Header Ads

Life is flowing in its story leaving history for better present and future
  • What's News

    Bunda Kekinian Wajib Tahu 5 Hal ini Agar Siap Sejak Dini Untuk Nikmati Hidup #AsyikTanpaToxic

    Kesehatan sejati adalah menangani kesehatan sebelum penyakit datang serta hidup yang lebih lama terbebas dari penyakit.

    Kalau ditanya, “ siapa yang tidak ingin hidup lebih lama, bahagia dengan kondisi kesehatan yang paripurna hingga usia tua?”. Tentu saja, semua orang menginginkan hal itu.
    Bismillahirrahmaanirrahiim setiap orang punya kesempatan untuk punya usia panjang dengan kesehatan yang prima tanpa program yang njlimet dan bikin mumet pikiran. Mau tahu caranya? Pastinya, dengan Bersihkan Hari Aktifmu! #AsyikTanpaToxic maka keseharian hidup kita akan terasa lebih indah dan bahagia deh. It's sound too good to be true ya? 

    Everybody starts pure. Jangan lupakan kalau setiap orang dilahirkan dalam keadaan murni, baik pikiran, fisik dan segenap organ tubuhnya bersih dan tanpa kontiminan toxic atau racun. Seiring bertambahnya usia, “kemurnian” tersebut  mengalami  penurunan kualitas karena cemaran toxic .

    Ya ya ya, toxic atau racun yang oleh sebagian orang masih dianggap sebatas bahan kimia atau benda berwujud yang bisa meracuni manusia, membuat sakit dan menyebabkan kematian. Contoh konkrit dan belum lama ini menjadi trending topik adalah kopi sianida, yakni kopi yang ditambah zat asam sianida sehingga merenggut nyawa  Mirna Salihin. Contoh racun lain yang sudah booming di kalangan masyarakat antara lain: racun tikus, mercury, Arsenik, racun (bisa) ular, pestisida, atau senyawa kimia asam/basa kuat juga memiliki sifat racun yang ganas. Mayoritas, toxic masih dipersepsikan sebagai benda berwujud yang bisa merusak, menyebabkan sakit hingga kematian.
    Nikmati Hidup #AsyikTanpaToxic dengan gaya hidup sehat
    Ketika pertanyaan “ What is racun ?” saya ajukan pada anak saya mereka punya definisi yang beragam mengenai racun sebagai berikut:
    • Azka (kelas 2 SMP) “ Racun ya benda atau zat yang bisa menyebabkan muntah-muntah, kesakitan, juga bisa menyebabkan kematian jika dimakan/minum oleh manusia. Kayak keong racun tuh termasuk racun kan ?”
    • Aida ( kelas 2 SMA) “ Racun itu benda, bahan, zat atau apalah-apalah  yang memiliki efek berbahaya misalnya luka, sakit, ataupun bisa menyebabkan kematian jika terjadi  interaksi dengan benda tersebut. Jadi kalau orang patah hati, termasuk terkena racun deh karena merasa sakit dan menyebabkan kematian seperti kisahnya Romeo dan Juliet itu lho Bund “ ( hedew, emaknya ini jadi baper dengar jawaban racun ala anak ABG yang kayak begini).
    • Ifa ( the new comer at college), “  Sesuatu bisa dikategorikan racun manakala memiliki dan bisa menyebabkan kerusakan, luka/sakit hingga  kematian (secara langsung maupun tak langsung). Racun itu bisa berupa benda berwujud  dan tak berwujud,  pokoknya semua hal yang membawa efek tidak baik bisa disebut racun. Makanan dan minuman yang enak bisa kok jadi racun. Termasuk kurang piknik juga  bisa jadi racun …” sebelum melebar kemana-mana, emaknya  pun langsung  menimpali “ berarti kebanyakan nonton drakor juga bisa menjadi penyebab keracunan tuh “.
    Sedangkan kalau dilihat dari kbbi, racun memiliki arti sebagai berikut:
    racun/ra·cun/ n 1 zat (gas) yang dapat menyebabkan sakit atau mati (kalau dimakan, dihirup): 2 Kim zat yang menurunkan mutu logam atau sepuhan; 3 zat yang merusak atau menghambat aksi katalis atau enzim; 4 ki yang merusak batin: bacaan, tontonan, stress, dll (https://kbbi.web.id/racun)
    Iya sih, pada hakekatnya umur sudah ditentukan. Bila ajal tiba, ia tak dapat diundur ataupun dimajukan. Namun sebelum itu terjadi, manusia diberikan ruang untuk berikhtiar antara lain dengan menjaga kesehatan, berobat ketika sakit dan menjauhi hal-hal yang secara akal dapat membahayakan nyawa (kesehatan).

    Berdasarkan dari definisi-definisi toxic tersebut dan dalam rangka ikhtiar menjaga kesehatan, adalah sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan mengenal sumber toxic agar bisa merumuskan serangkaian sikap konkrit untuk menghentikan, menghindari atau meminimalkan resiko terpapar toxic. Setidaknya 5 hal ini bisa menjadi sumber dan atau stimulan toxic: 
    1. Zat (fisika, kimia, berwujud dan tidak berwujud), benda atau makhluk hidup (binatang, tumbuhan, mikroorganisme) yang secara fitrah memang membawa sifat sebagai racun. Misalnya sianida (KCN), zat asam/basa kuat (HCl, Asam Sulfat, Asam peroxide dll) , dan senyawa reaktif lainnya (mudah terbakar, mudah meledak, oksidator, korosif).  Jenis tumbuhan yang beracun juga cukup banyak, seperti biji jarak, biji kecubung, pohon strycine, dan masih banyak lagi jenis tumbuhan yang menghasilkan toxic mematikan ketika dimakan.
    2. Lingkungan (polusi udara, tanah, dan air) yang tercemar  yang berpotensi merugikan kesehatan bagi organisme hidup, khususnya manusia. Baik di lingkungan kerja, rumah, sekolah dan di mana saja kita berada, ketika kualitas udara, air dan tanahnya tidak baik, tentunya bisa dikategorikan berpotensi poisonic bagi kesehatan kan?
    3. Pola makan tidak seimbang. Masyarakat sekarang bisa dibilang tidak perlu kuatir kehabisan makanan tetapi harus khawatir terlalu banyak makan. Perkembangan dan kemajuan teknologi secara berkelanjutan membuat inovasi, sehingga makin banyak variasi jenis pangan olahan yang mencakup makanan dan minuman. Dan yang namanya pangan olahan tentu mengandung zat tambahan antara lain: pemanis buatan, pewarna, pengawet, perasa (MSG atau jenis lainnya), penambah aroma, pengemulsi, dan tambahan lain. Penggunaan bahan tambahan makanan tersebut  meskipun sesuai ketentuan yaitu harus food grade, tapi jika dikonsumsi secara terus-menerus, sangat mungkin akan muncul efek samping bagi kesehatan (toxic) bagi tubuh di kemudian hari. Apalagi jika pola konsusmi melewati batas Acceptable Daily Intake kan? Kenyatannya, semakin banyak bermunculan kasus gagal ginjal, penyakit jantung, tumor, dan jenis-jenis penyakit degeneratif lainnya kan? Dan salah satu penyebabnya adalah pola makanan yang tidak seimbang sehingga memicu toxic yang membahayakan kesehatan. Belum lagi budidaya tanaman yang akrab dengan penggunaan pestisida dan antibiotik akan meninggalkan residu yang bisa menjadi racun berbahaya bagi kesehatan.
    4. Gaya Hidup tidak sehat. Euforia gadget, layanan delivery order, online shop dan kenyamanan fasilitas lainnya yang berbasis digital/internet, menjadi alasan tersendiri bagi sebagian besar orang sehingga kurang aktifitas fisik. Hal ini tentu akan menjadi toxic (lemak menumpuk, gula darah tinggi, asam urat melampui ambang batas, dll) yang membuat rentan terjangkiti penyakit-penyakit serius. 
    5. Stress yang menumpuk. Semakin hari tuntutan ekonomi yang meningkat, harga barang yang melonjak dramatis, tumpukan pekerjaan dan target pencapaian prestasi dalam pekerjaan dan karir, kemacetan lalu lintas di kota-kota besar yang tak terelakkan, dan persoalan masyarakat modern lainnya yang memicu racun stress ketika kita tidak bisa mengelolanya dengan baik. Seseorang yang mengalami kondisi stress berlarut-larut atau sering menghadapi persoalan yang memicu stress, selain bisa membuat tua lebih cepat dari usia, juga akan muncul hormon beracun lainnya yang dapat mempersempit aliran darah ke jantung maupun ke  otak.
    Kalau dipikir-pikir, sejak kita bangun tidur, kembali tidur dan bahkan saat tertidur, bahaya toxic sangat dekat dengan kita ya Bun ?” tanya Ifa sekaligus membuat resume dengan ekspresi ala-ala serius seperti saat menikmati tayangan drama Korea kesukaannya.

    Makanya, sangat penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan dasar tentang sumber-sumber racun atau toxic tersebut. Dengan mengetahui apa saja sih yang bisa menjadi  sumber toxic, maka untuk Bersihkan Hari Aktifmu secara #AsyikTanpaToxic bisa dengan mudah diterapkan menjadi  bagian dari kebiasaan baik kita sehari-hari.  Bagaimana kita bisa membuat strategi perang jika tidak tahu siapa lawan yang akan kita hadapi kan?”

    That’s why kita perlu banget untuk mengetahui dan memahami hal apa saja yang bisa menjadi sumber dan atau stimulan toxic

    Bunda Kekinian dan siapa pun perlu dan wajib tahu kelima jenis sumber racun tersebut agar bisa mempersiapkan sejak dini untuk membersihkan diri sehingga bisa nikmati hidup #AsyikTanpaToxic

    Dengan memahami karakteristik sumber toxic dan betapa dampak hazards dari kelima kelompok sumber toxic diatas bagi kualitas hidup kita, maka langkah-langkah berikut ini bisa dijadikan rambu-rambu yang patut dipatuhi demi hidup yang #asyik tanpa toxic.  

    No comments

    Leave a comment or just be silent reader, still thank you so much.
    Terima kasih telah singgah di Kidung Kinanthi.
    Mohon maaf, atas ketidaknyamanan MODERASI Komentar.

    Komentar terindikasi SPAM atau yang mengandung link hidup tidak akan dipublikasikan.

    So, be wise and friendly.