
  9. Sham yang ceerdas ya meriska...ngeliat profilingnya yang engoneering jadi pengen acungkan jempol

    ReplyDelete
  10. nama dan tagline blognya mba meriska bikin penasaran dan memancing ya mba

    ReplyDelete
  11. Kalo saya mah bukan mandi kembang mbak tapi mandi air mbak :D

    ReplyDelete
  12. Mandi Kembang supaya apa mbak? saya aja mandi pake sabun aja udah seneng, hehehe mandi kembang boleh juga nih di cobain...

    ReplyDelete
  13. Duuh gimana yaa rasanya mandi kembang hehe :)

    ReplyDelete
  14. belum pernah nyoba mandi kembang, kayanya bakal harum ini badan :D

    ReplyDelete
  15. saya kadang pake hp klo ngedraf n editing photo, tapi tetep utk edit dan review ngerapihin sebelum publish harus dr PC mbak...makanya jago deh ko full dr smartpho ngeblognya

    ReplyDelete
  16. mandi kembang tuh cocok banget buat pasutri yg baru nikah, hihi

    ReplyDelete
  17. Saya pernah sekali mandi kembang, waktu hendak disunat :)

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.