Post Paid on IG

WHAT'S NEW?
Loading...

Siapakah Pelukisku?


Siapakah pelukis briliant Smile Monalisa? Saya yakin Bismillahirrahmaanirrahiim semua akan serempak kompak sepakat gak pakai debat menyebutkan satu nama pelukis yang sama. Tapi jika saya tanya siapakah pelukisnya close up wajah Ririe yang sedang tertawa lepas di Bawah ini?
Ini bukan MONALISA
Pengennya sey ngasih tahu, tapi kalau straight to the point sebut namanya.....hemm, kok gak ada keseruanya ya? Jadi saya kasih clue-nya saja, barangkali ada yang berminat untuk mendaftar dan rikues untuk dilukis juga. Lukisan limited edition nan istimewa ini diberikan pada saya saat momen KBN di Joglo Abang. Kata sang pelukisnya, “rencananya lukisan ini ta kasihkan sebagai kado saat pernikahanmu mbak. Tapi ya maap malah baru sekarang deh karena saat itu lukisan belum jadi...hehehehe” kurang lebih itu kalimat pengantarnya. 

Masih pengen tahu siapakah pelukisnya? Inilah berapa nama yang bisa ditodong pertanyaan: 
  1. Si Cantjiq Una, karena foto yang dijadikan MODEL diperoleh dari beliau. Foto dengan pose tertawa lepas saat KOPDAR kali pertama di PS sama Mbak AL, Mas Monyet dan tentu saja Una. 
  2. Mbak manis yang berciri khas gingsulnya, Niar Ningrum...lha iya pas dikasihkan pas ada Niar juga. Sampai bikin Niar ngiri karena lukisan rikuesnya belum dikelarin tuh. 
  3. Fariza, si pemilik Cerita Anak Kost...kalo informan yang ini, belakangan ini masih “libur” ngeblog. 
  4. Yang ke-empat, Si tampan kempor yang saat ini berstatus expatriat pulak di Yogyakarta. 
  5. Yang terakhir, suami saya. Dia tahu juga lho siapa yang membuatkan lukisan untuk istrinya yang paling cantjiq ini #PeDe OVER Dosis pollllll
About Me; kidung kinanthi
After typografi dari Mas RudyAra, and now..lukisan nan keren gak kalah dengan sweet smile of Monalisa ini. How beautiful of great Friendship. Hemmm...kira-kira siapakah pelukisku untuk berikutnya ya?


The Shining Aqua Marine

Desember yang Bismillahirrahmaanirrahiim bernuansa penuh kesegaran, hujan merata semoga membawa berkah dan kebaikan bagi semua kehidupan dan alam semesta. Jika membaca apdetan status teman-teman di FB, sepertinya cerita hujan sedang menjadi trending topic yang menarik, bahkan lebih menarik dari nilai USD yang hampir menembus angka 13 Ribu Rupiah tapi lumayan sih masih menempati peringkat ketiga [setelah poundsterling dan Uero], #Abaikan, Sejak kapan coba saya jadi pengamat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing?.


Kembali pada kesegaran di Bulan Desember, The Shining Aquamarine yang dirilis oleh Om Nh di awal Desember ini. Sungguh sebuah apresiasi yang membahagiakan dan memotivasi karena tulisan FROM BANYUWANGI TO SLEMAN  yang saya buat dalam rangka curcol dipilih untuk masuk dalam kategori The nine of Shining Aqua Marine.   Dalam prolog yang dibuat Om Nh, memang tidak mendefinisikan kenapa dan apa Shining Aquamarine, jadi ya secara mudahnya saya maknai sebagai The Shining Aquamarine #Plakk. Dan karena menurut Om Nh kepindahan saya ke Sleman bertepatan dengan milad beliau, maka better late than never #caripembenaran, dengan segenap rasa bahagia saya turut menyampaikan doa dan harapan semoga kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan senantiasa melengkapi hari-hari Om Nh dan keluarga. Tersertakan Sajak Desember karya Sapardi Djoko Damono [buku punyae Una yang dikadokan pada Rivai, tapi untuk saat ini masih saya sandera]:
Sajak Desember
Kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
Ketika daun penanggalan gugur:
Lewat tengah malam. Kemudian kuhitung
Hutang-hutangku padaMU

Mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
Di luar hujan pun masih kudengar
Dari celah-celah jendela. Ada yang terbaring
Di kursi, letih sekali

Masih patutkah kuhitung segala milikku
Selembar celana dan selembar baju
Ketika kusebut berulang nama-MU: taram-
Temaram bayang bianglala itu.


Seperti fajar, senja dan malam yang bergulir melingkar dan berulang kembali, yang akan melayarkan detik berdetak menuju titik penyelesaian untuk menuju babak baru kehidupan dalam dimensi yang berikutnya... Maka, ALANGKAH indahnya manakala semakin bertambah ilmu dan pengalaman manusia, semoga semakin mencahayakan hati yang mampu memantulkan kesejatian hidup. ALANGKAH damainya jika semakin bertambah jumlah manusia, semakin tercipta harmonisasi antar kepentingan diri. ALANGKAH menakjubkannya saat semakin bertambah umur dunia, semakin solid berharmoni dengan semesta.
Jadi ALANGKAH sangat ingin yang demikian itu menjelma nyata seiring perjalanan usia saya juga yang di Bulan Desember ini berkurang satu tahun dalam menapaki garis takdir... Semoga setiap pertambahan bilangan usia akan menjelmakan sosok-sosok diri yang bijaksana dalam bertindak dan semakin arif dalam bersikap karena Everyone has chance to shine in every time




Ibuku BUKAN Malaikat

Sampai sekarang pun saya masih belum bisa menjawab secara precisely jika ada yang bertanya atau minta pendefinisian sosok Ibu itu bagaimana. 26 huruf dan 10 angka Bismillahirrahmaanirrahiim bisa dirangkai menjdai berjilid-jilid cerita, karya ilmiah, skenario drama, prosa, pantun dan aneka ragam karya literasi. Tapi untuk medeskripsikan apa, siapa dan bagaimana sosok ibu, sepertinya kombinasi 26 huruf dan 9 angka tersebut masih akan jadi laksa cerita dan definisi berkesinambungan tiada akhir.
Bapak dan ibuk, tentu punya peran penting yang proporsional dalam kapasitas dan posisinya masing-masing. Kehadiran dan posisi mereka senyatanya adalah peran yang saling melengkapi dalam rangka mendampingi anak-anaknya memasuki gerbang kehidupan, menjadi individu yang sebaik mungkin menatapi proses demi proses meunuju bahagia dengan tidak menjadi sosok yang individualis serta eling marang ingkang Maha Dumadi. Bapak dan Ibu adalah sepasang manusia yang berkolaborasi intens dengan landasan tak mengharap kembali ~ ikhlas.

"Kalau kau sudah selesai belajar, berkerja dan berkeluarga... Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan mengunjungi dan menyapa ibupun cukuplah". Kalimat yang tak pernah terucap, tapi sangat mungkin terbersit dihati setiap ibu. Harapan yang sederhana dan tidak neko-neko.
Selesai sekolah, bekerja dan berkeluarga...berserta ragam aktifitas terkaitnya, memunculkan satu alasan prestisius “SIBUK” sehingga tak ada waktu untuk mudik meski hanya sehari untuk menyapa ibu di kampung halaman. Kondisi inilah yang saya takuti sejak saya beranjak remaja. Karena itu, saya berjanji pada diri sendiri manakala sudah berada diluar rumah, bahwa akan berusaha untuk pulang menengok ortu sebisa mungkin. Semenjak kuliah dan kemudian bekerja di Banyuwangi, saya usahakan untuk bisa mudik sebulan sekali. Alhamdulillah, bahkan kadang sebulan bisa lebih dari sekali menikamti aroma udara di rumah yang bagi saya memiliki daya magic tersendiri yang mengembalikan lagi segala pixel-pixel peristiwa semenjak saya kecil hingga beranjak remaja dan memulai hidup di rantau [Surabaya maksudnya].

Dan Alhamdulillah, setelah saya menikah pun masih bisa ajeg untuk mudik. Ritual mudik yang tak hanya hari raya ini memang sudah menjadi salah satu permintaan yang [akan] saya ajukan pada [calon] suami, selama kedua orang tua masih hidup saya mengajukan permintaan agar bisa mengunjungi ortu. Ini karena berdasarkan keyakinan saya bahwa ketika sudah menikah saya adalah tanggung jawab suami. Jadi, saya perlu mendeclare-kan sejak masa ta’aruf agar sama-sama enjoy kan? Calon suami yang baik tentu tak akan keberatan selama segala keadaan normally jika [calon] istrinya berkeinginan untuk rajin bersilaturahim ke orang tuanya tho?

Setiap detik IBU mencurahkan segenap cinta dan kasih sayang terhadap anak-anak serta keluarganya. Dan 22 Desember, seluruh dunia mentahbiskan sebagai hari ibu. Rasanya memang tidak equivalent dengan segala kiprah seorang Ibu dan hanya one day kita bersikap istimewa serta mengistimewakan Ibu. Dan saya pun yakin, bahwa tidak ada satu orang ibu pun yang menginginkan anak-anaknya tak beranjak dari sisinya. Kecil dibesarkan, di sekolahkan, dibekali dengan pendidikan akhlak, pegetahuan umum dan etika yang cukup, harapan Ibu agar anak-anaknya bisa berperan aktif dengan mengaktualisasikan segenap kemampuan diri di lingkungan masyarakatnya. Ibu membesarkan anak-anaknya BUKAN untuk kepentingan dirinya sendiri. Inilah salah satu esensi kenapa ada hari Ibu, agar jadi reminder bagi setiap anak yang sudah aktif dengan kesibukannya untuk meluangkan waktu khusus untuk sang Ibu.

Hemm, speechless mau nulis apa lagi. Mestinya tulisan dengan tema ttg IBU ini publish pas tanggal 22 Desember, serentak dengan anggota KEB lainnya. Lha dasar saya yang labilisasi nulis jadi gini deh molor baru nge-post H+2 deh.

Here I am, nulis tentang Ibu setelah berada kembali di LA dan langsung lanjut pada epilog saja, Ibuku lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa dan  Ibuku juga bukan malaikat karena malaikat hanya punya satu jenis tugas, sedangkan seorang IBU memiliki multiperan yang terdispersikan secara automatically [tanpa diminta] dalam bentuk sikap, perkataan, doa dan segala kiprahnya.






Kopdar Blogger Nusantara

“ Yang sudah berlalu memang tak akan bisa direngkuh kembali,
bukan ia-nya pupus tanpa jejak.
Walau sketa baru tlah menjelma dalam genggam, sekemilau apapun kebaruan tersebut,
sesekali bayang lama akan menghiaskan dioramanya
karena arus rasa tak ada yang bisa mencegah alirannya.
Dan segala yang bersenyawa dalam kesilaman pun akan tetap memiliki ruang tersendiri
pada bingkai kenangan...”

Menculik salah satu moment dari bingkai kenangan sekaligus menjawab pertanyaan Mbak Cii Yuniaty “apakah saya datang di acara yang bertaraf Nasional nan heboh KOPDAR BLOGGER NUSANTARA?” jawabnya Bismillahirrahmaanirrahiim sedari awal dikabari si Una via WA jika akan ada KBN di Jogya, saya langsung nyahut “ InsyaAllah ikutan Na”.
Dari jadwalnya sudah right time di akhir pekan terus di Jogya, aneh bin ajaib dan bakalan super neyesel tho kalau saya gak ikutan.
Awalnya saya berniat datang sama Aida, maksudnya sekalian memperkenalkan riil nge-Blog kayak gemana dengan harapan agar tumbuh passion Aida untuk menulis. But, karena senin sudah mulai TKM, maka keikutsertaan Aida pun cancel dan planning saya untuk berangkat Jumat sore pun delay jadi hari Sabtu. Dengan minta anter suami Saya pun semangat datang langsung menuju Joglo Abang sesuai impormasi dari panitia. Ya maklum saya kan masih blank road map di Jogya. Jadi selain destinasi yang terkait dengan keseharian: kantor, pasar, POM bensin, sekolah dan tempat-tempat umum radius 1 KM dari rumah ya otomatis destinasi lainnya rata-rata dijamin saya bakal muter-muter kayak kena magic puter giling tuh. Terus ajaibnya, lha ternyata suami saya pun kok ya tidak familiar dengan Joglo Abang? “ Lokasinya kok ndhelik banget sey Nda?” Lha wong ternyata Joglo Abang itu masih berada di wilayah Kecamatan Mlati yang pastinya gak jauh banget deh dari tempat tinggal kami. Ini suami saya yang gak apdet apa memang lokasi Joglo Abang yang memang ndhelik ya? Sepertinya kemungkinan pertama tuh yang mendekati fakta. #semoga suami gak mbaca kamlimat yang ini
Singkat cerita, setiba di Joglo Abang acaranya sudah mulai dan ruameeee poll. Saya pun merasa jadi alien diantara ratusan blogger yang kebanyakan belum saya kenal. Saya pun bergegas celingukan cari-cari si kempor yang sedari berangkat sudah mencemaskan Sisternya yang cantiq ini kesasar. Ya begitulah, blogger yang sudah friendly yang saya temui begitu menjejak area Joglo abang adalah: Mbak Alaika dan Mimi Radial. Kemudian ketemu deh sama Rivai, MF Abdullah, dan berlanjut ngrumpi sama Niar dan Fariza. Jika dibandingkan dengan jumlah blogger yang hadir, tentu yang saya temui hanya sedikit. Tapi jika saya sebutkan siapa saja yang saya temui, ya sebenarnya cukup banyak tapi tak banyak yang terpotret, HIKS:(. 
Iya sih dan sayangnya, dari sekian blogger yang sudah sering berinteraksi di dumay memang ada yang gak sempat/gak PeDe untuk ngajakin poto narsis sama saya. Yang Sempat ngobrol gayeng cukup lama tapi terlewatkan sesi untuk berpose ria antara lain:  Pakdhe Cholik, Mas Loz Akbar, Mbak Prit plus suami, Mbak Ery Bibi Teliti, si Idah Ceris dan Deby. Terpesona ngliahtin On NH yang laris manis poto-poto sama blogger dan deretan para emaks Blogger KEB.
Saya memang gak berlanjut sampai di Desa Wisata Tembi, jelang jam 19.00 saya sheck out dari area Joglo Abang barengan sama Rivai dan Deby. Kemudian hari Minggu OTW nengok Ibu Mertua yang menjalani perawatan di salah satu RS di Solo. Jika ada yang tanya kesan dan impresi tentang KBN 2013: seru dan sering Pangling pas ketemu live dengan teman-teman yang sudah akrab bersapa ria di blogsphere.  
Dan komentar yang paling honestly sekaligus bikin saya terpesona adalah dari Deby “ Mbak Rie, ternyata dirimu malah lebih cantik pas ketemu langsung gini” ciyee-ciyeee....dilarang protes lhoh? Komentar lain tentang KBN...hemmm....ada dehh #TOP SECRET





kenapa Takut Belanja Online

Trust dari konsumen merupakan start point yang membuat seseorang serta merta dan sukarela menjadi PELANGGAN yang loyal dan hal ini merupakan kunci utama yang bisa mendongkrak penjualan dan memback up posisi sebuah toko online berada pada grafik perkembangannya di posisi maksimal serta stabil dalam jangka waktu yang lama. Namun Bismillahirrahmaanirrahiim faktanya masih banyak orang yang under estimate untuk berbelanja secara Online. Bahwa shop online pun selalu berbenah secara menyeluruh pada sistemnya, baik yang sifatnya soft ware maupun hard ware agar bisa memberikan penawaran yang menjamin keamanan, kenyamanan dan kemudahan yang extra, namun nyatanya masih banyak yang merasa ragu untuk berbelanja online.

Tidak perlu jauh-jauh mengambil contoh, saya sendiri merupakan sampel nyata yang pernah memiliki beberapa paranoid kalau berbelanja secara online. Inilah beberapa bentuk paranoid yang pernah menghinggapi diri saya kala itu:
  1. Belanja Online harganya lebih mahal dibandingkan jika belanja langsung secara cash and carry karena ada biaya ongkir dan  pajak.
  2. Merasa tidak aman saat bertransaksi: uang sudah dibayarkan dan barang tidak dikirimkan
  3. Lamanya waktu pengiriman, apalagi jika kantor perwakilan ekspedisi hanya tersedia di kota kabupaten
  4. Barang tidak bisa dikembalikan Jika barang cacat saat datang tidak bisa dikembalikan
  5. Tidak bisa mengetahui detail dan spesifikasi barang secara lebih akurat.
  6. Perform Barang yang dikirim tidak sesuai dengan image saat kita lihat previewnya di web online shop.
Kalau saya lanjutkan meng-absen aneka kekhawatiran dan ketakutan berbelanja Online, tentu akan bejibun jumlahnya serta mengundang gelak tawa. Lha masak, melek internet kok memelihara ketakutan-ketakutan yang GeJe kayak gettu tho?.
http://www.lamido.co.id/

Nyatanya shopping online kan menawarkan banyak kemudahan, kenyamanan, dan tingkat keamanan yang berlapis dalam setiap transaksinya. Kita tidak perlu bercapek ria menerobos kemacetan di jalan raya [bagi warga perkotaan] karena hanya dengan duduk manis sambil blogging atau menemani anak belajar kita sudah dapat berbelanja dari rumah. Bagi yang berdomisili jauh dari pusat perbelanjaan, maka kehadiran shop online jelas merupakan solusi praktis, efekti dan efisien dari segi waktu, tenaga dan biaya bila mana kita memerlukan barang-barang kebutuhan yang tidak ada di toko-toko tradisional di sekitar kita. Untuk cara pembayaran pun sudah tersedia dalam berbagai pilihan: bayar ditempat saat barang tiba, via transfer di ATM juga bisa dengan credit card.Untuk metode pengiriman, sudah semakin banyak situs toko online yang menawarkan program  gratis ongkir. Layanan jasa pengiriman jaman sekarang juga makin kompetitif sehingga rata-rata pihak ekspedisi pun berusaha menjaga kepercayaan pelanggan, walaupun jauh jaraknya dari kantor perwakilan ya tetap komitment di antar sesuai janji yang telah disepakati. Misal dari Kota Lamongan ke Desa saya yang jaraknya sekira 70 KM ya diantar deh dengan semangat yang tak mengendor. So, no problemo meski jika shop online lintas benua dijamin dapat mengirimkan barang belanjaan ke alamat sang pembeli, jika tidak sesuai bisa deh komplain dengan gratis. Kalau soal GAP harga, shop Online mengantarkan kita untuk jelajah pasar global yang memberikan akses lebih luas untuk mendapatkan beragam produk, diskon, dan promo dari dalam hingga luar negeri.

Nah lanjut tentang Belanja Online, ini dia kesinambungan dengan prolog super panjang di atas,  Lamido Indonesia yang hadir membuka lapak untuk jual beli online  yang menawarkan beragam produk dari beragam vendor terpercaya yang membuka toko online mereka di Lamido. Produk yang ditawarkan mencakup kategori yang sangat luas seperti Handphone & Tablet, Komputer & Laptop, Fashion, Elektronik, Perhiasan, Jam Tangan Pria dan Wanita, Produk Kesehatan, Produk Kecantikan, Mobil, Peralatan Rumah Tangga, Buku dan lain-lain.
http://www.lamido.co.id/komputer/laptop/
Silahkan CEKIDOT ke LAMIDO
Point pembeda dan spesifik dari Lamido adalah situs ini merupakan marketplace untuk semua orang yang menjual produknya di Internet. Saat kita membeli, menawar, atau menjual di Lamido,  kita melakukan transaksi dengan orang-orang dari kota kita dan dari seluruh Indonesia. Kita dapat membeli atau menjual barang-barang dari berbagai segmen dengan cara yang simpel, yaitu:
  1. Penjual mendaftarkan barangnya di Lamido, dapat berupa apa saja mulai dari smartphone, aksesoris laptop, buku, koin langka power bank, dan kumpulan buku. Penjual memilih untuk menerima hanya penawaran untuk barangnya (pendaftaran tipe lelang) atau memberikan opsi “Harga Tetap”, sehingga pembeli dapat langsung membeli barangnya dalam harga tetap yang telah ditentukan.
  2. Dalam lelang online, penawaran dimulai pada harga yang penjual tentukan dan tetap berada di Lamido untuk beberapa hari. Pembeli kemudian memberikan penawaran (bidding) pada barangnya. Setelah waktu lelang berakhir, pembeli dengan penawaran paling tinggi yang menang.
  3. Dalam pendaftaran “Harga Tetap”, pembeli pertama yang mau membayar harga yang sudah ditetapkan dari penjual adalah pembeli yang mendapatkan barangnya.
Ada yang berencana lelang atau jual barang yang sudah mangkrak di gudang rumah, tentunya masih layak jual ya? Lamido.co.id merupakan salah satu alternatif yang bisa untuk dipertimbangkan lho....


[Masih] LABIL ngeBLOG

Semua tentu mau banget jika bisa achieved the glorius moment without any fighting....ada gak yahhh? Bismillahirrahmaanirrahiim Idealnya dalam segala bidang dan aspek kehidupan secara alami berlaku hukum ekonomi, seminimal mungkin tingkat pengorbanan dengan pencapaian hasil yang maksimal, dan syukur-syukur jika tidak perlu mengeluarkan pengorbanan tapi meraih hasil luar biasa. Lha bahkan meski tinggal menyantap sepiring nasi yang terhidang di depan kita saja tetap perlu usaha kan? Tidak ada pencapaian [sesuatu] without any effort at all....jadi cukup membuat saya berLABIL NgeBLOG saat memulai babak baru dengan status pindah kewargadesaan saya jadi penduduk Sleman, maka inilah beberapa hal pokok yang perlu adjustment pada diri sayah:
  1. Adaptasi tempat tinggal baru [yang notabene saya kan model orang yang susyah poll kalau menghafal rute jalan, jadi harap maklum kalau sampai hari ini pun lokasi yang sudah saya hapal adalah: rute ke kantor, POM bensin, SD Muhamadiyah Sleman, Pasar, Tempat Les anak-anak]
  2. Baru stay 18 hari kemudian ditinggal suami long distance for about 42 days [langsung praktek jadi single parent plus berasimilasi dengan anak-anak yang sedari awal menikah frekuensi bersua di wiken duang],
  3. Situasi kerja baru dengan domain jobdes completely berbeda [ Start from Zero and Or menyesuiakan pada beberapa hal],
  4. Pola hidup dari yang enjoy as myself menjadi bersuami dan spontan jadi berlagak Ibu padahal tingkahnya masih jauh dari profil keibuan tuh.
  5. Dan no more dulu ahh, biar ada deposit buat cerita lagi kapan-kapan, hehehehee.
Al hasil, saya pun perlu space waktu untuk mengadaptasikan diri, termasuk pola nge-Blog yang terlanjur saya sukaiiiiii. Yaaa...jadilah saya ambil status Hiatus, sehingga:
  1. NgeDROP BeWe: buat semuanya, MAAFKAN saya yaaa....plisss?
  2. Kadang bikin Postingan dengan closed comment: Bukannya gak ingin dikomentari lhoh?
  3. Banyak postingan yang Comment tanpa ada reply dari saia: Aselinya ya TETAP pengen rajin ngasih comment balasan kok.
  4. Sebulan full [Nopember] gak posting: masih memberanikan ikut Challenge dari KEB tapi hanya mampu sekali posting. Padahal berharap banget, kontes tersebut bisa jadi pemantik untuk regular bikin postingan.
Nah, mengawali Desember ini...Alhamdulillah ada tawaran bikin ripiu, at least ada penyemangat buat ngisi blog biar gak hampa berkepanjangan.. Jadi berasa terharu dan bangga, manakala saya yang sekian waktu hanya sesekali mengintip blog ternyata masih dinyatakan layak untuk menerima Award dari Mas Nakusan Bali yang dengan suka cita sudah saya pajang di ruang istimewa nan khusus yaitu http://www.ririekhayan.com/2012/04/award-sahabat.html dan inilah daftar penerima Award lainnya. Bagi yang namanya ada dalam deret nama di bawah ini, buruan menuju ke Bali...eh ke Mas Nakusan Bali dink.

Sekian dulu edisi mendadak curhat, rasanya sudah berabad-abad saya tidak menuliskan kalimat-kalimat yang mengalir dalam alur yang membingungkan dimana dalam pengalaman sehari-hari kita benar-benar menyadari waktu “sekarang” sebagai kegiatan puncak yang membagi masa lalu [yang sudah diketahui kondisinya] dan masa depan [yang masih diliputi rahasia]. Kita menyadari tentang kediaman sementara: tentang hal-hal yang terjadi, yang meledak dan muncul menjadi kenyataan, untuk kemudian memudar menjadi kenangan yang menambah deret kisah dalam bingkai masa lalu. Kita membayangkan waktu mengalir me-lewat-i kita, diri kita bergerak menembus waktu, masa depan mendekat dan masa lalu menjauh, serta pemikiran kita memegang konsep-konsep yang penuh pertentangan dan beberapa asa yang sejauh ini gagal disesuaikan. Kita hanya bertanya, pada kecepatan berapa “sekarang” bergerak menembus waktu, dan bagaimana pengertian sementara dapat disesuaikan dengan keabadian.

Jika doktrin Parmenides menyatakan bahwa kenyataan adalah tidak berubah dan pengalaman kita adalah ilusi, mana yang benar---gagasan atau pengalaman?---merupakan masalah yang membuka perdebatan tanpa akhir, mungkin setipe dengan perdebatan lebih dulu mana telur atau ayam? Tuh kan, bener saya lagi bernostalgia lagi nulis model tulisan yang sablenk gettu?



Trend Belanja Online

Trend Belanja Online sudah menjadi hal yang jamak dan semakin membumi, apalagi dengan perkembangan internet dan maraknya jejaring social. Oia Bismillahirrahmaanirrahiim bagi penghuni perkotaan, gaya belanja On line juga dipilih untuk mengeliminasi kemacetan dan menghemat waktu. Lha daripada BeTe terjebak kemacetan, kan lebih baik waktu yang mestinya digunakan untuk hunting barang-barang kebutuhan dialihkanfungsikan untuk gathering sama keluarga tho? Saya pribadi memang belum sering belanja secara On line, kalai dihitung pakai jari ya belum genap sampai sepuluh jari. Kalau kebutuhan harian masih seputar kebutuhan konsumtif habis pakai: sembako kan gak perlu saya lakukan belanja secara On Line tho?

Nahhh, bilamana saya akan action belanja On line maka dasar hukum TIDAK SEMBRONO asal pilih on line shop HARUS saya utamakan sebagai soft ware yang ditanam dalam pikiran. Lha wong di dunia nyata modus penipuan berkeliaran dimana-mana, tentunya belanja secara On Line pun punya potensi terjebak dalam sistem penipuan. Saya sebut sistem karena cara dan gaya penipuan on line tentunya di desain sedemikian rupa sehingga semirip dengan situs on line beneran. Boleh dunk jika saya menerapkan HACCP untuk menentukan situs belanja on line. Saya kan mau belanja, bukan pengen kena tipu. Kalau kena tipu, barang gak dapat yang ada uang melayang dengan sukses tuh. Rata-rata situs belanja On line yang sudah existing memang sudah melengkapi performance lapaknya dengan FAQ, media komunikasi yang mudah di akses, cara pembayaran yang variatif, jasa pengiriman yang mampu menjangkau seantero wilayah dunia nyata, profil track record dan ketersediaan status order.

Berpedoman pada fenomena penipuan tersebut, maka saya akan menerapkan asas Hazard Analysis Critical Control Point [HACCP] dalam memilih ON Line Shop demi bisa menemukan web belanja online yang memiliki kredibilitas terjamin, sistem penjualan yang friendly, dengan kontak [alamat] selleryang akurat dan metode transaksi yang secure. Inilah beberapa langkah mengacu pada konsep HACCP yang perlu saya lakukan bilamana hendak berbelanja on line:
  1. Tanya teman/orang yang saya kenal yang sudah experienced di ranah belanja on line. Atau Gugling situs on line yang menyediakan barang yang hendak saya beli,  review reputasi tempat belanja tersebut dengan membaca testimoni yang tersedia di laman-nya.  Cross Check juga orisinalitasnya melalui akun twitter, facebook atau socmed lainnya. 
  2. Check & Richeck kejelasan seller dari kontak yang tertera, bila abu-abu dan meragukan saya pun tidak perlu ragu untuk men-delete dari daftar situs yang di bukmark. Misalnya si situs menyediakan barang branded dijual dengan discount 95%, ini sudah merupakan indikasi ketidaksehatan situs belanja online kan?
  3. Jika sudah menemukan situs yang credible, saya perlu membandingkan harganya. Dimanapun dan lewat belanja apapun, prinsip utama bagi konsumen teuteup jadi skala prioritas. Untuk jenis barang yang sama, tentu tetap dipilih yang memberikan penawaran harga lebih rendah. Meski demikian saya tidak boleh tergiur dengan penawaran harga murah atau discount yang tak masuk akal saat belanja. Pola Hitung menghitung harga barang + ongkir sangat perlu untuk dilakukan dengan membandingkan pada toko online  lainnya.
  4. Metode pengiriman dan cara pembayaran juga menjadi point yang sangat urgent. Karena bisa jadi metode pengiriman akan membengkak pada harga jual. Tentu lebih prefer dan apreciated jika situs belanja online memiliki sistem pengiriman dengan standar pengiriman seminimal mungkin, misalnya untuk pengiriman minimal sekian ribu Rupiah bisa free ongkir. Sedangkan untuk cara pembayaran, saya lebih suka yang bisa menggunakan Debit atau Cash On delivery. Yang paling aman yang metode COD, jika barang yang order cacat, pihak konsumen yaitu saya tidak perlu repot-repot claim dan sejenisnya.
  5. Jika point-point di atas sudah terpenuhi, tentu security sistem perangkat PC yang kita gunakan untuk beraktifitas belanja online tidak boleh diabaikan, Komputer saya harus didukung dengan antivirus yang handal dan up to date kemudian shut down PC/gadget yang saya gunakan dalam berbelanja on line. Serta yang sudah menjadi kebiasaan, keep all record baik yang berupa SMS, email atau struk bukti pembayaran untuk preventive alias jaga-jaga jika ada trouble dengan transaski yang saya lakukan tho.


Bagi yang sudah sering berinteraksi dengan dumay, event just memanfaatkan socmed, tentu sudah familiar dengan deretan toko on line yang berseliweran di front page berbagai situs sosial. Dan nama  Lazada melengkapi deret situs belanja on line yang sudah memiliki reputasi, ragam stock barang, dan kelengkapan fitur yang menjamin keamanan dan kenyamanan para pembelanja on line. Yang sangat menggiurkan adalah: Best Price Guarantee dari Lazada yang memastikan pembeli mendapatkan harga terbaik di produk-produk pilihan Lazada untuk segala kebutuhan termasuk bagi yang hendak ganti gadget atau tablet. Intinya program ini adalah sebagai berikut:

Setelah konsumen melakukan transaksi pembelian, bila konsumen menemukan harga yang lebih murah di toko online lainnya maupun offline ritel modern, Lazada akan mencocokkan harga dan mengembalikan selisih harga pembeliannya kepada konsumen. Silahkan Informasikan pada Lazada kode pemesanan maksimal 5 hari setelah pembelian dan beritahukan pada Lazada kompetitor yang menawarkan harga lebih murah. Lazada akan melakukan verifikasi harga dan memastikan barangnya ada di stok dan tersedia untuk penjualan dan pengiriman segera. Bila harga Lazada dikurangi, informasikan pada Lazada kode pemesanan dalam waktu 5 hari setelah pembelian dan Lazada akan mengembalikan kelebihan harga pembeliannya

Tuh kan, belanja on line di Lazada pun tidak kalah menariknya dengan situs on line lainnya. Wajar dunk jika Lazada bisa di rekomendasikan sebagai On Line Shop yang representatif dan credible? Gak boleh complain dengan penutup bernada promosinya lho yaaa...heheheee. 

Notebook Tipis, Bikin Emak Makin Produktif. Tipis Itu Nggak Harus Mahal

Emak-emak melek internet merupakan fenomena yang tidak asing lagi. Mengakses internet tidak hanya Facebook, twitter atau chatting, namun Bismillahirrahmaanirrahiim semakin banyak para emak menggunakan internet untuk menjadi citizen jurnalism atau nge-blogger karena TIDAK memerlukan persyaratan formal yang berbasis jurnalistik untuk eksis up date tulisan. Selama tulisan tidak menghujat dan tanpa unsur SARA, maka saya yakin sebuah tulisan merupakan masterpiece sepanjang masa. Hal-hal yang kita publish di media online, bisa jadi memiliki nilai inspiratif dan bisa menjadi motivasi bagi orang-orang yang membacanya.

Semua hal yang kita alami, lihat, dengar dan rasakan sangat bisa dituangkan dalam tulisan, merekam jejak yang bisa disimak oleh anak-cucu khususnya, sekaligus berbagi cerita dengan banyak orang di luar sana. Jika mengerucut pada daily activity para emaks blogger yang kaya ragam cerita dan peristiwa serta pengalaman emosional sebagai MANAGER rumah tangga, merupakan sumber tulisan yang tiada akan habis untuk di explore.

Melek internet, memiliki sumber tulisan dan semangat untuk berkarya tulis Dalam melakukan kegiatan menulis, tentu saja para emak blogger membutuhkan sarana/alat menulis untuk menuangkan idenya di blog seperti komputer, laptop, dan gadget/smartphone. Penggunaan masing-masing peralatan tersebut tentu mempunyai segmen moment yang berbeda-beda. PC tentu sangat mendukung bilamana kita stand by di tempat [rumah/kantor]. Menulis via smartphone untuk durasi tulisan yang panjang atau frekuensi yang sering, membuat mata tidak nyaman dan sangat mungkin menambah angka minus penglihatan saya. Tapi bila disinkronkan dengan para emaks yang higly mobile, tentunya jika menenteng laptop kemana-mana cukup membebani pundak dan gak asyik.   Lha emak-emak sekarang kan rata-rata memiliki tingkat mobilitas yang tinggi dan ide-ide untuk menulis kan bisa datang kapan dan dimana saja. Selain itu, di sela-sela aktifitas para emak yang bersifat mobile, banyak terdapat kesempatan yang bisa dimanfaatkan untuk menulis, misalnya:
  1. Menunggu anak sekolah, bagi yang masih di PAUD, baru masuk TK atau SD. Kebanyakan para emaks kan menunggui putra/putrinya sampai jam pelajaran usai.
  2. Menemani anak di taman bermain . Saat anak-anak asyik bermain, seidaknya ada waktu 1-2 jam untuk menungguinya. Apalagi jika di zona tersebut ada hot spot area, asyik maknyus jika dimanfaatkan untuk menulis.
  3. Saat traveling yang long trip. Bahkan jika perjalanan via udara pun tetap ada delay time yang cukup untuk bisa dimanfaatkan dengan aktifitas produktif seperti menulis.
Dan masih banyak aktifitas mobile lainnya yang akan lebih meaningfull jika ditemani oleh gadget yang compatible untuk ditenteng kemana-mana dan spesifikasinya. Jadi tak heran jika terjadi pergeseran minat konsumen pada Notebook yang modelnya tipis dan ringan dengan tetap menomorsatukan fitur-fitur unggulan dan daya tahan baterai tinggi. Pengharapannya adalah Notebook Makin Tipis, Bikin Emak Makin Produktif  setiap saat dan dimanapun. Ekspektasi konsumen ini langsung ditangkap oleh Acer Indonesia yang Belum lama ini telah melaunching notebook dengan inovasi terbaru yaitu: Acer Aspire E1 Slim Series, 30 % Lebih Tipis, Fitur 100 % Lengkap untuk Bekerja dan Bermain. yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia, bahkan untuk bermain game sekalipun.
Nah generasi baru dengan fitur esensial yang lengkap namun dengan form factor yang lebih bersahabat untuk para pengguna dengan mobile yang dirilis Acer Aspire E1-432 yang memiliki Dimensi: 30% Lebih Tipis dari notebook konvensional. Berikut ini desain performance Aspire E1-432:
  1. Monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px dengan ketebalan sekitar 25.3 mm
  2. Dua pilihan warna: Piano Black dan Silky Silver dengan desain elegan pattern bintang-bintang yang dinamakan Starry Swirls pada casing dan keyboardnya
  3. Tersedia keyboard model chiclet yang luas dan nyaman jika digunakan dalam waktu lama.
  4. Trackpad dengan permukaan yang bertekstur, lebih akurat dan responsif.
  5. Kedua interface pada notebook ini didesain optimal untuk penggunaan OS Windows 8.
Adapun Fitur esensial pada Aspire E1-432 yang 30% lebih tipis:
  1. Ketersediaan optical drive sehingga user tidak perlu ribet membawa  DVD-RW external saat aktifitas mobile.
  2. Terdapat  tiga buah port USB, yang satu diantaranya sudah menggunakan USB 3.0 dengan transfer data 10x lipat lebih kencang dibandingkan USB 2.0
  3. Sebuah card reader yang dapat membaca memori berbasis SD Card dan MMC.
  4. Bagian display output, dilengkapi sebuah VGA port untuk presentasi menggunakan proyektor.
  5. Sebuah HDMI port yang sangat berguna untuk menampilkan gambar pada LCD/LED eksternal dengan ukuran dan resolusi yang lebih besar.
  6. Dilengkapi pula dengan Webcam HD sehingga spAcer tetap bisa eksis melakukan streaming, video chatting dan  kompak juga untuk bernarsis ria MODE ON.
  7. Sebuah port LAN (RJ-45) yang dapat digunakan tanpa memerlukan converter dan sebuah wireless adapter Acer Nplify 802.11b/g/n untuk berselancar melalui koneksi hotspot jika kita sedang berada di zona free wifi.
Spesifikasi Unggulan yang ditawarkan Acer Aspire E1-432 adalah Prosesor yang digunakan Intel 4th Gen terbaru  atau Haswell. Acer mempersenjatai notebook ini dengan prosesor Intel® Dual Core Celeron® Processor 2955U yang memiliki dua buah inti (dual core) dan berjalan pada kecepatan 1.40 GHz. Prosesor ini merupakan memiliki keunggulan:
  1. Penggunaan arsitektur Haswell (22nm) yang dapat bekerja sangat efisien dengan TDP hanya 15 Watt dengan kombinasi baterai 4-cell (2500mAh) sehingga daya tahan baterai notebook akan jauh lebih maksimal. Uji coba yang telah dilakukan dengan memutar multimedia [film HD], notebook mampu bertahan hingga 6 jam dan berkisar 3-4 jam saat menjalankan game.
  2. Prosesor Intel Celeron 2955U terintegrasi dengan Intel HD graphics terbaru sehingga support pula jika notebook emak-emak hendak dipakai bermain game oleh sang buah hati karena prosesor Intel Celeron 2955U ini mampu memberikan peningkatan performa yang signifikan.
  3. Aspire E1-432 juga dilengkapi RAM DDR3 sebesar 2GB  yang bisa di upgrade sampai 8GB. Media penyimpanan harddisk SATA 500GB, jadi cukup banget untuk menyimpan banyak file, multimedia, dan game.
Dengan segala fitur unggulan pada Acer Aspire E1-432, harga jualnya terhitung sangat RAMAH yaitu Rp.4.749.000,-  Jadi kehadiran Acer Aspire E1-432 ini membuktikan bahwa Notebook Makin Tipis, Bikin Emak Makin Produktif. Tipis Itu Nggak Harus Mahal.
Bagi yang sedang galau cari notebook slim dengan fitur lengkap, maka  Aspire E1-432 sangat recomended. Apalagi saat ini ada promo, setiap pembelian 31 Oktober 2013, ada garansi FULL 3 tahun termasuk service dan sparepart. Untuk Aspire E1-432, saya hanya bisa bilang WOW....mau dunk?

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”




Reference: Acer Aspire E1-432











Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin

Prolog
Menuliskan tentang rencana serta persiapan, atau pengalaman pribadi  “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”, artinya mengimplementasikan secara konsisten bagaimana bersikap dalam menghadapi tutur seorang ibu yang bisa berdampak  efektif dalam pembentukan karakter anak. Mempersiapkan Si Pemimpin kecil equal dengan pembentukan karakter anak sebagai Calon penerus Pemimpin masa depan. Dan Bismillahirrahmaanirrahiim dengan mengkombinasikan antara pengalaman sebagai mantan anak, reference bacaan [buku dan artikel-artikel on line] tentang parenting dan cerita dari orang-orang sekitar yang sudah berpengalaman mendalami peran sebagai Ibu/orang tua.

Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin
Visi Mempersiapkan Si Pemimpin kecil menjadi manusia bermanfaat yang equal dengan pembentukan karakter anak sebagai Calon penerus Pemimpin masa depan, yakni menumbuhkembangkan sejak dini dalam diri anak semenjak usia kanak-kanak tentang nilai-nilai: agama, tanggung jawab, disiplin, toleransi/tepa slira, saling menghargai dan menyayangi terhadap orang serta hal-hal diluar diri pribadi. Nilai-nilai tersebut tidak bisa hanya sekedar dogma/teori yang di berikan pada anak-anak ibarat pembacaan dongeng. Perlu adanya iklim dan aktifitas/kegiatan yang tepat sasaran sehingga secara naturally meresapkan nilai-nilai normatif tersebut dalam pola pikir, sudut pandang dan dinamika hati nurani pada diri anak, yang senada dengan pernyataan dari buku The 7 Habbits of Highly Effective People yaitu:
Taburlah gagasan petiklah perbuatan, taburlah perbuatan petiklah kebiasaan, taburlah kebiasaan petiklah KARAKTER, taburlah KARAKTER petiklah nasib.
Sehingga secara garis besar, element-element yang memiliki nilai critical point dengan kontribusinya yang sangat significant terhadap pembentukan Karakter/kepribadian anak bisa diklasifikasikan dalam 3 Main stream yaitu: Keluarga, Sekolah dan pergaulan [lingkungan sosial]. Ketiga main stream yang memiliki peran penting yang pastinya saling terkait dan melengkapi dalam proporsinya masing-masing.
 
Kembali pada Hot Topic  “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”, artinya tulisan ini mengambil fokus pada Lingkungan Keluarga atau tepatnya kiprah dan peran Ibu [orang tua] dalam mendampingi anak-anaknya bertumbuh dewasa. Keluarga sebagai ‘sekolah’ pertama dan memiliki peran dominan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang, maka dari lingkungan keluargalah harus dimulai proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai agama, tanggung jawab, disiplin, toleransi/tepa slira, saling menghargai dan menyayangi. Sebagai ilustrasi sederhana, berikan kegiatan yang bisa dilakukan dan disukai anak-anak misalnya memelihara ayam. Masing-masing anak berikan seekor ayam untuk dirawat dan dipelihara. 

Secara perlahan, masing-masing anak akan terbawa dalam euforia untuk bertanggung jawab, disiplin, berkerja sama, bermusyawarah, saling membantu, serta menumbuhkan rasa kasih sayang yang tulus sebagai out put kegiatan memelihara ayam tersebut. Tentu saja ini hanya salah satu contoh yang saya adopsi dari masa kecil saya.  Pekerjaan rutin [selain mengurusi diri sendiri] yang kami lakukan sehari-hari di luar jam sekolah tersebut memberikan penguatan karakter baik pada diri sehingga secara otomatis memiliki komitmen untuk menjadi anak yang secara inisiatif muncul dari keinginan sendiri untuk melatih alert sensor minimal tidak melakukan hal-hal yang destruktif yang merugikan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Tiap generasi dibangun di atas generasi sebelumnya –normally generasi sebelumnya akan berusaha memperbaiki hal-hal vital yang terkait dengan pendidikan anaknya agar lebih konstruktif bagi anak sebagai agent generasi selanjutnya. Bapak dan ibuk, tentu punya peran penting yang proporsional dalam kapasitas dan posisinya masing-masing. Kehadiran dan posisi mereka senyatanya adalah peran yang saling melengkapi dalam rangka mendampingi anak-anaknya memasuki gerbang kehidupan, menjadi individu yang sebaik mungkin menatapi proses demi proses meunuju bahagia dengan tidak menjadi sosok yang individualis serta eling marang ingkang Maha Dumadi. Bapak dan Ibu adalah sepasang manusia yang berkolaborasi intens dengan landasan tak mengharap kembali ~ ikhlas, istilah kerennya. 


Bahwa Kontribusi terbesar pembentukan karakter anak dari lingkungan keluarga yaitu orang tua-lah yang memegang peran strategis dalam mempersiapkan pondasi dasar karakter anak. Tiada maksud mengecilkan peran penting seorang ayah, tapi demi mengacu pada tema yang telah ditetapkan, sehingga serangkaian ulasan selanjutnya straight pada Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil.

Dalam rangka menjalani keseharian peran sebagai ibu dimana start point saya adalah jumping step yaitu langsung melanjutkan peran seorang ibu untuk 3 anak yang notabene sudah mulai memiliki kemampuan untuk mengapresiasi. Antara nekad dan realistis, menjadi ibu seperti yang saya lakoni perlu saya yakinkan diri saya sendiri bahwa:
menjadi seorang ibu adalah proses belajar yang bergulir secara dinamis karena dari hari ke hari setiap orang sebenarnya menghadapi variabel-variable yang baru lagi dari sebelumnya. Maka menjalani peran sebagai ibu pun setiap hari memrlukan proses belajar dan adaptasi karena setiap hari pula anak-anak tumbuh dan bertambah dewasa. Bedanya kalau bagi posisi seorang ibu adalah terletak pada SUDAH PERNAH menjalani fase kehidupan sebagai anak sehingga secara general punya kisi-kisi tentang apa dan bagaimana dinamika perasaan, harapan dll di posisi anak.
Salah satu intisari yang saya serap dari wacana parenting adalah Mendidik anak TIDAK sama dengan membuat kue atau mendirikan konstruksi bangunan yang langsung bisa dilihat hasil jadinya. Pada dasarnya yang kita lakukan adalah menyiapkan dasar-dasar yang kuat agar dalam perjalanan hidupnya kelak si anak mampu menghadapi aneka ragam tantangan dan kesulitan hidup karena hidup tidak selalu berjalan datar. Life is never flat, demikian pula kerangka sikap yang perlu saya terapkan [saat ini] untuk menempatkan posisi dalam mendampingi Ifa, Aida dan Azka. Saya lebih sreg untuk menerapkan sikap dan perlakuan terhadap AIR bagi amanah anak saya saat ini. Dengan mengambil karakteristik utama air yaitu fluida berbentuk cair yang bersifat netral, maka:
  1. Ada saatnya untuk menambahkan tetesan perasa untuk membuat air menjadi lebih berasa, 
  2. memberikan warna tertentu sehingga warna air menjadi lebih indah berpelangi kala tersinari mentari
  3. serta ada saatnya untuk memberikan bentuk [forming time]
Air akan berasa pahit, manis, asam; bagaimana air akan berbentuk sesuai model wadah seperti mangkok, gelas piala atau melebar tanpa bentuk; serta akan kemana arah aliran air, maka peran proaktif Ibu punya porsi yang sangat menentukan. Kalau saya ringkas dalam versi lebih sederhana, ibarat Rumus Stoikiometri dimana untuk menghasilkan kesetimbangan reaksi antara ruas kanan dan kiri [peran ibu dan posisi anak], maka masing-masing senyawanya memerlukan variable/angka koefisien reaksi yang berbeda-beda agar bisa terjadi kesetimbangan reaksi.

Pendidikan anak [Tarbiyatul Abna] yang compatible, memiliki hubungan yang linear dengan pembentukan karakter anak yang solid, dimana proses pendidikan ini akan berlangsung terus-menerus yang TIDAK HANYA menelurkan Kebaikan untuk sang anak, tapi juga berbuah kebaikan bagi orang tua dan masyarakat. Ketika seorang ibu menjalankan perannya dengan optimal dalam mendidik anak-anaknya, membina dengan tarbiyah yang shalih, maka anak-anak akan menjadi generasi yang baik biidznilah. Dengan demikian akan menjadi sebab baiknya masyarakat  yang akan terus berlanjut pada generasi selanjutnya. Oleh karena itu, implementasi Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin, pada intinya adalah bagaimana membentuk dan mengembangkan karakter baik anak yang harusnya merupakan komitment yang dilakukan secara Konsisten dan berkesinambungan.
Selaras dengan Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin dengan visi membentuk dan mengembangkan karakter anak, berikut ini secara ringkas point-point yang perlu saya jadikan goal action dalam menjalani peran sebagai ibu dimana-mana aspek-aspek yang saya targetkan ini bisa diejawantahkan secara multitasking/bersamaan. SET UP diri sendiri dalam rangka mencapai capability personal yang high quality, yaitu:

1.    Berusaha menjadi pribadi yang sehat dan bahagia.
Menurut saya hal ini penting untuk diperhatikan karena seorang ibu yang sehat dan bahagia akan bisa melakukan banyak hal produktif dan positif bagi anak-anak dan keluarga. Seperti kita tahu bahwa menjadi bahagia  itu pilihan, sehingga kita tak tidak perlu mempersyaratkan [menunggu] tercapainya kondisi-kondisi tertentu untuk menjadi bahagia. Toh sebenarnya Rasa Bahagia bisa kita peroleh dengan cara-cara yang tidak sulit, misalnya: Menyempatkan untuk tetap menjalani hobi, melakukan aktifitas dengan enjoy, menikmati apa yang ada di sekitar kita dan berusaha positif thinking manakala mengalami peristiwa yang diluar expectation [jika sedih atau kecewa tidak perlu sampai larut berkepanjangan]. Karena saya suka mbolang, jadi ya di rekonstruksi pola mbolangnya agar mix dan match dengan kondisi setelah menikah: jalan- jalan ke pantai misalnya. Terus saya juga masih berusaha menjalani hobi menulis, termasuk menuliskan aneka warna keseharian saya yang sekarang sudah menjadi ibu. Demikian pula untuk jadi diri yang sehat yaitu dengan berusaha dan berkomitment dengan healthy life style, secara luas akan berimplikasi terhadap pola asuh kita pada anak-anak juga. cara dan melakukan hal-hal atau hobi yang kita sukai, merupakan cara yang tidak sulit untuk menjadi sehat dan bahagia. Dengan untuk menjadi sehat sebenarnya tidak mahal kan? 

2.    Hubungan dengan pasangan harus harmonis
Saya yakin, semua orang sepaham bahwa hubungan suami-istri yang tidak harmonis akan berdampak pula pada psikologis anak. Bahkan andai ditutupi dari anak-anak pun, chemistry-nya akan tetap bisa dirasakan oleh anak-anak jika something going wrong pada orang tuanya.  Maka sangat tidak salah jika keharmonisan hubungan dengan pasangan merupakan trigger untuk menciptakan kenyamanan suasana di rumah yang akan mendukung iklim yang sehat bagi perkembangan psikologis anak-anak. Dan seperti saran/nasehat para pakar dan konsultan pernikahan, keep communication atau jangan ada sandiwara [dusta] di antara suami-istri menjadi sarana efektif untuk mengharmoniskan hubungan. Bila kita bisa membangun hubungan dengan pasangan yang harmonis, tentunya tidak sulit pula untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar kita.

Kedua point SET UP diri sendiri tersebut memiliki dampak simultan yang memiliki multiple efect terhadap anak-anak yaitu kita akan memiliki motivasi untuk up to date dan up to grade. Di era digital ini, sosok seorang ibu harus bisa mengikuti perkembangan informasi yang bergerak global untuk bisa mendampingi anak-anak melalui tahapan perkembangan menuju kedewasaan dan menjadi generasi yang tangguh.

Dari konteks pemahaman di atas dan dengan mengutip wejangan Bapak Pendidikan  Ki Hajar Dewantara: Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya dan bagaimana implementasi Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin sejatinya memang berorientasi pada pembentukan kepribadian atau karakter yang paripurna, maka dalam rangka ikut sharing mengenai “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” yang saya ringkaskan dari praktek menjadi seorang ibu [walaupun baru seumur jagung] untuk 3 orang anak yang saya jalani secara doing by learning. Berikut ini beberapa pembiasaan yang coba saya implementasikan dalam koridor dan jangkauan peran [tiba-tiba] menjadi Ibu yang secara bertahap dan ternyata memang butuh tingkat kesabaran dan penataan emosi kala mempraktekkannya terhadap anak-anak [saya] antara lain:
  1. Menerapkan  pola makan sehat dan wajib sarapan, saya tempatkan sebagai langkah awal untuk mempersiapkan stamina yang mendukung tumbuh kembang anak-anak karena jiwa yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Jadi sebisa mungkin pilih menu makan yang mendekati unsur 4 sehat 5 sempurna. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk meng-arrange menu makan 7 hari dalam seminggu, terutama untuk membiasakan sarapan bagi Azka [anak ketiga] yang menu makannya masih belum variatif. Kalau Ifa dan Aida sudah dengan kemauannya sendiri sarapan setiap pagi karena sudah paham manfaat sarapan bagi tumbuh kembang serta kesehatan diri untuk jangka panjang. Khusus untuk Azka, saya mencoba berbagai cara persuasif, diantaranya “mengikuti” kemauan Azka yang hobi makan mie instan sebagai langkah permulaan. Hari-hari berjalan, sedikit demi sedikit porsi mie Instan saya kurangi dengan subtitusi nasi dan lauk. Awalnya tentu ada penolakan, tapi dengan pendekatan dan sering diajak membahas tentang perlunya sarapan, saya ajak browsing artikel terkait manfaat sarapan. Kebetulan Azka suka sekali futsal. Jadi saya kaitkan kenapa saya demikian concern agar setiap pagi sarapan dengan kegiatan futsal agar Azka bisa lebih interest untuk rajin sarapan. Agar asupan sarapan memenuhi kebutuhan gizi, saya perlu memaketkan konsumsi sarapan dengan segelas susu atau cereal.
  2. Berusaha menerjemahkan Surat Luqman ayat 13Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”sebagai landasan pendidikan terhadap anak karena prioritas pertama pembentukan karakter anak adalah penanaman akidah dan akhlak sehingga Pendidikan akidah dan akhlak sangat perlu kami utamakan sebagai kerangka dasar/landasan dalam membentuk pribadi anak yang beriman. Penerjemahan konteks ini melalui kebiasaan untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktifitas dan doa-doa harian lainnya, sholat berjamaah baik di rumah dan sesering mungkin mengajaknya ke mesjid [maghrib, isya], mengaji setiap habis maghrib atau membaca Yaasiin berjamaah kala malam Jumat.
  3. Memilihkan lingkungan sekolah kondusif. Menyadari bahwa pada usia anak-anak terjadi perkembangan mental secara sangat cepat dan diusia anak pula mereka sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakan dan didengar dari lingkungannya. Pada usia dini ini merupakan golden moment dalam pembentukan karakter anak  sebagai hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Maka sekolah adalah lingkungan kedua setelah keluarga dimana anak-anak akan menjalani kesehariannya yang berkontribusi besar terhadap kemampuan anak dalam membangun dan mengembangkan pilar hubungan diri sendiri – sosial – Tuhan yang merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang yang sukses. Oleh karena itu, lingkungan sekolah yang positif akan membentuk karakter yang positif pada diri anak-anak. Dalam rangka memilihkan sekolah, sebagai ibu tentu harus aware untuk memasukkan pertimbangan kenyamanan anak, semisal mengajak anak untuk melihat-lihat dulu lingkungan sekolahnya.
  4. Membelajari disiplin dan punya rasa tanggung jawab pilihan sanki yang edukatif. Kita sering bersinggungan dengan aspek-aspek yang menuntut kedisiplinan dan tanggungjawab dimana seringkali kondisi ini permulaannya identik dengan “dipaksa” oleh adanya sanksi yang bisa membuat efek jera.  Untuk orang dewasa, model ini bisa jadi tidak masalah karena pola pikir dan tingkat pemahaman yang sudah mature. Akan tetapi untuk usia anak-anak? Tentu sangat tidak mungkin jika anak-anak diajari disiplin dengan konsep ‘semi militer’ tersebut. Menurut saya, attitude disiplin dan tanggung jawab bisa dikondisikan secara linkage. Model  PILIHAN akan lebih impressif untuk anak-anak. Salah satu Contoh konkritnya adalah tentang kasus seragam sekolah yang terjadi beberapa hari. Mensiasati ketidakpunyaan asisten rumah tangga, maka untuk urusan cuci – strika baju saya delegasikan ke laundry secara rutin dua hari sekali. Aida dan Azka saya kasih penjelasan agar setiap kali ganti baju langsung ditaruh dibelakang sehingga tak ada baju kotor yang tertinggal saat ada orang laundry yang ambil cucian ke rumah. Sesekali tentu masih ada baju yang tertinggal di kamar tapi gak masalah karena baju untuk di rumah. Nah beberapa hari lalu, baju seragam Aida yang akan dipakai esok harinya ternyata masih tertinggal di kamar. Ketika Aida mendatangi saya dan menceritakan kalau bajunya belum tercuci, saya hanya bilang, “ lha apa perlu sekarang di antar ke Laundry?”. Beberapa menit Aida terdiam, sepertinya dia menimbang-nimbang, lantas menjawab “biar dicuci di rumah saja Bun”. Saya pun mengajukan pertanyaan, terus nanti yang setrika siapa kalau di cuci di rumah? “ Ya biar Aida sendiri nanti yang setrika, Bun”. Beda lagi kejadiannya dengan Azka, meski sudah biasa untuk sarapan tapi sesekali masih muncul adegan ngambeg sarapan. Saya pun sudah bilang jika tidak mau sarapan = laptop terkunci di lemari dan saya sudah pernah membuktikannya. Maka ketika minggu lalu Azka kambuh ngambeg sarapan, saya hanya bilang pada Azka, “ Bunda gak nglarang kok kalau gak mau sarapan. Silahkan saja kalau Azka tidak mau sarapan ya...”. Dan spontan Azka menjawab “terus laptopnya dikunci berapa hari Bun?”.  Dari peristiwa tersebut, saya pun berkesimpulan jika disiplin dan rasa tanggung jawab bisa ditumbuhkan kembangkan secara sinergis dari hal-hal yang mungkin sepintas sepele tapi ketika sudah terkondisikan ternyata memiliki dampak yang sangat kondusif bagi penanaman rasa disiplin dan tanggungjawab.
  5. Memberikan pujian yang bisa menguatkan rasa Percaya Diri. Untuk mendukung semangat anak-anak dalam mengotimalkan potensi dirinya, saya sesekali memberikan pujian. Semisal saat Azka mau belajar tanpa perlu dikomando atau Aida dengan inisiatifnya mau membantu memasak atau saat Ifa dirumah [libur dari asramanya] menjadi sukarekawan untuk membenahi kamar Azka yang berantakan. Pujian sederhana, semisal “ nah gitu dunk, sudah keren jadi makin keren deh; Alhamdulillah sudah tambah dewasa sekarang...dsb”, dari yang saya amati ternyata membuat mereka berbinar-binar dan terlihat lebih bersemangat. Tentu saja, saya tidak lantas setiap hari mengobral pujian karena bisa jadi saya dianggap lebay atau justru membuat anak jadi risih jika terlalu sering dipuji.
  6. Memberi Motivasi,Dukungan dan support pastinya merupakan suplemen psikologis yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak. Untuk memotivasi ini, saya perlu mengkonversi kalimat – kalimat yang berfilsafat dalam bahasa yang bisa dipahami dan dimengerti oleh Ifa dan adik-adiknya. Jika ada perlombaan tertentu, saya katakan asal mau ikut saja sudah merupakan kemenangan juga. Perolehan gelar juara dan piala memang sangat membanggakan, tapi ada yang jauh lebih membanggakan yaitu keberaniannya untuk mencoba berkompetisi karena sejatinya setiap kita ikut perlombaan adalah Faidza Azamta Fatawakal’Alallah karena berharap kemenangan sama artinya kita mendokan kekalahan peserta lain.
  7. Membatasi nge-game dan Menemani anak nonton TV. Nge-game dan menonton TV adalah dua hal yang memiliki daya magnetis luar biasa bagi anak-anak. Karena itu, saya sengaja memberikan alokasi waktu untuk nge-game di HP atau laptop agar tetap ada kesempatan bermain bersama-sama anak-anak seusianya. Permainan digital memang memiliki manfaat positif tapi tentu dalam porsi yang tidak berebihan. Akan halnya menu siaran TV, banyaknya sinetron yang belakangan ini diperankan oleh anak-anak sebagai tokoh utama dan cerita yang banyak di dominasi scene-scene represif/kekerasan perlu untuk di filter. Dan bila memang tidak bisa dilaihkan, opsi terakhir ya harus ditemani dan diberi penjelasan agar anak-anak tidak menyerap apa adanya yang dilihat.
  8. Membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang saya praktekkan antara lain: minta maaf, minta tolong, mengucapkan terima kasih, berbagi dengan teman, saat berangkat sekolah, menunggui sarapan/makan, menyiapkan baju dan buku sekolah sendiri. Jika saya yang pergi pun perlu pamitan pada anak, demikian pula manakala saya minta bantuan anak, saya juga mengucapkan terima kasih atau minta maaf seandainya saya khilaf/melakukan kesalahan serta kebiasaan lainnya.
Dari beberapa aktifitas yang saya uraikan di atas dalam rangka melakoni peran sebagai ibu yang saya jalani, serta ragam keseharian lainnya yang saya harapkan memberikan implikasi penguatan karakter bagi anak-anak, dan sesadar-sadar saya akui  Jika fakta hariannya digambarkan dalam grafik, maka grafiknya pun masih fluktuatif dan tetap perlu pendekatan yang dinamis dari waktu ke waktu agar anak-anak tertanamkan greget dan keinginan untuk melakukannya tanpa disuruh-suruh lagi. Bukan berkeluh kesah, tapi pada prakteknya menjalani peran sebagai yang memiliki kontribusi strategis pada pembentukan karakter anak memang butuh kesabaran, waktu dan komitmen diri untuk mendidik anak menjadi pribadi yang berkarakter. perlu upaya, strategi dan cinta yang integral dan mengalir secara kontinyu dan tentu saja saya lebih cenderung untuk mendeskripsikan cinta disini tidak disalah artikan cara-cara yang bermuara pada memanjakan anak juga tidak memperlakukan anak bagai kaca yang mudah pecah berkeping-keping.


Epilog
Anak dari manapun datangnya, anak kandung atau pun jika berasal dari rahim orang lain, anak tetaplah anugerah yang tiada ternilai yang sangat selayaknya untuk diperlakukan secara ISTIMEWA agar menjadi pribadi yang tangguh lahir dan batinnya. Mind set perlakuan secara istimewa ini mengingat bahwa Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci atau seperti perumpamaan jika setiap anak ibarat pita kaset yang masih kosong dimana orang tuanyalah yang memiliki kontribusi besar dalam menjadikan anak-anaknya akan menjadi manusia mudhlarat ataukah jadi pemimpin berkarakter paripurna yang bermanfaat dan bahagia.

 
Peran Strategis Ibu Bagi Calon Pemimpin ini diikutsertakan dalam  
Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”




Note: 
Saya mengawali peran secara langsung sebagai ibu untuk Ifa [ kelas 2 SMP dan bersekolah di asrama], Aida [kelas 6 SD] dan Azka [ kelas 3 SD], sehingga tulisan ini saya deskripsikan dari praktek saya bersama mereka saat ini sudah berjalan sekira 7 bulan.


 


Reference:
  1. The 7 Habbits of Highly Effective People
  2. http://www.pendidikankarakter.com/

Bingungan and OR Lupaan?

Sebenarnya Bismillahirrahmaanirrahiim, berada di daerah baru memberikan PR buesar bagi saya, yang pertama untuk menghafal arah/lokasi suatu tempat. Yang kedua, tidak cukup hanya tempo sebulan untuk bisa ingat nama orang-orang yang ada di lingkungan tempat tinggal dan kerja baru.

Pengakuan jujur, lha semua teman-teman saya sudah pada kehabisan nalar untuk melogika kok ya bisa temannya yang cerdas #abaikan ini sulit mengingat arah/rute jalan dan mengingat nama orang [yang baru kenal]. Ya mau gimana lagi, ini sudah menjadi trade mark ‘keunikan’ saya sejak jaman dahulu kala.  Saya masih ingat banget, bagaimana Pak Khayan dengan nada gemes memberikan solusi jalan pintas manakala putri cantiqnya ini bilang gak tahu rumah/jalan menuju rumah seorang kerabat yang tinggalnya di desa sebelah, padahal sudah beberapa kali diajak silaturahim. Dan solusi yang diberikan Pak Khayan itu sampai sekarang masih saya amalkan dengan istiqomah dengan sangat baik sekali, yaitu [ini kalimat Bapak saya andai beliau melek gadget] kamu itu kan sudah dikasih GPS paling canggih sepanjang masa tho Nduk. Gunakan suara dari mulutmu dan bertanyalah, takon uwong nek ora weruh dalan yo?”
Normal Brain
Sewaktu masa masih sekolah di rumah, ‘keunikan’ tersebut tudak menjadi masalah bagi saya. Meski masih jadi siswa baru, kan kalau berangkat dan pulang sekolah sedari awal teman-temannya yang sehaluan sekolahnya banyak. Selain itu, rute tempuhnya kan ya jalan utama antar desa jadi tidak begitu membingungkan saya. Kecuali sewaktu di awal SMA, saat numpang sholat di tempat kost teman. 
Kok Ribut sholat menghadap ke utara ya?”. komentar seorang teman yang melintas di dekat saya waktu sholat dapat 1 rokaat. Sssttt, jangan bilang-bilang ya? Bahkan sampai sekarang, saya masih saja “merasa” jika SMA saya itu menghadap ke arah barat.

Nah pas kuliah, kebingungan arah ini makin kentara. Untuk rute Tambaksari – Sukolilo, pada akhirnya memang bisa saya ingat tapppii dengan jalur yang sama dengan Lyn O. Kalau ada penutupan jalan, dijamin saya harus menggunakan GPS canggih saya tuh. Lha mau gimana lagi, bahkan jalur ke Tunjungan Plaza saja rasanya selalu ada yang berubah meski entah sudah berapa ratus kali saya menempuh rute ke arah TP tersebut. Wong saya pernah nyasar sampai ke Jembatan Merah, padahal dari Blauran hendak balik ke Sukolilo. Ceritanya kala itu, dengan sepeda motor pinjaman saya menuju ke Blauran dengan Lilik [ teman kost ]. Usai shopping buku second di Baluran, biar hemat waktu dan BBM, Lilik berinisiatif naik angkot ke JMP untuk pulkamp ke Gresik. Nah saya sendirian balik ke kost. Sok PeDe saya bilang “ Oke, don’t worry”. Eh, lha kok nyasar sampai JMP? Lak yo podo wae nganterin Lilik saja kalau kayak gitu kan? Sudah terlanjur nyasar, saya gak boleh panik ria tho? Lha iyalah, dari JMP kan bisa mbuntuti Lyn O dijamin sampai Sukolilo dengan aman sentausa tanpa nyasar lagiiii. 

Itu sebagian kuecill kisah dramatis bingungan dan atau arah yang jadi keunikan saya. Kalau lupaan mengingat orang yang baru dikenal, dulu-dulu sih gak begitu kentara. Kan penghuni kampus buanyak, gak bakal ketahuan jika suatu moment pernah ketemu kemudian ketemu lagi ternyata saya lupaaa. Untuk memberikan identitas pada seseorang yang saya lupa namanya, biasanya saya sebutkan salah satu ciri fisiknya sebagai penamaan. Case over deh, Hehehee...

Bersambung dengan  kondisi serba baru yang sedang saya jalani sekarang. Bingungan dan atau lupaan, dua penyakit yang belum ada obatnya bagi saya. Apalagi dilengkapi  dengan variable sebagai new comer di Sleman dengan lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan baru yang otomatis memaketkan road map daerah yang asing bagi saya dan formasi orang-orang yang baru pulak. Hampir sebulan pun, saya belum apal semua personil yang jadi teman kerja saya. Alhamdulillah yang seruangan sudah bisa saya ingat kok. Sampai minggu kedua, saya masih kesulitan untuk mengingatnya, terutama yang bapak-bapak. Habisnya bentuk face mereka tipically chubby dengan rata-rata postur tubuh dan warna kulit yang similar pula. Boleh dunx saya bilang wajar jika beberapa kali salah sebut nama rekan seruangan saya? Peace full...

Untuk kendala bingungan arah, sedari awal saya pun menyampaikan ke atasan langsung minta dimaklumi agar saya di pending temporer jika harus tugas ke lapangan sebagai single fighter. Nunggu suami stand by dulu sekira bulan depan, kan bisa tuh mengandalkan status suami siaga untuk nganterin jika memang saya harus tinjau ke lokasi seorangan duang.
Gini saja Mbak, besok-besok kan ada sesi pengenalan ke lapangan dulu. Nah bawa cat saja untuk menandai rutenya” canda seorang teman senior di kantor.
Gunakan aplikasi GPS wae mbak” saran seorang teman. Sarannya logis banget tapi tidak bisa saya gunakan karena saya pahamnya arah kiri-kanan thok ting. Kalau GPS kan pakai mata angin tho?
Naruh Kunci: Rekor kelupaan
Another story tentang bingungan bin lupaan yang belakangan ini kok ya mulai ikutan menambah deret hitung keunikan saya: 
- lupa bawa pulpen [bisa minjem], 
- lupa naruh sandal [cari lagi dipintu lainnya]
- lupa meletakkan HP [bisa di missed call]
- lupa bawa dompet [balik ke rumah lagi]
- lupa naruh Helm [cari keluar masuk lagi ke kantor – parkir]
- lupa kalau ada kembalian saat belanja [gak banyak sey]
- dan lupa naruh kunci motor, ini yang memgang rekor paling sering. 
Seperti kejadian dua hari lalu, teman yang biasa di front office mendatangi saya, “Mbak, ini kunci motor njenengan kan?”
Saya amati sepersekian detik dan “Iyae Mbak. Ini tadi dimana ya?”
Pak Dhim yang ngambilin dari motornya njenengan di parkiran kok” Olalalala...berarti pas saya buka jok sepeda motor lagi-lagi LUPA ngambil deh.

Kok ya makin meningkat bingungan and OR lupaan saya sey? Semoga ini just temporary case karena masa transisi berhabitat baru dengan aneka variable yang harus saya adopsi dalam memory otak saya.  Masak iya isi otak saya sampai overload ? Dan tebak apa komentar yang bikin saya shock kuadrat kali 99999....9
“ Ati-ati, jangan-jangan itu  gejala awal Alzheimer lho ”

Brain With Alzheimer's disease
Kalau Aljabar, Algoritma, Al Azhar, Al sehat Wal Afiat....sih okelah, tapi jelas-jelas saya dengar Alzheimer????? Pertama kali pernah dengar nama Alzheimer dari Mr. Ronald Reagen dulu banget, ehmm maksudnya saya pernah baca/dengar tentang jenis penyakit yang dialami oleh beliau [sebenarnya cukup banyak tokoh terkenal yang menderita ALzheimer ini]. Makanya begitu ada yang nylethuk tentang Mas Alzheimer dan menyambungkan dengan “keunikan” saya, yaaa....wajib shock dunk. Apalagi setelah saya nanyak Mbah Gugel mengenai Alzheimer, sehingga lebih tahu betapa WOUW-nya penyakit ini. Alzheimer memang bukan penyakit menular, tapi sejenis sindrom kepikunan [demensia] dengan ditandai terjadinya penurunan ingatan dan kemampuan kognitif secara cepat. Bedanya dengan kepikunan yang terjadi pada lansia adalah Alzheimer perkembangan penyakitnya sangat cepat dan kebanyakan orang-orang kurang aware akan hal tersebut sehingga seringkali penyakit ini dianggap sebagai kepikunan bawaan usia tua.

Risiko mengalami Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia, maka tak heran jika Alzheimer di iedentikkan dengan penyakit yang sinonim untuk orang tua. Biasanya pada orang usia 65 tahun memiliki resiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Namun sejarah membuktikan penderita  pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini adalah wanita dalam usia awal 50-an. Beberapa Faktor yang meningkatkan resiko terkena Alzheimer ini, antara lain:
1. pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas
2. Pengidap kencing manis
3. Kurang berolahraga
4. Tingkat kolesterol yang tinggi
5. Faktor keturunan - mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an.

Nah lho? #tariknapaslega dari 5 faktor tersebut sepertinya yang ngena di saya adalah point ketiga: kurang berolah raga! Dalam My book the record, kali terkahir saya olah raga adalah sebelum Bulan Ramadhan tuh??!! Tapi 2 minggu lalu saya ngikut jalan sehat dengan jarak tempuh 3-4 KM kok #menghiburdiri. Gejala awal Alzheimer adalah mudah lupa pada hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru. Penderita juga mengalami disorientasi waktu dan mengalami kesulitan fungsi kognitif yang kompleks seperti matematika atau aktivitas organisasi. Namun no matter what-what, tetap saya harus waspada dengan level siaga saat menyimak paparan selanjutnya dari Mbah Gugel tentang Gejala-gejala Demensia Alzheimer yang meliputi gejala ringan, antara lain:
  1. Gangguan memori yang memengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air
  2. Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti: tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
  3. Kesulitan bicara dan berbahasa
  4. Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti: keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
  5. Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
  6. Kesulitan berpikir abstrak, seperti: orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
  7. Salah meletakkan barang
  8. Perubahan mood dan perilaku, seperti: menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya
  9. Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat /orang lain ke mana saja walaupun ke WC.
  10. Hilangnya minat dan inisiatif 
Untuk Alzheimer berat ditandai dengan kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disorientasi tempat, orang dan waktu, serta mengalami masalah dalam perawatan diri , seperti lupa mengganti pakaian. Penderita penyakit itu biasanya juga mengalami perubahan tingkah laku seperti depresi, paranoia, atau agresif. Orang yang mempunyai riwayat keluarga Alzheimer mempunyai risiko mengalaminya, apalagi jika kedua orang tua mengidap Alzheimer maka resiko carier Alzheimer semakin dominan [meningkat]. 

Orang yang sakit Alzheimer juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam. Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.

Dari Gejala-gejala Demensia Alzheimer di atas, sebagian kondisi bingungan and OR lupaan yang saya alami kan tercantum tuh di atas? #gakbolehpanic. Walaupun ada segores kekuatiran karena beberapa kemiripan dengan Mas Alzheimer, saya harus mensugesti diri dan fokus ambil sikap preventive action, seperti: Mengonsumsi minyak ikan, berolahraga rutin [kapan kira-kira bisa merutinkan diri OR ya?], mengisi teka teki silang atau game puzzle lainnya yang merupakan aktivitas- aktifitas yang bermanfaat bagi otak.

Bukan Iklan lho?
Walaupun menurut kajian terbaru, tidak ada bukti significant jika hal tersebut bisa mencegah Alzheimer. Sebuah panel yang terdiri dari para ahli menyimpulkan, suplemen, obat atau interaksi sosial juga belum terbukti dapat mencegah penyakit ini. Walaupun demikian tak ada ruginya kan tetap ditekuni, dan melengkapi tindakan pencegahan degenerasi sel syaraf ini dengan mengkonsumsi Vitamin E yang merupakan antioksidan kuat, yang ternyata cukup efektif untuk mencegah kepikunan, seperti yang dipaparkan dalam pertemuan ilmiah tahunan American Geriatrics Society  yang bisa lihat di SINI.

After all, keep positif mind tentunya. Dengan mensugesti diri untuk optimis kan secara simultan akan memendarkan energi positif yang akan bisa menjadi inner power untuk menggerakkan organ tubuh energik kan?  Yang jelas saya gak lupa kok kalau sudah menikah, sudah punya anak, sudah pindah dari Banyuwangi, wong LA tulen, KTP sudah ganti Sleman, Chat di WhatsApp diajak Una ikut Blogger Nusantara tanggal 30 Nopember 2013 nanti, Hari Senin - Jumat adalah hari kerja.....dst. Tuh kan, masih bisa mengingat dengan baik hal-hal baru yang terjadi dalam hidup saya? Berarti MEN SANA IN CORPORE SANO....Dan yang PALING UTAMA ditambah lagi intensitas untuk "mengingat Sang Khaliq#yang jelas Mr. Ronald Reagen gak pernah bikin tulisan dengan alur amburadul kayak begini deh.





Note:
Gambar brain dan Info lebih lengkap  Alzheimer, silahkan cekidot http://id.wikipedia.org/wiki/Alzheimer