Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Bagian persendian sering nyeri atau muncul rasa sakit? Bisa Jadi Karena Osteoarthritis

    Osteoarthritis atau penyakit sendi degeneratif merupakan jenis penyakit yang bisa menyebabkan persendian menjadi nyeri dan kaku. Osteoarthritis (OA) pada umunya terjadi pada bagian persendian: lutut, panggul, tulang belakang, juga ada yang terjadi  pada bahu dan pergelangan tangan atau lengan.
    Sepintas, Osteoarthritis (OA)  ini terlihat serupa dengan gejala osteoporosis tapi sebenarnya berbeda. Osteoporosis adalah suatu kondisi yang dialami seseorang ketika kepadatan tulang  yang bisa menyebabkan patah tulang. 

    Kesamaan antara Osteoarthritis (OA) dan Osteoporosis ada pada sasarannya yaitu sama-sama pada tulang yang bisa menyebabkan fungsi gerak tubuh menurun. Bismillahirrahmaanirrahiim, sebelum membaca leaflet  yang diterbitkan oleh RSUD Sleman tentang Osteoarthritis Lutut ini, saya tahunya osteoporosis-lah yang kerap dialami oleh para orang tua yang mengalami penurunan kualiats pada tulang sehingga tidak bisa berjalan atau aktifitas gerak lainnya. 
    Osteoarthritis, gejala,pencegahan dan cara pengobatannya yang tepat
    Seperti yang dialami oleh ibu saya sejak tahun lalu ketika dokter menyampaikan hasil pemeriksaan medisnya bahwa pada bagian tulang panggul mengalami keretakan. Opsi operasi bisa saja ditempuh tapi harus bisa mengkondisikan pasien (Ibuk) bed rest total selama tiga bulan. Padahal Ibuk juga mengalami demensia terutama pada memori-memori yang terbaru, 2-3 tahun belakangan ini, banyak peristiwa yang perlu di refresh saat kami ngobrol-ngobrol bareng. Dengan kondisi demensia ini, membuat Ibuk bed rest total pasca operasi  juga tak bisa dilakukan karena dalam ingatan Ibuk kami beliau merasa so far fine-fine saja sehingga inginnya tetap bergera kesana-sini. Sekali, dua kali masih bisa diberi alasan atau dialihkan perhatiannya, tapi tidak mungkin untuk sepanjang waktu bisa membuat Ibuk manut untuk stay cool selalu di tempat tidur kan? 

    ” Kalau ingin Ibuknya bisa berjalan seperti sebelumnya, ya berarti sekarang saatnya  putra-putranya bisa bergantian menggendong beliau “. Kalimat dari salah satu dokter yang merawat Ibuk yang diucapkan dengan tujuan mengurangi ketegangan namun tetap saja terdengar seperti petir menyambar di siang bolong. Tapi ya, kami belajar menerima kondisi Ibuk dan tak ingin berlarut dalam keterkejutan dengan mempertanyakan kenapa-kenapanya tapi lebih pada what should we do next (sekip dulu edisi curcolanya ya…)

    Hingga kemudian saya mendapati leaflet yang berisikan mengenai Osteoarthritis (OA). Pas baca isinya kok ya pas banget bisa melengkapi wawasan saya tentang apa saja yang bisa mnejadi penyebab seseorang mengalami masalah pada tulang, termasuk nyeri sendi. Semoga dengan ngeshare ini bisa menjadi pencerahan dan agar membuat kita lebih perduli untuk hidup sehat jasmani dan ruhani meski usia tak lagi muda. Ibu saya yang terbilang sangat aktif, saat  ini untuk mobilitasnya harus menggunakan kursi roda. Dan kasus serupa saya lihat tak hanya dialami oleh ibu saya tapi beberapa lansia yang saya temui mengalami hal yang semiripan dengan kondisi ibu saya.  
    Bagaimana seseorang bisa terkena Osteoarthritis ?
    Pertanyaan ini yang pastinya sangat menggoda hati, terlebih jika melihat track record ketika masih usia produktif sangat aktif bergerak tapi kok bisa terkena OA? Osteoarthritis (OA) ini bisa disebabkan antara lain karena  proses penuaan, trauma, pasca infeksi dan faktor-faktor lainnya. Usia dan genetik juga menjadi faktor resiko terjadinya OA karena  pada umumnya Osteoarthritis terjadi pada usia 70 tahun ke atas. Tapi jangan merasa aman dulu karena belum lansia jadi merasa masih jauh dari resiko OA karena Osteoarthritis juga bisa dialami oleh mereka yang berusia masih relatif muda, terutama yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas. 
    Tahapan atau proses Osteoarthritis pada persendian
    Pada Osteoarthritis, lapisan permukaan tulang rawan mengalami kerusakan sehingga menipis.Tulang rawan sendi yang menipis seiring pertambahan usia, menyebabkan gesekan antar tulang dan hal ini menimbulkan rasa nyeri, bengkak dan membuat gerak sendi menjadi terbatas. Untuk jangka waktu panjang, bisa saja sendi mengalami kehilangan bentuk normalnya.
    Selain sebab-sebab di atas, beberapa faktor yang bisa menjadi resiko terjadinya Osteoarthritis dan perlu untuk menjadi perhatian adalah jenis kelamin (bahwa perempuan memiliki resiko lebih tinggi mengalami Osteoarthritis dibandingkan dengan laki-laki), kelemahan otot, juga kondisi sendi yang tidak stabil.
    persendian sering nyeri atau muncul rasa sakit?
     Lantas, apa saja sih gejala dan tanda-tanda sendi yang terkena Osteoarthritis?
    Umumnya orang yang terkena Osteoarthritis (OA), prosesnya berlangsung secara bertahap dan tidak tiba-tiba (kata orang Jawa: ora ujug-ujug) begitu saja terjadi. Beberapa gejala awal yang biasanya sering dianggap sepele atau bahkan dianggap lumrah seeprti rasa nyeri yang akan semakin terasa nyeri saat beraktifitas dan rasa nyeri tersebut mereda ketika istirahat. Beberapa gejala-gejala berikut ini bisa dikenali sebagai tanda-tanda Osteoarthritis (OA) antara lain:
    1. Jika pagi hari sendi menjadi kaku selama 30 menit atau kurang.
    2. Terjadinya rasa nyeri yang berlangsung cukup lama, bisa sampai beberapa bulan.
    3. Waspadai jika mendengar suara seperti “klik” atau krepitasi pada saat sendi lutut atau persendian lainnya digerakkan.
    4. Dan jika dilakukan pemeriksaan  radiologis, hasil foto terhadap tulang akan  terdapat pengapuran tepi sendi.
    Tentu saja Dokter akan melakukan mendiagnosa Osteoarthritis (OA) ini tidak hanya berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, serangkain pemeriksaan akan dilanjutkan antara lain rontgen pada bagian yang bermasalah, pemeriksaan darah dan pengambilan sampel cairan sendi.
    persendian sering nyeri atau muncul rasa sakit? Kenali gejala Osteoarthritis
    Bagaimana dengan pengobatan dan pencegahan terhadap penderita Osteoarthritis?  Biasanya tujuan pengobatan pada penderita Osteoarthritis adalah untuk mengurangi nyeri dan meminimalkan perusakan pada sendi lebih lanjut. Untuk odel dan tipe pengobatan OA ini tergantung pada gaya hidup dan tingkat keparahan Osteoarthritis itu sendiri. 

    Berikut ini adalah sebagian hal yang perlu diperhatikan dan dipatuhi bagi orang yang di diagnosa terkena Osteoarthritis, antara lain:
    1. Menghindari olahraga berat yang bisa menyebabkan sendi terluka.
    2. Rajin mengontrol berat badan agar beban yang ditopang oleh sendi bisa lebih ringan, hal ini sangat penting karena manakala berat badan melebihi kemampuan sendi untuk menopang bisa menimbulkan cidera (terjatuh tanpa sebab yang significant).
    3. Minum air putih yang cukup untuk membantu melumasi sendi, tentu saja tidak serta merta minum air dalam jumlah yang banyak, melainkan secara bertahap dalam sehari bisa minum air putih sekitar 2L.
    4. Kurangi makan yang terbuat dari tepung olahan beras, pasta dan prefer untuk konsumsi lebih banyak makanan yang berasal dari biji-bijian atau kacang-kacangan, tapi jangan yang menjadi sumber lemak jenuh, khususnya lemak trans lho.
    5. Menambah jumlah konsumsi  ikan teruatama yang banyak mengandung Omega-3 asam lemak esensial. Juga makan banyak buah dan sayuran terutama yang organik karena buah dan sayur mengandung anto oksidan yang tinggi yang bisa membantu mengurangi peradangan sendi dan rasa sakit.
    Kalau diringkas ya seperti halnya penyakit lainnya bahwa tidak ada cara yang mutlak untuk mencegah Osteoarthritis (OA),  namun dengan memperbaiki gaya hidup (pola makan dan kebiasaan hidup lainnya) menjadi lebih sehat akan memberikan kemungkinan menurunkan resiko terkena Osteoarthritis.
    persendian sering nyeri atau muncul rasa sakit? Bisa Jadi Karena Osteoarthritis
    Lantas bagaimana JIKA mengalami gejala – gejala Osteoarthritis? Apa saja yang bisa dilakukan agar kondisi sendi yang mengalami OA ini tidak semakin parah? 
    At least hal-hal ini yang wajib diingat PRITE yaitu:
    • P(roptection); P(revention), dengan tujuan untuk mengurangi beban pada lutut pada saat berdiri dan berjalan.
    • Relatove R(est), yaitu istirahat yang cukup untuk lutut, hindari berdiri lama dan naik tangga, berlutut, menekuk lutut yang dalam.
    • I(ce), berikan es bila lutut teraba terasa hangat, alasi es dengan kain.
    • T(aping) pada Osteoarthritis ditujukan untuk mengurangi rasa nyeri, memperbaiki pola gerak, mengembalikan fungsi system saraf otot melalui perbaikan respon otot dalam mempertahankan stabilitas sendi dan mencegah cidera.
    • Exercise atau latihan; Latihan atau olah raga (pada orang yang mengalami Osteoarthritis) yang teratur, terarah dan tidak membebani sendi akan meningkatkan kelenturan sendi. Dengan demikian bisa diharapkan tidak terjadi keterbatasan gerakan sendi dan memberikan peluang untuk menurunkan tingkat kekakuan pada sendi. Contoh latihan yang direkomendasikan antara lain: berenang, bersepeda, menggunakan alat stairmaster, dan gerakan aerobik ringan lainnya. Karena gerakan seperti jalan-jalan meskipun termasuk jenis olah fisik yang universal tapi tidak terhitung sebagai olah raga. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan gerakan aerobik secara teratur selama sekitar 3 bulan, bisa mengurangi rasa sakit dan ketidaknyaman yang dialami oleh orang yang terkena Osteoarthritis. 

    Pada intinya, kita semua perlu lebih aware untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat dan sehat sehingga otot dan sendi tulang belakang akan menjadi lebih sehat pula dan bisa meminimalkan terjadinya sakit punggung dan resiko terkena Osteoarthritis tentunya, aamiin. 



    Sumber: Leaflet RSUD Sleman tentang Osteoarthritis Lutut (versi yang lebih ringkas atau re-write-nya bisa dicekidot  https://steemit.com/writing/@ririekhayan/ada-apa-dengan-osteoarthritis-5035582115762)

    12 comments:

    1. aduh ngeri klau udah terkena penyakit kya gtu

      ReplyDelete
    2. Dengkulku kalau abis duduk trus mau berdiri koq bunyi itu apa ya?

      ReplyDelete
    3. Akupun mulai kerasa skrg kl naik tangga, bagian lutut bunyi kretek kretek.

      ReplyDelete
    4. Kalau pas tes kesehatan terus lututnya digetok itu ternyata maksudnya ngecek tulangnya osteoartitis apa nggak gitu ya

      ReplyDelete
    5. Huaaa kok ngeri yaa.. jadi makin semangat rutin olahraga supaya tulang dan sendi juga terjaga

      ReplyDelete
    6. Aku udah ada tanda2 nih. Akhirnya memutuskan untuk lebih rutin olahraga aja biar sendi dan tulang terlatih terus :')

      ReplyDelete
    7. Bapakku nih kena OA mbak. Sampai disedot segala dan disuntik, hiks. Beliau memang permasalahan saat tuanya di sendi

      ReplyDelete
    8. Bapak dan ibuku rajin makan kolang kaling mbak, wahh Ku jadi tau soal OA nih mbakkk

      ReplyDelete
    9. Wah lengkap nih pembahasannya. Jad lebih aware. Makasih yaa.

      ReplyDelete
    10. Eh, aku yang masih muda aja kadang lutut kerasa mak gliyer kalau salah gerak. Jadi makin aware nih sama kesehatan diri. Makasih mbaa infonya, lengkap banget

      ReplyDelete
    11. mamaku osteoarthritis juga mba, awalnya kirain cuma nyeri biasa, ternyata kalo salah penanganan bahaya juga :( tulisan mba bagus bgt buat awareness :( penting banget ini untuk dicegah

      ReplyDelete
    12. ibuku juga mbaaa. makasih remindernya mb, semacam ngingetin yuk ah masih muda kuduuu inget jaga kesehatan. rajin olahraga seperti berenang dan yoga juga kabarnya bisa membantu mengurangi resiko munculnya penyakit ini ya mb

      ReplyDelete

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.