WHAT'S NEW?
Loading...

Indonesia, The Shiny Country of Universe

Membranding sebuah produk [barang atau jasa] memang mutlak diperlukan sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari strategi pemasaran. Dengan pemilihan brand ini, perusahaan bersaing untuk mendapatkan profit dari produk-produk yang dihasilkannya Dan Bismillahirrahmaanirrahiim demikian pula untuk sebuah negara, brand pun merupakan salah salah satu bagian terpenting bagi eksistensinya di dunia global. Semua negara  kini bersaing gencar-gencaran untuk mempromosikan sektot pariwisata, menarik minat para investor dan membuat para pembeli dari seluruh belahan dunia tertarik untuk membeli produk-produk yang dihasilkan oleh perindustrian di negara tersebut.  Berkembangnya persaingan dagang di semua sektor perindustrian yang kian ketat, menuntut masing-masing negara untuk mendesain image negaranya agar mampu menarik minat pembeli untuk "target market" mereka. 

Demikian pula dengan Indonesia yang beragam budaya, geografis berbentuk kepulauan dengan pesona keindahan alam yang sangat elok dan berbagai potensi kekayaan alam yang berlimpah serta SDM yang sangat kondusif untuk mendukung pergerakan perekonomian,  maka Nation branding yang cocok [menurut saya] yang friendly/mudah diingat dan  memiliki makna yang secara spontan bisa memberikan deskripsi tentang Indonesia secara holistic di kancah Internasional adalah Indonesia, The Shiny Country of Universe
Credit Here
Sekilas balik tentang definisi Brand, yaitu  sebuah nama, istilah, identitas, atau simbol, yang didesain secara khusus yang dimaksudkan agar bisa mengidentifikasikan suatu produk atau jasa, yang membedakan produk/jasa tersebut dari produk lain [terutama produk saingannya]. Mengacu dari definisi dasar mengenai Branding tersebut, maka Nation Branding memiliki fungsi yang sangat strategis [menentukan] dalam marketing positioning suatu negara dalam menghadapi persaingan perdagangan yang bergerak menuju global market. Pemilihan Nation Branding bagi Indonesia harus bisa berimplikasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan perkonomian yang kreatif sehingga mampu mengangkat image Indonesia sebagai bangsa yang memiliki peran aktif dan bisa terdepan dalam persaingan ekonomi global.  Dengan demikian Nation Branding memiliki fungsi untuk membangun, mengembangkan, dan mempertahankan pencitraan [image] yang baik untuk Negara tersebut, karena kesuksesan [perekonimian] suatu negara dalam kompetisi pasar global sangat dipengaruhi oleh brand image dari negara tersebut. Bahwa kekuatan Branding Nation dari suatu Negara, yang dilengkapi dengan akselerasai yang equal antara image yang ditargetkan tersebut terhadap produk-produk yang dihasilkannya adalah sama pentingnya dengan kualitas produk yang dihasilkan oleh negara itu sendiri.

Maksud dan makna Nation Branding: Indonesia The Shiny Country of Universe, secara gramatical-nya saya pilih berdasarkan pada acuan awal bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di garis khatulistiwa dan memiliki iklim tropis. Untuk definisi secara luas, saya pilih Nation Branding tersebut berdasarkan adalah aspek-aspek: 
  1. Geografis Indonesia yang berbentuk kepualaun dengan potensi keindahan alam yang mendukung untuk berkembangnya industri Pariwasata.
  2. Letak Indonesia yang strategis dalam lalu lintas perdagangan internasioanl sehingga bisa menguntungkan bagi produk-produk industri yang dihasilkan, baik produk barang industri modern maupun skala tradisional yang secara intensif akan mengaktivasi pengembangan ekonomi kreatif
  3. Luas wilayah maritim yang dominan dengan sumber kekayaan alam sektor perikanan mau non fisheris yang berpeluang untuk menjadi pemain ekspor terbesar di dunia untuk produk pengolahan hasil perikanan/maritim.
  4. Sumber alam migas dan non migas yang sangat vital baik keragamananya maupun kuantitasnya yang tentunya akan bisa mendukung perkembangan  kouta ekspor yang mampu mendongkrak penghasilan devisa negara.
  5. Keragaman kebudayaan dan kesenian tradisonal yang menawarkan keunikan sehingga bisa memperkuat image bersinarnya Indonesia di dunia internasional.
  6. Sifat penduduk asli Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, yang ramah dan pekerja keras [warisan spirit leluhur sebagai pelaut yang mampu mejelajah dunia sejak dahulu kala], merupakan aset yang vital bagi tumbuh kembangnya perekonomian bangsa Indonesia.
Nation Branding memang tidak mungkin terbentuk dan melekat untuk indentify bangsa dalam kurun waktu yang cepat, karena tetap butuh usaha yang komprehensif, program yang terintegrasi dan waktu yang tidak sebentar untuk membangun Nation Branding tersebut berserta  nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi spirit seluruh elemen Bangsa Indonesia. Nation Branding  merupakan serangkaian usaha yang dilakukan untuk membangun dan menjaga image bangsa dan negara secara holistic, baik internal dan eksternal dengan basis nilai-nilai dan persepsi konstruktif yang kita miliki sehingga bisa mendapatkan posisi dalam percaturan internasional. Dalam memelihara Nation Branding dibutuhkan Proses/perjuangan yang berkesinambungan [dalam waktu yang terus– menerus serta tetap mengkorelasikan dengan dengan perubahan demografi dan geografis bangsa ini.

Beberapa alasan yang saya ambil sebagai acuan dalam memilih Nation Branding Indonesia, The Shiny Country of Universe. Harapan dan tujuannya adalah semoga jadi salah satu trigger bangsa  Indonesia sebagai bangsa yang kreatif  sehingga akan membangkitkan rasa bangga [cinta Indonesia], membangun sikap positif dan memunculkan keungggulan-keunggulan yang dimiliki Indonesia di permukaan yang akan menarik dunia terhadap Indonseia di semua sektor.

Branding nation memang ditujukan untuk melahirkan  image yang mampu go public secara internasional sehingga akan memberikan pengaruh terhadap stereotip berbagai produk negara yang bersangkutan untuk kemudian dipersepsikan pada pasar. Jelas bukan hal yang mudah, tapi juga bukan tidak bisa untuk diwujudkan. Meskipun kondisi carut- marut yang masih sering menjadi head line news di berbagai media: korupsi, kriminalitas, tawuran anak sekolah, dll yang berpeluang memforward sikap skeptis, tapi dengan Komunitas Blogger Asean ini semoga bisa menjadi salah satu mercusuar yang mengkomunikasikan ke masyarakat luas [internasional] untuk mulai belajar melihat dan menilai segala bentuk perkembangan dan permasalahan secara proporsional dan obyektif dan TIDAK menggeneralisirnya secara over dosis.

Sangat banyak yang bisa diexplore untuk membangun Branding Nation Indonesia, The Shiny Country of Universe.   keindahan alam beserta sumber daya, ragam budaya, peta SDM yang semkain banyak meraih prestasi  dalam kompetisi internasional, daripada menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan uang untuk hal-hal yang justru akan mendwonload energi negatif bagi Bangsa Indonesia.

Pada akhirnya, keberadaan Branding nation telah terbukti berkontribusi membentuk image suatu negara dengan produk yang berasal dari negara sehingga mendongkrak omzet penjualan produk tersebut secara significant. Sebagai contoh tentang Brand Nation ini, jika kita tanya pada anak kecil tentang Jepang, jangan heran jika jawaban yang diberikan adalah Doraemon, Sinchan atau Ninja hitam. Atau Image yang melekat untuk Belanda: Kincir angin, Tulip. Kalau skala Internal kita saja, jika ada yang menyebut Yogyakarta maka yang spontas terlintas: gudeg, Borobudur, Malioboro. Lamongan dengan Soto Lamongan dan  Perselanya. Banyuwanggi dengan Kawah Ijen, Batik Gajah OLing, Suku Osing-nya. Jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk mengkampanyekan hal-hal yang positif yang ada di sekitar kita, yang semoga bisa menjadi gelombang positif bagi Indonesia, The Shiny Country of Universe.

Dan yang sangat relevan dengan Indonesia, The Shiny Country of Universe adalah lagu ciptaan Bapak R. Suharjo berikut ini:
Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia




References: 
1. Kotler.P  (1987)
2. http://magdalenawenas.com/


5 comments: Leave Your Comments

  1. endingnya malah lagu andalan waktu SD hehe..

    ReplyDelete
  2. branding itu harus
    sayangnya yang sering terjadi adalah blunder promo
    kita gencar jualan tapi yang di belakangnya malah keteteran
    kaya jogja kian lama kian macet lalu lintas semrawut
    apa ya yang datang bisa berpikir untuk datang lagi..?

    ReplyDelete
  3. Semoga para yang bersangkutan membaca dan mengerti makna yang tersurat dalam artikel ini. Dan saya setuju dengan lagunannya anak muda "mau dibawa kemana ? "

    He,,, he,,, he,,,,

    Salam wisata

    ReplyDelete
  4. sayangnya branding di kita kebanyakan hanya pengagungan terhadap nilai2 yang diformalkan doang ya Mbak

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.