Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Potensi Sumber Daya Alam Pilar Kemandirian Daerah Sleman

Ikut tergerak dan bersemangat, Bismillahirrahmaanirrahiim semangat cinta daerah, cinta Indonesia dan sekaligus sebagai ungkapan turut berbahagia di moment ultah WB yang ke-3 yang salah satunya dirayakan dengan lomba blog dalam rangka  Peduli Potensi Daerah yang bertemakan “mengeksplor potensi daerah”. Sempat berada diantara tiga pilihan daerah yang ingin saya sharing potensinya, yaitu: Lamongan – Banyuwangi – Sleman. Dengan perdebatan yang cukup sengit *saking pengennya nge-share potensi ketiga daerah tersebut*, terpilihlah materi tulisan yang sudah tersedia terkait dengan Potensi daerah Sleman [domisii tinggal saat ini] dengan mengambil judul Potensi Sumber Daya Alam Pilar kemandirian Daerah Sleman.

Mengacu pada clue yang telah di berikan oleh panitia lomba blog #3TahunWB mengenai Potensi Daerah yang meliputi sumber daya alam, sumber daya buatan dan sumber daya sosial, maka secara spesifik saya mengambil potensi daerah yang berbasis sumber daya alam yang bersifat RENEWABLE RESOURCES atau hayati karena icon yang bisa diangkat sebagai potensi unggulan suatu daerah hendaknya bersifat bisa DITUMBUHKAN, DIKEMBANGKAN, dan BERKELANJUTAN daya saingnya. Selain itu, suatu potensi daerah yang layak jadi komoditas unggulan seharusnya memiliki DAYA UNGKIT terhadap sektor ekonomi, SDM – infrastruktur, budaya, sosial dan hubungan yang simultan dengan daerah lainnya sehingga mampu menghasilkan kekuatan yang memajukan perekonomian dan taraf kesejahteraan daerah tersebut serta sekitarnya secara lebih fokus, efisien, dan efektif yang mengacu pada grand strategi pembangunan nasional yang PRO: GROWTH, JOB, POOR, GO GREEN [ramah lingkungan/zero waste] dan SUSTAINABLE.
Filosofi Bambu: Industri Kerajinan ZERO Waste
Maka Outcome dari komoditas yang menjadi potensi daerah dengan kriteria antara lain :
  1. Akses potensial untuk masuk ke beragam pasar atau disebut juga backward linkage. Orientasinya adalah melihat industri pendukung untuk menjadi penilaian dari daya saing industri tersebut.
  2. Pengolahan mampu menimbulkan efek pengganda (multiplier effect) yang dapat mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi lainnya.
  3. Unik sehingga sulit ditiru oleh pesaing. Pengetahuan tradisional yang memiliki nilai komersial dilakukan pematenan hak karena memiliki spesifikasi atau keunikan.
Ketiga kriteria yang diharapkan ada dalam potensi daerah tersebut akan menjadi faktor yang  berkontribusi ekonomi, ketersediaan bahan baku, daya saing, aspek pemasaran, dukungan teknologi tepat guna. Nah, Potensi daerah yang dibakukan sebagai Komoditas unggulan daerah ya seyogyanya yang mempunyai nilai tambah tinggi dan menimbulkan efek pengganda didorong untuk menjadi kompetensi inti industri daerah, yang merupakan kumpulan terintegrasi dari serangkaian keahlian dan teknologi dalam rangka memproduksi komoditas unggulan.

Dengan menarik simpulan dari definisi, sifat dan kriteria mengenai potensi suatu daerah di atas, maka untuk Potensi Daerah yang berbasis Sumber Daya Alam yang eligible untuk menjadi pilar kemandirian Daerah Sleman adalah :

Pertama, Sektor Industri Pengolahan Pangan
Kabupaten Sleman yang secara geografis terletak di lereng Gunung Merapi, mempunyai kawasan yang potensial untuk pengembangan pembangunan berbasis pada agribisnis yang mendukung pengembangan pariwisata terutama wisata kuliner yang sangat terkenal. Sleman berada pada ketinggian 105 s/d 500 mdpl, dengan iklim agak basah sehingga memungkinkan pengembangan komoditas dan diversifikasi pertanian tanaman pangan dan hortikultura berbasis agribisnis.  Potensi industri pengolahan pangan sendiri, terutama dari skala usaha kecil,  di wilayah Kabupaten Sleman cukup mendominasi. Dari 15.564 unit usaha potensi industri di Kabupaten Sleman pada tahun 2011, mengalami peningkatan menjadi 15.835 Unit Usaha di tahun 2012, dimana + 99% adalah industri kecil dan rumah tangga (IK/RT) dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak  64.930 orang. Industri Pengolahan pangan ini dapat menjadi prime mover untuk pengembangan jenis industri ATG karena untuk proses produksinya tentu menggunakan alat yang dibuta oleh industri Alat Tepat Guna. Industri pengolahan pangan juga dinilai prospektif dikembangkan  di Kabupaten Sleman khususnya, DI Yogyakarta pada umumnya meripakan kota pariwisata
sumber daya alam; kekayaan alam;
Dari total jumlah industri kecil dan rumah tangga (IK/RT) tersebut, sekitar 37% merupakan jenis industri pengolahan pangan. Berikut ini Potensi Daerah Sleman yang berbasis Industri Pengolahan Pangan:
  1. Jika Kota Batu identik dengan labeling kota apel, maka Sleman pun tak mau kalah dengan produk unggulannya yang telah dikenal secara nasional maupun internasional yaitu SALAK PONDOH. Sleman merupakan sentra penghasil dan penelitian buah dan bibit Salak Pondoh. Terdapat 4.067.975 rumpun dengan produksi 266.938 Kw/Tahun. Saya pribadi, sebelum-sebelum ini hanya tahu kalau buah salak ya dari Bali itu. Lha kok ternyata Daerah Sleman merupakan sentra penghasil salak yang sangat besar juga tho. Salak PONDOH yang sudah sangat terkenal tersebut pusat produksinya berada di Kecamatan Tempel, Turi, Pakem dan Cangkringan ini dan sudah sah menjadi trade mark Kabupaten Sleman Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman no. 110/SK.KDH/A/2004. Bahkan Kecamatan Turi telah ditetapkan sebagai pusat pengembangan Agropolitan Kabupaten Sleman dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan sarana dan prasarana penunjang (infrasruktur). Dan dilema musim panen raya pun menjadi buah simalakama untuk buah salak ini yaitu harga pasar jatuh (market guilt. Untuk mengatasi dilema panen raya, dibutuhkan upaya pengolahan salak dalam diversifikasi vertikal yang diharapkan bisa menghasilkan olahan buah salak yang mengeliminasi sifat Perishable dan memberikan added value yang tinggi. Diversifikasi vertikal yang sudah dilakukan dalam industri pengolahan salak antara lain kripik salak dengan metode vacum frying, wajik salak, minuman sari salak ‘Salaka’, kripik salak, jenang dan suwar-suwir.  Dengan aneka olahan ini, nilai ekonomis dan nilai gizinya buah salak yang membludak saat musim panen bisa dikendalikan sekaligus bisa memperpanjang masa simpan produk olahan yang berbahan buah salak tersebut.
  2. Daya dukung letak geografis yang cukup strategis, membawa dampak cukup positif terhadap pengembangan berbagai jenis tanaman unggulan. Hawa sejuk lereng gunung Merapi memberikan potensi bagi pengembangan budidaya berbagai jenis jamur, seperti jamur kuping dan jamur jamur tiram putih.  Jamur yang dihasilkan  di daerah ini berkisar 42,2 ton/musim. Sedangkan jamur obat yang dikembangkan adalah Jamur Lingzhie. Sekarang terus dikembangkan baik varitas maupun jumlahnya, karena sumberdaya alam yang ada sangat mendukung. Terkait dengan tanaman unggulan jamur ini, bagi yang sudah pernah menyertakan agenda kuliner dalam jejak petualangan wisata di Yogyakarta, nama Resto Jejamuran tentu sudah tidak asing lagi kan? Jika belum tahu atau belum pernah kesana, bolehlah undang saya untuk jadi tour guide kuliner khusus di jejamuran *modus karena dekat tempat tinggal*
  3. Selain potensi salak pondoh dan jamur, Kabupaten Sleman memiliki variasi produk unggulan lainnya seperti diversifikasi pengolahan hasil laut dan air tawar seperti pengolahan belut, ikan tuna, dan lain-lain menjadi abon dan makanan siap saji lainnya. Diversifikasi pengolahan minuman berbahan rempah-rempah seperti kunyit, jahe merah, temulawak, beras kencur dan lain-lain dan juga baru-baru ini adanya suatu inovasi pengalengan makanan siap saji yang menjadi ciri khas makanan unggulan yaitu gudeg, dimana gudeg tersebut dikemas dalam kaleng yang dapat bertahan lama. Ah iya, ada juga minuman kuliner yang cukup fenomenal SAPARELLA yang sudah terkenal itu? Nah itu juga berasal dari Sleman. Minuman yang khas dengan rasa Sarsaparilla yaitu termasuk jenis tanaman perdu herbal yang dalam bahasa Latinnya dinamakan smilax aristolochiaetolia ini sudah mulai dikenal dalam menu wisata kuliner di wilayah Sleman dan Yogyakarta Umumnya. Untuk peredarannya, bahkan sudah sampai luar Pulau Jawa lho?
Skema Industri untuk Tiga Komoditas Utama: Salak, Jamur dan Belut
Yang Kedua, Sektor Industri Kerajinan
Sektor industri kerajinan memiliki kontribusi yang cukup besar dan sangat kuat daya sinergisnya terhadap branding ekowisata Daerah Istimewa Yogyakarta, yang secara kontinyu bertumbuh kembang di masyarakat Sleman selama ini mampu menyeimbangkan struktur perekonomian daerah. Industri kecil dan kerajinan cukup mendominasi perkembangan industri di Kabupaten Sleman, mulai dari hasil kerajinan garmen, tas, dompet, aksesoris fashion, aneka kerajinan dari bahan bambu, tanah liat,  yang semuanya sangat mendukung pengembangan pariwisata dimana provinsi DIY sebagai salah satu destinasi wisata kedua terbesar setelah Bali. Sudah pernah ubek-ubek Malioboro kan? Jangan kaget jika penyedia aneka merchandhise dan oleh-oleh wisata yang bertebaran rapat nan padat di sepanjang Malioboro tersebut berasal dari wilayah Sleman.
Beberapa contoh produk hasil Industri Kerajinan
Selain dapat memenuhi permintaan dalam negeri, produk industri kerajinan tersebut mampu menembus pasar internasional seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Belanda. Dalam suatu kesempatan, saya pernah mendengar penuturan salah satu pelaku usaha kerajinan tas kulit yang mengatakan bahwa hasil kerajinan tasnya sudah memiliki pembeli tetap dari Australia. Setiap bulannya sudah ada order dengan kuota dalam jumlah tertentu dan dengan desain tas yang limited edition. Harga jual tas kulit tersebut dari sang pengrajinnya mulai dari kisaran satu juta Rupiah ke atas dan setelah di branding oleh sang beli, tentu harganya berkali lipat kan?

Meringkas uraian tentang Potensi Sumber Daya Alam Pilar Kemandirian Daerah Sleman yang berupa dua kategori komoditas unggulan berbasis sumber alam yang bersifat RENEWABLE RESOURCES, dengan tujuan jangka panjang adalah menghasilkan komoditas ungggulan yang berkualitas dan memiliki grafik pertumbuhan yang meningkat dengan standar mutu dan kemasan yang baik didukung penyediaan mesin peralatan tepat guna karena:
  1. Adanya dukungan ketersediaan dan kontinuitas bahan baku sehingga mendukung proses produksi secara kontinyu sehingga potensi pasar yang kondusif terkait destinasi wisata nasional, dimana trafic kunjungan wisatawan domestik dan manca negara yang volumenya terus bertambah banyak akan meningkatkan mata rantai pemasaran produk.
  2. Capability building dalam penyerapan tenaga kerja yang mampu menyerap tenaga kerja secara padat karya mengingat varian komoditas yang memiliki ragam diversifikasi banyak.
  3. Kemampuan menjadi penggerak utama (prime mover) pembangunan perekonomian serta mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang yang kuat. Komoditas unggulan dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan produksi, pendapatan dan pengeluaran
  4. Kontribusi terhadap perekonomian daerah, dimana komoditas yang memberikan kontribusi lebih besar tentunya akan mendapatkan dukungan dari pemerintah baik berupa fasilitas-fasilitas bantuan baik teknis maupun non teknis sehingga dapat bertumbuh kembang dengan optimal.
  5. Terciptanya nilai tambah ekonomis, jika komoditas tersebut mampu diolah menjadi produk yang diperlukan konsumen yang didukung dengan kesiapan dan kesediaan stakeholder, yaitu masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah
  6. Penguasaan teknologi, Penguasaan teknologi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi baik teknis maupun ekonomis, komoditas unggulan juga harus memiliki status teknologi yang terus meningkat, terutama melalui inovasi teknologi
  7. Prestise daerah, Prestise daerah diperlukan untuk faktor jika ada keunikan  dan sulit ditiru pesaing, dan jika produk tersebut dapat membawa nama daerah untuk lebih terkenal.
Untuk pengembangan dan penguatan kompetensi kedua potensi daerah, Sektor Industri Pengolahan Pangan dan Industri Kerajinan tersebut  Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung perkembangan dunia usaha dengan menjaga iklim dunia usaha tetap kondusif dengan berbagai upaya seperti inventarisasi dan identifikasi sentra industri, monitoring terhadap kelompok-kelompok usaha, penguatan modal dalam bentu dana bergulir bagi IKM yang menunjukkan progress cukup baik, pemberian pelatihan dan pendampingan Kelompok Usaha Bersama dalam rangka menumbuhkan pelaku-pelaku usaha baru yang kompetitif, temu pengusaha industri dengan penyedia bahan baku, dan temu pengusaha industri kecil dan menengah dengan pengusaha besar.

Dengan Mengoptimalkan Potensi unggulan di atas yang memiliki keunikan, sulit ditiru, memberikan manfaat lebih bagi pelanggan serta memberikan  keuntungan yang  besar bagi produsen, diharapkan bisa menjadi Alam Pilar bagi Kemandirian Daerah Sleman. Dari dimensi yang lebih luas, yaitu mengelola Potensi Unggulan Daerah Sleman secara integral akan meningkatkan  nilai tambah, memiliki keunikan daerah, memiliki keterkaitan yang kuat dengan sumberdaya yang dimiliki daerah daerah lainnya yang etrkait dengan komoditas unggulan tersebut, serta memiliki peluang menembus pasar nasional maupun internasional. Dengan kata lain, Potensi suatu daerah memberikan dampak besar dalam merangsang pertumbuhan dan kemandirian ekonomi daerah.

"  Potensi Sumber Daya Alam Pilar Kemandirian Daerah Sleman ini 
diikutkan dalam Kontes Blog #3TahunWB - 
Warung Blogger Peduli Potensi Daerah



Alhamdulillah, mendapatkan Apresiasi sebagai juara kedua di SINI yaa http://www.warungblogger.org/2014/06/pengumuman-pemenang-3tahunwb-blog.html



Reff:  Data KIID  tahun 2013

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Happy Friday di akhir bulan Mei namun Fresh morning nan sejuk segar karena habis diguyur hujan sehari sebelumnya.  Bismillahirrahmaanirrahiim memasuki area parir kantor dan a little surprise karena ada yang lagi bagi-bagi kipas kecil. “Lha cuaca sedang tidak sumuk kok ada bagi-bagi kipas ya?” batin saya. “Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia…”. 

Eaaa…ternyata ada celebrate moment Hari TANPA Tembakau Sedunia ya? Salut dan apreciate pake BGT ada special moment yang semoga bisa jadi motivasi bagi kita semua untuk mulai berbenah dan mengurangi konsumsi tembakau. Karena menghentikan dan meniadakan secara frontal life style merokok [maaf, menurut saya merokok sudah masuk dalam kategori life style, bahkan bisa jadi sudah termasuk kategori budaya?] perlu beragam program dan upaya-upaya praktis yang bersifat persuasif dan terregulasi.

Peringatan  Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang menyerukan kepada para perokok khususnya agar “latihan” puasa tidak merokok  dalam durasi 24 jam yang dilakukan serentak di seluruh dunia pada tanggal 31 Mei. Seruan massal ini diharapkan bisa direspon secara luas sehingga bisa menarik perhatian dunia agar semakin menyebarluas kesadaran akan dampak negatif dari kebiasaan merokok terhadap kesehatan dan finansial pastinya dunk.  Ternyata WHO telah mendeklarasikan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini sejak tahun 1987. Gerakan yang menuai banyak dukungan dari pemerintah, LSM kesehatan, dan organisasi kesehatan masyarakat. Tapi juga panen penolakan dari para perokok, petani tembakau, dan industri rokok.

Saya sendiri, ehmm…maksud saya orang-orang di lingkungan sekitar saya, saya sampling anggota keluarga saya sendiri untuk yang para lelaki, yang living without smoking hanya dalam hitungan jari. Dan saya juga tahu banget, untuk mulai mengurangi frekuensi merokok bukan hal yang mudah walaupun semuanya pada tahu apa akibat dari menjadi AHLI HISAP ~ Merokok. Rata-rata, punya alasan dan pembenaran untuk mempertahankan kebiasaan merokok: rokok menyumbang pendapatan pajak yang cukup besar lho? pabrik rokok menyerap tenaga kerja yang significant kok, dan masih banyak alasan lainnya yang dianggap sah-sah saja merokok sepanjang hayat.

Walaupun di kemasan rokok pun sudah ditulis akibat buruk bagi kesehatan dari kebiasaan merokok, tapi iklan rokok juga tayang dengan sedemikian impresifnya kan? Belum lagi cara penjualannya yang bebas merdeka, harga terjangkau, variasinya yang serba menggoda untuk di coba-coba. [Menurut saya] sampai saat ini antara kampanye untuk mengurangi/menurunkan konsumsi rokok dan 'rayuan' menarik pelaku perokok aktif MASIH sebagai aksi dan reaksi yang saling menetralkan. Bahkan masih terlihat jelas jika kampanye untuk merokok masih beberapa langkah lebih maju lho? Bisa disebutkan beberapa contoh antara lain: sejumlah Beasiswa yang di sponsori oleh pabrik rokok, Ajang kompetisi Olah raga yang diback up pabrik rokok, dan berbagai event-event yang erat dengan anak-muda, remaja serta komunitas dunia pendidikan masih banyak yang dengan friendlynya di support oleh produsen rokok kan ya? Jadi, pre-klonkusi sementara saya bahwa masih banyak fakta yang saling meniadakan, dari satu sisi mengedepankan berbagai upaya dan program untuk MULAI berhenti merokok, dan segmen lain berinovasi bagaimana agar penjualan rokok melambung tinggi dan perokok aktif semakin banyak.

Sedikit mengulik tentang peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang ditetapkan pada tanggal 31 Mei, sepertinya program yang terkait urusan rokok merokok ini masih berjalan partial. Belum [atau mungkin saya yang belum tahu] adanya program terpadu dari hulu ke hilir dan muara yang secara simultan saling menguatkan dan kompak mendukung pembiasaan bahwa merokok itu hal yang harus dikurangi. Kalau pada kaum HISAP sudah mulai dikampanyekan tempat-tempat umum bebas asap rokok dan spacing area khusus bagi para perokok, maka pada tingkat petani tembakau, mestinya sudah mulai digencarkan sosialisasi untuk mulai mengurangi atau memilih menanam tanaman selain tembakau.  Atau misalnya diberi semacam alternatif tanaman lain yang nilai jualnya semenarik harga tembakau. Pada sektor produsen rokok, diberikan aturan yang ketat semacam kuota produksi maksimal yang diijinkan. Nah pada sektor penjualan, harusnya sudah mulai diberlakukan pembatasan usia pembeli, harga yang dimahalkan, tempat penjual rokok yang tertentu saja [berijin khusus dan dimonitoring].
Sebagai bagian dari keluarga yang sanak saudaranya perokok aktif dan juga pelaku petani tembakau, bahkan saya sendiri juga pernah aktif membantu ortu menanam tembakau di masa-masa masih sekolah dulu dan sudah lebih dari sepuluh tahun ini Bapak tidak lagi menanam tembakau, tepatnya ketika kami –anak-anaknya- sudah berpencar ria menapaki jalan hidupnya masing-masing, Bapak tidak lagi menanam tembakau karena suporternya tidak ada. Kalau semua mengandalkan tenaga kerja berbayar, hasil panennya ya minimal BEP tuh.

Lha, view of point-nya tulisan saya ini apa ya? Daripada makin GeJe nanti malah bikin keributan, maka dengan senang hati saya pun sangat amat sekali mendukung Kawasan Tanpa Asap Rokok. Ada Hari Donor Darah Sedunia, Hari AIDS Sedunia, TBC, Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dan masih banyak lagi momentum reminder lainnya, begitu juga dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap tanggal 31 Mei, sebagai  hari peringatan yang terkait dengan upaya dan program-program peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan.  
Semoga peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini berimplikasi yang kondusif, gak hanya sehari tanpa tembakau….syukur-syukur tahun-tahun selanjutnya bisa ditambahkan jadi seminggu atau sebulan tanpa tembakau kan LUAR BIASA, ya kan?

Bagi yang  [masih] merokok, hayyoo…sanggup dunk mulai untuk 
Puasa Daud dalam merokok?

Dana Pensiun Langkah Cerdas Meraih Kemerdekaan Finansial Saat Lansia.

Bismillahirrahmaanirrahiim, adakah yang pernah mendengar atau bahkan pernah secara becanda mengatakan ini: Ketika kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya dan mati masuk surga. Secara sepintas, kedengarannya memang terkesan hiperbola. Akan tetapi jika dideterminasikan secara bijaksana sebenarnya merupakan slogan yang impulsif untuk menumbuhkan Kekuatan disiplin diri dan kekuatan ketabahan batin, nyali atau nekat bahasa kasarnya, sejak dini belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk kita. Tapi sebelumnya, lebih baiknya semboyan di atas perlu di re-engineering menjadi: Saat kecil dimanja-manja, remaja rajin belajar, muda gemar menabung, tua kaya-raya dan mati masuk surga. Dengan demikian sangatlah relevan jika kita sangat perlu untuk melatih diri dalam memanage uang karena uang adalah kekuatan yang penuh daya. Jika kecerdasan finansial rendah, uang akan menindas kita. Uang akan menjadi lebih pandai dari diri kita, sehingga jangan berkeluh kesah jika seumur hidup kita bekerja untuk mencari uang. Berbeda jika kecerdasan finansial kita tinggi, maka uanglah yang akan bekerja untuk kita.
Aplikasi sederhananya, membiasakan diri menabung dalam bentuk yang tidak biasa sejak kita masih muda.  Kenapa ini perlu dibiasakan sejak usia se-muda mungkin? Hasil survey dari OJK menyebutkan bahwa Hanya 7% pekerja di Indonesia yang paham dan sudah menyiapkan masa pensiun dengan cermat. Artinya ada 93% yang tak punya perencanaan bagaimana membiayai hidupnya kelak jika sudah memasuki masa pensiun. Seperti kita ketahui kurun waktu produktif dan efektif kita bisa bekerja aktif dengan daya dukung tenaga dan pikiran yang prima, secara umum adalah usia 25 s/d 65 tahun. Sebelum dan sesudah itu, bisa dibilang kita berada pada jeda kondisi yang tidak produktif. Sangat wajarlah jika kita masih di usia anak-anak, karena ada orang tua yang menanggung biaya hidup kita. Lha jika di atas usia 65 tahun, dengan kemampuan memikul beban hidup yang sudah menurun, maka seyogyanya di usia lansia kita tidak menjadi beban bagi orang lain, walaupun itu keluarga [anak] kita sendiri. Selain alasan tersebut, masih ada beberapa faktor kenapa kita perlu mempersiapkan masa pensiun sejak usia muda belia, antara lain:
  1. Inflasi memberikan dampak yang simultan terhadap biaya hidup sehingga akan meningkat dari waktu ke waktu.
  2. Kebutuhan sehari-hari terus berkembang dan membutuhkan pendanaan yang bertambah mahal pula dari tahun ke tahun.
  3. Kondisi perekonomian yang bergelombang naik turun seirama polemik sosial dan  isu politik.
  4. Ketidak-pastian pekerjaan kita dimasa mendatang karena tidak ada jaminan apakah kita bisa bebas dari ancaman PHK atau sejenisnya yang menyebabkan kita jadi pengangguran [sementara atau kurun waktu yang lama]
  5. Kondisi Ketidakpastian fisik atau kesehatan yang tidak bisa ditebak, semisal karena suatu peristiwa kecelakaan atau jatuh sakit sehingga tidak bisa lagi bekerja secara maksimal.
Akan tetapi, faktor-faktor di atas masih dianggap absurd oleh banyak orang karena cara penerjemahan beberapa hal di bawah ini:
  1. Jalani hari ini dengan tanpa mengkuatirkan masa depan, sehingga terciptalah pola Today is Today, then tommorrow is tomorrow. Sepintas memang terlihat rasional: jalani saat ini dengan enjoy tak perlu memusingkan hari esok. Padahal bagaimana warna hari esok [masa depan] kita, sebagian besar ditentukan dari cara kita menjalani hidup saat ini dan bagaimana kita memanage cash flow finansial kita. Kalau versi nasehat ortu saya, “seberapa pun penghasilan yang dapatkan, pastikan agar sebagian kamu simpan karena esok pasti AKAN datang dengan tingkat kebutuhan yang berbeda baik dari segi ragam maupun jumlah finansial yang diperlukan untuk pembiayaan.  Jika gajimu sejuta, ya simpan barang dua ratus atau seratus ribu, kumpulkan dulu kemudian belikan emas atau barang berharga lainnya yang kelak bisa dijual dengan harga yang lebih meningkat” Ini isi nasehat yang tak henti-henti disampaikan oleh ibu pada semua anak-anaknya bahkan sampai sekarang, setiap kali ada kesempatan mudik tak lupa ibu menyampaikan nasehat tersebut.
  2. Rejeki hari ini ya jatahnya untuk keperluan saat ini, esok hari ya cari lagi, kan rezeki sudah ada yang mengatur, wong ayam saja ada jatah rejekinya. Pernyataan ini baru bisa dianggap benar jika disertakan  konteks ikhtiar yang optimal, cermat dan sistematis. Bukankah Allah SWT  tidak akan mengubah nasib suatu kaum yang tidak mau mengubah nasib dirinya sendiri? Nah salah satu ikhtiar untuk persiapan hari tua adalah mulai menabung secara istiqomah dan mari gunakan prinsip seperti kita BAB: do it and forget.  Saat kita buang kotoran, kita suka rela melakukannya dan tidak pakai kepikiran lagi, hingga kemudian kotoran tersebut menyuburkan tanah dan membuat tanaman jadi suur sehingga menghasilkan buah yang banyak untuk di panen. Jadi marilah kita asumsikan similar dengan kebiasaan untuk BAB dalam melaksanakan kebiasaan menabung sejak sekarang ya?
  3. Kalau sudah tua kan tidak punya keinginan dan kebutuhan yang macam-macam lagi. Kata siapa ketika sudah lanjt usia kebutuhan kita akan menjadi berkurang otomatis? Memang iya, semua orang inginnya sehat wal afiat sampai tua dan ajal menjemput. Tapi merupakan fakta pula bahwa saat seseorang memasuki usia lansia, masalah kesehatan [ degeneratif ] seperti demensia, diabetes, gangguan fungsi ginjal, paru-paru, hipertensi, dan Penyakit-penyakit Tidak Menular lainnya yang akan menjadi penyakit kronis dan multi patologis manakala tidak cepat diobati. Dari satu aspek kesehatan saja, estimasi pembiayaannya sudah terlihat tidak murah pastinya dan akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk penyembuhannya.
  4. Mulai menabung itu nanti saja setelah semua anak-anak lulus sekolah/kuliah. Mari kita telaah sekilas, saat semua anak-anak sudah menyelesaikan pendidikannya, tentu usia kita sudah tidak muda lagi sehingga masa produktif kita hanya tinggal hitungan beberapa tahun. Walaupun kita dapat menepati komitment untuk segera menabung di saat pengeluaran untuk pendidikan anak-anak sudah tidak ada, tentu perolehannya tidak linear dengan perkiraan akumulasi untuk kebutuhan di saat sudah pensiun [tidak produktif lagi].
  5. Mendengar, Melihat, membaca dan menonton berita tentang perkembangan ekonomi  dan  grafik saham. Fluktuasi tentang perekonomian, laju inflasi dan atau nilai tukar mata uang, bisa menjadi preferensi yang membuat orang skeptis untuk memulai persiapan masa depan sehingga keinginan dan kesadaran untuk menabung/berinvestasi pun surut karena “takut” uangnya bisa hilang ketika dimasukkan dalam instrumen investasi. Padahal prinsip mempersiapkan kemerdekaan finansial di usia lansia baru akan memiliki nilai return investmentnya yang  significant ketika dilakukan dalam jangka waktu yang lama, artinya saat kita di usia produktif secara reguler menyisihkan pendapatan kita walaupun angkanya hanya berkisaran dua ratus ribu per bulan dan ditempakan pada produk investasi yang properly, bukan sekedar tabungan konvensional lho? Ya kisaran horizon waktu yang dibutuhkan untuk jenis investasi persiapan saat pensiun adalah 10 – 20 tahun. Ilustrasi singkatnya, jika kita menabung yang biasa Rp. 200.000/bulan maka dalam 10 tahun=akumulasi tabungan berada di kisaran 24 juta Rupiah. Namun nilai yang kita peroleh akan bisa menjadi dua atau tiga kali lipat dari jumlah uang yang kita setor jika kita memilih jenis investasi yang pengelolaannya memang fokus untuk investasi jangka panjang seperti reksadana, asuransi atau BNI SIMPONI misalnya.
  6. Uang kan tidak dibawa mati. Iya sih, kita mati tidak membawa uang. Tapi jangan lupa jika setelah mati kita ingin masuk surga kan? Nah untuk masuk surga itu tidak gratisan loh? Kita harus punya tiket pahala yang banyak dan untuk memperoleh banyak pahala salah satu caranya adalah banyak beramal, bersedekah dan memberikan hibah. Semua itu butuh uang kan? Nah sapa bilang orang mati tidak bawa uang? Sangat jelas bahwa untuk mati yang bisa masuk surga itu butuh uang banget.
Let's Start to reach our FINANCIAL FREEDOM TODAY!
Dari faktor-faktor yang semestinya menjadi stimulator bagi kita untuk awake dan aware dalam gerakan giat menabung/investasi untuk masa depan, tapi faktanya masih banyak orang yang enggan dan kuatir untuk mengalokasikan uangnya pada instrumen investasi jangka menengah/panjang. Ada juga yang sudah menyadari perlunya tabungan pensiun tapi merasa sulit untuk mewujudkannya dengan alasan jumlah gaji yang dianggapanya masih sedikit sehingga lebih memilih menunggu nanti saja kalau gajinya sudah naik dan terasa waktu berlalu dengan cepat mendekati masa pensiun BUT STILL DO NOTHING to make any preparation for their future. Atau, ada yang sudah mulai langkah nyata dengan menabung untuk persiapan masa pensiun tapi alokasi dananya tidak di sendirikan alias tetap jadi satu dalam rekening tabungan sehingga riskan dengan banyak pembenaran untuk mengambilnya manakala membutuhkan sesuatu. 

Membiasakan Menabung Sejak Dini.
Berdasarkan uraian panjang lebar di atas, baik mengenai faktor-faktor yang seharusnya memotivasi kita untuk bersegera menabung Sejak Dini dalam rangka meraih kemerdekaan finansial di usia lansia. Fakta-fakta yang masih menjadi noise dalam pengambilan keputusan berinvestasi dalam tabungan pensiun maupun fenomena-fenomena keengganan sebagian besar dalam berkomitmen menabung untuk masa pensiun.
" Dengan setiap Rupiah yang kita peroleh, kita memiliki kekuatan untuk memilih hari tua [masa depan] kita untuk menjadi kaya, miskin atau kelas menengah"

Lantas Solusinya apa dan bagaimana?
Sudah pernah dengar atau tahu tentang Tabungan BNI SIMPONI? Salah satu produk perbankan yang dikeluarkan oleh Bank BNI ini merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih dalam rangka mempersiapkan masa pensiun agar bisa tetap menikmati hari-hari tua dengan penuh kenikmatan dan BUKANnya pensiun dari kenikmatan hidup.

Kenapa BNI SIMPONI? Karena salah satu cara agar kita bisa konsisten menabung untuk persiapan pensiun adalah dengan mengambil aplikasi tabungan yang dipisahkan dari rekening tabungan untuk keperluan sehari-hari. Dengan memisahkan tabungan pensiun pada rekening khusus, maka bisa mendisiplinkan kita untuk ajeg menabung dan tidak mudah tergoda untuk mengambilnya untuk keperluan yang sifatnya BUKAN masalah hidup atau mati seseorang.  terganggu bila ada kebutuhan mendesak sekalipun. Dan BNI SIMPONI ini merupakan jenis tabungan yang ELIGIBLE untuk dipilih sebagai “celengan ala guci aladin” karena:

1. Siapapun dan apapun profesi kita, sangat bisa untuk membuka rekening tabungan BNI SIMPONI. Bagi PNS/TNI/POLRI/Swasta/petani/ dan berapapun gajinya, tabungan BNI Simponi sangat friendly dan very welcome bagi siapapun  yang menginginkan kesejahteraan di masa pensiunnya kelak. BNI Simponi ini menyediakan alternatif pilihan usia pensiun normal mulai dari 45 tahun.
2.  Ragam dan Jenis-jenis  manfaat pensiun yang ditawarkan dari produk BNI Simponi ini adalah:
  • Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  • Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  • Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.
3. Aplikasinya mudah, cepat juga simpel hanya dengan melampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor lho? Silahkan datang ke Bank BNI terdekat, temui customer service dan sampaikan niat anda untuk membuka tabungan BNI Simponi. Dengan senyum manis dan sikap ramah, customer service akan menyodorkan formulir Aplikasi Pembukaan  BNI Simponi diikiuti serangkaian penjelasan terinci terkait mengenai BNI Simponi: pilihan paket investasi, resiko-resikonya, keuntungannya, ilustrasi perolehan tabungan [return investment] sesuai jangka waktu tertentu dengan estimasi perolehan secara low risk, middle risk dan high risk. Silahkan mengisi aplikasi sesuai dengan identitas diri dan setor iuran awal minimal Rp 250.000,- sudah bisa langsung memiliki rekening tabungan BNI Simponi.

4. Setoran tiap bulannya sangat bersahaja yaitu minimal Rp 50.000. Dengan nominal setoran yang relatif terjangkau hampir semua lapisan masyarakat ini, peserta akan mendapatkan pengembangan yang optimal setiap bulannya, setelah memasuki usia pensiun, peserta  berpeluang mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, setelah itu akan diteruskan kepada ahli waris (yang ditunjuk saat aplikasi) dan sampai dengan anak yang terkecil dengan ketentuan belum berumur 25 tahun (belum menikah/belum bekerja)
5. Besarnya hasil pengembangan yang significant diberikan tergantung pada bunga yang berlaku di pasar pada saat itu dan tergantung paket investasi yang dipilih peserta yang terdiri atas :
  • 75%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 25% (Obligasi)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Obligasi)
  • 100% (Deposito dan/atau Pasar Uang)
  • 100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah)
  • 50%   (Deposito, Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah)
  • 50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
  • 50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
6.  Terdapat beberapa cara Setoran BNI Simponi yang FRIENDLY bisa digunakan, antara lain :
  • Tunai di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
  • Transfer dari bank lain.
  • Melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
  • Melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI
7. Lantas apa saja Benefit yang didapat selama menjadi peserta BNI Simponi? Inilah beberapa keuntungan/kelebihan yang menjadi package tabungan BNI Simponi sangat menarik yaitu:
  • Iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran.
  • Dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  • Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan.
  • Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.
8. Mudahnya Memperoleh Manfaat Pensiun dari BNI Simponi. Untuk melakukan proses pencairan dananya, peserta bisa datang ke Kantor Cabang BNI terdekat dengan persyaratan sbb:
 
Keterangan :
  1. Semua proses penutupan di sentralisasidi kantor Besar Unit DPLK. Cabang-cabang hanya menerima berkas penutupan dengan syarat-syarat tercantum diatas dan mohon dilakukan verifikasi TTD KTP & Buku Asli yang kemudian dikirimkan ke KB. Unit DPLKdengan terlebih dahulu diteliti kembali kelengkapan datanya pada kesempatan pertama.
  2. Mohon untuk proses Klaim / Pencairan dilampirkan no. NPWP ( Terutama untuk Proses Akumulasi Iuran dan Kepesertaan Berakhir )
  3. Total dana akhir peserta yang diterima akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kenapa BNI Simponi ini direkomendasikan sebagai alternatif yang properly untuk dipilih dalam rangka mempersiapkan tabungan Dana pensiun Langkah Cerdas meraih Kemerdekaan finansial saat Lansia ? Adalah pertimbangan utama yang harus dipertimbangkan manakala mengambil produk investasi masa depan adalah bahwa:
  1. Jenis Tabungan tersebut harus terproteksi, artinya jika terpaksa harus berobat, Anda tidak perlu menggunakan tabungan Anda tersebut untuk biaya pengobatan bahkan untuk kondisi kritis sekalipun seperti kena stroke, kanker, dan sebagainya. Dan bila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan seperti kecelakaan, kelanjutan tabungan tersebut harus tetap ada yang membayarkannya.
  2. Kita harus cermat dan cerdas dalam memilih tempat/perusahaan untuk menabung yaitu di perusahaan yang sudah teruji dan terpercaya. Mengingat tabungan pensiun merupakan investasi jangka panjang, maka kita harus memastikan bahwa lembaga keuangan tersebut kompeten dan terpercaya untuk menyimpan dan mengelola dana tabungan tersebut. Untuk sangat disarankan untuk memilih lembaga keuangan yang telah teruji dan berpengalaman ratusan tahun dalam mengelola dana nasabahnya, punya reputasi baik, dan memiliki program tabungan yang dapat menunjang kebutuhan pensiun kita kelak.
Masih pikir-pikir untuk membuka aplikasi tabungan dana pensiun? Just a simply question: Ingin menikmati indahnya masa pensiun bersama anak cucu atau Anda ingin pensiun dari kenikmatan saat masa lansia nanti?
Kalau saya sendiri pilih opsi yang pertama karena menjadi lansia itu kepastian adanya, tapi memiliki Kemerdekaan finansial saat Lansia merupakan langkah cerdas yang harus saya pilih sejak dini [lebih cepat dimulai tentu hasilnya akan lebih optimal]. Pada awalnya saya juga dihantui pikiran-pikiran yang membuat saya sempat ragu-ragu untuk memulai investasi jangka panjang untuk persiapan masa setelah tidak produktif.
  • Ketakutan tidak mampu membayar setoran rutin/bulanan karena gaji saya kala itu yang terbilang kecil dan nyaris BEP tiap bulan.
  • Kekuatiran jika nilai return investment yang diilustrasikan saat saya mendaftar ternyata hanya sebuah janji manis belaka? Apalagi kala itu stabilitas ekonomi akibat masa transisi setelah masa orba berakhir lebih di dominasi raport perkembangan ekonomi yang diwarnai warna merah.
  • Ketidakpercayaan jangan-jangan cara claim-nya nanti ruwet dan membutuhkan waktu yang lama serta hanya kantor tertentu saja yang bisa melayani [off line system]
Semua noise dan friksi tersebut sempat menunda niat saya untuk membuka investasi jangka panjang. Untuk meyakinkan diri, saya juga smepat membeli buku yang menjelaskan tentang berinvestasi reksadana. Tapi keberanian untuk mengambil langkah berinvestasi jangka panjang masih saja belum ada. Hingga suatu ketika bertemu dengan salah satu CS sebuah bank [ saat penggantian buku tabungan] yang menawari salah satu produk asuransi yang single premi dengan penjelasan detailnya. Al hasil saya bulatkan tekad: It’s Time to start, Do it and forget. Iya, kalimat itu yang saya ambil untukmeyakinkan diri saya sendiri untuk menerima penawaran asuransi single premi kala itu. Dengan akumulasi saldo tabungan yang jumlahnya tidak seberapa, saya nekat mengalihkannya ke produk asuransi tersebut. Setelah pembukaan rekening tersebut, saya berusaha untuk melupakannya. Bahkan buku polisnya pun saya simpan ditumpukan buku paling bawah. Hingga lima tahun kemudian, saya iseng-iseng dan penasaran ingin melihat laporan perolehan investasinya. It’s amazing, ternyata hasil invesatasi saya tersebut tercetak nominal dengan jumlah dua kali lipat dari uang saya setorkan.

Singkat cerita, saya pun mulai menerapkan prinsip don’t put all of your eggs in one basket. Saya mendebet sebagian saldo dari return investment asuransi single premi tersebut untuk membayar produk tabungan jangka panjang yang iurannya setahun sekali. Kemudian membuka aplikasi lagi yang berbayar iuran tiap tri wulan. Dan akhirnya saya pun memberanikan untuk membuka aplikasi tabungan yang berbayar iuran tiap bulan. Pada awal-awalnya memang susah, memaksa diri saya sendiri untuk tirakat menggunakan gaji dan harus extra memilih dan memilah mana-mana yang bisa ditunda untuk dibeli walaupun secara kebutuhan saya sudah membutuhkannya. Dibandingkan teman-teman sekantor, saya adalah yang terakhir baru beli HP. Dan ketika teman-teman berganti HP lebih up to date, saya masih setia dengan HP monochrome. Dan berbagai bentuk pendisiplinan cash flow lainnya demi men-set up tabungan masa depan bisa stabil dulu.
Ini sangat mungkin BISA jadi kenyataan
Sekarang, Alhamdulillah dari salah satu produk investasi yang berjangka tersebut sudah ada yang bisa di panen. Setidaknya, premi yang tahunan saya terback up dari asuransi yang pertama. Pembelian dua kali Notebook pun saya ambilkan dari perolehan investasi lho? Jadi kalau ditanya, apakah saya tertarik dengan produk BNI Simponi ini? Absolutely saya tertarik dan akan mempertimbangkannya mengingat dengan usia saya saat ini dan bilamana dianugerahi anak nanti, saya kan perlu mempersiapkan pembiayaannya kelak karena saat anak saya nanti membutuhkan biaya yang besar, saat itu sepertinya saya sudah berada di masa pensiun.

Nah, apalagi kalau menang lomba BNI Blog Competition ini? Kan secara otomatis bisa punya BNI Simponi tho? #ngarep pake BGT. Semoga sharing ini bisa menguatkan niat anda untuk memulai persiapan. Bila ingin menikmati pensiun maka sekaranglah saatnya untuk mulai menyiapkan dana untuk pensiun.
Let’s Plan our future life properly by start investing today, Sooner is better.
Tertarik untuk mempersiapkan dana pensiun sebagai langkah cerdas untuk  Segera kunjungi http://bit.ly/BNI_Simponi dan dapatkan informasi secara lebih lengkap dan akurat demi meraih kemerdekaan finansial di masa depan.






References:
  • BNI_Simponi
  • Rich Dad, Poor Dad (Robert T. Kiyosaki)
  • http://www.depkes.go.id/index.php?vw=2&id=SNR.13110002
  • http://strategimanajemen.net


Memenuhi Kebutuhan Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak

Bismillahirrahmaanirrahiim, #KidsToday anak-anak perkotaan dan anak-anak yang sibuk, adalah rangkuman wajah-wajah calon agent perubahan di masa depan yang saat ini berada ‘jauh’ dari dunia SEDERHANA yang dibutuhkannya: BERMAIN
Yang banyak terjadi kondisi Kids Today di perkotaan dan tingginya ‘kesibukan’ anak-anak dengan beragam aktifitas sehingga space waktu yang dimiliki oleh anak-anak untuk berada dalam dunianya menjadi semakin terbatas. Video singkat anak-anak perkotaan  merupakan dampak perubahan perilaku dan tata sosial kehidupan yang berlangsung sangat cepat dan kompleks dengan berbagai problematik dan tantangannya sehingga kesempatan bermain menjadi langka.

Dan semakin multikompleks ketika bertemu dengan pola pikir dan pengejawantahan yang salah kaprah mengenai golden age. Karena pada masa tersebut otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen yang bisa menerima dan menyerap berbagai macam informasi dengan magicnya, sehingga banyak orang tua over dosis mengekspose ekspektasi dalam mendambakan anak cerdas dengan MEMILIHKAN setumpuk rutinitas yang dominan berkonsep pembelajaran stereotype: berusaha membentuk karakter anak sesuai dengan yang dikonsepsikan oleh orang dewasa. Pola asuh demikian didasarkan pada paradigma LATEN: keberhasilan ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak menduduki rangking teratas di sekolahnya. Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak, tapi lebih dominan oleh kemampuan membangun hubungan dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan serta hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.



Anggapan bahwa aktifitas bermain tak lebih dari kegiatan menyita waktu, tidak mencerdaskan, bikin kotor dan berantakan perlu segera direformasi. BERMAIN merupakan kebutuhan yang mutlak untuk dipenuhi sebagai kerangka dasar anak menuju generasi yang paripurna karena:
  1.  Bermainmerupakan bentuk aktifitas nyata untuk membentuk kemampuan individu dalam memupuk, menggali, menumbuhkan dan mengembangkan kekuatan imajinasi.
  2. Dengan bermain mereka belajar mengembangkan berpikir kreatif dan mengintegrasikan potensi yang dimilikinya dengan ketrampilan-ketrampilan berpikir tingkat tinggi lainnya sehingga kelak bisa menjadi sosok yang mampu menyelesaikan berbagai masalah dengan cara yang kreatif.
  3. Terpenuhinya kebutuhan bermain merupakan proses belajar mengeksplorasi mimpi dan berbagai kemungkinan dengan mengembangkan kepekaan terhadap petualangan, kejutan, kenyamanan, dan kesenangan sehingga memfasilitasi kecerdasan-kecerdasan emosional anak secara optimal karena bermain adalah entry pengalaman yang memiliki poin impresif sepanjang hidup.
  4. Euforia bermain memberikan iklim dan chemistry yang naturally meresapkan ke dalam pola pikir, sudut pandang dan dinamika hati nurani pada diri anak tentang nilai-nilai: agama, tanggung jawab, disiplin, toleransi/tepa slira, saling menghargai, menyayangi, perduli lingkungan dan harmonisasi-harmonisasi lainnya diluar diri pribadi.



Bertolak dari pengalaman sebagai mantan anak dan kurun waktu setahun ini menjalani peran sebagai orang tua, saya yakin hati nurani setiap orang tua akan memiliki pandora kebahagiaan luar biasa manakala menemani, menikmati dan mencermati moment-moment saat anak-anak bermain. Betapa sumringahnya ketika bermain pasir, petak umpet, kelereng, sepak bola, layang-layang, sepak bola dan semua jenis aktifitas bermain non digital lainnya.
BERMAIN adalah Kebutuhan dan keinginan anak yang sebenarnya adalah hal sederhana bagi ukuran orang dewasa, maka jangan rebut aspek bermain dari anak-anak kita, juga jangan membuatnya menjadi rumit. Seperti lagu favorit masa kecil saya yang sederhana: Bintang kecil, di langit yang tinggi. Amat banyak, menghias angkasa. Aku ingin, terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada.



Memenuhi Kebutuhan Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak ini diikutkan dalam #KidsTodayProject Blogger Competition #KidsToday oleh Rinso Indonesia dan @MissResik