WHAT'S NEW?
Loading...

[Balada] Negara-Negara Serumpun Indonesia

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang salah satunya membawa dampak pada gelombang Penyebaran Informasi bergerak cepat dan global karena adanya support teknologi informasi digital. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim jika kita melihat peninggalan sejarah serta adanya kemiripan-kemiripan antar bagian regional/daerah/negara pada  segmen-segmen adat dan kebudayaan yang berkembang dari dulu dan hingga sekarang masih terpelihara, maka bisa kita lihat bahwanya penyebaran informasi dan teknologi sudah sudah terjadi sejak awal jaman pra-sejarah. Adanya faktor perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain merupakan salah faktor adanya kemiripan antara suatu poupulasi penduduk dengan penduduk dari daerah tertentu lainnya. Dari pelajaran IPS dan sejarah, wacana tentang negara serumpun dengan Indonesia lebih sering memberikan identifikasi bahwa Malaysia yang trending topic sebagai negara serumpun dengan Indonesia. 

Benarkah negara Serumpun bagi Indonesia adalah [hanya] Malaysia? Padahal menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja, sedangkan kenyataannya Borobudur sudah dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada.  Di era teknologi yang kala itu masih belum canggih, terdapat dua peninggalan sejarah yang bernilai historical tinggi di wilayah yang berbeda lokasi dan masa pembangunan tapi memiliki banyak kemiripan, tentunya ini BUKAN sebuah kebetulan belaka. 
  • Candi Borobudur dibangun sekira tahun 800-an Masehi oleh Raja Samaratungga dari wangsa Syailendra dijaman keemasan kerajaan Sriwijaya, dimana pembangunannya baru selesai dimasa pemerintahan Ratu Pramudawardhani [hampir 50 tahun berikutnya]. Wangsa Sailendra merupakan penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat, sehingga tak heran jika Candi Borobudur peruntukkannya sebagai tempat ibadah bagi pemeluk agama Budha. ini berlokasi sekitar 40 KM dari Jogyakarta ke arah barat laut ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar dengan 2.672 relief pada dindingnya. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
  • Sementara Angkor Wat dibangun sekitar tahun 1.100an M oleh raja Suryavarman II, dengan konsep arsitektur berupa dewa-raja, yang bisa terlihat dari struktur candi yang berbentuk mengerucut ke atas seperti kuncup bunga lotus. Pada dinding bagian luar terpahat relief batu yang menceritakan kisah-kisah klasik India, seperti Ramayana, pemutaran lautan susu untuk mendapatkan tirta amerta dan relief pertempuran balatentara Khmer saat menghadapi serangan balatentara Champa. Selain itu juga terpahat 3000an apsara, yang berarti dewi.

Credit Here
Kemiripan antara relief Candi Borobudur dan Angkor Wat yang dibangun pada masa yang berbeda yaitu selisih 300an tahun, dikarenakan kesamaan agama yang dianut yaitu Agama Budha [mengingat fungsi candi  sebagai tempat peribadatan pemeluk agama Budha], dan adanya hubungan bilateral dua kerajaan Khmer serta diduga menggunakan rancangan arsitek yang sama yaitu Gunadharma. Seperti diketahui selain Agama Hindu, juga ada Agama yang berkembang pesat kala itu.  Pengaruh agama Budha ini dimulai pada abad pertama Masehi, dimana perdagangan di Jalur Sutra yang melalui jalur darat terkendala oleh kekaisaran Parthia di Timur Tengah, yang berkonflik dengan Kekaisaran Romawi yang belum hancur. Sedangkan saat itu orang-orang Roma sedang berada dimasa kejayaan ekonomi sehingga kebutuhan untuk berdagang dengan kawasan Asia pun meningkat. Al hasil, situasi ini menjadi alasan untuk menghidupkan lagi jalur perdagangan via laut di antara Laut Tengah dan Tiongkok, dimana India sebagai negara perantara. Semenjak saat itu, melalui hubungan perdagangan dan koloni-koloni dagang serta intervensi politik, pengaruh India mulai di kawasan Asia Tenggara. Rute dagang laut ini menghubungkan India dengan selatan Burma, pusat dan selatan Siam, Kamboja dan selatan Vietnam. Sehingga tak ayal, Agama Budha yang nota bene lahir di India pun berkembang pesat di Jalur-jalur perdagangan tersebut yang memberikan pengaruh pada banyak aspek kehidupan masyarakat.

India memberikan pengaruh yangs angat luar dalam kurun waktu yang sangat lama, yaitu lebih dari seribu tahun. Hal ini merupakan faktor utama yang membawa persatuan budaya: bahasa dan ada istiadat pada banyak negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Bahasa Pali, Bahasa Sanskerta dan aksara India yang  bersama dengan Theravada, Mahayana, Brahmanisme dan agama Hindu pun disebarkan langsung melalui teks-teks kesusastraan India. Pengaruh utama Buddha berasal dari anak benua India, sehingga negara-negara di sini menganut aliran Mahayana. Sri Wijaya di selatan dan kerajaan Khmer di utara saling berusaha menjadi yang paling berkuasa dan kesenian mereka mencermikan pantheon Bodhisattva Mahayana yang sangat kaya.
 Wilayah Kerajaan Sriwijaya [pict from Here]
Dari abad ke-5 s/d abad ke-13, di kawasan Asia Tenggara terdapat kerajaan-kerajaan yang kuat dan berkuasa serta aktif dalam pengembangan arsitektur dan seni Buddha.  Sebut saja salah satunya yang sangat fenomenal kerajaan Sriwijaya [masa pembangunan Candi Borobudur] dan Majapahit yang memiliki wilayah kekuasaan lebih dari separuh kawasan Asia Tenggara. Tidak mengherankan jika karya sastra seperti kisah Ramayana dan Mahabharata sudah demikian familiar di Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia tenggara dari jaman dahulu, yang bisa dilihat dari berbagai peninggalan sejarah dan prasasti serta karya sastra para Mpu di masa kejayaan era kerajaan.

Faktor kesamaan Agama Budha yang berkembang di masa kejayaan Kerajaan, sehingga memberikan pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pembuatan candi sebagai tempat peribadatannya. Maka kemungkinan negara-negara yang tergabung di ASEAN adalah negara serumpun adalah sangat benar sekali. Selain kesamaan agama yang dianut, proses negara serumpun di kawasan Asia Tenggara pun bisa jadi sebenarnya sudah bermula dari jaman Pra sejarah. Seperti kita ketahui, definisi sederhana serumpun adalah populasi etnis yang sama yang bisa dikatakan adanya “hubungan genetis” [saudara] baik dalam hal penggunaan bahasa maupun kesamaan ciri-ciri fisik lainnya. Berdasarkan definisi ini dan melihat berbagai kesamaan yang terdapat antara Indonesia dengan mayoritas negara-negara anggota ASEAN, sangat bisa jika dikategorikan sebagai negara-negara yang serumpun. Hubungan serumpun ini sepertinya sudah dimulai dari jaman pra-sejarah. 

Dari penelitian dan penemuan berbagai benda bersejarah, terdapat bukti jika Sekitar abad ke-5 SM, penduduk dari daerah Dongson[sekarang termasuk wilayah Vietnam], telah menguasai keterampilan dasar pengolahan logam, yang merupakan hasil penemuan kebudayaan logam tertua di Asia Tenggara. Sedangkan masyarakat terawal yang diketahui di Thailand - yaitu sekitar tahun 3,000 SM - berlokasi di daerah Ban Chiang. Pada sekitar tahun 2,500 SM, bangsa Melayu mulai menyebar di wilayah semenanjung [Asia tenggara] dan memperkenalkan teknologi primitif pengerjaan logam yang telah mereka kuasai di wilayah ini. sekitar tahun 1,500 SM, bangsa Mon mulai memasuki kawasan Burma dan kemudian bangsa Tai datang dari daerah selatan Tiongkok ke daratan Asia Tenggara kemudian menetap pada sekitar abad pertama Masehi. Dari penyebaran penduduk inilah, maka bisa dilihat sampai sekarang adanya kesamaan pola bercocok tanam padi, model sawah terassiring, juga ide intensifikasi pertanian [yang munucl akibat kebutuhan akan pangan yang meningkat akibat pertumbuhan penduduk] di sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

Tipically yang menunjukkan bukti ke-serumpun-an lainnya adalah dari  Indonesia adalah dengan Filipina yang sama-sama berbentuk negara kepulauan di asia tenggara. Secara penampakan fisik, orang orang Filipina sangat mirip dengan Orang Indonesia tapi beda bahasanya. Meski diklaim memiliki Bahasa yang berbeda, tai ada beberapa kata yang mirip  misalnya: Aku~Ako; Asu(Bahasa Jawa)~Aso; anak~anako; Irung(Bahasa Jawa)~Irong; Tolong~Tulong; Durian~Duryan, dll. Terdapatnya ke-serumpun-an Bahasa Filiphina – Indonesia, bisa juga akibat nasib yang sama yaitu sebagai negara jajahan Spanyol sehingga terjadi akulturasi bahasa.

Kemudian, ada juga negara serumpun lainnya yaitu Brunei Darussalam yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Kerajaan Brunei pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya [yang berpusat di Sumatra] pada awal abad ke-9 Masehi, yang selanjutnya menguasai Borneo utara dan gugusan kepulauan Filipina. Kerajaan ini juga pernah menjadi taklukan Kerajaan Majapahit. Nama Brunei juga tercantum dalam Negarakertagama sebagai daerah bawahan Majapahit. Kekuasaan Majapahit di Brunei hanya sebentar karena setelah Hayam Wuruk meninggal, Brunei berhasil membebaskan diri dan kembali sebagai sebuah negeri yang merdeka dan pusat perdagangan penting. negara yang satu ini yang bisa dikatakan paling mirip dengan Indonesia. walaupun masih ada perbedaan bahasa sedikit dengan Indonesia. 
Dan yang paling terkenal disebut sebagai negara serumpun-nya Indonesia adalah Malaysia karena mayoritas penduduk Malaysia berasal dari kepulauan Nusantara. Selain itu di Malaysia juga terdapat dua etnis besar asia yaitu etnis cina dan india, hal yang serupa juga terdapat di Indonesia. Pada dasarnya Malaysia merujuk kepada seluruh rumpun melayu di asia tenggara. Jadi Malaysia bisa dikatakan sebagai alam melayu sehingga di dalamnya juga orang yang berasal dari terhadap Filipina dan Indonesia. Dan masih ada wilayah-wilayah lain yang bisa dikatakan serumpun dengan Indonesia antara lain Taiwan, Selandia baru dan kepulauan Pasifik hingga Hawai, tapi jejak-jejak  ras melayu di sana bisa dibilang sudah hilang akibat eksodus penduduk yang besar-besaran ke wilayah tersebut.

Kesimpulannya, memang negara-negara di kawasan asia tenggara pada umumnya serumpun karena faktor-faktor antara lain: 
1. Migrasi penduduk [ras Austronesia dan Mongolia], 
2. Penyebaran Agama [Khususnya Budha], 
3. Perkembangan Politik [perluasan wilayah kekuasaan jaman kerajaan dan era kolonialisme]. 
4. Lalu Lintas Perdagangan [antar negara]

Berbagai faktor yang membuat adanya kemiripan ~ serumpun, tak hanya berimplikasi pada fisik, budaya, adat istiadat, bahasa. Ada yang lebih potensial yaitu: Kedekatan emosional, kepentingan dan spirit. Hal ini merupakan modal yang potensial untuk membangun kebersamaan secara integralistik sebagai sesama negara di Kawasan Tenggara untuk menciptakan kawasan yang kuat secara ekonomi dan politik dalam peta percaturan dunia global. 

Dan Kalau ditelusuri lebih detail lagi dan kilas balik lebih jauh lagi, jangan-jangan bisa diketemukan jika saya ini keturunan orang India juga kan? Atau keturunan Raja Thailand? Atau masih bersaudara dengan Andi Lau atau Pretti Shinta atau Kajol atau Jang Dong Gun? Walah, kalau hipotesa terakhir tersebut jelas ngawurisasi dan sakau kayaknya jadi abaikan saja. Yang Jelas saya termasuk serumpun dengan Orang-orang Asia tenggara juga kan? 




Reference: Wikipedia

9 comments: Leave Your Comments

  1. Hahaha udah serius banget di awal, lah endingnya bikin ngikik
    Aq lewat yg hari kedua Mbak
    Kalo Mbak Rie sih tulisan model beginian jago

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Ririe emang keturunan Hema Malini koq.
      kalo saya saudaraan sama Cangkruk Kan.

      Delete
  2. yang jelas kalau ndak keturunan gajah mada yang asli desa "modo" kacangan sana, ya keturunan joko tingkir. Asli LA Mania sih...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo Persela kan Laskar Jaka Tingkir, kalo PSCS Laskar Nusakambangan.

      Delete
  3. mungkin kita serumpun dan katanya juga kita dari satu nenek moyang yg namanya adam....
    dan adam yang manakah yang tinggal di jawa..? percaya gak kalo adam manusia pertama..?
    rahasia dunia ini tidak ada yg tahu kecuali Tuhan dan Tuhan sulit dimengerti...
    lebih baik hidup dan berdoa agar hari esok selalu bahagia....
    #ngomong opo to ya...?

    ReplyDelete
  4. beuh,bener2 jago nih ulasannya...komplit :D

    ReplyDelete
  5. se asia tenggara masih bisa disebut serumpun lah yah :D hehe

    ReplyDelete
  6. kalau mbak Ririe keturunan Raja Thailand.... saya sich mengiyakan saja...,
    tapi kenapa ya Angkor Wat itu lebih terkenal dan lebih sering masuk berita dunia, daripada Borobudur..... :-)

    ReplyDelete
  7. kalo serumpun dilihat dari bentuk candi, candi sukuh mirip candi suku maya. kalo dilihat dari bahasa, bahasa dayak maanyan mirip banget bahasa tagalog dan madagascar. mungkin benar isu yang mengatakan jaman purba manusia nusantara sudah menguasai seluruh dunia...

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.