WHAT'S NEW?
Loading...

Mengulik [Sekilas] Sepatu Rajut

Sebuah brand (barang/jasa) menjadi terkenal tentu karena memiliki kualitas, standar dan inovasi sehingga mampu menembus pasar dunia dan memiliki grafik penjualan secara optimum yang stabil (dalam jangka waktu yang lama).

Semakin luas dan banyak masyarakat mengetahui  tentang keberhasilan produk nasional menembus pasar global, Bismillahirrahmaanirrahiim paling tidak akan menjadi revolusi comprehensive dari sisi pelaku usaha UKM dan konsumen. Bahwa local brand yang sudah mendunia merupakan bukti otentik kalau pelaku usaha lokal (Indonesia) mampu menghasilkan produk (barang/jasa) berkualitas dan konsisten, unik (unsur kekuatan budaya local),  kreatif dan bernilai tambah,  memiliki mutu dan kualitas yang terjaga dan terbukti.

KARENA Trust konsumen sejatinya berbasis pada kualitas dan komitment penerapan STANDARDISASI produk serta pola branding  yang dilengkapi dengan status HKI. Jadi ketika suatu produk mampu membuktikan kualitasnya, tentu pada akhirnya akan menarik perhatian semua lapisan konsumen [pembeli] dari berbagai level. Dengan daya dukung kultur, kekayaan alam, budaya dan keanekaragaman negeri yang berada pada garis khatulistiwa ini merupakan modal alamiah yang sangat potensial untuk dijadikan grand design dengan pola KREATIFITAS
Nah, menggarisbawahi mengenai produk (barang/jasa) yang memiliki unsur dominan KREATIFITAS. Sepatu rajut merupakan produk hand made, dimana harganya selain menyesuaikan dengan harga benang rajut, juga dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini:
  1. Model atau pola rajutan. Apalagi bila pola yang diminta by request dan super njlimet atau very limited edition alias the only one in the world. *yaiyalah, yang namanya barang exclusive by request, pastinya berkorelasi dengan harga (mahal)*.
  2. Jumlah warna benang nylon yang digunakan. Membuat sepatu rajut dengan benang nylon lebih dari satu warna, memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada sepatu rajut dengan satu warna benang pastinya.
  3. Bagian alas sepatu, yaitu terkait jenis bahan dan model alas sepatu rajut tersebut, Bahan sintetis atau karet jelas lebih murah dibandingkan dengan bahan non sintetis, apalagi jika modelnya wedges atau ber-heel.  

Tiga hal tersebut merupakan hasil rekayasa saya saat melihat-lihat stand-stand yang memajang Sepatu Rajut di Pameran Potensi Daerah beberapa waktu lalu. Sangat mungkin masih ada variable lainnya yang mempengaruhi harga jual sepatu rajut tersebut.

Intinya dalam postingan ini adalah saya ingin menjadikan sepatu rajut oleh-oleh blusukan di acara POTENDA sebagai door prize bagi salah satu pembaca yang beruntung (dipilih dengan cara undian seperti arisan konvesional). 

Sepatu yang terbuat dari anyaman benang nylon ini memiliki ukuran 37 tapi pas untuk kaki saya yang biasanya bermain dengan sandal dan sepatu dengan size 38-39. Dan Mohon dimaklumi untuk model, ukuran dan warnanya tidak bisa ditukar-tukar ya. Lha sepatunya sudah saya beli dan memang sengaja pengen saya jadiin semacam pemeriah dan perekat interaksi dalam blogging ini. 

Intinya, sepatu rajut ini akan saya kirimkan ke salah satu pembaca yang beruntung (dipilih dengan cara undian seperti arisan konvesional). 

Tertarik untuk ikutan ya? Caranya mudah saja: 

  • Silahkan publish status sesuai selera masing-masing yang penting tetap perduli pada SARA dan TIDAK SARU, bisa di twitter atau FB. Yang penting kalimatnya terdapat 3  (tiga) Hastag" #MEA, #UMKM  dan #SepatuRajut.
  • Feel free untuk mention akun FB atau Twitter saya (sesuai akun sosmed yang anda gunakan untuk membuat status tersebut).
  • Siapa saja pembaca blog (postingan) ini bisa ikut meramaikan postingan mendadak Door Prize ini, yang penting punya alamat di Indonesia pastinya, biar ongkirnya murce deh.
  • Syaratnya mudah banget, hanya Follow IG dan atau TWITTER, kemudian tinggalkan komentar di postingan ini sebagai tanda keikutsertaan Anda.

Demikian postingan pemeriah suasana semi pasif blogging saya dan harapannya semoga bisa rutin membuat postingan bermuatan Door Prize persahabatan ini.

Saya tunggu peran sertanya sampai 30 Juni ya? 


20 comments: Leave Your Comments

  1. Yay
    Pengen ikutan ya, siapa tahu jodoh bisa buat ibu atau adikku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. okeee, ditunggu publish statusnya di FB atau Twitter yaaa..

      Delete
  2. wah... sepatu rajut, ikutan ah. sesuai ukuran kakiku tuh mbak hihihiii..

    ReplyDelete
  3. sepatu rajut memang ringan dan simpel juga menarik bagi kaum wanita, sangat pas sepatu rajut ini jika dipakai JJS ke mall terdekat bersama si dia

    ReplyDelete
  4. Sepatunya lucu, cuma bukan gaya aku, aku lebih suka sneakers sih, hehe. Semoga sepatu rajut ini bisa laku di pasaran MEA ya :)

    Boleh dong Mbak mampir dan komentar disini

    ReplyDelete
  5. lucu-lucu sepatunya.. saya follow IGnya.. :)

    ReplyDelete
  6. sepatunyaaaa keren banget,cuma sayang kalo dipakee yaa Rie:D

    ReplyDelete
  7. Bagus sekali mba sepatunya, jadi kepengen

    ReplyDelete
  8. Bisa buat lebaran ni sepatu kalo menang ihiiiiw

    ReplyDelete
  9. Sangat menarik idenya dan hasilnya tampak mewah. Hal positif lain bisa membuka lapangan kerja meskipun yang bisa mengerjakan harus terlatih/harus dilatih terlebih dahulu.

    Tapi saya belum ngeh ni mbak Rie. Benang nilon itu mungkin kuat dan awet ya tapi kalau sering kena air gimana? Atau penggunaan sepatu ini hanya untuk acara-acara tertentu saja? Anyway tetap ingin punya nih, habisnya unik sih :)

    ReplyDelete
  10. Wah ternyata ada GA :D coba aaah, siapa tahu bisa dapat,penasaran pake sepatu rajut

    ReplyDelete
  11. ikutan GA-nya ahh, kali ajah beruntung, sepatunya akan saya kasih buat adik saya (ukuran sepatunya sama dengan ukuran kaki adik saya)

    ReplyDelete
  12. Cantik banget, pengen banget belajar buatnya.

    ReplyDelete
  13. Dengan kreativitas yang tinggilah sepatu rajut tersebut bisa di buat :) keren kang sepatu rajut nya, tapi apakah ada yang model buat cowok ? biar keren gtu :D

    ReplyDelete
  14. lucuuneeee sepatune..aku ga pede kadang pake lucu2 gini

    ReplyDelete
  15. Kreatif banget, nampaknya bisa menjadi usaha sampingan yang potensial...

    ReplyDelete
  16. aku belum pernah bikin sepatu rajut, nggak sempet2 dari dulu...huff

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.