WHAT'S NEW?
Loading...

[Sekilas] Info Batik Sinom Parijotho Salak

Adalah fakta kalau belakangan ini intesitas nge_BLOG saya masih belum membaik, walau aselinya Bismillahirrahmaanirrahiim tetap pengen pakai banget untuk rajin berwara-wiri Blog Walking sambil nge-posting juga. Tappiiii....berhubung skill multitasking antara aktifitas On Line dan Off Line masih belum bisa klik and klop, yaa....beginilah, delay time meng-entry blog jadi tak beraturan [padaak hal sebelum-sebelumnya juga tak beraturan]. Sebenarnya postingan ini mestinya saya bikin berdekatan dengan tulisan tentang Pameran Potensi Daerah Sleman. Tapi dasar saya yang sok sibuk [belum becus ngatur waktu dan diri], jadinya banyak kisah kasih yang pengen saya tulis malah terendapkan dan nge-BLOG pun jadi nyaris vacuum.

Then here is berbagi [lagi] sekelumit cerita tentang batik untuk melengkapi kekayaan motif batik nusantara, Batik Sinom Parijotho Salak yang secara resmi telah di launching  pada moment Pameran Potensi Daerah tanggal 25 April-4 Mei 2014 lalu di Lapangan Denggung dan Lingkungan Gedung Serbaguna. Nah kan, [Trend] Batik Sinom Parijotho Salak ini sekaligus melengkapi postingan Potensi Sumber Daya Alam Pilar Kemandirian Daerah Sleman yang Alhamdulillah dipilih tim juri #3tahunWB untuk menjadi juara kedua. Better late than never *cari  excusing*, kalau berbagi tentang trend motif batik baru kan gak ada masa expired-nya kan ya? Dan show must go on, Motif batik terus berkembang, dari catatan sejarah juga menunjukkan bahwa kerajinan Batik Indonesia setidaknya telah dikenal sejak zaman Majapahit dan secara berkelanjutan hingga sekarang. Apalagi industri fashion dan life style yang semakin welcome dengan corak kain batik, maka tak heran jika aneka motif batik baru pun bermunculan dengan bermacam inspirasi dan ciri khasnya yang unik menarik hati. 
In Zoom: Batik Sinom Parijotho Salak
Demikian juga dengan motif batik sinom parijotho salak ini yang terinspirasi dari kekayaan alam berupa tanaman parijotho dan buah salak yang merupakan ikon Sleman dan banyak tumbuh di lereng Merapi, terjadilah penggabungan tanaman parijotho dan salak dalam selembar kain batik nan cantik dengan penambahan kosa kata SINOM. Apa hubungannya dengan sinom, plisss…saya gak paham. Wong setahu saya sinom itu kan nama daun dari pohon asem, tapi dipilih untuk mempermanis nama trend batik yang di launching oleh Sleman. Menurut info teman yang mengikuti sedari awal lomba desain batik Sleman yang yang diadakan tahun 2012, desain batik yang terpilih sebagai pemenang  adalah motif  parijotho dan motif salak pondoh. Nah, kedua motif tersebut kemudian diNIKAHkan menjadi satu motif dan diberi nama sinom parijotho salak. Berikut ini beberapa hasil kreasi batik dengan Motif Parijotho:



Aneka Kain Batik Motif  Parijotho Salak
Jika dicermati, motif batik yang di claim sebagai batik khas-nya Sleman ini memiliki Elemen yang terdiri dari:
1.    Tangkai, daun dan bunga parijotho,
2.    Daun dan bunga salak pondoh.
Desain batik dengan motif Parijotho Salak, dalam prosesi pembatikannya tanaman parijotho dibuat pada posisi diagonal yang di sela-sela bidangnya diisi dengan motif buah dan daun salak pondoh. Pada latar belakang motifnya diisi cecek yaitu sebaran merata titik-titik kecil. Untuk motif Bunga Parijotho dikomposisikan secara kontinyu dengan arah diagonal, daun salak pondoh diletakkan secara acak tapi selalu berdekatan dengan buahnya. 
Jika membingungkan uraian naratif saya mengenai Batik Sinom Parijotho Salak ini, maka lebih simpelnya bisa diamati dengan cara seksama dan dalam tempo yang secukupnya dari gambar di atas itu tuh..

Al kisah, hakekat penciptaan batik Sinom Parijotho Salak ini memang lebih mempertimbangkan nilai estetika dan dalam rangka penguatan kekhasan Daerah Sleman yang memiliki aneka hayati yang ada di lereng Merapi sebagai perwujudan rasa cinta dan bangga akan potensi alam yang ada di daerah Sleman.
[BUKAN] Duta Batik
Al hasil, Trend setter fashion saat ini sudah sangat welcome untuk padu padan kain batik sehingga bisa dikenakan dalam berbagai acara dan kesempatan baik formal maupun non formal. Hal ini menjadikan corak batik menjadi salah satu motif pakaian yang merakyat secara lintas sosial ekonomi, gender dan usia. Anak-anak yang masih TK sudah dikenalkan dan dibiasakan untuk mengenakan seragam batik, maka secara naturally rasa comfort dan bangga menggunakan batik akan terpola sejak dini. Akan halnya saya yang dulunya ogah-ogahan jika di suruh menggunakan batik, sekarang justru sebaliknya.

Seiring Perkembangan corak dan motif kain batik yang berpadu padan dengan warna-warna cerah, maka perlahan membuat saya mulai jatuh hati dengan batik tapi untuk Batik Sinom Parijotho Salak ini, kebetulan sudah punya kainnya tapi belum dijahit. Hayyyooo….siapa yang mau nambahin koleksi batik nusantaranya dengan motif batik khas-nya Sleman ini? PM me….*ala-ala sapa tahu ada yang tertarik kan Alhamdulillah bisa jadi broker Batik Sinom Parijotho Salak tho?*

25 comments: Leave Your Comments

  1. baru kali ini saya denger pola batik yg terinspirasi tanaman salak.

    dan untuk teks kecil sekali di akhir postingan, saya doakan semoga terkabul... aamiin..
    (tapi jika terkabul sungguhan dan sukses jangan lupa makan-makannya ya, mbak :)
    #berharap...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, ini motif batik baru dan dinobatkan sbg batik khasnya Sleman

      #Aamiin----> pengen bisa jadi entrepreneur

      Delete
  2. Foto terakhir ternyata bukan duta batik ya…..
    Batik Indonesia memang banyak ragamnya…dan semuanya bagus-bagus….namun sayang…Indonesia mulai dimasuki oleh batik dari china yang hadir dengan motif lokal Indonesia……, semoga saja batik Indonesia bisa bertahan dan semakin Berjaya….
    keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. batik dr china dengan motif Indonesia? Ini bisa jadi penetrasi perdagangan batik yg mengancam eksistensi pembatik lokal yg notabene masih berproduksi secara manual Bang.

      Delete
  3. Aku bingung mbaa bacanya.. banyak bahasa 'campur' di paragraf kedua dan terakhir hehehe..

    Batik memang memesona sekali. Ya benar, buktinya batik menjadi salah satu motif pakaian yang memang merakyat secara lintas sosial ekonomi, gender dan usia. Bahkan di luar negeri pun, banyak bule yang hobi pakai batik. Bangganya! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. BIngung ya?
      Jangan bingun dunk, intinya ttg launching motif batiknya Sleman kok

      Delete
  4. betapa batik sebagai kekayaan budaya indonesia dan hanya di indonesia ada batik, kalau di tempat lain kan namannya bukan batik...tentu menjadi kewajiban kita sebagai pemuda bangsa melestarikan dan memakainya pada setiap moment.
    ganti baju safari saya dengan batik aah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo...ganti kaos dengan batik saat ,bolang juga ya pak?

      Delete
  5. Gambarnya nyungsep gak muncul! *ngambeg

    ReplyDelete
  6. Batik yang ungu ijo itu keren mbak Rie :)

    Oya met puasa ya mbak Rie, maaf lahir batin :)

    ReplyDelete
  7. Suka yg cerah, Mba. Idenya keren yaa. Dr potensi daerah dijadikan motif batik.

    ReplyDelete
  8. Saya termasuk yang suka dengan BATIK. Terutama jenis BATIK yang bermotif atau bernuansa ETNIS. Beberapa BATIK yang sudah saya miliki adalah Batik Bali, Batik Jogjakarta, dan Batik Madura. Masih mau lagi batik dari daerah lainnya, dan silahkan di kirimkan ke alamat saya. Ngarep Dot Kom

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya malah kepingin banget batik dr Irian dan Kalimantan neh

      Delete
  9. setauku sinom ntu minuman warnanya kuning dan seger.

    yang coklat oke.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, kui jenenge sinom, dibuat dr rebusan daun sinom dan kunir broh

      Delete
  10. OO gitcu ya ... baru tahu Batik Sinom Parijotho Salak ini khasnya Sleman, tahunya itu batik Jogja ... hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa juga demikian, secara lebih luas kan Sleman bagian dari Yogya juga

      Delete
  11. Kyaaa, sebagai pribumi Sleman, aku malu belum punya batik parijotho
    Ckckckck *dijenggung*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayooo, ndang di borong. Nek gak buruan beli, ta jenggung loh

      Delete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.