WHAT'S NEW?
Loading...

BUKAN Kopi Biji Salak

Minuman Serbuk biji salak kian mendapatkan apresiasi sebagai salah satu minuman yang unik, khas, dan memiliki khasiat kesehatan. Minuman serbuk biji salak memang memiliki rupa hitam layaknya serbuk kopi pada umumnya. Tapi Bismillahirrahmaanirrahiim secara kaidah penamaan TIDAK BISA disebut sebagai kopi biji salak karena kopi secara definitif dan actual sudah jelas merupakan suatu jenis bebijian yang dihasilkan oleh tanaman kopi. Sedangkan biji salak dari tanaman salak. 

Maka Ini Bukan KOPI Biji Salak, tapi yang benar adalah Minuman Serbuk Biji Salak. Demikian salah satu saran vital yang diberikan untuk Kelompok UPPKS Bina Asih yang berada di Dono Asih, Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman. Saran tersebut diberikan setelah kami menyimak penjelasan mengenai komposisi bahan baku dan cara pembuatannya yaitu:

  1. Biji yang sudah dipisahkan dari daging buah salak tua dicuci sampai bersih, kemudian dipotong-potong menjadi beberapa bagian untuk mempercepat proses pengeringan (dijemur).
  2. Setelah biji buah salak tersebut kering kemudian digoreng tanpa minyak  (disangrai) sampai gosong seperti halnya saat menggoreng biji kopi yaitu berwarna hitam (mirip arang).
  3. Biji salak yang telah disangrai kemudian ditumbuk sampai halus menggunakan lumpang (belum memiliki alat/mesin penggiling).
  4. Hasil tumbukan kemudian di saring untuk dipisahkan serbuknya yang sudah halus dan ditumbuk lagi bagian biji salak yang masih berukuran kasar hingga diperoleh serbuk biji salak yang halus. Tentu saja pada tahap ini digunakan saringan (ayakan) dengan ukuran yang sangat halus atau sesuai kebutuhan.
  5. Nah serbuk (bubuk) biji salak itulah yang digunakan untuk membuat minuman dengan cara: Larutkan 1 sendok teh serbuk biji buah salak ( +2 gram) ke dalam 150 ml air mendidih dan tambahkan gula secukupnya. Sangat nikmat jika diminum saat masih panas mengebul-kebul. 
Kemasan baru Minuman Serbuk Biji Salak
Awalnya, pihak dari Dono Asih yang menyampaikan ke kantor jika di desanya ada kelompok binaan yang memproduksi Kopi Biji Salak dan ingin mendapatkan semacam bimbingan, saran dan arahan agar bisa berproduksi dengan baik dan benar. “ Selain itu, kami juga perlu masukan untuk pendaftaran nomer PIRT”, kurang lebih demikian informasi yang sampai pada kami. Karena salah satu program kerja ada mata mata kegiatan terkait pengawasan pangan, maka secara Tim gabungan kami: Perindustrian, Dinas Kesehatan dan BPPOM mendatangi lokasi produksi (saat itu) Kopi Biji Salak.   

Dari hasil check lokasi, selain saran perbaikan untuk alur proses, tata letak (lay out) yang tidak menimbulkan Cross Contamination, area produksi, sanitasi peralatan dan pelaku produksi (pekerja/karyawan), program pencegahan serangga dan tikus, gudang, cara penyimpanan bahan baku dan produksi. Maka saran tentang penamaan produk merupakan hal vital yang harus diterima dan tak ada toleransi kalau menamai produknya dengan KOPI BIJI SALAK dijamin gak bakal lulus PIRTnya. 
Biji Salak Kering - Setelah disangrai - alat penumbuk - Serbuk Biji Salak sudah di kemas
“ Kalau penyebutan nama produk KOPI BIJI SALAK seharusnya memiliki komposisi  mixed antara serbuk kopi + serbuk biji salak. “
Tapi yang latah terjadi dan saya juga pernah pas kebetulan melihat salah satu televisi swasta menayangkan hasil liputannya mengenai minuman serbuk salak ini dengan sebutan KOPI BIJI SALAK. Dan saya juga sempat beberapa kali menemui kasus kerancuan persepsi akibat salah kaprah publikasi nama minuman serbuk biji salak tersebut.

Lha berarti, kalau pengen minum kopi yang rendah kafein bisa menggunakan kopi biji salak dong” ujar seorang bapak yang masih terbawa persepsi penamaan KOPI Biji Salak.
Setalah saya ceritani kronologis pembuatan minuman serbuk biji salak *bangga sudah pernah melihat langsung lokasi pembuatannya*, beliau bilang “ Kalau begitu namanya ya bukan Kopi Biji salak. Wong gak ada kopinya sama sekali ya kan Mbak?”

Oh iya, dalam kesempatan kunjungan tersebut, Ibu Suratini selaku penanggung jawab Bina Asih menceritakan kalau banyak testimoni dari para pembelinya tentang khasiat kesehatan minuman serbuk biji salak katanya bisa untuk mengobati Hipertensi atau darah tinggi dan asam urat. 
Bu Suratini menjelaskan proses pembuatan serbuk biji salak
“ Apa boleh di kemasannya saya mencantumkan khasiat minuman ini”, pertanyaan Bu Suratini di akhir sesi ceritanya yang panjang lebar.
Tidak boleh mencantumkan claim khasiat selama masih terdaftar dan menggunakan ijin edar  menggunakan P-IRT “, jelas teman saya dari Dinas Kesehatan. “ Jika mau mencantumkan khasiat produk, silahkan menggunakan ijin edar yang dikleuarkan oleh BBPOM yang tentunya harus memenuhi kualifikasi dan kelayakan yang lebih kompleks daripada persyaratan untuk mendapatkan PIRT. “ 

Secara sekilas, juga diinformasikan oleh Pak Dinkes bahwa produk Pangan yang BISA didaftarkan PIRT (selain memang capability masih dalam skala Industri Rumah tangga), maka pangan yang bisa didaftarkan P-IRT, TIDAK BOLEH berupa :
  • Susu dan hasil Olahannya
  • Daging, Ikan unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses/penyimpanan beku
  • Pangan kaleng berasam rendah
  • Pangan bayi
  • Minuman beralkhohol
  • Air minum dalam kemasan
  • Pangan lain yang wajib memenuhi syarat SNI
  • Pangan lain yang di tetapkan oleh BPOM

Jadi kalau menemukan anek produk yang termasuk dalam golongan di atas dan tertera ijin edar dengan nomer PIRT, konsumen/calon pembeli SANGAT DISARANKAN untuk melakukan kehati-hatian/ cross check ke instansi terkait mengenai status PIRT pada produk tersebut. Atau bisa di secara online pada web site dinkes  (rata-rata sudah mempublish nomer PIRT yang dikeluarkan). 

Kalau medio tahun lalu Bina Asih (akhirnya) sudah berhasil mendapatkan nomer PIRT, maka untuk meningkatkan kualitas produk dan penjualannya (daya tarik konsumen), baru-baru ini instansi terkait (Disperindagkop) memberikan pelatihan packaging dan bantuan peralatan yang mendukung agar bisa memotivasi inovasi produksi Minuman Serbuk Biji Salak ini bisa berkembang pesat. Mengingat, Kecamatan Turi merupakan salah satu sentra penghasil buah salak pondoh di Kabupaten Sleman.

Munculnya ide membuat minuman berbahan serbuk salak ini juga diillhami oleh melimpahnya (sampah) biji salak yang terbuang begitu saja salak ketika bagian daging salak sudah diambil dan dioleh dalam berbagai jenis olahan pangan berbahan baku buha salak antara lain: minuman sari buah, dodol, geplak, kripik, Bakpia dll. Asas ZERO waste sangat mungkin bisa diterapkan pada buah salak. 

Rasanya demikian menggoda untuk dicobain
Minuman Serbuk Biji salak KINI sudah memiliki popularaitas dalam kancah pemasaran olahan pangan yang bercita rasa khas, unik dan menyehatkan. Untuk harga yang menarik, jika gak terbawa kurs dollar atau efek perubahan harga menjelang lebaran, saat itu saya tanya harganya 5 ribu per 100 gram. 

Maka hal yang sangat possible jika dalam beberapa waktu ke depan olahan kulit salak akan hadir menjadi produk minuman serbuk kulit buah salak kan? Ya bisa jadi  mungkin akan seperti warna teh gettu kali ya? Kan kulit buah salak warnanya kecoklatan, jadi kalau diolah jadi serbuk kemungkinan bisa menghasilkan larutan yang berwarna menyerupai minuman Teh. 

Saran saya, sebaiknya saat meminum cepat dihabiskan atau di aduk ulang karena (sepertinya) density serbuk biji kopi ini lebih berat daripada serbuk kopi. Kalau dibiarkan terlalu lama, serbuknya banyak yang mengendap (KLETHEK) di dasar gelas dan bagian larutannya akan tampak gradasi menuju bening gettu deh. 

Ah iya, jika penasaran seperti apa sih rasanya minuman Serbuk Biji salak Ini…sepertinya Anda perlu mencobanya langsung deh. Karena aroma, rasa dan sensasinya demikian khasnya Minuman Serbuk Biji Salak tidak bisa dituliskan *alesan kebingungan menarasikan rasa dan bau*

Package versi baru (atas) ~ Suitable kan untuk oleh-oleh Wisata. 
Bawah: kemasan versi lama
Don’t worry be honest, kemasan serbuk biji salak sekarang sudah tampil lebih elegan sehingga representatif untuk oleh-oleh maupun melengkapi parcel lebaran kok. Anda tertarik untuk membuat minuman biji kopi sendiri di rumah? Silahkan diborong buah salak beberapa kilogram dan pisahkan bijinya untuk disangrai dan dihaluskan dengan coffee maker atau ditumbuk manual menggunakan lumpang kecil seperti kebiasaan Simbok saya kalau menumbuk kopi. Hehehee....Selamat mencoba.



9 comments: Leave Your Comments

  1. Wahh aku baru tahu ada kopi dr biji salak...

    ReplyDelete
  2. Saya juga baru tahu ada minuman dari serbuk biji salak, penasaran dengan rasanya..
    Dan penasaran juga dengan bagaimana caranya memotongbiji salak ya? kan keras, hehehe

    ReplyDelete
  3. Mbak, kirimin aku duonk.. pengen cobain.. hehehe

    ReplyDelete
  4. Penasaran sama rasanya kayak apa

    ReplyDelete
  5. dari biji salak pun bisa jadi kopi :)

    ReplyDelete
  6. hmmm..
    jadi penasaran nih
    orang indonesia emang kreatif :D

    ReplyDelete
  7. Kebawa kebiasaan kali ya
    Asal minuman serbuk hitam disebut kopi..

    ReplyDelete
  8. Baru tahu kalo biji salak bisa jadi kopi, mba. Enak ga ya rasanya?

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.