Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Siapa Rela Tak Kenal Sarparella

    Siapa rela tak kenal Sarparella, terutama jika Anda sudah pernah blusukan mencicipi Kuliner Khas Yogyakarta? Bismillahirrahmaanirrahiim, awal mengetahui minuman berjenis limun atau soda ringan ini sekira 6 bulan setelah bermutasi ke Yogya. Saat itu siang hari nan cerah ceria, mentari memandikan segenap permukaan bumi  dengan paparan cahayanya yang membangkitkan khayalan akan kesegaran minuman.
    Panas-panas gini, kayaknya enak banget jika disempurnakan dengan segelas Sarparella yang dikasih Es……slurppppp…maknyesss” ujar teman kerja yang meja kerjanya bersebelahan sama Ririe (baca: saya).
    Spontan saya menoleh, karena mengalami roaming saat mendengar kata SARPARELLA. “ Siapa yang rela Mas? Rela minum es gettu ta?”
    Lhoh, belum kenal dengan minuman Sarparella tho Mbak?” jawabnya dengan ekspresi dibuat-buat terheran. “ Sudah menetap di Jogya belum tahu Sarparella itu TERLALUUUU…..?!
    Minuman opo kuwi ? Namanya unik juga ya?”
    Sarparella merupakan salah satu minuman kuliner khas di sini Mbak. Bentuk botolnya unik, recommended untuk dibuat merchandise. Pinter tuh orangnya pilih desain botolnya, sepertinya yang bikin desain itu anak apa menantunya gettu. Kalau gak salah, produsennya adalah  DEA & JES TIRTA SEGAR, di Jl. Magelang KM 6,1, dekat kok dari kantor kita ini “. Tutur tinular teman saya secara lebih detail dan sukses membuat saya PENASARAN
    Dan beruntungnya saya ketika dua bulan berikutnya, kegiatan monitoring keamanan pangan memilih tempat pembuatan limun tersebut untuk dikunjungi. Lokasi pabriknya sebenarnya berada di 0 meter dari Jalan Magelang KM 6,1 tersebut, hanya saja penampakan depannya nyamar sehingga kami sempat maju - mundur dan final choice: call the contact person of Dea & Jes dong. Tarraaa…..kami kebablas beberapa meter dari target lokasi.  

    Setibanya di lokasi bertepatan dengan jam istirahat dan kami disambut oleh Pak Jonywati dan Pak Hendra (sang menantu) mempersilahkan kami untuk melihat-lihat area pembuatan minuman limun yang diberi brand Sarparella tersebut. Tapi dengan satu pesan khusus “ silahkan moto-moto untuk kepentingan terkait pekerjaan” dengan kalimat lain: bukan untuk publikasi sesuka-suka hati pribadi (saya). Baiklah, saya pun jepret-jepret secukupnya saja. Generally, area produksi, proses produksi, karyawan, sanitasi dan hygiene sudah mengacu pada GMP. Jaminan food safety dan nya sudah walaupun secara skala produksi Dea & Jes ini masih status edarnya menggunakan PIRT. 

    Kuliner unik di Yogyakarta

    Seusai melihat-lihat area produksi (sayangnya gak bisa melihat pas proses produksinya berlangsung), berlanjut dengan bincang-bincang santai (terlalu serius banget kalau disebutkan diskusi hasil monitoring). Pak Jony yang penampilannya eksentrik dengan rambut di ikat dibelakang, rambutnya panjang hampir sepinggang dan hampir berwarna uban semuanya. Dengan humble, Pak Jony berkisah tentang perkembangan minuman berkarbonasi yang di produksinya. Beliau bercerita bahwa untuk bisa survive harus siap berinovasi dan tidak segan-segan melakukan studi banding dengan produk sejenis. Yang di makasud Pak Jony dengan study banding tersebut dengan mencicipi berbagai merk minuman soda, baik yang beredar di Yogyakarta, Indonesia maupun di Luar Negeri. Ini merupakan salah satu cara untuk membuat perbaikan, koreksi dan inovasi terhadap Sarparella. 
    Semakin lama, persaingan minuman berkarbonasi semakin ketat. Kalau kami tidak mau tergeser dan tergusur, ya kami harus siap untuk berinovasi jika tidak ingin tergeser, kemudian tergusur secara mengenaskan
    Saat ini, segmentasi market yang dibidik Sarparella adalah dunia kuliner. Tak hanya beredar lokal di wilayah Jogya dan sekitarnya, saat ini Sarparella juga memiliki banyak distributor di luar kota/pulau Jawa. Tidak sedikit wisatawan yang membawa Sarparella untuk oleh-oleh, dan banyak pula di antara mereka yang semangat me-return botol kosong sarparella ketika berkunjung ke Jogya lagi.
    “ Kami amat sangat welcome jika ada yang menjual kembali botol-botol kosong sarparella, tentu saja jika kondisinya masih utuh “. Kata Pak Hendra.
    Sangat bisa dimaklumi, jika sedikit saja grupil, apalagi di bagian atas botol akan menyebabkan penutupan botol tidak sempurna sehingga merusak tastenya alias bukan minuman berkarboasi lagi namanya. Dalam kesempatan tersebut, Pak Jony juga menjelaskan alasan dan sebab musabab kenapa Sarparella masih rela menggunakan ijin PIRT. *off the record alasannya*. 

    Dan salah satu kesulitan yang cukup bikin senewen adalah terkait pengadaan botol kaca karena desain botol yang spesifik mulai dari bentuk bottom botol hingga bagian atas beserta cap-nya agar ergonomis ketika dibuka dengan alat pembuka botol model apa saja dan tidak mudah tercederai bibir botolnya. 

    Bentuk botol Sarparella ini mengingatkan saya pada botol yang menjadi tempat tinggal Jinny Oh jinny atau juga Labu takar yang biasa digunakan di laboratorium. Desainnya jika saya verbalkan kira-kira adalah: bentuknya mblendug (bulat) di bagian bawah, kemudian ada leher yang memanjang hingga kepala botol, di beberapa permukaan ada gulir-gulir sehingga permukaan botol tidak halus polos getuu deh.  Makanya untuk produksi botol Sarparella ini tidak bisa diikutkan dalam produksi botol kaca yang modelnya basic. Selain itu pabrik pembuat botol kaca di Indonesia juga terbatas, padahal juga melayani konsumen dari luar negeri. Gak usah terlalu kaget jika masa order botol bisa membutuhkan waktu indent 6 – 10 bulan.
    “ Tak jarang terjadi kasus menimpa perusahaan minuman yang dikemas dengan botol kaca mengalami stress yang hebat ketika Satu truck saja botol kaca yang akan balik ke pabrik (untuk diisi ulang) ternyata mengalami kecelakaan atau menghilang dan muncul lagi dengan semua botol sudah menjadi serpihan kaca tho?. “ tutur Pak Jony. 
    Tidak bisa saya bayangkan jika ‘kecelakaan’ tersebut ada unsur sabotase dari kompetitor. Ancaman gulung tikar dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dengan cara yang tragis bukan hal yang mustahil terjadi kan?. Tidak heran jika belakangan ini beberapa jenis minuman berbotol kaca pada mulai berekspansi menggunakan botol berbahan plastik. Back up plan dan sekaligus risk management tentunya menjadi salah satu alasan utama untuk menjaga keberlangsungan produk di pasaran. 

    Sarparella khas Sleman

    Ahaaaa…dari tadi asyik ngebahas luaran-nya Sarparella duang ya? 
    BAGAIMANA keunikan, kekhasan rasa Sarparella?
    Minuman berkarbonasi yang beredar dengan merk resmi Indo Sarparella ini berwarna coklat seperti karamel dengan rasa semriwing dan maknyess di lidah, apalagi jika minumnya ditambahkan es batu. Sudah pernah kan minuman soft drink/coke ? Mirip seperti coke pada umumnya tapi ada pembeda rasa yang unik. Tau kan salep gosok Rheumason, yang serupa balsem tapi berwarna putih. Kata teman-teman dan orang-orang yang sudah pernah mencicipi Sarparella menyebutkan kalau rasanya kira-kira seperti Rheumason itu. Berarti mereka sudah pernah mencicipi Rheumason dong? Hehehee… 

    Sejujurnya, saya rada tersesatkan oleh imaji awal. Ketika dicritani teman soal Sarparella yang merupakan salah satu primadona di dunia kuliner khas Jogya, saya berasumsi kalau bahan baku utamanya adalah tanaman Sarsaparilla. Suwerrr, saya kira sodanya merupakan hasil fermentasi dari air (ekstrak) tanaman  dari tanaman sarsaparilla/ smilax regelii. Makanya ketika disuguhi minuman Sarparella, saya iseng-iseng melihat label komposisinya ternyata terdiri dari: Air berkarbonasi, gula, pencita rasa sarsaparilla, asam fosfat, natrium sitrat, natrium benzoat dan pewarna makanan karamel. 
    Minuman soda di Yogya
    Komposisi Sarparella
    Tidak sulit untuk menemukan Sarparella ini, saya sudah membuktikannya. Karena saat berkunjung ke pabriknya saya tidak leluasa memotret, makanya saat berkesempatan wisata kuliner saya niat banget sejak dari rumah akan memesan minuman Sarparella. Ehmm, kira-kira seberapa populerkah minuman berbotol mblendug ini peta wisata kuliner khas Yogyakarta. 

    " Pak Agus sering dan suka banget pesanminum SArparella itu kalau kita lagi makan-makan barenag Yank",  cerita suami tentang kebiasaan salah satu temannya. 

    Uniknya minuman sarparella
    Ternyataaaa…Sarparella ini memang sudah menjadi salah satu minuman khas yang melengkapi menu kuliner di Jogya. Sebotol sarparella isi 330 ml dibandrol dengan harga 6 ribu (saat saya beli), memang lebih mahal dari harga minuman soda lainnya. Warung-warung yang sudah iconic kuliner seperti sate kronggahan (tempat saya motret-motret Sarparella), Sate kadipiro, spot-spot kuliner lainnya. Di house of Raminten, Bale Raos dan bahkan hotel-hotel juga sudah available menu minuman ini lho?

    Nah, walaupun Indo Sarparella ini sudah beredar di berbagai penjuru Nusantara, tetap tidak afdhol dong jika Anda jelajah kuliner khas Jogya tapi belum mencicipi miniman bersoda ringan ini. 

    minuman khas jogya
    Seporsi Tongseng plus sebotol Sarparella
    Bagi yang sudah ke Yogya, sudah pada mencicipi si Sarparella ini kan? Hayyyooo…Siapa Rela Tak Kenal Sarparella saat wisata di Jogya Istimewa ?

    54 comments:

    1. Replies
      1. Boyolnya unik mbak diba, terdaftar itu, jd gak ada yg menyamainya

        Delete
    2. belum pernah denger minuman ini
      kyknya enak

      ReplyDelete
    3. Anakku suka minum sarparella ini, di Indom***t banyak yang jual ya :D
      Tapi aku nggak tahan dengan rasanya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. nah, kalau yg di toko modern saya belum pernah merhatiin Mbak. Tapi memang segmen pasar Sarparella ini sdh luas banget

        Delete
    4. eh botolnya lucu :D Lihat dari warna airnya dan gelembung2 gasnya.. kayaknya bisa ngerasain rasanya seperti apa deh mbak.. ^^

      ReplyDelete
      Replies
      1. dari penampakan sdh bisa diayangkan ya Mbak, spt apa segernya sarparella

        Delete
    5. Aih, keren banget ya botolnya. Serasa pengen ngoleksi jadinya :D

      ReplyDelete
      Replies
      1. iya mbak, asyik buat koleksi bagi yg hobi kolektor pernak pernik/merchandise

        Delete
      2. iya model botolnya asik2 ^^

        Delete
    6. Aku sukanya yg adem. Kalau nggak adem kurang suka.

      ReplyDelete
    7. jadi inget permen rasa sarsaparilla dulu itu. aku suka banget. kalo minumannya belum pernah coba

      ReplyDelete
      Replies
      1. walah, aku malah belum pernah makan perment sarparella mas

        Delete
      2. sama nih, aku juga belum pernah nyobain permen rasa itu.. hehe

        Delete
    8. belum icip Sarparella nih, kapan-kapan deh kalau ke jogya :)

      ReplyDelete
    9. Jadi pengen nyicip Sarparella mbak.

      ReplyDelete
      Replies
      1. ayo minum rame-rame mas, nanti gratisan dan br bayar setelah mau pulang tuh

        Delete
      2. mbak aku juga mau gabungg... salam kenal..

        Delete
    10. Nah kan...
      Aku malah belum pernah lihat..?
      *payah...

      ReplyDelete
    11. Aku yang orang jogja saja belum pernah liat dan belum pernah minum. Apalagi pabriknya. Harganya sama dengan yang udah terkenal ya ? persaingan yang berat. kenapa tidak mencoba menggunakan bahan plastik ? pastinya lebih praktis.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Kalau bahan plastik, mungkin si empunya pabrik berprinsip untuk go green tuh mas.

        Btw, jogyanya mana neh?

        Delete
    12. saya pernah liat ini di rumah sodara yg abis jalan2 dr jogja...kalo nyicipi belum pernah :)

      ReplyDelete
    13. kesukaan saya. Tapi, kalau kata anak-anak saya kayak minum minyak tawon hehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Apa? rasanya kaya minyak tawonn? ahh serem ahh.... mau nyoba agak geli gimana gitu

        Delete
    14. Bila ada Sarparella, yang lain minggir dulu, hehe... diminum dingin joss :)

      ReplyDelete
    15. aku mau tongsengnya aja mbak :)

      ReplyDelete
    16. Baru tau ada minuman itu... Botolnya kaya botol utk lampu minyak

      ReplyDelete
    17. Beberapa kali pingin nyobain ini belim jadi terus. Terakhir mau nyoba pas di kedai ngapak. :D

      ReplyDelete
    18. Haduh salah buka -_- buka'a pas lagi puasa lgi

      ReplyDelete
    19. Sarparela yang terbuat dari bahan herbal tentu berkhasiat dan bermanfaat juga bagi kesehatan tidak hanya mengobat rasa haus dan dahaga saja, tinggal iklannya kudu mirip=miripin dengan iklan minuman cola yang ada dibelakang kukas itu tuh.

      ReplyDelete
    20. Kalo org Kalbar biasanya nyebut Sarsaparila itu air sasi. Tapi air sasi yg ini unik yak... Keren botolnya.

      ReplyDelete
    21. belum pernah denger minuman ini
      kyknya enak

      ReplyDelete
    22. belum icip Sarparella nih, kapan-kapan deh kalau ke jogya :)

      ReplyDelete
    23. waah... aku blum pernah denger sarparella ? o.O bikin penasaran aaja :D

      ReplyDelete
    24. belum pernah denger kak, botolnya juga unik haha
      keren Indonesia punya ginian :D
      thanks infonya kak, kalo mampir ke Jogja mau cicipin deh nanti :D

      ReplyDelete
    25. Jadi pengen nyobaaa, kayaknya enak ^^

      ReplyDelete
    26. Kali pingin nyobain ini belim jadi terus. Terakhir mau nyoba pas di kedai ngapak. :D

      ReplyDelete
    27. pingin nyoba minum Saparela

      ReplyDelete
    28. saya rela tak kenal mbak.....wkwkwkwkw

      ReplyDelete
    29. owh sparela minuman...saya kira makanan...heheheh

      ReplyDelete
    30. Alhamdulila beliau menyarankan saya utk meminta tlg ke MBAH DRAJAT. Berkat beliau Hutang sya yang 800 juta lunas dalam 2 hari. Semoga mbah drajat Selalu memberikan solusi utk kita yg terpuruk.

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.