WHAT'S NEW?
Loading...

#UsiaCantik: Berani mengikuti Kata Hati

Hidup adalah membuat pilihan dan bertanggung jawab atas segala pilihan yang kita buat. Waktu 24 jam sehari, tidak bisa ditambah dan detak detiknya merupakan pengurangan kesempatan hidup. Hari berganti, bulan berjalan dan tahun berlalu, menambah bilangan usia. Orang bilang menua itu pasti dan menjadi lebih dewasa serta bijaksana itu pilihan. 

Kalau sebelum-sebelumnya, apa-apa yang saya lakukan lebih berorientasi pada mempersiapkan masa depan dalam perpesketif untuk jangka waktu 2 tahu, lima tahun, sewindu kemudian. Singkatnya, Bismillahirrahmaanirrahiim saya lebih dominan pada bagaimana mempersiapkan agar bisa HIDUP aman, nyaman dan bahagia. Hingga kemudian pertambahan usia saya mencapai ambang kepala tiga, saya terhantui oleh sebaris kalimat yang disampaikan oleh seseorang tatkala saya berada pada fase “injury age” belum menikah. 
Kalau kita bisa membuat pilihan yang memiliki multi value secara jangka panjang, lantas apa yang membuat Mbak Ririe gamang untuk membuat keputusan.
Ucapan yang menurut saya memiliki unsur “hidayah” (kala itu) yang menjadi salah satu pemantap saya berani menerima lamaran seorang duda dengan tiga anak yang mulai beranjak remaja yang menjadikan saya seorang ibu (tiri). Pada babak kehidupan yang baru tersebut,  saya mendapati perspektif baru bahwa life begin everyday

Maka jika ditanya, “apa arti #UsiaCantik bagimu?” 

Saya hanya bisa menjawab, bahwa berada di fase USIA CANTIK membuat saya lebih memahami bahwa Kecantikan sejati adalah ketika saya  mampu mengikuti kata hati hingga bisa menemukan titik keseimbangan antara sisi duniawi yang begitu profan dan sisi agama yang sangat sakral. Dan saya semakin menemukan jalan baru bagaimana memaknai kalimat “menua itu pasti dan menjadi lebih dewasa serta bijaksana itu pilihan” dengan injeksi pertanyaan ini :

“ Aku melakukan banyak hal dalam rangka untuk siap hidup bahagia, apakah aku juga (sudah) melakukan hal yang sama untuk SIAP MATI dengan Bahagia ?”

Apakah saya tidak dihinggapi ketakutan-ketakutan menjadi tua dan menurun pesona lahiriah? Saya masih seprerti perempuan – perempuan di belahan bumi manapun yang mendambakan punya pesona kecantikan. Alhamdulillah, saya lahir dan dibesarkan dengan doktrin: kecantikan fisik/jasmani merupakan bonus ketika saya menjalani dan menerapkan pola hidup sehat: positif thinking, positive feeling dan positive doing. Hingga hari ini, jika saya jalan-jalan barenag dengan keponakan atau sedang gathering di antara orang-orang yang beda usia 10 tahun pun tak membuat saya minder kok. “Kan saya masih tak jauh beda dengan mereka”, bahkan masih kerap di anggap mahasiswi ketika solo traveling.
Berapapun usia saya, keistimewaannya tergantung bagaimana cara saya memaknainya. Saya ingin tiap fase usia memiliki nilai lebih, dengan pengalaman yang bisa jadi pembelajaran bagi anak-anak kelak, tentang bagaimana mensyukuri hari demi hari dan memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang berharga.

Saya lebih takut tidak bisa bersikap secara “cantik” daripada terlihat cantik. 
DI Usia cantik ini saya tak perlu baper dengan kerut-kerut wajah, atau pun  tanda-tanda penuaan kulit lainnya yang semakin terlihat di wajah. Tapi bagaimana saya bisa lebih perduli agar di etape usia cantik membawa saya pada proses menyublim dalam simpul-simpul  bahagia, berharap setiap perilaku, perkataan dan sikap yang saya ambil menjadi energi positif bagi orang lain (sekitar ). 

Usia cantik bagi saya merupakan The true golden age, menjadi diri sendiri yang bahagia dengan pilihan menjadi  perempuan  yang bekerja full day dan ibu rumah tangga yang cukup baik dalam  menjalani peran membuat suami juga bahagia dan kemudian secara bersama-sama mendampingi dan mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang bahagia di kehidupan dunia hingga akherat. Iya, masih dalam level CUKUP, belum sempurnan. Oleh karenanya saya memiliki energi yang masif untuk memprovokasi diri agar life begin every day dan lebih baik.

“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

5 Bahaya Jika Berenang di Malam Hari

Berenang merupakan salah satu kegiatan yang digemari banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Bismillahirrahmaanirrahiim berenang termasuk jenis olahraga tapi sangat jauh berbeda dengan cabang-cabang olahraga pada umumnya. Rasanya, faktor utama kenapa renang bisa disukai oleh semua orang dari semua golongan usia karena renang bisa menyegarkan, tidak terasa capek dan tidak perlu mengeluarkan keringat. Wajar kan jika banyak orang yang menggemari olah raga satu ini. Terlebih, semakin banyak hasil penelitian ilmiah yang membuktikan jika olahraga renang ini memiliki banyak manfaat, diibaratkan sebagai One sport for all healthy goodness, karena kebaikan yang bisa kita dapatkan dengan berenang ini. 

Sederet panjang manfaat baik untuk kesehatan yang bisa diperoleh antara lain: mencegah obesitas, membentuk dan menguatkan otot, meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori, mencegah stress dan depresi (serupa dengan yoga) karena selama berenang terjadi peregangan dan relaksasi otot-otot yang disertai dengan teknik pernafasan yang berirama, minim resiko cedera (fisik), bisa mengurangi resiko diabetes, memperbaiki kadar kolesterol, memperbaiki/terapi bagi penderita asma, meningkatkan flexibilitas, postur dan keseimbangan tubuh.

Iyaapp, berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang bisa meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani, sebagai olah raga tanpa gaya gravitasi bumi ( non weight barring ) terbilang minim resiko cedera fisik karena seluruh tubuh ditahan oleh air/mengapung, tidak membebani sendi. Dan yang masih banyak yang tidak menyadari manfaat hebat berenang yang tak kalah luar biasa dari sederet manfaat baik yang sudah kita kenal, yaitu perasaan enjoy/fun, relaks dan sekaligus media rekreasi. 

Dan yang lebih magical benefit sampai-sampai membuat saya sanggup mengabaikan phobia karena pernah mengalami kisah tenggelam sewaktu kecil, taraa…tibak’e renang itu bisa juga untuk membantu terapi dan atau mendukung program hamil. Karena konon, jenis olah raga yang dipercaya dan terbukti efektif membantu program hamil adalah jalan-jalan, jogging, bersepeda dan berenang. Ciamik banget kan olahraga renang? 
Menyadari multi manfaat yang bisa diperoleh dengan rajin renang dan demi mengingat betapa saya semakin jarang olah raga serta asa untuk mendapatkan anak (bisa hamil dengan sehat), beberapa bulan lalu saya pun memantapkan tekad untuk belajar renang. 
Betul, betul, betul…..akhirnya saya pun mulai belajar renang, serunya lagi ada teman kantor yang juga semangat untuk belajar renang. Hanya saja, memang belum bisa rutin. Alasan klasik, ketersediaan waktu yang pas untuk berenang karena kesibukan kerja dan aktivitas lainnya. Bagiamana jika mengambil sesi renang malam hari untuk mensiasati waktu siang masih crowded? Ehemmm, cukup menggoda juga kan kalau bisa berenang malam hari sebagai kompensasi waktu renang di siang hari yang masih labil waktunya.
Tapiii…..walaupun berenang mempunyai banyak manfaat, ternyata TETAP HARUS dilakukan di waktu yang tepat pula. Dan untuk alasan apapun, berenang malam hari sangat tidak recomended. Beberapa penelitian menyatakan bahwa berenang pada malam hari ternyata justru berbahaya dan memiliki dampak tidak sehat bagi kesehatan tubuh. Alih-alih mau hidup sehat, yang kita dapatkan dari renang malam hari justru efek negatif, antara lain:

1. Mengurangi Daya Tahan Tubuh
Berenang pada malam hari dapat mengakibatkan daya tahan tubuh berkurang. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh akan merasa sangat lelah. Setelah seharian sudah melakukan penuh aktivitas dan dilanjutkan dengan masih melakukan renang pada malam hari, akan membuat tubuh kita tidak segar, efek bangkitannya tentu menimbulkan banyak penyakit.

2. Mudah Merasa Lelah
Tubuh kita akan mudah merasa lelah dan sesak napas dikarenakan kadar oksigen di udara pada malam hari berkurang, sedangkan tubuh kita membutuhkan banyak oksigen ketika berolahraga. Hal ini dapat mengakibatkan rendahnya Hb ataupun kekurangan darah (anemia).

3. (Kemungkinan) Mengalami Rematik
Bahaya lain yang dapat muncul karena berenang di malam hari adalah terkena rematik. Hal ini sama dengan bahaya mandi di malam hari yang sering dilakukan. Dengan kebiasaan seperti ini mungkin kita akan mengalami gejala-gejala rematik, dimana tulang dan jug apersendian akan terasa sangat sakit dan jug anyeri.

4. Masuk Angin, Hipotermia, dan Demam
Pada malam hari biasanya udaranya lebih dingin, dengan keadaan tersebut kita akan mudah masuk angin. Selain itu, kita juga akan mengalami hipotermia karena kedinginan. Dan tubuh kita akan merasa lemas dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi demam deh.

5. Mengganggu Jam Biologis
Renang memang merupakan cara olah raga yang menyenangkan, tidak melelahkan dan mendatangkan banyak manfaat baik untuk kesehatan fisik dan psikis, tapi penting untuk disadari bahaya berenang pada malam hari juga dapat menyebabkan jam tidur dan jam biologis akan terganggu. Sesuai jam biologis, malam hari adalah waktunya untuk tidur. Tetapi apabila kita melakukan olahraga renang pada malam hari, maka jam biologis akan terganggu. Sehingga kemungkinan besar dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Intinya,
meskipun dengan berenang seluruh tubuh bergerak secara berirama, mulai otot perut, otot lengan, panggul, pantat, paha sampai dengan ujung kaki, singkatnya membuat seluruh tubuh kita bergerak, termasuk juga sebagai latihan bagi organ dalam seperti jantung dan paru-paru. TAPI tetap harus perduli waktu yang benar untuk berenang.




Noted: Sponsored Post

International SWAM–Anti Aging Exhibition 2016: Event Bergengsi Anti Aging dan Estetika

Jadi konsumen harus cerdas, tak hanya teliti soal expired date dan ingredient saja terhadap barang-barang yang akan dibelinya. Tapi juga sangat penting untuk memiliki wawasan yang memadai terkait kandungan yang terdapat di dalam barang tersebut.

Tambah umur tapi pengen tampil tampak muda yang bersinar selalu, sepertinya Bismillahirrahmaanirrahiim hal ini sekarang sudah menjadi impian hampir semua orang. Meski kebutuhan anti aging masih kerap diidentikkan dengan kaum hawa, tapi sebenarnya ini merupakan keinginan semua orang lho? Honestly, ini bukan soal menolak tua lho ya? Menjadi tua itu pasti, tapi memiliki penampilan yang terawat, cantik/tampan, kinclong, dan seterusnya, itu adalah pilihan. Bagaimana pilihan tersebut bisa menjadi nyata tentu tergantung usaha masing-masing orang. 

Lantas apa hubungannya antara usaha dalam rangka mewujudkan become look younger dengan menjadi konsumen cerdas?

Iyalah, sangat amat berhubungan karena untuk memiliki penampilan tampak muda lebih lama dan sehat juga perlu dukungan dari produk-produk yang memiliki manfaat anti aging. Jika kita tidak memiliki pengetahuan yang memadai, sangat mungkin kita akan terjebak pada produk-produk anti aging yang abal-abal. Bukannya menjadi cantik atau tampan, tapi malah terpuruk dalam serangkaian kesakitan yang membutuhkan biaya mahal untuk berobat. Sudah banyak kan korban yang berjatuhan akibat hasrat untuk cantik secara instan? Dan Saya, Anda dan kita semua pastinya tidak ingin menjadi salah satu korban produk-produk anti aging dan estetika yang semakin banyak varian serta iklan-iklan menggiurkannya. Terlebih-lebih lagi semakin bejibun berita Inovasi dalam dunia kecantikan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. 
Seminar, Workshop, Antiaging
Nah, dalam rangka memberikan brain storming mengenai anti aging dan estettika, serta untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas para dokter Indonesia, khususnya bidang estetika dan antiaging, tahun ini akan diselenggraan lagi International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine atau iSWAM yang mengambil tema: 7th International SWAM-Antiaging Exhibition 2016. Event akbar tahunan ini akan berlangsung pada tanggal 2-4 Desember 2016 di ICE BSD, Tangerang, yang akan menghadirkan para ahli bidang kecantikan dari dalam maupun luar negeri.

Perhelatan akbar yang diselenggarakan oleh PT Perdesti global Medicom ini merupakan event bertaraf internasional, yang berlangsung pada 2-4 Desember 2016 nanti direncanakan akan ikuti oleh 300 perusahaan dan targetnya akan dikunjungi oleh 10 ribu orang dan tak kurang dari 2.000 dokter dari dalam dan luar negeri akan hadir di sana mengikuti seminar tersebut.

Singkatnya, selama event iSWAM Expo atau International Seminar and Workshop In Aethetic Medicine yang akanberlangsung selama 3 hari yaitu mulai tanggal 2 – 4 Desember 2016 ini, terdapat dua program utama besar yaitu:
  1. Program Yang pertama adalah SWAM Scientific Anti Aging and Aesthetic Conference yaitu Seminar dan workshop bertaraf internasional dengan narasumber para pakar anti aging, yang akan membahas isu-isu kekinian terkait anti aging dan estetika. Seminar ini diperuntukkan bagi 2000 dokter baik dari dalam negeri maupun manca negara untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan (skill) mereka, khususnya dalam bidang Anti Aging dan Estetika. 
  2. Program kedua adalah SWAM Aesthetic Beauty Expo yaitu Pameran/Expo yang akan menjadi ajang pameran internasional yang akan diikuti oleh para pemilik klinik kecantikan dan kesehatan, pemilik salon dan spa, serta produsen produk dan alat kecantikan untuk memperkenalkan produk dan jasa mereka. Termasuk, kesempatan untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara. 

Sebagai gambaran tentang sosok-sosok pakar yang akan tampil sebagai narasumber di perhelatan iSWAM 2016 nanti, antara lain:
  1. Lima orang deretan atas dari Kiri - kanan adalah: DR. Ahmed Al-Qahatani/Leader in Anti-Aging & Skincare; DR. Teguh Taniwidjaja/Pioneer of Development Medical Aesthetic di Indonesia; Stefaneli MD, MBA : ahli bedah/operasi plastik  Perancis; Prof. DR. Michael Klentze, PHD/Chief Scientific & Medical Officer (CSMO) dari Tanyapura Integrative Health Center (TIHC); dan DR. Jeong Hoon Suhk/Plastic Surgeon dari Korea.
  2. Lima orang dari deretan foto di baris kedua adalah: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd., FAACS / Professor at the Faculty of Medicine Udayana University; DR. Dr. Ago Harlim MARS., SpKK / Dermatologist dari Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia; Dr. Adri D. Prasetyo, SpKK is a dermatologist, national trainer and speaker dari Jerman; Dr. Bayu obtained, professional doctor in aesthetic medicine, Indonesia; Dr. dr. Aris Wibudi SpPD, KEMD, CHT, ABAARM dipl, seorang Brigadir Jendral TNI (Purn) yang terkenal sebagai internal medicine specialist. Indonesia.
  3. Dan masih ada 17 orang lagi pakar di bidang anti aging dan estetika yang siap berbagi ilmu di event iSWAM 2016 nanti.
Dalam event iSWAM ini juga akan berlangsung talkshow dan sharing tips-tips tentang kecantikan dan kesehatan serta edukasi bagaimana memilih layanan/produk anti aging – estetika yang aman, sehat dan benar sehingga masyarakat – calon konsumen – paham benar terhadap produk/layanan anti aging yang akan dipilihnya.

Pengunjung juga bisa berperan aktif dalam ajang bergengsi ini dengan mengikuti berbagai kompetisi yangberhadiah puluhan juta rupiah lhoh? Seperti line dance, zumba dance, make up competition dll.
Kesimpulan, event bertaraf internasional International SWAM, The Biggest Aesthetic Medicine Expo in Asia ini merupakan perhelatan akbar yang akan mempertemukan pakar anti aging dan estetika, dokter-dokter yang hendak mengasah kemampuan mereka khususnya dalam  anti aging dan estetika, produsen/pemilik bisnis yangbergerak dalam bidang anti aging dan estetika serta kesmepatan bagi masyarakat luas untuk menambah wawasan mengenai anti aging dan estetika yang aman, nyaman dan sehat.

Tak kalah menariknya adalah semaraknya para artis juga akan ikutan buka booth untuk memamerkan produk-produk anti aging mereka, antara lain: Dr. Boyke, itu tuh yang sudah akrab wira-wiri di layar kaca, Melani Ricardo, Agustin Ramli, Bertrand Antolin, Liza Natalia,  dan pasangan suami istri Safina dan Ferdy Hasan.Dr Sonia Wibisono, Farah Queen,  Five Vee, Anya Dwinov, dan masih banyak lagi deretan artis ternama yang bakal bikin event iSWAM ini semakin cethar membahana.

Oia, jangan lupa feel free untuk register juga yaaa and get the chance to join the biggest aesthetic medicine expo in Asia!

Kenapa Suami (masih) enggan menggunakan Alat Kontrasepsi

Pengguna alat kontrasepsi adalah orang-orang yang menikah karena seperti kita tahu bahwa alasan penggunaan alat kontrasepsi adalah untuk merencanakan (jarak) kehamilan. 

Membaca judulnya sudah memunculkan sinyal-sinyal: ini nada-nadanya postingan berkonten dewasa deh. Tapi tidak sepenuhnya demikian, tulisan ini hanya karena terpancing oleh tulisan yang saya temui saat ke institusi yang main core-nya  terkait KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. 

Setelah beberapa waktu berlalu dan iseng-iseng saya tanyai teman-teman dan saudara (lingakaran keluarga) yang sudah menikah, kok tagline ini ada benar juga sih. 
sex edication, relationship
Hampir semua teman-teman yang menggunakan alat kontrasepsi (baru) memutuskan mulai mengikuti program Keluarga Berencana (KB) adalah setelah memiliki anak. 
At least, Bismillahirrahmaanirrahiim di antara sekian pasangan menikah yang saya kenal tak ada yang menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan ketika masih menjadi pengantin baru. Rata-rata mereka baru mempertimbangkan untuk menggunakan alat kontrasepsi setelah memiliki anak. Macam-macam alasannya, ada yang untuk menjaga jarak kelahiran untuk memulihkan alat-alat reproduksinya. Dengan jeda waktu antara 2 sampai 4 tahun, diharapkan kondisi rahim siap untuk proses kehamilan berikutnya. 

Meski hamil dan melahirkan merupakan sesuatu yang kodrati, tapi juga merupakan kebutuhan agar organ reproduksi yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan butuh masa recovery pasca melahirkan. Alasan lainnya yang tak kalah urgentnya adalah agar perhatian dan pendampingan terhadap sang buah hati cukup, ASI bisa full minimal 2 tahun, sang buah hati sudah siap untuk memiliki adik, dan sekian alasan lainnya terkait penggunaan alat kontrasepsi ini.  

Dari hasil investigasi dengan ruang lingkup terbatas dan korespanden kurang dari 25 pasutri, semuanya mengatakan bahwa baik secara spontan maupun hasil kesepakatan bersama, yang “maju” untuk menjadi subyek/pelaku/pengguna alat kontrasepsi adalah istri. Semacam ada kesan bahwa yang “wajib” menggunakan alat kontrasepsi adalah perempuan (istri). 

NOTED: penggunaan alat kontrasepsi adalah bagi orang-orang yang sudah menikah. 
Sengaja saya meng-underline tokoh pengguna alat kontrasepsi ini suami atau istri karena saya lebih setuju jika target pengguna alat-alat kontrasepsi adalah orang/pasangan yang (sudah) menikah. Kalau alat kontrasepsi dikampanyekan sebagai salah satu cara mencegah penularan/penyebaran HIV/AIDS, sangat mungkin akan ditafsirkan sebagai "lampau kuning" (atau bahkan lampu hijau?) terhadap hubungan suami istri yang tanpa atau diluar pernikahan.

Saya tidak akan membahas jenis-jenis alat kontrasepsi ataupun efek samping yang menguntungkan maupun yang  kurang sinergis dengan kesehatan bagi akseptornya. Saat ini juga sudah banyak tersedia pilihan kontrasepsi, mulai dari kondom, diafragma, IUD, Spermisida, hormonal, pil, tablet, suntikan, susuk, dll. Dari sekian banyak alat kontrasepsi yang di desain agar bisa menjadi pilihan untuk suami atau istri akan tetapi pada prakteknya yang masih menjadi aktor akseptor masih di dominasi oleh pihak istri. Padahal, rata-rata alat kontrasepsi yang tersedia bagi perempuan bersifat hormonal yang tidak sedikit fakta terjadinya efek terhadap kesehatan bagi si akseptor. Bahkan alat kontrasepsi yang jenisnya mekanik yaitu IUD pun kerap ditemukan efek samping keputihan atau bahkan bleeding. 
Jadi kenapa bukan pihak suami yang sukarela menggunakan alat kontrasepsi ya? Kenapa para suami itu baru mau (mau tak mau harus mau) karena tak ada alat kontrasepsi yang cocok untuk sang istri. Seharusnya, menjadi menggunakan alat kontrasepsi tak harus identik sebagai ranahnya perempaun kan? Boleh dong berharap, suatu saat ini para suami pun dengan sadar diri dan tanpa perlu menunggu hasil percobaan yang gagal saat menggunakan alat kontrasepsi pada sang istri.  

Setidaknya  kan ada dua jenis alat kontrasepsi yang cukup eligible untuk digunakan suami yaitu vasektomi dan kondom. Namun, dua jenis Alat Kontrasepsi bagi Pria ini masih lekat dengan persepsi-persepsi yang tidak seharusnya menjadi hal yang ditakutkan. 

Pertama, Vasektomi merupakan tindakan pengikatan atau pemutusan saluran sperma kanan dan kiri. Terkait dengan vasektomi ini, beberapa persepsi yang perlu dikoreksi adalah:
  • Vasektomi bukan tindakan kebiri atau kastrasi karena hanya vas deferens yang diikat, BUKAN testisnya.
  • Vasektomi tidak mengurangi libido.
  • Vasektomi tidak mengganggu fungsi seksual atau disfungsi ereksi.
  • Vasektomi tidak membuat akseptor menjadi lemah fungsi
Kedua, Kondom: efektif bila dipakai dengan baik dan benar, tidak mengganggu produksi ASI, Tidak mengganggu kesehatan akseptor, bisa mencegah ejakulasi dini, tidak mahal dan bisa di beli dengan mudah. Iya mirip dengan mudah serta murahnya saat moment harbolnas 2016 ini lho? 

Some how, terima kasih sudah berkenan membaca postingan yang sudah dua bulan mengusik ketenangan hidup saya *dramabanget*. 

Jadi, Kenapa Suami (masih) enggan menggunakan Alat Kontrasepsi? Dan masihkah anda berasumsi bahwa menggunakan alat kontrasepsi merupakan kewajiban istri atau hanya bisa dilakukan oleh istri?

Bahkan ketika pertanyaan tersebut saya kemukakan pada suami, responnya masih diplomatis dan berbau politis,” kan kita menikah belum punya anak. Dipikir nanti saja kalau sudah punya anak ya…”. 
Nah, bagaimana kalau menurut Anda?