Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Aku dan Ibuk

    Tulisan ini saya ambil dari salah satu akun FB, jika gak salah ingat dari RKI ~ Renungan kisah Inspiratif. Ngambilnya sudah lumayan cukup lama, sekitar 3 tahun lalu dan Bismilllahirrahmaanirrahiim dengan sengaja banget saya jadikan list entry di Blog dengan beberapa make over/sedikit permak versi saia giitu deh. Dua pekan berperan menjalani lakon single parent dadakan, membuat saya mengalami de javu pada moment-moment keseharian bersama dengan Ibuk Saya ~ akrab dengan panggila mesra “Mbok’e”. Terus buka-buka file kok ya ndilalah nemu koleksi tulisan ini. Wowowowooo....bukan berarti Bapak saya gak sehebat Ibuk lho? 

    Bapak dan ibuk, tentu punya peran penting yang proporsional dalam kapasitas dan posisinya masing-masing. Kehadiran dan posisi mereka senyatanya adalah peran yang saling melengkapi dalam rangka mendampingi anak-anaknya memasuki gerbang kehidupan, menjadi individu yang sebaik mungkin menatapi proses demi proses meunuju bahagia dengan tidak menjadi sosok yang individualis serta eling marang ingkang Maha Dumadi. Bapak dan Ibu adalah sepasang manusia yang berkolaborasi intens dengan landasan tak mengharap kembali ~ ikhlas, istilah kerennya. 

    Karena contekannya tentang IBU, sejatinya ini adalah cermin yang membuat saya melihat betapa aplikasi diri sendiri yang masih jauh dari totalitas yang dilakukan Ibuk pada kami ~ 9 anak-anaknya. Inilah postingan di FB-nya RKI yang membuat saya ber-de javu ria [beberapa bagian saya edit].

    Bila bangun tidur, yang aku cari.....ibu
    Bila nangis, orang pertama yang mendatangiku ....ibu
    Bila ingin bermanja, aku merajuki....ibu
    Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu
    Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu
    Bila nakal, yang mengingatkan dengan lemah lembut....ibu
    Bila ngambeg, yang membujukku cuma.....ibu
    Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat memaafkan....ibu
    Bila takut, yang menenangkan aku....ibu
    Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu

    Aku selalu teringatkan ....ibu
    Bila sedih, aku mengadu....ibu
    Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu
    Bila takut, aku selalu memanggil... "ibuuuuu! "
    Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu
    Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga.....ibu
    Bila aku ada masalah, yang pertama mendapatkan firasat.... ibu

    Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal.....ibu
    Yang mengajari teliti menyimpan dan merapihkan barang-barang....ibu
    Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu
    Yang selalu memuji aku....ibu
    Yang tiada bosan menasihati aku....ibu
    Saat hendak menikah, persetujuan yang pertama aku butuhkan.....ibu

    namun setelah aku punya pasangan……………..
    Bila senang, aku cari....pasanganku
    Bila sedih, aku cari.....ibu
    Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku
    Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu
    Bila bahagia, aku peluk erat....pasanganku
    Bila berduka, aku peluk erat....ibuku
    Bila ingin berlibur, aku bawa.....pasanganku
    Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu
    Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
    Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
    Selalu... aku ingat pasanganku
    Selalu... ibu ingat aku
    Setiap saat... aku akan telepon pasanganku
    Entah kapan... aku ingin telepon ibu
    Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku
    Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu

    Renungkan:
    "Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja... masih ingatkah kau pada ibu?
    Tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".
    Berderai air mata jika kita mendengarnya........

    Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....
    Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....
    Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya......
    Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya...... .
    Berapa banyak yang sanggup membuang belatung dan membersihkan luka kudis
    ibunya....
    Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....
    Berapa banyak yang sanggup meluangkan waktu untuk menjaga ibunya yang telah renta…..
    Gaya-nya sudah ke-Ibu-an kan?
    Membaca kembali tulisan tersebut, sekaligus menunjukkan betapa saya, kalau boleh Jujur [nyontek istilah di postingan  Mas Rawins], kok ya masih sering kebawa ghaya hidup saat masih live as single: kalau pagi masih gedubrakan, kalau libur masih pengen tidur molor,  de-el-el ghaya ala coboy gitu lah. Hehehehe...peace.