WHAT'S NEW?
Loading...

Punya Bos yang Arogan, Siapa takut?

We Can’t Choose the Boss but We Still have Chance to manage our reaction.

Kalau bekerja di instansi baik swasta mau pemerintahan, kita (staf) tidak punya hak untuk memilih siapa atau bagaimana tipikal orang yang akan menjadi bos/pimpinan. Kepala desa, Bupati, Gubernur (kecuali DIY), bahkan presiden masih ada kesempatan untuk memilih. Tapi kalau atasan/pimpinan di tempat kerja kita? Iya Bismilllahirrahmaanirrahiim, jika bos kita modelnya demokratis, sabar, open mind, ngemong, dsb yang idealnya memiliki sifat-sifat yang ideal sebagai seorang pimpinan, tentu semua karyawan oke-oke saja. Lha kalau yang mbejudul sosok pimpinan yang arogan, sok powerfull dsb, ada tiga pilihan: resign, bertahan dengan sikap cuek bebek angsa di kuali sing penting gaweanku rampung atau tetap bekerja dengan optimal dan berusaha menghadapi bos dengan perform: Siapa takut punya bos galak dan arogan…? 

Menghadapi bos pemarah, bos Otoriter aau model bos yang semaunya sendiri memang terkadang menjadi hal yang paling menjengkelkan, terlebih lagi dengan sikap otoriternya yang membuat semua pekerjaan kita dibilang tidak beres.  Meskipun kita sudah melakukan jobdes  dengan sepenuh tenaga dan pikiran,  seorang atasan apalagi seorang boss seharusnya bisa dijadikan suri tauladan bagi anak buah tapi lebih suka mencacat sana-sini, siapa orangnya (staf) yang tak akan merasa muak dan cepat-cepat ingin mencari pekerjaan baru? Tapiii...resign dan cari pekerjaan baru kan tak semudah membalik taplak meja tho?

Some how, bilamana memiliki atasan atau boss yanga arogan dan semaunya sendiri alangkah baiknya jika anda tidak buru-buru resign (mengundurkan diri), sebab perlakuan kurang menyenangkan dari boss anda yang arogan dapat dengan mudah diatasi jika anda memiliki sedikit kesabaran dan bisa mengerti dengan apa yang dia mau. Beberapa tips dan cara menghadapi bos arogan dan sesuka-suka dia seperti yang dilansir oleh Labour News di Amerika serikat, seperti berikut ini:

1. Ajak Boss Anda Berkomunikasi
Seperti yang dilansir oleh labour news today menyatakan bahwa saat anda mengalami perlakuan kurang menyenangkan di tempat kerja dan kerap kali menghadapi sikap otoriter boss anda, maka langkah terbaik dalam mengatasinya ialah dengan mengajak boss atau atasan anda dengan cara berkomunikasi dengan baik, namun ingat carilah momen yang baik saat anda ingin berkomunikasi dengan atasan anda selain itu juga mulailah komunikasi dengan obrolan yang ringan sambil minum secangkir teh manis sebelum ke inti permasalahan.

2. Belajar Memahami Kemauan Boss Anda
Agar cara kerja anda di kantor lebih efiesen serta bisa betah di tempat kerja maka cara praktis dalam mengatasinya ialah dengan memahami kemauan boss anda, mau bagaimanapun atasan adalah boss anda dan ia berhak memutuskan siapa yang baik kerjanya dan siapa yang buruk dalam bekerja, nah daripada anda selalu mengeluh atau memutuskan untuk resign yang belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan pengganti maka ada baiknya jika anda mencari tau apa sih kemauan boss anda. selain itu juga anda harus mempelajari apa yang tidak disukai dan disukai oleh bos Anda. Cobalah untuk membuatnya terkesan kepada Anda dengan kemampuan dan bakat yang Anda miliki

3. Berikan Solusi Alternatif 
Seorang sosiolog yang tergabung dalam journal Labour in United States menyatakan,  seorang boss atau atasan yang bersikap arogan umumnya disebabkan karena dia bingung dengan keputusan perusahaan yang sifatnya relatif sulit, nah jika boss anda mengalami hal ini maka sebagai anak buah yang baik hati alangkah baiknya jika anda menyarankan untuk membantu atasan memberikan alternatif pilihan dengan cara mendiskusikannya, Berikan alasan tepat mengapa keputusan sulit harus diduskisan terlebih dahulu  itu sangat penting sehingga nasib para karyawan tidak kebingungan.

4. Miliki Sikap Leadership
Jika anda memiliki boss atau atasan yang memiliki sikap otoriter dan kurang bersinergi dengan sistem kerja anda maka ada baiknya jika anda menyikapi sikap atasan anda dengan mempelajari sifat kemimpinan dalam diri anda sendiri, lihatlah dengan kacamata kepimpinan dalam diri anda dalam melihat sikap atasan anda, nah jika anda sudah menemukan solusinya maka anda bisa mendiskusikan dengan bos anda.

5. Jangan Takut Untuk Pindah Atau Resign 
Solusi terakhir jika anda sudah sangat tidak tahan dengan sikap atasan anda yanga arogan dan semaunya sendiri maka langkah terbaik ialah dengan resign dan pindah ke tempat kerja yang baru. Atau, buka usaha sendiri dan jadi bos yang lebih baik, bijaksana, sabar, demokratis, tidak pelit serta tidak sombong. Lha iyah kan, alasan resign karena tidak bisa cooperative dengan karakter bos yang aroogan dan semaunya. Kala berwirausaha, tentu dong kudu bisa perform as the best boss. 

Punya Bos yang Arogan, Siapa takut? 
Kalau jadi boss yang elegan dan toleran, siapa berani hayoooo?

6 comments: Leave Your Comments

  1. Untung bos saya nggak arogan mbak Rie, meskipun kadang terjadi salah faham sampai adu argumen tapi akhirnya bisa diselesaikan dengan baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bosnya arogan dan pas kerjaan lagi bejibun, rasanya pengen emosi juga. Tapi...lebih baik diam atau menghindar sesaat, biar gak kebawa emosi *trik ala saya*

      Delete
  2. Dulu saya punya bos arogan, makanya sekarang kalau ada pekerja (di saw ah) berusaha memperlakukan mereka dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, karakter bos kok ya kadang aneh-aneh

      Delete
  3. Aku punya bos dulu Alhamdulillah sih baiiik banget, ngerti sama karyawan... Pokoknya seneng dan bahagia jadi kerjanya tanpa beban, ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiiknya kalau semua pimpinan/bos itu tipikal org yg humble ya mbak. Berasa keluarga sendiri jadinya

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.