WHAT'S NEW?
Loading...

Mudahnya Investasi Reksa Dana Secara Online

Mengenali investasi sebagai kebutuhan POKOK merupakan langkah awal yang perlu dimantapkan dan didisiplinkan, tak harus membuat persyaratan menunggu ada sisa penghasilan atau nanti-nanti setelah gaji sekian digit. Berinvestasi pada dasarnya adalah “membeli” suatu “barang” yang diharapkan di masa mendatang bisa “dijual” kembali dengan nilai yang lebih tinggi. 

Salah satu kunci keberhasilan investasi adalah Bismillahirrahmaanirrahiim tersedianya dana yang secara teratur (bisa) kita sisihkan dari penghasilan. Umumnya kita menerima penghasilan secara bulanan dan idealnya sebagian penghasilan tersebut dapat disisihkan untuk kebutuhan masa mendatang. Tapi, faktanya “sikap bijak” tersebut masih jamak dianggap sulit. Masih banyak di antara kita yang belum menyadari pentingnya berkorban untuk membatasai konsumsi saat ini dan berkomitmen untuk menyisakan sebagian uang/penghasilan yang dierimanya untuk memback up kebutuhan di masa mendatang. 
Cara sederhana yang bisa kita lakukan agar tersedia slot dana untuk berinvestasi adalah mengalokasikan sejak awal (pada saat menerima gaji/penghasilan), misalnya 10, 20 atau 25 % secara rutin. Dengan memisahkan dana untuk investasi di awal bulan (penerimaan gaji), secara otomatis kita “terpaksa” membelanjakan uang yang sudah dikurangi sekian persen untuk investasi tersebut. Masih berdali lagi, ah apa kita BISA melakukannya, kan kebutuhan ini, inu dan itu sudah antri? Kalau saklek langsung dipangkas sekian persen, jangan-jangan nanti kedodoran?

Mampukah kita menyisihkan dana untuk berinvestasi secara teratur?

Ada trik jitu dan sangat bisa dilakukan oleh semua orang, setidanya ada  tiga tips solutif yang dipaparkan pada saat Bincang Investasi Reksadana yang diadalah oleh Manulife bertempat di Dixie Dining, Jalan Gejayan pada tanggal 30 April 2016 lalu. Tips yang lebih membumi dengan istilah 3I, yang memiliki keniscayaan meminimalkan kegagalan dalam menata masa depan yang dimulai dari Sekarang, bukan besok atau ntar sok.

Cukup ambil langkah 3I berikut ini:

1. Insyaf menginginkan barang/benda yang TIDAK dibutuhkan.
Karena trend, pergaulan atau apalah yang tak jarang membuat bias antara kebutuhan dan keinginan. Gadget masih mulus dan tak ada masalah dengan koneksi, tapi pas tahu ada launching varian baru smartphone spontan merasa Hapenya jadul dan dengan lantangnya ikutan indent, tak perduli meski harus mencicil sampai setahun. Dari segi pembelian gadget baru tentu bukan karena kebutuhan sehingga jatuhnya pemborosan. Hal lainnya, yakin kita memang membutuhkan dan menggunakan semua fitur yang terdapat di gadget baru tersebut? 

2. Irit dalam setiap hal, baik dalam konsumsi barang maupun jasa, dengan rumus secukupnya dan seperlunya. 
Semisal pemakaian pasta gigi, kalau sak ndulit sudah bisa menyikat gigi secara menyeluruh dan bersih, kenapa harus seluruh permukaan sikat gigi dipenuhi dengan odol kan? Jika datang ke suatu acara ada teman untuk ditebengi, sok atuh gak perlu naik motor sendiri. Ini bukan pelit tapi efisiensi yang mendukung gerakan pola hidup irit.
3. Komitmen BerInvestasi
Sudah istiqomah untuk insyaf yang ditindaklanjuti dengan pola hidup irit, dijamin deh langkah untuk berinvestasi bisa berjalan mulus. Tapi jangan kepedean menganggap sudah berinvestasi dengan rajin menabung lho. Menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan bisa dibilang hanya sebagai rekening operasional, yakni sebagai pos keuangan yang diperuntukkan untuk pembiayaan kebutuhan sehari-hari. 

Investasi Tanah, properti atau emas perlu uang yang tidak sedikit, at least menunggu uang terkumpul dalam kurun sekian bulan atau bahkan tahun. Padahal ketika sekian waktu di kemudian hari, harga-harga “aset” investasi tersebut pun mengalami perubahan seiring laju inflasi.  

Reksadana sebagai sarana atau kendaraan investasi yang tepat. 

Reksadana mempermudah pengelolaan investasi, khususnya bagi investor individu. Dengan berinvestasi melalui reksadana, kita tidak perlu menunggu akumulatif dana dalam jumlah besar. Dengan alokasi 100 ribu rupiah kita sudah bisa mulai berinvestasi dan hebatnya lagi bisa dilakukan layaknya seperi menabung. Jadi setiap saat kita bisa menambahkan dana yang akan kita investasikan sesuai kemampuan dan bisa kita ambil kapan pun. 
Saya mengenal Reksadana sekitar tahun 2005, saat jalan-jalan di Tunjungan Plasa kala itu sedang ada semacam pameran produk-produk reksadana plus ada seminar mengenai reksadana. Mengikuti dan menyimak materi seminar tersebut langsung membuat saya jatuh hati. Saya pun tertarik dan mendaftar karena Reksadana memberikan manfaat dan kemudahan kepada investor antara lain:
  • Akses terhadap instrumen-instrumen investasi yang sulit dilakukan oleh perseorangan seperti saham, obligasi, pasar uang.
  • Pengelolaan investasi yang profesional oleh manajer investasi (fund manager) yang sudah berpengalaman serta administrasi investasi yang dilakukan oleh Bank Kustodian. Melalui Reksa dana investor memberikan kepercayaan kepada Manajer Investasi dan Bank Kustodian untuk mengelola dana sehingga kita terbebas dari pekerjaan menganalisa, memonitor serta melakukan administrasi yang rumit.
  • Diversifikasi yang sulit dilakukan sendiri karena keterbatasan dana dan minimnya pengetahuan, dapat dilakukan oleh reksadana melalui dukungan dana dari sekian investor yang berkumpul dalam satu wadah.
  • Hasil investasi dari Reksa Dana BUKAN obyek pajak karena kewajiban pajak sudah dipenuhi Reksa Dana.
  • Likuiditasnya tinggi karena Unit peneyertaan (satuan investasi) Reksa Dana dapat dibeli dan dicairkan setiap hari kerja (bursa) melalui manajer investasi.
  • Dana Investasi yang dibutuhkan relatif kecil, dengan dana awal mulai Rp. 100.000,- kita sudah dapat berinvestasi dengan kesempatan mendapatkan manfaat-manfaat di atas.
Tapi, kemudian saya merasakan kerepotan saat ingin setor dana rutin atau pencairan dananya karena semua proses masih berjalan secara off line. Artinya, saya harus datang dan antri ke kantor atau minimal melalui pos ke pihak manajer fund. Akhirnya, saya pun pasif alias tidak melakukan top up dan tidak bisa memantau perkembangan uang yang pernah saya taruh di salah satu produk reksadana tersebut.

Reksa Dana Manulife Dengan sistem online klikmami.com

Sebuah terobosan baru yang dilakukan oleh Manulife membawa angin segar. Kini, untuk giat menyicil masa depan melalui reksadana bisa dilakukan semudah menggerakkan jari tangan. Reksadana Manulife telah melaunching aplikasi online yang diberi nama KlikMAMI.com yang memiliki kepanjangan   Manulife Manajer Investasireksa Dana Manulife. 

Dengan KlikMAMI ini, kita bisa melakukan semua urusan investasi reksa dana secara online, tak perlu reot-repot datang ke kantornya lagi. Mulai dari pendaftaran pertama, setoran awal, pengajuan sampai urusan lainnya bisa dikerjakan dari kantor, rumah atau dari manapun kita berada karena aplikasi ini bisa diakses laptop, komputer dan smartphone. Yang penting ada koneksi internet, mau kapan saja mengkases klikMAMI ini tak ada masalah.  
Fasilitas yang tersedia dari aplikasi ini selain mempermudah investor melakukan aktivitas top up, menjual atau membeli unit reksa dana, memantau laporan penempatan dana, juga memberikan keleluasaan investor untuk melakukan  switch (mengalihkan)  jenis investasi. Karena salah satu cara untuk mengoptimumkan keuntungan dan meminimalkan resiko adalah dengan melakukan diversifikasi jenis-jenis instrumen dan penempatannya. Makin tinggi harapan akan suatu hasil investasi semakin tinggi pula kemungkinan terjadiya resio (higher return, higher risk).

Apalagi saat ini Manulife sudah memiliki 18 produk Reksa Dana yang terdiri dari produk Reksa Dana Saham, Pendapatan Tetap, Campuran, dan Pasar Uang. Ada juga produk yang syariah kok, yaitu Reksa Dana Saham Syariah (termasuk dalam reksadana saham). Artinya, Reksadana semakin membuktikan sebagai alat investasi yang Well Managed, Well diversified and well regulated. 

Gimana, tertarik untuk berinvestasi melalui Reksa Dana Manulife? Jangan tunggu besok, lusa atau bulan depan. Sekarang saja kunjungi klikmami.com dan START NOW untuk mendaftar jadi member. Caranya mudah banget  kok, ikuti semua langkah-langkah ada di web dengan mengsi semua data yang diminta. Siapkan KTP dan NPWP (kalau ada), setelah semua diisi dengan benar, sistem di klikmami.com akan mengirim notifikasi via email dan Kode aktivasi yang dikirim langsung via sms ke nomer hp yang kita daftarkan. Jadi, pastikan nomer HP yang didaftarkan adalah yang sedang kita bawa, jangan HP yang sedang off atau nomer lain yang tidak bisa kita jangkau secepatnya karena kode yang dikirim memiliki tenggang waktu. Jika kelamaan tidak diaktivasi, kita harus merefresh sistem untuk mendapatkan kode yang baru lagi. 
Dalam hitungan menit,  kita akan mendapatkan notifikasi via email kalau sudah menjadi member. Mudah dan cepat kan prosesnya, tinggal pelajari jenis  rekasa dana yang akan kita kita pilih dan eksekusi setoran awal va transfer online, langkah awal berinvestasi di manulife Reksa Dana terwujud semudah klik jari tangan kita pada keyboard layaknya chatting. 

11 comments: Leave Your Comments

  1. mau berinvestasi skr makin dipermudah ya dengan cara online

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, jadi lebih semangat ya utk investasi

      Delete
  2. sekarang memang sudah jamannya kita harus berinvestasi ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Investasi sdh menjadi kebutuhan pokok sekarang ya mbak

      Delete
  3. Baru tahu kalau ada versi online-nya. TFS, ya Mbak Rie :)

    ReplyDelete
  4. belum kepikiran uuntuk investasi di reksadana, tetapi sejauh ini sudah mencoba mempelajari soal kereksadanaan....

    ReplyDelete
  5. "Insyaf menginginkan barang/benda yang TIDAK dibutuhkan", yang ini paling susah buat saya... :'))

    ReplyDelete
  6. Wah, terima kasih atas ilmu baru berinvestasinya. Saat ini saya berinvestasi lewat bank saja, jika ada yang online seperti ini pasti lebih enak dan mudah. Ini bisa beli reksadananya kapan saja ya?

    ReplyDelete
  7. Sdh belajar irit, investasi itu yg msh terbayang2

    ReplyDelete
  8. wah tips investasinya bagus..semoga bisa dipraktekkan ke depannya

    ReplyDelete
  9. Irit bisa sih mbak, tapi kalo soal beli jajan sama buku kok susah iritnya ya? :')
    jadi tertarik buat investasi reksadana

    ReplyDelete

Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
Mohon maaf, komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan...
So, be wise and friendly.