WHAT'S NEW?
Loading...

ASEAN: Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan

Menginjak tema ke-9 dalam rangka #daysforASEAN, Bismillahirrahmaanirrahiim masih mencoba menjawab tantangannya yang diberikan walau tulsan saya semakin semrawut. Setelah skip pada tema ke-7 karena off yang lagi rushty dan fisik nge-drop oleh pernik-pernik pindahan dalam rangka mengikuti suami [maklum, saya menganut paham jika istri fitrahnya mengikuti suami]. Lagi-lagi saya berazaz minimilais yaitu sebisa mungkin membuat postingan sesuai tema yang diberikan untuk hari ke-9, yaitu mengambil tema yang diangkat Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015. Nah, inilah tema yang diberikan: Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan? 

Kalau jawaban mencongak ala saya saat kelas dua SD sewaktu dikasih pertanyaan rebutan untuk bisa pulang sekolah duluan, ya dengan cepat dan spontan saya jawab: SANGAT BISAAAAA....!!!!
Tapiii, jika pertanyaannya dilanjutkan pada frase: bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Maka untuk menjawabnya, saya perlu mereview sekilas filosofi dalam lambang ASEAN yang saya kutip dari Wikipedia, dimana Gagasan dasar rancangan lambang ASEAN adalah tanaman padi bahan baku untuk memasak nasi yang merupakan makanan pokok bagi mayoritas penduduk Asia Tenggara dan tanaman padi juga mengandung makna yang identik dengan kemakmuran, kecukupan pangan, dan kekayaan. Beberapa point-point lainnya yang bersifat visioner pada lambang ASEAN yang sekaligus menjadi gagasan mulia pembentukan organisasi regional di kawasan Asia tenggara ini, yaitu:
  1. Lambang ASEAN melambangkan kemantapan, perdamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN. Warna-warna lambang — biru, merah, putih dan kuning — adalah warna-warna yang digunakan dalam berbagai bendera negara-negara anggota ASEAN.
  2. Warna biru melambangkan perdamaian dan kemantapan, merah melambangkan keberanian dan dinamika, putih melambangkan kesucian, dan kuning melambangkan kemakmuran.
  3. Sepuluh batang padi yang terikat melambangkan sepuluh negara anggota ASEAN. hal ini melambangkan harapan para bapak pendiri ASEAN yang memimpikan ASEAN terdiri atas seluruh sepuluh negara-negara Asia Tenggara yang terikat dalam persahabatan dan solidaritas.
  4. Lingkaran melambangkan persatuan ASEAN bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada dalam negara-negara ASEAN yang hampir semuanya terdiri dari beragam: suku, budaya, agama, bahasa dan berkepulauan.

Tema yang digoalkan dalam KTT di Brunei Darussalam “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan pada pilar Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan sebagai sekuel relevansi dari filosofi yang termaktub pada lambang ASEAN, karena pada kenyataannya semua negara anggota tipically ASEAN memiliki kemiripan dalam:
  1. Secara ekonomi, merupakan kawasan negara berkembang dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan tingkat [status] sosial yang belum merata.
  2. Terdiri dari banyak suku/multi etnis dengan ragam budaya dan terdapat beberapa agama yang dianut.
  3. Wilayah Kepulauan yang rentan keamanannya, bahkan berpotensi timbulnya sengketa perbatasan antara sesama anggota ASEAN sendiri.

Berdasarkan kondisi umum, alasan dan tujuan pembentukan organisasi ASEAN, sejatinya bisa juga disebut sebagai representasi dari Bhinneka Tunggal Ika. Dengan demikian cara untuk mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEANdalam rangka Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan bisa difokuskan pada program-program yang bertendensi pada:
Yang Pertama: Pro Poor yaitu pembangungan di berbagai bidang berkontribusi terhadap untuk menurunkan angka kemiskinan.
Yang Kedua Pro Job, bahwa setiap sektor industri dan bisnis dengan orientasi efisiensi dan efektifitas yang mendukung perluasan lapangan kerja
Yang Ketiga: Pro Growth yaitu mampu memperluas pertumbuhan ekonomi
Yang Keempat: Pro Environment dimana pertumbuhan ekonomi yang berkolaborasi konstruktif menjaga keseimbangan lingkungan yang berkelanjutan. 
Yang Kelima: Pro Demokrasi dan Kekeluargaan karena secara geografis dan demografi wilayah dari para anggota ASEAN rentan terjadinya konflik dan persengketaan, sehingga menempatkan berbagai kebijakan dan keputusan baik khusus internal masing-masing negara maupun antar sesama negara anggota ASEAN sangat penting untuk menempatkan skala prioritas yang Pro Demokrasi dan Kekeluargaan agar berbagai permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan cara-cara yang damai dan dan penuh toleransi. Yaaa...cukup saya saja yang Ribut deh, kan sudah sedari lahir saya dikasih nama Ribut #Ups nglantur deh

Karena sudah kambuh confuse-nya, jadi sekian saja opini yang bisa saya buat mengenai Asean: Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan yang lebih baik.



Reference: http://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_ASEAN



2 comments: Leave Your Comments

  1. saya baru mengenal arti dari lambang ASEAN, ternyata begitu dalam dan sangat hebat bila dibeberkan dengan baik. Terimakasih telah membagikan informasi ini.

    ReplyDelete
  2. Ini salah satu tujuan didirikannya ASEAN membantu sama lainnya diantara beberapa negara terutama untuk rakyat menjadi maju dan sejahtera.

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.